cover
Contact Name
Irna Hendriyani
Contact Email
irna.hendriyani@uniba-bpn.ac.id
Phone
+6285845000856
Journal Mail Official
transukma.uniba@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Balikpapan Jl. Pupuk Raya Kel. Damai Bahagia Balikpapan Kalimantan Timur
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Transukma
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : -     EISSN : 27973557     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transukma merupakan jurnal ilmiah teknik sipil sebagai media publikasi ilmiah untuk hasil-hasil inovasi terkini dalam bidang teknik sipil. Media publikasi ini sebagai wadah untuk menuangkan gagasan dan ide dalam pengembangan keilmuan ataupun permasalahan yang ada di dalam masyarakat untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan keadaan. Sejak tahun 2015, Prodi Teknik Sipil Universitas Balikpapan menerbitkan sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu edisi Juni dan edisi Desember.
Articles 88 Documents
The ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI DI KECAMATAN DUSUN TENGAH KABUPATEN BARITO TIMUR: ANALYSIS OF IRRIGATION WATER REQUIREMENTS IN IRRIGATION AREA IN KECAMATAN DUSUN TENGAH KABUPATEN EAST BARITO ERISA IZDIHAR BALQIS; Haiki Mart Yupi; Hendro Suyanto
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.321 KB)

Abstract

Kebutuhan air irigasi merupakan tahap penting untuk mengetahui sumber air yang ada apakah dapat memenuhi kebutuhan air irigasi atau tidak. Jika dapat memenuhi bahkan air yang ada pada sumber terjadi kelebihan air (surplus) maka dapat dilakukan perluasan lahan irigasi sesuai dengan rencana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Barito Timur, apabila air yang ada pada sumber kekurangan air (defisit) maka perlu dilakukan usaha agar sawah tetap mendapatkan air. Suplai air untuk irigasi Karau berasal dari Bendung Karau yang mengairi irigasi seluas 3.794 Ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan air irigasi agar mengetahui nilai kebutuhan air irigasi maksimum dan minimum dengan dua cara perhitungan yaitu cara manual (konsep KP-01) dan perhitungan dengan menggunakan software CROPWAT Version 8.0. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan manual kebutuhan irigasi maksimum Sebesar 3,56 m3/dt pada bulan Juli awal tengah bulan pertama, sedangkan untuk perhitungan CROPWAT Version 8.0 kebutuhan irigasi maksimum diperoleh sebesar 5,03 m3/dt yaitu pada bulan Juli sepuluh hari terakhir. Untuk kebutuhan irigasi minimum berdasarkan perhitungan manual diperoleh sebesar -0,02 m3/dt yaitu pada bulan Februari awal tengah bulan pertama, sedangkan untuk perhitungan CROPWAT Version 8.0 kebutuhan irigasi minimum diperoleh sebesar 0,09 m3/dt yaitu pada bulan Juni sepuluh hari terakhir.   Irigation water requirements is an important step to be known the existing water source can fulfill irigation water requirements or can not fulfill. If it is able to fulfill even the existing water at the source of excess water (surplus), it is possible to expand the irrigated land according to the plan of the Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) East Barito District, if the water at the source is water shortage (deficit), it is necessary to make efforts so that the rice fields still gets water. The water supply for Karau irrigation comes from the Karau Dam, which irrigates an area of 3,794 ha. The purpose of this study was to analyze the irrigation water requirements to determine the value of the maximum and minimum irrigation water requirements with two calculation methods, it is the manual method (KP-01 concept) and the calculation using CROPWAT Version 8.0 software. The results manual calculations (KP-01 Concept) maximum irrigation requirement was 3.56 m3/sec in early July the first half of the month, while for the calculation of CROPWAT Version 8.0 the maximum irrigation requirement was 5.03 m3/sec in July the last ten days. For minimum irrigation requirements based on manual calculations (KP-01 Concept) the minimum irrigation requirement was -0.02 m3/sec in early February the first half of the month, while for the calculation of CROPWAT Version 8.0 the minimum irrigation requirement was 0.09 m3/sec in June last ten days.
ANALISIS PERBANDINGAN ESTIMASI BIAYA MENGGUNAKAN METODE SNI 2017 DAN AHSP 2016 (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH TERPADU UNIVERSITAS PALANGKA RAYA): COMPARISONAL ANALYSIS OF COST ESTIMATION USING SNI 2017 AND ASHP METHODS 2016 (Case study: Palangka Raya University Integrated Lecture Building Project) DAVID SIBURIAN; Wita Kritiana; Veronika Happy P
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.177 KB)

Abstract

Dalam penyelenggaraan suatu proyek konstruksi, biaya memegang peranan penting dalam pelaksanaan proyek. Gedung Kuliah Terpadu UPR merupakan suatu proyek konstruksi yang terdiri dari dua bangunan gedung enam lantai dan merupakan bangunan kompleks oleh karena itu, perencanaan anggaran biaya proyek perlu dirancang dan disusun dengan baik berdasarkan suatu konsep estimasi sehingga menghasilkan nilai estimasi biaya yang tepat dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untk mengetahui perbandigan estimasi anggaran biaya yang lebih ekonomis dengan metode metode SNI 2017 dan AHSP 2016 pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Universitas Palangka Raya ( UPR ) serta menganalisis perbedaannya. Dengan menggunakan Metode SNI 2017 dan AHSP 2016 dlakukan Estimasi Biaya berdasarkan gambar bangunan Kolom Gedung Kuliah Terpadu UPR dan daftar harga satuan upah dan bahan kota Palangka Raya yang digunakan di Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu UPR. Pada perhitungan Estimasi Biaya pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu UPR diperoleh hasil untuk Metode SNI 2017 lebih ekonomis yaitu sebesar Rp. 3.567.733.043,- dan AHSP 2016 sebesar Rp. 3.619.187.594,- dengan selisih metode SNI 2017 dan AHSP Rp. -51.454.551,- dan persentasi selisih -1,4422 %. Kata kunci: Estimasi, Biaya, SNI 2017, AHSP 2016 In the implementation of a construction project, cost plays an important role in project implementation. The UPR Integrated Lecture Building is a construction project consisting of two six-story buildings and is a complex building. Therefore, the project budget planning needs to be well designed and structured based on an estimation concept so as to produce an accurate and economical cost estimate value. This study aims to find out the comparison of more economical budget estimates using the 2017 SNI and 2016 AHSP methods in the Palangka Raya University Integrated Lecture Building Project (UPR) and analyze the differences. By using the 2017 SNI and 2016 AHSP Methods, Cost Estimation was carried out based on the drawings of the UPR Integrated Lecture Building Column building and the list of prices for wages and materials for the city of Palangka Raya used in the UPR Integrated Lecture Building Project. In the calculation of Cost Estimation on the UPR Integrated Lecture Building Project, the results for the 2017 SNI Method are more economical, namely Rp. 3.567.733.043,- and 2016 AHSP of Rp. 3.619.187.594,- with the difference between the 2017 SNI and AHSP methods of Rp. -51.454.551,- and percentage difference -1,4422 %. Keywords: Estimation, Cost, SNI 2017, AHSP 2016
KAJIAN SALURAN DRAINASE BERDASARKAN CURAH HUJAN DI KELURAHAN KARANG JOANG BALIKPAPAN: STUDY OF DRAINAGE CHANNELS BASED ON RAINFALL IN KELURAHAN KARANG JOANG BALIKPAPAN Irna Hendriyani; Reno Pratiwi; Rahmat; Marisha Dewi Sartika
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.322 KB)

Abstract

Kawasan RT. 15 Kelurahan Karang Joang Balikpapan sering terjadi genangan air yang meluap menjadi banjir setinggi ±60-70 cm dari permukaan tanah dan merendam ±50 rumah warga. Hal ini disebabkan karena dimensi pada saluran eksisting yang ada tidak mampu menampung debit air hujan. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kembali kapasitas saluran drainase yang ada saat ini agar pada 10 tahun ke depan saluran masih dapat menampung debit air hujan dengan optimal. Metode penelitian berupa penelitian kuantitatif dengan menganalisis rumus metode rasional untuk memperoleh debit banjir rencana. Kemudian dilakukan perbandingan debit rencana total dengan kapasitas saluran yang direncanakan dan dilakukan evaluasi terhadap kapasitas saluran drainase yang ada. Berdasarkan analisis didapatkan bahwa debit air hujan saat ini sebesar 2,233 m3/detik dan tidak mampu ditampung saluran dranase karena dimensi 0,75 × 0,6 m hanya mampu menampung debit air sebesar 1,670 m3/detik. Setelah dilakukan perhitungan ulang dimensi dengan perencanaan 10 tahun kedepan debit air rencana didapatkan sebesar 4,810 m3/detik. Maka ukuran yang tepat untuk digunakan pada kawasan ini yaitu dengan lebar bawah 1 m, tinggi muka air 1,2 m, tinggi jagaan 0,7 m dan menggunakan beton bertulang bentuk persegi ini mampu menampung debit air sebesar 5,904 m3/detik. Area of RT. 15 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan, there are frequent puddles of water that overflow into floods as high as ±60-70 cm from the ground surface and submerge ±50 residents' houses. This is because the dimensions of the existing canal are unable to accommodate the rainwater discharge. Therefore, this study was conducted to review the capacity of the current drainage channel so that in the next 10 years the channel can still accommodate rainwater discharge optimally. The research method is in the form of quantitative research by analyzing the rational method formula to obtain the planned flood discharge. Then a comparison of the total planned discharge with the planned channel capacity is carried out and an evaluation of the capacity of the existing drainage channel is carried out. Based on the analysis, it was found that the current rainwater discharge is 2.233 m3/second and cannot be accommodated by the drainage channel because the dimensions of 0.75 × 0.6 m are only able to accommodate a water discharge of 1.670 m3/second. After re-calculation of the dimensions with planning for the next 10 years, the planned water discharge is 4.810 m3/second. So the right size for use in this area is with a bottom width of 1 m, a water level of 1.2 m, a guard height of 0.7 m and using reinforced concrete in a square shape capable of accommodating a water discharge of 5.904 m3/second.
PENGARUH SEMEN PADA TANAH LEMPUNG PLASTISITAS RENDAH TERHADAP NILAI CBR: EFFECT OF CEMENT ON LOW PLASTICITY CLAY SOIL ON CBR VALUES Andi Marini; Gunaedy Utomo; M. Nur Fadhillah
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.534 KB)

Abstract

Perilaku tanah seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi seorang Civil Engineering dalam merencanakan suatu konstruksi baik untuk jalan ataupun bangunan. Tanah lempung memiliki sifat ekspansif yang artinya pada saat musim kemarau tanah lempung memiliki sifat kaku dan daya dukungnya tinggi tetapi pada saat musim penghujan, kadar air meningkat dan menjadi jenuh, tanah akan mengembang dan daya dukungnya menurun sehingga berbahaya bagi bangunan dan pondasi. Salah satu metode perbaikan tanah yang mulai banyak dikembangkan saat ini adalah dengan menambahkan zat adiktif seperti semen untuk membentuk tanah menjadi soil-cement guna memperbaiki sifat mekanis tanah dan meningkatkan daya dukungnya. Dalam penelitian ini dilakukan analisa perubahan nilai CBR tanah lempung low plasticity yang diberi penambahan semen dengan variasi penambahan sebesar 5%, 10% dan 15% terhadap ɤd lempung. Hasil pengujian sampel setelah dilakukan pemeraman dan perendaman ternyata terjadi peningkatan nilai CBR yang cukup signifikan dimana pada penambahan 5% semen terjadi peningkatan sebesar 3 kali lipat dan pada penambahan 15% semen terjadi peningkatan hampir 4 kali lipat dibandingkat dengan tanah lempung yang tidak di stabilisasi. Soil behavior is often a challenge for a Civil Engineer in planning a construction for roads or buildings. Clay soils have expansive properties, which means that during the dry season, clay soils are stiff and have high bearing capacity, but during the rainy season, the water content increases become saturated that the soil expands and its bearing capacity decreases, making it dangerous for buildings and foundations. One method of soil improvement that is being developed at this time is by adding addictive agent such as cement to make soil into soil-cement in order to improve the mechanical properties of the soil and increase its bearing capacity. In this study, an analysis in the CBR value of low plasticity clay was carried out with the addition cement with variations of 5%, 10% and 15% of the ɤd clay. The results of the sample test after curing and soaking turned out to be a significant increase in the CBR value where at the addition of 5% cement there was an increase of 3 times and at the addition of 15% cement there was an increase of almost 4 times compared to unstabilized clay.
PERANCANGAN PENGOLAHAN AIR KONVENSIONAL DALAM UJI PILOT PLANT: CONVENTIONAL WATER TREATMENT DESIGN IN PILOT PLANT TEST Widya Mulya
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.046 KB)

Abstract

Berdasarkan data PDAM Balikpapan Desember 2017, sungai yang saat ini dimanfaatkan dengan parameter kekeruhan 6 - 24 NTU. Dalam pemanfaatannya sebagai air bersih dan air minum, untuk mendapatkan kualitas air sesuai standar baku mutu maka diperlukan pengolahan yang perancangan sesuai kriteria desain. Tujuan penelitian untuk mengetahui perancangan pengolahan air konvensional dalam uji pilot plant yang menghasilkan air olahan sesuai standar baku mutu air minum. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji pilot plant meliputi tempat untuk proses, air baku menuju pilot plant di injeksi bahan kimia tawas dan kapur sebelum proses koagulasi–flokulasi dan injeksi bahan kimia kaporit sebelum proses filtrasi. Perancangan bak koagulasi dengan kecepatan inlet dan outlet 0,60 m/det, perbandingan tinggi, lebar dan panjang bak koagulasi 1,30 : 1 : 1, waktu detensi 60 detik. Perancangan pada pengadukan lambat, dengan total waktu 120 detik + 180 detik + 240 detik + 300 detik = 840 detik = 14 menit. Perancangan bak pengendapan, waktu detensi 1 jam, beban permukaan 0,13 m/jam, perbandingan lebar dan panjang bak, 1 : 2. Perancangan bak filtrasi, perbandingan bak, 1 : 2, kecepatan filtrasi 5 m/jam. Berdasarkan hasil pengamatan uji pilot plant dengan penambahan bahan kimia yaitu menunjukkan parameter kekeruhan 3 NTU (rata-rata, 2 kali pengulangan) masih di bawah standar baku mutu sesuai standar air bersih No .416/MENKES/PER/IX/1990 dan standar air minum No.492/MENKES/PER/IV/2010. Based on data from PDAM Balikpapan in December 2017, the river currently being used has a turbidity parameter of 6 - 24 NTU. In its utilization as clean water and drinking water, to get water quality according to quality standards, it is necessary to design processing according to design criteria. The purpose of the study was to determine the design of conventional water treatment in a pilot plant test that produces treated water according to drinking water quality standards. The research method used is the pilot plant test which includes a place for the process, raw water to the pilot plant in the injection of alum and lime chemicals before the coagulation-flocculation process and injection of chlorine chemicals before the filtration process. The design of a coagulation bath with an inlet and outlet velocity of 0.60 m/s, a ratio of height, width and length of a coagulation bath 1.30: 1: 1, detention time of 60 seconds. Design on slow stirring, with a total time of 120 seconds + 180 seconds + 240 seconds + 300 seconds = 840 seconds = 14 minutes. The design of the settling basin, the detention time is 1 hour, the surface load is 0.13 m/hour, the ratio of the width and length of the tank is 1: 2. The design of the filtration tank, the ratio of the tank, is 1: 2, the filtration speed is 5 m/hour. Based on the observations of the pilot plant test with the addition of chemicals, it shows that the turbidity parameter of 3 NTU (average, 2 repetitions) is still below the quality standard according to the clean water standard No. 416/MENKES/PER/IX/1990 and drinking water standards. No.492/MENKES/PER/IV/2010.
KAJIAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN PUSKESMAS MARGOMULYO DENGAN METODE CPM DAN PERT: STUDY OF IMPLEMENTATION OF THE MARGOMULYO PUSKESMAS DEVELOPMENT PROJECT USING CPM AND PERT METHODS Agus Sugianto; Maslina; Lucky Mahendra Suprapto
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.635 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan proyek dan melakukan pengendalian waktu pada proyek pembangunan Puskesmas Margomulyo. Selain itu juga untuk mengidentifikasi keterlambatan yang terjadi pada proyek tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah CPM dan PERT. Dengan menggunakan data berupa time schedule, RAB, dan laporan per-minggu, didapatkan hasil bahwa langkah yang dilakukan yaitu perhitungan maju, perhitungan mundur, dan total float. Hasilnya Durasi Optimal Proyek Pembangunan Puskesmas Margomulyo yaitu 187 hari dari waktu normal 210 hari dengan probabilitas keberhasilan sebesar 96,86%. Total biaya dengan durasi optimal sekian yaitu sebesar Rp. 1.948.959.866,80 dari Rp. 1.931.105.173,95. The purpose of this research is to analyze the progress of the project and control the time in the Margomulyo Community Health Center development project. In addition, to identify delays that occur in the project. The method used in this study is CPM and PERT. By using data in the form of time schedule, RAB, and reports per week, the results obtained that the steps taken are forward calculations, backwards calculations, and total float. The result is the Optimal Duration of the Margomulyo Community Health Center Development Project, which is 187 days from the normal 210 days with probabilities 96,86%. The total cost with the optimal duration is Rp. 1,948,959,866.80 from Rp. 1.931.105.173,95.
ANALISIS SISTEM DRAINASE PADA WILAYAH RAWAN BANJIR SIMPANG JALAN MANUNGGAL-MT HARYONO BALIKPAPAN: ANALYSIS OF DRAINAGE SYSTEM IN FLOOD AREAS MANUNGGAL-MT HARYONO JUNCTION BALIKPAPAN Wahidin Alaudin; Maslina; Syadila Melawardani; Hamriani Ryka
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.781 KB)

Abstract

Simpang Jalan Manunggal - MT. Haryono di Kecamatan Balikpapan Selatan merupakan salah satu titik rawan banjir di Kota Balikpapan apabila hujan turun dengan intensitas yang tinggi. Pada penelitian ini dilakukannya analisis sistem drainase dan analisis hidrologi bertujuan untuk menghitung debit rencana banjir menggunakan metode rasional. Dengan curah hujan rencana untuk periode ulang 10 tahun menggunakan metode gumbel sebesar 648,99 mm. Berdasarkan hasil analisis, perlu adanya perencanaan sistem drainase baru dan perlunya pemeliharaan dan pembersihan drainase dari sampah dan sedimentasi. The traffic lights intersection of street Manunggal in South Balikpapan District is on of the flood-prone points in Balikpapan City if it rain so hard to get high intensity. In this research, analysis of the drainage system and hydrological purpose to calculation Rational flood Method. And so far to planned rainfall for a return period of 10 years using the Gumbel Method of 648,99 mm. Based on the results of the analysis, it is necessary to plan a new drainage system and maintenance from garbage/sediment.
OPTIMASI WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE TIME COST TRADE OFF (TCTO) PADA PROYEK PENAMBAHAN BANGUNAN PASAR RAKYAT: TIME AND COST OPTIMIZATION USING THE TIME COST TRADE OFF METHOD IN THE PEOPLE'S MARKET ADDITIONAL BUILDING PROJECT Reno Pratiwi; Suheriah Mulia Devi; Andi Marini; Hikmah Maya Sari
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.888 KB)

Abstract

Di daerah perkotaan terutama di kota-kota besar seperti kota balikpapan, pertambahan penduduk dan kemajuan jaman mengakibatkan semakin sulit akan lahan untuk bangunan yang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam pembangunan suatu proyek konstruksi, pengendalian biaya dan waktu proyek merupakan hal yang penting dalam proses pengolahan manajemen proyek. Proyek penambahan bangunan yang sudah ada membutuhkan 140 hari kerja kalender untuk menyelesaikan bangunan penambahan, dengan biaya pekerjan sebesar Rp.642.642.000. Analisis pengendalian dilakukan karna mengalami kelalaian konsultan perencana dalam merencanakan struktur, dimana perencana tidak memperhatikan jenis tanah dan merencanakan berdasarkan pengalaman saja yang berakibat keterlambatan. Dengan dilakukannya optimasi biaya dan waktu menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO) pada proyek pembangunan penambahan KM.12 Karang Joang Balikpapan, maka waktu dan biaya optimum akibat penambahan tenaga kerja didapat pada 123,62 hari kerja dengan total biaya proyek sebesar Rp.634.106.512 dengan efesiensi waktu proyek sebanyak 16,38 hari dan efesiensi biaya proyek sebesar Rp.8.535.488. In urban areas, especially in big cities such as Balikpapan, the population increase and the progress of the times have made it increasingly difficult to land for buildings that meet daily needs. In the construction of a construction project, controlling project costs and time is important in the processing of project management. Project to add an existing building is spending 140 calendar working days to complete the addition building, with a workforce cost of Rp.642,642,000. Control analysis is carried out because the planner consultants experience negligence in planning the structure, where the planner does not pay attention to the type of soil and plan based on experience alone which results in delays. By optimizing the cost and time using the Time Cost Trade Off method in the development project for the addition of KM.12 Karang Joang Balikpapan, the optimum time and costs due to the addition of labor were obtained at 123.62 working days with a total project cost of Rp.634,106 .512 with a project time efficiency of 16.38 days and a project cost efficiency of Rp. 8,535,488.
ANALISIS STABILISASI TANAH LEMPUNG LUNAK MENGGUNAKAN MATERIAL SEMEN SEBAGAI BAHAN CAMPURAN: STABILIZATION ANALYSIS OF SOFT CLAY USING CEMENT MATERIAL AS A MIXED MATERIAL Agus Sugianto; Irna Hendriyani; Gunaedy Utomo; Rahmat
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.663 KB)

Abstract

Dalam suatu proyek konstrusi khususnya pekerjaan jalan harus memiliki daya dukung tanah yang baik, karena beban yang bekerja adalah beban statis dan beban dinamis. Salah satu parameter yang dapat kita ketahui apakah daya dukung tanah dasar itu baik atau tidak yaitu dengan mengetahui nilai CBR nya. Karena seringkali tidak ada pilihan untuk material timbunan, sehingga tanah dengan plastisitas tinggi seperti tanah jenis lempung digunakan sebagai material timbunan, sedangkan persyaratan Standart dari Bina Marga untuk nilai CBR tanah timbunan tidak kurang dari 6%, maka salah satu usaha yang akan dilakukan dalam perbaikan tanah yaitu dengan metode stabilisasi kimiawi menggunakan bahan adiktiv yaitu semen portland. Variasi semen yang digunakan 0%, 5%, 10% dan 15% berdasarkan berat tanah dan umur perendaman selama 4x24 jam, dengan kondisi air optimum. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik tanah asli dan sifat mekanik tanah. Dari hasil penelitian laboratorium dapat diketahui bahwa nilai CBR tanah lempung mengalami peningkatan dengan bertambahnya prosentase semen dibandingkan dengan nilai CBR tanah asli. Nilai CBR maksimum pada prosentase semen 5% sebesar 22,78% dibandingkan dengan nilai CBR tanah asli sebesar 4,88%. In a construction project especially road works must have good ground bearing capacity, because the load that works is a static load and dynamic loads. One parameter that we can use to determine whether the soil bearing capacity is good or poor is by knowing the CBR value. Often there is no option for the hoarding material, While the standard requirements from Bina Marga for the CBR value of landfill are not less than 6%, one of the efforts to be made in soil improvement is the chemical stabilization method using an active ingredient, namely Portland cement. The variation of cement used is 0%, 5%, 10% and 15% based on soil weight and immersion age for 4x24 hour, optimum water condition. The test carried are include physical properties of the original soil and the mechanical properties of the soil. From the results of laboratory research, it can be seen that the CBR value of clay soil has increased with increasing the percentage of cement compared to the original soil CBR. The maximum CBR in 5% cement is 22.78%, the CBR value of the undisturbed soil is 4.88%
PERBANDINGAN JENIS-JENIS AGREGAT KASAR BATU MERAK, BATU HAMPANGEN DAN BATU BANJAR UNTUK CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL K-250: THE COMPARISON OF COARD AGGREGATE TYPES OF MERAK, HAMPANGEN AND BANJAR STONES FOR CONCRETE MIXTURES TO THE COMPRESSION STRENGTH OF NORMAL CONCRETE K-250 Ridwan Ardiansyah; Rida Respati
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.781 KB)

Abstract

Ketersediaan batu pecah lokal di daerah Palangkaraya sangat minim, sehingga kebanyakan batu pecah di daerah ini didatangkan dari luar daerah. Agregat kasar yang dapat di temui antara lain Batu Merak, Batu Hampangen dan Batu Banjar Pelaihari. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kekuatan beton yang dihasilkan agregat kasar tersebut dalam mutu normal K-250. Perencanaan campuran beton menggunakan metode DoE (Departement of Enviroment). Benda uji sebanyak 3 sampel untuk masing-masing campuran dengan agregat kasar yang berbeda, sampel uji beton menggunakan kubus dengan ukuran 15 cm × 15 cm × 15 cm, dan selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan beton pada umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Dari hasil penelitian didapatkan hasil kuat tekan beton pada umur beton 28 hari beton dengan campuran batu Merak sebesar 368,71 kg/cm2, dengan campuran batu Hampangen sebesar 370,36 kg/cm2, dan dengan campuran batu Pelaihari sebesar 334,89 kg/cm2. Dapat disimpulkan bahwa beton dengan menggunakan ketiga agregat kasar tersebut memiliki kuat tekan yang lebih tinggi daripada mutu yang direncanakan. Akan tetapi beton menggunakan agragat kasar batu Hampangen memiliki kuat tekan yang tertinggi. The availability of local stone in Palangkaraya is very minimal, so the most of the chrushed stone in this region is came from other region. Coarse aggregates that can be found are Merak stone, Hampangen stone and Pelaihari stone. The purpose of this study is to know the comparison of strength of the concrete produced by the coarse aggregate in the normal quality of K-250. Concrete mixture is using DoE (Departement of Enviroment) method. Three sample for each mixture with different coarse aggregate, the concrete samples use the cube mold size 15 cm × 15 cm × 15 cm, then the compressive strength test at age 7 days, 14 days and 28 days. The result of compressive strength test at age 28 days mixed Merak stone concrete is 368,71 kg/cm2, mixed hampangen stone is 370,36 kg/cm2, and mixed pelaihari stone is 334,89 kg/cm2. The conclution is the concrete using of three coarse aggregates has a higher compressive strength than the planned quality. But the concrete using Hampangen stone has the highest compressive strength.