cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
putrapurniadi@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
jipsi199@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dusun Turusan Desa Lorong Kecamatan Sambas Perumahan Lorong Asri , Kab. Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, 7946
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial
Published by CV putra publisher
ISSN : 28292723     EISSN : 28292723     DOI : -
he focus of this JIPSI journal is based on the results of educational research that contributes to the understanding, improvement, development of scientific theories and concepts and their application to education in Indonesia. The scope of education includes educational administration, guidance, counseling, educational technology, primary school teacher education, early childhood teacher education, Islamic religious education, non-formal education, special education, and psychology. Meanwhile, the scope of the study specifically for social issues is to publish the results of studies in the following fields; Anthropology, Sociology, History, Politics, Economics, Education, Culture, Psychology, Management, Arts, Linguistics, and Law
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 443 Documents
The Pastor as an Agent of Pancasila Character Formation: A Theological-Historical Study of Biblical Contributions to Indonesia's National Ideology Melius Lahagu
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2086

Abstract

Penelitian ini mengajukan pembalikan paradigma dalam memahami relasi antara Alkitab, Pancasila, dan peran pendeta Kristen dalam pembentukan karakter remaja usia 12 hingga 18 tahun. Berbeda dari asumsi umum bahwa nilai-nilai Pancasila harus 'dimasukkan' ke dalam gereja sebagai agenda negara, artikel ini berargumen bahwa nilai-nilai dasar Pancasila tidak dipaksakan kepada komunitas Kristen Indonesia, melainkan sebagian bersumber dari nilai-nilai Alkitabiah yang telah hidup di dalamnya. Bukti historis dari kontribusi tokoh-tokoh Kristen Indonesia Johannes Leimena, Alexander Andries Maramis, dan Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi dalam perumusan Pancasila mendukung argumen ini. Dengan menggabungkan tinjauan pustaka sistematis dan observasi informan kunci, penelitian ini menemukan bahwa pendeta sesungguhnya sudah memiliki mandat teologis untuk membentuk remaja yang menghidupi nilai-nilai Pancasila melalui praktik penggembalaan yang ada. Tantangannya bukan bersifat programatik melainkan hermeneutis: pendeta perlu menyadari bahwa khotbah, katekisasi, dan pelayanan pemuda mereka secara substansial sudah merupakan pembentukan karakter Pancasila. Reframing ini, yang bersumber dari dalam tradisi Kristen, menawarkan jalur kolaborasi gereja-bangsa yang lebih dipercaya dan berkelanjutan.
Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pecahan di Kelas II Yulan Sri Rejeki Sitinjak; Muktar Panjaitan; Canni Loren Sianturi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pecahan di Kelas II SD Negeri 091263 Karang Sari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain "Pre-Experimental One Group Pretest- Posttest" yang dilaksanakan di SD Negeri 091263 Karang Sari pada siswa kelas II dengan jumlah popuasi 20 siswa dan sampel sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpuan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes. Tes yang digunakan terdiri dari pretest dan posttest yang sebelumnya telah melalui uji validitas. Dari 50 butir soal yang diujikan, diperoleh 25 soal yang dinyatakan valid dan memenuhi kriteria untuk digunakan dalam penelitian. Selain itu, hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai sebesar 0,955 yang termasuk dalam kategori sangat tinggi, sehingga instrumen tes dinyatakan konsisten dan layak digunakan. Pretest diberikan sebelum diterapkan perlakuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa kemudian dilanjutkan dengan penerapan model Contextual Teaching and Learning dalam proses pembelajaran. Penerapan model Contextual Teaching and Learning dilakukan dengan menggunakan CTL sebagai model pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa memahami materi pecahan serta membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Setelah itu kegiatan pembelajaran diakhiri dengan pemberian posttest untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah perlakuan diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest siswa sebesar 54,2 sedangkan rata-rata nilai posttest siswa meningkat menjadi 89,8. Hal ini membuktikan bahwa model CTL mampu meningkatkan hasil belajar yang signifikan. Dari hasil uji N-Gain diperoleh N-Gain Score yaitu 0,7965 > 0,7 yang berada pada kategori tinggi, sehingga menunjukkan bahwa model CTL sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, hasil uji-t diperoleh thitung sebesar 48,482 dan ttabel sebesar 1,729 sehingga diperoleh (48,482 > 1,729). Maka dapat disimpukan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti "Terdapat Pengaruh Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pecahan di Kelas II SD Negeri 091263 Karang Sari
Analisis Pola Komunikasi Guru Dan Orang Tua Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Siswa UPT SDN 066050 Medan Reno Francius Simanullang; Risma Uli Lumban Siantar
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2118

Abstract

Penguatan pendidikan karakter dalam implementasi Pendidikan Pancasila memerlukan sinergi antara guru dan orang tua melalui komunikasi yang efektif untuk membentuk Pendidikan Karakter siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi guru dan orang tua, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat komunikasi, serta mendeskripsikan implikasinya terhadap penguatan Pendidikan Karakter siswa di UPT SDN 066050 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala sekolah, guru kelas IV, guru Pendidikan Pancasila, orang tua, dan siswa yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berlangsung secara dua arah, terbuka, kolaboratif, dan berkesinambungan melalui WhatsApp Group, buku penghubung, dan pertemuan tatap muka. Efektivitas komunikasi didukung oleh komitmen sekolah, keterbukaan guru, pemanfaatan media komunikasi, dan keterlibatan orang tua, sedangkan hambatannya meliputi keterbatasan waktu orang tua, perbedaan pola asuh, keterbatasan pendampingan belajar di rumah, serta kendala penggunaan media digital. Pola komunikasi tersebut mendukung penguatan Pendidikan Karakter siswa melalui berkembangnya karakter disiplin, tanggung jawab, religius, sopan santun, dan kepedulian sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi yang terencana, partisipatif, dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam memperkuat kemitraan sekolah dan keluarga serta internalisasi nilai-nilai karakter siswa.
The Utilization of Artificial Intelligence (AI) in Islamic Education Administration: An Analytical Study of Implementation, Challenges, and Opportunities in Islamic Educational Institutions Andi Azis; Ina Ristiana; Hasim Abdul Jamil
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2125

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) technology has significantly transformed various sectors, including education management. However, its application in Islamic education administration remains inadequately explored, particularly within the Indonesian context. This study aims to analyze the implementation of AI technology in Islamic educational institution administration, identify the challenges faced, and map the opportunities that arise from its adoption. This research employs a qualitative approach with a multi-site case study design, conducted at three Islamic educational institutions in Java and Kalimantan. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving 24 key informants comprising school principals, vice principals for administrative affairs, teaching staff, and information technology staff. Data analysis was performed using Miles and Huberman's interactive model, while data validity was tested through source triangulation and method triangulation. The findings indicate that AI implementation in Islamic education administration encompasses five main domains: student admission management, academic scheduling, student performance evaluation, document management, and teacher professional development. The study also identifies three primary challenges, namely digital infrastructure limitations, human resource competency gaps, and concerns regarding Islamic values alignment. Meanwhile, the opportunities identified include enhanced operational efficiency, data-driven decision-making, and the potential for developing AI systems grounded in Islamic values. This research contributes a novel conceptual framework designated as the "AI-Based Islamic Education Administration" (ABIEA) model, which integrates AI technology principles with the values of Islamic education management. The practical implication of this study provides a strategic reference for Islamic educational institutions in formulating AI adoption policies that are effective, ethical, and aligned with Islamic educational values.
Changes In Planning and Controlling Competencies After Management-Based Leadership Training: A Single-Group Pre-Test And Post-Test Study Among Manufacturing Supervisors Kristian Dwi Kusuma; Djudiyah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2131

Abstract

Leadership effectiveness is a critical factor in supporting organizational performance, yet many supervisors and managers continue to experience limitations in managerial competencies, particularly in planning and controlling. This study aimed to examine the effectiveness of management-based leadership training in improving leadership competencies through strengthening these two managerial functions. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 37 manufacturing industry employees selected through purposive sampling. The intervention consisted of an eight-hour face-to-face management-based leadership training integrating experiential learning methods, including lectures, case discussions, simulations, reflective activities, and structured feedback. Data were collected using leadership competency tests administered before and after the training and analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, paired-samples t-test, and Cohen's d<sub>z</sub> effect size. The findings revealed that the mean competency score increased from 58.38 (SD = 14.24) in the pretest to 75.95 (SD = 12.35) in the posttest. The paired-samples t-test indicated a statistically significant improvement, t(36) = −6.091, p < .001, with a large effect size (Cohen's d<sub>z</sub> = 1.001), demonstrating that the intervention substantially enhanced participants' planning and controlling competencies. These findings suggest that management-based leadership training is an effective approach for strengthening managerial leadership competencies and provide practical evidence for designing competency-based leadership development programs within organizational settings.
Improving Students’ Learning Outcomes Through Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Model In Teaching Descriptive Text Dewi Lestari Pardede; Monalisa Marta Siahaan; Irving Josafat Alexander; Gloria Sirait
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2137

Abstract

This study aims to improve students’ learning outcomes in learning descriptive text through the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model. The research was conducted using Classroom Action Research (CAR) consisting of two cycles. Each cycle includes planning, action, observation, and reflection stages. The participants of this study were 30 seventh-grade students of SMP Siloam Medan. Data were collected through learning outcome tests, observation sheets, and documentation. The results of the study show that the implementation of the CIRC model significantly improved students’ learning outcomes. In the first cycle, the percentage of students who achieved the minimum mastery criteria was 63%. After improvements in the second cycle, the mastery level increased to 86%. In addition, students' participation and collaboration during learning activities also increased. Therefore, the CIRC model can be considered an effective instructional strategy to enhance students' understanding and writing ability in descriptive texts
Implementasi Media Mind Mapping Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Pembelajaran SKI di MI Bahrul Ulum Klungkung Wahyu Setiawan; Syarifah; Sutrisno Ahmad; Fitria Agustina
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan hasil implementasi media mind mapping berbasis pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi Kelahiran Nabi Muhammad SAW di MI Bahrul Ulum Kusamba, Klungkung, Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan dilaksanakan pada semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Partisipan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas satu guru Sejarah Kebudayaan Islam, satu wali kelas IV, dan sembilan peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran diawali dengan asesmen diagnostik sebagai dasar penyusunan perangkat pembelajaran berdiferensiasi. Pelaksanaan pembelajaran menerapkan diferensiasi konten, proses, dan produk melalui penggunaan media mind mapping yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Implementasi pembelajaran ditandai oleh perubahan peran guru sebagai fasilitator, meningkatnya keaktifan, kolaborasi, dan kemampuan berpikir peserta didik, serta penguatan pemahaman konsep dan karakter, seperti kerja sama, tanggung jawab, disiplin, dan keteladanan. Temuan ini menunjukkan bahwa media mind mapping berbasis pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah.
Implementasi Media Visual Dalam Manasik Haji di SDIT Darussalam Berdasarkan Cone Of Experience Edgar Dale Sutrisno Ahmad; Syarifah; Wahyu Setiawan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.2157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media visual dalam kegiatan manasik haji pada pembelajaran Fikih di SDIT Hadlonah Darussalam serta menganalisis implementasinya berdasarkan Cone of Experience Edgar Dale. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan dilaksanakan pada Februari–April 2026. Partisipan penelitian berjumlah 11 orang, terdiri atas 1 kepala sekolah, 1 guru Fikih, dan 9 peserta didik, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan pembelajaran manasik haji. Data dikumpulkan melalui enam kali observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media visual dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Media visual yang digunakan meliputi video pembelajaran (visual representation), gambar, poster edukatif (procedural demonstration), dan miniatur Ka'bah (authentic practice) yang dipadukan dengan demonstrasi serta praktik langsung manasik haji. Penggunaan media tersebut meningkatkan keaktifan, motivasi, dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang bersifat prosedural. Berdasarkan Cone of Experience Edgar Dale, implementasi media visual membentuk pengalaman belajar secara bertahap dari representasi visual menuju pengalaman langsung melalui praktik manasik haji. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media visual dan praktik langsung mendukung terciptanya pembelajaran Fikih yang lebih bermakna dan interaktif.
Pengembangan dan Uji Efektivitas Modul Teman Bertumbuh Untuk Mengelola Kecemasan Remaja Melalui Penguatan Pola Pikir Bertumbuh Najma Ulya Magfira; Muhammad Junaedi Mahyuddin; Handayani Sura; Aisyah Suryani; ⁠Muliyadi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2165

Abstract

Gangguan kecemasan pada remaja di Indonesia merupakan masalah kesehatan mental yang semakin mendesak, sementara intervensi berbasis sekolah yang terstruktur masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas modul pelatihan “Teman Bertumbuh” sebagai intervensi berbasis kognitif dan pola pikir bertumbuh guna membantu remaja mengelola kecemasan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa berusia 15–17 tahun yang teridentifikasi memiliki tingkat kecemasan sedang hingga tinggi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Validasi modul dilakukan oleh tiga ahli yang terdiri atas ahli psikologi, ahli bimbingan dan konseling, serta ahli media pembelajaran. Intervensi dilaksanakan selama empat minggu dalam enam sesi pelatihan dengan durasi 90 menit pada setiap sesi. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner kebutuhan, dan skala Screen for Child Anxiety Related Emotional Disorders (SCARED), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul “Teman Bertumbuh” memperoleh tingkat validitas sangat tinggi dengan rata-rata skor kelayakan sebesar 92,4%. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya penurunan signifikan pada skor kecemasan peserta dari rata-rata 36,8 pada pretest menjadi 24,1 pada posttest (t = 7,42; p < 0,001). Selain itu, proporsi peserta dengan kategori kecemasan tinggi menurun dari 40% menjadi 10% setelah mengikuti intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa modul “Teman Bertumbuh” efektif dalam membantu remaja mengelola kecemasan melalui penguatan pola pikir bertumbuh. Implikasi penelitian menegaskan bahwa intervensi kesehatan mental yang terintegrasi di sekolah dapat menjadi alternatif layanan preventif dan promotif yang praktis, berkelanjutan, serta berpotensi mendukung kesejahteraan psikologis dan resiliensi remaja.
Implementasi Problem Based Learning (PBL) Dalam Meningkatkan Sikap Kepemimpinan Peserta Didik Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Shakira Siraj Dzahabiyyah; Aim Abdulkarim; Ratna Fitria
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap kepemimpinan peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di SMK Karya Pembangunan 2 Margahayu dengan subjek penelitian sebanyak 37 peserta didik kelas XI. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas dua tindakan. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data analisis secara deskriptif melalui analisis kualitatif terhadap hasil observasi dan wawancara serta analisis kuantitatif deskriptif menggunakan persentase dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan sikap kepemimpinan peserta didik pada setiap tindakan. Berdasarkan hasil observasi, indikator inisiatif meningkat dari 33% pada tindakan awal menjadi 84% pada tindakan akhir, tanggung jawab dari 33% menjadi 83%, kerja sama dari 32% menjadi 81%, komunikasi dari 32% menjadi 80%, dan pengambilan keputusan dari 32% menjadi 82%. Secara keseluruhan, sikap kepemimpinan peserta didik mencapai 82% dengan kategori sangat baik pada akhir tindakan. Peningkatan juga terlihat pada hasil tes, dengan nilai rata-rata yang meningkat dari 59 pada Siklus I menjadi 88 pada Siklus II. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan sikap kepemimpinan peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui aktivitas pemecahan masalah, diskusi, kerja sama, komunikasi, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab.