cover
Contact Name
Muhammad Ridha Kasim
Contact Email
ridha.kasim@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.flyover@umi.ac.id
Editorial Address
Lantai 4 Gedung Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo Km 4, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Flyover
ISSN : -     EISSN : 28295684     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal Flyover (JFO) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Magister Teknik Sipil Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia, yang diterbitkan 2 (Dua) kali setahun pada bulan Juni & Desember. Diterbitkan dalam Bahasa Indonesia Jurnal Flyover mencakup kelimuan teknik sipil, yaitu: 1. Struktur 2. Mekanika Tanah 3. Geoteknik 4. Keairan 5. Jalan dan Transportasi 6. Manajemen Proyek dan K3
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari" : 8 Documents clear
Analisis Kinerja Bukaan Median U – Turn Ruas Jalan Veteran Utara Jihad, Ahmad; Kadir, Hamdan; SAR, Mas'ud
Jurnal Flyover Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v3i2.1530

Abstract

Pertumbuhan penduduk dikota besar pada umumnya tidak seiring dengan pengembangan wilayah kota, selain daripada itu pertambahan jumlah kendaraan menyebabkan ikut mengalami peningkatan, sedangkan sistem lalulintas mendekati jenuh, sehingga bertambahnya jumah lalulintas berpengaruh besar terhadap kemacetaan lalulintas, yang berarti. Sektor transportasi merupakan salah satu sektor yang sangat berperan dalam pembangunan ekonomi yang menyeluruh. Perkembangan sektor transportasi akan secara langsung mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang berjalan. Namun demikian sektor ini dikenal pula sebagai salah satu sektor yang dapat memberikan dampak terhadap lingkungan dalam cakupan spasial yang besar. Bervariasinya aktivitas masyarakat yang muncul disepanjang jalan Vetran Utara baik yang menuju arah ke vetran selatan maupun sebaliknya menimbulkan potensi terjadinya kemacetan setiap hari pada jam-jam tertentu. Kondisi ini diakibatkan oleh tingginya antrian pada fasilitas putar balik (U-turn). Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja bukaan Median U-Turn pada ruas Jalan Vetran Utara. Metode yang digunakan merupakan metode survey secara kuantitatif, terkait Kinerja U-Turn pada masing-masing ruas jalan. Hasil yang diperoleh Kinerja bukaan Median U-Turn pada ruas jalan Vetran Utara ke Vetran Selatan untuk volume lalulintas terbesar arah vetran utara ke Vetran selatan berada pada pos 1 (Depan PT.SJAM) sebesar 322 smp/jam, sedangkan untuk ruas jalan vetran Utara ke Mesjid Raya berada pada Pos 2 (Depan Bank Sampoerna) yaitu sebesar 386 smp/jam. Dengan panjang antrian untuk ruas jalan vetran utara ke Vetran Selatan dan sebaliknya berada pada pos 3 yantiu Sebesar 16 m dan 8 m. waktu tempuh terbesar berada pada pos 3 sebesar 113 detik untuk ruas Jalan Vetran Utara ke Vetran Selatan dan 111 detik untuk ruas Jalan vetran Utara ke Mesjid Raya.Tundaan terbesar berada pada pos 3 sebesar 1,66 detik dan 1,35 detik dan derajat kejenuhan terbeesar berada pada pos 3 yantiu sebesar 0,10 dan 0,12 serta tingkat pelayanan masih berada pada tingkat Pelayanan A untuk kedua arah tersebut.
Karakteristik Kekuatan Geser Tanah Terhadap Perubahan Nilai Kepadatan Tanah Karim, Arifuddin; Supardi, Sudarman; Alifuddin, Andi; Maruddin, Mukti
Jurnal Flyover Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v3i2.1532

Abstract

Tanah memiliki kerapatan sangat bervariasi pada lapisan kerak bumi, baik yang ada di permukaan maupun di bawah permukaan. Nilai kerapatan (γ) dari 1,1 gr/cm3 hingga 2,3 gr/cm3. Pada perencanaan konstruksi di keteknik sipilan nilai kerapatan lapisan tanah sangat penting diketahui untuk menetapkan daya dukung tanah.. Daya dukung tanah pada kerapatan (γ) dan kuat geser tanah. Parameter kuat geser tanah terdiri dari nilai kohesi (c) dan sudut keruntuhan dalam (????). Jika nilai kerapatan pada perencanaan sudah sesuai dengan nilai pada lokasi yang ditetapkan, maka perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan dilakukan agar dapat meningkatkan daya dukung tanah, seiring dengan nilai kepadatan (γd) apakah seiring dengan nilai kuat geser tanah (S). Dengan dasar inilah maka dilakukan penelitian sejauh mana pengaruh nilai kepadatan terhadap nilai parameter kuat geser langsung pada tanah yaitu nilai kohesi (c) dan sudut keruntuhan dalam (????). Tanah yang digunakan pada kondisi terganggu (disturbed). Jenis tanah tergolong SM atau Pasir Berlanau (Silty Sands). Dari hasil penelitian nilai kepadatan meningkat seiring dengan meningkatnya nilai kohesi (c), sudut keruntuhan dalam (????), dan kuat geser tanah (S) diakibatkan oleh kadar air dan angka pori terhadap derajat kejenuhan tanah tersebut. Pada saat kepadatan (γd) maksimal 1,436 gr/cm3, kohesi (c) 0,706 kg/cm2, sudut keruntuhan dalam (????) 63,13°, dan kuat geser (S) 1,621 kg/cm3. Pada saat kepadatan minimum 1,241 gr/cm3, kohesi (c) 0,320 kg/cm2, sudut keruntuhan dalam (????) 46,63°, dan kuat geser (S) 0,811 kg/cm3. Ini menandakan meningkatnya nilai kepadatan (γd) akan meningkatkan nilai kuat geser tanah.
Kajian Perbandingan Besi Beton dan Baja Ringan Terhadap Biaya: Studi Kasus : Proyek Pembangunan Perumahan Bellevue, Kabupaten Mamuju Al Ahmad, Muhammad Hijerah
Jurnal Flyover Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v3i2.1546

Abstract

Beton memiliki kuat tekan yang tinggi dan kuat tarik yang sangat rendah. Beton bertulang adalah suatu kombinasi antara beton dan baja di mana tulangan baja berfungsi menyediakan kuat tarik yang tidak di miliki oleh beton. Pada proyek pembangunan Perumahan Belleuve di Kabupaten Mamuju memiliki ciri khas pada konstruksinya yaitu pemilihan struktur yang hanya memakai rangka baja yang memiliki ketinggian 6 tingkat. Oleh karena itu masalah yang akan diambil adalah merencanakan ulang menggunakan struktur beton yang bertujuan sebagai pembanding terhadap segi biaya apakah alternatif tersebut akan menjadi lebih ekonomis atau sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan biaya penggunaan baja ringan dengan besi beton pada perumahan belleuve di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan material baja ringan sebagai tulangan beton sebesar Rp 25.260.344,66 lebih murah dari penggunaan material Besi Beton sebagai tulangan sebesar 34.055.257,09 dengan selisih biaya sebesar Rp 8.794.912,43.
Kajian Pengaruh Bukaan Median U-Turn Terhadap Kemacetan pada Ruas Jalan Botoambari Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara Rachman, Rajaeddin
Jurnal Flyover Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v3i2.1634

Abstract

Salah satu permasalahan transportasi yang perlu ditangani adalah masalah kemacetan pada ruas-ruas jalan utama di kota Bau-bau.Terjadinya kemacetan diakibatkan oleh adanya parkir di badan jalan dan pada ruas jalan Betoambari (jalan depan kampus UMB),bertambahnya kepemilikan kendaraan, terbatasnya sumberdaya, dan belum optimalnya pengoperasian fasilitas yang ada seperti tempat parkir. Timbulnya parkir pada badan jalan yang belum ada fasilitas areal parkirnya, berakibat buruk terhadap kondisi lalulintas, terutama saat kendaraan melakukan manuver keluar parkir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengkaji pengaruh karakter, kepatuhan dan Prilaku masyarakat sebagai Pengendara pada Bukaan Median (U-Turn) terhadap Kemacetan di Ruas Jalan Betoambarai Kota Bau-Bau. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier, dengan 6 variabel dan 27 sub variabel. Secara umum hasil peneltian pada keenam variabel dengan angka koefisien antara 0,1 sampai 0,2 menunjukkan bahwa objek penelitian Jalan Betombari di Kota Bau-Bau pada dasarnya masih merupakan kota sedang, yang mana factor kemacetaan yang terjadi masih sifatnya insidentik terjadi, namun secara keseluruhan masih berjalan dengan pelayanan yang baik.
Analisis Kinerja pada Ruas Jalan Samratulangi dan Jalan M. Supratman Kota Kendari Sulawesi Tenggara Marzuki, Masdin
Jurnal Flyover Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v3i2.1635

Abstract

Perkembangan jumlah volume kendaraan yang tidak seimbang dengan kapasitas ruas jalan yang ada merupakan salah satu sebab menurunya kinerja suatu ruas jalan. Hal lain yang memberi pengaruh kinerja ruas jalan adalah adanya hambatan samping yang timbul akibat karena adanya kendaraan yang melakukan parkir pada sisi badan jalan termasuk pihak para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan semacamnya. Sebagaimana komponen atau factor-faktor pada aspek kinerja suatu ruas jalan, mencakup volume kendaraan, kapasitas jalan, hambatan samping, tundaan, panjang antrian, waktu tempuh, Derajat kejenuhan tinggi, serta tingkat pelayanan jalan dengan kondisi keberadaan ruas Jalan Ratulangi Kota Kendari yang semakin padat dan menimbulkan kemacetan, maka perlu dilakukan analisis dan kajian kaitannya dengan kinerja ruas jalan tersebut, untuk dapat diemukan alternatif dalam mengaatasi atau mengendalikan masalah yang ada khususnya kemacetan lalulintas pada ruas jalan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja ruas Jalan Samratulangi dan Jalan M. Supratman di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan analisis perbandingan dengan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) terkait geometri, kecepataan, tundaan dan kinerja pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada Jalan Samratulangi , nilai pada titik pengamatan 1 adalah D dan nilai pada titik kedua adalah C, sementara di Jalan M.Supratman memiliki nilai kinerja C
Analisis Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Proyek Pembangunan Hunian Tetap Pasca Bencana di Balaroa Kota Palu
Jurnal Flyover Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v3i2.1636

Abstract

Pada tahun 2010 menduduki peringkat 52 dari 53 negara di dunia (ILO,2010). Masih menurut ILO, data dari sejumlah negara industri bahwa para pekerja konstruksi memiliki resiko potensi kecelakaan yang mengakibatkan meninggal 3 sampai 4 kali lebih besar (ILO,2010). Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam sistem ketenagakerjaan dan sumber daya manusia. K3 tidak saja sangat penting dalam meningkatkan jaminan sosial dan kesejahteraan para pekerjanya akan tetapi jauh dari itu K3 mempunyai dampak positif atas keberlanjutan produktivitas kerja. Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian adalah unttuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja proyek pembangunan huntap Balaroa Kota Palu. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat untuk mencari hubungan antar masing-masing variabel. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pengetahuan K3, penggunaan APD, pengawasan penerapan K3, dan komitmen manajemen dengan kinerja proyek.
Kajian Potensi Pemanfaatan Air Tanah Berdasarkan Data Geolistrik Resistiviti untuk Air Baku: Studi Kasus : Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan Rizal, Ruslan
Jurnal Flyover Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v3i2.1637

Abstract

Air tanah merupakan sumber air yang penting, baik dalam penggunaan domestik, agrikultur dan industri. Kepadatan penduduk yang tinggi, distribusi air yang tidak merata, tingginya kebutuhan, perkembangan ekonomi, perubahan iklim dan lainnya menyebabkan peningkatan konsumsi dan kekurangan air permukaan. Kurangnya air permukaan menyebabkan kebutuhan akan air tanah sebagai alternatif sumber air baku meningkat. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian potensi air tanah pada aikufer dalam (tertekan) di Pulau Bacan Kab. Halmahera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis penyebaran potensi Air bawah tanah untuk Air Baku menggunakan metotede Geolistrik Resistiviti dengan konfigurasi Schlumberger dan menganalisa Kondisi dan potensi kualitas Air Bawah Tanah. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptis analisis untuk menggambarkan kondisi akuifer namun demikian beberapa hal disampaikan secara kuantitatif. Kondisi akuifer diperoleh dari hasil interpretasi data geolistrik resistiviti dengan didukung data hasil pengamatan geologi dan hidrology serta data sekunder berupa hasil pumping tes. Potensi penyebaran air tanah pada lokasi penelitian diklasifikasinkan menjadi 3 bagian yaitu kondisi resistivitas rendah antara 0-5 m (batuan yang mengandung air laut), kondisi resistivitas Menengah antara 6 -100 m (Batuan yang mengandung air tawar) dan kondisi resistivitas tinggi antara 101-175 m (Lapisan Alluvial). Dari hasil analisis Terlihat indikasi keterdapatan batuan keras yang cukup masif yang terdeteksi mulai dari 0 –100 meter. Potensi keterdapatan air yang cukup baik pada lokasi ini berada pada kedalaman 50 – 100 meter di bagian timur lokasi penelitian. Untuk Kondisi dan potensi kualitas Air Bawah Tanah Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air tanah di Pulau Bacan ditinjau dari parameter Kimia dengan nilai rata-rata yaitu a. besi (Fe) 0,08830 mg/L, b. pH 7,3, c. kesadahan 212 mg/L dan d. Nitrat0,816 mg/L, dari hasil analisis tidak ada nilai yang melebihi nilai baku mutu yang ditentukan oleh Peraturan Menteri Nomor 416/MenKes/Per/IX/1990, berdasarkan status mutu air yang didapat maka sampel air dikategorikan aman dan layak digunakan.
Analisis Kinerja Lalu Lintas Akibat Operasional Rumah Potong Hewan : Studi Kasus : Rumah Pemotongan Hewan di Jalan Bukit Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Almakassari, Nursafanah Dzakiyah; Israil; Amiruddin, Andi Khaerul
Jurnal Flyover Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v3i2.1674

Abstract

Rumah Potong Hewan merupakan salah satu kegiatan industri pangan yang terdapat di setiap daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging. Menurut Peraturan Pemerintah No.22 Tahun 1983, tentang kesehatan masyarakat veteriner dan untuk memenuhi kebutuhan daging yang Aman, Sehat Utuh dan Halal (ASUH) maka pemotongan harus dilakukan di Rumah Potong Hewan. Peluang usaha yang semakin mudah dengan adanya dorongan teknologi digital dalam pemasaran dan sumber daya alam yang memadai, maka semakin meningkatnya kebutuhan produksi dan konsumsi masyarakat. Hal ini membuat industri Rumah Potong Hewan meningkat. Industri Rumah Potong Hewan sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Mengingat lokasi Rumah Potong Hewan berada di ruas Jalan Bukit Tamarunang, Kel. Tamarunang, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang merupakan wilayah yang cukup padat dengan kegiatan lalu lintas kendaraan, Rumah Potong Hewan secara langsung dan tidak langsung akan menimbulkan dampak pembangunan itu sendiri, baik berupa dampak positif maupun dampak negatif, khususnya dampak terhadap lalu lintas dan ruas jalan serta kepada pengguna jalan di kawasan tersebut. Metode Analisis yang digunakan adalah Analisis V/C ratio untuk mengetahui kinerja jalan, kemudian dibandingkan antara kinerja jalan eksisting dan prediksi kinerja jalan setelah pembangunan pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai V/C Ratio menghasilkan nilai perbandingan yang sama antara kapasitas dengan volume kendaraan. Kapasitas ruas Jl. Bukit tamarunang sebelum adanya pembangunan Rumah potong hewan (RPH) menghasilkan nilai V/C Ratio sebesar 0,28 (eksisting), dan kapasitas ruas Jl. Bukit tamarunang setelah adanya Rumah potong hewan (RPH) tersebut menghasilkan nilai V/C ratio yang sama yaitu 0,28, Salah satu penyebab nya yaitu kurangnya tarikan yang masuk kedalam lokasi Rumah Potong Hewan (RPH) tersebut sehingga tidak mempengaruhi V/C ratio.

Page 1 of 1 | Total Record : 8