cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung H - Kampus 2 UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27218686     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIAR atau yang lebih dikenal dengan Seminar Ilmiah Arsitektur adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 648 Documents
Pengaruh Tingkat Kenyamanan Visual Interior terhadap Perilaku Pengguna Ruang Kamar Kost Pramono, Santiko Teguh; Astuti, Dyah Widi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papan atau tempat tinggal merupakan suatu kebutuhan utama manusia dengan fungsi sebagai tempat berlindung atau hunian. Kos merupakan suatu tempat tinggal yang disewakan dalam jangka waktu yang cukup lama daripada hotel atau penginapan lain dengan fasilitas tertentu dan harga yang terjangkau. Tujuan dari penelitian untuk menemukan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kenyamanan visual ruang kamar kos serta mengetahui pengaruh tingkat kenyamanan visual interior ruang kamar kos terhadap perilaku pengguna dengan menerapkan metode penelitian kualitatif, pendekatan ini dilakukan melalui observasi, studi literatur, dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh berupa 1) adanya banyak kekurangan pada kos Pak Sarno seperti penataan furnitur kurang tepat, warna dinding yang sudah berjamur, kusam dan kurangnya pencahayaan alami maupun buatan membuat perilaku pengguna ruang kamar kurang nyaman sekaligus aktivitas terganggu sehingga pengguna malas, tidak semangat dan jenuh terhadap kenyamanan visual interior. 2) Pada kos Home Green, kekurangan di ruang kamar seperti warna ruang yang sudah kusam dan mengelupas, penataan furnitur yang berdekatan dan salah penempatan, kurangnya pencahayaan pada ruangan membuat perilaku pengguna ruang kamar tidak nyaman menjalankan aktivitas, kurang semangat, mengganggu pandangan dan kesehatan serta membuat suasana panas. 3) pada kos Al-Basith pewarnaan ruang kamar sudah tepat sehingga membuat perilaku pengguna ruang kamar kos tenang dan nyaman, akan tetapi penataan furnitur masih kurang sehingga pengguna mengalami kesulitan / kurang nyaman dalam beraktivitas begitu juga dengan harapan mendapatkan pencahayaan yang cukup. Lalu pencahayaan, warna, dan tata layout furnitur merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan visual.
Identifikasi Elemen Arsitektur pada Fasad Bangunan Heritage di Koridor Kampung Batik Kauman Alifudin, Muhammad; Aji, Fauzi Mizan Prabowo
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya keberagaman seni dan budaya. Budaya berasal dari sebuah kebiasaan, nilai-nilai kehidupan serta pola kegiatan yang diyakini oleh masyarakat selama mereka tinggal dan menetap. Mereka menggangapnya sebagai bagian penting dari karakter yang dijadikan sebagai warisan untuk penerus yang akan datang. Sebuah kawasan bersejarah sangat mungkin memiliki bangunan peninggalan yang membentuk citra bersejarah pada kawasan tersebut. Salah satu contohnya adalah area Kampung Wisata Batik Kauman, di mana bangunan heritage yang mendominasi berasal dari masa kolonial. Bangunan tersebut seharusnya dijaga dan dijadikan bahan kajian untuk perkembangan arsitektur modern, karena memiliki nilai yang signifikan dalam sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Penilitian bermaksud mempelajari komponen elemen arsitektural yang ada pada fasad bangunan heritage terutama pada koridor Kampung Wisata Batik Kauman terkait bentuk bangunan dan ornamen pendukungnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menguraikan data mengenai bangunan heritage di koridor Kampung Wisata Batik Kauman. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi (merekam objek), dan wawancara dengan pihak yang berhubungan sebagai metode pengumpulan informasi. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar bangunan di koridor Kampung Wisata Batik Kauman memiliki karakteristik sebagai bangunan bersejarah, terutama berbentuk kolonial dengan elemen fasad yang mencolok pada setiap bangunan heritage.
Evaluasi Kenyamanan Visual pada Ruang Seminar 1 Gedung J, Kampus UMS Pamungkas, Muhammad Bagus; Priyatmono, Alpha Fabela
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang seminar adalah ruang yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar, workshop, pelatihan dan kegiatan ilmiah lainnya. Ruang seminar ini memiliki potensi besar untuk menjadi tempat berdiskusi dan berbagi pengetahuan, namun pencahayaan yang kurang memadai sering membuat suasana kurang nyaman. Oleh karena itu, penelitian ini mengajukan pertanyaan mengenai tingkat kenyamanan visual dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kenyamanan visual di Ruang Seminar 1 Gedung J, Kampus UMS. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, peneliti menggunakan observasi, pengukuran langsung, dan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan alami dari jendela-jendela kecil dalam ruangan tidak mencukupi untuk menyediakan pencahayaan yang merata. Selain itu, pencahayaan buatan yang menggunakan lampu neon pendek juga tidak optimal, menciptakan area gelap di beberapa bagian ruangan. Warna dinding yang digunakan juga berpengaruh terhadap penyebaran cahaya. Dari data yang diperoleh, intensitas pencahayaan dalam ruangan belum memenuhi standar SNI yang direkomendasikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pencahayaan baik dari aspek alami maupun buatan untuk menciptakan kenyamanan visual yang optimal di Ruang Seminar 1 Gedung J.
Identifikasi Taman Agrowisata Cilangkap dengan Pendekatan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Pradhana, Anggara Tegar; Nugroho, Muhammad Siam Priyono
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Agrowisata Cilangkap merupakan taman Eduwisata yang ramai dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai usia terutama anak-anak, dimana pengunjung dapat melakukan aktivitas rekreasi sekaligus belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah taman Agrowisata ini sudah sesuai apabila dilihat dengan pendekatan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak, mengingat taman ini ramai dikunjungi oleh anak-anak. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan memberikan penilaian pada tiap-tiap indikator RPTRA yang ada pada taman tersebut. Indikator ini ditentukan dengan kriteria RPTRA yang mencakup beberapa indikator seperti: aksesibilitas, sarana rekreasi, sarana sosialisasi, sarana olahraga, sarana pendukung dan vegetasi. Hasil akhir penilaian akan didapatkan tingkat kesesuaian Taman Agrowisata Cilangkap dengan pendekatan RPTRA. Hasil menunjukkan bahwa Taman Agrowisata Cilangkap dapat dikatakan mendekati sesuai dengan kriteria Ruang Publik Terpadu Ramah anak (RPTRA) dengan persentase tingkat kesesuaian sebesar 71,46%.
Kajian Kenyamanan Sirkulasi Tata Ruang Studi Kasus: Tipe Rumah di Perumahan Gondang Tani Arafi, Thoriq; Raidi, Samsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan subsidi di Indonesia merupakan perkembangan dalam membangun tempat tinggal, seperti di Kota Sragen yang dimana rumah subsidi merupakan suatu perencanaan rumah yang kurang melihat dari kebutuhan ruang penghuni rumah tersebut. Hal ini, membuat kualitas dari perumahan tersebut memiliki standar di bawah layak yang menyebabkan bentuk ruangan menjadi tidak maksimal secara aspek kenyamanan bagi penghuninya. Maka dari itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sampling purposefully select untuk memilih bentuk sirkulasi perubahan kenyamanan teritori ruang, dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Dari penelitian ini juga ditujukan untuk meneliti kenyamanan, teritori dan bentuk ruang yang perlu dikembangkan terhadap perumahan subsidi hingga mencapai aspek kenyamanan pengguna.
Identifikasi Arsitektur Tropis pada Fasad Perumahan Subsidi Sragen (Studi Kasus pada Proyek Griya Yartin 5 dan Gondang Tani Indah) Firdaus, Yan Akhsani; Raidi, Samsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan perekonomian Bupati Sragen turut mendorong pertumbuhan jumlah penduduknya. Akibat perkembangan ini, masyarakat di daerah tersebut membutuhkan tempat menghuni. Oleh karena itu, banyak bermunculan perumahan dan permukiman baru. Salah satunya adalah subsidi perumahan yang membantu masyarakat kelas menengah bawah mendapatkan perumahan. Namun sebagai perumahan bersubsidi, banyak pengembang tentunya yang memilih membangun rumah minimalis, kurang sesuai dengan kondisi wilayah Kabupaten Sragen yang beriklimMtropis.mArsitektur tropis merupakan sebuah konsep yang dapat digunakan dalam model perumahan dan muncul pada desain rumah serta fasad untuk menyesuaikan dengan kondisi tropis di wilayahnya. Metode penelitian ini dikerjakan menggunakan cara deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan survei, observasi, dan penelitian dokumen. Kesimpulan yang dapat kita ambil salah satunya adalah bahwa meskipun perumahan subsidi ini memiliki fasad yang minimalis ternyata masih terdapat bagian-bagian yang telah dijelaskan dapat beradaptasi dengan kondisi iklim setempat. Bagaimanapun bentuk fasad yang dibangun mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kenyamanan didalam ruang. Perencanaan dan penentuan tema arsitektur tropis yang diharapkan akan menghasilkan dampak positif untuk bangunan tema tropis dengan cakupan rumah dan perumahan dengan mengatasi isu aliran udara, hujan, suhu, dan kelembapan.
Karaktersitik Koridor Jalan Ketandan sebagai Potensi Kawasan berdasarkan Teori Good City Form Ismawarni, Yuni; Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Jalan Ketandan di Surakarta merupakan bagian integral dari kampung pecinan dengan sejarah panjangnya, memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi dan pelestarian warisan budaya. Fokus penelitian mencakup posisi Koridor Jalan Ketandan dalam konteks Kota Surakarta, sejarah perkembangannya, peran sebagai kawasan pecinan, pusat perekonomian, fungsi sebagai ruang publik , aktivitas sosial budaya, serta untuk mengeksplorasi isu-isu yang ada di Koridor Jalan Ketandan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik Koridor Jalan Ketandan berdasarkan Teori Good City Form berdasarkan kriteria vitality, sense, fit, accessibility, dan control serta mampu mengintegrasikan berbagai nilai yang dikandungnya. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif sebagai pendekatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan analisis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koridor Jalan Ketandan sebagai akses utama dan pusat perekonomian Pasar Gede telah memenuhi kriteria yang ada dan berhasil memberikan kontribusi signifikan terhadap vitalitas kota. Vitality tercermin dalam keberagaman ekonomi dan kegiatan komunitas. Sense diwakili oleh warisan budaya yang kental dan praktik budaya yang masih dijalankan. Fit tercermin dalam respons adaptif terhadap kondisi dinamis dan peningkatan infrastruktur yang mendukung kegiatan masyarakat. Accessibility diwujudkan melalui aksesibilitas yang baik untuk pejalan kaki dan berbagai moda transportasi. Control dicapai melalui tanggung jawab pemerintah dalam pelestarian karakter kawasan dan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran mendalam tentang karakteristik Koridor Jalan Ketandan sebagai potensi kawasan, memberikan informasi penting untuk pengambil kebijakan dan pihak terkait untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kawasan ini. Kesimpulan penelitian memberikan dasar bagi tindakan yang progresif dalam pengembangan Koridor Ketandan sebagai kawasan dengan potensi besar yang perlu dioptimalkan.
Persepsi Masyarakat terhadap Landmark sebagai Citra Kota: Studi Kasus Tugu Makutha Surakarta Mutiara, Deviesta Nanda Alifta; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surakarta, atau yang lebih dikenal dengan nama Solo, merupakan salah satu kota bersejarah di Jawa Tengah, Indonesia, yang kaya akan kebudayaan dan tradisi. Salah satu elemen yang mempengaruhi citra suatu kota adalah keberadaan landmark yang menjadi ikon atau representasi kota tersebut. Landmark tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga memiliki makna simbolik dan daya tarik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap landmark Tugu Makutha sebagai citra kota Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik penyebaran kuesioner . Hasil dari penelitian menunjukkan sebanyak lebih dari 50 % responden merasa bahwa Tugu Makutha sudah dapat dikatakan sebagai bentuk citra kota. Tugu Makutha dianggap sebagai landmark titik penting yang merefleksikan tugu perbatasan memasuki Kota Surakarta. Namun, ada juga beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti perawatan dan pengelolaan landmark agar tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai simbol Kota Surakarta.
Efisiensi pada Rancangan Koridor dan Tugu Batas Kota Jalan Mayor Achmadi Mojosongo Kota Surakarta Ashari, Farhan; Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi dapat dikatakan sebagai upaya mencapai tujuan secara optimal dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki secara minimal untuk menghasilkan output semaksimal mungkin. Koridor adalah suatu jalan yang sisi kiri dan kanannya dibatasi oleh dinding sehingga membentuk sebuah fasad. Suatu jalan juga dianggap sebagai koridor apabila dapat menghubungkan dari satu lokasi ke lokasi lain dan dapat menggabungkan bagian-bagian dari lokasi tersebut. Jalan Mayor Achmadi, Kel. Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta merupakan jalan penghubung dan perbatasan antara 2 wilayah, yaitu Kota Surakarta dan Kab. Karanganyar. Titik lokasi perencanaan koridor jalan dan tugu batas kota pada Jl. Mayor Achmadi tepat pada turunan dan belokan. Selain itu, situasi jalannya terbilang cukup ramai dilalui banyak kendaraan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui koridor jalan pada proyek perencanaan koridor jalan dan tugu batas kota pada Jl. Mayor Achmadi sudah atau belum efisien untuk masyarakat sekitar.Pustaka yang digunakan sebagai acuan adalah koridor jalan, koridor jalan yang efisien, dan kriteria efisiensi sebuah koridor jalan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan pencarian data secara observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah bahwa pada gambar rencana proyek penataan koridor dan tugu batas kota Jl. Mayor Achmadi di Mojosongo, sudah sesuai standar teknis yang ada. Namun, masih bisa dimaksimalkan lagi untuk aspek kenyamanan dan keamanannya, seperti dengan cara menambahkan street furniture yang belum ada. Dari hal itu, diharapkan bisa mendorong aspek pemanfaatan dari masyarakat sekitar untuk menggunakan koridor tersebut.
Analisis Optimalisasi Fungsi pada Gedung Solo Trade Center di Solo Technopark melalui Evaluasi purna Huni Salsabila, Nisa; Nugrahaini, Fadhilla Tri
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Solo Trade Center merupakan salah satu gedung di Solo Technopark sebagai public space yang berguna untuk pelayanan masyarakat. Gedung tersebut telah lama dibangun serta mengalami banyak perubahan-perubahan karena beberapa faktor, seperti penyesuaian fungsi, kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan penghuni, serta peningkatan kualitas pada bangunan. Perubahan-perubahan tersebut berupa penambahan, perubahan fungsi ataupun pemindahan ruang. penambahan, perubahan fungsi ataupun pemindahan fasilitas dalam ruang menyesuaikan kebutuhan, Perubahan sirkulasi ruang, dsg. Oleh karena itu, Gedung Solo Trade Center perlu melakukan evaluasi purna huni supaya dapat diketahui terkait keberhasilan bangunan yang ada dan juga perubahan-perubahan yang terjadi pada gedung tersebut sehingga Dapat dipastikan terkait kesesuaian gedung untuk memenuhi kebutuhan pengguna baik dari segi kenyamanan maupun fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek Evaluasi Purna Huni yang terjadi di Gedung Solo Trade Center. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi ruang-ruang Gedung Solo technopark yang memerlukan perbaikan.