cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
putrapurniadi@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
jipsi199@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dusun Turusan Desa Lorong Kecamatan Sambas Perumahan Lorong Asri , Kab. Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, 7946
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial
Published by CV putra publisher
ISSN : 28292723     EISSN : 28292723     DOI : -
he focus of this JIPSI journal is based on the results of educational research that contributes to the understanding, improvement, development of scientific theories and concepts and their application to education in Indonesia. The scope of education includes educational administration, guidance, counseling, educational technology, primary school teacher education, early childhood teacher education, Islamic religious education, non-formal education, special education, and psychology. Meanwhile, the scope of the study specifically for social issues is to publish the results of studies in the following fields; Anthropology, Sociology, History, Politics, Economics, Education, Culture, Psychology, Management, Arts, Linguistics, and Law
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 343 Documents
The Expansion Of Emotional Jurisdiction In Viral Digital Courtrooms and Its Impact On Judicial Legitimacy Yohanna YR Watofa; Atang Suryana; Nurjanah Lahangatubun
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.1759

Abstract

The rise of social media has created viral digital courtrooms, namely online spaces where legal cases are discussed, judged, and emotionally interpreted by the public outside formal court procedures. This phenomenon expands emotional jurisdiction, understood as the growing influence of public emotions on the social perception of legal authority, fairness, and judicial credibility. This study analyzes how emotional dynamics in viral digital courtrooms affect judicial legitimacy. Using a socio-legal qualitative approach, the study applies digital discourse analysis to 150 social media posts, online comments, digital news reports, and three viral legal cases. The analysis is supported by in-depth interviews with 12 informants, including legal academics, media observers, and active social media users. The data were examined through thematic analysis and critical discourse analysis. The findings show that viral digital courtrooms intensify public emotional participation and create parallel public judgments that shape perceptions of judge neutrality, procedural fairness, and institutional credibility. The study concludes that judicial legitimacy in the social media era requires more adaptive legal communication and stronger digital governance strategies.
Non-Compliance Of Forestry Permits With Regional Spatial Plan (RTRW) In Siak Regency Suardi; Ellydar Chaidir; Suparto
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.1775

Abstract

The inconsistency between forestry permits and the Regional Spatial Plan (RTRW) has become a significant issue in natural resource governance in Siak Regency. This study aims to analyze the forms of non-compliance of forestry and plantation permits with the 2020–2040 Siak Regency RTRW, identify indications of maladministration in the licensing process, and formulate policy measures to strengthen spatial planning compliance. This research employs a normative legal approach supported by qualitative analysis and quantitative-spatial data. The data were obtained through the examination of statutory regulations, spatial planning documents, forestry and plantation permit data, field observations, and interviews with key informants. The findings reveal that Industrial Plantation Forest (HTI) permits covering 126,737 hectares and plantation permits covering 57,866 hectares operate outside the spatial allocation corridors stipulated in the Siak Regency RTRW. This mismatch indicates problems of intergovernmental coordination, weak spatial verification, and the suboptimal implementation of monitoring and sanction mechanisms. The impacts are not merely administrative but also include legal uncertainty, agrarian conflicts, peat ecosystem degradation, and increased vulnerability to forest and land fires. This study recommends the formulation of a regent regulation as a technical guideline for RTRW implementation, the strengthening of the Regional Spatial Planning Coordination Team (TKPRD), the integration of licensing data through GIS and the One Map Policy, periodic audits of problematic permits, and the enforcement of administrative sanctions in the form of permit cancellation or revocation against corporations proven to have violated spatial planning regulations.
Optimalisasi Manajemen Pembelajaran Untuk Meningkatkan Self-Regulated Learning Siswa SMP Negeri 244 Jakarta Julinda Siregar; Maman; Cristiana Dewi; Nina Husna; Tito Adi Dewanto; Iwan Koerniawan; Yanih Rusyanih; Riana Puspita; Puji Rahmiwati
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.1853

Abstract

Rendahnya kemampuan belajar mandiri (self-regulated learning/SRL) siswa merupakan salah satu tantangan dalam pengelolaan pembelajaran di sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh optimalisasi manajemen pembelajaran terhadap peningkatan SRL siswa di SMP Negeri 244 Jakarta Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian mencakup 312 siswa kelas VIII, dengan sampel sebanyak 72 siswa yang dipilih melalui purposive sampling dan dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n = 36) dan kelompok kontrol (n = 36). Data dikumpulkan menggunakan angket SRL berbasis model Zimmerman yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas (α = 0,924), serta lembar observasi keterlaksanaan manajemen pembelajaran. Intervensi pada kelompok eksperimen berupa penerapan manajemen pembelajaran terstruktur yang meliputi perencanaan kolaboratif, pemantauan proses belajar, dan pemberian umpan balik reflektif selama 12 pertemuan. Analisis data dilakukan menggunakan ANCOVA dengan skor pretes SRL sebagai kovariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh skor SRL pascates yang lebih tinggi (M = 142,67; SD = 14,38) dibandingkan kelompok kontrol (M = 121,94; SD = 15,72). Perbedaan tersebut terbukti signifikan secara statistik, F(1,69) = 38,41, p < 0,001, dengan ukuran efek yang besar (η² = 0,357). Temuan ini mengindikasikan bahwa optimalisasi manajemen pembelajaran berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan SRL siswa. Hasil penelitian menegaskan pentingnya penguatan praktik manajemen pembelajaran sebagai strategi untuk mendukung kemandirian belajar dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah.
Analisis Nilai Karakter Dalam Film Keluarga Cemara Karya Arswendo Atmowiloto Samuel Abdul Aziz; Nur Fatimah; Saiful Islam
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.1861

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi nilai pendidikan karakter dalam film Keluarga Cemara karya Arswendo Atmowiloto melalui pendekatan semiotika dan teori pendidikan karakter Thomas Lickona. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain analisis teks media. Data diperoleh melalui dokumentasi terhadap adegan, dialog, dan elemen visual film. Analisis dilakukan pada level denotatif dan konotatif untuk mengungkap representasi nilai karakter serta makna ideologis yang menyertainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Keluarga Cemara merepresentasikan nilai tanggung jawab, kasih sayang, kesederhanaan, kerja keras, dan ketangguhan keluarga. Namun, representasi tersebut tidak sepenuhnya netral karena turut memuat kecenderungan romantisasi kemiskinan dan penguatan peran gender patriarkal dalam kehidupan keluarga. Melalui integrasi semiotika dan teori Lickona, nilai karakter dalam film tampak dibangun melalui dimensi moral knowing, moral feeling, dan moral action, meskipun tindakan moral yang ditampilkan cenderung disederhanakan. Penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan film sebagai media pendidikan karakter perlu dilakukan secara kritis, agar nilai yang disampaikan tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi juga reflektif, kontekstual, dan peka terhadap dimensi sosial-ideologis.
Artificial Intelligence Driven Process Optimization in Smart Manufacturing Systems Shofia Hardi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.1868

Abstract

The transformation toward smart manufacturing requires adaptive and data-driven process optimization to enhance industrial competitiveness. This study aims to examine the effect of Artificial Intelligence (AI) on operational efficiency, machine downtime reduction, and production quality in smart manufacturing systems. A quantitative explanatory approach with a cross-sectional survey was employed. Data were collected from 210 production managers, operational supervisors, and engineers in manufacturing companies implementing digital technologies. Respondents were selected using purposive sampling, and the data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings reveal that AI has a positive and significant effect on operational efficiency (β = 0.812; t = 18.764; p < 0.001), machine downtime reduction (β = 0.746; t = 15.283; p < 0.001), and production quality (β = 0.781; t = 17.951; p < 0.001). The novelty of this study lies in simultaneously examining these three dimensions of process optimization, providing a more comprehensive perspective on AI-driven smart manufacturing.
The Implementation of Christian Religious Education and Its Contribution to the Spirituality of Generation Z Adolescents: A Descriptive Study at GMIBM Paulus Pusian Devis Oktavianus Pinontoan; Fernando Turangan; Steviani Koikig; Rani Jacobus; Befri Guma
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1881

Abstract

This study aims to describe the implementation of Christian Religious Education (CRE) and its impact on the spirituality of Generation Z adolescents at the Evangelical Christian Church in Bolaang Mongondow (GMIBM) Paulus Pusian. The research problem departs from the challenges Generation Z faces in the digital era, such as the rapid growth of information technology, social media, and shifting social values that may affect adolescent spiritual life, so that CRE becomes an essential means for the church to nurture faith, character, and the spirituality of the young generation. The method employed was qualitative descriptive, with data gathered through participatory observation, in-depth interviews, and documentation of youth ministry at GMIBM Paulus Pusian. Data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain a comprehensive picture of CRE implementation and its impact on adolescent spiritual life. The findings show that CRE at GMIBM Paulus Pusian is implemented through various nurturing activities such as youth worship, Bible study, prayer fellowship, spiritual mentoring, and involvement in church ministry. It is concluded that CRE implementation contributes positively to the spiritual growth of Generation Z adolescents; therefore, the church needs to develop a contextual, relevant, and adaptive nurturing model to sustainably support the faith and spiritual formation of the young generation.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IX Novita Sari Emelia Manalu; Injen Pardamean Butar Butar; Benjamin Albert Simamora
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1892

Abstract

Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Ips Siswakelas Ix Smp Cinta Rakyat 3 Pematangsiantar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan bentuk Non-Equivalent Control Group Design. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Cinta Rakyat 3 Pematangsiantar mengenai pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IX, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil post-test siswa pada kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata nilai post-test kelas eksperimen sebesar 86,83, sedangkan rata-rata nilai post-test kelas kontrol sebesar 70,75.Hasil pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, H₀ ditolak dan Hₐ diterima, sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IX SMP Cinta Rakyat 3 Pematangsiantar.Selain itu, berdasarkan hasil uji N-Gain diperoleh rata-rata sebesar 0,7039 yang termasuk dalam kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Melalui penerapan model PBL, siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, mampu bekerja sama dalam kelompok, serta lebih terlatih dalam berpikir kritis dan memecahkan masalah sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan efektif.
Efektivitas Media Audio Visual Berbasis Kearifan Lokal Warak Ngendog Terhadap Penanaman Karakter Anak Usia Dini Dewi Nugrahastuti Wirahno; Dian Pramita; Budi Dyah Lestari; Soraya Rosna Samta; Sunny Annisa Masfuri; Kharisma Kinanti Pertiwi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.1894

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini menghadapi tantangan akibat derasnya arus globalisasi dan minimnya media pembelajaran yang mengangkat kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas media audio visual “Warak Ngendog”, sebuah animasi digital berbasis legenda akulturasi budaya Jawa, Tionghoa, dan Arab di Semarang, dalam menanamkan karakter pada anak usia dini di RA Manda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi-Experimental, model Nonequivalent Control Group Design, melibatkan 40 anak kelompok B (20 anak kelompok eksperimen dan 20 anak kelompok kontrol) yang dipilih melalui purposive sampling. Media audio-visual berbasis video pembelajaran durasi 4 kali (Revisi) pertemuan. Data dikumpulkan menggunakan angket, lembar observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan uji Independent Sample t-test dan Paired Sample t-test menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor karakter pada kelompok eksperimen sebesar 20,6 poin (dari 64,0 menjadi 84,6), jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya meningkat 5,57 poin (dari 64,03 menjadi 69,6), dengan nilai signifikansi 0,001 (<0,05). Peningkatan terjadi pada ketiga aspek karakter, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Dapat disimpulkan bahwa media audio visual “Warak Ngendog” efektif sebagai strategi inovatif untuk menanamkan karakter sekaligus melestarikan kearifan lokal pada anak usia dini.
Implementasi Program Manajemen Stres Dalam Menumbuhkan Kemampuan Beradaptasi Santri di Pondok Pesantren Babussalam Agung Tri Harjono; Anita Puji Astutik
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.1912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program manajemen stres dan menganalisis dampaknya dalam menumbuhkan kemampuan beradaptasi santri di Pondok Pesantren Babussalam. Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya tuntutan kehidupan pesantren yang cukup kompleks, seperti penyesuaian terhadap jadwal kegiatan yang padat, kedisiplinan, lingkungan sosial baru, tuntutan akademik-keagamaan, serta keterpisahan santri dari keluarga. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tekanan psikologis apabila tidak diimbangi dengan strategi pendampingan yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data primer diperoleh dari pengasuh pesantren, ustaz/ustazah, pembina asrama, konselor atau pendamping santri, serta santri yang terlibat dalam program manajemen stres. Sementara itu, sumber data sekunder diperoleh dari dokumen kegiatan pesantren, jadwal pembinaan, catatan konseling, arsip program, dan dokumentasi kegiatan pendampingan santri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik untuk memperoleh keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program manajemen stres di Pondok Pesantren Babussalam dilaksanakan secara terstruktur melalui kegiatan konseling, pelatihan relaksasi, pembiasaan komunikasi terbuka, pendampingan asrama, serta pendekatan spiritual seperti zikir, doa, nasihat keagamaan, dan pembinaan akhlak. Program tersebut memberikan kontribusi positif terhadap kemampuan adaptasi santri, terutama dalam mengelola tekanan, membangun kedisiplinan, meningkatkan interaksi sosial, menerima aturan pesantren, dan mengembangkan ketahanan diri. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pendampingan psikososial di lingkungan pesantren agar program manajemen stres dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan lebih responsif terhadap kebutuhan kesehatan mental santri.
Integrasi Prinsip Green Economy Dalam Pembinaan Anak Jalanan: Analisis Yuridis Terhadap Kebijakan Pemerintah Kota Samarinda Yandi Dwiyandana; Aullia Vivi Yulianingrum; Ikhwanul Muslim
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.1925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Daerah Kota Samarinda dalam mengintegrasikan prinsip green economy terhadap pembinaan anak jalanan serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasinya. Kajian ini didasarkan pada landasan hukum yang meliputi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta kebijakan pembangunan berkelanjutan yang mendorong penerapan prinsip green economy dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Penelitian menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan lapangan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Samarinda telah melaksanakan pembinaan anak jalanan melalui kegiatan penertiban, rehabilitasi sosial, dan perlindungan sosial yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja. Namun, integrasi prinsip green economy dalam program pembinaan masih belum optimal karena lebih berfokus pada aspek sosial dan belum mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan secara sistematis. Diperlukan penguatan kebijakan, koordinasi lintas sektor, serta pengembangan program pelatihan keterampilan berbasis lingkungan dan kewirausahaan hijau agar pembinaan anak jalanan dapat mendukung kesejahteraan sosial, perlindungan anak, dan pembangunan berkelanjutan secara terpadu.