cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Surakarta Gedung H Kampus 2 - UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
ISSN : 24599727     EISSN : 25808834     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Seminar Nasional Teknik Sipil UMS merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 324 Documents
Pengelolaan Risiko pada Pelaksanaan Proyek Dermaga dalam Rangka Meningkatkan Kinerja Mutu Proyek PT Kraktau Bandar Samudera Kusumah, Intan Permata; Widjajakusuma, Jack; Simanjuntak, Manlian Ronald A.
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.091 KB)

Abstract

Pada pelaksanaan pekerjaan proyek-proyek dermaga yang dikerjakan oleh jasa kontraktor menurut data yang ada diperlukan adanya pengelolaan resiko. Indikator suksesnya pelaksanaan suatu proyek salah satunya adalah kinerja mutu. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja mutu pelaksanaan pekerjaan dermaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi resiko serta mengetahui dampak penyebab resiko tersebut, serta merespon pada pelaksanaan pekerjaan proyek dermaga dalam rangka meningkatkan kinerja mutu proyek. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang digunakan untuk awal variabel penelitian dan data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dan wawancara. Dari hasil klarifikasi wawancara dengan para pakar/ahli terhadap variabel penelitian didapat tanggapan, masukan, dan koreksi sehingga terjadi pengurangan jumlah variabel faktor-faktor resiko sebanyak 7 variabel yang pada awalnya berjumlah 41 menjadi 34 variabel. Dari hasil penelitian 34 variabel terdapat 10 variabel yang dikategorikan resiko tinggi dan sisanya merupakan kategori resiko sedang. Perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mengatasi resiko yang timbul dalam proyek ini. Adapun tindakan yang harus diambil untuk mengatasi resiko-resiko pada semua aspek pelaksanaan tersebut, yaitu dimulai ketika proses planning, kemudian executing, controlling
Studi Peran Konsultan Perencana Bangunan Gedung Monumental Masjid Raya Provinsi Jawa Barat pada Tahap Pelaksanaan Konstruksi Simanjuntak, Manlian Ronald A.; Herriza, Albert
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.45 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran konsultan perencana dalam meningkatkan kinerja pelaksanaan konstruksi yang efektif pada bangunan monumental milik pemerintah yang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari pembangunan gedung pemerintahan pada umumnya. Dibutuhkan identifikasi lebih dalam untuk menguraikan peran penting dari konsultan perencana dalam merumuskan metode yang tepat khususnya dalam pembangunan bangunan Masjid monumental di Provinsi Jawa Barat – Indonesia. Langkah pertama yang dilakukan adalah menjabarkan proses pekerjaan konsultan perencana dalam tahap pelaksanaan konstruksi, berikutnya adalah melihat peran konsultan Perencana melalui keterlibatannya pada setiap tahap kegiatan tersebut. Hasil studi ini menunjukkan bahwa: keterlibatan konsultan Perencana yang paling dominan pada setiap tahapan pekerjaan perencanaan adalah: 1) fase Pendampingan lelang pengadaan kontraktor pelaksana (penyiapan dokumen lelang, penjelasan pekerjaan, dan berita acara rapat penjelasan); 2) fase pendampingan pengurusan Perijinan (sidang TABG arsitektur, sidang TABG struktur, dan sidang TABG Mekanikal, Elektrikal, Plumping); 3) fase pengawasan berkala;. Saran yang dapat diberikan adalah: 1) Keterlibatan konsultan perencana pada suatu kegiatan merupakan tugas dalam mengendalikan hasil dari produksi setiap pihak yang terlibat. Sebaiknya hal ini dilihat secara utuh tentang sebuah kesatuan produk kerja dalam proyek bangunan Masjid monumental; 2) Konsultan perencana mempunyai ketugasan untuk menerapkan manajemen kerja para pihak pada tahap konstruksi.
Pengembangan Manajemen Kontrak dalam Rangka Percepatan Penanganan Pasca Bencana Simanjuntak, Manlian Ronald A.; Esmunantyo, Bimo; Srinaga, Felia
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.677 KB)

Abstract

Bencana adalah suatu musibah atau kejadian yang sangat membahayakan dan terjadi dengan tiba-tiba serta memberikan dampak kerusakan yang besar baik dari segi infrastruktur dan korban jiwa. Dampak fisik yang ditimbulkan oleh bencana sesuai data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana tahun 2019 telah menimbulkan kerusakan berat bagi 1.196 rumah dan total 271 fasilitas sosial (fasilitas kesehatan, pendidikan, dan peribadatan). Pelaksanaan mitigasi atas dampak yang ditimbulkan oleh bencana tentunya menjadi hal yang sangat penting, namun pemulihan atas kondisi infrastruktur baik rumah maupun fasilitas sosial menjadi sasaran yang wajib dijalankan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Penanganan yang cepat serta tepat tidak hanya dari sisi pelaksanaan konstruksi, namun juga dari prosedur administrasi dan proses manajemen kontrak untuk penentuan penyedia jasa dalam pelaksanaan perbaikan, rehabilitasi, rekonstruksi dan revitalisasi pasca bencana yang sesuai prosedur dan cepat, tepat, aman. Penelitian ini bertujuan untuk menyampaikan faktor-faktor dalam aspek-aspek proses manajemen kontrak yang berperan dalam mendukung percepatan penanganan pasca bencana pada daerah terdampak melalui kajian kualitatif berdasarkan jurnal-jurnal, buku-buku, peraturan serta hasil penelitian yang relevan. Melalui penelitian ini diperoleh bahwa faktor-faktor dalam manajemen kontrak yaitu pengalaman & pengetahuan teknis personil dalam manajemen kontrak, lingkup dan spesifikasi dalam kontrak yang tertulis jelas, ketepatan waktu pembayaran hasil pekerjaan, keberadaan prosedur monitoring & evaluasi serta dukungan teknologi berpengaruh positif mendukung percepatan rekonstruksi & rehabilitasi pasca bencana.
Kajian Identifikasi Faktor-Faktor Peran Konsultan dalam Menguji Laik Fungsi Pasca Serah Terima Pekerjaan Konstruksi di Kota Bekasi Simanjuntak, Manlian Ronald A.; Budiman, Dedi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.964 KB)

Abstract

Isu keandalan bangunan gedung semakin berkembang seiring dengan peningkatan kebutuhan manusia akan ruang usaha, hunian dan komersil. Keandalan bangunan gedung meliputi aspek Kesalamatan, Kesehatan, Kenyamanan dan Kemudahan dari bangunan yang telah diserah terimakan. Rekomendasi Sertifikasi Laik Fungsi (SLF) dilakukan sebagai upaya untuk menghindari adanya kerusakan dan kegagalan pada bangunan gedung pada saat difungsikan. Peran dalam hal ini adalah Pengkaji Teknis maupun Konsultan berbadan usaha dalam menilai bangunan pasca konstruksi, belum terindikasi dengan jelas. Metode penilaian konsultan akan diteliti terhadap proyek konstruksi di Kota Bekasi. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah adanya kesenjangan dalam pelaksanaan uji kelaikan pada bangunan gedung dimana belum sinkronnya regulasi yang menjadi landasan hukum konsultan dalam menjalankan fungsi menguji kelaikan fungsi bangunan, dengan spesifikasi dari konsultan yang memiliki kewenangan secara hukum untuk melakukan kegiatan pengujian. Masalah lainnya, partisipasi aktif stakeholder pemerintah masih terbatas dalam mengedukasi para pemilik bangunan dalam kegiatan pengujian laik fungsi.Untuk mengetahui peran kinerja operasional dari konsultan dalam proses pengujian laik fungsi bangunan, penulis akan menggunakan metode survey dan wawancara dengan stakeholder dan para pakar Pengkaji Teknis. Dari pendekatan yang digunakan, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data secara kualitatif meliputi wawancara dan studi pustaka dengan analisis data yang deskriptif.. Metode penelitian disusun sebagai gambaran dalam penyelesaian masalah (research problem) dan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan penelitian yaitu: 1) Apa saja indikator dari peran konsultan dalam kegiatan pengujian laik fungsi bangunan gedung? 2) Bagaimana metode penilaian yang digunakan dalam pengujian laik fungsi bangunan pada proyek konstruksi bangunan di Kota Bekasi? 3) Bagaimana peran konsultan dalam pengujian laik fungsi bangunan pada proyek konstruksi bangunan di Kota Bekasi?. Dari sini diharapkan dapat mengidentifikasi faktor-faktor peran konsultan secara lebih komprehensif dalam pengujian laik fungsi bangunan di Kota Bekasi.
Kajian Awal Faktor Pengawasan dalam Tahap Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Konstruksi Outletfood and Beverages (F&B) Di PT.X Simanjuntak, Manlian Ronald A.; Hervita, Engracia
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.118 KB)

Abstract

Isu kegagalan manajemen proyek menjadi perhatian seiring dengan bertambahnya kebutuhan pembangunan pada masa kini. Proyek kontruksi dalam sektor konsumsi menimbulkan rasio kompleksitas dan manajemen multi-organisasi yang melibatkan pihak pemerintah pusat dan daerah, pemilik proyek, dan pelaksana proyek. Secara prinsip, ada kualitas yang harus dicapai dalam setiap aspek pelaksanaan konstruksi, dimana standar pelaksanaan proyek kontruksi telah diatur dalam Undang-Undang Jasa Konstruksi (UUJK). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengekstraksi standar dalam tahap pelaksanaan konstruksi outlet F&B yang memberikan nilai kualitas di tingkat pemilik proyek, dimana muncul pertanyaan mengenai pengertian hal pengawasan menurut Manajemen Konstruksi, indikator fungsi pengawasan, dan analisis pengaruh fungsi pengawasan terhadap kualitas pekerjaan konstruksi. Adapun hipotesis dari penelitian adalah bahwa baiknya pelaksanaan proyek akan memberikan dampak kualitas yang baik bagi sebuah proses konstruksi outlet F&B. Data penelitian diperoleh melalui studi literatur dan data objektif dari lapangan penelitian, yang diolah dengan metode kuantitatif statistika.
Kajian Faktor-Faktor Penting Manajer Proyek dalam Proses Konstruksi Bangunan Gedung Tinggi di Jakarta Pusat Simanjuntak, Manlian Ronald A.; Simandjorang, Gordo Hasiholan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.799 KB)

Abstract

Kesuksesan sebuah proses konstruksi pada dasarnya membutuhkan tenaga dan pikiran yang menguras segalanya. Seorang manajer proyek dituntut untuk memastikan bahwa sebuah proyek sudah berjalan sesuai perencanaan dan tidak berada dalam jalur yang salah. Namun hingga saat ini kenyataannya terdapat begitu banyak proyek gagal atau paling tidak terlambat dalam penyelesaian dimana hal tersebut memicu membengkaknya biaya yang dikeluarkan. Adanya penyimpangan waktu dan biaya yang signifikan mengindifikasikan pengelolaan pelaksanaan proyek yang buruk. Keterlambatan jadwal dan cost overrun dalam proyek menjadi perhatian utama bagi pemilik proyek (owner) maupun kontraktor. Manajer Proyek merupakan kunci dalam melakukan kerjasama dengan seluruh stakeholder di proyek sehingga tujuan proyek tercapai, selain memiliki keahlian manajemen yang baik, manajer proyek harus dapat memimpin timnya dengan efisien dan efektif. Penelitian ini mengenai penilaian kompetensi manajer proyek kontraktor yang merupakan penanggungjawab pelaksanaan konstruksi dari awal hingga penyelesaian yang dijadikan pertimbangan dalam isu keterlambatan dan kegagalan proyek dan mengindentifikasi faktor-faktor penting dalam mengukur kinerja manajer proyek mengatasi permasalahan dan kualitas bangunan yang dihasilkan. Kajian Indikator penting Manajer Proyek dalam proses konstruksi bangunan gedung tinggi di Jakarta direkomendasi dengan metode Integrated Performance Measurement System (IPMS) untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan owner/pemilik. Dari hasil penelitian didapat beberapa indikator penting dalam proses dan penyelesaian konstruksi bangunan gedung tinggi di Jakarta Pusat sehingga dapat menjadi acuan dalam pemilihan kontraktor dan manajer proyek dalam pelaksanaan pembangunan selanjutnya.
Kajian Awal Indikator Peran Manajemen Konstruksi pada Pekerjaan Lantai Gudang (Studi Kasus: Metode Flat Floor Kawasan Industri Pergudangan Surya Cipta Karawang) Simanjuntak, Manlian Ronald A.; Anggraeni, Yuniar
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.97 KB)

Abstract

Karakteristik pencapaian kinerja dalam suatu pekerjaan konstruksi dan kontribusi yang diberikan oleh Manajemen Konstruksi perlu diketahui dan ditelaah dengan teliti agar pekerjaan konstruksi dari suatu proyek dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja operasional pekerjaan lantai gudang pada struktur lantai Super Flat Floor tipe Slab on Ground pada pekerjaan proyek Kawasan Industri Pergudangan Surya Cipta Karawang, serta kontribusi yang diberikan oleh Manajemen Konstruksi pada pekerjaan tersebut. Rencana penelitian dilakukan dengan memberikan kuisioner dan melakukan wawancara pada pemangku kepentingan di dalam proyek tersebut yakni Pihak Pengguna Jasa. Proses analisis data menggunakan analisis regresi yang bersifat kausalitas atau sebab akibat dengan menggunakan uji statistik dengan alat bantu software SPSS. Hasil dari pembagian kuisioner pada Pihak Pengguna Jasa (Owner) pada studi kasus ini menyatakan bahwa kinerja operasional gudang pada pekerjaan struktur lantai Slab on Ground dinyatakan baik dan memenuhi syarat ditinjau dari berbagai aspek penilaian, yakni tidak terjadinya retak struktur pada lantai gudang, tidak terjadinya retak pada edging bibir beton pada construction joint setelah dilalui oleh alat Forklift, meminimalisir terjadinya retak pada Saw-Cut pada lantai, tidak terjadinya bumpy pada permukaan lantai, serta konsistensi nilai FF dan FL (Flatness dan Levelness) guna menjaga performa pada lantai gudang tersebut terutama pada area High Racking guna menghindari timbulnya komplain dari pihak Penyewa Gudang.Permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah: 1) Apa pengertian dan peran manajemen konstruksi yang dibahas pada penelitian ini?; 2) Bagaimana proses pekerjaan lantai gudang dengan pendekatan kriteria lantai Flatfloor?;
Kajian Faktor-Faktor Peran Manajemen Konstruksi pada Tahapan Pekerjaan Design and Build Ditinjau dari Aspek Regulasi (Studi Kasus Proyek di Lingkungan PT. DEF) Simanjuntak, Manlian Ronald A.; Takarianto, Bimo Condro
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1712.06 KB)

Abstract

PT. DEF adalah perusahan BUMN yang bergerak di bidang Jasa Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) sebagai salah satu bidang layananya dan telah menerapkan prosedur ISO yang berpedoman pada peraturan yang berlaku namun banyak kendala-kendala yang ditemui di dalam proyek design and build pada bangunan negara Penyebabnya adalah karena belum ada peraturan khusus yang mengatur peran MK pada pekerjan Design and Build. Permen PUPR No. 22 tahun 2018 telah mengatur peran MK namun diperuntukan bagi pekerjaan konvesional (design bid build) sedangkan Permen PUPR No. 12 tahun 2017 hanya mengatur Standard dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun (Design and Build). Sehingga permasalahan dalam penelitian ini: (1) Apa peran MK dalam penelitian ini? (2) Bagaimana tahapan penyelenggaraan pekerjaan Design and Build yang dikaji dalam penelitian ini? (3) Apa peraturan yang menjadi landasan pekerjaan Design and Build pada bangunan gedung di Indonesia?Proses penyusunan variable dari data sekunder, studi literatur, peraturan standar Permen PUPR. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa perlu disusunnya peran MK pada tahap Pengadaan (Basic Design) hingga ke tahap pelaksanaan Design and Build pada sub tahapan Pengembangan Design dimana peran MK tersebut sangat menentukan terhadap keberhasilan kinerja pelaksanaan pekerjaan Design and Build dari segi mutu, waktu, biaya dan administrasi.
Desain Campuran dan Kuat Tekan Beton Memanfaatan Pond Ash dan Laterit Sebagai Pengganti Pasir Tumingan, T
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2020: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1598.599 KB)

Abstract

Pond ash terdiri dari fraksi halus abu batubara sebagai abu terbang/fly ash, dan abu dasar/bottom ash serta abu bawah lainnya dicampur bersama-sama diangkut ke daerah kolam/tambak penimbunan dengan memberikan aliran air atau sebaliknya dan disimpan di kolam abu dalam kondisi tercampur. Sedangkan Laterit berasal dari salah satu jenis tanah yang subur, namun curah hujan yang tinggi membuat unsur hara dari tanah laterit larut sehingga kesuburannya hilang, laterit akan mulai mengeras karena kelembaban diantara partikel-partikel lempungnya menguap dan garam-garam besi membentuk struktur yang kaku sehingga laterit banyak yang berbentuk bebatuan. Penelitian ini memanfaatkan pond ash dan laterit untuk campuran beton, dengan menguji pengaruh penggunaan pond ash dan laterit sebagai pengganti agregat halus dalam campuran beton, diteliti menggunakan spesimen berbentuk silinder diameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Spesimen dibuat dengan mengambil perbandingan prosentase pond ash : Laterit sebesar 5%:32,5%; 10%:27,5%; 15%:22,5%; 20%:17,5% dan 25%:12,5% terhadap campuran beton dengan faktor air semen konstan 0,49 hasil rancangan campuran beton f’c 25 MPa. Hasil pengujian menetapkan kadar optimum diperoleh perbandingan/komposisi bahan laterit 20,0% : pond ash 17,5% : batu pecah 62,5%. Hasil pengujian kuat tekan beton diperoleh hasil 27,05 MPa untuk beton normal dan 26,36 MPa untuk beton pond ash optimum atau terjadi penurunan sebesar 2,56% terhadap beton normal. Peningkatan kuat tekan beton terjadi diatas standar SNI. Pada umur pengujian 7 dan 14 hari rasio kuat tekan berada di atas standar berarti peningkatan kuat tekan lebih cepat.
Retrofit Kolom yang Sudah Rusak terhadap Kuat Tekan menggunakan Pengekangan Spiral Santoso, Bangkit Elang Refar; Purnomo, Mego
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2020: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1441.568 KB)

Abstract

Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan pengikat semen, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air. Beton yang di tekan dengan gaya (P) maka akan memampat/memendek sehingga luas penampang menjadi membesar. Beton yang terkurung (confined concrete) mempunyai kuat tekan (fc) dan regangan (ε) yang lebih baik dibandingkan beton yang tidak terkurung (unconfined concrete). Kuat tekan pada beton yang berada di dalam sengkang spiral lebih besar dibandingkan dengan kuat tekan beton berada di luar sengkang spiral sehingga sengkang mempunyai pengaruh terhadap kuat tekan beton. Benda uji yang akan mengalami perbaikan beton berupa silinder beton diameter 10 cm, tinggi 20 cm. Metode yang digunakan adalah dengan cara menambahkan selimut mortar setebal 2,5 cm, campuran pasir banding semen 1 : 3 dan Fas 1,0. Jumlah benda uji terdiri dari 1 buah tanpa sengkang spiral, 2 buah jarak spiral 1 cm, 2 buah jarak spiral 3 cm dan 2 buah jarak spiral 5 cm sehinggan total 7 buah. Hasil penelitian ini yaitu semakin rapat jarak spiral maka semakin besar kuat tekannya.

Page 7 of 33 | Total Record : 324