cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Hubungan konsumsi minuman kopi terhadap insomnia pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021-2022 Dondie Dwi Prayitno; Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24380

Abstract

Padatnya jadwal kegiatan dan tugas mahasiswa kedokteran membuat minuman kopi, yang berfungsi sebagai stimulan, sangat digemari. Namun, kafein dalam kopi memiliki efek mempersulit seseorang untuk tertidur ketika dikonsumsi secara berlebihan. Tujuan studi ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh mengonsumsi minuman kopi dengan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa kedokteran. Studi analitik observasional ini dilakukan terhadap 110 mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021-2022. Pemilihan subjek studi dengan cara consecutive sampling. Instrumen yang digunakan ialah Insomnia Severity Index untuk melihat kejadian insomnia dan kuesioner kebiasaan konsumsi kopi yang terdiri dari 13 pertanyaan. Data antar variabel diuji korelasinya menggunakan chi square. Sebanyak 50 (45,5%) subjek yang mengalami insomnia ringan, 51 (46.4%) subjek mengalami insomnia sedang dan 9 (8.2%) subjek mengalami insomnia berat. Berdasarkan tingkat konsumsi kopi didapatkan 67 (60.9%) subjek termasuk pengonsumsi kopi kategori sedang dan 43 (39.1%) subjek pengonsumsi kopi kategori ringan, namun tidak didapatkan subjek yang memiliki kebiasaan mengonsumsi kopi kategori berat. Hasil studi tidak didapatkan hubungan bermakna secara statistik antara kebiasaan konsumsi kopi dengan kejadian insomnia (p-value 0,334). Namun, subjek yang mengonsumsi kopi kategori sedang 1,459 kali beresiko mengalami insomnia di bandingkan dengan subjek yang mengonsumsi kopi kategori rendah.
Karakteristik pasien ketuban pecah dini (KPD) dengan persalinan preterm di RSUD Benyamin Guluh Kolaka Faizah Salsabila Kurniawan; Ricky Susanto
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24381

Abstract

Banyak kasus ketuban pecah dini (KPD) yang berakhir dengan kejadian preterm tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Karakteristik ibu seperti usia kehamilan, usia ibu, tingkat pendidikan, pekerjaan ibu, riwayat KPD sebelumnya, dan gravida dapat mempengaruhi terjadinya persalinan preterm. Berdasarkan hal tersebut, studi ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik ibu yang mengalami KPD dengan persalinan preterm di RSUD Benyamin Guluh Kolaka pada tahun 2022. Metode studi deskriptif ini ialah potong lintang. Jumlah sampel yang digunakan dalam studi ini sebanyak 65 rekam medis pasien yang diambil dengan metode non-ralndom consecutive salmpling. Analisis data yang digunakan ialah analisis univariat untuk melihat profil pasien KPD dengan persalinan preterm. Hasil studi menunjukkan bahwa dari 65 subjek pasien KPD dengan preterm sebagian besar berusia 20-34 tahun (50 orang; 76,3%), paritas primipara 1 – 2 anak (30 orang; 46,2%), status pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (tidak bekerja) (42 orang; 64,6%), mengalami anemia (61 orang; 93,8%). Studi ini menunjukkan bahwa KPD yang mengalami persalinan preterm banyak terjadi pada ibu primipara yang berusia 20-34 tahun, mengalami anemia dan tidak bekerja.
Tingkat pengetahuan tentang tindakan pencegahan malaria berdasarkan karakteristik masyarakat Kabupaten Merauke periode tahun 2022 Fanya Felicia Nadin Latumahina; Chrismerry Song
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24382

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit tular vektor nyamuk Anopheles betina dan sering menyebabkan tingkat mortalitas yang tinggi. Malaria masih menjadi masalah kesehatan terutama di wilayah Papua termasuk Kabupaten Merauke yang merupakan wilayah endemis. Penyakit ini dapat dicegah dan dibutuhkan penyebaran informasi kepada masyarakat terutama daerah endemis. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mengenai pencegahan malaria berdasarkan karakteristik masyarakat Kabupaten Merauke. Studi deskriptif cross-sectional ini dilakukan di Kabupaten Merauke khususnya di Kelurahan Mandala, Kelurahan Karang Indah, dan Kelurahan Samkai. Jumlah subjek studi sebanyak 300 orang yang dibagi menjadi 100 subjek pada setiap kelurahan dan diambil dengan metode consecutive sampling. Data studi diperoleh menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan mengenai tindakan pencegahan malaria. Hasil studi ini didapatkan mayoritas subjek memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (194 subjek; 64,7%). Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan malaria paling tinggi pada usia 15-30 tahun yaitu sebanyak 34.6% (44/127), dan didapatkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan responden, semakin tinggi pula tingkat pengetahuan responden, yaitu pada tamatan SMA sebesar 35.9% (51/142), S1 sebesar 71.1% (37/52), dan S2 sebesar 100% (3/3). Masyarakat yang belum pernah menderita malaria sebelumnya memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi yaitu sebanyak 38.3% (18/47) dibandingkan yang pernah terinfeksi (31,2%; 79/253). Kesimpulan dari penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Merauke mayoritas memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai pencegahan malaria, tingkat pengetahuan lebih baik pada masyarakat yang memiliki riwayat tingkat pendidikan lebih tinggi dan tidak pernah menderita malaria.
Identifikasi fitokimia dan kapasitas total antioksidan daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) serta uji toksisitasnya terhadap larva Artemia salina Leach Gita Manerlin Kasihita Simatupang; David Limanan; Frans Ferdinal; Eny Yulianti
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24383

Abstract

Tanaman mimba atau Azadirachta indica A. Juss termasuk dalam family Meliaceae yang sejak zaman kuno sudah digunakan sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit manusia dalam rumah tangga. Tanaman ini juga dikenal akan kandungan antioksidannya. Ketidakseimbangan antioksidan dan oksidan dapat menyebabkan kematian sel sehingga terjadi penurunan enzim katalase yang menjadikan stress oksidatif. Oleh sebab itu, dibutuhkan daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) sebagai antioksidan eksogen. Studi ini untuk mengetahui peranan daun mimba dengan melakukan uji fitokimia, kapasitas antioksidan dan uji toksisitas. Pada studi ini, daun mimba dikeringkan lalu dijadikan bubuk, kemudian diekstraksi menggunakan metanol dengan menggunakan metode maserasi untuk didapatkan simplisia-metanol. Hasil studi pada uji fitokimia didapatkan daun mimba mengandung alkaloid, antosianin, betasianin, kardioglikosida, kumarin, flavonoid, glikosida, fenolik, kuinon, saponin, steroid, terpenoid dan tannin. Uji kapasitas antioksidan didapati IC50 = 97,241 µg/mL. Uji toksisitas didapatkan LC50 = 123,596 µg/mL. Daun mimba memiliki efek antioksidan kuat dan sitotoksisitas terhadap larva Artemia salina Leach. Daun mimba dapat dijadikan kandidat obat anti kanker.
Korelasi usia dan elongasi aorta pasien RS Royal Taruma dengan modalitas foto rontgen thoraks Michelle Catherine; Inge Friska Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24389

Abstract

Indonesia telah memasuki aging population yaitu peningkatan populasi lanjut usia. Aging atau penuaan merupakan proses penurunan alami secara menyeluruh dan tidak bisa dihindari oleh semua orang. Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab utamanya kematian pada orang lanjut usia di seluruh dunia. Penyakit ini lebih sering pada lansia dikarenakan adanya perubahan struktur dan fungsi pembuluh darah. Selain itu, penuaan juga dapat membuat munculnya kalsifikasi pada pembuluh darah besar, dinding arteri menjadi kaku, dilatasi aorta dan pemanjangan aorta yang disebut sebagai elongasi aorta. Tekanan pulsatil jantung yang terus-menerus akan mengurangi elastisitas dari pembuluh darah sehingga mengakibatkan elongasi aorta. Studi ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara usia dan elongasi aorta pada pasien di Rumah Sakit Royal Taruma. Studi analitik ini dilakukan dengan metode regresi logistik menggunakan 200 sampel. Data studi didapatkan dari data sekunder foto rontgen thoraks pasien yang diperiksa pada periode Desember 2021 - Mei 2022. Hasil analisis data didapatkan untuk kelompok usia 20-29 tidak terdapat elongasi aorta. Pada usia 30-39 tahun mulai terlihat adanya elongasi aorta dan pada usia 50-59 tahun lebih banyak pasien yang mengalami elongasi aorta daripada yang tidak (42 sampel vs 38 sampel). Hasil studi didapatkan hubungan bermakna antara usia dengan elongasi aorta (p-value = 0.001) dengan resiko peningkatan panjang aorta 1,065 kali per tahun. Berdasarkan hasil studi ini dapat disimpulkan bahwa elongasi aorta dipengaruhi oleh bertambahnya usia.
Gambaran skrining demensia lansia di Puskesmas Sungai Lilin menggunakan Ascertain Dementia 8 versi Indonesia (INA-AD8) Nabella Zahra; Djung Lilya Wati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24390

Abstract

Gangguan kognitif pada lanjut usia (lansia) berupa gejala-gejala yang berhubungan dengan gangguan kemampuan intelektual meliputi bahasa, memori, visuospasial dan emosional. Ascertain Dementia 8 Questionnaire versi Indonesia (INA-AD8) digunakan sebagai skrining untuk mengetahui adanya penurunan kemampuan kognitif dan fungsional yang dilakukan dengan cara wawancara kepada lansia, anggota keluarga, atau pengasuh dari lansia tersebut. Studi ini dilakukan untuk mengetahui gambaran skrining demensia pada semua pasien lansia yang datang berobat di Puskesmas Sungai Lilin selama bulan Desember 2021 – Maret 2022 dengan menggunakan INA-AD8. Studi deskriptif potong lintang ini dilakukan terhadap 75 responden yang terdiri dari 28 (37,3%) laki-laki dan 47 (62,7%) perempuan dengan mayoritas terletak pada kelompok usia 65-74 tahun. Sebanyak 11 (14,7%) responden memiliki kognitif normal dan 64 (85,3%) responden mengalami gangguan kognitif. Gangguan kognitif yang terganggu berdasarkan komponen INA-AD8 ialah poin 1 (34.6%), poin 2 (64.0%), poin 3 (62.6%), poin 4 (58.6%), poin 5 (32.0%), poin 6 (48.0%), poin 7 (69.3), dan poin 8 (78.6%). Hasil skrining kemampuan kognitif pada lansia di Puskesmas Sungai Lilin berdasarkan INA-AD8 ialah mayoritas berusia 65-74 tahun, mayoritas perempuan, perubahan kognitif yang paling banyak terganggu pada gangguan memori dan pemikiran yang konsisten (poin 7 dan 8 dari INA-AD8).
Pengaruh konsumsi minuman berkafein terhadap fungsi kognitif mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020-2021 Naufal Ikbar Rian Adnan; Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24391

Abstract

Minuman kafein sangat digemari di kalangan mahasiswa kedokteran. Kafein dapat membantu fungsi kognitif dalam pembelajaran serta memori. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan konsumsi minuman mengandung kafein dengan fungsi kognitif mahasiswa. Studi terhadap 100 mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 dan 2021 ini bersifat observasional analitik dengan menggunakan cara cross-sectional. Pemilihan responden menggunakan metode consecutive non-random sampling. Fungsi kognitif mahasiswa diukur dengan kuesioner Mini Mental State Examination dan asupan konsumsi minuman berkafein seperti teh, kopi, coklat, minuman berenergi menggunakan kusioner konsumsi frekuensi makan. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan fisher exact test dengan taraf signifikansi 5% (p < 0,05). Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value untuk setiap jenis konsumsi minuman berkafein terhadap fungsi kognitif lebih besar dari 0,05, yakni minuman kopi sebesar 0,493; teh sebesar 0,544; cokelat sebesar 0,386 dan soda sebesar 1,00. Hasil studi tidak didapatkan hubungan bermakna secara statistik setiap jenis minuman berkafein (kopi, teh, coklat maupun soda) dengan fungsi kognitif pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020 dan 2021.
Pengaruh pemberian jus tomat dan jus buah naga terhadap kadar gula pasien diabetes di Puskesmas III Kelurahan Peguyangan Kaja Ni Wayan Ela Swandesi; Oentarini Tjandra
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24392

Abstract

Diabetes melitus ialah keadaan kadar gula darah dalam tubuh berlebih akibat kurangnya insulin. Jus tomat dan jus buah naga merupakan terapi nutrisi yang diaplikasikan untuk menangani penyakit diabetes melitus. Tomat (Solanum lypersicum) memiliki kandungan likopen yang memiliki fungsi untuk menangkal radikal bebas dan buah naga (Hylocereus undatus) memiliki banyak kandungan antioksidan dan serat. Kedua buah ini banyak diklaim dapat menurunkan kadar gula darah. Tujuan studi ini adalah mengetahui pengaruh pemberian jus tomat dan jus buah naga terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas III Kelurahan Peguyangan Kaja. Studi dilakukan dengan desain quasi eksperimental melalui two group pretest-posttest design pada Januari-Maret 2021. Data diolah dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon signed-ranks. Hasil studi didapatkan rerata kadar gula darah sebelum dilakukan pemberian jus buah naga yaitu 181±29,15 mg/dL, setelah dilakukan pemberian jus buah naga kadar gula darah turun menjadi 162±25,22 mg/dL (p-value = 0,003). Rerata kadar gula darah sebelum dilakukan pemberian jus tomat yaitu 173±33,53 mg/dL, setelah pemberian jus kadar gula darah turun menjadi 157 mg/dL±22,34 mg/dL (p-value = 0,001). Pemberian jus buah naga dan jus tomat memiliki pengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas III Kelurahan Peguyangan Kaja.
Hubungan kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia di Panti Werdha Wisma Mulia selama Pandemi COVID-19 Putu Regitha Gayatri; Paskalis Andrew Gunawan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24394

Abstract

Selama masa pandemi COVID-19, lansia berisiko tinggi mengalami gangguan kecemasan akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dan isolasi mandiri yang diterapkan untuk mengurangi penyebaran virus. Gangguan kecemasan seringkali menyebabkan gangguan tidur yang berdampak pada kualitas tidur lansia sehingga memengaruhi konsentrasi, kesehatan, serta penurunan sistem imun lansia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur lansia di Panti Werdha Wisma Mulia Jakarta Barat pada masa pandemi COVID-19. Metode studi analitik ini ialah cross-sectional menggunakan analisis fisher’s exact dengan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Pengambilan data dengan wawancara berdasarkan instrumen penelitian pada 35 subjek di Panti Werdha Wisma Mulia Jakarta Barat pada bulan Januari 2023. Pemilihan subjek studi menggunakan total sampling. Hasil studi didapatkan 23 (65,7%) subjek tidak mengalami kecemasan dan 21 (60%) subjek memiliki kualitas tidur buruk. Hasil uji statistik didapatkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur lansia di Panti Werdha Wisma Mulia pada masa pandemi COVID-19, namun lansia yang tidak cemas akan 3,13 kali lebih baik kualitas tidurnya dibandingkan lansia yang memiliki kecemasan (p-value = 0,07; PRR = 3,13).
Gambaran pasien bersalin dengan ketuban pecah dini di RS Sumber Waras berdasarkan kriteria Robson Rahma Nurhidayah; Andriana Kumala Dewi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24400

Abstract

Peningkatan angka seksio sesarea terutama di negara yang berpenghasilan menengah ke atas saat ini menjadi perhatian dunia. Hal tersebut dipicu oleh seksio sesarea yang dilakukan pada ibu hamil kelompok berisiko rendah. WHO mengusulkan penggunaan kriteria Robson sebagai standar global untuk menilai, memantau dan membandingkan tingkat seksio sesarea dalam fasilitas kesehatan dari waktu ke waktu dan antar fasilitas. Kriteria Robson mengklasifikasikan semua persalinan ke dalam satu dari sepuluh kelompok berdasarkan enam parameter. Ketuban Pecah Dini dapat dikaitkan dengan kejadian seksio sesarea dan dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok Robson. Ketuban pecah dini merupakan masalah penting dalam masalah obstetri yang juga dapat menyebabkan infeksi pada ibu dan bayi serta dapat meningkatkan kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi. Metodologi penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah 56 ibu bersalin dengan ketuban pecah dini yang menjalani seksio sesarea di RS Sumber Waras Jakarta Barat. Hasil penelitian dari rekam medis periode Januari-Desember 2020 didapatkan pada kelompok 4 dengan 50%, sedangkan yang terendah yaitu kelompok 8 dengan 1,78%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi ibu bersalin dengan ketuban pecah dini yang menjalani seksio sesarea di RS Sumber Waras Jakarta Barat adalah 76,71% serta menunjukkan bahwa kelompok 4 pada kriteria Robson memiliki jumlah yang paling tinggi yaitu 28 orang (50%).