cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung H - Kampus 2 UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27218686     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIAR atau yang lebih dikenal dengan Seminar Ilmiah Arsitektur adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 828 Documents
Evaluasi Kesesuaian Desain Bukaan Dinding Area Tangga UPITRA terhadap Kondisi Iklim Tropis Yolanda Sapna Pramesjati; Rini Hidayati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bukaan dinding area tangga umumnya dirancang untuk menunjang sirkulasi udara dan pencahayaan alami pada siang hari, namun desain tersebut seringkali tidak mempertimbangkan aliran air hujan, sehingga mengurangi kenyamanan dan keamanan pengguna. Penelitian ini membahas permasalahan desain bukaan dinding pada area tangga di Universitas Pignatelli Triputra (UPITRA) terhadap iklim tropis Indonesia dan curah hujan tinggi, yang dapat menyebabkan masalah masuknya air dan genangan di bordes tangga. Tujuan penelitian ini adalah tidak hanya menggambarkan kondisi fisik bukaan dinding, tetapi juga mengevaluasi kinerja desain dalam konteks iklim tropis. Evaluasi ini menjadi dasar untuk mengidentifikasi tingkat kesesuaian desain serta menentukan aspek-aspek yang memerlukan penyesuaian guna meningkatkan respon desain terhadap kondisi lingkungan setempat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui pengamatan langsung kondisi fisik area tangga UPITRA serta pengolahan informasi dari gambar DED.
Redesain Transportasi Vertikal Klinik dalam Jiwa berbasis Regulasi Nasional sebagai Upaya Peningkatan Keandalan Bangunan Rizqi Rozan Fahrezi; Suryaning Setyowati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi vertikal merupakan elemen kunci dalam perancangan fasilitas kesehatan karena menentukan tingkat keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan (4K) bagi seluruh pengguna bangunan. Klinik Dalam Jiwa di Ngawi sebagai bangunan tiga lantai saat ini hanya bergantung pada satu ramp sebagai jalur vertikal tanpa didukung tangga utama, tangga darurat, lift pasien, maupun lift servis, sehingga belum memenuhi standar keandalan bangunan kesehatan dan aksesibilitas yang diatur dalam Permenkes No. 40 Tahun 2022 serta Permen PUPR No. 14 Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluasi desain, berbasis dokumentasi lapangan, studi gambar denah dan model 3D, serta kajian regulasi untuk menilai sistem transportasi vertikal eksisting melalui kerangka 4K. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ramp tunggal menimbulkan keterbatasan kapasitas evakuasi, konflik sirkulasi antara pasien, pengunjung, dan logistik, beban fisik berlebih bagi pengguna berketerbatasan mobilitas, serta rendahnya aksesibilitas mandiri bagi penyandang disabilitas. Rekomendasi desain yang disusun meliputi penambahan dua lift pasien di inti bangunan, dua lift servis dengan salah satunya berfungsi sebagai lift kebakaran, satu tangga darurat terproteksi, serta peningkatan elemen keselamatan ramp melalui handrail dan tepi pengaman, sehingga terbentuk sistem transportasi vertikal berlapis yang lebih aman, inklusif, dan selaras dengan prinsip 4K.
Studi Bio-Sintesis Fasad (BSF) Hotel Asia: Analisis Kinerja Termal dan Koeksistensi Biodiversitas di Simpang Panggung, Solo Nafis Roziq Bagaskara; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur urban tropis menghadapi krisis keterasingan ekologis, di mana selubung bangunan cenderung steril dan tereduksi menjadi sistem mati. Fenomena ini terlihat nyata di Simpang Panggung, Solo, di mana friksi antara infrastruktur kabel listrik dan burung migran menyebabkan polusi limbah. Penelitian ini mengusulkan konsep Ecosynapse melalui sistem Bio-Sintesis Fasad (BSF) pada Hotel Asia sebagai upaya rekonsiliasi arsitektur dengan biodiversitas. Metode penelitian menggunakan simulasi komputasional parametrik melalui Ladybug Tools untuk memvalidasi performa termal desain secara real-time. Analisis dilakukan secara komparatif dengan mengukur gradien suhu dan indeks UTCI (Universal Thermal Climate Index) antara dinding beton masif eksisting dengan modul BSF yang mengintegrasikan AIBS (Avian-Integrated Bio-System). Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem BSF mampu mereduksi beban panas secara signifikan dengan penurunan suhu permukaan hingga 8,3 K pada jam puncak radiasi. Selain itu, sistem AIBS berhasil menciptakan siklus nutrisi tertutup yang mengubah limbah avian menjadi pupuk vegetatif, sekaligus memitigasi polusi bau dan mendukung koeksistensi biodiversitas urban yang regeneratif.
Evaluasi Sirkulasi dan Penataan Area Parkir di Kawasan Mixed-Use Wisata Pantai Kuta dan Beachwalk Shopping Center Bali Mohamad Afif Dzakwan; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pantai Kuta merupakan destinasi wisata utama di Bali dengan intensitas aktivitas wisata dan komersial yang tinggi, ditandai dengan keberadaan Beachwalk Shopping Center sebagai pusat perbelanjaan modern di tepi pantai. Namun, perkembangan kawasan tersebut belum diimbangi dengan sistem sirkulasi dan penataan parkir yang baik sehingga menimbulkan permasalahan tata ruang dan kenyamanan kawasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, pemetaan kondisi eksisting, serta analisis kapasitas parkir dan pola sirkulasi kawasan. Metode kuantitatif ditambahkan untuk memperkuat hasil observasi melalui data numerik terukur yang dianalisis menggunakan DepthmapX dan kuesioner. Pendekatan deskriptif analitis digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan dan potensi penataan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fasilitas parkir di luar badan jalan di area depan Beachwalk Shopping Center Bali belum mampu mendukung sistem sirkulasi yang tertib dan nyaman akibat tingginya intensitas aktivitas wisata dan perdagangan yang tidak diimbangi kapasitas parkir memadai. Keterbatasan elemen pendukung, seperti marka, rambu, jalur pedestrian dan fasilitas aksesibilitas, turut menurunkan tingkat kenyamanan dan keselamatan, sehingga area ini menjadi titik dengan kepadatan lalu lintas tertinggi di kawasan studi. Oleh karena itu, diperlukan penataan ulang sistem parkir dan sirkulasi yang mengacu pada standar teknis, meliputi pola dan dimensi parkir, jalur sirkulasi kendaraan, serta penyediaan elemen pendukung dan peningkatan fasilitas pedestrian yang terintegrasi, aksesibel, dan berkelanjutan, khususnya pada periode kunjungan tinggi.
Analisis Pengaruh Ketinggian Plafon (High Ceiling) terhadap Kenyamanan Termal pada Bangunan Kost di Surakarta Vicky Irza Valandhika; Wilda Maulina
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kenyamanan termal pada bangunan hunian tropis umumnya menekankan persepsi penghuni, sementara kajian empiris yang secara spesifik mengevaluasi pengaruh ketinggian plafon terhadap paremeter fisik kenyamanan termal pada bangunan kost masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan high ceiling terhadap kondisi termal ruang kamar kost berdasarkan parameter fisik lingkungan, tanpa melibatkan penilaian subjektif penghuni. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui pengukuran suhu udara dan kelembapan relatif pada dua bangunan kost di Kota Surakarta dengan perbedaan ketinggian plafon, yaitu plafon standar (±2,8 meter) dan high ceiling (±3,5 meter). Pengukuran dilakukan pada pagi, siang, dan sore hari, kemudian dibandingkan dengan standar kenyamanan termal SNI 03-6572-2001 dan ASHRAE Standard 55. Hasil menunjukkan bahwa bangunan kost dengan high ceiling memiliki suhu udara rata-rata lebih rendah ±0,5°C-0,8°C dibandingkan plafon standar, terutama pada siang dan sore hari, dengan kelembapan relatif yang lebih stabil. Meskipun kondisi termal belum sepenuhnya memenuhi rentang nyaman menurut standar SNI dan ASHRAE, penerapan high ceiling terbukti memperbaiki kinerja termal fisik ruangan melalui peningkatan volume udara dan stratifikasi panas. Temuan ini menegaskan peran high ceiling sebagai strategi desain pasif pada bangunan kost di iklim tropis dengan lingkup analisis terbatas pada aspek fisik.
Analisis Kritis Zonasi Ruang Asrama Panti Teman Surga Indonesia Ditinjau dari Aspek Privasi Visual dan Keamanan Kahfina Aulia; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Privasi dan keamanan merupakan aspek fundamental dalam perancangan asrama panti asuhan berbasis Islam, terutama terkait interaksi antar-gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas zonasi ruang dan tingkat keterpaparan visual pada rancangan Asrama Panti Teman Surga Indonesia di Bekasi yang saat ini dalam tahap konstruksi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis dokumen rancangan melalui simulasi garis pandang (line of sight) pada model 3D dengan landasan teori privasi Altman, Defensible Space Newman, serta prinsip Hijab Spatial. Hasil penelitian menunjukkan adanya kerentanan privasi yang signifikan pada kamar penghuni perempuan di Lantai 1 akibat penempatan yang berdekatan dengan akses pintu masuk utama dan ruang pengasuh laki-laki tanpa adanya ruang transisi yang memadai. Temuan ini menegaskan bahwa zonasi pemisahan gender tetap relevan, namun memerlukan penguatan melalui intervensi arsitektural berupa buffer zone dan visual barrier untuk menjamin perlindungan privasi yang maksimal.
Pengukuran Intensitas Kebisingan dan Simulasi Material Peredam (Studi Kasus Ruang Rapat PU Proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1A) Salsa Indriyani Sumadi; Erwin Herlian
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan di lingkungan kerja yang berdekatan dengan aktivitas konstruksi infrastruktur berskala besar berpotensi menurunkan kenyamanan dan efektivitas komunikasi di ruang rapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kebisingan dan waktu dengung (RT60) pada Ruang Rapat PU Proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1A, serta mensimulasikan penggunaan alternatif material peredam sebagai solusi teknis. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengukuran langsung menggunakan Sound Level Meter di 15 titik sampling melalui metode grid. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat kebisingan tertinggi mencapai 73,5 dB, yang melampaui ambang batas ideal (50-60 dB), serta nilai (RT60) eksisting sebesar 0,97 detik yang memicu gema (echo). Simulasi perbaikan dilakukan dengan membatasi intervensi pada elemen interior melalui penggantian plafon menggunakan Polyester Fiber Acoustic Board (NRC 0,75) dan pelapisan dinding dengan Fiberglass Acoustic Panel. Hasil simulasi menunjukkan peningkatan luas serap dari 43,33 sabin menjadi 118,65 sabin, yang berhasil menurunkan nilai RT60 secara signifikan menjadi 0,35 detik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaplikasian alternatif material peredam secara spesifik pada elemen plafon dan dinding yang terpapar bising mampu menciptakan kualitas akustik ruang rapat yang jernih, kedap, dan sesuai dengan standar kenyamanan kerja.
Kesesuaian Rancangan Ruang VIP Dan VVIP terhadap Standar Teknis Rumah Sakit (Studi Kasus: RSUD Pandan Arang Boyolali) Wignyo Bayu Setiawan; Rini Hidayati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesesuaian fasilitas ruang rawat inap merupakan indikator vital dalam pelayanan kesehatan, khususnya pada kelas VIP dan VVIP yang menuntut standar privasi dan keselamatan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian rancangan ruang rawat inap di Gedung Merbabu Lantai 4 RSUD Pandan Arang Boyolali terhadap standar teknis yang berlaku. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan membandingkan data sekunder berupa gambar kerja (Detail Engineering Design) terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2022 dan standar keselamatan bangunan kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek dimensi ruang (±25 m² dan ±50 m²) serta aksesibilitas pintu kamar mandi yang membuka ke luar (swing-out) telah memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan. Namun, evaluasi masih menemukan ketidaksesuaian pada aspek keselamatan fisik di area basah, meliputi ketiadaan pegangan rambat (grab bar) dan tombol darurat (nurse call), jumlah stop kontak medis yang kurang dari standar, serta penggunaan plint lantai bersudut siku yang belum higienis. Penelitian merekomendasikan penambahan instalasi keselamatan (grab bar) dan utilitas pendukung guna menjamin keamanan pasien (patient safety) secara menyeluruh.
Analisis Kenyamanan Fisik Ergonomi Pengunjung pada Ruang Terbuka Publik Sister City Park Bandung Utsaimin Ibnu Muhammad; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sister City Park Bandung sebagai ruang terbuka publik tematik di pusat kota memiliki tingkat aktivitas rekreasi tinggi dengan karakteristik mixed-use recreational space melalui fasilitas utama tribun multifungsi, ramp, railing, jalur pedestrian, dan area duduk informal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengukuran dimensi langsung di lapangan, observasi perilaku pengguna, dan analisis komparatif terhadap standar ergonomi teknis serta antropometri Indonesia.Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan fisik fasilitas utama masih dalam kategori kurang dengan permasalahan utama pada ketidaksesuaian dimensi tribun multifungsi sebagai tempat duduk, kemiringan ramp yang berlebihan, tinggi railing yang tidak memadai untuk keamanan, serta material pedestrian yang licin saat basah. Kesimpulan penelitian menyatakan perlunya redesign tribun hybrid dengan zona terpisah untuk akses dan duduk, penyesuaian ramp, serta peningkatan railing guna meningkatkan kenyamanan fisik pengunjung secara menyeluruh.
Pencahayaan Ruang Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Boyolali melalui Kajian Evaluasi Purna Huni Aditya Rizki Shaputra; Nur Rahmawati Syamsiyah
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan ruang kerja berperan penting dalam mendukung kenyamanan visual dan produktivitas kerja, dan efisiensi energi bangunan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pencahayaan alami dan buatan pada ruang aula dan ruang kerja bidang kawasan permukiman di Gedung Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali berdasarkan standar pencahayaan nasional. Evaluasi dilakukan pada bangunan yang telah beroperasi dengan pendekatan evaluasi pasca purna huni (post-occupancy evaluation/POE) guna menilai kondisi pencahayaan aktual ruang. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Permanent Supplementary Artificial Lighting Installation (PSALI). Analisis dilakukan melalui pengukuran langsung tingkat iluminasi menggunakan lux meter pada di beberapa titik ukur representatif serta simulasi pencahayaan menggunakan perangkat lunak Surfer. Evaluasi pencahayaan dilakukan pada waktu pagi dan siang hari, kemudian dibandingkan dengan standar pencahayaan berdasarkan SNI 03-6575-2001 dan SNI 6197:2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pencahayaan alami pada ruang aula sebesar 50 lux dan pencahayaan buatan sebesar 65 lux, masih berada di bawah standar minimum ruang aula sebesar 200 lux. Pada ruang kerja Bidang Kawasan Permukiman, rata-rata pencahayaan alami sebesar 133 lux dan pencahayaan buatan sebesar 228 lux, juga belum memenuhi standar minimum ruang kerja perkantoran sebesar 350 lux. Distribusi pencahayaan pada kedua ruang belum merata, terutama pada area yang jauh dari bukaan, sehingga pencahayaan buatan berperan dominan dalam mendukung aktivitas kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja pencahayaan eksisting belum memenuhi standar kenyamanan visual dan memerlukan optimalisasi desain pencahayaan untuk meningkatkan kenyamanan visual dan efisiensi energi bangunan perkantoran.