cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Pengetahuan dan personal hygiene siswa/i SDN Kejambon 7 Tegal tentang kecacingan tahun 2022 Septian Arinda; Ria Buana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24401

Abstract

Kecacingan paling banyak menyerang anak-anak yang disebabkan oleh cacing dan termasuk dalam golongan Neglected Tropical Disease (NTDs). Di Indonesia, prevalensi kecacingan masih cukup tinggi, yaitu sekitar 30-90% pada anak berusia 1-6 tahun (pra-sekolah) dan 7-12 tahun (sekolah). Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor kurangnya pengetahuan tentang penyakit cacingan, serta personal hygiene yang buruk, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, kebersihan setelah buang air besar dan kuku yang tidak dijaga, perilaku jajan di sembarang tempat, serta kebiasaan anak-anak bermain di tempat kotor dan tidak menggunakan alas kaki. Penyakit ini menyebabkan malnutrisi, keterlambatan tumbuh kembang, serta terhambatnya fungsi kognitif pada anak. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan personal hygiene tentang kecacingan pada siswa-siswi di SD Negeri Kejambon 7 Tegal tahun 2022. Studi deskriptif cross sectional dilakukan terhadap 95 responden yang dipilih dengan metode quota sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan dan personal hygiene. Sebanyak 77 (81,1%) responden dari 95 responden memiliki pengetahuan yang baik tentang kecacingan dan 91 (95,8%) responden memiliki personal hygiene yang baik. Kesimpulan dari studi ini ialah sebagian siswa telah memiliki pengetahuan yang baik tentang penyakit cacingan dan mayoritas siswa telah memiliki kebiasaan personal hygiene yang baik untuk mengurangi jumlah penyebaran penyakit ini.
Gambaran konsumsi minuman pada konsumen dewasa muda di kedai kopi kawasan Jakarta Timur Veronica Melia Widodo; Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24402

Abstract

Tingkat konsumsi minuman kopi di Indonesia semakin meningkat terutama di kota-kota besar. Saat ini, minuman kopi makin banyak dinikmati oleh kalangan dewasa muda. Faktor yang dapat meningkatkan hal tersebut datang dari adanya tuntutan pekerjaan, gaya hidup, kurangnya waktu tidur, dan rasa ketergantungan sebagai sumber energi alternatif yang mudah didapat. Sifat ketergantungan dan peningkatan konsumsi minuman kopi memberikan dampak di bidang kesehatan. Tujuan studi ini ialah untuk mengetahui gambaran konsumsi minuman khususnya minuman kopi pada konsumen kategori usia dewasa muda di kedai kopi kawasan Jakarta Timur. Studi ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan teknik pengambilan sampling yakni non-probability sampling. Pengambilan data untuk mengetahui karakteristik konsumsi minuman responden menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang sudah dimodifikasi sesuai tujuan studi. Hasil studi menunjukkan bahwa 63,3% subjek lebih memilih minuman kopi sedangkan sisanya tidak. Jenis minuman yang paling digemari oleh sebagian besar subjek studi ialah kopi susu dengan tingkat konsumsi sedang (3-6 cangkir per minggu).
Gambaran profil lipid pasien diabetes tipe 1 dan 2 di puskesmas Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur Gita Prinita; Kumala Dewi Darmawi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24403

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyebab tersering penyakit jantung, pembuluh darah dan stroke akibat adanya lesi aterosklerosis. Lesi tersebut pada pasien DM terjadi akibat dislipidemia atau abnormalitas kadar lipid dalam darah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil lipid pada pasien DM di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Profil lipid yang dimaksud ialah kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida. Studi ini bersifat observasional deskriptif dengan pengambilan sampel dilakukan secara consecutive non-random sampling. Subyek studi sebanyak 96 pasien DM yang menjalankan pemeriksaan profil lipid Data profil lipid didapatkan dengan melihat data rekam medis. Hasil terbanyak pada studi ini untuk masing-masing profil lipid ialah 38,5% termasuk kategori diinginkan untuk kadar kolesterol total, 60,4% termasuk kategori optimal untuk kadar trigliserida, 56,2% termasuk kategori sedang untuk kadar HDL, dan 32,3% termasuk kategori mendekati optimal dan 32,3% termasuk kategori diinginkan untuk kadar LDL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata profil lipid pasien DM di Puskesmas Kecamatan Jatinegara termasuk kategori buruk.
Hubungan pengetahuan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara terhadap aturan penggunaan kantong plastik dengan kebiasaan menggunakan kantong plastik Wawan Kurnia; Ernawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24411

Abstract

Earth Policy Institute melaporkan bahwa sekitar satu triliun kantong plastik digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia pada setiap tahunnya. Penggunaan kantong plastik dapat mengakibatkan menumpuknya sampah di lingkungan sehingga mengakibatkan pencemaran yang akan berdampak pada kesehatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pada tanggal 1 Juli 2020, mengeluarkan aturan mengenai larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Meski terdapat aturan penggunaan kantong plastic tetapi kebiasaan masyarakat masih tinggi dalam menggunakan kantong plastik, maka peneliti ingin melakukan studi terkait hal tersebut dengan tujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan tentang aturan larangan penggunaan kantong plastik dengan kebiasaan penggunaan kantong plastik pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara. Desain studi ini ialah analitik cross sectional dan pengambilan sampel secara total sampling. Analisis statistik hubungan kedua variabel menggunakan uji statisik chi-square. Hasil penelitian pada 311 responden didapatkan 54% (168) mahasiswa mempunyai pengetahuan yang baik, 57% (167) mahasiswa memiliki kebiasaan yang buruk. Hasil analisis diperoleh p-value 0,003 dengan PRR 1,373. Studi ini didapatkan hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dan kebiasaan penggunaan kantong plastik serta bagi mahasiswa yang pengetahuannya kurang mempunyai risiko menggunakan kantong plastik lebih besar 1,373 kali dibandingkan yang pengetahuannya baik.
Gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku mencuci tangan memakai sabun pada mahasiswa kedokteran Nugroho, Dodo; Tirtasari, Silviana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24509

Abstract

Perilaku  hidup  bersih  dan  sehat  (PHBS) dapat diterapkan dalam  kehidupan  sehari-hari  baik  dirumah,  kampus maupun  fasilitas  umum.  Perilaku  hidup  bersih  dan  sehat  dapat  dilakukan  dalam  setiap  sisi kehidupan  kapan  saja  dan  dimana  saja. Cuci  tangan (handwashing)  merupakan  bagian  dari  salah  satu  perilaku  hidup  bersih  dan  sehat  (PHBS)  yang  berguna  untuk  sanitasi tangan  dengan  membersihkan  tangan  dan  jari  jemari  menggunakan  air  untuk  menjadi  bersih  dan  memutus  rantai  kuman.  Studi ini ialah studi deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada mahasiswa Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi ini ditujukan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku mencuci tangan pakai sabun.  Partisipan  studi  berjumlah  103  partisipan.  Data  gambaran  pengetahuan,  sikap,  dan  perilaku  yang  diperoleh  melalui  kuisioner. Hasil studi didapatkan tingkat pengetahuan yang baik tentang cuci tangan pakai sabun sebanyak 60 (52,2%) partisipan, sikap positif terhadap tentang cuci tangan pakai sabun 112 partisipan (97,4%), dan berperilaku baik terhadap tentang cuci tangan pakai sabun hanya 20 partisipan (17,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik dan sikap yang positif belum tentu mencerminkan perilaku yang baik dalam mencuci tangan pakai sabun pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.
Hubungan riwayat kontrol gula darah dengan luaran penanganan ICU pada pasien Covid-19 beriwayat Diabetes Melitus di RSUD Ciawi Bogor Nursalim, Agla Awal; Herwanto, Velma
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24601

Abstract

Pasien Covid-19 dengan komorbiditas diabetes melitus (DM) memiliki angka keparahan yang lebih tinggi teutama pada pasien dengan manajemen gula darah yang buruk yang ditandai dengan adanya perburukan pada infeksi yang dialami pasien. Peningkatan keparahan ini dapat menjadi pertanda untuk pasien memerlukan perawatan di Intensive care unit (ICU). Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian dan konfirmasi mengenai hubungan dari kontrol DM dengan luaran dari penangan pasien Covid-19 dengan komorbiditas DM. Studi analitik cross-sectional ini mendapatkan data melalui consecutive sampling rekam medis dari 102 pasien pasien dewasa dengan DM yang terinfeksi Covid-19. Data yang dikumpulkan meliputi data diri pasien, riwayat komorbiditas selain DM, riwayat kontrol DM yang terdiri dari gula darah sewaktu masuk rumah sakit, nilai HbA1c, lama pasien menderita DM, dan penggunaan insulin selama perawatan dan status perawatan pasien di ICU. Hasil menunjukan rerata usia 102 pasien 56,67 tahun dan lebih banyak berjenis kelamin laki-laki (52,9%). Mayoritas pasien tidak memiliki komorbiditas selain DM (63,7%) dan 36,3% pasien memiliki komorbiditas tambahan selain DM. Data kontrol DM pada pasien menunjukan mayoritas nilai gula darah tinggi (54,9%), nilai HbA1c tidak terkontrol (74,1%), telah terdiagnosis DM (86%), menggunakan insulin (55,9%) dan mayoritas pasien tidak memerlukan penanganan di ICU (74,5%). Hasil uji statistik tidak ditemukan adanya hubungan signifikan antara kebutuhan rawat ICU dengan variabel-variabel pengontrol gula darah.
Hubungan lingkar pinggang dengan hipertensi pada dewasa di Kelurahan Tomang Jakarta Barat Aditya, Raden Seliwat Agung; Santoso, Alexander Halim
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24618

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat dan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa wilayah Jakarta Barat menempati posisi ketiga prevalensi hipertensi tertinggi. Ukuran lingkar pinggang terkait erat dengan jumlah lemak perut yang dapat berkontribusi pada kejadian hipertensi melalui jalur non-metabolik. Pengukuran lingkar pinggang dapat menjadi strategi yang efisien untuk deteksi dan pengendalian hipertensi karena dapat diterapkan tanpa peralatan teknis khusus. Studi ini bertujuan mengetahui apakah ada hubungan antara lingkar pinggang terhadap hipertensi pada orang dewasa di Kelurahan Tomang, Jakarta Barat. Desain studi ini adalah analitik cross sectional dan pengambilan sampel secara consecutive sampling. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil studi pada 80 responden didapatkan 65% responden adalah perempuan. Rata-rata tekanan darah adalah 130,5/82,7 mmHg. Pada laki-laki didapatkan 10% menderita hipertensi dan pada perempuan didapatkan 23,75% menderita hipertensi. Sebaran lingkar pinggang laki-laki didapatkan 39,3% mengalami obesitas sentral, dan pada perempuan didapatkan 71,2% mengalami obesitas sentral. Pada studi didapatkan hubungan yang bermakna secara statistik antara lingkar pinggang dan hipertensi (p=0,003) dan ukuran lingkar pinggang merupakan faktor risiko terhadap hipertensi.
Hubungan tipe kepribadian introvert dan ekstrovert terhadap kecemasan pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara tahun 2023 Odella, Olivia Christina; Tadjudin, Noer Saelan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24662

Abstract

Fenomena kecemasan yang tinggi di kalangan mahasiswa kedokteran disebabkan oleh banyak faktor seperti kesehatan fisik dan mental siswa serta prestasi akademik mereka. Selain faktor eksternal, kecemasan siswa juga dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepribadian. Tujuan dari dilakukannya studi ini untuk mengetahui hubungan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert terhadap kecemasan pada mahasiswa kedokteran. Studi observasi cross-sectional dengan pemilihan subjek studi menggunakan total sampling ini dilakukan di Universitas Tarumanagara tahun 2023 dengan subjek berjumlah 222 orang. Instrumen Eysenck Personality Inventory digunakan untuk mengetahui tipe kepribadian dan Zung-Self Anxiety Rate Scale untuk mengetahui kecemasan pada subjek. Hasil studi menunjukkan bahwa tipe kepribadian introvert lebih banyak mengalami kecemasan dari pada ekstrovert (40,6% vs 14,9%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert terhadap kecemasan dengan p value = 0,000 dengan prevalence ratio (PR) menunjukkan tipe kepribadian introvert berisiko 2,73 kali memiliki cemas daripada tipe kepribadian ekstrovert.
Pengetahuan orang tua anak usia 0-5 tahun mengenai stunting di wilayah Kelurahan Tomang Jakarta Barat Pratama, Kevin Heryawan; Rumawas, Marcella Erwina
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24667

Abstract

Stunting, suatu kondisi gagal tumbuh yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari anak lain seusianya, dapat merupakan akibat dari kekurangan gizi kronis. Berbagai faktor dapat menyebabkan stunting, antara lain pengetahuan orang tua khususnya ibu tentang stunting. Studi deskriptif potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan orang tua anak usia 0-5 tahun tentang stunting di Kelurahan Tomang Jakarta Barat. Sampel studi adalah orang tua dari anak usia 0-5 tahun yang dipilih dengan metode purposive non random sampling, dan bersedia untuk berpartisipasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tentang pengetahuan orang tua meliputi definisi dan karakteristik, faktor risiko, dan dampak stunting. Dari 50 responden dalam penelitian ini, 21 (42%) responden memiliki tingkat pengetahuan sedang tentang stunting, dengan rerata (SD) skor yang tertinggi hingga terendah adalah 68,4 (29,4) untuk pengetahuan tentang dampak stunting, 66,5 (29,0) untuk definisi dan karakteristik stunting, dan 61,2 (15,2) untuk faktor risiko stunting. Pengetahuan masyarakat tentang definisi dan karakteristik, faktor risiko dan dampak stunting merupakan aspek penting dalam upaya pencegahan stunting.
Distribusi asupan makanan padat energi pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Jonathan; Rumawas, Marcella Erwina
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24668

Abstract

Makanan yang memiliki densitas energi tinggi disebut sebagai makanan padat energi, biasanya merupakan makanan dengan kandungan gula dan lemak yang tinggi.  Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengindikasikan masyarakat Indonesia cenderung mengonsumsi makanan padat energi dalam jumlah besar. Tujuan studi ini ialah untuk mengetahui distribusi asupan makanan padat energi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi bersifat deskriptif potong lintang ini meliputi sampel mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara yang dipilih secara non-random konsekutif dan bersedia ikut serta dalam studi ini. Data pola konsumsi makanan selama 1 bulan terakhir dikumpulkan dengan mengisi kuisioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire, selanjutnya diolah dengan Nutrisurvey untuk menghitung densitas energi makanan. Hasil studi pada total 92 responden didapatkan rerata (SD) densitas energi makanan sebesar 143,8 (20,75) kcal/100g.   Densitas energi makanan lebih besar didapatkan pada responden dengan kebiasaan merokok dan berolahraga maupun responden tanpa riwayat diabetes atau hipertensi dibandingkan responden dengan keadaan sebaliknya. Distribusi densitas energi makanan pada kelompok makanan pokok dan olahannya tertinggi pada tertil 2, kelompok sayur, buah, dan produk susu tertinggi pada tertil 1, kelompok protein hewani, kacang, jajanan, dan minuman manis tertinggi pada tertil 3. Berdasarkan hasil studi, disarankan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara dapat membatasi jumlah konsumsi makanan padat energi.