Articles
177 Documents
PENGUATAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI GERAKAN PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN DI SEKOLAH (PBLHS)
Irma Fitriana Ulfah;
Andi Setiawan;
Tia Subekti
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 6 No. 2 (2025): Mei - Oktober
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/baktikita.v6i2.10983
The Environmental Care and Culture Movement in Schools is regulated by the Regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia Number P.52/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019. The PBLHS movement is a conscious, voluntary, networked, and sustainable collective action carried out by schools in implementing environmentally friendly behavior. Elementary school is the right level of education for instilling an environmentally caring character, because elementary school is the first level of education that students take formally. This Community Service was carried out at SDN Tunjungsekar 4, Malang City. The purpose of this activity is to build an alpha generation with an environmental character. This activity was carried out by providing socialization of strengthening environmental character to students in grades 1-3, mapping activities that are part of the PBHLS movement carried out by the school, and analyzing obstacles that occurred. The results of the activity show that this movement has been implemented through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) which carries the theme of Sustainable Lifestyle. In addition, the school has also carried out habits through daily activities as a habit in building an environmentally caring character.
PENERAPAN ZERO WASTE LIMBAH B3 HOTEL DALAM KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN
Heru Setiyo Cahyono;
Viendy Nurul Kusumawan;
Danan Eko Cahyono;
Annisa' Carina
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 6 No. 2 (2025): Mei - Oktober
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/baktikita.v6i2.10985
Artikel ini menganalisis inisiatif PT. Bumi Bersih Berenergi dalam menerapkan konsep Zero Waste termasuk pengelolaan limbah B3 pada proses operasional Hotel Bintang 4 di Sulawesi. Analisis berbasis content analysis dari hasil pelaksanaan yang memuat rencana kolaborasi dengan investor internasional, penandatanganan MoA dengan pemerintah daerah, kampanye pembentukan kelompok kerja/Bank Sampah, serta persiapan cluster waste-to-energy. Hasil menunjukkan komitmen kuat pada level naratif dan organisasi untuk mencapai zero waste, namun terdapat kekurangan data teknis, sistem penanganan B3 yang spesifik, rencana keuangan dan mekanisme pemantauan terpadu. Ditemukan pula masalah struktural: tidak adanya pabrik daur ulang skala regional di Sulawesi sehingga pemulung harus mengirim material ke Jawa, dan banyak mesin pengolahan pupuk organik yang mangkrak. Paper ini menyajikan rekomendasi teknis, kelembagaan, dan kebijakan untuk menguatkan rencana PT. Bumi Bersih agar zero waste terhadap limbah B3 dapat menjadi praktik aman, efisien, dan berkelanjutan.Keywords: you can list 3-5 keywords seperated with coma. (in Times New Roman (Headings) with 10 font size, single spacing and italized).
HIBAH DAN PEMBERDAYAAN BANGUNAN BANK SAMPAH DI SULAWESI UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL
Ruli Saefudin;
Heru Setiyo Cahyono;
Zsagheta Ihwalrezky;
Danan Eko Cahyono;
Annisa' Carina
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 6 No. 2 (2025): Mei - Oktober
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/baktikita.v6i2.10986
This article analyzes the role of grants and empowerment models through the construction of Bank Sampah buildings/facilities in Sulawesi as instruments for improving the welfare of local communities while addressing waste management issues and providing raw materials for the Waste-to-Energy cluster. The analysis is based on internal documents from PT. Bumi Bersih Berenergi (BT 1.docx) that describe the zero-waste campaign program, operational constraints of the Waste Bank, local landfill practices, and plans for waste processing clustering. The results show a gap between vision and implementation: an urgent need for structured grants—with business conditions, institutional coaching, and market connectivity—as well as technical measures for hazardous waste safety, strengthening the waste value chain, and sustainable cooperative/UBS (waste bank unit) models. The article concludes with policy recommendations and a realistic and measurable grant program design.
Gerakan Pemuda Cerdas Lawan Berita Hoax
Ahmad Munir;
Abdul Halim;
Ahmad Fatikhul Udin
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Bakti Kita
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/baktikita.v1i1.1915
Di Negara kita terkenal dengan Undang-Undang yang berlaku untuk semua masyarakat Indonesia, yang melakukan pelanggaran baik pemerintahan maupun masyarakat umum. Untuk dunia informasi teknologi dan elektronik dikenal dengan UU ITE. Undang-Undang ITE ini sendiri dibuat berdasarkan keputusan anggota dewan pada tahun 2008. Keputusan ini dibuat berdasarkan musyawarah mufakat untuk melakukan hukuman bagi para pelanggar terutama dibidang informasi teknologi elektronik. Untuk dunia maya atau lebih dikenal dengan cyber sudah kita kenal dengan kehidupan sehari-hari di kalangan masyarakat Indonesia. Contoh yang paling mudah adalah situs jejaring sosial yang saat ini ratingnya sangat bagus dalam dunia pertemanan yaitu facebook. Di dunia facebook sering terjadi pelanggaran yang disalahkan oleh pengguna facebook tersebut sehingga bisa mengakibatkan nyawa seseorang menghilang atau terancam. Untuk pengguna facebook sendiri dibuat UU ITE No. 11 Tahun 2008, ada tiga ancaman yang dibawa UU ITE yang berpotensi menimpa facebook di Indonesia yaitu ancaman pelanggaran kesusilaan [Pasal 27 ayat (1)], penghinaan/pencemaran nama baik [Pasal 27 ayat (3)] dan penyebaran kebencian berdasarkan suku,agama dan ras (SARA) diatur oleh [Pasal 28 ayat (2)]. Dari undang-undang ITE bisa dilihat bahwa dunia maya itu tidak sebaik yang kita kira, ketika kita memakai jejaring sosial dengan semena-mena, maka tidak menutup kemungkinan kita bisa dijerat oleh UU ITE dengan pasal-pasal yang ada. Tidak hanya untuk dunia maya seperti jejaring sosial yang bisa menjerat kita dalam UU ITE, untuk kasus lainnya seperti menyebar video-video porno melalui alat komunikasi serta pencemaran nama baik melalu media televisi, radio, dan menulisnya dalam sebuah blog yang mayoritas bisa diakses oleh para pengguna dunia maya, semua itu mempunyai UU ITE. (Undang-undang ITE, 2010).
Kajian Ulang Tentang Metodologi Manajerial Bumdes Ngranggon Anyar
Mimin Amina Yusuf
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Bakti Kita
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/baktikita.v1i1.1916
Selama KKN 2019 di Desa Ngranggon Anyar, kami telah meneliti dan mendapatkan berbagai data terkait lingkup Ekonomi dan Pertanian disini. Penelitian ini bertujuan menggali informasi dari berbagai sumber terkait, diantaranya Perangkat desa, GAPOKTAN, BUMDes, dan beberapa petani biasa. Penulisan ini bertujuan memaparkan Poin-poin yang kita ambil sebagai kajian utama untuk pengembangan Perekonomian desa Ngranggon Anyar. Berlandaskan pada 1. UU Desa No.6 Tahun 2014 Tentang Desa. Peraturan ini secara langsung menuntut Pemerintah desa di seluruh indonesia untuk Mendirikan BUMDes demi tersalurnya Visi Presiden 2 Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi baru saja mengumumkan, memasuki Juli 2018, Jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh indonesia mencapai 35 Ribu dari 74.910 desa di Seluruh Indonesia. Jumlah ini lima kali lipat dari target kementrian desa yang hanya mematok 5000 BUMDes. Nilai positip dari banyaknya pendirian BUMDes diimbangi dengan kurangnya aktivitas BUMDES setela didirikan, artinya sebagian besar hanya selesai pada pendirian tanpa adanya Kajian ulang tentang pengembangan BUMDes lebih jauh. Setelah menemukan bahwa Ekonomi Makro dan mikro kurang terpelihara dengan baik di Ngranggon Anyar, Kami dari Mahasiswa KKN UNISDA 2019 bertujuan Melakukan Kajian ulang terkain Metodologi yang dipakai serta muatanya untuk menghidupkan BUMDes yang sudah ada, telah terstruktur namun kurang Produktif.
Sapta Bamboo Karangan Sebagai Upaya pemberdayaan Masyarakat Penghasil Bambu Dalam Menangani Sampah Desa
Ali Shodikin;
Sa’abdillah Abas;
Gita Ainul Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Bakti Kita
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/baktikita.v1i1.1925
Masalah sampah hingga saat ini masih menjadi masalah laten yang belum tertangani secara optimal, mulai dari pengumpulan hingga pengolahan. Sayangnya masalah ini tidak hanya dialami oleh daerah perkotaan, namun juga masalah di daerah pedesaaan. Di Desa Karangan Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro, contohnya, masih banyak ditemukan sampah yang berserakan di jalan, selokan, bahkan di halaman rumah warga. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat dan ketidaktersediaan tempat sampah. Gerakan Sapta Bamboo Karangan yang diinisiasi oleh KKN Universitas Islam Darul Ulum merupakan program pemberdayaan masyarakat dalam upaya menangani sampah di Desa Karangan. Tujuan program pemberdayaan masyarakat ini adalah memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya mengelola sampah desa. Metode yang digunakan dalam program pemberdayaan ini adalah pendekatan preventif dan kuratif diantaranya ajakan hidup bersih melalui kerja bakti bersih desa, pemanfaatan bambu menjadi tempat sampah, dan pemanfaatan sampah plastik menjadi berbagai kerajinan. Hasil dari program ini terjalinnya kerjasama masyarakat Desa Karangan dalam membersihkan sampah sebagai bentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah desa dan tersedianya tempat sampah dari bahan bambu dan hasil kerajinan dari sampah plastik. Disarankan program pemberdayaan selanjutnya bisa melanjutkan program ini dan lebih intensif pada tahapan kuratif dalam hal pemanfaatan sampah.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Bumirejo Melalui Bank Sampah Syariah
Novita Eka Chandra;
Galuh Adi Irawan;
Kiki Fatmala Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Bakti Kita
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/baktikita.v1i1.1926
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan, pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur dalam mengolah sampah menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomis dan nilai guna. Adapun tahapan-tahapan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini meliputi: sosialisasi awal, pelatihan teknis, pelaksanaan sistem bank sampah, pemantauan dan evaluasi. Output dari bank sampah syariah berupa komoditas yang bernilai ekonomis dan berdaya guna. Nilai ekonomis yang diperoleh masyarakat dari bank sampah yaitu tabungan uang yang berasal dari sampah non organik yang disetor ke bank sampah. Nilai guna berasal dari sampah organik yang diproses menjadi pupuk kompos. Mekanisme bank sampah syariah meliputi: tahap pertama pemilahan sampah rumah tangga, tahap ke dua penyetoran sampah ke bank, tahap ke-3 yaitu penimbangan, selanjutnya tahap pencatatan dan tahap terakhir adalah pengangkutan. Adapun yang membedakan bank sampah non syariah dengan syari’ah yaitu pada Ijab Kabul antara pihak nasabah dengan pengelola bank sampah yaitu dalam hal ini Kasun. Kesepakatan yang disetujui antara dua belah pihak dan saling menguntungkan dalam pembagian hasil bank sampah syari’ah. Manfaat yang diperoleh dari adanya program bank sampah yaitu dapat mengurangi sampah yang mencemari lingkungan dan supaya masyarakat mau beralih untuk mulai menabung sampah.
Perencanaan PembangunanIrigasi Bagi Kelompok Tani Di Desa krangkong Kepohbaru Bojonegoro
Arief Yuswanto Nugroho;
Farida Nur Imroatus Sa’diyah;
Putri Qoiriyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Bakti Kita
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/baktikita.v1i1.1928
Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Desa Krangkong, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Dalam hal ini para petani terancam gagal panen dikarenakan musim kemarau yang berkepanjangan sehingga sumber air yang dibutuhkan para petani berkurang. Dalam permasalahan tersebut peserta KKN UNISDA Lamongan mengajukan program perencanaan pembangunan irigasi bagi kelompok tani. Kegiatan tersebut dilaksankan pada tanggal 26 Juli 2019 yang berada di Desa Krangkong, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Tujuan peneliti ini adalah mengetahui jumlah petani dan luas lahan petani supaya dalam perencanaan pemberian air irigasi mudah dilaksanakan. Dengan demikian Desa Krangkong akan mengalami peningkatan hasil panen.
Pemanfaatan Limbah Kulit Jagung Untuk Meningkatkan Perekonomian Di Desa Pejok Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro
Novi Darmayanti;
Syaiful Azhari;
Siti Ayu Putri Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Bakti Kita
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/baktikita.v1i1.1929
Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan percontohan dan pelatihan kepada masyarakat berupa pembuatan kerajinan yang memanfaatkan limbah pertanian kulit jagung sebagai upaya pemanfaatan potensi lingkungan Desa Pejok Kecamamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan adalah pemberian materi dan demonstrasi. Karakteristik masyarakat desa Pejok khususnya ibu-ibu sebagian besar sebagai ibu rumah tangga, adanya pelatihan ini untuk peningkatan pengetahuan tentang manfaat limbah kulit jagung sebagai bahan baku membuat kerajinan yang memiliki nilai jual. Dalam 6 bulan petani melakukan 2 kali panen. Jika dalam sekali panen petani dapat menghasilkan limbah sebanyak 3 ton, maka dapat di kalkulasikan dalam setengah tahun menghasilkan sebanyak 6 ton. Jika 1 ton menghasilkan 2000 kerajinan yang berdaya jual 50 ribu/kerajinan maka pendapatannya ialah 100.000. Berarti jika 6 ton akan menghasilkan nilai jual 120.000. Jadi usaha pemanfaatan limbah kulit jagung cukup layak untuk dikembangkan dan dapat meningkatkan perekonomian petani atau warga di desa Pejok sekitar 80% persen.
Pemberdayaan Kelompok PKK Melalui Ketrampilan Pembuatan Makanan Ringan "Bola-bola Cinta" Sebagai Hasil Olahan Kreatif dan Inovatif
Daniar Sofeny;
Muhammad Dwi Danu Tirta;
Ervin Susilowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Bakti Kita
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/baktikita.v1i1.1930
Salah satu permasalahan yang ada di desa Nglumber adalah kurangnya pemberdayaan bagi kelompok PKK dalam mengembangkan keterampilan dan wawasannya dalam berwirausaha. Hal tersebut disebabkan oleh pengetahuan yang terbatas dan kurangnya menyadari potensi yang dimiliki desa karena sebagian besar dari para ibu masih bekerja sebagai petani dan ibu rumah tangga. Sedangkan jika sistem panen telah usai maka para ibu tidak memiliki mata pencaharian, hal ini membuat kami berinisiatif untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan untuk meningkatkan keterampilan bagi para ibu dalam berwirausaha melalui produk hasil olahan yang kreatif dan memiliki nilai jual. Program ini juga akan menjadi salah satu cara untuk menciptakan lapangan kerja bagi para ibu. Selain itu, produk olahan pangan lebih mudah menarik konsumen karena harga yang terjangkau dan rasa yang tidak pernah mengecewakan. Produk ini diharapkan dapat menjadi produk unggulan khas desa sehingga dapat dikembangkan dengan lebih baik karena menyadari potensi desa yang letaknya sangat strategis maka produk ini diyakini akan lebih mudah diterima di pasaran. Selain itu, potensi masyarakat desa Nglumber yang sebagian besar bekerja sebagai sales (marketing) maka proses penjualan akan lebih mudah dilakukan dan produk tersebut adalah “bola-bola cinta” yang berbahan dasar buah pisang.