Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
716 Documents
ANALISIS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL ASHMORA PARIA KARYA HERLINATIENS (KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FRUED)
Lisnawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah aspek psikologi tokoh utama dalam novel Ashmora Paria karya Herlinatiens berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aspek psikologi tokoh utama dalam novel Ashmora Paria karya Herlinatiens berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah segala unsur cerita yang ada dalam novel Ashmora Paria karya Herlinatiens berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Sumber data penelitian ini adalah teks novel Ashmora Paria karya Herlinatiens. DIVA Press Yogyakarta 2012 (cetakan pertama). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan (teori psikoanalisis Sigmund Freud). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Id dan Ego yang paling banyak ditemukan dalam diri Paria. Dengan demikian, Ego dari Paria dapat memenuhi Id dari Paria yang sangat mendominasi karena Id dan Ego yang paling banyak berperan aktif dalam kejiwaan Paria untuk memenuhi hasrat seksualitas seorang Paria. Namun, Superego belum bekerja sempurna untuk mengendalikan atau merintangi cara kerja Id dari Paria.
AFIKSASI DALAM BAHASA BAJO
Nasrianti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang penelitian ini yaitu pertama, karena bahasa Bajo merupakan bahasa penghubung dan salah satu pendukung kebudayaan daerah yang memiliki sejarah dan tradisi yang cukup tua. Kedua, karena bahasa Bajo bahasa yang cukup kaya akan afiksasi sesuai dengan tipenya. Afiksasi adalah salah satu proses pembentukan kata turunan dari kata dasar melalui penambahan afiks. Penambahan afiks itu dapat berupa penambahan prefiks, sufiks dan gabungan afiks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan afiksasi yang terdiri dari bentuk dan fungsi dalam bahasa Bajo Desa Labuan Beropa Kecamatan Laonti. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan data lisan dari informan. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik rekam dan catat. Data yang telah dikumpulkan dianalisis melalui pendekatan struktural. Dalam bahasa Bajo terdapat beberapa afiks seperti prefiks, sufiks dan gabungan afiks. Prefiks terdapat dalam bahasa Bajo seperti prefiks di-, ma-, na-, pa-, se. dan sufiks ang- serta gabungan afiks terdapat gabungan afiks di-, -ang, ma-, -ang, dan pa-, -ang.
KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA SISWA
Reski Lestari1
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa Indonesia siswa di lingkungan SMP Negeri 10 Kendari.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif bertujuan untuk mengungkap sebuah fakta empiris secara objektif ilmiah dengan berlandaskan pada logika keilmuan, prosedur dan didukung oleh metodologi dan teoritis yang kuat sesuai disiplin keilmuan yang ditekuni.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan Metode rekam yaitu teknik yang digunakan untuk merekam percakapan seluruh pembicaraan informan dilingkunganSMP Negeri 10 Kendari.Teknik simak yaitu cara yang digunakan untuk memperolehdata dengan menyimak penggunaan bahasa dari percakapan sedangkan catat yaitu teknik yang digunakan dengan cara mencatat percakapan informan untuk mendapatkan data tambahan.Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenaiKesantunan Berbahasa Indonesia di Lingkungan SMP Negeri 10 Kendari maka penulis dapat disimpulkan bahwa kesantunan berbahasa di lingkungan SMP 10 Kendari menggunakan Prinsip kesantunanyang dikembangkan oleh Leech. Prinsip kesantunan yang dimaksud yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim kesimpatian dan maksim pertimbangan yang terdapat di Lingkungan SMP Negeri 10 Kendari. Prinsip kesantunan tidak selalu diterapkan dalam percakapan karena dalam lingkunganSMP 10 Kendari yang dijadikan penelitian tidak memperhatikan prinsip-prinsip kesantunan pada saat berbicara antara penutur dan mitra tutur dengan konteks dan situasinya.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYUSUN TEKS LAPORAN HASIL PENGAMATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAILKEM PADA SISWA KELAS VII-1 MTsN 2 KENDARI
Sriastuti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya masalah yang dihadapi guru, yaitu rendahnya hasil belajar menulis teks laporan hasil pengamatan pada siswa tahun sebelumnya dengan materi yang sama, guru yang sama dan metode yang sama pula dan hasilnya lebih banyak siswa yang mencapai nilai rata-rata dibawah kkm, sehingga diprediksikan tahun ajaran 2016/2017 ini akan sama hasilnya dengan tahun lalu. Adapun nilai kkm tersebut berasal dari jumlah nilai siswa yang tuntas dikalikan seratus lalu dibagi jumlah keseluruhan siswa. Selanjutnya nilai rata-rata kelas berasal dari jumlah nilai seluruh siswa dibagi jumlah siswa keseluruhan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan rumusan masalah apakah penggunaan metode PAILKEM dapat meningkatkan keterampilan menyusun teks laporan hasil pengamatan pada siswa kelas VII/1 MTsN 2 Kendari? Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia pada materi keterampilan menyusun teks laporan hasil pengamatan pada siswa kelas VII/1 MTsN 2 Kendari. Penelitian ini dilakukan hanya dalam 1 siklus, dalam siklus ini terdiri dari : (a) Perencanaan, (b) Pelaksanaan Tindakan, Observasi, evaluasi, (c) dan Refleksi.Subjek penelitian ini adalah kelas VII/1 MTsN 2 Kendari dengan jumlah 4 orang siswa yang terdiri dari 18 orang laki-laki dan 24 orang perempuan. Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru. Indikator keberhasilan yaitu (1) dari segi hasil minimal 92,8% siswa telah mencapai ketuntasan belajar klasikal dengan memperoleh nilai minimal 50, (2) dari 85% proses pelaksanaan tindakan pembelajaran PAILKEM, teori praktek telah dilaksanakan sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data pembahasan diperoleh kesimpulan, proses pembelajaran siswa kelas VII/1 MTsN 2 Kendari telah mencapai indikator kinerja yaitu 92,8%, hanya dalam 1 siklus siswa telah mencapai ketuntasan belajar. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode PAILKEM dapat meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar bahasa Indonesia Siswa kelas V11/1 pada materi keterampilan menyusun teks laporan hasil pengamatan
MODEL BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS NILAI BUDAYA MUNA UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SOSIAL SISWA
Sumarlin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai budaya Muna yang efektif untuk meningkatkan kecerdasan Sosial siswa? Desain penelitian ini menggunakan metode Educational Research and Development, dengan jumlah sampel sebanyak 10 siswa dipilih secara purposive sampling dari 304 populasi. Pengambilan sampel sebanyak 10 orang siswa, agar dalam proses pemberian treatment dalam kegiatan bimbingan efektif dan optimal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai budaya Muna terbukti efektif untuk meningkatkan kecerdasan Sosial siswa. Model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai budaya Muna yang dikembangkan merupakan sebuah proses pemberian bantuan oleh konselor kepada individu dengan berlandaskan pada nilai-nilai budaya Muna, agar individu mengenali dirinya, mengenali lingkungannya dan mampu berpikir secara obyektif dalam memaknai kehidupan baik di sekolah maupun di lingkuangan sosialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan kelompok berbasis nilai-nilai budaya Muna efektif untuk meningkatkan kecerdasan Sosial siswa.Tingkat kecerdasan Sosial siswa sebelum bimbingan kelompok adalah 42.73% dan setelah bimbingan kelompok meningkat menjadi 52.83%. Terjadi peningkatan sebesar 10.09%. Peningkatan tersebut terjadi pada semua aspek kecerdasan Sosial.
Model Pewarisan Cerita Rakyat melalui Lomba Storytelling
Nur Israfyan Sofian
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Makalah ini bertujuan untuk memaparkan hasil pengamatan saya tentang upaya pemertahanan cerita rakyat melalui lomba strorytelling bagi siswa sekolah menengah. Lomba storytelling adalah salah satu mata lomba yang ada di gelaran English Expo dan diadakan setiap tahun oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Halu Oleo. Cerita rakyat, oleh setiap siswa peserta lomba, diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan dipertunjukkan. Hasil temuan saya menunjukkan bahwa lomba storytelling menjadi ajang pewarisan cerita rakyat. Proses pewarisan cerita rakyat melalui lomba storytelling tidak saja berefek kepada tersampaikannya cerita rakyat yang mengandung konsep kebudayaan masyarakat pemilik cerita rakyat tetapi juga menjadi ajang pemahaman lintas kebudayaan bagi anak-anak seusia sekolah menengah. Lebih lanjut, mereka dapat menjadi agen budaya dalam memperkenalkan konsep kebudayaan melalui lomba storytelling. Istilah kunci: storytelling, pewarisan dan pemahaman lintas budaya.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TIGA CERITA RAKYAT KULISUSU DI KABUPATEN BUTON UTARA
Oni Sutriasni
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Kulisusu. Jenis penelitian merupakan penelitian lapangan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data lisan yang berasal dari tuturan lisan informan yang dipakai dan diungkapkan dalam cerita rakyat Kulisusu di Kabupaten Buton Utara.Teknik pengumpulan data dalama penelitian ini menggunakan teknik wawancara, rekam, dan catat. Teknik anaslis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sesuai dengan hasil penelitian ini bahwa nilai-nilai pendidikan karakter dalam tiga cerita rakyat Kulisusu di Kabupaten Buton Utara (1) Zaenab te Hamid, antara lain: (a) nilai pendidikan karakter religius, (b) nilai pendidikan karakter kerja keras, (c) nilai pendidikan karakter mandiri, (d) nilai pendidikan karakter rasa ingin tahu, (e) nilai pendidikan karakter gemar membaca, dan (f) nilai pendidikan karakter peduli social (2) Randasitagi te Puteri Waeri,antara lain: (a) nilai pendidikan karakter kerja keras, (b) nilai pendidikan karakter mandiri, (c) nilai pendidikan karakter rasa ingin tahu, (d) nilai pendidikan karakter peduli sosial, dan (e) nilai pendidikan karakter tanggung jawab. dan (3) Raja Indara Pitara,antara lain: (a) nilai pendidikan karakter kerja keras, (b) nilai pendidikan karakter rasa ingin tahu, (c) nilai pendidikan karakter bersahabat/komunikatif, (d) nilai pendidikan karakter peduli sosial, dan (e) nilai pendidikan karakter tanggung jawab.
NILAI MORAL DALAM NOVEL KERLIP SANG BINTANG YANG HILANG KARYA ANNA AZLINA
Resti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini menelaah nilai moral dalam novel Kerlip Sang Bintang yang Hilang karya Anna Azlina. Karya sastra merupakan hasil cipta masyarakat atau sastrawan yang lahir dari fenomena yang ada dalam kehidupan masyarakat, sehingga dengan membaca dan memahami karya sastra berarti membaca dan memahami fenomena kehidupan. Berbagai fenomena kehidupan tersebut dituangkan dalam bentuk karya sastra sesuai konsep, pandangan, kemampuan, da kreativitas pengarang meramu realitas kehidupan ke dalam suatu bentuk karya imajinatif yang mampu memberi kenikmatan dan manfaat bagi kehidupan manusia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah nilai moral yang terdapat dalam novel Kerlip Sang Bintang Yang Hilang karya Anna Azlina?. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis nilai moral yang terdapat dalam novel Kerlip Sang Bintang Yang Hilang karya Anna Azlina. Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Kerlip Sang Bintang yang Hilang karya Anna Azlina. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca catat. Teknik analisis moral menggunakan pendekatan moral. Hasil analisis menunjukkan nilai moral dalam hubungan manusia dengan diri sendiri terdiri atas; rasa takut, rasa rindu dan kewajiban terhadap diri sendiri. Nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial terdiri atas; menolong sesama, membantu yang lemah tanpa pamrih, cinta kasih sejati, dan saling menghargai. sedangkan nilai moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan terdiri atas; pasrah menurut kepada Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan. Dapat dijadikan sebagai bahan yang luas dan memiliki sikap positif terhadap karya sastra secara umum dan novel secara khusus serta dapat membantu siswa dalam memahami lebih mendalam tentang nilai moral yang baik dan buruk.
INTERFERENSI FONOLOGIS BAHASA MUNA DALAM PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA LISAN SISWA MTs KAROLEMBO DI KABUPATEN MUNA
Sarmawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk interferensi fonologis bahasa Muna yang terjadi dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan siswa MTs Karolembo di Kabupaten Muna dan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan terjadinya interferensi fonologis yang dilakukan oleh siswa MTs Karolembo di Kabupaten Muna. Penelitan ini merupakan penelitian lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa MTs Karolembo yang melakukan interferensi dalam berbicara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat dan rekam. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan langkah mentranskripsi data, mengidentifikasi data, dan reduksi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Interferensi Fonologis Bahasa Muna dalam Penggunaan Bahasa Indonesia Lisan Siswa MTs Karolembo di Kabupaten Muna meliputi penghilangan fonem di tengah suku kata, di akhir suku kata, dan perubahan fonem.
Penggunaan Pronomina Persona Dalam Karangan Narasi Siswa Kelas IX. 10 SMP Negeri 1 Kendari
Siti Ramna
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan pronomina persona dalam karangan narasi siswa kelas IX.10 SMP Negeri 1 Kendari? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan pronomina persona dalam karangan narasi siswa kelas IX.10 SMP Negeri 1 Kendari. Adapun karangan narasi yang diteliti sebanyak dua puluh lima karangan. Metode yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah metode deskriptif kualitatif. Setelah data terkumpul kemudian dideskripsikan dalam bentuk tabel dan kata-kata. Dari dua puluh lima karangan narasi tersebut, penggunaan pronomina persona dalam karangan narasi siswa yang tepat dalam penerapannya yaitu pronomina persona pertama yang menunjukan makna tunggal (saya, aku, dan -ku,), pronomina persona pertama yang menunjukkan makna jamak (kimi), pronomina persona ketiga yang menunjukkan makna tunggal (Ia, dia, dan –nya), pronomina persona ketiga yang menunjukkan makna jamak (mereka) penggunaan pronomina persona tersebut sudah tepat dalam penerapannya, sesuai dengan konteks dan pengertian pronomina persona. Penggunaan pronomina persona yang tidak tepat terdapat pada pronomina persona pertama yang menunjukkan makna jamak ( kita). Pronomina persona kedua yang menunjukkan makna tunggal (engkau, kamu, mu, kau-) dan pronomina persona kedua yang menunjukkan makna jamak (kalian, kamu sekalian, anda sekalian). Tidak digunakan didalam karangan narasi siswa.