cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung H - Kampus 2 UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27218686     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIAR atau yang lebih dikenal dengan Seminar Ilmiah Arsitektur adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 828 Documents
Penerapan Arsitektur Bioklimatik pada Politeknik Paser: Efisiensi Energi berbasis Software EDGE Afifah Sri Astuti; Suryaning Setyowati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan arsitektur bioklimatik merupakan pendekatan penting dalam menjawab isu efisiensi energi dan keberlanjutan di wilayah iklim tropis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja desain eksisting Politeknik Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, berdasarkan prinsip arsitektur bioklimatik serta merumuskan rekomendasi desain yang lebih responsif terhadap kondisi iklim lokal. Penelitian ini menggunakan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting bangunan dan analisis memanfaatkan software EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) guna mengukur efisiensi energi. Hasil menunjukkan bahwa desain saat ini belum sepenuhnya mendukung efisiensi energi secara optimal, ditandai dengan orientasi bangunan belum akurat, minimnya ventilasi silang, serta keterbatasan integrasi ruang hijau. Namun, alternatif desain baru mampu meningkatkan efisiensi energi pada bangunan hingga 50,98% dan mendapat sertifikasi EDGE Advanced. Selain itu, pemanfaatan material lokal beremisi karbon rendah seperti bambu dan kayu ulin, berpotensi memperkuat strategi keberlanjutan bangunan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan desain bioklimatik berbasis simulasi kinerja energi dan potensi lokal mampu meningkatkan kualitas lingkungan, kenyamanan, serta efisiensi bangunan pendidikan.
Adaptasi Material Bangunan terhadap Kondisi Lingkungan Pesisir di Kota Pacitan Kawnan Aynurrob Harviary; Fadhilla Tri Nugrahaini
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir memiliki karakter lingkungan yang memberikan tantangan signifikan terhadap kinerja bangunan, terutama akibat tingginya kelembapan udara, paparan angin laut, serta kandungan garam yang berpotensi mempercepat degradasi material bangunan. Kondisi tersebut menuntut adanya respons arsitektur yang adaptif, khususnya pada aspek material, agar bangunan mampu bertahan dan berfungsi secara optimal dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk adaptasi material bangunan terhadap kondisi iklim laut tropis di kawasan pesisir Kota Pacitan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada bangunan hunian di kawasan pesisir Pantai Pancer dan Pantai Watu Karung. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, serta wawancara dengan tukang bangunan lokal dan pemilik bangunan yang memahami kondisi lingkungan setempat. Analisis dilakukan dengan mengaitkan karakter lingkungan pesisir dengan bentuk adaptasi material yang diterapkan pada bangunan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi material bangunan diwujudkan melalui cara pemilihan, penggunaan, dan perlakuan material yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan pesisir, seperti kelembapan tinggi dan paparan angin laut. Adaptasi tersebut tercermin pada detail konstruksi dan praktik pembangunan masyarakat setempat, serta berperan dalam meningkatkan ketahanan bangunan dan kenyamanan ruang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi material bangunan merupakan aspek penting dalam merespons karakter iklim laut tropis di kawasan pesisir Kota Pacitan dan dapat menjadi dasar pemahaman kontekstual bagi pengembangan bangunan pesisir yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Studi Kasus: Pengaruh Vertical Garden terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor DPUPR Kabupaten Karanganyar Zevino Alvito Ismawan; S Suharyani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas lingkungan kerja berperan sangat penting dalam menentukan tingkat produktivitas dan kenyamanan seseorang dalam melakukan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja dengan memanfaatkan ruang kosong dengan lahan yang terbatas, melalui observasi kondisi lingkungan, analisis data serta pengembangan desain vertical garden dengan pendekatan research based design yang terfokus mengenai kenyamanan dan kemudahan. Melalui pendekatan research based design, penelitian ini mampu menghasilkan keluaran desain yang sudah melalui tahap evaluasi.Desain yang dihasilkan pada penelitian ini adalah rancangan vertical garden sebagai solusi efektif mengatasi permasalahan yang ditemukan.Setelah mendapatkan hasil penelitian kemudian dilakukan pengembangan desain. Pengembangan desain pada penelitian ini menghasilkan tiga pilihan desain untuk lokasi depan dan dua pilihan desain untuk lokasi belakang. Pilihan desain tersebut kemudian di evaluasi dengan cara melakukan pemaparan desain dan umpan balik dari pengguna gedung. Desain final yang dibuat tidak mengubah bangunan gedung yang lama tetapi menciptakan wajah baru pada kedua lokasi. Dengan perancangan vertical garden diharapkan kenyamanan pegawai meningkat dan kinerja menjadi lebih baik serta terciptanya wajah baru pada kedua lokasi penelitian.
Tingkat Pencahayaan dan Glare Index pada Ruang Perpustaakan Laboratorium Terpadu UIN Salatiga Ratnaningrum, Novita; Indrawati, I
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami bisa menjadi faktor penting dalam menciptakan kenyamanan visual dan efisiensi energi pada sebuah bangunan pendidikan. Penelitian ini bertujuan difokuskan untuk menganalisis tingkat kenyamanan pencahayaan alami di ruangan perpustakaan Laboratorium Terpadu Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggunakan software DIALux evo 13.2 sebagai alat bantu analisis. Metode penelitian mengunakan deskriptif kuantitatif dengan tahapan meliputi pengukuran dimensi ruang, posisi bukaan, orientasi bangunan, serta input data cahaya matahari berdasarkan kondisi geografis Kota Salatiga. Simulasi dilakukan untuk mengetahui nilai intensitas pencahayaan alami di beberapa titik ruang baca, kemudian dibandingkan dengan standar SNI 03-6575-2001 merekomendasikan tingkat pencahayaan 300 - 500 lux. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya alami pada beberapa area perpustakaan belum merata seperti area dekat jendela memiliki nilai pencahayaan yang tinggi, sedangkan area tengah ruang cenderung redup. Diperlukan optimalisasi tata letak bukaan dan penambahan elemen peneduh untuk mencapai distribusi pencahayaan alami yang lebih seimbang dan mendukung kenyamanan visual bagi pengguna ruangan.
Implementasi Prinsip Desain Humanis dalam Revitalisasi Kawasan Rumah Susun Kumuh di Kota Palembang Prasetyo, Wahyu Yoga; Maulina, Wilda
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rusun 26 ilir di Kota Palembang adalah hunian vertikal yang sudah berdiri dari tahun 1980 an, kondisi fisik dan lingkungan yang terus menurun sangat berdampak pada kenyamanan penggunanya, Permasalahan ventilasi dan pencahayaan alami, sanitasi yang kurang memadai, serta tidak adanya ruang komunal. Penelitian ini mempunyai tujuan utama yaitu revitalisasi rusun 26 ilir Kota Palembang yang berbasis hunian humanis sesuai dengan standar dan kebutuhan penggunanya, dan memenuhi standar bangunan di Indonesia, Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dari kajian literatur, wawancara semi terstruktur dengan penghuni rumah susun, dan observasi lapangan. Data diambil dan di analisis secara tematik untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan ruang. Hasil penelitian menyatakan bahwa peningkatan kenyamanan, perbaikan sanitasi, penyediaan ruang komunal, adanya bank sampah, dan penggunaan panel surya menjadi prioritas utama. Konsep desain yang dihasilkan mengintegrasikan antara perbaikan tata ruang hunian, penggunaan ventilasi silang, serta bank sampah yang terhubung dalam satu shaft. Penelitian ini berguna sebagai acuan revitalisasi rusun agar lebih layak, sehat dan berkelanjutan.
Desain Responsif Iklim dan Interior Adaptif Rumah Tipe 48 Griya Mutiara Slanggen Nur Ayuning Hapsari; Fadhilla Tri Nugrahaini
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan rumah perumahan tipe 48 pada lahan terbatas menuntut pendekatan desain yang mampu menjawab aspek kenyamanan iklim sekaligus efisiensi ruang. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rancangan rumah perumahan tipe 48/96 di Griya Mutiara Slanggen, Boyolali, melalui pendekatan desain responsif iklim dan interior adaptif terhadap keterbatasan luasan lahan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis perancangan dengan dukungan analisis iklim digital, kajian literatur, dan studi preseden. Analisis iklim berupa arah angin dan temperatur dilakukan menggunakan Autodesk Forma sebagai dasar pengambilan keputusan desain terkait pengolahan orientasi bangunan, sistem bukaan, dan ventilasi alami. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan ventilasi silang, pemanfaatan bukaan atas berupa clerestory, serta pengolahan massa atap dan plafon tinggi mampu meningkatkan kinerja penghawaan alami dan kenyamanan termal ruang dalam. Di sisi interior, desain adaptif dievaluasi menggunakan parameter dan indikator interior adaptif dengan sistem skoring, yang menghasilkan nilai 30 dari 32 atau 93,75%, menunjukkan kategori sangat adaptif. Integrasi desain bangunan dan interior menghasilkan hunian yang nyaman secara termal, visual, dan fungsional, serta relevan untuk pengembangan rumah perumahan berluas terbatas di wilayah beriklim tropis.
Perencanaan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Makam Kyai Ageng Muhammad Besari dengan Pendekatan Arsitektur Lanskap berbasis Kenyamanan Peziarah di Ponorogo Miladiya Noor Latifah; Wilda Maulina
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam kajian arsitektur lanskap dipahami sebagai ruang luar yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan, kenyamanan aktivitas luar ruang, serta nilai visual suatu kawasan. Kawasan Makam Kyai Ageng Muhammad Besari di Kabupaten Ponorogo, yang memiliki nilai sejarah dan religius, menyimpan potensi untuk dikembangkan sebagai RTH yang tertata dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perencanaan RTH pada kawasan makam berdasarkan prinsip-prinsip arsitektur lanskap, dengan fokus pada perancangan tata ruang lanskap, pengaturan zonasi dan sistem sirkulasi peziarah, penataan elemen vegetasi dan elemen keras, serta penyediaan fasilitas pendukung yang bersifat inklusif bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, studi literatur, dan analisis deskriptif kualitatif terhadap kondisi tapak eksisting melalui penilaian keterhubungan antar ruang, susunan dan komposisi vegetasi, kualitas jalur pedestrian, tingkat aksesibilitas kawasan, serta hubungan visual dan spasial dalam kawasan makam. Evaluasi perencanaan RTH dilakukan berdasarkan aspek fungsional, estetis, dan kenyamanan, yang mencakup kemudahan pencapaian dan keterbacaan sirkulasi, kesesuaian desain lanskap dengan karakter sakral kawasan, penerapan prinsip aksesibilitas universal, serta kualitas mikroklimat, keberadaan ruang teduh, dan suasana lanskap yang mendukung ketenangan pengunjung. Hasil penelitian diharapkan mampu menghasilkan konsep dan rekomendasi perencanaan RTH kawasan makam yang fungsional, estetis, nyaman, dan inklusif, sekaligus memperkuat pengalaman ruang religius bagi peziarah maupun pengunjung dengan beragam kemampuan.
Potensi Material Rotan sebagai Elemen Secondary Skin Fasad Rumah Tinggal berbasis Desain Berkelanjutan Setiawan, Eki; Qomarun, Q
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengunaan rotan sebagai elemen secondary skin Fasad pada bangunan rumah tinggal dengan menyatukan aspek estetika dan fungsionalitas. Rotan, sebagai material alami yang fleksibel, ringan, dan ramah lingkungan, diaplikasikan pada fasad sebagai elemen penghalang masuknya Cahaya matahari secara langsung. Dengan menggunakan metode studi desain dan visualisasi 3D, penelitian ini mengeksplorasi potensi rotan dalam menciptakan permainan bayangan yang dinamis, menjaga kenyamanan, serta meningkatkan efisiensi tata ruang. Hasilnya menunjukkan bahwa rotan mampu memberikan nilai pada desain arsitektur modern, baik melalui efisiensi energi maupun penggunaan material lokal. Pola anyaman rotan juga memperkaya nilai estetika dan mendukung gaya desain modern maupun tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rotan tidak hanya menghadirkan keindahan visual tetapi juga menciptakan lingkungan yang nyaman, fungsional, dan ramah lingkungan.
Evaluasi Kenyamanan Termal Restoran Semi Terbuka berdasarkan Pendekatan Adaptif Ashrae 55 di Kawasan Persawahan Sukoharjo Meilani, Vira; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan termal merupakan faktor penting dalam kualitas ruang restoran semi terbuka di iklim tropis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kenyamanan termal pada restoran semi terbuka di kawasan persawahan Sukoharjo menggunakan pendekatan adaptif ASHRAE Standard 55-2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan pendekatan campuran, kuantitatif melalui pengukuran suhu, kelembaban, dan kecepatan angin yang dianalisis menggunakan CBE Thermal Comfort Tool, serta kualitatif melalui observasi dan wawancara pengguna. Hasil menunjukkan suhu ruang berkisar 28-32 °C dengan kecepatan angin lebih tinggi pada area makan dan parkir akibat keterbukaan ruang, sementara dapur dan toilet memiliki aliran udara rendah. Analisis adaptif menunjukkan area makan masih dapat diterima secara termal, sedangkan dapur dan toilet berada di luar zona kenyamanan. Hasil wawancara menunjukkan adanya adaptasi termal pengguna, terutama pada ruang semi terbuka. Hal ini menegaskan bahwa keterbukaan ruang dan ventilasi alami berperan penting dalam meningkatkan kenyamanan termal pada restoran semi terbuka di iklim tropis.
Penerapan Prinsip Arsitektur Bioklimatik dalam Perancangan Rumah Tinggal di Karanganyar Waliyudin, Muhammad Ilham; Setiawan, Wisnu
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Karanganyar memiliki kondisi iklim tropis yang memengaruhi tingkat kenyamanan hunian secara signifikan. Oleh sebab itu, diperlukan strategi perancangan yang mampu menyesuaikan bangunan dengan karakteristik iklim setempat, salah satunya melalui pendekatan arsitektur bioklimatik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip arsitektur bioklimatik dalam perancangan rumah tinggal di wilayah Karanganyar guna mewujudkan kenyaman termal serta efisiensi penggunaan energi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan simulasi melalui kajian pustaka dan analisis kondisi iklim lokal. Pembahasan difokuskan pada orientasi bangunan, sistem ventilasi alami, pemanfaatan pencahayaan alami, serta pemilihan material bangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur bioklimatik berkontribusi terhadap peningkatan kenyamanan ruang, pengurangan konsumsi energi, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, pendekatan arsitektur bioklimatik dinilai relevan dan efektif dalam perancangan rumah tinggal di Karanganyar.