cover
Contact Name
Tonni Limbong
Contact Email
tonnilimbong@ust.ac.id
Phone
+6281289601052
Journal Mail Official
rosa_tampubolon@ust.ac.id
Editorial Address
Jl. Setiabudi No. 479 F Tanjungsari Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian (RETIPA)
ISSN : 27454096     EISSN : 27769089     DOI : 10.54367
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Retipa (Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas, berisi artikel yang memuat dan mempublikasikan semua aspek teknologi hasil pertanian dalam kajian yang berupa hasil penelitian dan ulasan ilmiah di bidang pangan dan agroindustri hasil pertanian. Lingkup topik jurnal meliputi bidang ilmu teknologi industri pangan dan hasil pertanian. Topik mencakup aspek-aspek dasar dan terapan dari pengolahan, pengawetan, penyimpanan, evaluasi gizi, keamanan pangan, pengawasan, manajemen dan pengujian mutu, limbah pengolahan pangan dan hasil pertanian serta penelitian lainnya mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi hasil pertanian.
Articles 68 Documents
Formulasi Pembuatan Minuman Herbal dari Campuran Sari Jahe dan Temulawak Sihombing, Dewi Restuana
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 1 Nomor 2
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.599 KB) | DOI: 10.54367/retipa.v1i2.1211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk minuman herbal yang diperkaya dari sari jahe dan temulawak. Selain itu juga bermanfaat sebagai acuan dalam pembuatan minuman herbal dari campuran jahe dan temulawak. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Pengolahan dan Pengelolaan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor pertama konsentrasi tepung kedelai dengan sandi J, terdiri dari 4 taraf, yaitu: Jo=80:20,  J1= 70:30, J2= 60:40, dan J3= 50:50. Faktor kedua lama pengeringan dengan sandi L, terdiri dari 4 taraf, yaitu: L0= 0 minggu, L1=1 minggu, L2= 2 minggu; dan L3= 3 minggu. Perlakuan perbandingan konsentrasi jahe dan temulawak berpengaruh sangat nyata terhadap keempat parameter ini yaitu total soluble solid (tss), pH, nilai total asam, dan uji organoleptik. Perlakuan lama penyimpanan (0 minggu, 1 minggu, 2 minggu, dan 3 minggu) berpengaruh sangat nyata terhadap keempat parameter ini yaitu  total soluble solid (tss), pH, nilai total asam, dan uji organoleptik. Untuk total soluble solid (tss), dan  nilai total asam mengalami peningkatan pada grafiknya, sedangkan pH dan uji organoleptik mengalami penurunan pada tiap minggunya. Dan untuk kombinasi perlakuan perbandingan konsentrasi jahe dan temulawak berpengaruh sangat nyata uji organoleptik, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap total soluble solid (tss),  pH dan nilai total asam
Review: Kajian Manfaat Makanan Fungsional di Saat Pandemi Covid-19 Sibuea, Posman
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.674 KB) | DOI: 10.54367/retipa.v2i1.1483

Abstract

Belangan ini ada tiga hal mengkhawatirkan terkait dengan pandemi Covid-19. Dimulai dari tingginya mobilitas masyarakat pada periode liburan, turunnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan, dan peningkatan kasus harian di beberapa provinsi. Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia pernah meningkat secara signifikan. Saat ini, ketika kondisi ancaman kesehatan yang serius akibat covid-19, upaya menjaga kekebalan tubuh menjadi sangat penting. Untuk menangkal infeksi virus corona, seseorang harus mempunyai sistem kekebalan tubuh yang baik. Sistem kekebalan tubuh dipengaruhi oleh pola konsumsi pangan dan asupan sejumlah vitamin antioksidan dan makanan fungsional. Anjuran meningkatkan konsumsi makanan fungsional dan makan sayur dan buah sebagai sumber vitamin antioksidan menjadi sangat penting dilakukan.
Analisis Kandungan Asam Lemak pada Minyak Ikan Belut Pandiangan, Maruba; Panjaitan, Delima; Bangun, April Dion
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.565 KB) | DOI: 10.54367/retipa.v2i1.1486

Abstract

Kualitas lemak dan minyak ditentukan oleh kandungan asam lemak dan distribusinya pada molekul gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan asam lemak pada minyak ikan belut. Minyak ikan diambil bagian ikan yang dapat dikomsumsi, yaitu dengan diekstraksi dengan cara sokletasi menggunakan pelarut n-heksan. Setelah diperoleh minyak ikan dilakukan analisis komponen asam lemak dengan GC dan analisis karakteristik sifat fisika kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan asam lemak tak jenuh lebih tinggi dibandingkan asam lemak jenuh. Total asam lemak jenuh sebesar 40,438%, total asam lemak tak jenuh sebesar 59,562% yang terdiri dari MUFA sebesar 16,298% dan PUFA sebesar 43,272%. Ditemukan asam lemak omega 3 yaitu asam linolenat, dan asam omega 6 yaitu asam linoleat. Dari analisis karakteristik sifat fisika kimia ditemukan masih dalam batas yang dipersyaratkan. Perbandingan omega 3 dan omega 6 pada minyak ikan belut masih dalam rentang syarat perbandingan yang dianjurkan. Dilihat dari kandungan asam lemak minyak ikan belut mengandung asam lemak omega 3 dan omega 6 sehingga sangat baik dikomsumsi untuk meningkatkan kesehatan manusia.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Tepung Kulit Ari Kopi Pada Tepung Terigu terhadap Mutu Biskuit Sitohang, Apul; Sihombing, Dewi Restuana; Daniela, Connie; Einsten, Albert
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.232 KB) | DOI: 10.54367/retipa.v2i1.1493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kulit ari kopi dengan tepung terigu menjadi roti biskuit. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode ekploratif dengan perbandingan persentase dengan tepung terigu. Penelitian ini dilakukan dengan perbandingan persentase tepung terigu 90% dengan 10% tepung kulit ari kopi, tepung terigu 80% dengan 20% tepung kulit ari kopi, tepung terigu 70% dengan 30% tepung kulit ari kopi, tepung terigu 60% dengan 40% tepung kulit ari kopi, tepung terigu 50% dengan 50% tepung kulit ari kopi, tepung terigu 40% dengan 60% tepung kulit ari kopi, tepung terigu 30% dengan 70% tepung kulit ari kopi, tepung terigu 20% dengan 80% tepung kulit ari kopi, tepung terigu 10% dengan 90% tepung kulit ari kopi. Perbandingan persentase ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan konsentrasi yang baik dalam penggunaan tepung kulit ari kopi sebagai bahan dalam pembuatan biskuit. Perbandingan persentase terbaik dalam pembuatan roti biskuit terdapat pada konsentrasi tepung terigu 90% dengan 10% tepung kulit ari kopi.
Karakteristik Fisik dan Kimia Roti Tawar Substitusi Tepung Jagung Lokal Termodifikasi Sihombing, Dewi Restuana
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.563 KB) | DOI: 10.54367/retipa.v2i1.1494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan tepung terigu pada pembuatan roti tawar dengan substitusi tepung jagung lokal termodifikasi dan untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimia roti tawar substitusi tepung jagung lokal termodifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 ulangan. Perlakuan formulasi terdiri dari perbandingan tepung jagung termodifikasi dan tepung terigu sebanyak 5 taraf, yaitu T0 (0%:100%); T1 (10% :90%); T2 (20% : 80%); T3 (30% : 70%); T4 (40% : 60%); T5 (50% : 50%). Perbandingan variasi konsentrasi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan mutu roti tawar yang paling baik dalam penggunaan tepung jagung lokal termodifikasi sebagai bahan substitusi pada pembuatan roti tawar. Perbandingan persentase terbaik dalam pembuatan roti tawar jagung terdapat pada konsentrasi tepung jagung termodifikasi 30% dengan penambahan tepung terigu 70%.
Pengaruh Perbandingan Bubuk Jahe dan Cengkeh serta Lama Penyimpanan terhadap Mutu Minuman Herbal Instant Tampubolon, Sanggam Dera Rosa; Manalu, Bestur
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.327 KB) | DOI: 10.54367/retipa.v2i1.1495

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan tanaman jahe dan cengkeh sebagai bahan baku minuman herbal instant, mengetahui pengaruh perbandingan jahe dengan cengkeh dan lama penyimpanan terhadap karakteristik minuman herbal instant kering. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan Pangan Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas, Medan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan acak Lengkap (RAL) dalam bentuk faktorial. Faktor pertama adalah perbandingan konsentrasi Jahe dengan Cengkeh dengan sandi (J), terdiri dari 4 taraf yaitu : J1 = Jahe : Cengkeh = 95% : 5%, J2 = Jahe : Cengkeh = 90% : 10%, J3 = Jahe : Cengkeh = 85% : 15% dan J4 = Jahe : Cengkeh = 80% : 20%. Faktor kedua adalah lama penyimpanan dengan sandi (L) terdiri dari 5 taraf yaitu : L1 = 0 hari, L2 = 6 hari, L3 = 12 hari, L4 = 18 hari dan L5 = 24 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbandingan konsentrasi jahe dengan cengkeh berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, total mikroba, dan aktivitas antioksidan minuman herbal instant, serta berpengaruh tidak nyata terhadap nilai organoleptik aroma. Penggunaan persentase jahe yang semakin menurun dan persentase cengkeh yang semakin meningkat maka aktivitas antioksidan, total mikroba, nilai organoleptik aroma minuman herbal instant semakin meningkat. Perlakuan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, total mikroba, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap aktivitas antioksidan dan nilai organoleptik aroma. Semakin lama penyimpanan maka kadar air semakin meningkat, sedangkan aktivitas antioksidan, total mikroba, dan uji organoleptik aroma semakin menurun. Interaksi perlakuan perbandingan konsentrasi jahe dengan cengkeh dan lama penyimpanan berpengaruh tidak nyata terhadap aktivitas antioksidan, kadar air, total mikroba, nilai organoleptik aroma. Walaupun interaksi tidak nyata minuman herbal instant terbaik terdapat pada perbandingan konsentrasi jahe dan cengkeh 95% : 5% yang disimpan selama 6 hari.
Merancang Minuman Fungsional Fruit Tea Nangka Sitohang, Apul
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 2 Nomor 2
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.05 KB) | DOI: 10.54367/retipa.v2i2.1892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang merancang minuman fungsional fruit tea nangka. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan dan Pengelolaan Hasil Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas Medan. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 (dua) faktor yang terdiri dari : Faktor I :Konsentrasi Sari Buah Nangka yang terdiri 5 taraf perlakuan C0:5 %; C1:10%; C2:15% ;C3:20%;C4:25% dan C5:30%. Faktor II: Lama Penyimpanan yang terdiri 5 taraf perlakuan L0:0 hari; L1:14 hari; L2 :28 hari, L3 : 42 hari, dan L4 : 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi sari buah nangka memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap total soluble solid, kadar vitamin C, total asam, nilai organoleptic, kadar kalsium dan pH. Semakin tinggi konsentrasi sari buah nangka, total soluble solid, kadar vitamin C, total asam, nilai organoleptic dan pH semakin meningkat sedangkan kadar kalsium menurun. Lama penyimpanan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap total soluble solid, kadar vitamin C, total asam, nilai organoleptic, kadar kalsium dan pH. Semakin lama penyimpanan total soluble solid, kadar vitamin C, nilai organoleptic, kadar kalsium dan pH semakin menurun, sedangkan total asam semakin meningkat. Dilihat dari kadar vitamin C, total soluble solid, total asam, kadar kalsium dan nilai organoleptik maka mutu terbaik fruit tea nangka diperoleh dengan konsentrasi sari buah nangka 30% dengan lama penyimpanan 42 hari.
Potensi Minyak Ikan Gabus (Clarias sp.) sebagai Sumber Asam Lemak Omega 3 dan 6 Pandiangan, Maruba
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 2 Nomor 2
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.685 KB) | DOI: 10.54367/retipa.v2i2.1895

Abstract

Minyak ikan kaya akan asam lemak tidak jenuh baik tunggal (MUFA) dan ganda (PUFA) yang sangat baik dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan manusia. Asam lemak tidak jenuh tersebut dikenal sebagai omega 3 terdiri dari asam linolenat, asam eikosapentanoat atau EPA, asam dokosaheksanoat atau DHA dan omega 6 terdiri dari asam linoleat, asam arakhidonat atau ARA. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui profil gliserida dan identifikasi asam lemak omega 3 dan 6 dalam molekul lemak sehingga potensi minyak ikan gabus sebagai sumber omega 3 dan 6 dapat diketahui. Minyak ikan gabus diekstraksi dengan metode sokletasi. Selanjutnya dilakukan analisa sifat fisika dan kimia minyak ikan gabus. Komposisi asam lemak dianalisis dengan kromatografi gas (GC-FID) yang sebelumnya diesterifikasi menggunakan BF3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan asam lemak tak jenuh lebih tinggi dibandingkan asam lemak jenuh. Total asam lemak jenuh sebesar 40,438%, total asam lemak tak jenuh sebesar 59,562% yang terdiri dari MUFA sebesar 16,298% dan PUFA sebesar 43,272%. Ditemukan asam lemak omega 3 yaitu asam linolenat, asam eikosapentanoat, asam dokosaheksanoat dan asam omega 6 yaitu asam linoleat. Dari analisis karakteristik sifat fisika kimia ditemukan masih dalam batas yang dipersyaratkan. Perbandingan omega 3 dan omega 6 pada minyak ikan gabus masih dalam rentang syarat perbandingan yang dianjurkan. Dari hasil penelitian minyak ikan gabus berpotensi sebagai sumber omega 3 dan 6 dari salah satu ikan air tawar yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Pengaruh Perbandingan Tepung Terigu dan Umbi Keladi Pada Pembuatan Mie Kering Sihombing, Dewi Restuana
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 2 Nomor 2
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.592 KB) | DOI: 10.54367/retipa.v2i2.1896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran berbagai jenis tepung dan lama penyimpanan terhadap mutu mie kering yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium pengolahan dan laboratorium mikrobiologi, dan bioproses Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara, Medan. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk rancangan acak lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor adalah campuran berbagai jenis tepung dengan sandi C, terdiri dari 4 taraf yaitu : C1 = tepung terigu : tepung umbi keladi (70 % : 30 %), C2 = tepung terigu : tepung umbi keladi (60 % : 40 %), C3 = tepung terigu : tepung umbi keladi (50 % : 50 %) dan C4 = tepung terigu : tepung umbi keladi (40 % : 60 %). Faktor kedua adalah lama penyimpanan dengan sandi P terdiri dari 4 taraf yaitu : P1 = 1 minggu, P2 = 2 minggu, P3 = 3 minggu dan P4 = 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan campuran tepung terigu dan umbi keladi berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu dan kadar karbohidrat, tetapi tidak nyata terhadap nilai organoleptik. Semakin tinggi konsentrasi tepung terigu dan semakin kecil konsentrasi umbi keladi kadar air, kadar abu dan nilai organoleptik semakin meningkat, sedangkan kadar karbohidrat semakin menurun. Perlakuan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu dan kadar karbohidrat, tetapi tidak nyata terhadap nilai organoleptik. Semakin lama penyimpanan maka kadar air semakin meningkat, sedangkan kadar abu, kadar karbohidrat dan nilai organoleptik semakin menurun.
Pengaruh Perbandingan Nenas dan Jahe serta Konsentrasi Gula terhadap Mutu Permen Daniela, Connie
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 2 Nomor 2
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.031 KB) | DOI: 10.54367/retipa.v2i2.1897

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan nenas dan jahe serta konsentrasi gula terhadap mutu permen (hard candy). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2 faktor yaitu perbandingan sari jahe merah dan sari buah nenas (J):(80%:20%, 60%:40%, 40%:60%, 20%:80%) dan konsentrasi gula (G) : (50%, 55%, 60%, 65%). Parameter yang dianalisa adalah kadar air, kadar vitamin C, dan uji organoleptik rasa. Perbandingan sari jahe merah dan sari buah nenas memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar vitamin C, uji organoleptik rasa. Konsentrasi gula memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap terhadap kadar air, kadar vitamin C, dan uji organoleptik rasa. Interaksi perbandingan sari jahe merah dan sari buah nenas serta konsentrasi gula memberi pengaruh berbeda tidak nyata terhadap kadar air, kadar vitamin C, dan uji organoleptik rasa. Perbandingan sari jahe merah dan sari buah nenas 20% : 80% dan konsentrasi gula 65% memberikan pengaruh yang terbaik untuk mutu permen (hard candy).