cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalsuluh@unisnu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsuluh@unisnu.ac.id
Editorial Address
Jl. Taman Siswa, Pekeng Tahunan Jepara
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Suluh: Jurnal Seni Desain Budaya
ISSN : 26153289     EISSN : 26154315     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal ini berisikan tentang keilmuan yang berada pada rumpun seni budaya. Harapan kami tim redaksi jurnal suluh, semoga penerbitan jurnal ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman untuk berbagai penulisan di bidang seni budaya.
Articles 141 Documents
PERANCANGAN MEJA TERAS DENGAN UNSUR HIAS ORNAMEN SURAKARTA Maylani Intan Rahmad; Dwi Agus Susila
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Mebel kayu berukir adalah karya seni rupa tiga dimensi pada umumnya menggunakan material kayu yang sudah dibentuksedemikian rupa sehingga menjadi perabot untuk menunjang kegiatan manusia. Membuat desain mebel diperlukan persyaratan dan prinsip yang berorientasi pada seluruh anatomi dan ukuran manusia,  keadaan jasmani,  dalarn bergerak,  bersikap  dan tuntutan  selera manusia.   Dan   perlu   pemikiran   konseptual   agar   desain   dapat   memenuhi permintaan pemakainya.
Rajutan pada Kriya Seni Handmade Aliva Rosdiana; Kukuh Dwi Wijanarko
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni handmade merupakan hasil seni kerajinan tangan yang dibuat oleh manusia. Motif rajut berpengaruh terhadap keestetikan kriya seni. Mochilla adalah salah satu kriya seni motif rajut handmade yang memiliki motif warna dan garis berestetika. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan makna kriya seni handmade yang terdapat pada rajutan.  Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif karena metode ini dianggap sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa makna kriya seni rajut secara holistic. Kini produk rajut handmade sudah menjadi trend bagi kalangan tertentu yang memahami seni handmade. Kriya seni rajutan muncul ketika perajut menitikberatkan keterampilan tangan disertai fungsinya untuk mengolah benang menjadi produk yang berestetika dan bermakna bagi para penjiwa seni seperti tas rajut mochilla dengan motif sarat makna keindahan, baju rajut handmade, dan lain-lain. Budaya lokal pun turut berpengaruh dalam pembuatan kriya seni rajut sebagai bentuk pelestarian warisan budaya. Namun budaya pop lebih banyak berpengaruh di masyarakat. Kriya seni produk rajut handmade selalu berubah-ubah seiring dengan perkembangan zaman sehingga selera manusia terhadap perubahan seni pun turut tergeser.
Membongkar Ragam Hias Pada Rumah Tradisional Kudus Suharto Suharto; Buang Budi Wahono; Elisa Sulistiyowati
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ragam hias pada rumah Kudus berkaitan erat dengan nilai-nilai budaya masyarakat Kudus, terutama dalam kerangka budaya yang melatarbelakangi ketertarikan untuk memahami  lebih jauh keberadaan rumah dan ragam hiasnya. Berdasarkan pada perspektif budaya, bentuk dan corak ungkapan kesenian tidak semata hanya untuk pemenuhan keindahannya saja, melainkan juga terkait dengan pemenuhan lainnya. Ragam hiasnya dipandang sebagai salah satu cara pemuasan akan keindahan yang keberadaannya dipenuhi beragam simbol elemen hias. Peciptaan ragam hias biasanya berkaitan erat dengan pandangan hidup masyarakat. Melihat letaknya, Kudus termasuk dalam akar budaya Jawa pesisir yang mengandalkan sektor perdagangan sebagai penunjang perekonomiannya, akses untuk berhubungan dengan dunia luar mengakibatkan adanya kontak budaya. Kontak budaya melalui perdagangan membuka jalan terjadinya   percampuran   kebudayaan.   Hubungan   yang semula sekedar hubungan perdagangan akhirnya berkembang menjadi   hubungan    yang    saling    mempengaruhi antar budaya masing-masing, terjadilah proses akulturasi budaya yang pada akhirnya ikut membentuk budaya Jawa Kudus. Akulturasi budaya ini tidak hanya terbatas pada nilai-nilai dan pengetahuan saja, tetapi juga berpengaruh kepada artefak budayanya.
PERANCANGAN ALMARI KABINET SISTEM VEENER Dwi Agus Susilo; Ravendra Duansyah; Gunawan Mohammad
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The result of the veener application cabinet design design is the use of wood basic components from unproductive pieces of furniture. If the rest of the furniture is used only in the home industry such as tofu makers, building brick makers. Even though a lot of this wood cut material comes from the furniture home industry in Jepara. This environmental problem will be discussed in this study, namely how to design renewable furniture products with scrap materials from furniture production that currently have disturbed the living environment An innovative form of creativity is a solution taken, namely designing a cupboard with a variety of design choices. 1) observing how many pieces of wood left over from furniture in Krapyak village, 2) exploring the ability of human resources to process wood scraps into sheets of boards, 3) designing designs that match the conditions of the raw materials that have been formed, 4) executing the selected designs into furniture products in the form of cupboards. This process will build a positive foundation that the remaining pieces of wood from furniture processing can be recycled to be processed into products that have resale value.
Kajian Motif Wastra Cakra Manggilingan Omah Petrok Troso Dalam Desain Komunikasi Visual Roffi Siana; Eko Darmawanto; Tristan Alfian
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wastra motif is a visual form that is contained in cloth media in its entirety and is formed from stylized plants, animals, and other natural objects. Wastra Cakra manggilingan is one of the Wastra in Jepara which has a message in it. Many people do not know the message contained in Wastra weaving in Troso Village. Visual Communication Design is the science of understanding a message in the form of visuals or images. However, to reveal the message contained in the Wastra Cakra manggilingan motif, the researcher uses a qualitative descriptive method with a semiotic theory approach belonging to Charles Morris. The visual form data of the Wastra Cakra manggilingan motif series were obtained based on oral interviews, and other bibliography. Then an analysis was carried out using semiotics which produced data in the form of a series of descriptive sentences. The results of the study resulted in the form of signs, meanings, and messages contained in the entire Wastra Cakra manggillingan motif. This wastra becomes authentic by using a stylized form that is adapted to the life of the Jepara people in general.
Seni Ukir , Limbuk dan Cangik Tenggelam dalam Budaya Pop di Jepara Suharto Suharto; Kukuh Dwi Wijanarko; Eko Darmawanto
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjalanan seni ukir di Jepara merupakan sebuah fenomena yang menarik untuk diangkat dalam  cuture study. Kehadiran seni ukir yang lazim juga disebut kriya mengalami perjalanan yang melewati beberapa masa pemerintahan, yaitu mulai dari masa pemerintahan yang dipimpin oleh tokoh wanita Ratu Kalinyamat, R.A. Kartini dan dilanjutkan pada masa orde baru yang melibatkan Ibu negara yaitu Ibu Tin Soeharto. Karya yang diciptakan pada masa lalu merupakan karya kriya yang memiliki falsafah yang kental dengan budaya Nusantara, terutama budaya Jawa yang merupakan budaya adi luhung.Pada ujung perjalanan kriya ukir pada umumnya orang menyebut seni ukir masuk dalam era globalisasi. Adanya era globalisasi mengakibatkan terjadinya krisis moneter pada kisaran tahun 1990-an hingga 2000. Krisis moneter mengakibatkan pemutusan atau pengurangan tenaga kerja dimana-mana, hampir disetiap negara di dunia. Namun berbeda dengan Jepara, Krisis moneter memberikan keberuntungan pada masyarakat Jepara. Menurunnya nilai rupiah terhadap dolar mengakibatkan lonjakan-lonjakan ekspor ukir yang ada di Jepara dengan keuntungan yang lebih tinggi. Kebutuhan untuk mendapatakan keuntungan yang besar dan kebutuhan akan rasa seni saling berbenturan. Tak dapat dielakkan akhirnya terjadi pergulatan hingga akhirnya seni ukir terjerumus dalan gerbang budaya pop. Bukan hanya cukup sampai di sini, perjalanan kemenangan budaya pop dalam berkompetisi ternyata manpu meraih simpati masyarakat Jepara dalam dunia pewayangan.Limbuk dan cangik yang biasanya menjadi media pitutur bagi generasi muda yang ada di Jepara tak mampu membendung rayuan budaya pop.
Perubahan Budaya Klaster Ukiran Relief Senenan Jepara Dengan Pendekatan Antropologi Senirupa Fivin Bagus Septiya Pambudi; Joko Minardi
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukiran relief berkaitan erat dengan nilai-nilai budaya masyarakat Jepara, terutama dalam kerangka budaya yang melatarbelakangi ketertarikan untuk memahami lebih jauh keberadaan relief, terutama perubahan ukiran relief Jepara. Berdasarkan pada perspektif budaya, bentuk dan corak relief bukan semata hanya untuk pemenuhan keindahannya saja, melainkan juga terkait dengan ragam hiasnya. Sesuai dengan kondisi objek penelitian, masalah yang dikaji, dan tujuan yang akan dicapai, perlu memilih strategi yang tepat. Ukiran relief Jepara merupakan fenomena artefak yang tidak dapat dilepaskan dari konteks sosio-kultural dan proses kesenian yang mempunyai latar belakang  multi aspek, ukiran relief Jepara merupakan paradigma kualitatif, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Berdasarkan tujuan yang dicapai dalam penelitian ini, lebih ditekankan pada upaya mengungkap perkembangan ukiran relief dari sebuah fenomena yang komplek. Perkembangan ini mendorong peneliti untuk mengetahui kajian ukiran relief Jepara sebagai salah satu tempat produksi ukir terbesar di Jawa Tengah. Penelitian ini ditekankan pada penelitian kualitatif deskriptif untuk mendapatkan temuan penelitian yang akurat. Perubahan ukiran relief yang meliputi perubahan ukuran, bahan, ragam hias dan fungsi akibat adanya permintaan dari para pengguna ukiran relief yang akan diterapkan pada rumah tinggal dan fasilitas umum, sehingga ukiran relief Jepara mengalami perkembangan baik kualitas pengerjaan maupun fungsinya.
KETAM TRADISIONAL SEBAGAI IDE DASARPERANCANGAN SOFA SANTAI Achmad Zainudin; DS Drajat Wibowo; Khasan Musanna
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of Jepara ornaments is intended, so that Indonesian furniture designers should still care about the arts and culture of the archipelago, namely by applying handicraft products into them, so that they can become a media of socialization and appreciation of Indonesian culture.Many activities are carried out on the terrace, so humans will need facilities to support these activities, namely chairs and tables. Humans need a table and chairs design that can support all their activities on the terrace.The combination of wood and stainless materials is an option in making patio chairs and tables, with a simple design, which is one of the products that humans need for their patio space. Chair and table designs can be placed in any type of terrace, creative and new designs make these chairs and tables a point of interest on the terrace
DEFORMASITORII DALAM PEMBUATAN MEJA MAKAN DENGAN ORNAMEN JEPARA SEBAGAI UNSUR HIAS Anisatun Nasikah; Gunawan Mohammad
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 3, No 2 (2020): SULUH: JURNAL SENI DESAIN BUDAYA
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsuluh.v3i2.2415

Abstract

The loading of dining tables and chairs which takes the basic idea of the Japanese torii gate aims to provide knowledge to the general public about the local wisdom of the Japanese state by combining local wisdom in Jepara, namely Jepara carving (Jepara Ornaments). The activity of eating together at the dining table is very important to train family discipline, especially for children. Apart from the functional point of view, it also has a psychological effect on the user. The making of dining tables and chairs combines the local wisdom of the Japanese state with the local wisdom of the city of Jepara. The results of the design of dining tables and chairs are the uniqueness of the dining table and chairs, which are different from other designs. With the deformation technique of the Japanese torii gate, namely by changing the style, position and dimensions of the torii form elements but without leaving the original elements of the Japanese torii gate. In addition, dining tables and chairs are designed by applying Jepara ornaments as traditional decorative elements into modern-style furniture products.
JAMBU METE ELEMEN HIAS PERANCANGAN ALAMARI BUKU Sutarya Sutarya
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu mete menjadi dasar perancangan elemen hias produk mebel yang akan dibuat sebagai tugas terakhir pembelajaran di Prodi Desain Produk. Tujuan perancangan produk adalah untuk memberikan pelayanan pada tokoh masyarakat yang menginginkan di ruang tamunya tersedia almari buku sebagai tempat menyimpan majalah pertanian yang dirasakan bermanfaat untuk tamu yang kebanyakan adalah petani.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan teknik analisis data yang bertujuan mengumpulkan informasi tentang produk tersebut. Kemudian data-data dianalisa dengan direduksi, disajikan, dan diverifikasi atau diambil kesimpulan. Berdasarkan kesimpulan di atas dapat dibuat sketsa desain alternatif untuk mencari bentuk yang unik dan sederhana tidak rumit agar lebih mudah dalam perawatan. 

Page 7 of 15 | Total Record : 141