cover
Contact Name
Jeperson Hutahaean
Contact Email
jepersonhutahean@gmail.com
Phone
+6281266157563
Journal Mail Official
jepersonhutahean@gmail.com
Editorial Address
Jl. Acces Road Kuala Tanjung Inalum No. 29 Dusun: Bahagia Kelurahan: Pakam Raya Selatan Kecamatan: Medang Deras
Location
Kab. batu bara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi
ISSN : -     EISSN : 28304799     DOI : https://doi.org/10.56854/jt.v1i1
Core Subject : Science,
Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Penerbitan jurnal ini sebagai sarana untuk menampung artikel-artikel ilmiah yang berasal dari hasil penelitian, kajian-kajian atau makalah ilmiah dari para peneliti maupun dosen yang sudah dipilih pada bidang komputer. Artikel ilmiah yang dikirim pada redaksi harus merupakan naskah asli dan tidak pernah dipublikasi ditempat lain. Artikel ilmiah dalam setiap penerbitan merupakan tanggungjawab penulis. Terbit empat bulanan dengan E-ISSN: 2830-4799 SK 0005.28304799/K.4/SK.ISSN/2022.06 Topik utama yang diterbitkan mencakup:berisi kajian ilmiah informatika tentang : Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pakar Sistem Informasi, Kriptografi Pemodelan dan Simulasi Jaringan Komputer Komputasi Pengolahan Citra Dan lain-lain (topik lainnya yang berhubungan dengan teknologi informasi) Terbit dalam 4 (Empat) bulanan yaitu pada bulan: Issue No 1: Mei, Issue No 2: September, Issue No 3: Januari
Articles 60 Documents
Metode Topsis Dan Maut Untuk Pemilihan Lokasi Grosir Sembako Prijuna Lubis, Adi
Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 3 No. 3: Januari 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jt.v3i3.494

Abstract

Memilih lokasi untuk perusahaan grosir bahan makanan merupakan langkah mendasar dalam proses penataan bisnis. Memilih lokasi yang ideal untuk bisnis grosir bahan makanan dapat berdampak signifikan pada kemakmuran dan kesejahteraannya. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih sektor bisnis yang berbeda, namun pengusaha sering kali menghadapi beberapa masalah selama siklus ini. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya data yang tepat dan terkini mengenai infrastruktur lokal dan keadaan pasar di wilayah tersebut. Informasi yang tidak memadai dapat menyebabkan kesalahan dalam menentukan potensi pasar dan pengambilan keputusan. Membandingkan teknik Teori Utilitas Multi-Atribut (MAUT) dengan metode Teknik Preferensi Pesanan dengan Kesamaan dengan Solusi Ideal (TOPSIS) untuk menemukan perusahaan grosir bahan makanan baru memerlukan sejumlah prosedur terstruktur dan terukur. Pemanfaatan metode TOPSIS dan MAUT untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai karakteristik yang relevan dan berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis, perbandingan kelebihan dan kekurangan kedua metode ini dalam memberikan pendekatan yang obyektif dan terukur, dan evaluasi kemanjuran metode ini dalam menurunkan risiko dan meningkatkan peluang keberhasilan dalam memulai bisnis baru.hasil penelitian dengan menggunakan Metode TOPSIS yang twrbauk adalah Pajak Sentang dengan nilai 0,61813 sedangkan metode MAUT adalah pajak Dipo Kisaran dengan nilai 5,145286 . Kebutuhan pemilih dapat menentukan metode mana yang dipilih. Metode MAUT dapat digunakan jika pemilih ingin mempertimbangkan sejumlah kriteria. Namun metode TOPSIS lebih tepat jika pemilih ingin memilih lokasi usaha grosir sembako dengan skor yang paling mendekati solusi ideal dan terjauh dari solusi negatif.
Penerapan Metode MOORA Dalam Sistem Pendukung Keputusan Untuk Pemilihan Amil Zakat Yang Optimal Karim, Abdul
Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 3 No. 3: Januari 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jt.v3i3.495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pemilihan amil zakat di masjid menggunakan metode MOORA (Multi Objective Optimization by Ratio Analysis). Metode MOORA dipilih karena kemampuannya untuk mengintegrasikan berbagai kriteria penilaian yang kompleks dan menghasilkan keputusan yang objektif. Data yang digunakan mencakup 10 alternatif calon amil zakat, yang dievaluasi berdasarkan lima kriteria utama: kejujuran, kepemimpinan, kompetensi, keterampilan, dan komunikasi. Dalam proses analisis, setiap calon amil zakat diberikan skor untuk setiap kriteria, yang kemudian dihitung menggunakan formula MOORA untuk mendapatkan nilai akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Joko Prayogo (A8) memperoleh nilai akhir tertinggi sebesar 0.3468, diikuti oleh Andriko Pramana (A10) dengan nilai 0.3313, dan Rizky Aditya (A9) dengan nilai 0.3118. Hal ini menandakan bahwa Joko Prayogo memiliki kualifikasi paling sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode MOORA adalah alat yang efektif dan efisien dalam proses pemilihan amil zakat. Metode ini tidak hanya memberikan hasil yang sistematis dan objektif tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan. Rekomendasi untuk penelitian di masa depan adalah mempertimbangkan penambahan kriteria tambahan untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif
Penerapan Sistem ERP Dalam Optimalisasi Manajemen Suparmadi, Suparmadi
Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 3 No. 3: Januari 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jt.v3i3.496

Abstract

UKM (Usaha Kecil dan Menengah) merupakan pendorong utama perekonomian Indonesia, menyumbang sekitar 60% dari PDB dan menciptakan banyak kesempatan kerja. Namun, UKM sering menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya kemampuan finansial. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan sistem ERP (Enterprise Resource Planning), yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem ERP di Toko Koaki, yang bergerak di bidang penjualan sepatu dan sandal. Toko Koaki saat ini menghadapi masalah dalam promosi, penjualan offline, dan pencatatan manual. Dengan penerapan ERP, diharapkan dapat mempermudah proses penjualan, pengolahan data, dan pencetakan laporan secara online, serta meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ERP mampu meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan pelanggan, meskipun menghadapi tantangan seperti biaya implementasi dan resistensi dari karyawan. Penelitian ini memberikan saran praktis untuk mengatasi tantangan tersebut dan memaksimalkan manfaat dari sistem ERP.
Perbandingan Metode SAW Dan Topsis Dalam Pemilihan Pupuk Terbaik Untuk Tanaman Pisang Ditanah Pesisir Manurung, Nuriadi
Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 3 No. 3: Januari 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jt.v3i3.497

Abstract

Perkembangan teknologi yang cepat telah memasuki berbagai bidang, termasuk pertanian. Memilih pupuk terbaik sangat penting untuk menghasilkan produksi pisang yang berkualitas. Pupuk ditambahkan ke dalam media tanam untuk mengatasi masalah tanaman dan dibagi menjadi dua jenis berdasarkan titik awalnya: pupuk anorganik (seperti Pupuk ZA, Pupuk Urea, Pupuk NPK, Pupuk KCl, Pupuk TSP, Pupuk AS, dan Pupuk Dolomit) dan pupuk organik (seperti Pupuk Kandang, Pupuk Kompos, dan Pupuk Hijau). Di tanah pesisir, pemilihan pupuk masih dilakukan secara fisik berdasarkan pengalaman lingkungan sekitar, yang seringkali tidak ideal. Kajian ini berpusat pada membedah kebutuhan pupuk pisang di Desa Ujung Kubu Kecamatan Batu Bara dengan menggunakan inovasi data. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) digunakan untuk membantu arahan dengan membandingkan dua strategi: Simple Additive Weighting (SAW) dan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Strategi SAW mencari jumlah terbobot dari rating kinerja setiap alternatif pada semua atribut, sedangkan teknik TOPSIS memilih alternatif terbaik mengingat jarak pemisahan paling terbatas dari susunan ideal positif dan jarak terjauh dari susunan ideal negatif. Hasil pengujian kedua teknik menunjukkan kesamaan positioning, tepatnya positioning Pupuk Urea dari strategi SAW adalah  sedangkan positioning dari strategi TOPSIS adalah . Kedua teknik tersebut dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan pimpinan, apakah ingin memilih hasil dari penentuan posisi strategi SAW atau hasil dari penentuan posisi teknik TOPSIS.
Perbandingan Metode SAW dan Topsis Dalam Penilaian Kinerja Pegawai Pada Kantor Desa Bandar Lama Amin, Muhammad; Kurniawan, Edi
Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 3 No. 3: Januari 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jt.v3i3.498

Abstract

Penilaian kinerja karyawan merupakan komponen penting dalam manajemen sumber daya manusia yang membantu dalam rekrutmen, pelatihan, dan menginspirasi staf. Penelitian ini membandingkan dua pendekatan pengambilan keputusan multi-kriteria yang bertujuan meningkatkan kinerja pekerja di kantor Desa Bandar Lama. Pertama, teknik TOPSIS (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solutions) menggunakan peringkat preferensi berdasarkan kedekatan dengan solusi ideal positif dan negatif. Pendekatan kedua, yang dikenal sebagai SAW (Simple Additive Weighting), menentukan nilai keseluruhan dengan mengalokasikan bobot untuk setiap kriteria. Tinjauan kinerja yang sekarang digunakan tidak menggunakan kriteria yang ditentukan; sebaliknya, mereka hanya memperhitungkan jumlah tugas yang diselesaikan. Penerapan sistem pendukung keputusan berbasis TOPSIS dimungkinkan berkat kemajuan teknologi dan berpotensi menghasilkan evaluasi kinerja pegawai yang lebih akurat dan komprehensif. Meskipun mudah digunakan, teknik SAW menawarkan cara yang kompeten dan efektif untuk menilai kinerja karyawan. Untuk membantu manajer memilih metodologi yang paling sesuai dengan tingkat kompleksitas data mereka, penelitian ini membandingkan pendekatan TOPSIS dan SAW. Dengan skor 100,00, ILHAM HIDAYAT SIAGIAN menempati peringkat teratas.
Analisis Perbandingan Metode Aras dan Maut Dalam Rekrutmen Staff Legal di PTPN III Kebun Sei Dadap Karim, Abdul; Putra Juledi, Angga; Pane, Rahmadani
Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 4 No. 1: Mei 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jt.v4i1.506

Abstract

Rekrutmen merupakan proses penting untuk mengisi posisi staf legal yang bertanggung jawab atas berbagai permasalahan hukum di perusahaan. Tugas utama staf legal adalah melindungi perusahaan dari risiko hukum, baik internal maupun eksternal. Umumnya, posisi ini berada di bawah kepala staf hukum atau chief legal officer, dan sering kali juga memimpin tim hukum tingkat bawah.Penelitian ini menerapkan dua metode dalam proses seleksi, yaitu MAUT dan ARAS. Dengan metode MAUT, tiga kandidat terbaik adalah: A2 (Joseph Martin Sinulingga) dengan nilai 0,654; A7 (Handika Priadi Siregar) dengan nilai 0,625; dan A8 (Mailinda) dengan nilai 0,578. Sementara itu, metode ARAS menghasilkan tiga peringkat teratas yaitu: A6 (Daniel Napitupulu) dengan nilai 0,70; A8 (Mailinda) dengan nilai 0,59; dan A9 (Zaky Maulana) dengan nilai 0,55.Dengan demikian, perbandingan dua metode ini menunjukkan bahwa kandidat terbaik versi MAUT adalah A2, sedangkan menurut ARAS adalah A6. Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa metode seleksi dapat mempengaruhi keputusan akhir dalam proses rekrutmen staf legal.
Analisis Perbandingan Metode WP dan Topsis Untuk Pemilihan Ketua Osis di SMAN1 Kisaran Dahriansyah, Dahriansyah; Amin, Muhammad
Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 4 No. 1: Mei 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jt.v4i1.507

Abstract

Ketua OSIS merupakan sosok yang berperan penting dalam pengembangan organisasi sekolah melalui kegiatan pendidikan di berbagai jenjang. Di SMAN 1 Kisaran, pemilihan ketua OSIS dilakukan setiap tahun untuk mendorong kreativitas siswa. Proses pemilihan ini mempertimbangkan sejumlah kriteria untuk menentukan kandidat terbaik. Penelitian ini menggunakan dua metode sistem pendukung keputusan, yaitu Weighted Product dan TOPSIS, guna membandingkan hasil perhitungan dari masing-masing metode.Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan metode WP, tiga kandidat teratas adalah: A5 (Rozi) dengan nilai 0,157; A10 (Putri) dengan nilai 0,147; dan A9 (Siska) dengan nilai 0,108. Sementara itu, metode TOPSIS menghasilkan: A5 (Rozi) dengan nilai 0,707; A1 (Candra) dengan nilai 0,643; dan A3 (Intan) dengan nilai 0,640. Kedua metode menunjukkan bahwa Rozi (A5) memperoleh skor tertinggi.Dengan demikian, baik WP maupun TOPSIS sama-sama menempatkan Rozi sebagai kandidat terbaik. Hasil ini memperkuat kesimpulan bahwa Rozi layak menjadi ketua OSIS di SMAN 1 Kisaran.  
Metode Topsis Dan Maut Dalam Pemilihan Lokasi Pengelolaan Limbah Siagian, Yessica
Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 4 No. 1: Mei 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jt.v4i1.508

Abstract

Sampah merupakan isu global yang berdampak pada banyak hal, termasuk kesehatan lingkungan. Pembentukan bank sampah untuk pengelolaan sampah merupakan salah satu pendekatan pengelolaan sampah. Berkenaan dengan kesejahteraan lingkungan masyarakat, sistem pendukung keputusan mutlak diperlukan dalam hal ini untuk pengelolaan sampah di berbagai lokasi. Dengan membandingkan dua metode, metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) dan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti dampak lingkungan, biaya pengembangan, aksesibilitas, dan kepatuhan terhadap peraturan, penelitian ini bertujuan untuk memungkinkan pengambil keputusan menganalisis pemilihan lokasi yang sesuai untuk fasilitas pengelolaan limbah. Adapun hsil penelitian dari metode ini untuk metode TOPSIS adalah pulau raja diurutan pertama dengan nilai 0,822 sedangkan dengan metode MAUT di urutan pertama yaitu lokasi di kota medan dengan nilai 0,455. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dapat menentukan strategi mana yang dipilih. Strategi MAUT dapat digunakan jika pemilih mempunyai keinginan untuk memikirkan berbagai standar. Meskipun demikian, teknik TOPSIS lebih cocok jika masyarakat berkeinginan untuk memilih lokasi pengelolaan limbah yang skornya mendekati pengaturan terbaik dan terjauh dari pengaturan merugikan.
Penentuan HP Seken Terbaik di Konter Berkah Cell Kabupaten Labuhan Batu Utara dengan Metode TOPSIS dan MOORA Hutahaean, Jeperson
Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 4 No. 1: Mei 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jt.v4i1.509

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong meningkatnya permintaan terhadap HP seken (bekas) yang berkualitas dan terjangkau. Konter HP Berkah Cell di Kabupaten Labuhan Batu Utara menghadapi tantangan dalam memilih HP seken terbaik untuk dijual kembali. Proses pemilihan ini mempertimbangkan beberapa kriteria, seperti kualitas kamera, kapasitas RAM, kapasitas penyimpanan, jenis prosesor, harga bekas, dan lama pemakaian. Penelitian ini menggunakan dua metode pengambilan keputusan multi-kriteria, yaitu TOPSIS dan MOORA. Kriteria dan bobot ditentukan berdasarkan wawancara dengan pakar dan pelaku pasar HP seken. Metode TOPSIS menilai alternatif berdasarkan jarak terhadap solusi ideal positif dan negatif, sementara MOORA menggunakan pendekatan rasio optimasi multi-kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode mampu memberikan penilaian yang efisien, akurat, dan efektif. Berdasarkan hasil analisis, HP terbaik adalah Redmi Note 12 Pro 5G, dengan skor preferensi 0,478 (TOPSIS) dan 0,32888201 (MOORA). Oleh karena itu, HP ini dinilai paling layak dijual kembali oleh Konter HP Berkah Cell.
Analisis Perbandingan Metode MAUT dan TOPSIS Untuk Pemilihan Karyawan Terbaik di PT SNI Nofriadi, Nofriadi; Zikra Syah, Arridha
Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 4 No. 1: Mei 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jt.v4i1.510

Abstract

: Pemilihan pegawai terbaik merupakan salah satu aspek yang cukup penting di perusahaan karena dengan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki kompetensi tinggi dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja suatu perusahaan serta menghasilkan pemimpin-pemimpin hebat di masa depan. Beberapa permasalahan yang terjadi pada pemilihan pegawai terbaik di PT SNI (Sumber Nelayan Indonesia) antara lain yaitu pengolahan data kandidat pegawai terbaik yang akan diseleksi masih membutuhkan waktu yang lama karena belum memiliki standar dan masih memakai sistem manual sehingga proses penilaian masih belum transparan, akurat dan terpercaya. Pada penelitian yang berjudul Penerapan Metode MAUT dan TOPSIS Untuk pemilihan karyawan terbaik di PT SNI, ada 2 penerapan metode dalam penelitian ini yaitu metode MAUT dan TOPSIS. Untuk metode MAUT ada 3 alternatif tertinggi dalam pemilihan karyawan terbaik yaitu untuk urutan pertama dengan nama Joseph Martin Sinulingga memperoleh nilai 0.654, untuk urutan kedua dengan nama Handika Priadi Siregar memperoleh nilai 0.625, untuk urutan ketiga dengan nama Mailinda memperoleh nilai 0.578. Sedangkan untuk metode TOPSIS ada 3 alternatif tertinggi dalam pemilihan karyawan terbaik di PT SNI yaitu untuk urutan pertama dengan nama Joseph Martin Sinulingga memperoleh nilai 0.964, untuk urutan kedua dengan nama Mita Paramita memperoleh nilai 0.654, untuk urutan dengan nama Anggun Ramadhani Harahap memperoleh nilai 0.582 . Maka dengan itu bisa disimpulkan bahwa alternative tertinggi yaitu nama Joseph Martin Sinulingga yang menjadi karyawan terbaik di PT SNI.