cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung H - Kampus 2 UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27218686     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIAR atau yang lebih dikenal dengan Seminar Ilmiah Arsitektur adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 828 Documents
Respon Tapak Segitiga terhadap Efisiensi Tata Ruang Perancangan NZ House Kontemporer Shalsabila Nailatusshufila; Nur Rahmawati Syamsiyah
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NZ House merupakan nama samaran dari proyek rumah tinggal yang dirancang pada lahan sempit berbentuk segitiga di kawasan permukiman padat. Permasalahan utama proyek ini adalah bagaimana menciptakan hunian yang terasa luas, efisien dalam pemanfaatan ruang, serta mampu menghadirkan kenyamanan visual dan ekologis pada tapak yang tidak beraturan. Area lancip yang berpotensi menjadi ruang sisa justru diolah menjadi taman kecil sebagai elemen relaksasi dan ruang hijau mikro yang mendukung prinsip arsitektur hijau.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus berbasis desain, yang berfokus pada strategi pengaturan zonasi dan pemanfaatan ruang multifungsi sebagai upaya mewujudkan efisiensi tata ruang berbasis arsitektur hijau. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan arsitek pembimbing, serta studi literatur mengenai desain hunian efisien dan prinsip bangunan berkelanjutan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan zonasi yang tepat antara area publik, semi privat, privat, dan servis, serta penerapan ruang multifungsi, mampu menciptakan rancangan hunian yang kompak, hemat ruang, dan tetap nyaman secara termal maupun visual. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara efisiensi tata ruang dan arsitektur hijau sebagai strategi desain kontekstual yang dapat diterapkan pada hunian di lahan terbatas kawasan perkotaan.
Analisis Ergonomi pada Ruang Kerja Bidang Cipta Karya Kantor DPUPR Kabupaten Sukoharjo Exwin Putra Aji Werdana; Dhani Mutiari
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penataan ruang kerja yang tidak memperhatikan prinsip ergonomi berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dan risiko gangguan muskuloskeletal bagi pengguna ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan ergonomi pada ruang kerja Bidang Cipta Karya Kantor DPUPR Kabupaten Sukoharjo, dengan fokus pada aspek tata letak dan penataan ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, dokumentasi berupa denah hasil redrawing dan foto kondisi eksisting, serta studi literatur yang mengacu pada teori ergonomi dan standar perancangan ruang kerja. Analisis dilakukan terhadap empat aspek utama ergonomi, yaitu sirkulasi, furnitur, aksesibilitas, serta kerapian dan keamanan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting ruang kerja masih memiliki beberapa permasalahan ergonomi, terutama pada penataan furnitur, alur sirkulasi, dan pengelolaan ruang penyimpanan, yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dan risiko gangguan muskuloskeletal. Berdasarkan hasil analisis tersebut, penelitian ini menghasilkan arahan penerapan ergonomi sebagai dasar rekomendasi penataan ruang kerja yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna ruang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penerapan prinsip ergonomi pada ruang kerja kantor pemerintahan.
Evaluasi Tingkat Kenyamanan Auditif Ruang Komunal melalui Fenomena Akustik di Malang Creative Center Karina Putri Utami; Fauzi Mizan Prabowo Aji
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang Creative Center (MCC) merupakan bangunan publik multifungsi yang mewadahi berbagai aktivitas kreatif masyarakat Kota Malang. Karakter bentuk bangunannya yang semi-terbuka menyebabkan ruang komunal di area sentral saling terhubung antar lantai sehingga menimbulkan tantangan dalam aspek kenyamanan auditif akibat persebaran suara dengan intensitas tinggi (bising) dari luar bangunan maupun aktivitas internal yang berlangsung secara bersamaan. Fenomena akustik utama dipengaruhi oleh bukaan lebar, keberadaan void, material reflektif, serta kedekatan terhadap sumber suara (pengeras suara dan lalu lintas). Penelitian ini mengidentifikasi dan mengevaluasi tingkat kenyamanan auditif ruang komunal MCC menggunakan pendekatan mixed methods melalui observasi kondisi eksisting ruang, pengukuran tingkat kebisingan (dBA), serta penyebaran kuesioner persepsi pengguna. Data yang diperoleh dianalisis dengan membandingan hasil pengukuran terhadap Kepmen LH No. 48 tahun 1996 (ambang batas kebisingan 60-70 dBA peruntukan fasilitas umum), yang menunjukkan ketidaksesuaian signifikan. Persepsi pengguna juga mengonfirmasi bahwa kebisingan berpotensi mengganggu konsentrasi dan komunikasi. Oleh karena itu, strategi pengendalian akustik adaptif direkomendasikan untuk meningkatkan kenyamanan auditif ruang komunal di MCC.
Efektivitas Pemilihan Material Alumunium Composite Panel (ACP) dalam Perancangan Fasad Bioskop CGV di Ngaliyan, Semarang Ria Susiana Herawati; Wisnu Setiawan
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan material Aluminium Composite Panel (ACP) pada perancangan fasad Bioskop CGV di Ngaliyan, Semarang. Penelitian dilatarbelakangi oleh kebutuhan material fasad yang tidak hanya memenuhi estetika modern minimalis, tetapi juga efisien secara ekonomi dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui studi literatur, analisis penerapan ACP pada fasad, perbandingan dua model desain fasad, serta perbandingan dua merek ACP, yaitu Seven dan Alcopan. Analisis dilakukan berdasarkan tiga parameter utama, yaitu estetika, ekonomi, dan keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ACP sangat efektif dalam membentuk karakter visual yang rapi dan modern. Pola pemasangan vertikal terbukti paling optimal karena mampu meminimalkan sisa material hingga ±5-8% serta meningkatkan efisiensi biaya dan kinerja termal bangunan.
Evaluasi Zoning dan Sirkulasi Ruang Baby Spa Skala Kecil di Sukoharjo Ira Amalia Kesha Lukluk Ul Azka; Suryaning Setyowati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baby spa sebagai fasilitas perawatan bayi memerlukan penataan ruang yang aman, higienis, dan terarah guna mendukung aktivitas massage serta hidroterapi secara optimal, namun pada praktiknya masih ditemukan permasalahan terkait zoning dan sirkulasi yang belum sesuai standar, sehingga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serta menurunkan tingkat kenyamanan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian zoning dan sirkulasi pada bangunan baby spa di Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah metode evaluatif-komparatif melalui observasi lapangan, pengukuran dimensi ruang, dokumentasi denah, serta komparasi dengan standar WHO, AAP, serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemisahan zona kering-basah belum efektif karena kedekatan toilet dengan area hidroterapi, sementara lebar jalur sirkulasi internal hanya 0,9 meter (di bawah standar 1,2 meter) dan penggunaan satu pintu akses memicu pertemuan potensi konflik arus sirkulasi antara pendamping dan terapis. Penelitian ini menegaskan perlunya penataan ulang hubungan zona, jalur sirkulasi, dan area sanitasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada fasilitas baby spa berbasis bangunan adaptif.
Pendekatan Holistik dan Adaptif dalam Perancangan Rumah Tinggal untuk Penghuni Introvert Muchammad Kiemas Ichwanan; Nur Rahmawati Syamsiyah
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi strategi perancangan arsitektural untuk rumah tinggal yang dikhususkan bagi penghuni dengan kepribadian introvert, melalui studi kasus proyek renovasi "E-House" di Perumahan Bumi Banten Indah (BBI), Serang. Di tengah homogenitas desain perumahan subsidi di Indonesia yang sering mengabaikan variabilitas kebutuhan psikologis penghuni, penelitian ini menyoroti urgensi pendekatan holistik yang mengintegrasikan psikologi lingkungan dengan rekayasa spasial. Fokus utama adalah bagaimana adaptasi struktural pada dua kavling subsidi yang digabungkan secara memanjang (back-to-back) dapat menciptakan restorative niche atau ceruk pemulihan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, artikel ini menganalisis penerapan zonasi ketat antara area servis, kantor, dan privat; penggunaan dinding mandiri (independent wall) untuk isolasi akustik; serta perancangan foyer sebagai ruang transisi psikologis. Temuan menunjukkan bahwa intervensi desain yang responsif terhadap kebutuhan privasi, kontrol sensorik, dan mitigasi konflik sosialseperti penempatan gerbang belakang di sisi kanan untuk menghindari friksi dengan tetangga secara signifikan meningkatkan kesejahteraan mental penghuni. Transformasi ini menawarkan wawasan baru mengenai fleksibilitas arsitektur "rumah tumbuh" dalam mengakomodasi spektrum kepribadian yang beragam.
Komparasi Kaca Profilit dan Kaca Konvensional Frosted pada Fasad Bangunan terhadap Performa Difusi Cahaya: Studi Kasus D House Surakarta Putra Catur Pangestu; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami merupakan aspek penting dalam perancangan bangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja difusi pencahayaan alami pada fasad bangunan melalui penggunaan kaca profilit dibandingkan dengan kaca konvensional frosted sebagai dasar pertimbangan desain fasad hunian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui simulasi DIALux Evo dengan mempertimbangkan variasi tipe kaca profilit (single, double, dan triple), orientasi bukaan, serta waktu pengamatan pada pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB. Hasil simulasi menunjukkan bahwa secara umum distribusi cahaya alami berada dalam kategori nyaman berdasarkan klasifikasi UDI serta memenuhi standar minimum SNI 03-6197-2000. Namun, pada pukul 15.00 masih ditemukan area dengan iluminasi berlebih yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan visual. Perbandingan material menunjukkan bahwa kaca profilit tipe single memiliki performa yang relatif sebanding dengan kaca frosted, sedangkan tipe double dan terutama tipe triple memberikan hasil difusi cahaya yang lebih efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan tipe kaca berpengaruh terhadap kualitas pencahayaan alami, serta perlu dikombinasikan dengan strategi pengendalian bukaan yang tepat untuk mencapai kenyamanan ruang dalam secara optimal.
Kajian Analisis Sirkulasi dan Kapasitas Pengunjung Terminal Palur berdasarkan Konteks Arsitektural Achmad Fadlil Pamungkas; Fauzi Mizan Prabowo Aji
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Palur merupakan simpul transportasi penting yang saat ini mengalami degradasi kualitas fisik dan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelaikan fungsi arsitektural dan aksesibilitas Terminal Palur pasca-hunian, guna mengidentifikasi hambatan ruang (spatial barrier) yang mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Post-Occupancy Evaluation (POE). Data dikumpulkan melalui audit visual kerusakan bangunan, pengukuran teknis dimensi fasilitas aksesibilitas, serta wawancara mendalam dengan pedagang sebagai pengguna tetap terminal.Hasil penelitian menunjukkan adanya kerusakan masif pada komponen plafon yang telah mencapai tahap runtuh, serta kerusakan lantai yang menciptakan risiko keselamatan jiwa (life safety hazard). Dari aspek aksesibilitas, fasilitas ramp ditemukan tidak memenuhi standar inklusivitas dengan kemiringan ekstrem yang melampaui batas maksimal 7° (Permen PUPR No. 14/2017). Temuan subjektif dari hasil wawancara mengonfirmasi bahwa akumulasi kerusakan tersebut menyebabkan penurunan vitalitas terminal dan memaksa pengguna melakukan perilaku menghindar, yang secara sistematis mereduksi kapasitas efektif ruang. Penelitian ini merekomendasikan adanya rehabilitasi material plafon tahan air, redesain kemiringan ramp sesuai standar inklusivitas, serta penataan ulang jalur sirkulasi untuk mengembalikan fungsi terminal sebagai ruang publik yang aman dan aksesibel.
Arsitektur Reduksi sebagai Manifestasi Responsible Design dalam Desain Hunian Rumah Tinggal M. Amirudin Lutfi; Dyah Widi Astuti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik arsitektur saat ini menunjukkan kecenderungan penggunaan sumber daya yang kurang efisien akibat pendekatan desain yang terlalu menumpuk elemen visual dan teknis tanpa kebutuhan yang jelas, sehingga meningkatkan beban lingkungan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini mengkaji Arsitektur Reduksi sebagai sikap perancangan yang menempatkan proses pengurangan sebagai dasar pengambilan keputusan desain, bukan sekadar sebagai gaya minimalis. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen perancangan bangunan hunian yang menerapkan prinsip reduksi secara konsisten. Analisis difokuskan pada pembentukan massa, penggunaan struktur grid modular, dan penerapan material dalam konstruksi untuk melihat pengaruh keputusan desain yang bersifat pengurangan terhadap kinerja ekologis bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip reduksi berperan dalam menekan penggunaan material, mendukung efisiensi energi, serta membentuk hunian yang lebih sederhana, adaptif, dan berkelanjutan.
Evaluasi Ruang Gerak Pelayanan Medis IRNA RSU Permata Blora Ayuningtyas Wibowo Putri; Dyah Widi Astuti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kecukupan ruang gerak pada Instalasi Rawat Inap (IRNA) dalam mendukung efektivitas pelayanan medis, khususnya pada kondisi darurat. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian dimensi ruang IRNA Lantai 1 RSU Permata Blora yang menerapkan konfigurasi empat tempat tidur per kamar terhadap standar ergonomi dan antropometri (Neufert) serta ketentuan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif melalui analisis dokumen perencanaan proyek, yang dilengkapi dengan analisis spasial berupa overlay zona aktivitas dan simulasi manuver peralatan medis darurat.Disimpulkan bahwa desain ruang rawat inap dengan 4 tempat tidur per kamar bersifat sub-optimal dari sisi operasional medis yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian desain spasial dengan rekomendasi jarak lateral ±150 cm guna menjamin keselamatan pasien dan efektivitas tindakan medis, serta evaluasi ulang total tata letak ruangan untuk mengurangi kepadatan atau meningkatkan kelapangan ruang gerak.Secara garis besar, dimensi ruang rawat inap berada pada kondisi paling minimal yang diizinkan untuk mendukung aktivitas dan pergerakan di dalamnya. Dimensi kritis ditemukan pada jarak lateral samping tempat tidur ke dinding dan partisi yang berada di bawah standar acuan, sehingga berpotensi menimbulkan hambatan sirkulasi (bottleneck) terhadap pergerakan simultan tenaga medis dan peralatan darurat. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan ruang kerja dan berpotensi mempengaruhi kecepatan respons serta keselamatan pasien.Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa konfigurasi ruang rawat inap dengan empat tempat tidur per kamar bersifat sub-optimal dari sisi operasional pelayanan medis yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian penataan ruang melalui rekomendasi peningkatan jarak lateral tempat tidur guna meningkatkan kelancaran ruang gerak, keselamatan pasien, dan efektivitas tindakan medis darurat.