Articles
83 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 8 No. 3 (2024)"
:
83 Documents
clear
PAGORO-QR: Bahan Ajar Papan Gotong Royong Integrasi QR-Code Berbasis Pendidikan Karakter Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Solihin, Annas;
Pujiyati, Lilik;
Syanis, Putri Fiisyatil Huludah As;
Lestari, Sri;
Puspita, Ari Metalin Ika
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7623
Meningkatkan efektivitas pembelajaran dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dilakukan dengan pengembangan bahan ajar PAGORO-QR yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar PAGORO-QR berbasis pendidikan karakter yang layak, ditinjau dari validitas, efektivitas, dan praktikabilitas. Metode penelitian ini adalah Reserach and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subyek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD IT At Taqwa Babatan Surabaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi lembar validasi untuk mengetahui tingkat validitas, lembar respon angket untuk mengetahui tingkat praktikabilitas penggunaan, dan lembar tes meliputi tes sebelum (pretes) dan tes sesudah (postes) untuk mengukur keefektivan produk yang dikembangkan dalam pembelajaran. Teknik analisis data meliputi data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah produk bahan ajar interaktif PAGORO-QR yang terdiri dari Papan GORO, LKPD GORO, E-Modul GORO, dan Dart Game GORO. Hasil uji validitas menunjukkan PAGORO-QR memiliki tingkat validitas materi 90% (Sangat Valid) dan media 98% (Sangat Valid), uji efektivitas dengan uji Wilcoxon menunjukkan sig. (2-tailed) 0,000 ? 0,05, yang berarti efektif, dan uji praktikabilitas menunjukkan tingkat praktikabilitas 93,33% (Sangat Praktis). Kesimpulan dari penelitian ini adalah PAGORO-QR layak digunakan dalam pembelajaran
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Puzzle Macan (Bermain Pecahan) Berbasis Realistic Mathematic Education
Dwitami, Milanda Ilwani;
Hanim, Wirda;
Hasanah, Uswatun
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7641
Pada realitasnya, pembelajaran pecahan adalah materi yang dirasa sulit oleh peserta didik, dikarenakan guru masih menggunakan pengajaran konvensional serta belum menerapkan inovasi media pembelajaran. Media penting digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan media Puzzle Macan (Bermain Pecahan) berbasis realistic mathematic education pada pembelajaran matematika materi pecahan di kelas IV SDN Klender 10. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Borg and Gall yang berfokus pada tahap awal yakni research and informating. Subjek penelitian yang dipilih adalah peserta didik kelas IV SDN Klender 10 sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan berupa angket yang terdiri dari angket penggunaan media pembelajaran dan angket analisis materi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 80% peserta didik kelas IV SDN Klender 10 membutuhkan suatu pembelajaran matematika yang lebih interaktif menggunakan bantuan media pembelajaran khususnya pada materi pecahan yang dianggap oleh 86,7% peserta didik materi tersebut cenderung sulit. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perlu dikembangkannya media pembelajaran Puzzle Macan (Bermain Pecahan) agar peserta didik lebih tertarik belajar matematika dan memahami materi dengan mudah menggunakan media konkret.
Evaluasi Gerakan Peduli Lingkungan Hidup melalui Program Adiwiyata di Sekolah Dasar
Evangelyne, Gabriella;
Hardini, Agustina Tyas Asri
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7648
Program Adiwiyata ini bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah untuk bertanggungjawab dalam usaha perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi pada program gerakan peduli lingkungan hidup di salah satu sekolah yang ada di Salatiga. Evaluasi tersebut guna mengetahui pelaksanaan program meliputi Context, Input, Process dan Product untuk dapat memberikan rekomendasi pada perbaikan program. Jenis peneltian yang digunakan adalah evaluasi dengan model CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik validasi data yang digunakan untuk keabsahan dari penelitian ini adalah triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan peduli lingkungan di SD Kanisius Cungkup dilatar belakangi oleh keadaan lingkungan yang panas, gersang, dan kurang oksigen. Dengan adanya gerakan peduli lingkungan ini dapat membuat warga sekolah dan masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Perencanaan program yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan dewan guru, komite sekolah, wali murid. Kegiatan gerakan peduli lingkungan yaitu: jumat bersih, piket kelas secara rutin, membersihkan toilet, membuat ecobrick, menanam bibit tanaman di dalam pot. Dampak dari gerakan peduli lingkungan ini sangat banyak salah satunya lingkungan sekolah menjadi bersih, udara menjadi lebih segar, halaman tidak terlihat gersang, dan mengurangi polusi udara.
Implementasi Pendidikan Multikultural Di Sekolah Dasar untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Peserta Didik
Atmaja, Thomy Sastra
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7664
Penerapan pendidikan multikultural di sekolah dasar menjadi penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral peserta didik. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan multikultural di sekolah dasar dengan fokus pada peningkatan keterampilan sosial siswa. Metode penelitian penelitian ini tinjauan literatur dari artikel-artikel terkait dengan tema penelitian. Literatur yang dipilih dianalisis untuk mengidentifikasi tema dan metode utama penerapan pendidikan multikultural, serta dampaknya terhadap keterampilan sosial siswa seperti empati, komunikasi, dan kolaborasi. Hasil penelitian Pendidikan multikultural di sekolah dasar memiliki sifat yang sistemik dan holistik, yang menuntut pengembangan secara menyeluruh. Pendekatan ini didasarkan pada kekayaan budaya dan karakter bangsa dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan menghargai keragaman. Guru memiliki peran kunci dalam menyampaikan nilai-nilai multikultural kepada siswa melalui integrasi materi budaya dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan keragaman budaya, dan pelatihan profesional. Pendidikan multikultural diharapkan dapat membantu siswa menjadi individu yang toleran, inklusif, dan siap menghadapi tantangan dalam masyarakat global yang terus berkembang. Integrasi nilai-nilai seperti toleransi, demokrasi, kesetaraan, dan keadilan dalam pendidikan multikultural di sekolah dasar dapat memberikan dampak positif terhadap keterampilan sosial siswa dan komunitas akademis secara luas. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan multikultural di sekolah dasar memiliki dampak positif dalam persiapan siswa menjadi warga global yang inklusif dan toleran
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar
Aningsih, Aningsih;
Mujiani, Dwi Safitri;
Anggraeni, Kharisah Dwi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7690
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah rendahnya pemahaman konsep dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Karang Satria 01. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep pada mata pelajaran IPA siswa kelas V dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) di SDN Karang Satria 01. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan 36 siswa kelas V yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari tiga pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman konsep siswa disetiap siklusnya yaitu pada siklus I ketuntasan klasikal sebesar 47,22% dengan nilai rata-rata 62.08 dan pada siklus II ketuntasakan klasikal meningkat mencapai 80,55% dengan nilai rata-rata 79.30. Berdasarkan data tersebut model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada pembelajaran IPA kelas V SD sebesar 33,33%. Dengan demikian dapat disumpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas V SDN Karang Satria 01.
Relevansi Demokratisasi Pendidikan Islam dalam Pembelajaran Berdiferensiasi
Maharani, Tyara;
Muzakkir, Evan Sahibul;
Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah;
Handayani, Tutut
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7691
Pada lingkup pendidikan hak kebebesan masyarakat dalam memperoleh pendidikan dikenal dengan konsep demokratisasi pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang relevansi demokratisasi pendidikan Islam dalam pembelajaran berdiferensiasi. Pada penelitian ini pendekatan serta metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif melalui pendekatan metode library research, Setelah pengumpulan berbagai buku serta jurnal bersangkutan terhadap pembahasan, kemudian menganalisis tentang materi melalui studi pustaka dengan hasil dari analisis berbentuk deskriptif. Demokrasi pendidikan Islam bisa dikatakan sangat relevan dengan pembelajaran berdiferensiasi. pembelajaran diferensiasi bermakna menyesuaikan segala perbedaan dalam memperoleh sebuah pengetahuan, meciptakan pendapat serta mengaplikasikan apa yang telah dipelajari. Bisa dimaknai juga bahwa pembelajaran diferensiasi ialah membangun sebuah ruang yang bermacam-macam melalui pemberian kesempatan untuk meraih konten, memproses sebuah gagasan serta memperbaiki ketercapaian masing-masing siswa. Artinya pembelajaran berdiferensiasi ini sangatlah relevan dengan demokratisasi pendidikan dimana kedua hal ini mengedepankan hak peserta didik dalam memperoleh pendidikan, terutama mendukung penuh peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, serta mengembangkan kreativitasnya tanpa pilih kasih tanpa membeda-bedakan
Merdeka Belajar dalam Pandangan Pendidikan Humanisme: Analisis Konsep
Jesy Worang, Tessalonika;
Pangkey, Richard Daniel Herdi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7692
Ada keterasingan dan ketimpangan tenggang pengetahuan dan nilai dengan diri manusia, karena kekhasan itu sebabnya manusia menjalani evolusi dehumanisasi, kenyataan menuntun bahwa pendidikan yang ada di Indonesia belum sepenuhnya punya interpretasi bahwa anak sebagai individu yang memiliki ciri dan keunikan tersendiri. Focus utama penelitian ini merupakan analisis konsep merdeka belajar dalam persepsi filsafat humanism. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencari referen online dari ragam sumber database dan menggunakan data tersebut sebagai referen, menggunakan konjungsi penelitian kualitatif berupa data deskriptif dengan jenis penelitian studi pustaka yang bersumber pada kajian-kajian pustaka (library research). Dalam kurikulum merdeka belajar dan kampus merdeka persepsi pendidikan humanisme merupakan pemengang peranan esensial, permisif humanis yang pertama siswa bebas menetakkan dan memutuskan sendiri cara mencapai tujuannya, kedua siswa mempunyai keberanian untuk menjadi sukarelawan dan maju ke depan kelas serta mengikuti materi yang disampaikan, yang ketiga konsep pendidkan humanis menekankan perbedaan individu dalam kemajuan anak, dan keempat humanisme menaruh perhatian pada peningkatan dan kemajuan siswa secara bertahap, disertai dengan skemaself-directed learning yang memberikan independensi pada siswa. Konjungsi ini diharapkan dapat mengerahkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pengajaran, mewujudkan seluruh kualifikasi yang dimilikinya, berkolaborasi secara sosial, membentuk karakter yang baik, dan membangun giat belajar sejauh usia.
Penerapan Pendekatan RME Berbantuan Media Puzzle terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta didik Kelas II di Sekolah Dasar
Fitriyani, Fitriyani;
Isrok’atun, Isrok’atun;
Sunaengsih, Cucun
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7693
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis yang di mana peserta didik masih kesulitan dalam memahami soal sehingga berdampak kepada proses penyelesaian soal. Perlu adanya inovasi dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dengan menggunakan pendekatan RME berbantuan media puzzle yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan RME berbantuan media puzzle terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis kelas II. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Peserta didik kelas II B sebagai kelas eksperimen dan kelas II A sebagai kelas kontrol yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi soal pemecahan masalah dan observasi untuk mengetahui aktivitas peserta didik di kelas eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran matematika menggunakan pendekatan RME dan pendekatan konvensional memberikan pengaruh sebesar 0,81 dengan kategori tinggi dan 0,33 dengan kategori sedang terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan RME berbantuan media puzzle memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan penggunaan pendekatan konvensional berbantuan media puzzle. Selain itu juga terdapat perbedaan pengaruh pendekatan RME berbantuan media puzzle dan pendekatan konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik
Pengaruh Persepsi Mahasiswa PAUD pada Mata Kuliah Edupreneurship terhadap Minat Berwirausaha di Era Digital
Solikha, Ni'matus;
Putra, Yudithia Dian;
Anisa, Nur
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7697
Di era digital, berwirausaha menjadi semakin penting karena akses pasar global dan komunikasi dengan pelanggan lebih mudah bahkan mampu menjadi solusi bagi sarjana yang menganggur dan dapat diterapkan oleh mahasiswa PAUD yang kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi mahasiswa PAUD pada mata kuliah edupreneurship terhadap minat berwirausaha di era digital. Penelitian kuantitatif kausal ini melibatkan 177 mahasiswa PAUD angkatan 2020-2022 Universitas Negeri Malang yang telah mengikuti mata kuliah edupreneurship dengan data dikumpulkan melalui angket menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dengan nilai signifikansi sebesar 0,063, yang lebih besar dari 0,05.. Selain itu, hasil analisis menjelaskan bahwa PAUD UM menunjukkan pemahaman yang luas tentang edupreneurship. Namun, mahasiswa kurang minat berwirausaha di era digital karena cukup banyak mahasiswa yang kurang setuju jika berwirausaha di era digital itu penting sehingga disimpulkan H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh secara signifikan antara persepsi mahasiswa pada mata kuliah edupreneurship dengan minat berwirausaha di era digital. Oleh karena itu, sebaiknya prodi PAUD UM dapat menambah kegiatan kewirausahaan berbasis digital yang menarik di kampus agar mahasiswa PAUD termotivasi berwirausaha
Hubungan Tingkat Kecanduan Game Online dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas III di Sekolah Dasar
Darmawan, Raditya Rizky;
Maksum, Arifin;
Nurhasanah, Nina
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7698
Fenomena kecanduan terhadap game online sudah merambah ke kalangan siswa sekolah dasar yang menyebabkan siswa terfokus pada kegiatan bermain game saja sehingga kegiatan belajar atau hal-hal penting lainnya seringkali terlupakan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu hubungan mengenai tingkat kecanduan game online dengan motivasi belajar siswa kelas III di SDN Jagakarsa 07. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SDN Jagakarsa 07, yaitu 81 siswa. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data bersifat normal dan linear. Hasil uji korelasi diperoleh nilai pearson correlation antara tingkat kecanduan game online dengan motivasi belajar siswa kelas III SDN Jagakarsa 07 sebesar -0,507 dan nilai p value <0,001 (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat kecanduan game online dengan motivasi belajar siswa kelas III di SDN Jagakarsa 07. Keinginan untuk bermain game online dapat menggeser fokus anak dari aktivitas belajarnya, mengabaikan tugas-tugasnya, dan bahkan merasa malas untuk belajar