cover
Contact Name
Tonni Limbong
Contact Email
tonnilimbong@ust.ac.id
Phone
+6281289601052
Journal Mail Official
rosa_tampubolon@ust.ac.id
Editorial Address
Jl. Setiabudi No. 479 F Tanjungsari Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian (RETIPA)
ISSN : 27454096     EISSN : 27769089     DOI : 10.54367
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Retipa (Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas, berisi artikel yang memuat dan mempublikasikan semua aspek teknologi hasil pertanian dalam kajian yang berupa hasil penelitian dan ulasan ilmiah di bidang pangan dan agroindustri hasil pertanian. Lingkup topik jurnal meliputi bidang ilmu teknologi industri pangan dan hasil pertanian. Topik mencakup aspek-aspek dasar dan terapan dari pengolahan, pengawetan, penyimpanan, evaluasi gizi, keamanan pangan, pengawasan, manajemen dan pengujian mutu, limbah pengolahan pangan dan hasil pertanian serta penelitian lainnya mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi hasil pertanian.
Articles 68 Documents
Analisis Cemaran Mikroba Angka Lempeng Total Ikan Manyung (Arius thalassinus) Asap dari Sentra Pengasapan Bandarharjo Kota Semarang Nauli, Asti Permata; Siahaan, Reny Yuliana; Sibuea, Posman
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 5 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.vi.4393

Abstract

Ikan manyung asap merupakan produk unggulan olahan hasil perikanan kota Semarang selain daripada ikan bandeng presto. Produk tersebut dapat diperoleh di Sentra Pengasapan Ikan Manyung, Bandarharjo, Kota Semarang. Sebagai produk olahan hasil perikanan, perlu diperhatikannya mutu dan keamanan pangan khususnya pada cemaran mikroba yang salah satunya yaitu Angka Lempeng Total (ALT). Analisis ALT berperan penting untuk mengetahui mutu atau kualitas produk pangan. Analisis ALT dilakukan menggunakan media Plate Count Agar (PCA) dengan pengenceran bertingkat 10-1, 10-2 dan 10-3. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata jumlah koloni bakteri pada ikan manyung asap didapatkan hasil secara berurutan pada masing-masing pengenceran sebagai berikut: 269, 233 dan 227. Sehingga didapatkan hasil jumlah koloni bakteri sebanyak 0,247 x 104 CFU/ml. Sementara itu juga dilakukan pengujian sensori untuk melihat kelayakan produk tersebut agar aman dikonsumsi. Berdasakan hasil uji sensori diperoleh hasil minimal 7 untuk spesifikasi kenampakan, bau, rasa dan tekstur. Namun, terdapat hasil yang cukup baik karena tidak ditemukannya jamur dan lendir pada produk tersebut. Kesimpulan dari hasil analisa Angka Lempeng Total (ALT) dan pengujian sensori pada ikan manyung asap yang diperoleh dari Sentra Pengasapan Ikan Manyung Bandarharjo Kota Semarang telah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan sehingga masih tergolong aman dan layak untuk dikonsumsi.
Pembuatan Kecap Ikan Rucah Dengan Penambahan Ekstrak Kulit Nanas Siahaan, Reny Yuliana; Nauli, Asti Permata; Pandiangan, Maruba; Nichagusmipa, Nichagusmipa
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 5 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.vi.4395

Abstract

Kecap ikan merupakan salah satu produk bahan makanan hasil olahan melalui proses fermentasi yang dibuat dari ikan maupun limbah ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penamabahan kulit kulit nanas dan mengetahui sifat fisikokimia pada kecap ikan rucah. Ikan rucah, juga dikenal sebagai bycatch, adalah salah satu hasil tangkapan sampingan yang masih kurang dimanfaatkan untuk menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomis, meskipun potensinya cukup besar. Pengolahan ikan melalui fermentasi menghasilkan banyak produk, salah satunya adalah kecap ikan. Dalam proses fermentasi kecap ikan, buah nanas dapat membantu mempercepat hidrolisis protein. Pembuatan kecap ikan rucah dimulai dengan membersihkan ikan dan kulit kulit nanas, membuat ekstrak kulit kulit nanas, memotong ikan, menambah garam ke media, mengeringkan, dan menyaring.Penelitian dilakuakan di Vahana Scientific Laboratory Padang Sumatera Barat. Dalam penelitian ini, kecap ikan rucah dibuat dengan konsentrasi kulit kulit nanas 0%, 20%, 40%, dan 60%, proses fermentasi berlangsung selama sepuluh hari. Hasil penelitian terbaik diperoleh konsentrasi protein dengan penambahan kulit nanas A3: 60 % sebesar 6,10, dan yang terendah dengan penambahan kulit nanas A1;20% sebesar 5,35%.
Pengembangan Biskuit Substitusi Tepung Labu Kuning dan Pisang Ambon sebagai Sumber Kalium Sihombing, Dewi Restuana; Daniela, Connie; Pandiangan, Maruba; Hutabarat, Elisabeth Isti Pricilia
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 5 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.vi.4431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung pisang ambon dan labu kuning serta lama penyimpanan terhadap kualitas biskuit. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor I yaitu perbandingan tepung pisang ambon dan tepung labu kuning dengan sandi (T) terdiri dari 4 taraf yaitu (T1 50% : 40%, T2 60% : 30%, T3 70%: 20% dan T4 80% : 10%. Faktor II lama penyimpanan dengan sandi (P) terdiri dari 4 taraf yaitu: P1= 7 hari, P2=14 hari, P3=21 hari, P4= 28 hari. Perbedaan komposisi tepung pisang ambon dan labu kuning berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kadar air, kadar abu, beta karoten, kalium dan protein dan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap organoleptik warna. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi tepung pisang ambon akan meningkatkan nilai organoleptik biskuit yang meliputi warna dan aroma namun parameter rasa dan tekstur serta kandungan karbohidratnya semakin menurun. Hal yang serupa pada kandungan gizinya semakin meningkatnya komposisi tepung pisang ambon, kandungan kalium pada biskuit juga semakin meningkat.
Potensi Minuman Karbonasi Fungsional Menggunakan Sari Nanas dan Brokoli dengan Penambahan Natrium Bikarbonat Daniela, Connie; Sihombing, Dewi Restuana; Sihole, Rospika
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 5 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.vi.4432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan konsentrasi Sari buah nanas (Ananas Comosus L.Merr) dan sari sayur brokoli dengan konsentrasi natirum bikarbonat (NaHCO3) terhadap minuman berkarbonasi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Pangan, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas, Medan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama perbandingan sari nanas dan sari brokoli dengan sandi S, terdiri dari 4 taraf, yaitu: S1 = 100% : 0%, S2 = 75% : 25%, S3 = 50% : 50%, dan S4 = 25% : 75%. Faktor kedua konsentrasi natirum bikarbonat dengan sandi N, terdiri dari 4 taraf, yaitu: N1 = 0,4%, N2 = 0,5%, N3 = 0,6%, dan N4 = 0,7%. Analisa data dilakukan dengan uji LSR (Least Significant Ranges) dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan S1,S2,S3 dan S4 terhadap nilai total asam, total soluble solid, kadar vitamin C, dan uji pH mengalami penurunan. Penambahan konsentrasi natirum bikarbonat menunjukkan N1, N2, N3, dan N4 terhadap nilai total asam, total soluble solid, dan kadar vitamin C mengalami penurunan sedangkan nilai pH semakin meningkat.
Pengaruh Penambahan Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) selama penyimpanan terhadap mutu keripik singkong Tampubolon, Sanggam Dera Rosa; Sitohang, Apul; Laia, Yadvent Kristina
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 5 Nomor 1
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/retipa.vi.4433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak andaliman dan lama penyimpanan terhadap mutu keripik singkong. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam bentuk faktorial. Faktor pertama adalah perbandingan konsentrasi dengan sandi (A), terdiri dari 4 taraf yaitu : A1 (singkong 50 gr : andaliman 0 gr), A2 (singkong 50 gr : andaliman 1 gr), A3 (singkong 50 gr : andaliman 3 gr) dan A4 (singkong 50 gr : andaliman 5 gr). Faktor kedua adalah lama penyimpanan dengan sandi (L) terdiri dari 4 taraf yaitu : L1 = 7 hari, L2 = 14 hari, L3 = 21 hari dan L4 = 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan bubuk andaliman berpengaruh sangat nyata terhadap aktivitas antioksidan, kadar air, kadar karbohidrat, total bakteri, nilai organoleptik aroma, nilai organoleptik rasa, nilai organoleptik warna, nilai organoleptik tekstur berpengaruh tidak nyata terhadap total bakteri. Perlakuan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap aktivitas antioksidan, kadar air, kadar karbohidrat, total bakteri, nilai organoleptik aroma, nilai organoleptik rasa, nilai organoleptik warna dan nilai organoleptik tekstur. Interaksi perlakuan penambahan bubuk andaliman dan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap aktivitas antioksidan dan kadar air, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap kadar karbohidrat, total bakteri, nilai organoleptik aroma, nilai organoleptik rasa, nilai organolepltik warna dan nilai organoleptik tekstur. Mutu keripik andaliman terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan A4L1
Inovasi Susu Biji Nangka Dengan Sari Daun Kelor Sebagai Minuman Fungsional Untuk Kesehatan Connie Daniela; Dewi Restuana Sihombing
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 5 Nomor 2
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuman berbasis bahan alami yang kaya gizi dan bioaktif dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Biji nangka mengandung karbohidrat, protein, dan serat, sedangkan daun kelor kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula minuman susu dengan pemanfaatan biji nangka dan penambahan sari daun kelor, serta mengevaluasi mutu produk tersebut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor: perbandingan sari biji nangka dan sari daun kelor (S1 = 100% : 0%, S2 = 90% : 10%, S3 = 80% : 20%, S4 = 70% : 30%) serta lama penyimpanan (K1 = 0 hari, K2 = 4 hari, K3 = 8 hari, K4 = 12 hari). Hasil menunjukkan bahwa perbandingan sari biji nangka dan sari daun kelor berpengaruh signifikan terhadap kadar protein, total soluble solid, kadar abu, dan uji kalsium. Mutu terbaik diperoleh pada kombinasi S1: K4.
Analisis Kualitas Teh Cascara Kopi Arabika Berdasarkan Suhu dan Lama Pengeringan Rosa Tampubolon
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 5 Nomor 2
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi pengeringan dan suhu pengeringan dalam pembuatan teh cascara. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan Pangan dan Pengolahan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah Durasi Pengeringan, dengan sandi (P) terdiri dari empat taraf yaitu: P1 = 9 jam, P2 = 10 jam, P3 = 11 jam, P4 = 12 jam. Faktor kedua adalah Suhu Pengeringan, dengan sandi (T) terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu : T1 = 30°C, T2 = 50°C, T3 = 70°C, T4 = 90°C. Hasil penelitian menunjukan bahwa durasi pengeringan memberikan nilai yang berbeda-beda terhadap rendemen, kadar air, kadar polifenol dan nilai organoleptik warna, rasa dan aroma. Semakin tinggi suhu maka rendemen kadar air, kadar polifenol dan organoleptik semakin. Mutu teh cascara terbaik diperoleh pada perlakuan P1 dan T1.
Pengembangan Jeli Buah Lokal dari Kombinasi Sari Markisa dan Terung Belanda dengan Penambahan Asam Sitrat dan Gula Kelapa Dewi Restuana Sihombing; Connie Daniela; Maruba Pandiangan
Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA) Volume 5 Nomor 2
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk jeli berbasis buah lokal dengan melakukan substitusi sari markisa dan terung belanda, serta mengevaluasi pengaruh penambahan asam sitrat dan gula kelapa terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik jeli. Sari buah markisa dan terung belanda dipilih karena keduanya merupakan komoditas lokal khas Sumatera Utara yang kaya akan vitamin, antioksidan, dan cita rasa khas. Asam sitrat digunakan sebagai penyeimbang rasa dan pengawet alami, sedangkan gula kelapa sebagai pemanis alami yang kaya mineral. Parameter yang diamati meliputi pH, total padatan terlarut, kadar vitamin C, tekstur, warna, serta uji organoleptik meliputi rasa, aroma, warna, dan tekstur. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan variasi konsentrasi asam sitrat 0%, 3%, 5%, 7% dan gula kelapa 50%, 60%, 70%, 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi asam sitrat meningkatkan total asam, kadar vitamin C, dan menurunkan pH produk. Sementara itu, penambahan gula kelapa juga meningkatkan kualitas fisikokimia dan organoleptik jeli. Hasil ini berkontribusi pada pengembangan inovasi pangan lokal dan peningkatan konsumsi buah tropis olahan, serta pemberdayaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif produk olahan buah lokal yang sehat dan bernilai tambah, sekaligus mendukung diversifikasi pangan berbasis potensi daerah