cover
Contact Name
I Ketut Andika Priastana
Contact Email
publikasi@triatmamulya.ac.id
Phone
+62361-412971
Journal Mail Official
publikasi@triatmamulya.ac.id
Editorial Address
Jl. Kubu Gunung, Tegal Jaya, Dalung, Kuta Utara, Badung - Bali
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Research
ISSN : -     EISSN : 26229412     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Research (IDJHR) is a open source journal (e-journal) for nurses, midwife, health care profession, and researcher which published by Universitas Triatma Mulya. Starting in 2019, the Indonesian Journal of Health Research will be published three times a year in April, August, and December. The Indonesian Journal of Health Research received both article research and original literature review articles that have not been published in other medias or other scientific journals. Focus and scopes of the journal including: Public health Nursing Midwifery Nutrition Environmental health Health promotion Health education Physical therapy Pharmacology Health administration
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus" : 8 Documents clear
Gambaran Kejadian dan Penanganan In-Hospital Cardiac Arrest (IHCA) Yuliana Ika Safitri; Arlies Zenitha Victoria; Kristianto Dwi Nugroho
Indonesian Journal of Health Research Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.766 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v5i2.51

Abstract

Pendahuluan: In-hospital cardiac arrest (IHCA) merupakan suatu kondisi kegawatdaruratan henti jantung di dalam rumah sakit yang dapat mengancam jiwa apabila tidak mendapatkan penanganan segera. Cardiac arrest mengakibatkan kurangnya distribusi oksigen ke suluruh tubuh, terutama di otak dan jantung. Penanganan yang cepat dan tepat dapat diwujudkan jika tenaga kesehatan mampu melakukan chain of survival IHCA dengan memadukan basic life support (BLS) dan advanced cardiac life support (ACLS) untuk mencapai return of spontaneous circulation (ROSC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian dan penanganan IHCA. Metode: Peneliti menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode retrospective study data sekunder (rekam medis). Teknik sampling yang digunakan adalah non-randomized purposive sampling pada 29 kejadian cardiac arrest yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada dalam kategori lanjut usia (≥60 tahun) sebanyak 55,2%, jenis kelamin laki-laki sebanyak 69%, dan 72,4% menunjukkan irama EKG awal asistol. Penyebab paling sering cardiac arrest adalah penyakit non jantung (79,3%) dan mayoritas terjadi di ICU-ICCU (55,2%). Semua responden mendapatkan CPR dan epinefrin (100%). Defibrilasi diberikan sebanyak 24,1 %, amiodaron diberikan sebanyak 10,3%, serta intubasi endotrakeal dilakukan pada 37,9% responden. Responden yang mencapai ROSC sebanyak 24,1%, tetapi lima diantaranya mengalami cardiac arrest berulang dan dinyatakan meninggal <24 jam. Diskusi: Tenaga kesehatan diharapkan mampu mengenali faktor risiko dan melakukan tatalaksana pasien IHCA sehingga angka keberhasilan pasca resusitasi meningkat.
Aplikasi Terapi Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) pada Lansia dengan Hipertensi di Keluarga Aviva Umi Kulsum; Priyo; Nurul Purborini
Indonesian Journal of Health Research Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.341 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v5i2.52

Abstract

Pendahuluan : Sejalan bertambahnya usia pada lansia akan terjadi penurunan fungsi organ. Penurunan fungsi organ tersebut terjadi karena terdapat beberapa faktor, diantaranya karena faktor alamiah dan faktor penyakit degeneratif. Salah satu penyakit degeneratif yang dapat menyebabkan penurunan fungsi organ pada lansia adalah Hipertensi. Untuk mengontrol tekanan darah pada kasus Hipertensi dapat dilakukan dengan menggunakan terapi farmakologis dan terapi nonfarmakologis. Salah satu contoh terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan yaitu dengan terapi Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari terapi SEFT terhadap lansia dengan kasus Hipertensi di keluarga. Metode : Metode studi kasus yang digunakan yaitu studi kasus deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi SEFT terhadap lansia dengan Hipertensi di keluarga pada wilayah Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Sampel penelitian ini adalah dua orang lansia dengan kasus Hipertensi yang ada di keluarga. Hasil : Pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan terapi SEFT menunjukkan hasil yang signifikan. Kesimpulan : Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan pemberian terapi SEFT terhadap tekanan darah pada lansia dengan Hipertensi.
Hubungan Penerimaan Diri dan Dukungan Keluarga terhadap Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Kristianto Dwi Nugroho; Sri Puguh Kristiyawati; Wika Bella Prihatiningtias
Indonesian Journal of Health Research Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.209 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v5i2.53

Abstract

Pendahuluan: Stroke adalah gangguan aliran darah otak yang disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah di otak. Selain itu, penderita stroke juga akan mengalami berbagai masalah fisik dan psikis, salah satu kondisi psikologis yang terkena adalah terkait dengan status fisik pasien pasca stroke yaitu kualitas hidup. Kualitas hidup secara tidak langsung dapat dipengaruhi oleh penerimaan diri dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Metode: Metode desain penelitian adalah cross sectional dan jumlah sampel 50 responden dengan teknik accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menganalisis karakteristik responden, analisis bivariat menggunakan uji rank Spearman dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik multivariat. Hasil: Hasil penelitian dengan menggunakan uji rank Spearman menunjukkan bahwa ada hubungan antara penerimaan diri (p= 0,000) dan ada hubungan antara dukungan keluarga (p= 0,002). Kesimpulan: Hubungan yang paling dominan dengan uji regresi logistik multivariat adalah penerimaan diri (0,199). Penelitian ini membuktikan bahwa kualitas hidup pasien pasca stroke dengan penerimaan diri yang tinggi lebih baik dibandingkan dengan kualitas hidup pasien pasca stroke dengan dukungan keluarga yang tinggi. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perawat dapat mempertahankan dan meningkatkan penerimaan diri dan dukungan keluarga pada pasien pasca stroke untuk meningkatkan kualitas hidup.
Hubungan Dukungan Sosial Rekan Kerja dengan Self-Compassion pada Perawat Dina Wiffida; I Made Rio Dwijayanto; I Ketut Andika Priastana
Indonesian Journal of Health Research Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.135 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v5i2.54

Abstract

Pendahuluan: Perawat sering dihadapkan pada perubahan emosi dan perilaku pasien sehinngga perawat perlu untuk mengambil sikap positif dalam menghadapi perubahan emosi dan perilaku pasien tersebut. Salah satu bentuk perilaku positif yaitu dengan self-compassion. Self-compassion merupakan konsep baru yang berusaha menyikapi secara lebih sehat untuk menilai diri sendiri tanpa melibatkan evaluasi diri atau pun perbandingan sosial. Perawat harus memiliki self-compassion agar mereka dapat menunjukkan kasih, dukungan, dan juga pengertian untuk pasien yang sedang mereka tangani. Salah satu faktor yang mempengaruhi self-compassion yaitu dukungan sosial. Dukungan ini dapat berupa saling membantu, saling kerjasama, saling mengingatkan dan peduli satu sama lain. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat RSU BaliMed dengan total sampel sebanyak 52 responden. Sampel penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Analisis penelitian ini menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil: Dukungan sosial rekan kerja perawat paling banyak berada pada kategori tinggi 32 (61,5%). Self-compassion pada perawat paling banyak pada kategori tinggi 25 (48,1%). Hasil analisis penelitian menyatakan p =0,001 (p = <0,005). Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan sosial rekan kerja dengan self-compassion pada perawat RSU BaliMed Negara.
Hubungan Pengetahuan dan Persepsi dengan Kecemasan Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lamongan Iffah Inayatul Izzah; Arifal Aris; Suhariyati
Indonesian Journal of Health Research Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.146 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v5i2.55

Abstract

Pendahuluan. Kecemasan lansia dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu pengetahuan yang kurang dan persepsi yang kurang terkait vaksinasi covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi dengan kecemasan lansia dalam vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lamongan. Metode. Desain penelitian ini adalah korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan Multistage Random Sampling dengan jumlah 118 responden. Setelah dilakukan tabulasi, maka data dianalisa dengan menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat kemaknaan sig 0,05. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 60 (50,84%), hampir seluruhnya responden memiliki persepsi yang kurang sebanyak 94 (79,66%), sebagian besar responden mengalami cemas berat sebanyak 63 (53,38%). Berdasarkan uji statistik yang diperoleh derajat nilai sig sebesar 0,00 (Sig <0,05), artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan lansia dalam vaksinasi Covid-19. Dan diperoleh derajat nilai sig sebesar 0,00 (Sig <0,05), artinya ada hubungan antara persepsi dengan kecemasan lansia dalam vaksinasi Covid-19. Kesimpulan. Berdasarkan penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan memberikan pendidikan kesehatan, dengan harapan lansia memiliki pengetahuan yang baik dan persepsi yang baik agar dapat mengurangi kecemasan yang dialami.
Hubungan Perilaku Pencegahan dan Penggunaan Sosial Media dengan Keterpaparan Covid-19 Dina Putri Pratami; Arifal Aris; Suhariyati
Indonesian Journal of Health Research Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.661 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v5i2.56

Abstract

Pendahuluan. Peningkatan jumlah kasus covid-19 pada waktu pandemi banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya perilaku pencegahan yang kurang baik dan penggunaan sosial media untuk mencari informasi. Meningkatnya mobilitas menjadi salah satu faktor yang memicu lonjakan Covid-19 di lingkungan sekolah. Metode. Penelitian ini terdiri dari dua variable yaitu variable independen dan variable dependen. Variabel independen terdiri dari prilaku pencegahan dan penggunaan sosial media, sedangkan variable dependen yaitu keterpaparan covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku pencegahan dan penggunaan sosial media dengan keterpaparan Covid-19 pada siswa kelas IX di SMPN 31 Gresik. Desain penelitian ini adalah korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan total sampling dengan jumlah 123 responden. Setelah dilakukan tabulasi maka data dianalisa dengan menggunakan uji koefisien kontingensi dengan tingkat kemaknaan sig 0,05. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya 73 (59,3%) berperilaku tingkat pencegahan cukup, dan hampir seluruhnya 65 (52,8%) menggunakan sosial media dengan baik, dan sebagian besar 76 (61,8%) tidak terpapar covid-19. Berdasarkan uji statistik yang diperoleh derajat nilai sig sebesar 0,00 (Sig <0,05) artinya ada hubungan antara perilaku pencegahan dengan keterpaparan covid-19. Dan diperoleh nilai sig 0,00 (Sig <0,05) artinya ada hubungan penggunaan sosial media dengan keterpaparan Covid-19. Kesimpulan. Dari hasil penelitian diharapkan agar responden lebih meningkatkan kedisiplinan dalam mencegah penyebaran penyakit seperti melakukan pencegahan dengan benar dan lebih menaati peraturan yang ada.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Menstrual Hygiene Remaja Retardasi Mental di SLBC Kemala Bhayangkari Tabanan Ni Kadek Yolanda Dewi; Dwi Prima Hanis Kusumaningtiyas; I Ketut Andika Priastana
Indonesian Journal of Health Research Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.523 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v5i2.57

Abstract

Pendahuluan: Pola asuh akan mempengaruhi perilaku dan pola tumbuh kembang pada anak. Terdapat tiga tipe pola asuh yaitu pola asuh otoriter, pola asuh demokratis dan pola asuh permisif. Retardasi mental merupakan ketidakmampuan dengan keterbatasan yang signifikan dalam fungsi intelektual dan sikap penyesuaian diri yang rendah. Keterlambatan pada anak yang mengalami kelainan retardasi mental dapat mempengaruhi dirinya dalam hal usaha memilihara kebersihan dan anak dengan retardasi mental tidak dapat menjaga kebersihan diri (personal hygiene) secara optimal. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku menstrual hygiene remaja retardasi mental di SLBC Kemala Bhayangkari Tabanan Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja perempuan dengan retardasi mental yang sudah mengalami menstruasi sebanyak 40 orang dan orang tuanya sebanyak 40 orang. Penelitian ini menggunakan Probability Sampling dengan teknik Simple Random Sampling. Analisis penelitian ini menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,845, dimana r hitung > r tabel (0,000) dan nilai p-value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku menstrual hygiene remaja dengan retardasi mental di SLB C Kemala Bhayangkari Tabanan.
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau terhadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kintamani VI IGA Ratih Agustini; Si Putu Agung Ayu Pertiwi Dewi; Ni Putu Ayuni Trisna Dewi
Indonesian Journal of Health Research Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.458 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v5i2.58

Abstract

Pendahuluan. Kelancaran ASI sangat penting untuk tersedianya sumber makanan bagi bayi yang masa menyusui. Idealnya ASI lancar pada hari ke-3 post partum. Namun kenyataannya masih ditemukan ibu nifas yang ASInya tidak lancar pada hari ke-3. Penyebab ketidaklancaran ASI salah satunya adalah menurnnya produksi ASI pada hari pertama setelah melahirkandapat disebabkan kurangnya rangsangan hormone oksitosin dan prolactin yang sangat berperan dalam kelancaran produksi ASI. Sari kacang hijau dapat berperan penting dalam proses produksi ASI. kandungan gizi kacang hijau cukup tinggi dan komposisinya lengkap. Kacang hijau mengandung 20-25 % protein. Protein tinggi sangat diperlukan oleh ibu selama laktasi, terutama proteinnya mengandung asam amino sehingga mampu merangsang sekresi ASI. Kacang hijau juga mengandung senyawa aktif yaitu polifenol dan flavonoid yang berfungsi meningkatkan hormone prolactin. Ketika hormone prolactin meningkat maka sekresi susu akan maksimal sehingga kualitas ASI akan meningkat dan kandungan gizi yang terdapat dalam sari kacang hijau akan meningkatkan kandungan gizi dalam ASI. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap kelancaran ASi pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Kintamani VI. Metode, Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian one grup pre-test post-test desain. Sampel dalam penelitian ini adalah 34 responden diambil dengan metode purposive sampling. Terapi diberikan pada saat pagi hari dan malam hari selama 7 hari, sedangkan pengumpulan data menggunakan lembar observasi tingkat volume ASI (ml) 2 jam setelah menyusui bayi. Hasil. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata volume ASI yang dihasilkan oleh ibu adalah 176,76 ml dengan minimal 100, maksimal 260 dan standar deviasi 47,782. Hasil post-test menunjukkan rata-rata volume ASI yang diproduksi oleh ibu adalah 358,82 ml dengan minimal 300, maksimal 400 dan standar deviasi 29,415. Analisa data menggunakan uji t-berpasangan (paired sample t-test), diperoleh bahwa nilai pvalue <0,001 (p<0,05). Kesimpulan. Kelancaran ASI sangat penting untuk tersedianya sumber makanan bagi bayi yang masa menyusui. Idealnya ASI lancar pada hari ke-3 post partum. Namun kenyataannya masih ditemukan ibu nifas yang ASInya tidak lancar pada hari ke-3. Keluarnya ASI yang tidak lancar merupakan masalah yang dialami oleh ibu menyusui. ibu sering mengeluhkan puting susu lecet dan bayinya sering menangis, sehingga tidak memberikan ASI. Penyebab ketidaklancaran ASI salah satunya adalah menurunnya produksi ASI pada hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan prolaktin yang sangat berperan dalam kelancaran produksi ASI, untuk pengeluaran produksi ASI di butuhkan upaya non farmakologis berupa pemberian sari kacang hijau.

Page 1 of 1 | Total Record : 8