cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285274444040
Journal Mail Official
humanisma.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
HUMANISMA : Journal of Gender Studies
ISSN : 25806688     EISSN : 25807765     DOI : http://dx.doi.org/10.30983/humanisma
Core Subject : Humanities, Social,
HUMANISMA: Journal of Gender Studies (e-ISSN: 2580-7765 & p-ISSN: 2580-6688) is a Academic Journal Publication by Center for the Gender and Children Studies of State University for Islamic Studies (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, West Sumatra, Indonesia. It specializes in research on Gender and Child problems from a range of disciplines and interdisciplinary fields. The interdisciplinary approach in Gender studies is used as a method to discuss and find solutions to contemporary problems and gender and child issues. The topic covered by this journal includes fieldwork studies with different viewpoints and interdisciplinary studies in sociology, anthropology, education, politics, economics, law, history, literature, and others. The editorial team invites researchers, scholars, and Islamic and social observers to submit research articles that have never been published in the media or other journals
Articles 223 Documents
GENDER BASED PERCEPTION ON UNDERSTANDING MATHEMATICS CONCEPT BY USING PBL Muhammad Imamuddin; Isnaniah Isnaniah; Rusdi Rusdi; Peri Pedinal
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 3, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.496 KB) | DOI: 10.30983/humanisme.v3i1.1061

Abstract

Bagi siswa, untuk memahmi suatu konsep dalam pembelajaran matematika bukanlah suatu hal yang mudah karena pemahaman terhadap suatu konsep matematika dilakukan secara individual dan tidak tebang pilih antara laki-laki dan perempuan (gender). Oleh karena tu, pembelajaran di kelas-kelas matematika harus dikelola dengan baik oleh guru. Pengelolan pembelajaran yang baik di kelas-kelas matematika, akan memantapkan siswa laki-laki ataupun siswa perempuan dalam memahami konsep-konsep matematika. Dengan demikian penerapkan pembelajaran yang tepat oleh guru, dapat memaksimalkan pemahaman konsep matematika siswa dan akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pemahaman konsep matematika siswa ditinjau berdasarkan gender setelah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: pemahaman konsep matematika empat orang siswa laki-laki berkriteria sangat baik, empat orang siswa berkriteria baik dan dua orang siswa berkriteria pemahaman konsep matematika cukup baik. Sedangkan pemahaman konsep matematika siswa perempuan adalah dua siswa mendapatkan kriteria sangat baik, lima orang siswaberkriteria baik dan lima orang berkriteria cukup baik. Dengan menggunakan uji – t  pada selang kepercayaan 95% diperoleh thitung = 1.770  dan ttabel = 1.72. Dengan demikian dapat disimpulkan konsep matematika siswa laki-laki lebih baik daripada siswa perempuan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas VIII SMP.Kata kunci: Pemahaman Konsep, Problem Based Learning, Gender
Minangkabau Women's Movement for the Progress of Women's Education in West Sumatera Sitto Rahmana; Syafruddin Nurdin; Eka Putra Wirman
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 5, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.781 KB) | DOI: 10.30983/humanisme.v5i1.4123

Abstract

Education in Minangkabau from the 19th century to the early 20th century was not too pro-Minangs women. Recognizing the situation and conditions at that time, several Minangkabau women moved and fought against injustice, including Rohana Kudus, Rahmah El Yunusiah, and Rasuna Said. This Minangs female figure fights for women's rights with various strategies and movements. This research uses qualitative by collecting data through interviews and documentation. This study shows that the movements carried out by female leaders in Minangkabau have contributed to contemporary Islamic education in Minangkabau, such as 1) Liberating women from educational backwardness. 2) Take an education policy to get women out of colonialism. 3) Inspire women to continue to develop their minds. 4) Educating women through mass media as a way to educate the public.Pendidikan di Minangkabau pada abad ke-19 sampai awal abad ke-20 tidak terlalu berpihak kepada kaum perempuan Minang. Melihat situasi dan kondisi saat itu, beberapa perempuan Minangkabau bergerak dan berjuang dalam melawan ketidakadilan diantaranya adalah : Rohana Kudus, Rahmah El Yunusiah, dan Rasuna Said. Tokoh perempuan Minang ini memperjuangkan hak-hak perempuan dengan berbagai strategi dan pergerakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pergerakan yang dilakukan oleh tokoh- tokoh perempuan di Minangkabau memiliki kontribusi pada pendidikan Islam kontemporer di Minangkabau seperti: 1) Melakukan pembebasan perempuan dari keterbelakangan pendidikan. 2) Mengambil kebijakan pendidikan untuk mengeluarkan perempuan dari keterjajahan. 3) Menginspirasi perempuan untuk terus mengembangkan pemikiran. 4) Mendidik perempuan melalui media massa sebagai salah satu cara mencerdaskan masyarakat.
EMPATHY IN EARLY CHILDHOOD:A PRELIMINARY STUDY Charyna Ayu Rizkiyanti; Ade Irva Murty
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 2, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.933 KB) | DOI: 10.30983/jh.v2i2.813

Abstract

Nowadays, bullying is still becoming an unsolvable issue in Indonesia. Among students, bullying phenomenon happens started from kindergarten level untill high school level. By having empathy, children are being much more understanding, more adept at handling anger and daring to say no to commit violence, including bullying. This current research examines the preschoolers’ empathy through self-report in response to short clip. The short clip assesses the extent to which children endorsed behaviours that were regarded as showing their empathy towards others (cognitive and affective). A total of 50 preschoolers with age 4-6 year old participated in this study. By decriptive analysis, result found that all preschoolers with the exception of a few showed empathy in two components, both cognitive and affective. This study implies that in order to elevate children’s empathy, parents must be modelling how to  identify and express emotions toward them. Saat ini, intimidasi masih menjadi masalah yang tidak dapat diselesaikan di Indonesia. Di kalangan siswa, fenomena bullying terjadi mulai dari tingkat TK hingga tingkat SMA. Dengan memiliki empati, anak-anak menjadi jauh lebih pengertian, lebih mahir dalam menangani kemarahan dan berani mengatakan tidak untuk melakukan kekerasan, termasuk bullying. Penelitian saat ini meneliti empati anak-anak prasekolah melalui laporan diri sebagai tanggapan terhadap klip singkat. Klip pendek menilai sejauh mana anak-anak mendukung perilaku yang dianggap menunjukkan empati mereka terhadap orang lain (kognitif dan afektif). Sebanyak 50 anak prasekolah dengan usia 4-6 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Dengan analisis deskriptif, hasil menemukan bahwa semua anak prasekolah dengan pengecualian beberapa menunjukkan empati dalam dua komponen, baik kognitif dan afektif. Studi ini menyiratkan bahwa untuk meningkatkan empati anak, orang tua harus menjadi model bagaimana mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi terhadap mereka.Keywords: Empathy, preschooler, cognitive-affective empathy, compassionate 
Interpretasi Progresif Hadis-Hadis Tema Perempuan: Studi Aplikasi Teori Qira’ah Mubadalah Yulmitra Handayani; Mukhammad Nur Hadi
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 4, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.559 KB) | DOI: 10.30983/humanisme.v4i2.3462

Abstract

This study departs from a compilation of women-themed hadiths that were interpreted progresively by Faqihuddin in his book “60 Hadis Hak-Hak Perempuan Dalam Islam:Teks dan Interpretasi”. Another starting used to study this topic is because women-themed hadiths tend to affrim men’s superiority over women. Of the sixty hadith that have been interpreted, the researcher only chose a few hadiths, which are categorized in four major themes; the principle of male and female relations, women’s dignity, women’s choices and rights, and the relations of husband and wife. This study tries to learn and analyze how Faqihuddin applies the theory of qira’ah mubadalah (reading reciprocally) to these selected hadiths. The approach of this study are conceptual approach and content analysis approach. This study finds that qira’ah mubadalah is a progressive interpretation theory that relies on two things, the universal value of Islam and the substantial understanding of a text. Dialecting both things will be able to produce interpretations that carry the value of equality holistically. In the application level, Faqihuddin has internalized Islamic universalism in facilitating the substance of the text. When interpreting the hadith, Faqihuddin uses three types of interpretation; grammatical interpretation, historical interpretation and sociological interpretation. The first two types of interpretations are used to find the main text; the ground idea of the text. Meanwhile, sociological interpretations are used to reduce main thoughts and expand the meaning egalitarian. Kajian ini berangkat dari kompilasi hadis-hadis bertema perempuan yang diinterpretasikan secara progresif oleh Abdul Kodir dalam bukunya 60 Hadis Hak-Hak Perempuan Dalam Islam:Teks dan Interpretasi. Titik tolak lain yang digunakan untuk mengkaji topik ini adalah karena hadis-hadis bertema perempuan cenderungmeneguhkan superioritas laki-laki atas perempuan. Dari enam puluh hadis pilihan yang telah diinterpretasikan, peneliti hanya memilih beberapa hadis, yang terkategorikan dalam empat tema besar, yaitu prinsip relasi laki-laki dan perempuan, martabat perempuan, posisi dan hak-hak perempuan, dan relasi suami istri. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Abdul Kodir mengaplikasikan teori qira’ah mubadalah-nya terhadap hadis-hadis pilihan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan konseptual (conceptual approach) dan analisis isi (content analysis). Kajian ini menemukan bahwa qira’ah mubadalah adalah teori interpretasi progresif yang  bertumpu pada dua hal, nilai universal Islam dan gagasan substansial sebuah teks. Mendialektikan keduanya akan mampu menghasilkan interpretasi yang mengusung nilai kesetaraan secara holistik. Dalam tataran aplikasi, Abdul Kodir telah mengintegrasikan universalisme Islam dalam memahami substansi teks.
The Punishment and Dicipline of Ahmadi Women: A Case Study In Transito Dormitory In Mataram Abdul Gaffar
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 6, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.106 KB) | DOI: 10.30983/humanisme.v6i1.5307

Abstract

Indonesian Ahmadiyya community (Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI)) in Lombok has taken refuge in Transito Dormitory in Mataram since 2006. Therefore, it is interesting to see how Ahmadi women experienced expulsion and fled to Transito Dormitory due to the differences in Ahmadiyya beliefs regarding Mirza Ghulam Ahmad as a prophet. This study aimed to observe the punishment and discipline they endured during expulsion and refuge in Transito Dormitory. This study used a qualitative method with a phenomenological approach and Michael Foucault's theory of punish and discipline. The results of this study revealed that Ahmadi women who took refuge in Transito Dormitory had difficulties in carrying out family functions. They had difficulties in managing all the household needs with limited facility. They were lack of water for cooking, washing, and other needs. This paper also showed that Ahmadi women who took refuge in Transito Dormitory experienced punishment and discipline through limited access and strict control mechanisms that forced them not to leave Transito Dormitory in MataramJamaah Ahmadiyah Indonesia Lombok telah mengungsi di Asrama Transito Mataram sejak tahun 2006. Oleh karena itu, menarik untuk dilihat bagaimana perempuan Ahmadiyah mengalami pengusiran hingga mengungsi di Asrama Transito Mataram karena perbedaan keyakinan Jamaah Ahmadiyah Indonesia mengenai Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penghukuman dan pendisiplinan yang mereka alami selama mengalami pengusiran dan pengalaman mengungsi di Asrama Transito. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teori penghukuman dan pendisiplinan Michael Foucault. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa perempuan Ahmadiyah yang mengungsi di Asrama Transito mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsi-fungsi keluarga, kesulitan dalam mengelola semua kebutuhan rumah tangga dengan fasilitas yang terbatas. Kekurangan air untuk memasak, mencuci dan kebutuhan lain. Tulisan ini juga menunjukkan bahwa Perempuan Ahmadiyah yang mengungsi di Asrama Transito mengalami penghukuman dan pendisiplinan melalui akses-akses yang serba terbatas serta mekanisme kontrol yang ketat yang memaksa mereka tidak bisa keluar dari Asrama Transito Mataram.
POTRET PEREMPUAN PEKERJA BATU BATA DI JORONG TURAWAN NAGARI III KOTO KECAMATAN RAMBATAN KAB.TANAH DATAR (PERSPEKTIF SOSIOLOGI DAN HUKUM EKONOMI) Raudatul Jannah
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 2, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.894 KB) | DOI: 10.30983/jh.v2i1.815

Abstract

Kecamatan Rambatan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi usaha batu bata. Hal ini dapat di lihat dari banyaknya usaha batu bata khususnya yang terdapat di jorong Turawan Nagari sawah kareh. Di sana terdapat sekitar 6 bedeng tempat pembuatan batu bata.Adapun Pekerja pembuat batu bata tersebut semuanya adalah perempuan. Dalam tradisi dan pemahaman masyarakat  khusunya Minangkabau selayaknya perempuan bekerja di rumah tangga, namun himpitan ekonomi mengakibatkan perempuan harus menopang roda perekonomian keluarga dengan bekerja di luar rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong perempuan bekerja sebagai  pembuat batu bata di Jorong Turawan Nagari III Koto Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar serta untuk mengetahui perspektif gender dan hukum ekonomi terhadap kasus perempuan  bekerja sebagai pembuat batu bata tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dimana data yang diperoleh adalah dengan melakukan wawancara/interview. Adapun sumber data yang digunakan adalah subjek data yakni perempuan pekerja batu bata tersebut.
Peran Perempuan dalam Mewujudkan Keluarga Sejahtera Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Perempuan Pedagang Kaki Lima di Simpang Tugu Tigo Baleh, Kelurahan Pakan Labuah, Kota Bukittinggi) Zuwardi Zuwardi
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 4, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.064 KB) | DOI: 10.30983/humanisme.v4i1.3173

Abstract

Along with the development of the times of course the needs of society increase from year to year. Unlimited human needs, with limited availability of resources. Making women also play a role in meeting the needs of families in an effort to realize a prosperous family. This research was conducted to provide an overview of the role of women in realizing a prosperous family from the perspective of Islamic economics. Research conducted at the Tigo Tigo Baleh Intersection, Pakan Labuah Village, Bukittinggi City uses a qualitative descriptive approach with data obtained from primary and secondary data. The results of this study conclude that in Islamic sharia, to make a living is the duty of the husband. The wife's only obligation is as a housewife who educates children and serves her husband. But it is not forbidden when the wife helps find a living for the family. According to an interviewee at the interview, stated that they women do their activities as traders is to help their husbands in meeting family needs, as well as channeling the hobby of trade that has been buried because only become housewives. This research also provides understanding to women in order to know their rights and obligations in the household, the urgency of how Muslim women who should carry out their daily activities become housewives as well as traders in accordance with the recommendations in their Islamic Syariah.
Analysis of Existential Feminism Struggle of Women Online Drivers During the Covid-19 Pandemic Allen Pranata Putra; Erwan Aristyanto
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 5, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.92 KB) | DOI: 10.30983/humanisme.v5i2.4928

Abstract

 This article discusses the women's movement to sustain its existentialism in the COVID-19 pandemic by moving and taking high risks to become female online drivers. Based on research conducted by Simone De Beauvoir, who analyzed the film "The Second Sex" using existentialist feminism theory, women are often used as objects and men as subjects because of the man's masculinity and biological circumstances that are considered to support inter-subjective in men. The contribution of this research is the use of existentialist feminism as an anti-thesis of male masculinity by applying it to the empirical conditions of women. The study used feminist ethnographic methods that combine ethnographic interviews and participant observations. The focus of this study lies on the class struggle of women to maintain their existentialism despite having to take high job risks and the risk of contracting the COVID-19 virus due to high mobility. This research data analysis technique uses data reduction, data display, and data triangulation. The results showed that women worked as online drivers to become subjects for themselves and act as breadwinners and housewives in the conditions of the COVID-19 pandemic. Women's struggles in the COVID-19 pandemic undermine the social stigma of society that often makes them objects.Artikel ini membahas tentang gerakan kaum perempuan untuk mempertahankan eksistensialnya di masa pandemi COVID-19 dengan bergerak dan mengambil resiko tinggi untuk menjadi driver online perempuan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Simone De Beauvoir yang menganalisis film “The Second Sex”menggunakan teori feminisme eksistensialis, perempuan seringkali dijadikan sebagai objek dan laki-laki sebagai subjek karena maskunilitas dari seorang laki-laki dan keadaan biologis yang dianggap mendukung adanya inter-sebujektif pada laki-laki. Kontribusi penelitian ini adalah penggunakan feminisme eksistensialis sebagai anti-thesis maskulinitas laki-laki dengan menerapkan pada kondisi empiris perempuan. Penelitian ini menggunakan metode etnografi feminis yaitu menggabungkan ethnographic interview dan participant observations. Fokus penelitian ini terletak pada class struggle kaum perempuan untuk mempertahankan eksistensialnya meskipun harus mengambil resiko pekerjaan yang tinggi dan resiko tertular virus COVID-19 akibat mobilitas yang tinggi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, display data, verifikasi data dan triangulasi data. Hasil menunjukkan bahwa kaum perempuan bekerja sebagai driver online untuk menjadi subjek bagi dirinya sendiri sekaligus berperan sebagai pencari nafkah dan ibu rumah tangga dalam kondisi pandemi COVID-19. Perjuangan perempuan dalam pandemi COVID-19 meruntuhkan stigma sosial masyarakat yang seringkali menjadikan mereka sebagai objek.
KEMAMPUAN SPASIAL MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI M Imamuddin
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 1, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.077 KB) | DOI: 10.30983/jh.v1i2.223

Abstract

Kemampuan spasial adalah kemampuan untuk berpikir melalui transformasi gambar mental. Menurut National Academy of Science (2006) berpikir spasial merupakan kumpulan dari ketrampilan-kterampilan kognitif, yaitu terdiri dari gabungan tiga unsur yaitu konsep keruangan, alat representasi, dan proses penalaran. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam belajar matematika sebagai berikut:1. Laki-laki lebih unggul dalam penalaran, perempuan lebih unggul dalam ketepatan, ketelitian, kecermatan, dan keseksamaan berpikir, 2. Laki-laki memiliki kemampuan matematika dan mekanika yang lebih baik daripada perempuan, perbedaan ini tidak nyata pada tingkat sekolah dasar akan tetapi menjadi tampak lebih jelas pada tingkat yang lebih tinggi. Sementara Maccoby dan Jacklyn (1974) mengatakan laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan kemampuan antara lain sebagai berikut:1. Perempuan mempunyai kemampuan verbal lebih tinggi daripada laki-laki, 2. Laki-laki lebih unggul dalam kemampuan visual spatial (penglihatan keruangan) daripada perempuan, 3. Laki-laki lebih unggul dalam kemampuan matematika. Mahasiswa laki-laki dominan menggunakan kemampuan spasialnya sedangkan mahasiswa perempuan kurang menggunakan kemampuan spasialnya. Kata Kunci: Kemampuan Spasial, Laki-laki dan Perempuan
PERANAN PEREMPUAN SINGLE MOTHER DALAM KELUARGA MISKIN DI JORONG BALAI MANSIRO NAGARI GUGUAK VIII KOTO Jasmienti Jasmienti; Nofrianti Putri Utami
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 3, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.41 KB) | DOI: 10.30983/humanisme.v3i2.2552

Abstract

This study aims to determine the role of a single mothers in poor families. This research used qualitative research. The method of collecting data was by interviewing several informants and observing some single mothers. An interesting phenomenon in poor families was in sustaining life with a decent standard of living, firstly on saving the expenditure side, postpone the expenses related to transportation. Second, the income of households, poor households forced them to optimize their income through the mobilization of their economic resources. This effort is carried out to be able to maintain a level of welfare or a decent life. However, not all of these efforts are able to maintain a decent level of life.

Page 8 of 23 | Total Record : 223