cover
Contact Name
Fatimah Zahra Nasution
Contact Email
welfare@unsil.ac.id
Phone
+6281221092136
Journal Mail Official
Welfare@unsil.ac.id
Editorial Address
Jalan Siliwangi No. 24, Kahuripan, Kec. Tawang Kota. Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 27232220     EISSN : 27232212     DOI : -
Core Subject : Economy,
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi merupakan peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang ilmu dan kajian Ekonomi Pembangunan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi meliputi hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama) dan artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas). WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi diterbitkan oleh Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya secara periodik dua kali dalam setahun yakni pada Bulan Mei dan Bulan November dalam setiap volume. WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi menerima manuskrip atau naskah artikel yang ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, berkaitan dalam bidang kajian Ilmu Ekonomi Pembangunan dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional. Cakupan bidang kajian meliputi: Ekonomi Perencanaan Ekonomi Pembangunan Ekonomi Moneter Koperasi dan UMKM Ekonomi Publik Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Ekonomi Regional Ekonomi Pertanian Ekonomi Industri Ekonomi Perdagangan Ekonomi Pariwisata Ekonomi Sumber Daya Manusia dan Kependudukan Ekonomi Internasional Ekonomi Syariah Jurnal ini telah terdaftar pada Pusat Dokumentasi Ilmiah Indonesia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI) dengan Internasional Standard Serial Number (ISSN) media online 2723-2212 dan Internasional Standard Serial Number (ISSN) media cetak 2723-2220.
Articles 122 Documents
Analisis Tingkat Pengangguran Terbuka dalam Mewujudkan Stabilitas Pembangunan Ekonomi Sutrisno, Sutrisno; Moehadi, Moehadi; Ismawati, Kharisma Laila; Wulandari, Sri
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 6, No 2 (2025): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v6i2.16723

Abstract

This study aims to analyze the influence of the Human Development Index (HDI), wages, poverty, and economic growth on the open unemployment rate (TPT) in Bojonegoro Regency in the 2011-2024 period. The high open unemployment rate in this area is a serious challenge in realizing the stability of economic development. The research uses a quantitative approach with the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method to test the short-term and long-term relationships between variables. The data used is secondary time series data sourced from the Bojonegoro Regency Statistics Agency. The results show that in the short and long term, the HDI variable has a positive and significant effect on the open unemployment rate. Meanwhile, the variables of wages, poverty, and economic growth each have an insignificant influence on the open unemployment rate in both the short and long term. This finding indicates that although the quality of life of the community has improved (indicated through the HDI), it has not been fully accompanied by a decrease in unemployment due to the mismatch of skills with labor market needs. The results of this study are expected to be a strategic input for local governments in formulating employment and economic development policies that are more inclusive and sustainable. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh IPM, upah, kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi terhadap TPT di Kabupaten Bojonegoro periode 2011–2024, serta menilai peran TPT dalam mewujudkan stabilitas pembangunan ekonomi. Tingginya angka pengangguran terbuka di daerah ini menjadi tantangan serius dalam mewujudkan stabilitas pembangunan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menguji hubungan jangka pendek dan jangka panjang antar variabel. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara jangka pendek dan jangka panjang, variabel IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Sementara itu, variabel upah, kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi masing-masing memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kualitas hidup masyarakat meningkat (ditunjukkan melalui IPM), hal tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan penurunan angka pengangguran akibat ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan dan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
How Effective are Indonesia’s Public Policies in Driving Economic Growth? Indrayanti, Wiwin; Hayati, Jurni; Waluyo, Adiet Try; Choirunnisa, Luthfi Alif Dinar
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 6, No 2 (2025): November
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/wlfr.v6i2.17730

Abstract

Indonesia faces a few structural challenges that fundamentally impact the sustainability of economic growth, as evidenced by its fluctuating growth patterns. This study aims to examine the extent to which government expenditure, inflation, trade, and the budget deficit contribute to growth or act as a hindrance. The data used is an annual time series over the observation period of 1988 - 2024. This study uses the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) analysis method to identify the long-term and short-term relationships between variables. The research results show increase in Government Expenditure directly boosting aggregate demand, although the impact is temporary. Inflation tends to depress economic growth due to weakened purchasing power and economic uncertainty. Trade contributes little to growth due to fluctuations in global commodity prices. Budget deficits can boost growth through fiscal stimulus, so that it can stimulate economic activity and increase domestic output. In the long term, government expenditure resulting in a greater increase in growth than other factors. Research findings indicate that controlling inflation and improving the quality of government spending play a crucial role in maintaining stable economic growth. Key factors in promoting sustainable growth are maintaining consistent fiscal policy, prudent budget deficit management, and strengthening trade. Indonesia menghadapi sejumlah tantangan struktural yang secara fundamental mempengaruhi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Hal ini terlihat dari pola pertumbuhan yang cenderung fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengeluaran akhir pemerintah, inflasi, perdagangan internasional dan defisit anggaran berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan atau justru menjadi faktor penghambat. Data yang digunakan adalah data time series pada periode 1988-2024. Studi ini menerapkan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk mengidentifikasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel. Hasil penelitian ini menunjukan peningkatan pengeluaran konsumsi akhir pemerintah secara langsung mendorong permintaan agregat meskipun dampaknya bersifat sementara. Sedangkan inflasi cenderung menekan pertumbuhan akibat melemahnya daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi. Perdagangan internasional memberikan kontribusi yang lemah karena pengaruh fluktuasi harga komoditas global. Dalam jangka panjang, pengeluaran konsumsi akhir pemerintah menghasilkan kenaikan pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan faktor lain. Temuan penelitian menunjukan bahwa pengendalian inflasi dan peningkatan kualitas konsumsi pemerintah berperan penting dalam menjaga stabilits pertumbuhan ekonomi. Faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang ialah menjaga konsistensi kebijakan fiskal yang berkelanjutan, pengelolaan defisit anggaran yang hati-hati, dan penguatan perdagangan internasional.

Page 13 of 13 | Total Record : 122