cover
Contact Name
Amelia
Contact Email
melameliaaa99@gmail.com
Phone
+6281224442977
Journal Mail Official
jurnaledunity@gmail.com
Editorial Address
Jl. Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan
ISSN : 29633648     EISSN : 29648653     DOI : https://doi.org/10.57096/edunity
Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan is a double-blind, open-access peer-reviewed academic journal in social and educational fields. This journal is published monthly by PT. Publikasiku Academic Solution. Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan provide a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be checked empirically. This journal publishes research articles that cover all aspects of social science, from management, economics, culture, education, law, social health and religion which are included in the social context. Published articles are articles that result from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues, or reviews of scientific books.
Articles 361 Documents
Gambaran Proses Pendidikan Serta Pembinaan Mental dan Pembentukan Karakter Selama Menempuh Pendidikan Sekolah Penerbang TNI Abdi Darnain; Edison Edison; Sembiring Sembiring
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 03 (2022): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.005 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v1i03.22

Abstract

Kondisi terdapatnya kecelakaan pesawat sangat ditentukan oleh pilot sebagai pengemudi dan pemegang keputusan pertama setelah pesawat mengudara. Salah satu sarana Pembentukan karakter Mental dan Motivasi terhadap budaya pilot di Indonesia selain berasal dari alumni Sekbang IDP/PSDP TNI, mayoritas karakter Mental dan Motivasi juga terbentuk dari Institusi Pendidikan Penerbangan tertua di negeri ini, yakni Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI-Curug). Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai : (1) proses pembinaan serta pembinaan mental Sekolah penerbangan TNI , (2) gambaran pembinaan motivasi sekolah penerbang TNI. Metode yang digunakan dalam penetian ini a adalah dengan melakukan studi pustaka dan sumber informasi lainnya dengan pendekatan secara deskritif ekspolatif. Hasil dari penelitian ini memberikan simpulan bahwa pendidikan di sekbang TNI terdiri dari : Pendidikan selama enam bulan di Lanud Adisumarno Solo,Pendidikan selama duapuluhtigabulan di Lanud Adisucipto Yogyakarta dan Pendidikan elama enam bulan di lembaga pendidikan masing masing Angkatan, bentuk pembinaan mental terdiri atas 3 yaitu pembinaan mental rohani keagamaan (Binroh), pembinaan mental ideologi kebangsaan (Bintalid) dan pembinaan mental tradisi dan kejuangan (Bintra Juang)
Pengembangan Desain Solusi Dasbor Learning Analytics sebagai Input pada Model Personalized Learning Wibisono Sukmo Wardhono; Agi Putra Kharisma; Eriq Muhammad Adams Jonemaro
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 04 (2022): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.521 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v1i04.23

Abstract

Gaya belajar berperan penting dalam sistem pembelajaran adaptif. dengan memahami gaya belajar yang beragam, sistem ini dapat memberikan rekomendasi atas gaya belajar peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengembangan desain solusi dasbor learning sebagai input pada model personalized learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Human-centered Design (HCD) dengan mengintegrasikan kebutuhan-kebutuhan pengembangan lingkungan belajar yang adaptif terhadap gaya belajar peserta didik. Rancangan dasbor Learning Analytics (Learning Analytics Dashboard – LAD) menghasilkan kebutuhan-kebutuhan fungsional sebuah sebagai dasar pengumpulan data yang digunakan untuk input personalisasi pembelajaran (Personalized Learning) sesuai gaya belajar mahasiswa. Kebutuhan-kebutuhan tersebut meliputi Fungsi Login, Akses daftar materi, Membuka detail materi, Evaluasi materi, Rangkuman aktivitas dan Logout. Untuk menunjang kebutuhan-kebutuhan yang mendukung pengguna sistem mencapai tujuannya, dihasilkan kebutuhan-kebutuhan non-fungsional yang meliputi penentuan platform sistem berbasis web, tampilan yang responsif, tata-letak dan kerangka desain rapi dan konsisten, pemilihan fontasi yang lugas dan tidak bermotif dengan ukuran proporsional, serta pemilihan warna yang netral dan lembut
Menelusuri Hubungan Ilmu Negara dengan Hukum Tata Negara Ilmu Politik dan Disiplin Ilmu Lainnya Mustamin Mustamin; Muhammad Azhar Nur
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 04 (2022): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.837 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v1i04.24

Abstract

Ilmu negara memiliki keterkaitan dengan ilmu politik. Perbedaan ilmu negara dan ilmu politik terletak pada aspek perhatiannya yang menurut pandangan beberapa sarjana, meliputi: (1) Ilmu negara mempergunakan metode atau pendekatan yuridis, sedangkan ilmu politik mempergunakan metode sosiologis, yakni dengan memperhatikan faktor- faktor sosial atau sosiologis dan kemasyarakatan lainnya; (2) Ilmu negara merupakan ilmu yang bersifat teoritis dan sangat mementingkan segi normatif.. Tujuan dari penelitian ini adalah menelusuri hubungan ilmu negara dengan hukum tata negara ilmu politik dan disiplim ilmu lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif analitis dengan pendekatan Pustakaan. Hasil dari penelitian ini Pertama, ilmu negara mempergunakan metode atau pendekatan yuridis, sedangkan ilmu politik mempergunakan metode sosiologis, yakni dengan memperhatikan faktor-faktor sosial atau sosiologis dan kemasyarakatan lainnya. Dilihat dari metodologi yang digunakan, ilmu negara lebih tajam konsep-konsepnya, tetapi ilmu politik dianggap lebih konkret dan mendekati realitas. Kedua, ilmu negara merupakan ilmu yang bersifat teoritis dan sangat mementingkan segi normatif, karena itu kurang dinamis, sedangkan ilmu politik adalah ilmu pengetahuan praktis yang ingin membahas keadaan dalam kenyataan menekankan pada faktor-faktor yang konkret terutama berpusat pada gejala-gejala kekuasaan, baik mengenai organisasi negara maupun yang mempengaruhi pelaksanaan tugas-tugas negara. Oleh karena itu, ilmu politik lebih bersifat dinamis dan hidup.
Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia di Taman Kanak-Kanak Erna Kusumawati
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 04 (2022): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.718 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v1i04.25

Abstract

Tuntutan organisasi terhadap sumber daya manusia berkualitas mutlak diperlukan untuk bisa memenangkan persaingan, bahkan banyak organisasi yang saling bersaing untuk mendapatkan tenaga kerja berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan sumber daya manusia di Taman Kanak-Kanak. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yaitu dengan mendapatkan data secara alamiah, meliputi pengumpulan data melalui observasi, wawancara berstruktur dan analisis dokumen. Wawancara dilakukan kepada guru-guru di Taman Kanak-Kanak Indonesia yang berada di 5 wilayah Kota dan 1 Kabupaten Kepulauan Seribu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan sumber daya manusia dapat dikaji berdasarkan dua strategi yaitu strategi pertama yaitu peserta pendidikan, tujuan pendidikan, metode pendidikan, waktu pendidikan, biaya pendidikan dan tempat pendidikan, serta dimensi kedua yaitu pelatihan dengan indikator peserta pelatihan, tujuan pelatihan, metode pelatihan, waktu pelatihan, biaya pelatihan dan tempat pelatihan. Strategi pengembangan sumber daya manusia dapat mempersiapkan guru dan kepala sekolah dapat memenuhi kualifikasi dan profesionalisme kerja dan pada akhirnya menjadikan peserta didik di jenjang Taman Kanak-Kanak menjadi manusia yang diharapkan oleh bangsa negara dan agama
Implementation of a Problem-Based Learning (PBL) Model Assisted By Zoom Cloud Meeting in Improving High School Students’ Critical Thinking Skills and Learning Motivation on the Concept of Environmental Pollution Nurjanah Handayani; Abdul Muizz; Wahidin Wahidin; Sofyan Nur
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 04 (2022): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.97 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v1i04.27

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the problem-based learning (PBL) model in improving the critical thinking skills and learning motivation of 10th grade senior high school students through the biology-based learning of environmental concepts and pollution, especially water and soil pollution. This study also aims to determine students' responses to the problem-based learning model. A quasi-experiment with a control group before and after the test is used to conduct the research. This research was done over the course of four meetings. The population of this study consists of all 10th-grade senior high school students, with the following characteristics: the first 10th-grade senior high school students are an experimental class implementing PBL with Zoom Cloud Meeting, and the second 10th-grade senior high school students are a control class with a scientific approach learning model. The N-Gain test was used to measure critical thinking skills before and after learning, as well as the level of motivation at the end of learning, to collect data for this study. The findings showed that: 1) The PBL model was implemented successfully, with a score of 95%, using Zoom cloud meetings. 2) When compared to the 5M models, the implementation of learning using the PBL model through Zoom Cloud Meetings improved students' critical thinking skills. The N-Gain test results were within the middle range, precisely 0.51. 3) Using Zoom cloud meetings to apply the PBL approach has no meaningful effect on increasing students' learning motivation. 4) Students were highly enthusiastic about studying the PBL methodology using Zoom cloud sessions
Identifikasi Morfologi Tumbuhan Jenis Pohon di Kawasan STKIP Pangeran Dharma Kusuma Sebagai Media Pembelajaran Berupa Booklet Bagi Siswa Biologi Ulinniam Ulinniam; Nining Indriyani
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 04 (2022): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2540.236 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v1i04.28

Abstract

Keanekaragaman tumbuhan jenis pohon yang terdapat di kawasan Kampus STKIP Pangeran Dharma Kusuma terdiri dari 6 jenis pohon yang tergolong kedalam 6 famili. Famili-famili tersebut meliputi famili Anacardiaceae yang terdiri dari pohon mangga (Mangifera indica L), famili Apocinaceae yang terdiri dari pohon pulai atau pule (Alstonia ascholaris (L.) R. Br.), famili Arecaceae yang terdiri dari pohon palem (Livistona saribus (Lour.) Merr.), pohon palem putri (Veitchia merrillii (Becc.) H.E.Moore), dan pohon palem raja (Roystonea regia) (Kunth) O.F Cook, famili Combretaceae yang terdiri dari pohon ketapang (Terminalia catappa L.) dan pohon ketapang kencana (Terminalia Neotaliala Capuron), famili Fabaceae yang terdiri dari pohon baujan (Samanea saman.), famili Oxalidaceae yang terdiri dari pohon belimbing (Averrhoa carambola.), famili Arecoideae yang terdiri dari pohon kelapa (Cocos.). Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi morfologi tumbuhan jenis pohon di Kawasan STIKIP Pangeran Dharma Kusuma Sebagai media pembelajaran berupa booklet bagi siswa Biologi. Media pembelajaran yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu berupa Booklet dengan menggunakan model penelitian ADDIE yang terdiri dari 5 langkah yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Media pembelajaran Booklet Morfologi Tumbuhan Jenis Pohon dinyatakan sangat valid (tidak perlu revisi) baik ditinjau dari ahli media, ahli materi, maupun responden. Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan hasil uji kelayakan dari ahli media dengan persentase 98,3% berada pada kategori sangat valid, uji kelayakan dari ahli materi dengan persentase 86,3% berada pada kategori sangat valid, dan uji keterbacaan dari 15 responden dengan persentase 88,4% berada pada kategori sangat valid.
A Need Analysis for Android-Based Sharia English Learning Heru Saputra; Heru Prastyo
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 04 (2022): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.84 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v1i04.29

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan sumber belajar bahasa Inggris mana yang menurut siswa paling membantu saat belajar bahasa di perangkat Android. Untuk melakukan penelitian ini, peneliti mengadopsi metodologi penelitian kualitatif. Melalui wawancara dan kuesioner, data dikumpulkan. Pada semester pertama, sebanyak 35 mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga mengikuti penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuesioner. Melalui prosedur kualitatif, data dianalisis dan diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Menurut data, 28% siswa mengatakan bahwa mereka paling tertarik mempelajari hukum umum ketika mempelajari bahasa Inggris. Sedangkan TOEFL 25% dan syariat Islam menjadi pilihan kedua. Selain itu, 22% responden memilih bahasa Inggris untuk kehidupan sehari-hari. Saat belajar bahasa Inggris, siswa lebih suka membaca teks naratif (74%), teks deskriptif (24%), dan artikel berita (2%). Menurut tanggapan dari fakultas syariah, 94% mahasiswa menginginkan percakapan yang lugas dan 6% menginginkan ekspresi sebagai input pembelajaran. Menurut responden, mereka lebih menyukai teks otentik (22%), teks bacaan sederhana (38%), dan definisi kosakata (40%) sebagai bahan input bacaan. Terkait dengan sumber belajar siswa, 80% siswa menginginkan cerita pendek, sedangkan 18% menginginkan buku. Hanya 2% responden menyatakan bahwa mereka ingin membaca novel untuk pembelajaran pada pilihan akhir.
Religious Affairs Office in Providing Prime Services for the Community Dodi Irama; Zudan Arief Fakrulloh; Ahmad Redi
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.31 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v1i05.30

Abstract

Marriage according to Law no. 1 of 1974 concerning marriage is an inner and outer bond between a man and a woman to live a happy and eternal household based on Belief in the One and Only God. Marriage is a high honor and respect for the dignity given by Islam specifically for humans. Marriage is a process that must be followed by everyone to preserve offspring. In addition, marriage, as a process of perfecting half of religion, is also carried out as an effort to prevent adultery, to create peace and tranquility for the soul concerned, and peace for the family and society. A qualitative approach was used in this study to know the quality of services provided by the KUA Wonosalam in the registration and registration of marriages to achieve excellent service. The efforts of the Demak City Government to improve marriage management services at the Wonosalam Religious Affairs Office (KUA) are by trying to apply excellent service quality to every officer at the Wonosalam KUA. The Quality of Administrative Services for marriage registration at KUA Eonosalam is based on wholehearted service provided to the community, namely by applying the Tangible, Reliability, and Assurance dimensions in the indicators of infrastructure facilities and guarantees on time because there are still inadequate facilities and there are obstacles that hinder the administrative service process this KUA. Service has been said to be good in the Responsiveness and Empathy dimensions in terms of speed and accuracy of service and ease of good communication. Even though there are still some obstacles, the efforts that have been made are to improve the network they had
Law No. 18 Year 2003 Concerning Advocacy: Effectiveness Of Immunity Rights In Defending Clients Nana Supiana; Evita Isretno Israhadi; Megawati Barthos
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.703 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v1i05.31

Abstract

In carrying out their profession, advocates have the right to obtain information, data, and other documents needed to defend the interests of their clients, both from government agencies and other parties related to these interests. Advocates are free and without fear of issuing opinions or statements in court proceedings to defend the case for which they are responsible. Law on Advocates Number 18 of 2003 is to equalize the status of the Advocate profession with other legal professions Advocates as a vital element in the search for material truth in the judicial process, especially from the point of view of the client's legal interests. The regulation is intended to protect the public from legal services provided by advocates that are substandard. Law on Advocates Number 18 of 2003, also provides the right of immunity (immunity) to carry out their professional duties, and the interests of clients who are defended. The regulation regarding the immunity rights of advocates in Law no. 18 of 2003 Law on Advocates.
Legal Policy on Gambling Crime Dany Rimawan; Faisal Santiago; Azis Budianto
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.976 KB) | DOI: 10.57096/edunity.v1i05.32

Abstract

Gambling is a form of social pathology that poses a real and potential threat to social norms so that it threatens social order. Thus, it will greatly impact on national development with material-spiritual aspects which must therefore be addressed in a rational way. One of these rational efforts is the policy approach to criminal law enforcement regulated in the Criminal Code (KUHP) in accordance with the amendments by Law no. 7 of 1974 concerning the regulation of gambling. However, the policy formulation of laws and regulations has several weaknesses. At the applicative stage, the judge is not free to determine the types of criminal sanctions that will be imposed on the perpetrators of gambling crimes. This is due to the general minimum system and the general maximum system adopted by the Criminal Code, so that any type of criminal sanctions contained in the law must be applied by judges. Policies for dealing with gambling crimes in the future must still be carried out by means of a penalty. Policy formulation of criminal law must be more optimal and able to reach the development of criminal acts of gambling with advanced technology.

Page 3 of 37 | Total Record : 361


Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 12 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 11 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 10 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 9 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 8 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 7 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 6 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 5 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 4 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 3 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 3 No. 12 (2024): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 3 No. 11 (2024): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 3 No. 10 (2024): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 3 No. 9 (2024): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 3 No. 8 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 7 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 6 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 5 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 4 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 3 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 12 (2023): Edunity: Social and Educational Studies Vol. 2 No. 11 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 10 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 9 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 8 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 7 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 6 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 5 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 4 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 3 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 2 No. 1 (2023): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 1 No. 04 (2022): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 1 No. 03 (2022): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 1 No. 02 (2022): Edunity : Social and Educational Studies Vol. 1 No. 01 (2022): Jurnal Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2022): Edunity : Social and Educational Studies More Issue