cover
Contact Name
Irna Hendriyani
Contact Email
irna.hendriyani@uniba-bpn.ac.id
Phone
+6285845000856
Journal Mail Official
transukma.uniba@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Balikpapan Jl. Pupuk Raya Kel. Damai Bahagia Balikpapan Kalimantan Timur
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Transukma
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : -     EISSN : 27973557     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transukma merupakan jurnal ilmiah teknik sipil sebagai media publikasi ilmiah untuk hasil-hasil inovasi terkini dalam bidang teknik sipil. Media publikasi ini sebagai wadah untuk menuangkan gagasan dan ide dalam pengembangan keilmuan ataupun permasalahan yang ada di dalam masyarakat untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan keadaan. Sejak tahun 2015, Prodi Teknik Sipil Universitas Balikpapan menerbitkan sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu edisi Juni dan edisi Desember.
Articles 88 Documents
Kajian Percepatan Proyek dengan Metode Time Cost Trade Off pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V: Acceleration of Project Using the Time Cost Trade off Method Assessment in Balikpapan-Samarinda Toll Road Development Project, Section V Rida Respati; Agus Sugianto; Wisnu Bagus Santoso
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.934 KB)

Abstract

Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya. Proyek pembangunan Ruas Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V dimulai dari KM 13-Manggar dengan panjang 10,9 km ini dipilih sebagai objek penelitian. Metode yang dapat digunakan untuk mempercepat durasi proyek adalah metode time cost trade off. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan antara biaya dan waktu sebelum dan sesudah penerapan time cost trade off dan mengetahui besar biaya dan waktu optimum menggunakan metode time cost trade off. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan percepatan menggunakan alternatif penambahan jam kerja lembur, diperoleh biaya optimum sebesar Rp853.423.789.864,55 dan waktu optimum 414 hari dengan efisiensi biaya proyek 0,47% dan efisiensi waktu proyek 55,48%, Sedangkan percepatan menggunakan alternatif penambahan jumlah alat berat, diperoleh biaya optimum sebesar Rp858.865.629.963,50 dan waktu optimum 496 hari dengan efisiensi biaya proyek 0,17% dan efisiensi waktu proyek 46,67%. A project is a temporary activity that has been set early work and completion time. Toll road construction project Balikpapan-Samarinda Section V starts from KM 13-manggar with a length of 10.9 km was selected as the research object. The method can be used to speed up the duration of the project is the method of time cost trade off. The purpose of this study was to determine the ratio between the cost and the time before and after the implementation time cost trade off and find out the cost and time of optimum uses time cost trade off. The results showed that after the addition of acceleration using the alternate hours of overtime work, obtained the optimum cost Rp853.423.789.864,55 and optimum time of 414 days with 0.47% project cost efficiency and time efficiency of 55.48% project, While the acceleration using the alternate addition of heavy equipment, obtained the optimum cost Rp858.865.629.963,50 and optimum time of 496 days with 0.17% project cost efficiency and time efficiency of 46.67% project.
Earned Value Analysis pada Proyek Pembangunan Gedung Arsip Kantor BPN: Earned Value Analysis of BPN Office Archives Building Projects Hikmah Maya Sari; Irna Hendriyani; Alifah Ersa Widyaningrum
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.703 KB)

Abstract

Dalam pengendalian biaya dan waktu pada suatu proyek sangat diperlukan agar suatu proyek mampu memperkirakan suatu biaya agar sesuai seperti yang direncanakan dan dapat menyelesaikan proyek dengan tepat waktu. Metode pengendalian waktu yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Earned Value Analysis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pada proyek Pembangunan Gedung Arsip Kantor Badan Pertanahan Kota Balikpapan. Manfaat penelitian ini dapat menambah pengetahuan mengenai evaluasi kinerja dan pengendalian biaya dan waktu terhadap keuntungan bagi pemegang proyek. Data yang diperoleh dari proyek antara lain berupa data jumlah tenaga kerja, upah tenaga kerja, target penyelesaian proyek, Schedule pelaksanaan proyek, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Laporan Progress dan Dokumentasi, kemudian dilakukan analisa biaya, jadwal, varians, dan indeks performansi dengan memaparkan masalah-masalah yang muncul dalam penelitian. Dari hasil analisa diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan lebih besar dari nilai yang dianggarkan di tunjukkan dengan nilai CPI = 0,996 dan juga waktu pelaksanaan lebih lambat dari jadwal rencana ditunjukkan dengan nilai SPI = 0,9182. Hasil perhitungan perkiraan total biaya keseluruhan akhir proyek sebesar Rp. 1.793.218.596, dengan perkiraan waktu penyelesaian 18 minggu. Menunjukkan proyek mengalami kerugian dan keterlambatan dari yang direncanakan.   Controlling costs and time on a project is very important so that a project is able to estimate the costs to be as planned and can finish the project on time. The time control method used in this research was the Earned Value Analysis method. This research aimed to analyze the performance on the Development Project of the Archive Building of the Land Agency Office of Balikpapan City. The advantage of this research was the increased knowledge about performance evaluation and cost and time control towards advantages for the project holders. The data gained from the project were data about the number of labor, labor costs, project completion target, Project implementation schedule, Budget Plan, Progress Report and Documentation, then an analysis of costs, schedule, variances, and performance indices was done by describing the problems arose in the research. From the analysis it was known that the costs spent were greater than the budget plan, which was indicated by the value of CPI = 0.996 and also the implementation time was slower than the planned schedule, which was proven by the value of SPI = 0.9182. The results of the calculation of the estimated total cost of the final project was Rp. 1,793,218,596, with an estimated completion time of 18 weeks. This showed that the project experienced loss and delay than planned.
Kajian Kebutuhan Air Bersih dengan Cara Optimalisasi Air di Waduk Manggar Balikpapan: Study of Clean Water Needs with Water Optimization in Manggar Balikpapan Reservoir Irna Hendriyani; Suheriah Mulia Devi; M. Rahmad Hidayat
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.939 KB)

Abstract

Penelitian ini melakukan penelitian pada air waduk Manggar di Kota Balikpapan. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif. Data primer yang digunakan hasil dari kunjungan langsung ke lokasi penelitian dengan melakukan observasi dan wawancara kepada PDAM Kota Balikpapan. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari PDAM Balikpapan, dan dari berbagai sumber buku. Metode pengoptimalisasian air waduk Manggar menggunakan perhitungan output air yang terjadi. Metode ini untuk mengetahui berapa lama waduk Manggar dapat bertahan tanpa hujan. Dilakukan perhitungan kebutuhan air baku PDAM, pengukuran curah hujan, penguapan air, dan kapasitas waduk Manggar. Perhitungan kapasitas waduk menggunakan simulasi debit waduk Manggar saat Instalasi Pengolahan Air Kilometer 12 dimaksimalkan dan jika air waduk manggar diambil lagi dengan debit 300, 500, dan 600 liter/detik. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kapasitas 300 liter/detik dapat bertahan 110 hari, dengan kapasitas 500 liter/detik dapat bertahan 97 hari, dan dengan kapasitas 600 liter/detik dapat bertahan 91 hari dengan asumsi tanpa terjadi hujan paling lama 90 hari.   This study was conducted on Manggar reservoir in Balikpapan city. The study used by quantitative method. The primary data of this study was obtained from visited Manggar reservoir by conducting observations and interviews with employees of PDAM Balikpapan. The secondary data was taken from PDAM Balikpapan’s data, and from various book sources. The method of optimizing the Manggar reservoir by calculated the output of the water that occurs. This method was used to find out how long the Manggar reservoir can last without rain. The needs of PDAM’s water has been calculated, measurements of rainfall, evaporation of water, and the capacity of the Manggar reservoir. Calculation of reservoir capacity used Manggar reservoir discharge simulation at Kilometer 12 Water Treatment plant is maximized and if water from the Manggar reservoir is taken again with 300, 500, and 600 liter / second. Based on the results of the analysis that has been carried out using the reservoir water optimization method, it can be concluded that with a capacity of 300 liters / sec can last 110 days, with a capacity of 500 liters / sec can last 97 days, and with a capacity of 600 liters / second can last 91 days.
HRS-WC Kajian Pemanfaatan Limbah Kerikil Tambang Emas Dalam Campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC): Study of Utilization of Gold Mining Gravel Waste in Mixed Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC) PAUL CAVIN MARTHIN PAUL; Desriantomy; Robby
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.34 KB)

Abstract

Daerah Katingan Kalimantan Tengah dilihat dari Atlas Peta Sebaran Tanah Lunak di Indonesia umumnya didominasi dengan tanah lempung lunak yang memiliki daya dukung umumnya rendah sehingga dapat berpotensi menimbulkan kendala dalam pekerjaan konstruksi berupa perosokan (settlement). Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan studi mengenai korelasi antara nilai CBR (California Bearing Ratio) dan Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung di Daerah Kampung Banjar Kecamatan Kasongan Kabupaten Katingan. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik dan dan mekanis tanah asli. Data yang didapatkan kemudian dilakukan analisis data dengan mencari hubungan satu sama lain (korelasi) menggunakan regresi linear atau dengan menggunakan regresi yang paling sesuai untuk mendapatkan hubungan antar parameter yang berguna untuk memperkirakan nilai CBR laboratorium dan Kuat Tekan Bebas. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapatkan nilai kuat tekan bebas pada 5 titik di daerah Kampung Banjar Kecamatan Kasongan Kabupaten Katingan yakni 0,580 kg/cm2; 0,485 kg/cm2; 0,518 kg/cm2; 0,550 kg/cm2; 0,548 kg/cm2. Sedangkan nilai %CBR pada masing-masing titik yakni 3,08%; 3,02%; 4,05%; 5,01%; dan 6,30%. Dari nilai tersebut didapatkan korelasi antara nilai kuat tekan bebas dan California Bearing Ratio (CBR) menggunakan persamaan regresi liner yakni %CBR = 1,872 qu + 2,0102.   The Katingan area, Central Kalimantan, as seen from the Atlas of Soft Soil Distribution Map in Indonesia is generally dominated by soft clay soils which have generally low bearing capacity so that they can potentially cause obstacles in construction work in the form of settlements. Therefore, in this study, a study was conducted on the correlation between the value of CBR (California Bearing Ratio) and the unconfined Compressive Strength of Clay in the Banjar Village, Kasongan District, Katingan Regency. This test was conducted to determine the physical and mechanical characteristics of the original soil. The data obtained are then analyzed by looking for relationships with each other (correlation) using linear regression or by using the most appropriate regression to obtain relationships between parameters that are useful for estimating laboratory CBR and unconfined compressive strength. Based on the tests that have been carried out, the value of the unconfined compressive strength at 5 points in the Banjar Village, Kasongan District, Katingan Regency is 0.580 kg/cm2, 0.485 kg/cm2, 0.518 kg/cm2, 0.550 kg/cm2, 0,548 kg/cm2. While the %CBR values ​​at each point are 3,08%, 3,02%, 4,05%, 5,01%, dan 6,30%. From this value, the correlation between the value of unconfined compressive strength and the California Bearing Ratio (CBR) was obtained using a linear regression equation is %CBR = 1,872 qu + 2,0102.
PERUBAHAN NILAI CBR TANAH LEMPUNG DESA MARANG YANG DITAMBAHKAN SERBUK BATA MERAH DAN SEMEN PORTLAND: CHANGES IN CBR VALUE OF MARANG VILLAGE CLAY WITH BRICK POWDER AND PORTLAND CEMENT REYMONDO MONDO; Fatma Sarie; Okrobianus Hendri
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.105 KB)

Abstract

Kondisi tanah di Desa Marang Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah didominasi oleh tanah lunak. Tanah lunak dapat berpengaruh pada konstruksi bangunan dan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilisasi tanah dengan penambahan serbuk bata merah dan semen portland dengan variasi 5%, 10%, 15% dengan pemeraman 7 hari. Hasil pengujian fisik tanah asli diperoleh nilai, kadar air (w) = 41,26%; berat isi kering ( ) 1,38 g/cm3; berat jenis (Gs) 2,70; LL 40,40%; PL 26,00%; PI 14,40%; SL 20,10%. Dari hasil pemeriksaan batas cair (LL) dan indeks plastisitas (PI) didapat bahwa tanah tersebut menurut sistem USCS termasuk kelompok CL dan Menurut AAHSTO diklasifikasikan sebagai tanah berlempung dalam kelompok A-7-5 (8). Hasil pengujian sifat mekanik tanah asli menunjukan bahwa nilai kadar air optimum (OMC) 24,34%; berat isi kering  1,437 g/cm3; dan nilai CBR tanah asli adalah 2,03%. Campuran semen dan serbuk bata merah berdampak pada meningkatnya nilai CBR. Penambahan variasi campuran 5%, 10%, dan 15% meningkatkan nilai CBR rencana sebesar 3,20%; 3,40%; 8,80% di pemeraman 3 hari dan 3,95%; 5,05%; 5,90% di pemeraman 7 hari. Nilai CBR terbesar terjadi dipenambahan serbuk bata merah 15% di pemeraman 7 hari yaitu sebesar 5,90% meningkat 190,64% dari nilai CBR tanah asli.   Soil conditions in Marang Village, Bukit Batu District, Palangka Raya City, Central Kalimantan are dominated by soft soil. Soft soil can affect the construction of buildings and roads. This study aims to analyze soil stabilization with the addition of red brick powder and portland cement with variations of 5%, 10%, 15% with 7 days of curing. The results of physical testing of the original soil obtained values, water content (w) = 41.26%; dry weight ( ) 1.38 g/cm3; specific gravity (Gs) 2.70; LL 40.40%; PL 26.00%; PI 14.40%; SL 20.10%. From the results of the examination of the liquid limit (LL) and the plasticity index (PI) it was found that the soil according to the USCS system belongs to the CL group and according to the AAHSTO is classified as loamy soil in group A-7-5 (8). The results of testing the mechanical properties of the original soil showed that the optimum water content (OMC) was 24.34%; dry weight ( ) 1.437 g/cm3; and the original soil CBR value is 2.03%. The mixture of cement and red brick powder has an impact on increasing the CBR value. The addition of mixed variations of 5%, 10%, and 15% increased the plan CBR value by 3.20%; 3.40%; 8.80% at 3 days curing and 3.95%; 5.05%; 5.90% at 7 days curing. The largest CBR value occurred with the addition of 15% red brick powder in 7 days of curing, which was 5.90%, an increase of 190.64% from the original soil CBR value.
STABILISASI TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN PASIR PANTAI TERHADAP NILAI CBR: STABILIZAION OF CLAY USING BEACH SAND ON CBR VALUE Jeremi Sitinjak; Fatma Sarie; Okrobianus Hendri
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.817 KB)

Abstract

Masalahan yang sering dijumpai dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi adalah tidak selalu ditemuinya tanah dasar (subgrade) yang memiliki nilai CBR atau daya dukung yang memadai, sehingga perlu dilakukan stabilisasi. Pada penelitian ini mengambil sampel tanah dari daerah Kasongan Lama, Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisa jenis tanah dari nilai CBR tanah dengan penambahan Pasir Pantai Ujung Pandaran sebagai bahan campuran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan pasir pantai pada tanah lempung terhadap nilai CBR. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan analisis data di Laboratorium Mekanika Tanah, Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya. Adapun penelitian yang dilakukan adalah 4 variasi yaitu 0%, 5%, 10% dan 15% dan pemeraman selama 3 hari. Setelah pengujian dan pengolahan data dilakukan didapat hasil jenis tanah menurut klasifikasi USCS digolongkan pada kelompok CH yaitu lempung organik dengan plastisitas tinggi sedangkan menurut klasifikasi AASTHO tanah termasuk kedalam kelompok A-7-6 yaitu tanah berlempung. Hasil pemeriksaan nilai CBR secara berturut-turut sesuai campuran sebagai berikut 3,25%; 4,05%; 6,10%; dan 7,30%. Dari hasil nilai CBR dapat terlihat bahwa penambahan pasir pantai pada tanah lempung menunjukkan peningkatan nilai CBR pada tanah lempung sesuai dengan peningkatan persentase campuran.   The problem that is often encountered in the implementation of construction development is not always found subgrade that has a CBR value or adequate carrying capacity, so it needs to be stabilized. In this study, soil samples were taken from the Kasongan Lama area, Katingan Hilir, Katingan Regency, Central Kalimantan. The purpose of this study was to analyze the soil type from the CBR value of the soil with the addition of Ujung Pandaran Beach Sand as a mixed material. The purpose of this study was to find out how much influence the addition of beach sand to clay had on the CBR value. This study uses experimental methods and data analysis at the Soil Mechanics Laboratory, Faculty of Engineering, University of Palangka Raya. The research conducted was 4 variations, namely 0%, 5%, 10% and 15% and curing for 3 days. After testing and processing the data, the results obtained that the soil type according to the USCS classification was classified in the CH group, namely organic clay with high plasticity, while according to the AASTHO classification the soil was included in group A-7-6, namely loamy soil. The results of the examination of the CBR value successively according to the mixture as follows: 3.25%; 4.05%; 6.10%; and 7.30%. From the results of the CBR value, it can be seen that the addition of beach sand to clay soils shows an increase in CBR values ​​in clay soils according to the increase in the percentage of the mixture.
KORELASI NILAI HASIL UJI KUAT TEKAN BEBAS DENGAN NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) TANAH LEMPUNG: CORRELATION OF THE VALUE OF UNCONFINED COMPRESSIVE STRENGTH WITH CALIFORNIA BEARING RATION (CBR) VALUE OF CLAY SOIL Aditia Putra Pratama Situmorang; Okrobianus Hendri; M Ikhwan Yani
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.12 KB)

Abstract

Daerah Katingan Kalimantan Tengah dilihat dari Atlas Peta Sebaran Tanah Lunak di Indonesia umumnya didominasi dengan tanah lempung lunak yang memiliki daya dukung umumnya rendah sehingga dapat berpotensi menimbulkan kendala dalam pekerjaan konstruksi berupa perosokan (settlement). Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan studi mengenai korelasi antara nilai CBR (California Bearing Ratio) dan Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung di Daerah Kampung Banjar Kecamatan Kasongan Kabupaten Katingan. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik dan dan mekanis tanah asli. Data yang didapatkan kemudian dilakukan analisis data dengan mencari hubungan satu sama lain (korelasi) menggunakan regresi linear atau dengan menggunakan regresi yang paling sesuai untuk mendapatkan hubungan antar parameter yang berguna untuk memperkirakan nilai CBR laboratorium dan Kuat Tekan Bebas. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapatkan nilai kuat tekan bebas pada 5 titik di daerah Kampung Banjar Kecamatan Kasongan Kabupaten Katingan yakni 0,580 kg/cm2; 0,485 kg/cm2; 0,518 kg/cm2; 0,550 kg/cm2; 0,548 kg/cm2. Sedangkan nilai %CBR pada masing-masing titik yakni 3,08%; 3,02%; 4,05%; 5,01%; dan 6,30%. Dari nilai tersebut didapatkan korelasi antara nilai kuat tekan bebas dan California Bearing Ratio (CBR) menggunakan persamaan regresi liner yakni %CBR = 1,872 qu + 2,0102.   The Katingan area, Central Kalimantan, as seen from the Atlas of Soft Soil Distribution Map in Indonesia is generally dominated by soft clay soils which have generally low bearing capacity so that they can potentially cause obstacles in construction work in the form of settlements. Therefore, in this study, a study was conducted on the correlation between the value of CBR (California Bearing Ratio) and the unconfined Compressive Strength of Clay in the Banjar Village, Kasongan District, Katingan Regency. This test was conducted to determine the physical and mechanical characteristics of the original soil. The data obtained are then analyzed by looking for relationships with each other (correlation) using linear regression or by using the most appropriate regression to obtain relationships between parameters that are useful for estimating laboratory CBR and unconfined compressive strength. Based on the tests that have been carried out, the value of the unconfined compressive strength at 5 points in the Banjar Village, Kasongan District, Katingan Regency is 0.580 kg/cm2, 0.485 kg/cm2, 0.518 kg/cm2, 0.550 kg/cm2, 0,548 kg/cm2. While the %CBR values ​​at each point are 3,08%, 3,02%, 4,05%, 5,01%, dan 6,30%. From this value, the correlation between the value of unconfined compressive strength and the California Bearing Ratio (CBR) was obtained using a linear regression equation is %CBR = 1,872 qu + 2,0102.
PENGARUH PENAMBAHAN POTONGAN BAN BERSERAT NILON DAN SEMEN PORTLADN TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG: THE EFFECT OF ADDITIONAL CUTTING OF NYLON FIBER TIRES AND PORTLAND CEMENT ON CBR VALUE OF CLAY SOIL Dede oktaris milano Dede; Fatma Sarie; M Ikhwan Yani
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.977 KB)

Abstract

 Berdasarkan hasil survei lapangan di Desa Tewang Rangkang, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan kondisi jalan didaerah tersebut didominasi oleh tanah lunak. Tanah lunak sangat berpengaruh didalam pada pembangunan kontruksi pondasi jalan dan konstruksi pondasi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil stabilisasi tanah dengan penambahan potongan ban berserat nilon dan semen portland dengan variasi penambahan campuran 5% semen portland dan 5%; 7,5%; 10%; 12%; 15% untuk potongan ban berserat nilon dengan masa pemeraman 7 Hari. Hasil pengujian sifat fisik tanah asli diperoleh nilai, kadar air (w) = 44,12%; berat isi =1,30 g/cm3; berat jenis(Gs) = 2,70; LL = 41,00; PL =24,04; IP =16,96; SL =15,89. Menurut sistem USCS dari hasil pemeriksaan batas cair (LL) dan indeks plastisitas (PI) didapat bahwa diklasifikasikan sebagai tanah berlempung dalam kelompok A-7-5 (8). Hasil  pengujian sifat mekanik tanah asli menunjukan bahwa nilai CBR tanah asli 2,09%; berat isi kering  = 1,572%; kadar air optimum (OMC) = 19,82%. Campuran potongan ban berserat nilon dan semen portland berdampak pada peningkatan nilai CBR. Penambahan variasi campuran 5% semen portland dan 5%; 7%; 10%; 12,5%; 15% menghasilkan nilai CBR rencana yang meningkat sebesar 2,90%; 4,90%; 4,08%; 3,40%; 2,20%; 2,15% di pemeraman 7 hari. Nilai CBR terbesar terjadi pada penambahan semen portland 5% dan 5% potongan ban berserat nilon, pada pemeraman 7 hari yaitu sebesar 5,30%, CBR meningkat 154,55% dari nilai CBR tanah asli.   Based on the results of a field survey in Tewang Rangkang Village, Pulau Malan District, Katingan Regency, the road conditions in the area are dominated by soft soil. Soft soil is very influential in the construction of road foundations and construction of building foundations. This study aims to analyze the results of soil stabilization with the addition of pieces of nylon fiber tires and portland cement with variations in the addition of a mixture of 5% portland cement and 5%; 7.5%; 10%; 12%; 15% for nylon fiber tires with a curing period of 7 days. The results of testing the physical properties of the original soil obtained values, water content (w) = 44.12%; fill weight = 1.30 g/cm3; specific gravity (Gs) = 2.70; LL = 41.00; PL = 24.04; IP = 16.96; SL = 15.89. According to the USCS system, the results of the examination of the liquid limit (LL) and the plasticity index (PI) were found to be classified as loamy soils in group A-7-5 (8). The results of testing the mechanical properties of the original soil showed that the CBR value of the original soil was 2.09%; dry weight (γdmax) = 1.572%; optimum water content (OMC) = 19.82%. The mixture of nylon fiber tires and portland cement has an impact on increasing the CBR value. The addition of a mixture variation of 5% portland cement and 5%; 7%; 10%; 12.5%; 15% resulted in an increased plan CBR value of 2.90%; 4.90%; 4.08%; 3.40%; 2.20%; 2.15% at 7 days curing. The largest CBR value occurred in the addition of 5% portland cement and 5% nylon fiber tire pieces, at 7 days curing which was 5.30%, the CBR increased by 154.55% from the original soil CBR value.
ANALASIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDI KASUS: KAWASAN JALAN CEMPAKA) DI KOTA PALANGKA RAYA: ANALYSIS OF UNSIGNALIZED INTERSECTION (CASE STUDY: CEMPAKA STREET AREA) IN PALANGKA RAYA CITY Julia Cancer Batu Bara; Robby; Parasian Silitonga
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.141 KB)

Abstract

Persimpangan adalah bagian terpenting dari jalan perkotaan, karena sebagian besar dari efisiensi, keamanan, kecepatan, dan tingkat pelayanan jalan bergantung dari perencanaan persimpangannya. Dengan demikian diperlukan adanya manjemen lalu lintas yang terarah untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas. Gambaran diatas merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada beberapa simpang empat tak bersinyal Jalan Cempaka. Pada Jalan utama Cempaka ini banyak terdapat pertokoan, perdagangan, pendidikan, tempat ibadah dan rumah masyarakat sekitar yang bisa menyebabkan arus lalu lintas yang cukup sibuk dan terjadi tundaan juga antrian dibeberapa persimpangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang tak bersinyal dan memberikan alternatif pemecahan masalah dengan acuan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014. Prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan secara langsung untuk mendapatkan data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil dari analisis simpang yaitu lokasi 1 nilai tundaan simpang sebesar 10,222 detik/skr atau pada tingkat pelayanan B dan Nilai peluang antrian sebesar 8% - 19,494% dengan derajat kejenuhan Dj = 0,413 (Dj ≤ 0,85), lokasi 2 nilai tundaan simpang sebesar 13,262 detik/skr atau pada tingkat pelayanan C dan Nilai peluang antrian sebesar 23% - 46% dengan derajat kejenuhan Dj = 0,761 (Dj ≤ 0,85). Arus belok kanan ≥200 kend/jam dengan kondisi tersebut alternatif yang dilakukan yaitu dengan memasang APILL, lokasi 3 nilai tundaan simpang sebesar 8,596 detik/skr atau pada tingkat pelayanan C dan Nilai peluang antrian sebesar 7% - 19% dengan derajat kejenuhan Dj = 0,404 (Dj≤ 0,85), lokasi 4 nilai tundaan simpang sebesar 11,088 detik/skr atau pada tingkat pelayanan C dan Nilai peluang antrian sebesar 12% - 27% dengan derajat kejenuhan Dj = 0,533 (Dj ≤ 0,85).   Intersections are the most important part of urban roads, because most of the efficiency, safety, speed, and service level of roads depend on the intersection planning. Thus, it is necessary to have a directed traffic management to regulate the smooth flow of traffic. The picture above is one of the problems that occur at several unsignalized intersections on Jalan Cempaka. On the main street of Cempaka, there are many shops, trades, education, places of worship and houses of the surrounding community which can cause quite busy traffic flow and delays and queues at several intersections. The purpose of this study is to analyze the performance of unsignalized intersections and provide alternative solutions to problems with reference to the 2014 Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI). The research procedure used in this study was a direct field survey to obtain primary and secondary data. Based on the results of the intersection analysis, namely location 1, the intersection delay value is 10.222 seconds/cur or at service level B and the queue opportunity value is 8% - 19.494% with the degree of saturation Dj = 0.413 (Dj ≤ 0.85), location 2 the value of the intersection delay of 13,262 seconds/skr or at service level C and the queue probability value is 23% - 46% with the degree of saturation Dj = 0.761 (Dj ≤ 0.85). Right turn flow 200 vehicles/hour with these conditions the alternative is to install APILL, location 3 intersection delay value is 8.596 seconds/skr or at service level C and queue probability value is 7% - 19% with saturation degree Dj = 0.404 (Dj≤ 0.85), location 4, the intersection delay value is 11.088 seconds/skr or at service level C and the queue probability value is 12% - 27% with the degree of saturation Dj = 0.533 (Dj ≤ 0.85).
THE STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN CAMPURAN ABU SABUT KELAPA, SERBUK BATU BATA, DAN SEMEN POTRLAND: STABILIZATION OF CLAY WITH A MIXTURE OF COCONUT ASH, BRICK POWDER AND POTRLAND CEMENT Nengsih; Fatma Sarie; Suradji Gandi
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.819 KB)

Abstract

Tanah di Desa Pangi terlihat disekitarnya memiliki daya dukung tanah yang rendah mengakibatkan jalan diatasnya retak-retak, rusak serta bergelombang. Stabilisasi tanah bisa dilakukan dengan cara penambahan campuran abu sabut kelapa, serbuk batu bata dan semen portland sebagai bahan stabilisasi untuk memperbaiki sifat tanah. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hasil stabilisasi tanah dengan campuran abu sabut kelapa, serbuk batu bata dan semen portland yang telah ditambah dengan kadar campuran 3%, 5%, 7%, 0 hari dan 3 hari pemeraman. Untuk pengolahan data dilakukan di laboratorium dengan beberapa pengujian sifat fisik tanah asli yaitu uji kadar air, berat isi, uji berat jenis, batas-batas Atterberg, uji analisis saringan, uji analisis hydrometer dan untuk pengujian sifat mekanik tanah dilakukan pengujian pemadatan dan uji California Bearing Ratio (CBR). Hasil pengujian sifat fisik tanah yang dilakukan di laboratorium, klasifikasi AASHTO tanah tergolong kelompok A-7-6(10) sedangkan berdasarkan USCS tanah tergolong kelompok CH tanah lempung anorganik yang plastisitas tinggi. Setelah dilakukan pengujian stabilisasi tanah Persentase nilai CBRrencana didapat 3,13%. Tanah dengan campuran abu sabut kelapa, serbuk batu bata dan semen portland dengan variasi 3% 5%7% dengan 0 hari pemeraman mengalami peningkatan nilai CBRrencana sebesar 4,38%, 4,94%, 5,20% dan untuk pemeraman 3 hari naik sebesar 5,54%, 6,69%, 6,84%.   Soil is the oldest construction material and also very important basic material, because it place where the structure of building erected, both in field of building work and road construction. The soil in Pangi Village is around has a low soil bearing capacity resulting in cracked, damaged and bumpy roads. Soil stabilization can be done adding a mixture of coconut coir ash, brick powder and portland cement as a stabilizing agent to improve soil properties. The purpose of study was to analyze the results of soil stabilization with a mixture coconut coir ash, brick powder and portland cement had been added with mixture of 3%, 5%, 7%, 0 days and 3 days of curing. For data processing carried out in the laboratory with several tests of the physical properties original soil, the water content test, density test, specific gravity test, atterberg limits, sieve analysis test, hydrometer analysis test and testing the mechanical properties of the soil compaction test and California Bearing Ratio (CBR). The results of testing the physical properties of the soil carried out in the laboratory, AASHTO classification the soil of group A-7-6(10), while on USCS soil is classified as CH inorganic clay with high plasticity. After testing soil stabilization, percentage of design CBR value was 3.13%. Soil with a mixture coconut coir ash, brick powder and portland cement with variation of 3%, 5%, 7%, 0 days of ripening experienced increase the design CBR was 4.38%, 4.94%, 5.20% and for 3 days ripening increased was  5.54%, 6.69%, 6.84%.