Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
716 Documents
NILAI MORAL DALAM CERITA RAKYAT WA ODE KAENGU FAARI DAN LA SIRIMBONE PADA MASYARAKAT MUNA
Faisal Mada
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Menggali nilai moral cerita rakyat Wa Ode Kaengu Faaridan La Sirimbone menunjukkan bahwa tradisi ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat etnik Muna sebagai masyarakat pemiliknya, tetapi juga oleh seluruh masyarakat di Indonesia ataupun oleh dunia. Melalui tulisan ini peneliti akan mengkaji nilai moral yang terkandung dalam cerita rakyat Wa Ode Kaengu Faaridan La Sirimbone pada masyarakat etnik Muna sebagai representasi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral yang terkandung dalam cerita rakyat Wa Ode Kaengku Faari dan La Sirimbone pada masyarakat Muna.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Metode ini dilakukan dengan cara mendeskripsikan data-data berupa nilai moral dalam cerita rakyat Wa Ode Kaengu Faari dan La Sirimbone pada masyarakat Muna.Temuan Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai moral individu dalam cerita rakyat Wa Ode Kaengu Faari merupakan representasi kehidupan masyarakat etnik Muna sebagai pemilik cerita yang dapat memberi pesan tentang kepatuhan, menghargai dan menghormati, serta kejujuran. Nilai moral sosial dalam cerita rakyat Wa Ode Kaengu Faari menunjukkan kehidupan sosial dalam masyarakat.Hal itu memberikan pesan tentang kerjasama, dan suka menolong.Selanjutnya nilai moral individu yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh cerita mengandung pesan moral bagi kehidupan manusia tentang budi pekerti yang baik, menepati janji, adil dan bijaksana, ikhlas, dan keberanian. Nilai moral sosial dalam cerita rakyat La Sirimbone menunjukkan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya orang lain. Nilai moral sosial itu memberikan pesan tentang penting bekerjasama dan suka menolong orang lain.
PEMERTAHANAN BAHASA WOLIO SEBAGAI WARISAN BUDAYA BUTON
Falma wati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AK Penelitian mengenai pemertahanan bahasa Wolio sebagai warisan budaya buton telah dilakukan. Bahasa daerah memainkan peranan penting dalam mendukung bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, khususnya dalam memperkaya kosa kata. Bahasa daerah menjadi identitas daerah atau alat komunikasi dalam masyarakat di daerah dan menjadi salah satu identitas nasional. Penelitian ini berujuan untuk mendeskripsikan Pemertahanan Bahasa Wolio Sebagai warisan Budaya Buton yang terdapat dalam lingkungan keluarga dan lingkungan kerja orang Wolio dengan melihat faktor penghambat, proses dan fungsi serta upaya untuk mempertahankan bahasa Wolio. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawaancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan keterpercayaan dan trianggulasi. Hasil penelitian mununjukan bahwa faktor penghambat pemertahanan Bahasa Wolio disebabkan karena kurangnya kesadaran dari masyarakat Wolio untuk berusaha membentengi diri dari pengaruh luar, kurangnya media dalam menjaga dan mengeksploitasikan bahasa Wolio itu sendiri. Prosess pemertahanan Bahasa Wolio ialah adanya kesadaran diri yang timbul melalu proses dalam berbahasa Wolio di berbagai bidang kehidupan, adanya sikap bahasa dari masyarakat Wolio. Upaya pemertahanan Bahasa Wolio biasa dilakukan dalam keluarga, dipasar-pasar Tradisional, pada kegiatan adat, penggunaan nama-nama jalan, tokoh dan merek minuman, dan penggunaan bahasa Wolio dalam upacara-upacara adat, serta adanya arahan di beberapa sekolah untuk menggunakan bahasa daerah Wolio pada saat jam kantor dan dicantumkannya bahasa Wolio sebagai pelajaran muatan lokal di sekolah.
Struktur Pemajemukan Dalam Bahasa Muna
Fitriani
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan yang akan di capai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Struktur Pemajemukan Dalam Bahasa Muna. Dengan kreativitas bahasa dimaksudkan kemampuan penutur untuk menghasilkan kalimat-kalimat baru, yakni kalimat-kalimat yang mempunyai persamaan dengan kalimat-kalimat yang umum. Masalah pokok penelitian ini adalah bagaimana struktur pemajemukan dalam bahasa Muna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemajemukan dalam bahasa Muna kajian transformasi generatif. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi dimana penelitian ini tergolong penelitian lapangan karena data yang di peroleh dilapangan sesuai masalah peneilitian yaitu struktur kalimat majemuk bahasa Muna. Data dalam penelitian ini adalah bahasa lisan yaitu berupa tuturan masyarakat sebagai informan yang mengandung struktur kalimat majemuk dari penutur asli bahasa Muna di Desa Lailangga, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat. Sumber data penelitian ini adalah sumber data bahasa lisan yang diperoleh melalui penutur bahasa Muna. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah catat simak. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik elisitasi, catat dan pengarsipan data dan intropeksi. Metode dalam menganalisis data penelitian ini menggunakan metode struktur dalam dan struktur luar. Untuk menganalisi data dalam penelitian ini menggunakan kaidah transformasi generatif bilangan.
MAKSIM KESANTUNAN DALAM BAHASA BAJO PADA MASYARAKAT DESA BANGKO KECAMATAN MAGINTI KABUPATEN MUNA BARAT
Husdasari
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
“Maksim kesantunan dalam bahasa Bajo pada masyarakat desa bangko kecamatan maginti kabupaten muna barat”. Tujuan dalam penelitian ini yaitu Mendeskripsikan maksim-makasim kesantunan dalam bahasa bajo di desa bangko kecamatan maginti kabupaten muna barat. Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan dan penelitian ini menggunakan metode etnografis yang menguraikan dan menyajikan data-data yang diperoleh secara sistematis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data lisan yang sumber datanya diperoleh dari informan penutur asli bahasa Bajo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bahasa Bajo terdapat pelaksanaan maksim yakni (1) maksim kearifan atau maksim ala’ (2) maksim kedermawanan maksim malawah (3) maksim pujian maksim pamudi (4) maksim kerendahan hati malubbi (5) maksim kesepakatan maksim sittarua (6) maksim kesimpatisan maksim pamase.
REALITAS SOSIAL KEHIDUPAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL TOBA DREAMS KARYA TB SILALAHI
Marlina
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa novel Toba Dreams karya TB Silalahi, menampilkan fakta-fakta kehidupan yang dialami oleh para tokoh yang berada didalamnya salah satunya adalah tentang perbedaan agama yang di anut oleh parah tokohnya. Masalah dalam penelitian ini adalah realitas sosial kehidupan tokoh utama apa sajakah yang terdapat dalam novel Toba Dreams karya TB Silalahi? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas sosial kehidupan tokoh utama dalam novel Toba Dreams karya TB Silalahi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan. Teknik yang di gunakan dalam pengumpulan data adalah teknik baca dan teknik catat. Data penelitian dianalisis menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa realitas sosial kehidupan tokoh utama dalam novel Toba Dreams karya TB Silalahi terdiri atas (1) Realitas Sosial tentang kemiskinan, (2) Realitas sosial tentang kebudayaan, (3) Realitas sosial tentang pendidikan,(4) Realitas sosial tentang agama (5) Realitas sosial tentang politik, (6) Realitas sosial tentang hukum.
Afiks Derivasi Bahasa Bugis di Kecamatan Moramo
rukmana
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Manusia merupakan makhluk individual dan sekaligus sebagai makhluk sosial. Untuk memenuhi hasratnya sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan alat komunikasi berupa bahasa. Bahasa adalah salah satu ciri yang paling khas bagi manusia yang membedakannya dengan makhluk-makhluk lain. Walaupun masih ada alat komunikasi yang lain seperti lukisan-lukisan, gerak tubuh, bunyi gendang, bunyi bel dan semacamnya, tetapi yang lebih efektif dan tepat adalah bahasa. Di negarakita, disamping terdapat bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi, juga terdapat bahasa-bahasa daerah yang jumlahnya cukup banyak. Bahasa daerah yang cukup banyak jumlahnya itu, juga merupakan salah satu unsur kebudayaan Indonesia yang perlu terus dipelihara dan dilestarikan. Oleh karena itu, negara mempunyai kewajiban untuk memelihara, mengembangkan dan melestarikan bahasa-bahasadaerah itu agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap utuh dan dapat memainkan peranannya sebagai salah satu asset kebudayaan nasional. Sejalan dengan hal tersebut, maka diperlukan pengkajian dan pendokumentasian hasil penelitian terhadap bahasa daerah agar nilai-nilai luhur budaya bangsa tetap lestari dan tidak punah. Hal ini, dilakukan karena bahasa daerah merupakan khasanah kebudayaan bangsa, milik penuturnya danmilik bangsa Indonesia. Selain itu, pengembangan bahasa daerah mempunyai hubungan integral dengan pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasanasional dan bahasa resmi negara. Sehubungan dengan itu, maka pengolahan dan pengkajian bahasa daerah, baik yang dilakukan melalui pendokumentasian maupun yang dilakukan melalui penelitian dianggap sangat penting dan berarti guna pengembangan kosa kata bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia diperkaya oleh berbagai istilah baru, baik yang diserap dari kosa kata asing maupun kata-kata bahasa daerah yang tersebar di seluruh nusantara ini. Salah satu bahasa daerah yang dimaksud adalah bahasa daerah yang hidup dan berkembang di Sulawesi Selatan termasuk bahasa Bugis (BB).
FUNGSI DAN KATAGORI KATA BERSUFIKS -I DAN -KAN DALAM KORAN KENDARI POS (Koran Kendari Pos Edisi 2-4 Mei 2016)
Saltina
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan penelitian ini adalah “fungsi dan kategori kata bersufiks -i dan -kan dalam Koran kendar pos (Edisi 2-4 Mei 2016)? tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan kategori kata bersufiks -i dan -kan dalam Koran kendari pos, yang diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya lembaga pembinaan dan pengembangan bahasa, untuk membina dan mengembangkan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta sebagai salah satu umpan balik dan input bagi pendidik, khususnya pendidik muatan lokal di sekolah-sekolah yang menggunakan imbuhan sufiks -i dan -kan. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian kepustakaan dengan studi dokumen/ teks. Data penelitian ini yaitu berupa kategori kata bersufiks –I dan –kan yang terdapat pada Koran Kendari Pos. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data tertulis dari Koran, Kendari Pos. Berdasarkan hasil penelitian, pada dasarnya penggunaan kata yang bersufiks -i dan -kan digunakan sebagai pembentuk kata kerja. Penggunaan kata yang bersufiks -i dan -kan yang digunakan mengindikasikan atau menghasilkan kalimat yang berstatus verba transitif..
POLISEMI DALAM BAHASA BAJO
sarmita
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; (1) bagaimanakah polisemi yang berunsur nomina dalam bahasa Bajo, (2) bagaimanakah polisemi yang berunsur verba dalam bahasa Bajo, (3) bagaimanakah polisemi yang berunsur adjektiva dalam bahasa Bajo. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan polisemi yang berunsur nomina dalam bahasa Bajo, (2) mendeskripsikan polisemi yang berunsur verba dalam bahasa Bajo, dan (3) mendeskripsikan polisemi yang berunsur adjektiva dalam bahasa Bajo. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan, karena melibatkan masyarakat bahasa sebagai informan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kosa kata bahasa Bajo secara lisan. Data lisan yang dimaksud adalah data yang berasal dari tuturan lisan bahasa daerah Bajo yang dipakai dan diungkapkan dalam percakapan sehari-hari oleh masyarakat penuturnya. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, rekam dan teknik catat. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dideskripsikan secara struktural berdasarkan teknik delisi atau pelepasan, teknik substitusi atau penggantian, dan teknik ekspansi atau perluasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam bahasa Bajo khususnya pada kelas kata nomina, verba, adjektiva terdapat beberapa kata yang merupakan polisemi. Polisemi adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu yang masih menpunyai hubungan makna.
KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL SURAT CINTA UNTUK KISHA KARYA BINTANG BERKISAH
Wa ode sintia dewi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Penelitian ini berjudul Kritik Sosial dalam Novel Surat Cinta untuk Kisha karya Bintang Berkisah. Masalah dalam penelitian ini yaitu kritik sosial apa sajakah yang terdapat dalam novel Surat Cinta untuk Kisha karya Bintang Berkisah? Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan kritik sosial yang terdapat dalam novel Surat Cinta untuk Kisha karya Bintang Berkisah. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah teks novel Surat Cinta untuk Kisha karya Bintang Berkisah, cetakan pertama tahun 2013 dan diterbitkan oleh Penerbit Diva Press Yogyakarta. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan kritik sosial. Data diperoleh dengan menggunakan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra, khususnya sosiologi karya sastra yang menitikberatkan pada kritik sosial yang terdiri dari: identifikasi data, deskripsi data, analisis data, dan interpretasi data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kritik sosial yang terdapat dalam novel ini ditujukan kepada masyarakat maupun pemerintah atas berbagai masalah yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun kritik sosial yang terdapat dalam novel Surat Cinta untuk Kisha karya Bintang Berkisah yaitu kritik sosial tentang kemiskinan, kritik sosial tentang kejahatan, kritik sosial tentang disorganisasi keluarga, kritik sosial tentang peperangan, kritik sosial tentang pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, dan kritik sosial tentang birokrasi.
NILAI MORAL DALAM SINRILIK BOSI TIMURUNG KARYA SALMAH DJIRONG
Widyanti Saputri
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah nilai-nilai moral apa sajakah yang terdapat dalam teks sinrilik bosi timurung karya Salmah Djirong. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan nilai moral dalam teks sinrilik bosi timurung karya Salmah Djirong. Jenis penelitian tergolong penelitian pustaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah data tulisan yakni teks sinrilik bosi timurung karya Salmah Djirong yang diterbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1999 dengan jumlah halaman naskah sinrilik bosi timurung sebanyak 13 halaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat. Data penelitian dianalisis dengan pendekatan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moral yang terdapat dalam teks sinrilik bosi timurung karya Salmah Djirong adalah nilai moral yang menyangkut hubungan manusia dengan diri sendiri (nilai moral rela berkorban, nilai moral kesetiaan, nilai moral kejujuran, dan nilai moral baik budi pekerti), nilai moral yang menyangkut hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial (nilai moral suka mendoakan orang lain dan nilai moral kasih sayang) dan yang terakhir nilai moral yang menyangkut hubungan manusia dengan Tuhannya (nilai moral berserah diri hanya kepada Tuhan (tawakkal)). PENDAHULUAN