cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung H - Kampus 2 UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27218686     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIAR atau yang lebih dikenal dengan Seminar Ilmiah Arsitektur adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 828 Documents
Strategi Perancangan Fasad Kontemporer melalui Penerapan Material ACP dan Batu Alam (Studi Kasus: Gedung Onkologi RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten) Muhammad Bahaauddin; Erwin Herlian
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tampilan fasad memiliki peran penting dalam membentuk citra dan karakter visual sebuah bangunan, khususnya pada bangunan fasilitas kesehatan yang menuntut kesan profesional dan representatif. Gedung Onkologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dirancang sebagai fasilitas pelayanan kanker yang modern, namun berada pada lingkungan rumah sakit yang berkarakter visual heritage. Kondisi ini menuntut perancangan fasad yang mampu menghadirkan tampilan kontemporer tanpa menghilangkan karakter bangunan eksisting. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi perancangan fasad kontemporer melalui penerapan material ACP dan batu alam pada fasad. ACP dipilih untuk menegaskan ekspresi arsitektur kontemporer karena sifatnya yang ringan, presisi, modern, fleksibel, dan bersih. Sementara itu, batu alam digunakan sebagai elemen untuk mengadaptasi karakter visual bangunan dan memperkuat nilai heritage. Metode penelitian bersifat kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, analisis desain fasad, serta komparasi material GRC, ACP, dan batu alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ACP dan batu alam mampu menghasilkan fasad yang mendefinisikan arsitektur kontemporer yang tetap selaras dengan bangunan eksisting dan kesan heritage.
Integrasi Konsep Healing Architecture dan Material Lokal pada Lembah Metro Resort Batu Esa Iasyabillah Rosyada; Dhani Mutiari
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu merupakan daerah wisata pegunungan dengan iklim sejuk dan lingkungan alam yang berpotensi mendukung hunian rekreasi. Salah satu akomodasi di Kota Batu adalah resort tipe cottage, yang bercirikan unit hunian terpisah dan terhubung langsung dengan alam. Namun, dalam pengembangannya, masih terdapat beberapa tantangan dalam menjaga kenyamanan fisik dan psikologis yang optimal bagi pengguna. Studi ini bertujuan untuk merumuskan integrasi konsep healing architecture dan material lokal sebagai pendekatan konseptual terhadap tipologi resort tipe cottage di Kota Batu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, analisis lingkungan, dan studi kasus Lembah Metro Resort Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip healing architecture melalui penataan ruang, ventilasi, pencahayaan alami, dan penggunaan material lokal seperti kayu dan batu alam dapat menciptakan kenyamanan termal, visual, dan psikologis.
Evaluasi Ketertiban Pedagang Kaki Lima sebagai Dasar Penataan Kawasan Wisata Religi Talitha Arifin Zuhroh; Wilda Maulina
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan religi Makam Kiai Ageng Besari Ponorogo berfungsi sebagai ruang ibadah dan ziarah yang menuntut ketertiban pemanfaatan ruang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketertiban pedagang kaki lima (PKL) sebagai dasar penataan kawasan religi. Evaluasi ketertiban dilakukan berdasarkan indikator kesesuaian lokasi berdagang dengan zonasi, keteraturan tata letak lapak, kelancaran sirkulasi pengunjung, pemanfaatan fasilitas kawasan, dan kepatuhan terhadap aturan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat ketertiban PKL di kawasan penelitian tergolong kurang tertib, ditandai oleh pemanfaatan area non-perdagangan dan jalur sirkulasi pengunjung. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan serta mengurangi kesakralan kawasan religi. Temuan ini mengindikasikan perlunya penataan melalui penguatan zonasi, pengaturan sarana berdagang, dan peningkatan pengawasan agar aktivitas PKL dapat berjalan tertib dan selaras dengan fungsi kawasan religi.
Pengaruh Desain Koridor Jalan terhadap Peningkatan Risiko Genangan Air di Kawasan Nologaten, Kabupaten Sleman Mala Himmatul Ulya; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan genangan air di kawasan perkotaan sering kali berkaitan erat dengan desain koridor jalan yang kurang adaptif terhadap kondisi hidrologi. Koridor Jalan Nologaten, Kabupaten Sleman, merupakan salah satu kawasan yang mengalami peningkatan frekuensi genangan air, terutama saat curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain koridor jalan terhadap peningkatan risiko genangan air serta mengidentifikasi elemen desain yang paling berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis hidrologi dan hidrolika, melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi material permukaan kedap air, keterbatasan ruang resapan, kondisi kemiringan jalan yang kurang optimal, serta kapasitas drainase yang tidak memadai menjadi faktor utama penyebab genangan, khususnya pada segmen dengan kontur relatif datar. Selain itu, keterbatasan lebar bahu jalan dan trotoar turut memperparah akumulasi limpasan air permukaan. Penelitian ini merekomendasikan penataan ulang desain koridor jalan melalui penerapan material permeabel, optimalisasi drainase, penambahan ruang terbuka hijau, serta pelebaran dan peningkatan kualitas trotoar yang terintegrasi dengan prinsip Transit Oriented Development (TOD) dan Water Sensitive Urban Design (WSUD) guna mengurangi risiko genangan dan meningkatkan kualitas lingkungan kawasan.
Identifikasi Material Fasad terhadap Karakteristik Arsitektur Kontemporer pada Desain Fasad Gedung Onkologi (Studi Kasus: Gedung Onkologi RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten) Gilang Wildan Mukholadun; Erwin Herlian
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang identifikasi material pada desain fasad Gedung Onkologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten sebagai bagian dari arsitektur kontemporer. Fasad tidak hanya sebagai pelindung bangunan tetapi juga sebagai media ekspresi visual yang mencerminkan karakter dan identitas arsitektur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengumpulan data lapangan, studi literatur, serta analisis visual terhadap material fasad. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan material fasad seperti Glassfiber Reinforced concrete (GRC), bata tempel, kaca, dan alumunium pada fasad gedung onkologi mampu menciptakan tampilan yang modern, efisien, dan dinamis. Penerapan material tersebut mencerminkan Kesan sederhana, inovatif, dan adaptif yang selaras dengan karakteristik arsitektur kontemporer. Dengan demikian, material fasad memilik peran dalam membentuk karakter visual bangunan serta menjadi material yang menghubungkan nilai moderenitas dengan citra lingkungan.
Penerapan Prinsip Green Building pada Desain Rumah Minimalis Bapak Sarjono Drajat Maruf Masum; S Suharyani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah minimalis menjadi refrensi utama bagi Masyarakat di zaman sekarang, khususnya di Kawasan perkotaan, akibat keterbatasan lahan dan kebutuhan hunian yang terjangkau. Namun dalam Pembangunan rumah tinggal yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan dan efisiensi energi sangat berpontensi meningkatkan konsumsi energi serta menurunkan kualitas lingkungna hidup. Oleh karena itu pada penerapan konsep green building pada desain rumah minimalis menjadi pilihan penting untuk mewujudkan hunian yang berkelanjutan.Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria rumah minimalis serta menganalisis penerapan konsep green building.Untuk metode penelitian tersebut menggunakan ddeskriptif kualitatif yang melalui studi literatur, terkait kajian bangunan hijau, serta observasi lapangan, konsep rumah minimalis dapat di terapkan melalui ventilasi alami, optimalisasi pencahayaan serta pemanfaatan lahan hijau yang tersisa.strategi tersebut juga mampu meningkatkan kenyamanan penghuni serta menurunkan biaya operasional rumah. Dengan demikian konsep rumah minimalis dan green building dapat menjadikan Solusi yang sangat efektif dalam Pembangunan rumah yang sehat serta hemat energi.
Perubahan Ruang Hunian Pribadi menjadi Kos di Baki Sukoharjo berbasis Cross Programming Alvian Nouval Trisyananda; Dhani Mutiari
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan kebutuhan akan ruang di daerah pinggiran kota membuat banyak bangunan, termasuk rumah, diubah menjadi kos. Karena masyarakat semakin mudah berpindah, mereka membutuhkan tempat tinggal yang praktis, hemat, dan murah. Namun, mengubah rumah pribadi menjadi kos tidak bisa sembarangan, karena ada perbedaan dalam penggunaan ruang, tingkat privasi, dan aktivitas penghuni. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antar ruang dan tata ruang yang lebih efisien dengan pendekatan cross programming. Metode yang digunakan adalah research-based design, yang mencakup pengukuran ruang sekarang, pembuatan daftar kebutuhan ruang, membandingkan ruang lama dan baru, serta tata letak berdasarkan analisis fungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengubah rumah dua lantai di Gentan, Baki, Sukoharjo menjadi kos memerlukan penyesuaian pada aspek sirkulasi, penghawaan alami, pencahayaan, serta zonasi antara ruang pribadi dan umum. Ruang pribadi seperti ruang keluarga diubah menjadi ruang umum, sedangkan dapur, ruang makan, dan laundry dirancang sebagai fasilitas umum untuk meningkatkan interaksi sosial penghuni. Proses desain mempertimbangkan prinsip form follows function dan efisiensi ruang, sehingga menghasilkan tata ruang yang lebih fungsional, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan penghuni kos. Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan cross programming efektif dalam mengubah fungsi bangunan, terutama dalam konteks perubahan rumah pribadi menjadi hunian komersial.
Kesesuaian Desain Bangunan Masjid Baiturrahmah Sumberlawang terhadap Kebutuhan Jamaah Musafir Asyam Zuhro Aufa Muafa; I Indrawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian bangunan masjid terhadap kebutuhan jamaah musafir berdasarkan parameter safar. Masjid sebagai fasilitas ibadah sekaligus tempat singgah seharusnya mampu menyediakan kenyamanan, kemudahan akses, serta fasilitas pendukung bagi pengguna yang sedang dalam perjalanan. Penelitian dilakukan pada masjid baiturrahmah yang berada di jalur mobilitas tinggi dengan metode observasi lapangan, penilaian fasilitas, serta wawancara singkat dengan musafir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masjid baiturrahmah telah memenuhi fungsi dasar ibadah seperti ruang salat, tempat wudhu, dan toilet; namun fasilitas yang secara khusus diperlukan musafir seperti ruang istirahat, penyimpanan barang, penunjuk arah, area teduh kendaraan, dan aksesibilitas yang jelas masih terbatas. Selain itu, kenyamanan ruang wudhu, kebersihan toilet, serta ketersediaan air bersih menjadi faktor yang sering dikeluhkan musafir. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan desain dan fasilitas masjid agar lebih responsif terhadap kebutuhan musafir serta mampu berfungsi optimal sebagai tempat singgah yang aman, nyaman, dan sesuai prinsip syariah.
Evaluasi Desain Bantaran Sungai Cisadane Tangerang Berdasarkan Teori Placemaking: Project for Public Spaces Meta Aulia Sofiani; Q Qomarun; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantaran Sungai Cisadane Jalan Benteng Jaya Kota Tangerang, memiliki potensi sebagai ruang publik tepi sungai yang dapat mendukung aktivitas sosial, rekreasi dan budaya masyarakat. Akan tetapi, pemanfaatan kawasan tersebut belum optimal karena keterbatasan fasilitas dan kualitas kenyamanan ruang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas placemaking kawasan tersebut yang mengacu pada teori Project for Public Spaces (PPS) yang fokus pada dua indikator yaitu Comfort and Image dan Uses and Activities. Penggunaan metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara pengguna, dan studi literatur. Penelitian ini menghasilkan bahwa kawasan memiliki potensi visual dan aktivitas yang cukup beragam, namun masih terkendala oleh minimnya fasilitas pendukung, pencahayaan, kebersihan dan keamanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan placemaking telah terbentuk secara parsial, tetapi belum sepenuhnya memenuhi kriteria great place menurut Project for Public Spaces (PPS), sehingga diperlukan peningkatan kenyamanan dan pengelolaan aktivitas yang berkelanjutan.
Potensi Adaptasi Desain menggunakan Arsitektur Nusantara pada Transformasi Bangunan Eksisting Museum Majapahit Arrahma Bayu Adisaputa; Erwin Herlian
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi bangunan eksisting Museum Majapahit di kawasan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, melalui penerapan konsep arsitektur Nusantara. Seiring dengan rencana pemindahan fungsi museum ke lokasi baru, bangunan eksisting berpotensi kehilangan peran dan pemanfaatannya. Bangunan eksisting ini memiliki nilai sejarah serta karakter arsitektur Majapahit yang kuat, seperti penggunaan bata merah, komposisi ruang yang simetris, dan bentuk atap tradisional. Pendekatan arsitektur Nusantara diterapkan melalui pelestarian elemen fisik utama bangunan serta penyesuaian fungsi ruang untuk mendukung aktivitas kreatif masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi elemen arsitektur Nusantara pada bangunan eksisting dan merumuskan konsep adaptasi desain agar bangunan tetap berfungsi secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, studi literatur, dan analisis visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi fungsi bangunan sebagai pusat kreatif lokal mampu menjaga nilai budaya serta sebagai area penunjang kawasan Trowulan.