cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung H - Kampus 2 UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27218686     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIAR atau yang lebih dikenal dengan Seminar Ilmiah Arsitektur adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 828 Documents
Analisis Kesesuaian Dimensi Furnitur Interior Rumah Tinggal terhadap Antropometri Pengguna Indonesia Alvin Sakti Wirayuda; Dyah Widi Astuti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam praktik perancangan interior rumah tinggal, penentuan dimensi furnitur sering dilakukan dengan mengacu pada referensi desain yang diperoleh dari internet. Referensi tersebut umumnya menampilkan ukuran furnitur secara umum tanpa disertai penjelasan mengenai konteks antropometri pengguna yang menjadi dasar perancangannya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara dimensi furnitur dan karakter fisik pengguna apabila diterapkan tanpa proses verifikasi ergonomi sejak tahap perancangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian dimensi furnitur interior rumah tinggal terhadap antropometri pengguna Indonesia. Penelitian dilakukan pada desain interior rumah tinggal yang belum terbangun dengan pendekatan design-based research pada tahap evaluasi desain. Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif melalui simulasi penggunaan furnitur. Elemen yang dianalisis meliputi kursi duduk, meja, countertop dapur, jangkauan rak, dan lebar sirkulasi ruang. Simulasi dilakukan oleh empat responden dewasa Indonesia yang dipilih berdasarkan variasi tinggi badan dan berada pada rentang antropometri pengguna dewasa Indonesia, sehingga tidak berada pada kondisi ekstrem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dimensi furnitur berada pada kategori mendekati sesuai, yang berarti masih dapat digunakan secara fungsional namun belum sepenuhnya optimal dari sisi ergonomi. Elemen countertop dapur dan jangkauan rak menunjukkan tingkat ketidaksesuaian paling tinggi dibandingkan elemen lainnya. Penelitian ini bersifat eksploratif dan tidak ditujukan untuk generalisasi luas, namun memberikan gambaran mengenai pentingnya evaluasi kesesuaian dimensi furnitur berbasis antropometri pengguna Indonesia sebagai bagian dari proses perancangan interior rumah tinggal.
Optimalisasi Sirkulasi Ruang Kerja pada Kantor Open-Plan DPUPR Sukoharjo Bidang Cipta Karya Windi Puspitasari; Dhani Mutiari
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep ruang kerja terbuka (open-plan office) banyak diterapkan pada perkantoran pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi ruang dan interaksi antarpegawai. Namun, penerapannya sering menimbulkan permasalahan pada aspek kenyamanan dan privasi, khususnya akibat pola sirkulasi yang kurang terencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pola sirkulasi ruang kerja terhadap tingkat kenyamanan dan privasi pengguna pada kantor open-plan DPUPR Sukoharjo Bidang Cipta Karya. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-method dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert dan observasi langsung terhadap pergerakan pengguna ruang. Responden penelitian terdiri atas pegawai dan tamu kantor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sirkulasi ruang kerja eksisting belum berjalan optimal, ditandai dengan adanya sirkulasi silang dan konflik sirkulasi pada beberapa area penting, seperti akses masuk, area pelayanan, dan area kerja pegawai. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya tingkat kenyamanan, privasi, dan efisiensi aktivitas pengguna. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi sirkulasi melalui pemisahan jalur publik dan jalur internal pegawai serta pengaturan hierarki ruang yang lebih jelas guna meningkatkan kualitas ruang kerja open-plan.
Peran Potensi Alam terhadap Konsep Desain Villa di Batu Malang Bintang Rahmadhayanti Putri; Dhani Mutiari
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur yang sering dijuluki sebagai “Swiss Kecil” karena memiliki pemandangan alam yang indah, udara sejuk, serta kontur perbukitan yang khas. Kondisi tersebut menjadikan Kota Batu memiliki daya tarik wisata alam yang kuat, sehingga mendorong perkembangan sektor pariwisata. Seiring dengan meningkatnya aktivitas wisata, kebutuhan akan fasilitas akomodasi, khususnya villa sebagai tempat menginap yang nyaman turut mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi alam Kota Batu yang dapat dimanfaatkan dan diintegrasikan dalam perancangan villa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode research-based design, yang diawali melalui kajian literatur, serta analisis data terhadap kondisi fisik dan nonfisik kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Batu memiliki berbagai aspek alam yang berpotensi kuat untuk diterapkan dalam konsep perancangan villa, seperti bentuk apel sebagai ikon khas Kota Batu, penggunaan material batu alam lokal yang mendukung kesan alami dan kontekstual, inspirasi bentuk paralayang yang merepresentasikan aktivitas wisata unggulan, serta pemanfaatan panorama pegunungan sebagai elemen visual utama dalam perancangan ruang. Integrasi potensi tersebut diharapkan mampu menghasilkan desain villa yang tidak hanya fungsional dan estetis, tetapi juga memperkuat identitas lokal serta menciptakan pengalaman menginap yang harmonis dengan alam Kota Batu.
Kesesuaian Aksesibilitas & Prasarana Parkir pada Kawasan Wisata Pantai Krakal Ghifreifi Amaran Naufal Akbar; Dhani Mutiari
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Krakal di Kabupaten Gunungkidul merupakan kawasan wisata dengan tingkat kunjungan yang tinggi sehingga membutuhkan aksesibilitas dan prasarana parkir yang sesuai standar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesesuaian aksesibilitas dan prasarana parkir di kawasan wisata Pantai Krakal terhadap ketentuan teknis dan regulasi yang berlaku. Metode yang digunakan adalah metode campuran kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan gap analysis, melalui studi literatur, observasi lapangan, serta analisis deskriptif-komparatif berdasarkan PP RI No. 50 Tahun 2011, SNI, dan pedoman Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses jalan dan penyediaan Satuan Ruang Parkir (SRP) secara umum telah memenuhi standar. Namun, masih ditemukan ketidaksesuaian pada fasilitas pendukung, seperti marka dan pola parkir yang tidak jelas, keterbatasan penerangan, ketiadaan sistem pengendali parkir, serta kurangnya fasilitas umum pendukung. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pengelolaan prasarana guna mendukung kenyamanan dan keberlanjutan kawasan wisata.
Evaluasi Kualitas Ruang Jalan pada Koridor Pendidikan Binus ASO-Santa Laurensia Igo Rangga Saputra; Q Qomarun; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang jalan pada kawasan pendidikan memiliki kompleksitas aktivitas yang tinggi, namun sering kali belum memenuhi standar aksesibilitas dan kenyamanan bagi seluruh kelompok pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas ruang pedestrian pada koridor pendidikan Binus ASO-Santa Laurensia di kawasan Alam Sutera berdasarkan prinsip Universal Design (UD) dan Human-Centered Design (HCD). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui observasi lapangan, pengukuran teknis, dan dokumentasi pada tiga segmen koridor. Evaluasi dilakukan dengan merujuk pada standar Permen PUPR No. 03/2014 dan SNI 8153:2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dimensi lebar trotoar pada sebagian besar segmen telah memenuhi standar minimal (250 cm), aspek kontinuitas jalur masih sering terganggu oleh aktivitas drop-off kendaraan, parkir liar, dan keberadaan elemen utilitas. Implementasi prinsip Universal Design ditemukan masih sangat rendah, ditandai dengan ketiadaan fasilitas guiding block yang berkelanjutan dan kemiringan ramp yang tidak standar. Dari perspektif Human-Centered Design, ditemukan tingkat konflik ruang yang tinggi antara pejalan kaki dan kendaraan bermotor serta rendahnya kualitas pencahayaan pada malam hari yang menurunkan rasa aman dan nyaman pengguna. Secara keseluruhan, koridor pendidikan ini belum sepenuhnya inklusif dan masih berorientasi pada pergerakan kendaraan. Rekomendasi penelitian mencakup penataan ulang area drop-off, penyediaan fasilitas aksesibilitas yang terintegrasi bagi penyandang disabilitas, serta penguatan pengawasan terhadap penyalahgunaan fungsi trotoar dan jalur sepeda.
Analisis Kenyamanan Termal Desain Rumah Lantai Satu Karanganyar melalui Simulasi Distribusi Suhu Mohamad Izzatul Faaiq; Suryaning Setyowati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapaian kenyamanan termal merupakan parameter krusial dalam perancangan rumah tinggal di wilayah beriklim tropis lembap seperti Karanganyar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediksi tingkat kenyamanan termal pada desain rumah tinggal seluas 80,8 m2 melalui metode simulasi distribusi suhu ruang sebelum tahap konstruksi dilakukan. Permasalahan utama yang dikaji adalah potensi beban panas berlebih (heat gain) pada desain modern yang menggunakan banyak material kaca namun memiliki keterbatasan vegetasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode simulasi komputasi untuk mengukur temperatur udara interior berdasarkan standar SNI 03-6572-2001. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada jam puncak matahari (13.00 WIB), suhu di area ruang tamu mencapai 28,2°C, yang secara signifikan melebihi rentang nyaman optimal 22,8°C hingga 25,8°C. Ketidakmerataan distribusi panas ditemukan akibat orientasi bukaan yang terpapar radiasi matahari langsung secara masif. Optimalisasi melalui strategi desain pasif seperti penambahan shading device dan perbaikan ventilasi silang diperlukan untuk menekan distribusi suhu ruang. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi landasan bagi perancangan hunian yang responsif terhadap iklim lokal demi mewujudkan kenyamanan fisik bagi penghuni di Karanganyar.
Analisis Performa Pencahayaan Alami pada Ruang Kerja melalui Simulasi DIALux berdasarkan Standar SNI (Studi Kasus: Lantai 3 Kantor BAPPEDA Kabupaten Grobogan) Ahmad Bayu Saputra; Wilda Maulina
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kinerja penerangan alami di area kerja lantai 3 Gedung BAPPEDA Kabupaten Grobogan, yang memiliki fasad kaca tanpa pelindung dari sinar matahari. Situasi ini diduga menjadi penyebab dari ketidakseimbangan dalam distribusi cahaya serta masalah silau bagi para pengguna ruangan tersebut. Dengan memanfaatkan metode simulasi DIALux evo serta validasi di lapangan melalui alat pengukur lux, penelitian ini menganalisis dampak dari elemen arsitektural terhadap standar SNI 03-6575-2001. Analisis awal menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan di area kerja melebihi 500 lux, yang lebih tinggi dari ambang batas kenyamanan visual. Sebagai upaya pemecahan, penelitian ini melaksanakan pengujian setelah intervensi dengan menambahkan unsur Venetian blind dan melakukan penyesuaian pada transmisi kaca. Hasil simulasi mengindikasikan bahwa penerapan elemen peneduh dapat menyeimbagkan distribusi intensitas cahaya di seluruh ruang. Penemuan ini menegaskan betapa pentingnya pengontrolan elemen kualitas pencahayaan arsitektural dalam perancangan fasad guna mencapai kualitas pencahayaan alami yang optimal di lingkungan kantor.
Evaluasi Desain Ruang Tunggu Pediatric ICU terhadap Kenyamanan Pengguna RS Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten Muhammad Wijdan Anargya; Erwin Herlian
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Tunggu pada Pediatric Intensive Care Unit (PICU)memiliki peran strategis dalam menunjang kenyamanan fisik maupun psikologis keluarga pasien selama menunggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi desain ruang tunggu PICU di Rumah Sakit Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten berdasarkan aspek tata ruang, kapasitas, sistem ventilasi dan bukaan, pencahayaan, serta tingkat kebisingan terhadap kenyamanan pengguna. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif melalui observasi langsung, pengukuran teknis, dan wawancara dengan keluarga pasien. Pengukuran secara teknis dilakukan untuk mengetahui besarnya cahaya dan tingkat suara, kemudian dibandingkan dengan standar yang sudah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ruang tunggu PICU belum sepenuhnya mendukung kenyamanan pengguna. Masalah utama yang ditemukan antara lain ventilasi alami dan ventilasi silang yang tidak memadai sehingga menyebabkan ruangan terasa pengap, pencahayaan yang tidak mencapai standar minimum, serta kebisingan yang pada beberapa waktu melebihi batas yang direkomendasikan. Temuan tersebut menjadi dasar untuk merumuskan rekomendasi desain ruang tunggu PICU yang berorientasi pada peningkatan kenyamanan pengguna. Penelitian ini diharapkan menghasilkan arahan perbaikan desain yang aplikatif dan berbasis kondisi eksisting, khususnya terkait optimalisasi ventilasi dan pencahayaan, pengendalian kebisingan, serta penataan ruang yang lebih efektif, sehingga dapat menjadi referensi bagi pihak rumah sakit dan perancang dalam mewujudkan ruang tunggu PICU yang mendukung kenyamanan fisik dan psikologis keluarga pasien sesuai prinsip healing environment.
Strategi Adaptive Reuse Bangunan Industri Bersejarah Non-Cagar Budaya: Studi Kasus Pabrik N.V Braat, Surabaya Ahmad Ibrahim Asmoro; Suryaning Setyowati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleks pabrik mesin N.V Braat yang berada di daerah Ngagel, Surabaya merupakan saksi penting perkembangan industri di Surabaua pada awal abad 20. Kompleks tersebut merupakan eks pabrik mesin. Bangunan di kompleks tersebut kini hanya tersisa satu bangunan kantor administrasi yang sekarang berfungsi sebagai lapangan futsal. Penelitian ini mengkaji penerapan adaptive reuse pada bangunan bersejarah guna mempertahankan nilai histori melalui pendekatan adaptive reuse . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Diharapkan penelitian ini dapat menyadarkan kita bahwa masih banyak bangunan bersejarah yang belum terdaftar sebagai cagar budaya agar bangunan yang memiliki nilai histori masih bisa bertahan dan di selamatkan. Serta menjadi upaya untuk mendorong keberlanjutan (sustainable) dengan pemanfaatan bangunan lama atau terbengkalai yang dapat memberikan dampak secara ekonomi, sosial atau pun nilai budaya dan sejarah pada lingkungan sekitar. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptive reuse saat ini sangat sesuai untuk diterapkan pada bangunan bersejarah non-cagar budaya sebagai upaya untuk mempertahankan nilai sejarah. Strategi ini tidak hanya mempertahankan bentuk fisik tapi juga fungsi baru, memperpanjang masa pakai dan umur bangunan dan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Kawasan sekitar. Keberadaan sisa bangunan NV Braat di Ngagel menjadi bukti sejarah perkembangan industri di Surabaya yang pernah Berjaya di masanya. Dengan memfungsikan kembali bangunan tersebut merupakan langkah untuk kembali menghidupkan ruang-ruang yang mati. Usulan fungsi sebagai perpustakaan, toko buku serta coffe shop menerapkan prinsip kelayakan ekonomi diaman bangunan yang dialihfunsgikan dapat membiayai perawatannya sendiri melalui fungsi komersil, penerapan prinsip keberlanjutan (sustainable) dengan pemanfaatan struktur lama sebagai upaya memperpanjang umur dan memperpanjang masa pakai bangunan dengan tingkat intervensi sedang dengan perbaikan ringan dan penyesuaian interior.
Kajian Pola Tata Ruang dan Bentuk Rumah Tapak di Permukiman Gang Venoes, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat Wahyu Rafif Fadil; Yayi Arsandrie
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman padat perkotaan di Jakarta, khususnya di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, berkembang secara organik akibat keterbatasan lahan dan tingginya kepadatan penduduk. Salah satu contohnya adalah kawasan Gang Venoes di Tambora. Kepadatan hunian yang ekstrem berdampak pada terbentuknya pola tata ruang dan bentuk rumah tapak adaptif, yang seringkali menghadapi permasalahan pencahayaan alami, ventilasi, serta kenyamanan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola tata ruang dan bentuk rumah tapak di permukiman padat Gang Venoes, Tambora, Jakarta Barat, serta kondisi pencahayaan, ventilasi, dan kenyamanan ruang sebagai representasi adaptasi arsitektur pada lahan sempit. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi lapangan, pengukuran, dokumentasi visual, dan wawancara penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi permukiman rumah tapak di Gang Venoes memiliki karakter kepadatan tinggi, gang sempit, dan jarak antar rumah yang hanya sebesar 60-100 cm, sehingga pola tata ruang hunian terbentuk secara organik dan adaptif terhadap keterbatasan lahan. Keterbatasan fisik kawasan menyebabkan pencahayaan alami dan ventilasi udara tidak optimal akibat bukaan terbatas dan ruang multifungsi, meskipun gang berperan sebagai ruang sosial pendukung kenyamanan. Rekomendasi untuk optimalisasi hunian memerlukan strategi desain kontekstual melalui penyediaan bukaan vertikal, void, dan skylight, serta penataan lingkungan berbasis perbaikan in-situ secara partisipatif.