cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Gambaran histopatologis kelainan jinak uterus pada wanita usia reproduksi di Laboratorium Patologi Anatomi Akurat Semarang tahun 2019-2020 Michelle Sardjono; Sony Sugiharto
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13729

Abstract

Kelainan jinak uterus merupakan kasus yang paling umum ditemui pada wanita usia reproduksi, termasuk di Indonesia. Kasus tersebut jika tidak segera ditangani dengan terapi yang tepat dapat menimbulkan komplikasi dan morbiditas yang tinggi sehingga membutuhkan pemeriksaan histopatologis sebagai diagnosis pasti. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologis kelainan jinak uterus pada wanita usia reproduksi. Sampel data diambil dari Laboratorium Patologi Anatomi (PA) Akurat, Semarang dari periode tahun 2019-2020 dengan metode penelitian observasional menggunakan desain potong lintang. Hasil studi didapatkan 103 sampel kelainan jinak uterus dengan 6 gambaran histopatologis yaitu 22,3% kasus polip endometrium, leiomioma uteri dan polip serviks masing-masing sebanyak 20,4%, hiperplasia endometrium sebanyak 15,5%, adenomiosis sebanyak 12,7%, dan endometritis sebanyak 8,8%. Berdasarkan hasil studi dapat disimpulkan gambaran histopatologis kelainan jinak uterus yang ditemukan pada wanita usia reproduksi di Laboratorium PA Akurat Semarang tahun 2019-2020 adalah polip endometrium, leiomioma uteri, polip serviks, hiperplasia endometrium, adenomiosis dan endometritis dengan kasus terbanyak adalah polip endometrium. Setiap kasus kelainan jinak uterus disarankan untuk dilakukan pemeriksaan histopatologi untuk dapat menentukan terapi yang tepat.
Gambaran tekanan darah lanjut usia (lansia) di Sentra Vaksinasi Covid-19 Universitas Tarumanagara Jakarta Olivia Charissa
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13730

Abstract

Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Secara fisiologis terjadi penurunan fungsi yang dihubungkan dengan terjadinya penyakit tidak menular. Salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami lansia adalah hipertensi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Lansia merupakan golongan yang memiliki risiko sangat tinggi dan peningkatan tekanan darah menjadi salah satu komorbid pada infeksi covid-19. Studi ini bersifat deskriptif dan dilaksanakan di sentra vaksinasi Universitas Tarumanagara pada bulan Maret-April 2021. Subjek sebanyak 441 orang diperoleh secara total sampling. Data tekanan darah responden diolah menggunakan SPSS untuk mendapatkan distribusi dan persentase. Dari 441 orang subyek, mayoritas subjek adalah perempuan 257 orang (58,3%) dan sebagian besar subjek berada dalam rentang usia 60-69 tahun (59,6%). Berdasarkan hasil pengukuran didapatkan 300 subjek memiliki tekanan darah  ? 140/90 mmHg (68 %). Sebagian besar lansia yang datang pada pelaksaanaan vaksinasi di Universitas Tarumanagara memiliki tekanan darah yang tinggi berdasarkan pengukuran sebelum vaksinasi.
Gambaran gangguan kognitif pada lansia dan faktor-faktor yang memengaruhinya di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat tahun 2018 Robiah Khairani Hasibuan; Raischa Sekar Raafidianti
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13731

Abstract

Persentase penduduk lansia Indonesia melebihi 7 persen menurut data kesehatan di Indonesia sejak tahun 2000. Oleh karena itu, Indonesia dapat dikatakan mulai masuk ke dalam kelompok negara berstruktur lansia (aging population). Saat memasuki usia lansia, banyak permasalahan kesehatan yang menyebabkan lansia tersebut menjadi tidak produktif lagi. Dari keseluruhan masalah kesehatan pada lansia, gangguan fungsi kognitif merupakan salah satu pemasalahan menyebabkan penurunan produktifitas pada lansia. Penting untuk mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang penyebab adanya gangguan fungsi kognitif pada lansia. Studi ini bersifat analitik dengan desain potong lintang pada 198 lansia di Dangiang, Lombok Utara pada bulan November-Desember 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Alat intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah MMSE (Mini Mental State Examination) atau Mini-Cog yang penggunaannya tergantung pada lama pendidikan formal responden. MMSE untuk pendidikan >6 tahun sedangkan Mini-Cog untuk pendidikan <6 tahun. Pengolahan data menggunakan SPSS ver. 23 dengan uji analisa chi-square. Hasil studi didapatkan hubungan bermakna anatara usia (p= 0,028; PR=1,900; CI=1,068±3,379), penghasilan (p= 0,006; PR=2,676; CI: 1,307±5,477) dan aktivitas membaca (p=0,021; PR=0,462; CI: 0,238±0,896) dengan gangguan kognitif.
Hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan SARS-CoV-2 pada Alumni SMA X Angkatan 2015 Sianne Wijaya; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13732

Abstract

SARS-CoV-2 merupakan virus corona jenis baru yang akhir-akhir ini menyebabkan pandemi. Infeksi virus ini pertama kali terdeteksi di Wuhan, China pada akhir 2019 dan menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan protokol – protokol kesehatan yang harus ditaati warganya untuk mencegah meluasnya infeksi virus ini. Studi ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengetahuan pada Alumni SMA X angkatan 2015 dan perilaku pencegahan serta hubungan antara pengetahuan dengan perilaku tersebut. Studi ini merupakan studi analitik dengan metode potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling dan subjek adalah 53 responden Alumni SMA X angkatan 2015. Pengambilan data menggunakan kuesioner dalam bentuk google form yang berisikan 20 soal mengenai pengetahuan gizi dan pencegahan SARS-Cov 2 serta 19 soal untuk menilai perilaku pencegahan SARS-CoV-2. Analisa hasil penelitian menggunakan T-test independent didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan perilaku yang ditunjukkan dengan nilai p <0,0001. Berdasarkan hasil studi diketahui semakin tinggi pengetahuan seseorang, maka semakin baik pula perilaku yang dicerminkan.
Hubungan asupan serat dalam buah dan sayur dengan obesitas pada usia 20-45 tahun di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat Tamia Asri Jeser; Alexander Halim Santoso
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13733

Abstract

Prevalensi obesitas mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kejadian ini diduga karena kurangnya asupan serat dalam buah dan sayur. Diketahui, seseorang yang mengonsumsi sayur minimal 3 kali dan buah minimal 2 kali yang setara dengan 30-37gram/hari dapat menurunkan kejadian obesitas. Studi ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat pada bulan Januari - Febuari 2020. Sampel studi ini adalah 194 pengunjung Puskesmas berusia 20 - 45 tahun yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil penelitian memperlihatkan 110 (56,7%) subjek memiliki status gizi lebih hingga obesitas dan sebanyak 163 (84%) subjek mempunyai asupan serat yang kurang. Hasil uji statistik didapatkan hubungan yang bermakna antara asupan serat dalam buah dan sayur dengan obesitas pada usia 20-45 tahun dengan nilai p 0,017 (p<0,05). Asupan serat pada kelompok usia produktif di Jakarta Barat belum memenuhi rekomendasi yang dianjurkan sehingga dapat meningkatkan risiko sebesar 1,67 kali kejadian obesitas.
Gambaran kadar hidrasi kulit sebelum dan sesudah fototerapi pada pasien Poli Kulit dan Kelamin di RS Sumber Waras Jakarta Winnia Tanely; Linda Julianti Wijayadi; Sari Mariyati Dewi Nataprawira
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13734

Abstract

Kadar hidrasi kulit merupakan salah satu parameter kesehatan kulit yang sangat dipengaruhi natural moisturizing factor (NMF) dan lipid interseluler. Terjadinya gangguan pada kedua komponen tersebut, baik yang disebabkan oleh faktor intrinsik maupun ekstrinsik akan menyebabkan penurunan kadar hidrasi kulit. Xerosis kutis atau kulit kering menimbulkan pruritus dan inflamasi. Fototerapi dengan narrow band ultraviolet B (NBUVB) yang digunakan untuk menurunkan inflamasi dan pruritus pada penyakit kulit dapat menyebabkan kadar hidrasi kulit menurun. Tujuan studi ini adalah mengetahui gambaran kadar hidrasi kulit pada subjek yang mendapatkan fototerapi narrow band UVB di Poli Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Sumber Waras serta pengaruh dosis dan durasi fototerapi terhadap kadar hidrasi kulit. Studi ini merupakan studi deskriptif dengan desain potong lintang pada 10 subjek yang diambil menggunakan teknik total sampling. Subyek merupakan pasien poli kulit dan kelamin RS Sumber Waras yang datang selama periode Januari - Agustus 2020. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, data rekam medis dan pengukuran kadar hidrasi kulit menggunakan korneometer. Hasil studi didapatkan kadar hidrasi kulit yang sangat kering pada seluruh subjek sebelum fototerapi dan kadar hidrasi kulit makin menurun setelah dilakukan fototerapi. Fototerapi narrow band UVB menurunkan kadar hidrasi kulit, namun tidak dipengaruhi oleh dosis dan durasi pemberian fototerapi.
Praktik kedokteran: Antara altruisme dengan pelaksanaan kewajiban peraturan perundangan Lamhot Asnir Lumbantobing
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13735

Abstract

Praktik pengobatan sudah dikenal sejak jaman dahulu kala. Pengobat kala itu dikenal dengan sebutan tabib, sedangkan sekarang lebih dikenal dengan sebutan dokter. Profesi dokter mendapat beberapa predikat di mata masyarakat, antara lain pekerjaan untuk kebaikan orang lain, pekerjaan luhur, pekerjaan yang tidak menekankan bayaran. Predikat ini menempatkan dokter dalam posisi dengan harkat dan martabat yang tinggi di mata masyarakat. Padahal, dokter adalah manusia biasa sebagaimana professional lain yang memiliki kehidupan pribadi, kebutuhan pribadi, memiliki hak dan kewajiban dalam pekerjaannya. Seorang dokter bekerja bukan untuk keuntungan pribadi, namun dengan tujuan kesehatan pasien. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana altruisme dan hukum perundang-undangan bersinergi untuk pelayanan kedokteran yang lebih baik. Tulisan ini melihat dari aspek etika,hukum kedokteran dan kondisi praktik kedokteran sehari-hari. Altruisme dengan peraturan perundangan bersifat komplementer dalam praktik kedokteran untuk mencapai pelayanan kedokteran yang lebih baik.
Hubungan asupan gula dalam minuman bersoda terhadap obesitas pada dewasa usia 20-45 tahun di Puskesmas Kecamatan Jakarta Barat Helen Limarda; Alexander Halim Santoso
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.16335

Abstract

Prevalensi obesitas mengalami peningkatan setiap tahunnya dan diduga berhubungan dengan konsumsi asupan gula dalam minuman bersoda yang berlebihan. Kandungan gula dalam 1 kaleng minuman bersoda 350 mL mencapai 40 hingga 50 gram. Sejauh ini belom ada data yang melihat asupan gula dalam minuman bersoda terhadap obesitas pada kelompok usia reproduktif di Jakarta. Studi ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Jakarta Barat pada bulan Januari hingga Febuari 2020. Pengambilan responden dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Jumlah asupan gula didapatkan dengan menggunakan semi-quantitative food frequentcy questionaire (SQ-FFQ) sedangkan status gizi dilakukan dengan data pengukuran tinggi badan dan berat badan. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistic chi-square dengan batas kemaknaan p<0.05. Jumlah responden pada studi ini sebanyak 188 orang dengan jumlah responden laki-laki sebanyak 95 orang dan perempuan sebanyak 93 orang. Sebanyak 109 (57.9%) responden memiliki status gizi lebih sampai obesitas dan 93 (49,5%) responden mengonsumsi asupan gula berlebih dalam minuman bersoda. Pada studi ini didapatkan hubungan yang bermakna antara asupan gula berlebih dalam minuman bersoda terhadap kejadian obesitas pada usia 20-45 tahun (p 0,01) dengan nilai PRR 1,87. Hasil ini menunjukkan bahwa asupan gula berlebih dalam minuman bersoda merupakan faktor risiko terjadinya obesitas.
Pola penggunaan obat antihipertensi pada lansia di Puskesmas Kecamatan Pulo Gadung periode Juli-Desember 2020 Miftahul Khaer; Oentarini Tjandra
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.16396

Abstract

Peningkatan jumlah lansia menyebabkan terjadi peningkatan masalah kesehatan, salah satunya terkait dengan hipertensi. Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami penurunan sistem dan fungsi tubuh. Hipertensi merupakan faktor risiko penting morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular yang sering dijumpai pada lansia. Penggunaan obat yang tidak tepat terutama pada lansia akan memberikan dampak negatif yang besar dan merugikan bagi unit atau instansi pelayanan kesehatan maupun pada pasien serta masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan dan penggunaan obat secara tepat sehingga intervensi pemberian obat dapat mencapai sasaran yaitu penyembuhan penderita dengan efek samping obat seminimal mungkin dan instruksi penggunaan obat dapat dipatuhi pasien. Tujuan studi ini adalah mengetahui penggunaan jenis obat antihipertensi dan rasionalitas peresepan yaitu tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis pada lansia di Puskesmas Kecamatan Pulo Gadung periode Juli - Desember 2020. Desain studi adalah deskriptif dengan metode pendekatan potong lintang. Sampel yang dianalisis sebanyak 96 pasien yang diambil menggunakan purposive sampling. Data diambil menggunakan data sekunder berasal adri rekam medis. Hasil studi didapatkan jenis obat antihipertensi yang digunakan di Puskesmas Kecamatan Pulo Gadung adalah penghambat enzim konversi angiotensin (ACE inhibitor), antagonis kalsium, dan diuretik tiazid. Persentase penggunaan obat antihipertensi yaitu golongan ACE inhibitor (Captopril) sebanyak 19 pasien (19.8%), antagonis kalsium (Amlodipin) sebanyak 65 pasien (67.7%), dan diuretik tiazid (Hidroklorotiazid) sebanyak 12 pasien (12.5%). Pola penggunaan rasionalitas pengobatan pasien hipertensi yang memenuhi tepat indikasi sebesar 100%; tepat obat sebanyak 55 pasien (57.2%); dan tepat dosis sebanyak 94 pasien (97,9%). Secara keseluruhan pengobatan yang memenuhi tiga kriteria peresepan rasional didapatkan sebanyak 54 pasien (56.3%).
Hubungan antara durasi tidur dengan status gizi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara angkatan 2018 Vania Vania; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.16749

Abstract

Prevalensi berat badan berlebih dan kegemukan pada masyarakat usia di atas 18 tahun baik di dunia dan Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Berat badan berlebih dan obesitas merupakan faktor risiko terjadinya berbagai penyakit tidak menular. Berbagai faktor berperan dalam pertambahan berat badan, salah satunya adalah durasi tidur. Studi ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang untuk mengetahui hubungan antara durasi tidur dengan status gizi pada kalangan mahasiswa Fakultas Teknik. Hasil data yang diperoleh dilakukan pengolahan dan dianalisis menggunakan uji chi square. Studi ini memiliki jumlah sampel sebanyak 126 subjek dengan karakteristik subjek lebih banyak pada kelompok umur 20 tahun (86 orang; 68,2%) dan berjenis kelamin perempuan (72 orang; 57,1%). Studi ini menunjukkan lebih banyak sebaran pada status gizi normal, yaitu sebanyak 54 subjek (42.9%) dan pada durasi tidur dominan pendek sebanyak 113 subjek (89.7%). Berdasarkan hasil analisis statistik, tidak didapatkan hubungan statistik yang signifikan antara durasi tidur dengan status gizi pada mahasiswa (p-value­ 0.60) dengan rasio prevalensi adalah 1.130 dimana durasi tidur merupakan faktor risiko terhadap perubahan status gizi. Durasi tidur tidak mempunyai hubungan dengan status gizi pada subjek studi secara statistik, namun durasi tidur merupakan faktor risiko terjadinya perubahan status gizi.