Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH JARAK PENEMPATAN BREAKWATER CAISSON SUSUN SERI TERHADAP GELOMBANG REFLEKSI DAN TRANSMISI Muhammad Syamsir; Nurfitra Rahmadani; Hamzah Al Imran; Israil
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kjst.v1i4.149

Abstract

Penelitian eksperimental mengenai breakwater caisson sudah banyak dilakukan di berbagai laboratorium di seluruh dunia. Keunggulan caisson lebih dipermudah dengan teknologi beton pra cetak sehingga lebih cepat dalam proses pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Uji laboratorium dilakukan untuk mengetahui pengaruh jarak penempatan breakwater caisson susun seri terhadap besarnya nilai koefisien refleksi dan transmisi. Jarak penempatan menggunakan metode coba coba dengan variabel panjang gelombang (L) sebagai faktor pengali yaitu 0,25L, 0,5L dan 0,75L. Kedalaman air yang digunakan adalah 12 cm, 18 cm dan 24 cm dan variasi periode yang digunakan adalah 1,2 detik, 1,3 detik dan 1,4 detik. Parameter gelombang yang digunakan adalah rasio antara tinggi gelombang datang dengan kedalaman air (Hi/d), sedangkan parameter model adalah rasio antara jarak penempatan model dengan panjang gelombang (x/L). Pengaruh parameter x/L terhadap nilai koefisien refleksi adalah berbanding terbalik, dengan nilai koefisien refleksi maksimum = 0,316; koefisien refleksi minimum = 0,045 atau mengalami penurunan sebesar 27,1 %. Pengaruh parameter x/L terhadap nilai koefisien transmisi juga berbanding terbalik, dengan nilai koefisien transmisi maksimum = 0,838 ; koefisien transmisi minimum = 0,077 atau menurun sebesar 76,1 %.
Analisis Karakteristik Gelombang Dan Proses Abrasi Di Pesisir Pantai Popo Galesong Selatan Israil Israil; Hamzah Al Imran; Haidir Haidir; Lisdawati Lisdawati; Andi Rahmat; Asnita Virlayani
TEKNIK HIDRO Vol 16, No 2 (2023): Teknik Hidro Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v16i2.12701

Abstract

Pantai popo yang terletak di kecamatan galesong selatan adalah salah satu kawasan yang digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai tempat pemukiman dan pengelolaan wilayah pantai sangat penting untuk mempertahankan bentuk garis pantai namun di pantai popo galesong selatan sudah terjadi abrasi. Dalam metode penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gelombang dan proses abrasi yang terjadi di pantai popo galesong selatan. Peramalan gelombang dihitung berdasarkan data kecepatan arah angin,data gelombang laut,peta topografi dan batimetrhi 5 tahun terakhir dari badan meteorologi,klimatologi,dan geofisika (BMKG).Dari data tersebut bisa didapatkan tinggi dan periode gelombang yang signifik dari hasil perhitungan diperoleh arah pembentukan gelombang yakni arah barat laut (hb : 2,505 . Db : 3,787 ) dan arah utara ( Hb : 0,941 . Db : 1,415 ).selain karakteristik gelombang abrasi di pantai popo juga dapat di analisis dengan menggunakan citra satelit pada google art dalam jangka waktu 2016 – 2019 didapatkan luas abrasi 794,4 (m2) dan akresi 0,14 ( m2) , serta jumlah keseluruhan abrasi yaitu 2313,4 ( m2) dan akresi 119.04 (m2 ) . dari hasil akumulasi luas abrasi masih lebih besar di bandingkan dengan lias akresi.
PERENCANAAN SEAWALL DI PANTAI LAYAR PUTIH Ikhwal Lukman, Muh; Hardiansyah, Hardiansyah; Makbul Syamsuri, Andi; Israil, Israil
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4496-4500

Abstract

Pantai Layar Putih yang berada di Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, kota makassar merupakan pantai yang mengalami abrasi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Tinggi Gelombang Signifikan (Hs) Dan Periode Gelombang Signifikan (Ts) pada Pantai Layar Putih, dan untuk  mendesain dimensi bangunan pantai seawall di Pantai Layar Putih. Metode pada Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Tinggi Gelombang terbesar (Hs) pada pantai Layar Putih adalah setinggi 1,64 meter, dan periode gelombang signifikan terbesar (Ts) pada pantai Layar Putih adalah sebesar 6,78 detik, Untuk Dimensi Seawall yang didapatkan dari hasil perhitungan adalah Lebar puncak seawall adalah b= 2 meter, lebar bawah seawall B= 19,23 m, lebar Toe Protection bToe= 3,42 m.  untuk tinggi elevasi merchu H = 5 m, tinggi Toe Protection h = 1,00 m, dan tinggi keseluruhan Hmax = 6,00 m. Berat lapis pelindung luar W1 adalah sebesar 510 kg dan tebal lapis lindung t1 adalah 1,27 meter, Berat lapis pelindung kedua W2 sebesar 51 kg dan tebal lapis lindung t2 adalah 0,60 m, Dan berat lapis core layer w3 adalah sebesar 3 kg, dan berat butir toe protection Wtoe 285 kg.
Sistem Antrian dan Pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU Studi Kasus : SPBU 74.921.17 Sungguminasa Kab. Gowa Israil Israil; Muh Amir; Mahmuddin Mahmuddin; Fithriyah Arief Wangsa
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8406

Abstract

Kebutuhan bahan bakar untuk kendaraan sepeda motor dan mobil membuat pihak manajemen SPBU 74.921.17 Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan harus bisa meningkatkan pelayanan terhadap customernya dalam upaya mengurangi antrian panjang didalam sistem transaksi pengisian bahan bakar minyak. Tujuan penelitian ini adalah membuat model simulasi antrian pengisian bahan bakar dan memberikan alternatif simulasi mengurangi waktu antrian. Metoda yang digunakan adalah melakukan eksperimen model antrian jalur tunggal dan jalur berganda. Hasil yang diperoleh adalah tingkat kedatangan 34,1 kendaraan/jam sedang tingkat pelayanan 33,9 kendaraan/jam. Rata-rata kendaraan dalam sistem adalah 1,0308 permenit (61,85/jam) dimana model antrian jalur berganda yang lebih efektif dalam hal waktu yang digunakan dalam sistem maupun panjang antriannya.
Sistem Antrian dan Pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU Studi Kasus : SPBU 74.921.17 Sungguminasa Kab. Gowa Israil, Israil; Amir, Muh; Mahmuddin, Mahmuddin; Wangsa, Fithriyah Arief
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8406

Abstract

Kebutuhan bahan bakar untuk kendaraan sepeda motor dan mobil membuat pihak manajemen SPBU 74.921.17 Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan harus bisa meningkatkan pelayanan terhadap customernya dalam upaya mengurangi antrian panjang didalam sistem transaksi pengisian bahan bakar minyak. Tujuan penelitian ini adalah membuat model simulasi antrian pengisian bahan bakar dan memberikan alternatif simulasi mengurangi waktu antrian. Metoda yang digunakan adalah melakukan eksperimen model antrian jalur tunggal dan jalur berganda. Hasil yang diperoleh adalah tingkat kedatangan 34,1 kendaraan/jam sedang tingkat pelayanan 33,9 kendaraan/jam. Rata-rata kendaraan dalam sistem adalah 1,0308 permenit (61,85/jam) dimana model antrian jalur berganda yang lebih efektif dalam hal waktu yang digunakan dalam sistem maupun panjang antriannya.
Analisis Kinerja Lalu Lintas Akibat Operasional Rumah Potong Hewan : Studi Kasus : Rumah Pemotongan Hewan di Jalan Bukit Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Almakassari, Nursafanah Dzakiyah; Israil; Amiruddin, Andi Khaerul
Jurnal Flyover Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v3i2.1674

Abstract

Rumah Potong Hewan merupakan salah satu kegiatan industri pangan yang terdapat di setiap daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging. Menurut Peraturan Pemerintah No.22 Tahun 1983, tentang kesehatan masyarakat veteriner dan untuk memenuhi kebutuhan daging yang Aman, Sehat Utuh dan Halal (ASUH) maka pemotongan harus dilakukan di Rumah Potong Hewan. Peluang usaha yang semakin mudah dengan adanya dorongan teknologi digital dalam pemasaran dan sumber daya alam yang memadai, maka semakin meningkatnya kebutuhan produksi dan konsumsi masyarakat. Hal ini membuat industri Rumah Potong Hewan meningkat. Industri Rumah Potong Hewan sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Mengingat lokasi Rumah Potong Hewan berada di ruas Jalan Bukit Tamarunang, Kel. Tamarunang, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang merupakan wilayah yang cukup padat dengan kegiatan lalu lintas kendaraan, Rumah Potong Hewan secara langsung dan tidak langsung akan menimbulkan dampak pembangunan itu sendiri, baik berupa dampak positif maupun dampak negatif, khususnya dampak terhadap lalu lintas dan ruas jalan serta kepada pengguna jalan di kawasan tersebut. Metode Analisis yang digunakan adalah Analisis V/C ratio untuk mengetahui kinerja jalan, kemudian dibandingkan antara kinerja jalan eksisting dan prediksi kinerja jalan setelah pembangunan pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai V/C Ratio menghasilkan nilai perbandingan yang sama antara kapasitas dengan volume kendaraan. Kapasitas ruas Jl. Bukit tamarunang sebelum adanya pembangunan Rumah potong hewan (RPH) menghasilkan nilai V/C Ratio sebesar 0,28 (eksisting), dan kapasitas ruas Jl. Bukit tamarunang setelah adanya Rumah potong hewan (RPH) tersebut menghasilkan nilai V/C ratio yang sama yaitu 0,28, Salah satu penyebab nya yaitu kurangnya tarikan yang masuk kedalam lokasi Rumah Potong Hewan (RPH) tersebut sehingga tidak mempengaruhi V/C ratio.
PERENCANAAN SEAWALL DI PANTAI LAYAR PUTIH Ikhwal Lukman, Muh; Hardiansyah, Hardiansyah; Makbul Syamsuri, Andi; Israil, Israil
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4496-4500

Abstract

Pantai Layar Putih yang berada di Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, kota makassar merupakan pantai yang mengalami abrasi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Tinggi Gelombang Signifikan (Hs) Dan Periode Gelombang Signifikan (Ts) pada Pantai Layar Putih, dan untuk  mendesain dimensi bangunan pantai seawall di Pantai Layar Putih. Metode pada Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Tinggi Gelombang terbesar (Hs) pada pantai Layar Putih adalah setinggi 1,64 meter, dan periode gelombang signifikan terbesar (Ts) pada pantai Layar Putih adalah sebesar 6,78 detik, Untuk Dimensi Seawall yang didapatkan dari hasil perhitungan adalah Lebar puncak seawall adalah b= 2 meter, lebar bawah seawall B= 19,23 m, lebar Toe Protection bToe= 3,42 m.  untuk tinggi elevasi merchu H = 5 m, tinggi Toe Protection h = 1,00 m, dan tinggi keseluruhan Hmax = 6,00 m. Berat lapis pelindung luar W1 adalah sebesar 510 kg dan tebal lapis lindung t1 adalah 1,27 meter, Berat lapis pelindung kedua W2 sebesar 51 kg dan tebal lapis lindung t2 adalah 0,60 m, Dan berat lapis core layer w3 adalah sebesar 3 kg, dan berat butir toe protection Wtoe 285 kg.
Analisis Numerik Dampak Pembangunan Jetty terhadap Dinamika Morfologi di Muara Sungai Jeneberang dengan Model Delft3D Israil; Al Imran, Hamzah; Nur Fikry, Muhammad; Rizky Sahabudin, Ahmad
Jurnal Karajata Engineering Vol. 6 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v6i1.3830

Abstract

The Jeneberang River plays a vital role in flood control for Makassar City and Gowa Regency. However, it faces severe sedimentation problems following the landslide at Mount Bawakaraeng, which released approximately 200 million m³ of mud and sand into downstream areas. Sedimentation at the estuary reduces the river’s discharge capacity to the sea and significantly disrupts fishing vessel accessibility in the Tanjung Bunga area. This study aims to analyze coastal morphological dynamics and evaluate the effectiveness of jetty construction in controlling sediment accumulation using numerical simulations with Delft3D. The data employed include bathymetry, tides, currents, and sediment characteristics obtained from BMKG and Ina-Geoportal. Simulation results indicate substantial sediment buildup at the estuary prior to jetty construction. After the jetty was introduced, sediment concentration at the river mouth decreased markedly from 1.4 kg/m³ to 0.16 kg/m³ by the end of the simulation period. Morphologically, the jetty reduces current energy and alters sediment transport pathways, thereby maintaining the stability of the navigation channel. The novelty of this study lies in its quantitative evaluation of jetty effectiveness under extreme sediment supply conditions caused by large-scale upstream landslides, providing numerical-based evidence for jetty performance in highly sediment-laden estuaries. These findings confirm that jetty construction is an effective engineering solution to sustain navigation channels and support the continuity of local fishing activities.