cover
Contact Name
Berta Apriza
Contact Email
berthaafriza90@gmail.com
Phone
+6285279707407
Journal Mail Official
berthaafriza90@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.unm.ac.id/JIKAP/about/editorialTeam?guidena=Editorial+Teams
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Basicedu
ISSN : 29574424     EISSN : 29574440     DOI : https://doi.org/10.26858/jkp.v5i1.17466
Core Subject : Education,
Penelitian tentang ilmu kependidikan dan bertujuan membandingkan keefektifan model pendekatan contextual teaching and learning (CTL) dan pendekatan discovery yaitu dengan memberi soal pemecahan masalah pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain pretest and posttest nonequivalent group design. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa kelas A dan kelas B PGSD Universitas Muhammadiyah Kotabumi Tahun akademik 2019/2020. Instrumen/alat ukur dalam penelitian ini yaitu berupa soal-soal yang memerlukan pemecahan masalah, soal yangdiberikan juga telah divalidasi oleh ahli matematika sebagai acuan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif mahasiswa.
Articles 111 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 4 (2024)" : 111 Documents clear
Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dengan Pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam Menanamkan Literasi Pancasila Siswa Wijayanti, Anggun Rizqi; Wakhyudin, Husni; Ariyoso, Ariyoso; Nugroho, Aryo Andri
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8483

Abstract

Upaya menanamkan pemahaman makna dan nilai-nilai Pancasila pada pelajar dapat dilakukan melalui kegiatan literasi Pancasila. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan literasi Pancasila siswa menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dengan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), khususnya pada materi "Kerja Sama Pemerintah dan Masyarakat di Lingkup Wilayah Kabupaten/Kota" dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pre-eksperimen dengan populasi siswa kelas 5 SDN Sarirejo Semarang, dan sampel 26 siswa dari kelas 5C yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran NHT dengan pendekatan TPACK efektif dalam meningkatkan literasi Pancasila siswa, yang dibuktikan dengan peningkatan nilai pretest yang signifikan terhadap nilai posttest. Hasil analisis data melalui SPPS diperoleh dari uji normalitas posttest  dan one sample t-test menunjukkan hasil yang signifikan yaitu thitung = 6,764 dan ttabel = (; df) = (0,025;25) = 2,060, sehingga thitung > ttabel dan nilai sig. < 0,05. Berdasarkan perhitungan tersebut, rata-rata kemampuan literasi Pancasila siswa dengan model NHT pendekatan TPACK mencapai nilai 70. Dengan demikian, penerapan model NHT dengan pendekatan TPACK dapat menanamkan literasi Pancasila pada siswa dan membantu mereka mencapai KKM dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila
Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Model Problem Based Learning di Sekolah Dasar Nurhidayah, Apriliani; Suyoto, Suyoto; Suwarni, Suwarni; Nugroho, Aryo Andri
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8484

Abstract

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa seperti Guru yang tidak memahami materi yang diajarkan, kurangnya ketelitian siswa dalam menyelesaikan soal, kemalasan beberapa siswa, dan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran matematika adalah beberapa faktor yang memengaruhi hasil belajar siswa dalam matematika. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus dan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa SDN Sarirejo kelas IV, yang terdiri dari 28 siswa. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa, dan variabel bebas adalah penerapan model PBL. Data dikumpulkan melalui metode tes. Hasil matematika sebelum dan setelah siklus dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan matematika, terutama dalam materi operasi hitung pecahan, dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Sebelum tindakan, hanya 8 siswa (atau 29 persen dari total siswa) mencapai ketuntasan. Siswa yang tuntas meningkat menjadi 25 (89%) pada siklus I dan 16 (57%). Lebih dari 80% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKTP) sebesar 70; ini menunjukkan bahwa penelitian ini dianggap berhasil
Culturally Responsive Teaching dalam Model Pembelajaran Problem Based Learning Mata Pelajaran PPKn Lailiyah, Masfufatul; Wakhyudin, Husni; Huda, Choirul; Sutarman, Sutarman
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8485

Abstract

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran yang berperan membentuk karakter dan kesadaran kewarganegraan peserta didik. Suatu pendekatan yang perlu dikembangkan guru agar mampu menyajikan pembelajaran bermakna adalah pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Pendekatan CRT yaitu pendekatan yang menghubungkan materi pembelajaran dengan memperhatikan latar belakang peserta didik. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran PPKn dengan pengimplementasian pendekatan Culturally Responsive Teaching dalam model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas IIIA SDN Siwalan Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan melauli observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Penelitian dilaksanakan di kelas IIIA SDN Siwalan dengan jumlah 27 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan CRT terintegrasi dengan baik mulai dari kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.  Pendekatan CRT dalam model pembelajaran PBL ini membantu peserta didik untuk berfikir kritis, memecahkan masalah dengan beragam alternatif solusi melalui proses menggali informasi ragam budaya yang ada di Indonesia. Pendekatan CRT dengan model pembelajaran PBL mampu memberikan pengalaman belajar yang mendalam serta menyiapkan peserta didik yang memiliki sikap toleransi dan mengakui keberagaman budaya dari berbagai etnis yang berbeda
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa pada Materi Bangun Ruang di Kelas VII SMP Sagala, Pinta Romaito Br; Sitanggang, Sari; Maharani, Shyndi; Saragih, Sri Rahmah Dewi; Manalu, Ida Rosianna Imelda
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8492

Abstract

Dalam proses pembelajaran, sebagian besar siswa di kelas VII SMP Negeri 2 Pulo Bandring belum memahami langkah-langkah penyelesaian masalah matematika khususnya pada bangun ruang. Olehnya itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang yang merujuk pada indikatornya. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematika bangun ruang. Adapun indikator kemampuan pemecahan masalah matematika dalam penelitian ini yaitu: 1) mengidentifikasi masalah, 2) merencanakan penyelesaian masalah, 3) melaksanakan rencana penyelesaian, dan 4) memeriksa kembali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika dalam kategori “baik”. Namun, ada satu indikator yang tidak dipenuhi yaitu memeriksa kembali. Hal tersebut disebabkan oleh faktor kebiasaan siswa dalam menjawab dengan tidak mengevaluasi masalah terlebih dahulu. Sedangkan siswa berkemampuan rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika dalam kategori “kurang”. Faktor penyebabnya adalah, kurangnya kemampuan dasar matematika, kurang aktif dalam proses pembelajaran, kurang memperhatikan guru ketika menjelaskan, dan pengaruh pergaulan siswa di sekolah
Analisis Gaya Belajar Siswa Sekolah Dasar Kelas 3 untuk Pembelajaran Berdiferensiasi Utami, Vica Amifa; Rasiman, Rasiman; Lita, Agnes; Pramasdyahsari, Agnita Siska
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8493

Abstract

Penelitian ini ditujukan sebagai media evaluasi gaya pembelajaran siswa kelas 3B di SD Bukit Aksara sebagai langkah mendukung implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Dilangsungkannya penelitian ini untuk melakukan penganalisian gaya belajar siswa untuk diferensiasi pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3B di SD Bukit Aksara. Hasil analisis menunjukkan bahwa didapati 9 siswa dengan gaya belajar secara visual, 8 siswa secara auditori, dan 5 siswa secara kinestetik. Kepemilikan gaya pembelajaran secara visual pada siswa diberikan LKPD yang menggambarkan denah, bisa membuka maps menggunakan ponsel, dan memiliki karakteristik rapi, gemar membaca, serta kesulitan memahami perintah langsung. Pada siswa dengan gaya belajar auditori mengerjakan LKPD melalui pemindaian barcode berisi audio tentang denah yang disediakan guru, untuk kemudian menuliskan informasi dari audio yang didengar. Gaya belajar auditori juga memiliki karakteristik mendengarkan audio sebagai cara utama belajar, hanya butuh mendengar untuk memahami materi, dan tidak ceroboh dalam pemahaman informasi. Melalui proses pemahaman karakteristik gaya pembelajaran pada siswa, guru mampu mengajar dengan cara kian efektif dan meningkatkan kualitas hasil belajar para siswa. Pembelajaran berdiferensiasi juga memungkinkan guru untuk lebih efektif dalam menyampaikan materi pelajaran dan meningkatkan keterlibatan serta motivasi belajar siswa.
Meningkatkan Keterampilan Literasi Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Facilitator And Explaining Rahma, Dewi; Lapasere, Sisriawan; Surahman, Surahman; Pratama, Ryan Andhika; Pahriadi, Pahriadi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8495

Abstract

Kemampuan literasi siswa dapat ditingkatkan dengan perencanaan yang mengintegrasikan proses pembelajaran guru dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk lebih mengembangkan keterampilan lietrasi siswa kelas IV SD Negeri 6 Kasiguncu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining. Metode pengumpulan data meliputi tes kemampuan keterampilan literasi dan pengamatan observasi aktivitas guru dan aktivitas peserta didik. Analisis data yang digunakan analisis data subjektif serta analisis data kuantitatif. Kajian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 4 pertemuan yaitu perencanaan, penerapan, observasi, dan analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada tes awal hanya 11,11% siswa yang mencapai hasil belajar klasikal. Setelah dilaksanakan siklus I, hasil kajian menunjukkan bahwa hasil belajar klasikal pada siklus I sebesar 44,44% sedangkan pada siklus II sebesar 94,44%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan belajar siswa. Dengan demikian, model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dapat lebih mengembangkan kemampuan belajar siswa
Measuring English Abilities of Junior High School Students Afnida, Liza; Adani, Sukri
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8496

Abstract

Students’ problems in learning English often stem from a lack of exposure to the language, insufficient practice opportunities, and challenges with grammar and vocabulary, which collectively hinder their overall proficiency and confidence. The purpose of this study is to measure students’ ability in mastering English. The method used in this study is a descriptive quantitative approach, conducted at SMP Negeri 3 Kuala Batee. The total number of participants was 27 students, and the data were collected using a test with 50 questions. The results of the study indicated that the students’ ability in mastering English was classified into high, moderate, and low categories. High abilities were evident in mastering main idea identification, understanding text purposes, and recognizing text types. Moderate abilities were observed in conversational skills, identifying supporting details in reading, pronoun reference, passive voice, and word meanings. Low abilities were noted in expressing congratulations and hope, understanding text structure and genres, conversations, simple past tense, comprehension of advertisements, word meanings, and using "to be" and pronouns. These findings suggest that while students have a good grasp of certain aspects of English, significant gaps remain, particularly in grammatical rules and expressive language. The students should learn more about English grammatical rules because this area was categorized into low ability, indicating a need for targeted instructional strategies to address these deficiencies and improve overall language proficiency.
Penggunaan Video Animasi Powtoon untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Materi Bumi dan Tata Surya Utami, Hikmah Cahya; Purnomo, Aris Rudi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8506

Abstract

Pada abad 21 diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat menguasai penggunaan teknologi, salah satunya di bidang pendidikan dengan menggabungkan teknologi sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi siswa setelah penggunaan video animasi Powtoon pada materi bumi dan tata surya. Metode yang digunakan adalah pre eksperimental. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII A Mts Negeri 4 Sidoarjo berjumlah 32 siswa dengan teknik pengambilan yang digunakan purposive sampling.  Instrumen penelitian berupa lembar angket motivasi belajar model Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction (ARCS) dengan jumlah pernyataan sebanyak 23 nomor. Teknik pengumpulan data dengan cara memberi angket kepada siswa sebelum dan sesudah dilaksanakan pembelajaran menggunakan video animasi Powtoon. Angket yang sudah diisi kemudian dilihat hasilnya berdasarkan skala likert. Teknik analisis data dengan menganalisis angket dengan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian ini adalah terdapat peningkatan motivasi belajar dengan rata-rata motivasi belajar sebelum pembelajaran sebesar 57,75% dengan kategori kurang dan sesudah pembelajaran sebesar 87,11% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, terdapat peningkatan motivasi belajar setelah menggunakan video animasi Powtoon sehingga perlu adanya penggunaan video animasi Powtoon pada materi IPA lainnya yang cocok dengan karakteristik siswa.
Analisis Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa melalui Orientasi Masalah Berbasis Wawancara pada Model Problem Based Learning Rahmadhani, Kharisma Dwinda; Fauziah, An Nuril Maulida
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8516

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah menjadi salah satu dari keterampilan abad ke-21 yang berpotensi untuk dikembangkan dan model pembelajaran yang mampu menunjang keterampilan siswa dalam memecahkan masalah ialah model problem based learning. Tujuan dilangsungkannya penelitian ini adalah untuk mengukur adanya peningkatan keterampilan pemecahan masalah siswa melalui keterbaruan berupa orientasi masalah berbasis wawancara pada model problem based learning. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa-siswi kelas VIII-A SMP Negeri 58 Kota Surabaya. Metode yang dipergunakan adalah pre-experimen design dengan rancangan one group-pretest-posttest. Keterampilan pemecahan masalah siswa diukur dengan instrument pretest dan posttest sebanyak 5 butir soal uraian berdasarkan indikator Bransford & Stain. uji N-Gain dipergunakan untuk menganalisis data dan didapatkan hasil sebanyak 57% siswa termasuk dalam golongan tinggi dan 43% siswa termasuk dalam golongan sedang. Indikator tertinggi terdapat pada indikator mengidentifikasi masalah dengan hasil N-gain sejumlah 0,82. Indikator terendah terdapat pada indikator menentukan solusi dengan hasil N-gain sejumlah 0,61. Maka dapat ditarik kesimpulan jika orientasi masalah berbasis wawancara pada model problem based learning mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah.
Profil Penerapan Pembelajaran dan Penilaian di SMP Berdasarkan Perspektif Guru dan Peserta Didik Nugroho, Manasye Viony Kasih; Sabtiawan, Wahyu Budi
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8526

Abstract

Pengembangan pembelajaran tidak terlepas dari tanggung jawab seorang guru, dimana guru memperhatikan metode-metode yang mudah diterima oleh peserta didik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui profil penerapan pembelajaran dan penilaian peserta didik di SMP Negeri 25 Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan subjek yang diambil secara purposive sampling. Proses pengambilan data menggunakan lembar wawancara guru dan peserta didik serta data dianalisis menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik memiliki kemampuan yang baik dalam memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, memberikan penjelasan lebih lanjut, serta mengatur strategi dan taktik. Mekanisme ini menunjukkan bahwa pembelajaran inovatif yang diberikan oleh seorang guru akan memberikan dampak yang signifikan pada kemampuan peserta didik dimana mekanisme tersebut dapat dilihat dari nilai yang didapatkan peserta didik. Implikasi penelitian ini adalah dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik untuk merancang kegiatan pembelajaran yang dapat melatih dan mengembangkan kemampuan peserta didik.

Page 10 of 12 | Total Record : 111


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress Vol. 9 No. 4 (2025): August Vol. 9 No. 3 (2025): Juni Vol. 9 No. 2 (2025): April Vol. 9 No. 1 (2025): February Vol. 8 No. 6 (2024) Vol. 8 No. 5 (2024) Vol. 8 No. 4 (2024) Vol. 8 No. 3 (2024) Vol. 8 No. 2 (2024) Vol. 8 No. 1 (2024) Vol. 7 No. 6 (2023) Vol. 7 No. 5 (2023) Vol. 7 No. 4 (2023) Vol 7, No 3 (2023): June Vol. 7 No. 3 (2023) Vol. 7 No. 2 (2023) Vol 7, No 2 (2023): April Vol. 7 No. 1 (2023) Vol 7, No 1 (2023): February Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236 Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663 Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500 Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199 Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500 Vol 6, No 6 (2022): December 2022 Vol. 6 No. 6 (2022) Vol. 6 No. 5 (2022) Vol. 6 No. 4 (2022) Vol. 6 No. 3 (2022) Vol. 6 No. 2 (2022) Vol. 6 No. 1 (2022) Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500 Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000 Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000 Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682 Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445 Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111 Vol. 5 No. 6 (2021) Vol. 5 No. 5 (2021) Vol. 5 No. 4 (2021) Vol. 5 No. 3 (2021) Vol. 5 No. 2 (2021) Vol. 5 No. 1 (2021) Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467 Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774 Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521 Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227 Vol. 4 No. 4 (2020) Vol. 4 No. 3 (2020) Vol. 4 No. 2 (2020) Vol. 4 No. 1 (2020) Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165 Vol 3, No 3 (2019): July Pages 850 - 993 Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849 Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262 Vol. 3 No. 4 (2019) Vol. 3 No. 3 (2019) Vol. 3 No. 2 (2019) Vol. 3 No. 1 (2019) Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165 Vol 2, No 2 (2018): October Pages 1-74 Vol. 2 No. 2 (2018) Vol. 2 No. 1 (2018) Vol 1, No 2 (2017): October Pages 1-84 Vol 1, No 1 (2017): April Pages 1-95 Vol. 1 No. 2 (2017) Vol. 1 No. 1 (2017) More Issue