cover
Contact Name
Desrianti Sahida
Contact Email
dessabki14@gmail.com
Phone
+6281338860310
Journal Mail Official
dessabki14@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Depati Parbo. RT. 001/000. Desa Pendung Hiang. Kecamatan Tanah Kampung. Kota Sungai Penuh. Provinsi Jambi
Location
Kota sungai penuh,
Jambi
INDONESIA
Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27158861     DOI : https://doi.org/10.47827/jer
EDU RESEARCH : Jurnal Penelitian Pendidikan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies), dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan proses pembelajaran. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review process’ setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak tiga bulan sekali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2023): EDU RESEARCH" : 13 Documents clear
Penerapan Aplikasi Instrumentasi Bimbingan dan Konseling Tri Velyna
EDU RESEARCH Vol 4 No 3 (2023): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v4i3.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pelaksanaan aplikasi instrumentasi bimbingan dan konseling di SMP BP Daarush Sholah, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi serta dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Sedangkan teknik keabsahan data atau kredibilitas menggunakan triangulasi, untuk analisis data melalui kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun informan dalam penelitian yaitu Kepala Sekolah, Guru BK, Guru matapelajaran, wali kelas serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan aplikasi instrumentasi bimbingan dan konseling di SMP BP Darush Sholah sudah dilakukan namun belum semua aplikasi intrumentasi dapat diterapkan dikarenakan belum lengkapnya aplikasi instrumentasi di SMP BP Daarush Sholah, penerapan aplikasi intrumentasi juga telah dilakukan sesuai dengan mekanismenya yaitu adanya perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis hasil, dan pelaporan. Saat ini aplikasi instrumentasi yang baru bisa terlaksana yaitu angket needs essessment, sosiometri, minat bakat, observasi, wawancara, Adapun faktor penghambat dalam menerapkan seluruh aplikasi intrumentasi yaitu sarana prasarana yang belum memadai yakni belum adanya AUM UMUM, AUM PTSDL, belum adanya kerjasama dalam mengadakan tes intelegensi dan tes psikologi dikarenakan masih belum ada dana terkait tes tersebut, Aplikasi instrumentasi akan dijadikan salah satu dasar penyusunan program bimbingan dan konseling di SMP BP Daarush Sholah.
Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) dengan Pendekatan Multi-Representasi untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa Calon Guru Fisika dalam Operasi Vektor Muhammad Reyza Arief Taqwa; Syifak Ayu Hariyono; Sulur
EDU RESEARCH Vol 4 No 3 (2023): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v4i3.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) dengan menggunakan pendekatan multi representasi untuk meningkatkan pemahaman konsep vektor mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Penelitian dilakukan di Universitas Negeri Malang. Instrumen yang digunakan untuk melihat kelayakan produk berupa angkat validasi ahli materi dan media, angket uji keterbacaan, angket uji kepraktisan, dan 14 soal tes pilihan ganda. Untuk melihat efektifitas produk dilakukan dengan menerapkan LKM. Analisis data dilakukan dengan menghitung presesentasi skor isian angket dan menghitung Ngain skor pemahaman konsep. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan telah layak dan efektif untuk digunakan. Namun demikian, LKM ini masih belum dapat digunakan mandiri sepenuhnya oleh mahasiswa. Ada beberapa bagian yang perlu dijelaskan secara langsung dalam pembelajaran. Kedepannya perlu adanya integrasi video penjelasan konsep dalam LKM agar dapat dipelajari secara mandiri oleh mahasiswa.
Implementasi Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis Proyek Digital Marketing untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Calon Lulusan Pendidikan Kejuruan Ratna Pancawati
EDU RESEARCH Vol 4 No 3 (2023): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v4i3.99

Abstract

Mata kuliah Kewirausahaan yang dilaksanakan dengan model pembelajaran berbasis proyek cocok untuk mengajarkan keterampilan praktis dalam pegelolaan bisnis, termasuk aspek pemasaran digital (digital marketing). Dengan mempelajari digital marketing, mahasiswa calon lulusan Pendidikan Kejuruan akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja di era digitalisasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Kewirausahaan berbasis proyek digital marketing dan menganalisis kontribusinya terhadap upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam berwirausaha. Penelitian ini dirancang menggunakan metode penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pembelajaran Kewirausahaan berbasis proyek digital marketing dilaksanakan melalui berbagai aktivitas seperti: (a) perancangan bussines plan dengan jenis usaha yang relevan di bidang kejuruan, (b) pemilihan saluran digital marketing, (c) pembuatan konten, (d) pengunggahan konten ke saluran digital marketing, (e) pelaporan, monitoring dan evaluasi; 2) Saluran digital marketing yang digunakan melalui media sosial antara lain WhatsApp, Facebook, Instagram, YouTube dan TikTok; 3) konten digital marketing berupa chat broadcast, status WhatsApp, postingan penjualan produk, flyer/ poster elektronik dan video berdurasi pendek; 4) terjadi peningkatan kompetensi mahasiswa dalam berwirausaha pada aspek pengetahuan dan keterampilan memasarkan produk secara digital dengan rerata N gain score sebesar 57,64% termasuk dalam kategori cukup efektif. Kata kunci: Digital Marketing, Kompetensi Berwirausaha, Pendidikan Kewirausahaan, Praktik Bisnis, Proyek Kewirausahaan.
Budaya, Masyarakat dan Pentingnya Pendidikan Karakter Yessy Gusminalita
EDU RESEARCH Vol 4 No 3 (2023): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v4i3.102

Abstract

Pendidikan karakter didefinisikan sebagai usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation) sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak bersandarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Pendidikan Karakter harus selalu diajarkan, dijadikan kebiasaan, dilatih secara konsisten dan kemudian barulah menjadi karakter bagi peserta didik. Terdapat banyak cara pengimplementasian penguatan pendidikan karakter yang berbasiskan budaya sekolah. Metode penelitian ini adalah studi literature, Metode studi literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian ini menganalisis penerapan pendidikan yang kian hari mesti megembangkan dan menyesuaikan diri diwilayah tersebut. Perkembangan dan penyesuaian dianggap mesti dilakukan, guna tercapainya tujuan pendidikan yang berbasis pendidikan karakter. Hal ini dinilai mampu menjadi solusi dari setiap persoalan-persoalan yang dihadapi dunia pendidikan seperti persoalan minoritas mayoritas, ras, agama dan lain sebagainya.
Etnomatika Pada Kantong Semar di Kabupaten Kerinci dan Kaitannya Dengan Pembelajaran Matematika di Sekolah Linda Tesmeri
EDU RESEARCH Vol 4 No 3 (2023): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v4i3.103

Abstract

Matematika adalah salah satu pelajaran yang dipelajari oleh peserta didik pada jenjang pendidikan formal dari mulai SD sampai dengan tingkat SMA bahkan Perguruan Tinggi. Hal ini, membuktikan bahwa matematika adalah salah satu pelajaran yang mempunyai bagian penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Etnomatematika adalah matematika dalam suatu budaya. Budaya yang dimaksud adalah kebiasaan-kebiasaan perilaku manusia dalam lingkungannya, seperti perilaku kelompok masyarakat perkotaan atau pedesaan, kelompok kerja, kelas profesi, peserta didik dalam kelompok umur, masyarakat pribumi, dan kelompok-kelompok tertentu lainnya. Di kabupaten Kerinci Kantong semar digunakan sebagai hidangan untuk suguhan penyambutan tamu pada acara-acara adat seperti acara kenduri Sko, acara hajatan, lebaran, maulid dan isra’ mi’raj Nabi Muhammad SAW dan pada acara-acara lainnya. Berdasarkan definisi mengenai etnomatematika, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Permasalahan yang akan dikaji oleh peneliti adalah masalah yang berkaitan dengan unsur sosial. Oleh karena itu, metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan etnografi dan tipe studi kasus. Hasil memuat beberapa aspek matematika pada materi kerucut, proses berpikir matematis masyarakat dapat dilihat dari cara pemanfaatan kantong semar itu sendiri yaitu sebagai wadah lemang.
Penyediaan Sarana dan Prasarana Penjasorkes SMA Negeri Se-Kota Sungai Penuh Sesuai Standar Nasional Pendidikan Afwa Raufi; Febriady Hutauruk
EDU RESEARCH Vol 4 No 3 (2023): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v4i3.112

Abstract

Penelitian ini berawal dari kenyataan di Sekolah bahwa pembelajaran penjasorkes sering mendapat kendala, yaitu mulai dari memodikasi bentuk pembelajaran penjasorkes sampai pada pembelajaran yang tidak berjalan efektif dikarenakan kurangnya pemahaman Guru terhadap materi. Kurangnya Sarana dan prasarana merupakan bagian dari kendala yang ada pada pembelajaran penjasorkes, karena dengan adanya kelengkapan sarana dan prasarana akan memperlancar proses pembelajaran begitu juga sebaliknya jika sarana dan prasarana kurang, pembelajaran penjasorkes bisa terhambat, melihat hal tersebut peniliti mencoba melakukan penelitian khusus di bagian sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penyediaan Sarana dan Prasarana Penjasorkes di SMA Negeri Se-kota Sungai Penuh sesuai Standar Nasional Pendidikan.Jenis penelitian ini bersifat deskriptif, yang bertujan untuk mengungkapkan sesuatu apa adanya. Populasi penelitian ini adalah SMA Negeri di Kota Sungai Penuh. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yang mana keseluruhan populasi digunakan sebagai sampel penelitian yaitu terdiri dari 20 orang guru Penjasorkes dari 5 (Lima) SMA Negeri di Kota Sungai Penuh. Teknik pengumpulan data berupa pembagian angket kepada responden untuk melihat apakah penyediaan Sarana dan Prasarana Penjasorkes di SMA Negeri Kota Sungai Penuh sudah mencukupi sesuai Standar Nasional Pendidikan.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan formula P=F/N X 100%. Dari hasil penelitian terlihat bahwa Penyediaan Sarana dan Prasarana Penjasorkes SMA Negeri Se-kota Sungai Penuh sesuai Standar Nasional Pendidikan rata-rata 55,22% dan 48, 35%, dapat disimpulkan dengan menggunakan skala likers bahwa rata-rata dari 41-60% tergolong pada Kategori Cukup, maka dapat dikatakan bahwa SMA Negeri Se-kota Sungai Penuh tergolong pada Kategori Cukup. Hal ini disebabkan karena di SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 5 banyak sekali sarana dan prasarana yang tidak layak pakai atau rusak.
Pengaruh Media Sosial terhadap Pola Komunikasi Siswa kepada Guru St. Rahmah; Samuel Hady Gandojo; Rahmi; Floren Olantara; Aat Ruchiat Nugraha; Muhammadong
EDU RESEARCH Vol 4 No 3 (2023): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v4i3.113

Abstract

This research attempts to explore the impact of social media use on students' communication patterns with teachers in an educational context. In the increasingly advanced digital era, social media has become a significant element in changing the way humans interact and communicate. Communication between students and teachers is key in creating an effective learning experience. Teachers are not only conveyors of knowledge, but also guides, mentors and sources of inspiration for students. The quality of communication between students and teachers affects students' understanding, motivation and interactions that support the learning process. However, with the deepening use of social media by students, this communication pattern has undergone significant changes. This study uses a quantitative approach and quantitative descriptive research type. The measurement instrument used was a questionnaire with a Likert scale to explore students' views on social media and their communication patterns with teachers. The results of the analysis showed a significant influence between the use of social media and students' communication patterns with teachers, with social media contributing 70%. These results illustrate the importance of social media in supporting an effective learning process and emphasise the need for a deeper understanding of its impact.
An Analysis Of Students’ Anxiety In Learning English At The Eleventh Grade Of SMA Negeri 10 Kerinci Mike Nurmalia Sari; Pretty Elisa Ayu Ningsih
EDU RESEARCH Vol 4 No 3 (2023): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v4i3.115

Abstract

This study investigates eleven SMAN 10 Kerinci students' English nervousness and what causes it. Both quantitative and qualitative data are in this study. Surveys provide quantitative data, whereas interviews provide qualitative data. SMAN 10 Kerinci eleventh-graders are the study's population. They number 42. Face validity was evaluated on a Hafizi questionnaire utilized in this study. Before calculating the proportion of respondents' achievements each group had, the Miles and Huberman interactive model analysis method was used to qualitatively analyze the data. Two forms of anxiousness were detected in SMAN 10 Kerinci eleventh-graders. About 21.86% of pupils had trait anxiety, while 60.12% had state anxiety. Students are worried about 46.84% the teacher, 29.30% the subject, and 47.87% their own actions. According to this study, teachers should choose the correct technique and materials to reduce student anxiety while learning English. They also recommend that students prepare adequately before English class to avoid anxiety and distraction.
The Use Of English Movie To Improve Students’ Listening Skill Tri Saswandi; Ridho Kurniawan; Ratu Nafla Anissa Roshalina. HK
EDU RESEARCH Vol 4 No 3 (2023): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v4i3.116

Abstract

In recent years, learning media has developed very well in various types one of which is media in improving students' listening skills. Examples of possible media used is an English movie. By using this English movie there are many benefits obtained by students, namely, students can learn good English pronunciation directly from movies that is broadcast, students can add new vocabulary, students can learn good grammar and correct and also students can practice their listening skills. Apart from that, this movie can be used as a medium that can make students more active in taking classes, not boring and interesting so learning can go well. The aim of this research is to find out how much effective use of movie in improving students' listening skills in the field of language studies students' English, and also to find out students' perspectives on the use of movie as a medium learning. In the research conducted, the researcher used the literature study method with collect some data from various related journals for review in collecting data. The conclusion of this research is that the use of English movie improves abilities Listening to students is very effective. According to the student's perspective, the use of this film is very helpful them in learning.
Persepsi Siswa Terhadap Pemeliharaan Lingkungan Sekolah Sehat Jufinda, Anggil
EDU RESEARCH Vol 4 No 3 (2023): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v4i3.117

Abstract

Hasil observasi yang penulis lakukan menunjukkan adanya ketidaksesuaian atau adanya kesenjangan antara teori dengan fenomena, seharusnya dari teori yang menyatakan bahwa siswa harus selalu memelihara dan menjaga semua fasilitas yang berada di sekolah, contohnya memelihara kebersihan lingkungan sekolah , menciptakan suasana sekolah yang aman dan menyenangkan, sopan santun dalam pergaulan, (selalu memelihara lingkungan fisik maupun psikis) tetapi ini malah sebaliknya tidak memelihara lingkungan sekolah dengan baik. Diduga faktor penyebab masalah di atas adalah kurangnya perhatian kepala sekolah terhadap lingkungan sekolah, kurang perhatian komiteterhadap lingkungan sekolah, kurang perhatian dari para guru, kurang perhatian siswa terhadap lingkungan sekolah sehat, kurang perhatian pemerintah setempat dan kurang kerja sama dengan puskesmas. Merujuk dari pendapat di atas dan berdasarkan permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini, maka Penelitian ini digolongkan dalam jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian untuk memberikan uraian mengenai fenomena atau gejala sosial yang diteliti dengan mendeskripsikan tentang nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih berdasarkan indikator-indikator dari variabel yang diteliti tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan antara variabel yang diteliti guna untuk eksplorasi dan klasifikasi dengan mendeskripsikan sejumlah variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Persepsi siswa terhadap pemeliharaan lingkungan fisik dilihat dari kebersihan termasuk pada kriteria baik. (b) Persepsi siswa terhadap pemeliharaan lingkungan fisik dilihat dari keindahan termasuk pada kriteria cukup. (c) Persepsi siswa terhadap pemeliharaan lingkungan fisik dilihat dari kerapian termasuk pada kriteria baik. (d) Persepsi siswa terhadap pemeliharaan lingkungan psikis dilihat dari keamanan termasuk pada kriteria baik. (e) Persepsi siswa terhadap pemeliharaan lingkungan psikis dilihat dari ketertiban termasuk pada kriteria cukup. Persepsi siswa terhadap pemeliharaan lingkungan psikis dilihat dari kekeluargaan termasuk pada kriteria sangat baik.

Page 1 of 2 | Total Record : 13