cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
ds.nahdi@gmail.com
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
edukasiana.papanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cigasong-Cirebon Majalengka, Jawa Barat 45476
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan
Published by Papanda Publisher
ISSN : -     EISSN : 28096770     DOI : https://doi.org/10.56916/ejip
Core Subject : Education,
Edukasiana is a scientific journal published by Papanda. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of education. Edukasiana has been published online since 2022. This Journal was published in January, April, July, and October. Edukasiana published by Papanda Publisher mainly focuses on major issues in teaching, Teaching Assessment, learning media, development of subjects of education, and management of education. This Journal received all the topics about the results of studies and research by lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of elementary education. For the research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies.
Articles 93 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2025)" : 93 Documents clear
Krisis Kebermaknaan Belajar Pada Generasi Z : Solusi Filosofis Melalui Eksistensialisme Sarte Sumarni, Sumarni; Ismail, Ismail
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2734

Abstract

Generasi Z mengalami krisis kebermaknaan belajar yang ditandai dengan keterputusan emosional dan orientasi instrumental terhadap pendidikan. Penelitian ini menganalisis krisis kebermaknaan belajar pada Generasi Z melalui perspektif eksistensialisme Jean-Paul Sartre dan merumuskan strategi pedagogis berbasis otentisitas. Studi pustaka filosofis-hermeneutik dengan analisis 33 literatur yang terdiri dari karya primer Sartre, artikel jurnal terakreditasi, dan laporan institusional dari OECD, UNESCO, dan Pew Research Center (2017-2025). Data dianalisis melalui empat tahap: reduksi data, analisis deskriptif, analisis hermeneutik-filosofis, dan sintesis reflektif. Analisis mengidentifikasi lima dimensi krisis: keterputusan emosional (63% pelajar Indonesia merasa pembelajaran kurang bermakna), hilangnya sense of purpose (78% menilai pendidikan untuk mendapat pekerjaan), ketergantungan validasi eksternal (52% merasa tidak memiliki kendali), fragmentasi atensi (rentang fokus 8 detik), dan pasivitas eksistensial. Konsep Sartrean tentang bad faith, kebebasan eksistensial, dan "tatapan yang lain" menjelaskan akar filosofis krisis ini. Penelitian merumuskan lima strategi pedagogis: dialog reflektif terstruktur, pembelajaran berbasis pengalaman, proyek autentik dengan pilihan personal, evaluasi reflektif, dan fleksibilitas kurikulum dengan otonomi terbimbing. Strategi ini menawarkan kerangka praktis untuk membangun pembelajaran bermakna yang menempatkan peserta didik sebagai subjek bebas dan bertanggung jawab.
Evaluasi Implementasi Lagu dan Film sebagai Media Edukasi Pencegahan Bullying di SD Negeri Sembaturagung 02 : Pendekatan Model CIPP Meiriyanti, Merlina; Wardoyo, Tri Hutami
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2742

Abstract

Bullying tetap menjadi permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Dampak negatif yang ditimbulkan dapat mengganggu proses perkembangan sosial dan emosional siswa. Pihak sekolah telah melakukan berbagai strategi untuk mengatasi hal ini, seperti yang dilakukan oleh SD Negeri Sembaturagung 02, yaitu melaksanakan kegiatan anti-bullying menggunakan lagu dan film sebagai media edukasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi serta memberi gambaran terkait penerapan lagu dan film sebagai media edukasi dalam mencegah bullying di SD Negeri Sembaturagung 02. Pada pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), dengan desain penelitian kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pihak-pihak yang terlibat antara lain kepala sekolah, guru, dan siswa. Berdasarkan hasil temuan menunjukkan bahwa penggunaan lagu dan film efektif dalam meningkatkan kesadaran emosional dan empati siswa, serta memperkuat pemahaman siswa tentang bullying. Meskipun demikian, kegiatan ini masih memerlukan perbaikan lebih lanjut terkait konsistensi, mekanisme evaluasi, dan implementasi jangka panjang.
Systematic Literature Review: Tren Penggunaan dan Efektivitas Media Pembelajaran Digital Dalam Konteks Pendidikan Abad Ke-21 Maya Putriwan; Sumarni; Elisa; Arifah Novia Arifin; Nur Aisyah
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2746

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi besar dalam dunia pendidikan, terutama dalam pemanfaatan media pembelajaran digital sebagai sarana untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penggunaan, jenis media, efektivitas, serta implikasi media pembelajaran digital melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari basis data Scopus pada rentang tahun 2020–2025 dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, sehingga terpilih 58 artikel relevan dari 92 artikel hasil seleksi awal. Analisis tren publikasi menunjukkan peningkatan signifikan penelitian tentang media pembelajaran digital pasca-pandemi COVID-19, dengan pergeseran fokus dari penggunaan Learning Management System (LMS) konvensional menuju media inovatif seperti augmented reality (AR), mobile learning, dan gamifikasi. Hasil sintesis literatur mengungkap bahwa AR menjadi media paling dominan (21%), diikuti oleh LMS (16%) dan mobile learning applications (12%), yang menunjukkan pergeseran menuju pembelajaran berbasis pengalaman imersif. Sebanyak 85% artikel melaporkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar, motivasi, dan keterlibatan peserta didik. Meskipun demikian, beberapa kendala seperti keterbatasan infrastruktur dan literasi digital pendidik masih menjadi tantangan utama. Temuan ini menegaskan bahwa tren penggunaan media pembelajaran digital berperan strategis dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21 (4C), mendorong pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada peserta didik, serta memberikan dasar empiris bagi perumusan kebijakan pendidikan digital yang berkelanjutan.

Page 10 of 10 | Total Record : 93