cover
Contact Name
Marsi Bani
Contact Email
marsibani@staf.undana.ac.id
Phone
+6285253093226
Journal Mail Official
gatra.nusantara@undana.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kwarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas NUsa Cendana Jl. Adisucipto Penfui Kupang
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Gatranusantara
ISSN : 18582893     EISSN : 27725151     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Gatranusantara (JG), p-ISSN: 1858-2893 dan e-ISSN:2722-5151, merupakan media publikasi bagi para peneliti dan pemerhati di bidang Hukum, Budaya dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 1 (2019): April" : 14 Documents clear
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN PADA MATERI KEPATUHAN TERHADAP NORMA SISWA KELAS VII SMP SWASTA DEO GLORIAM KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA Semuel Sabat
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.207 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT) dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Swasta Deo Gloriam. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas, yaitu pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, yaitu hasil belajar siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata 73,14 dengan persentase ketuntasan belajar 73,33% dan pada siklus II 86,57% dengan persentase ketuntasan belajar 76,57%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dikatakan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Numbered Heads Together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar PKn pada Siswa Kelas VII SMP Swasta Deo Gloriam.
NILAI-NILAI PANCASILA DALAM BUDAYA PAHAMANG (MUSYAWARAH ADAT) PADA UPACARA ADAT KEMATIAN MASYARAKAT SUMBA TIMUR DI KECAMATAN WULLA WAIJELU KABUPATEN SUMBA TIMUR Soleman Bully
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.165 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan alasan mengapa budaya pahamang masih dipertahankan sampai sekarang, mendeskripsikan proses pelaksanaan budaya pahamang dan mengetahui wujud nilai-nilai yang terdapat dalam budaya pahamang pada upacara kematian, di Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan kualitatif. Subtansi dari pendekatan kualitatif yaitu meneliti suatu objek dengan mengumpulkan, menggambarkan dan menganalisis data dan fakta serta membut kesimpulan berdasarkan tujuan penelitian, untuk memperoleh gambaran tentang alasan budaya pahamang tetap dilaksanakan sampai saat ini, proses pelaksanaan budaya pahamang dan wujud nilai- nilai pancasila dalam budaya pahamang pada upacara adat kematian masyarakat Sumba Timur di Kecamatan Wulla Waijelu Kabupaten, Sumba Timur. Penelitian menunjukkan bahwa alasan Masyarakat Sumba Timur Kecamatan Wulla Waijelu Kabupaten Sumba Timur masih mempertahankan budaya pahamang dalam upacara adat kematian karena merupakan budaya warisan nenek moyang/para leluhur dan sebagai bentuk ungkapan terimakasih kepada para leluhur atas rezeki dan keselamatan yang diberikan. Pelaksanaan budaya pahamang dalam upacara kematian dilakukan dengan mengumpulkan semua anggota keluarga untuk bersama membahas dan mencari solusi untuk membantu keluarga dan segala sesuatu yang dibutukan keluarga pada saat upacara kematian. Proses pahamang ini dipimpin oleh Ambokul (ketua suku) untuk memberikan gambaran tentang hal- hal yang akan dibahas nanti dan mempunyai peran merangkum semua pendapat untuk disepakati bersama kemudian mengakhiri proses pahamang tersebut. Adapun nilai-nilai pancasila yang terkandung pada saat proses pelaksanaan pahamang. Wujud nilai-nilai Pancasila itu adalah nilai religus, gotong royong, saling membantu, saling menghargai dan mengormati, tanggung jawab, demokrasi dan nilai keadilan.Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kecamatan Wulla Waijelu Kabupaten Sumba Timur sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.Dalam penelitian ini penulis mengharapkan masyarakat untuk selalu melestarikan nilai-nilai budaya yang ada dalam pahamang pada upacara kematian
KAJIAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEPERCAYAAN HALAIKA PADA UPACARA ADAT BERCOCOK TANAM MASYARAKAT BOTI DALAM DI DESA BOTI KECAMATAN KI’E KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Petrus Ly
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.648 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan Kepercayaan Halaika masih dipertahankan oleh masyarakat Boti Kabupaten Timor Tengah Selatan dan untuk mengetahui wujud Nilai-nilai Pancasila dalam Kepercayaan Halaika pada Masyarakat Boti Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu meneliti suatu objek dengan menghimpun, menggambarkan dan menganalisis data dan fakta serta menarik kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif maka hal-hal di atas dapat dianalisis secara mendalam. Peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kepercayaan halaika merupakan sebuah kepercayaan asli atoni meto (Orang Timor) yang dibawa sejak ada di dunia ini. Kepercayaan halaika telah diwariskan oleh para leluhur dan telah menjadi kewajiban masyarakat penganut kepercayaan tersebut untuk tetap menjaga dan melestarikannya. Kepercayaan halaika mengajarkan tentang arti kebersamaan dan rasa saling menghargai antara satu dengan yang lain. Nilai nilai Pancasila yang terkandung dalam kepercayaan halaika pada upacara adat bercocok tanam masyarakat Boti Dalam yaitu nilai Ketuhanan yakni masyarakat Boti percaya kepada dua penguasa kehidupan mereka yaitu Uis Pah dan Uis Neno, nilai edukasi, nilai spiritual, nilai demokrasi, nilai normatif, nilai Persatuan yakni gotong-royong yang tertanam kuat dalam diri masyarakat Boti membuat mereka hidup dalam kedamaian dan ketentraman, Kerukunan antara sesama yakni masyarakat Boti dalam melaksanakan setiap kegiatan selalu diakhiri dengan sukacita besar yaitu makan bersama dan menari bersama diiringi gong sebagai tanda ucapan syukur, sikap toleransi antara sesama umat beragama yakni antara masyarakat Boti yang menganut halaika dan masyarakat yang non halaika, mereka hidup dalam kedamaian bersama tanpa ada diskriminasi.
PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KARAKTER KEJUJURAN PADA MATA PELAJARAN PPKn KELAS XI DI SMA KRISTEN 1 KUPANG Dorcas Langgar
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.724 KB)

Abstract

Masalah dalam hasil penelitian ini adalah mengapa perlunya pengembangan nilai-nilai karakter kejujuran pada mata pelajaran PPKn, dan bagaimana pengembangan nilai-nilai karakter kejujuran bagi siswa- siswi SMA Kristen 1 Kupang? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, karena data yang disajikan berbentuk kata-kata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perlunya pengembangan nilai-nilai karakter kejujuran siswa dan bagaimana pengembangan nilai-nilai kejujuran bagi siswa-siswi SMA Kristen 1 Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan nilai-nilai karakter kejujuran sangat penting untuk diterapkan dalam membentuk karakter siswa- siswi sebagai generasi muda. Namun,lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat sangat berpebgaruh dalam pengembangan atau perubahan potensi dan karakter jujur peserta didik tersebut. Pengembangan karakter jujur pada peserta didik memang tidak mudah untuk diterapkan sehingga orang tua maupun guru disekolah perlu memperhatikan masalah karakter jujur peserta didik melalui contoh dan teladan yang nyata.
PERSEPSI MASYARAKAT MANGGARAI TENTANG UPACARA TAE LOAS (UPACARA KELAHIRAN) ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI KELURAHAN MANDOSAWU KECAMATAN POCO RANAKA KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Hendrikus Pous
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.733 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui mengapa upacara tae loas (upacara kelahiran) masih dipertahankan oleh masyarakat Kelurahan Mandosawu Kecamatan Poco Ranaka Kabupaten Manggarai Timur, dan juga dalam penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang kelahiran anak laki-laki dan perempuan dalam upacara tae loas (upacara kelahiran). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif sedangkan cara pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Pokok dari pendekatan kualitatif adalah melakukan penelitian terhadap suatu objek dengan mengumpulkan dan menganalisis data dan fakta/fenomena serta menarik kesimpulan yang sesuai dengan tujuan dan rumusan masalah penelitian. Dalam memperoleh data tentang alasan upacara tae loas (upacara kelahiran) masih dilakukan oleh masyarakat kelurahan Mandosawu Kecamatan Poco Ranaka Kabupaten Manggarai Timur dan persepsi masyarakat tentang kelahiran anak laki-laki dan perempuan dalam upacara tae loas (upacara kelahiran). Dalam penelitian ini Peneliti melibatkan informan seperti tokoh adat, toko masyarakat, dan pihak pemerintahan setempat dengan pertanyaan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Informan dipilih berdasarkan kriteria seperti kelayakan dalam hal pengalaman, pengetahuan dan wawasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upacara tae loas (upacara kelahiran) masih dilakukan karena upacara ini merupakan warisan leluhur yang tidak berhenti disatu generasi saja, upacara tae loas juga merupakan suatu kewajiban dan sumpah adat yang harus dilakukan, dalam kehidupan atau interaksi adat masyarakat Kelurahan Mandosawu. Peranan atau status antara laki-laki dan perempuan dalam upacara tae loas dapat dilihat karena laki-laki mempunyai peran yang sangat dominan dalam menunjang kehidupan keseharian keluarga karena laki-laki dinggap mampu secara fisik dan emosionalnya. Laki-laki berhak untuk mendapat harta warisan dari orang tuanya. Sedangkan untuk kaum perempuan memiliki peranan yang lebih dominan di dapur. Perempuan hanya mengerjakan pekerjaan diluar rumah yang bersifat ringan, karena perempuan merupakan makhluk yang lemah lembut dan bersifat keibuhan, perempuan dinggap hanya untuk menunjang aktifitas dari laki-laki, dan perempuan tidak mendapat harta warisan dari orang tuanya karena kelak ketika dia sudah menikah atau berkeluarga dia akan mengikuti marga suami dan tinggal bersama suaminya. Dalam penelitian ini juga penulis memberikan saran agar masyarakat kelurahan Mandosaawu tetap mempertahankan tradisi yang telah diwariskan oleh leluhur dengan tidak menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalam upacara tae loas (upacara kelahiran).
NILAI–NILAI PANCASILA DALAM UPACARA PERKAWINAN ADAT DI DESA BOTI KECAMATAN KI’E KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN (TT Leonard Lobo; Dorcas Langgar
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.845 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa pada saat proses Upacara Perkawinan Adat masyarakat Boti harus di pimpin oleh Pemimpin mereka dan para Tokoh Adat serta di saksikan oleh pihak pemerintahan dan masyarakat setempat dan dalam upacara Perkawinan tersebut juga dapat menimbulkan Nilai – nilai Pancasila yang sangat menonjol dan dapat di jalankan secara turun temurun melalui adat istiadat mereka yang sudah ada dan sudah ditetepkan sejak nenek moyang mereka atau lelehur mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu upaya yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik wawancara, observasi atau pengamatan,dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis yang dapat dilakukan dengan cara menjabarkan kembali data yang diperoleh dari lapangan ke dalam bentuk kalimat yang tepat dan jelas sehingga mudah dipahami. Subjek penelitian ini adalah masyarakat yang di teliti dan yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam kebudayaan orang Boti dalam upacara adat perkawinan adalah: Sila Pertama “Ketuhanan yang maha esa” yaitu: dalam hal berdoa. Sila kedua “kemanusiaan yang adil dan beradab” yaitu: saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain, tolong-menolong. Sila keempat yaitu: “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” yaitu: bertanggung jawab musyawarah untuk mufakat. Sila kelima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia” yaitu: tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum dan bersikap
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICTION -OBSERVATION-EXPLANATION (POE) DENGAN TEKNIK GIVING QUESTION AND GETTING ANSWERS (GQGA) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA Marsi D.S. Bani
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.794 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pencapaian hasil belajar fisika siswa yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Prediction-Observation-Explanation (POE) dengan menggunakan teknik Giving Question and Getting Answer (GQGA) dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Prediction-Observation-Explanation (POE) menggunakan teknik probing, 2) Untuk mengetahui apakah hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan model Pembelajaran Prediction- Observation-Explanation (POE) denganteknik Giving Question and Getting Answer (GQGA) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan model Pembelajaran Prediction- Observation-Explanation (POE) menggunakan teknik probing. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA N 7 Kupang sedangkan sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas XI MIA4sebagai kelas eksperimen yang melibatkan 35 orang siswa dan kelas XI MIA2 sebagai kelas kontrol yang melibatkan 30 orang siswa. Pengambilan sampel ini dilakukan secara acak (random sampling). Instrumen penelitian ini berupa Lembar Observasi Siswa dan soal tes hasil belajar fisika siswa dengan bentuk soal essay yang sudah valid dan reliabel. Hasil analisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan α =0,05disimpulkan bahwa 1)terdapat perbedaan pencapaian hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Prediction-Observation-Explanation (POE) dengan teknik Giving Question and Getting Answer (GQGA) dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Prediction-Observation-Explanation (POE) menggunakan teknik probingdimana thitung untuk ranah afektif, psikomotor dan kognitif masing-masing 4,77;2,82;10,01>ttabel = 1,998 2) Hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan model Pembelajaran Prediction-Observation-Explanation (POE) denganteknik Giving Question and Getting Answer (GQGA) lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan menggunakan model Pembelajaran Prediction-Observation-Explanation (POE) menggunakan teknikprobing dimana thitung untuk ranah afektif, psikomotor dan kognitif masing- masing 4,77;2,82;10,01>ttabel = 1,6695.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWA KELAS IV SD INPRES FATUFETO I KOTA KUPANG Jusuf Rafael Djami
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.592 KB)

Abstract

Anita Lie. 2007. Cooperative Learning. Jakarta : Grasindo. Arikunto, S. 2001. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Devi, Poppy.K. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam: untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Dimyati, Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: CV. Rineka Cipta Muhibbin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung : Rosda. Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah Panitia Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta. Sugiarti, Titik. 1997. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Kualifikasi Guru S1 PGSD. Universitas Jember Syaiful Sagala. 2006. Konsep Dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI MEDIA PUZZLE DI KELAS V SD INPRES FATUFETO 1 KOTA KUPANG Magi Tallo
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.541 KB)

Abstract

Hasil belajar siswa sangat berpengaruh pada penyampaian pembelajaran dan cara pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan, dalam pembelajaran dibutuhkan media pendukung untuk menunjang keberhasilan belajar. salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran yaitu media puzzle. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran IPA menggunakan media puzzle. Bagaimana hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA menggunakan media puzzle. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu perecanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Data tentang kegiatan pembelajaran di kelas diperoleh dari pengamatan guru dalam mengelola pembelajaran, dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan kriteria aktivitas yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan media puzzle pada siklus I dengan nilai rata-rata 69,23% (baik), sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 88,33% (sangat baik), adapun aktivitas siswa saat dilaksanakan pembelajaran menggunakan media puzzle pada siklus I dengan nilai 67,69% (baik), sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 85,0% (sangat baik). Hasil belajar siswa yang diperoleh menggunakan media puzzle pada pembelajaran IPA yaitu, siklus I memperoleh nilai rata-rata 68,18% dan nilai tersebut belum tuntas karena belum mencapai KKM yang ditetapkan SD Inpres Fatufeto 1 Kota Kupang , sedangkan pada siklus II penggunaan media puzzle dalam pembelajaran menunjukan sebanyak 38 siswa dengan nilai rata-rata 86,36% sudah mencapai KKM dan 6 siswa belum mencapai ketuntasan minimum. Berdasarkan hasil analisi data dapat disimpulkan bahwa penggunaan media puzzle dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di kelas V SD Inpres Fatufeto 1 Kota Kupang .
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MIND MAP PADA SISWA KELAS V SD INPRES FATUFETO 1 KOTA KUPANG Matheos Laupada
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.372 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika Bangun Ruang menggunakan metode mind map pada siswa kelas V SD Inpres Fatufeto I Kota Kupang. Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Mind Map dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas V SD Inpres Fatufeto 1 Kota Kupang tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Proses Penelitian yang digunakan adalah penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggart yang menggunakan siklus sistem spiral yang maing-masing siklus terdiri dari rencana, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Inpres Fatufeto 1 Kota Kupang yang berjumlah 37 orang. Sedangkan obyek penelitian adalah keseluruhan proses pada penerapan metode Mind Map di SD Inpres Fatufeto 1 Kota Kupang . Data hasilpenelitian diperoleh dari hasil observasi, tes akhir siklus dan dokumentasi. Untuk analisis data kuantitatif diolah dengan rumus-rumus statistik, sedangkan analisis data kualitatif dilakukan dengan mendeskripsikan seluruh data yang tersedia dari lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan metode Mind Map mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar Matematika siswa kelas V sebesar 49,01%. Selain itu dari hasil analisis data observasi mengalami peningkatan yaitu dari 46,7% aspek terpenuhi menjadi 86,7% aspek. Karena pembelajaran dengan menggunakan metode Mind Map dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, maka diharapkan guru dapat menerapkan pembelajaran tersebut.

Page 1 of 2 | Total Record : 14