cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Surakarta Gedung H Kampus 2 - UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
ISSN : 24599727     EISSN : 25808834     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Seminar Nasional Teknik Sipil UMS merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 324 Documents
Studi Pemetaan Profil Geoteknik Endapan Tanah Permukaan Berbasis Georesistivitas dan Geologi Teknik Antarissubhi, A; Samang, Lawalenna; Harianto, Tri; Indrabayu, I
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.105 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta profil lapisan tanah permukaan di kawasan Kampus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin yang dilakukan dengan metode pengukuran Georesistivitas dan metode pengeboran. Teknik pengukuran georesistivitas menggunakan VES (vertical electrical sounding) dengan konfigurasi Wenner. Data pengukuran memberi informasi tentang nilai Resistivitas lapisan tanah. Sedangkan sampel data pengeboran yang disimpan dalam corebox terbuat dari papan, dibawa ke laboratorium untuk dilakukan penyelidikan secara ilmiah. Hasil pengukuran nilai Resistivitas sampai kedalaman 23 meter menunjukkan bahwa terdapat 2 macam lapisan endapat tanah permukaan yaitu lempung tufaan dan pasir. Sedangkan hasil uji laboratorium tersebut menunjukkan nilai propertis tanah yang mengindikasikan tekstur tanah, yang mana terbagi menjadi 4 macam klasifikasi yaitu CL, CH, ML dan MH sampai kedalaman 15 meter.
Studi Nilai CBR Geokomposit Ringan (Tanah-EPS) Stabilisasi Limbah Aspal Buton Harianto, Tri; Nur, Sitti Hijraini; Rauf, Ichsan; Marfu'ah, Nurul
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.662 KB)

Abstract

Kerusakan jalan sebagian besar disebabkan oleh rendahnya kapasitas dukung dari lapisan pondasinya dalam menerima beban kendaraan yang melintas diatasnya. Hal ini tidak lepas dari sifat material timbunan yang digunakan, baik itu sirtu, kerikil, maupun tanah. Material timbunan yang baik adalah material yang mempunyai daya dukung tinggi namun tidak menjadi beban untuk lapisan dibawahnya. Material timbunan ringan merupakan solusi untuk mereduksi kerusakan jalan akibat lapis pondasi pada konstruksi jalan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan material timbunan geokomposit ringan dengan mengganti sebagian tanah lempung dengan expanded polysterene (EPS) yang distabilisasi dengan limbah aspal buton (LAB). Variasi limbah aspal buton yang digunakan sebesar 3%,5%,7% dan 9%, sementara variasi EPS yang diberikan sebesar 0,1% dan 0,2%. Pemeraman benda uji dilakukan selama 7 dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa subtitusi tanah dengan EPS mampu mereduksi kepadatan sebesar 20% hingga 30%, adapun nilai CBR meningkat sebesar 7 kali pada EPS 0,15% dan 4 kali pada EPS 0,30%. Berdasarkan hasil tersebut, maka geokomposit ringan tanah-EPS stabilisasi LAB dapat dijadikan sebagai timbunan alternatif baik sebagai lapis pondasi bawah (LPB) pada jalan maupun backfill dibelakang dinding penahan tanah.
Pengaruh Pemeraman terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung Stabilisasi Limbah Aspal Buton Rauf, Ichsan; Samang, Lawalenna; Harianto, Tri; Arsyad, Ardy
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.046 KB)

Abstract

Tanah lunak menjadi permasalahan utama dalam pelaksanaan konstruksi bangunan sipil karena memiliki daya dukung yang rendah, kuat geser yang rendah dan bersifat kompresibel. Upaya stabilisasi tanah bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai mekanis tersebut, sehingga dapat mendukung konstruksi yang ada diatasnya. Dari berbagai jenis material stabilisasi yang telah ada, seperti : kapur, semen, flyash, alkaline dll., penelitian ini mencoba memanfaatan limbah aspal buton (LAB) sebagai material stabiliasi pada tanah lempung. Pencampuran didasarkan pada berat tanah kering dengan persentase LAB sebesar 3,5,7 dan 9 pada kadar air optimum. Perilaku mekanis diamati melalui pengujian kuat tekan bebas dengan waktu pemeraman selama 7, 14 dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan tanah lempung yang distabilisasi dengan LAB menunjukkan peningkatan sebesar 40 kali hingga 64 kali dibandingkan tanah tanpa stabilisasi. Secara umum, pada umur pemeraman 2 minggu merupakan masa peningkatan kekuatan yang kemudian diiukuti peningkatan bertahap dari sampel hingga 28 hari dari waktu yang diamati. Nilai kuat tekan pada pemeraman 7 hari, lebih besar 4 kali sebagai LPB dan 1,2 kali untuk LPA terhadap nilai yang disyaratkan dalam SNI, sementara untuk pemeraman 28 hari nilai kuat tekan lebih besar melampaui nilai minimal yang disyaratkan dalam FHWA.
Pengaruh Gradasi Agregat Kasar terhadap Nilai CBR Meti, M; Samang, Lawalenna; Djamaluddin, Rahman; Muhiddin, Achmad Bakri
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.441 KB)

Abstract

Campuran agregat sebagai bahan konstruksi pondasi dipengaruhi mutu pondasi, salah satu faktor adalah sifat agregat, gradasi, kepadatan dan daya dukung yang dinyatakan dengan CBR. Nilai CBR bergantung pada komposisi butiran agregat, kepadatan dan daya dukung. Penelitian ini untuk menyelidiki pengaruh variasi gradasi agregat kasar terhadap nilai kepadatan dan daya dukung. Dengan cara memvariasikan gradasi agregat kasar dengan tingkat kepadatan. Tahapan-tahapan penelitian yaitu pertama dengan melakukan percobaan pemadatan dengan Modified Proctor dan dilanjutkan percobaan CBR unsoaked. Komposisi agregat yaitu Agregat 1,5”, 1” dan 3/4:” dengan tiga variasi gradasi agregat, pertama : 15%, 25%, 60%, kedua 20%, 30%, 50% dan ketiga 25%,35%,40% terhadap berat total campuran. Kadar air agregat 1,60 % dan hasil pengujian kepadatan diperoleh pertama kadar air optimum 3,31 % dengan berat isi kering (γd) maksimum 1,83 gr/cm3, kedua kadar air optimum 3,35% dengan berat isi kering (γd) maksimum 1,70 gr/cm3 dan ketiga kadar air optimum 3,25% dengan berat isi kering (γd) maksimum 1,74 gr/cm3. Selanjutnya pengujian CBR Unsoaked, nilai CBR pertama : 35,58 %, kedua : 29,03 % dan ketiga 28,59%.
Analisis Stabilitas Tubuh Bendungan pada Bendungan Gondang Kabupaten Karanganyar Renaningsih, R; Susanto, Agus; Aditama, Bangun
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.573 KB)

Abstract

Bendungan sebagai bangunan yang menampung dan menahan air guna memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat harus direncanakan dengan baik dengan bahan-bahan pembentuk tubuh bendungan yang harus memenuhi persyaratan tertentu. Pembangunan bendungan Gondang yang terletak di Kabupaten Karangayar, Provinsi Jawa Tengah merupakan bendungan type urugan. Agar bendungan tersebut dapat beroperasinal dengan baik maka perlu diketahui keamanan bendungan apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan. Mengingat pentingnya peran bendungan tersebut, maka penulis melakukan studi karakteristik bahan timbunan tubuh bendungan dan menganalisis stabilitas lereng tubuh bendungan. Hasil studi penerimaan material inti Bobakan dan Gempolan tidak memenuhi kriteria gradasi, maka perlu adanya perbaikan gradasi dengan cara menambah tanah pada fraksi tertentu yang dianggap kurang baik. Tahapan analisis stabilitas tubuh bendungan dilakukan pemodelan menggunakan Geoslope untuk memperoleh angka keamanan. Hasil analisis Geoslope menunjukan bahwa bagian hulu dan hilir bendungan menghasilkan nilai FS > 1,2 dan adanya pengaruh gempa menghasilkan FS > 1, dengan demikian bendungan dinyatakan aman kestabilannya pada kondisisetelah selesai konstruksi (tanpa genangan air), muka air normal, muka air banjir, rapid draw down dan adanya pengaruh gempa pada Y/h : 0,25; 0,50; 0,75; 1,00.
Penentuan Soil-Water Characterictic Curve pada Tanah di Lokasi Lereng Ruas Jalan Banjarnegara-Wanayasa berdasarkan Software Soilvision 4.23 Rochmawati, Reny
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.675 KB)

Abstract

Kabupaten Banjarnegara berada pada ketinggian 100 -500 m dpl, dengan kemiringan lahan bervariasi antara 15 -40 %. Lereng di sepanjang ruas jalan Banjarnegara-Wanayasa ini rentan terhadap bahaya longsor, oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik tanah pada lokasi tersebut. Penelitian ini diawali dengan pengambilan sampel tanah di lapangan kemudian dilakukan pengujian di laboratorium. Penelitian yang dilakukan adalah pengukuran nilai matric suction dan kadar air volumetrik tanah di lapangan dengan alat uji Irrometer tensiometer dan Soil Moisture Sensors EC-5 Decagon Devices untuk mengetahui hubungan antara matric suction dan kadar air lapangan. Hasil uji penelitian ini berupa kurva yang menggambarkan hubungan matric suction dengan kadar air lapangan yang dikenal sebagai soil-water characteistic curve (SWCC). Berdasarkan hasil uji distribusi ukuran butir, dilakukan estimasi dan fitting SWCC pada software SoilVision 4.23.
Analisis Stabilitas Lereng Spilway Bendungan Gondang Kabupaten Karanganyar menggunakan Program Geo Slope dan Metode Fellenius Listyawan, Anto Budi; Wiqoyah, Qunik; Rahmawan, Rizqi Aziza
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.209 KB)

Abstract

Setiap permukaan di bumi tidak selalu berbentuk datar atau mempunyai perbedaan elevasi dari tempat satu ke tempat yang lain sehingga membentuk suatu lereng (slope). Seperti di daerah Bendungan Gondang Karanganyar terdapat sebuah lereng spillway sandaran kanan yang belum mempunyai perkuatan. Hal tersebut dapat mengakibatkan kelongsoran saat terjadi hujan deras. Maka diperlukannya analisa lereng ini dengan menggunakan metode fellenius secara manual dan program GeoStudio SLOPE/W 2007. Dari hasil analisa stabilitas lereng diperoleh nilai SF sebesar 0,742 untuk perhitungan manual dan 0,918 untuk perhitungan program GeoStudio SLOPE/W 2007. Nilai tersebut menunjukkan bahwa lereng tidak dalam kondisi stabil/rawan longsor karena nilai SF < 1. Maka dari itu diperlukan peningkatan kestabilan lereng dibuat terasering untuk mencegah kelongosran. Pada penguatan teras jenis teras bangku datar diperoleh hasil SF sebesar 1,609 untuk perhitungan manual dan 1,902 untuk perhitungan program GeoStudio SLOPE/W 2007. Nilai tersebut menunjukkan bahwa lereng sudah aman dengan menggunakan perkuatan terasering karena nilai SF ≥ 1,5. Kemudian untuk lebih menyakinan kestabilan lereng dilakukan analisa stabilitas lereng tiap pias terasering yang diperoleh nilai SF sebesar 2,509 untuk perhitungan manual dan 3,302 untuk program GeoStudio SLOPE/W 2007. Nilai tersebut menunjukkan bahwa lereng tersebut sudah sangat aman karena nilai SF ≥ 1,5.
Studi Eksperimental Nilai CBR Tanah Lunak Stabilisasi Overboulder Asbuton Dhani, Noor; Samang, Lawalenna; Harianto, Tri; Djamaluddin, A. Rachman
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.477 KB)

Abstract

Tanah merupakan bagian fundamental pada konstruksi jalan raya, sebagai bagian dari sistem, kekuatan dan stabilitas tanah sangatlah diperlukan untuk mendukung beban jalan raya. Distribusi tanah lunak baik vertikal maupun horisontal menjadi permasalahan dalam pembangunan konstruksi bangunan ataupun jalan. Oleh karena itu, upaya stabilisasi tanah, diantaranya stabilisasi secara kimiawi menggunakan material pozzolan seperti overboulder (OB) asbuton mengingat pemanfaatan semen dan kapur dinilai tidak ekonomis untuk pekerjaan dengan volume yang besar. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kinerja overboulder asbuton sebagai bahan stabilisasi pada tanah lunak. Komposisi OB terhadap berat kering tanah lunak divariasikan sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20% pada kadar air optimum. Untuk melihat pengaruh waktu terhadap sampel, pengujian dilakukan untuk masa peram 0, 7,14 dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan overboulder asbuton mempengaruhi nilai CBR secara signifikan. Dari hasil pengujian menunjukkan penambahan overboulder dapat meningkatkan nilai CBR tanah lunak hingga 5 kali lipat, selain itu masa pemeraman menunjukkan bahwa hanya prosentase OB sebesar 15% yang dapat memenuhi kriteria desain yang ditetapkan dalam SNI untuk tanah stabilisasi yaitu sebesar 23% pada masa peram 7 hari.
Studi Pengaruh Persentasi Pasir dan Kerikil terhadap Kuat Tekan Bebas Asbuton Aktivasi Waterglass Erdawaty, E; Samang, Lawalenna; Muhiddin, Achmad Bakri; Arsyad, Ardy
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.582 KB)

Abstract

Mineral Asbuton pada umumnya terdiri dari batuan dasar batu kapur. Deposit Asbuton dalam jumlah besar dapat menjamin pasokan kebutuhan konstruksi. Asbuton juga banyak digunakan dalam perbaikan tanah. Namun dalam beberapa kasus, Asbuton memiliki kuat tekan yang rendah. Ketersediaan material dasar dan material stabilisasi adalah faktor utama bagi penulis untuk melakukan stabilisasi kimia terhadap Asbuton, menggunakan Waterglass demi memperoleh inovasi stabilisasi Asbuton yang baru. Stabilisasi dilakukan dengan menggunakan pasir dan kerikil sebagai filler dan Waterglass berfungsi sebagai Binder. Waterglass menggantikan air sepenuhnya. Sampel diuji pada masa peram 0, 3, 5, dan 7 hari. Hasil Pengujian menunjukkan bahwa penambahan filler mempengaruhi nilai kuat tekan secara signifikan. Pada campuran S7dengan masa peram 7 hari diperoleh nilai kuat tekan 0.529 kg/cm2atau 10 kali lipat dari nilai kuat tekan Asbuton.
Pengaruh Tinggi Bukaan Pintu Air terhadap Bilangan Froude dengan Dasar Tanah Lempung pada Saluran Terbuka Latif, A. Amin; Pallu, Muhammad Saleh; Maricar, Farouk; Hatta, Mukhsan Putra
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.175 KB)

Abstract

Pintu sorong (sluice gate) merupakan salah satu konstruksi bangunan air yang dikenal dengan bangunan ukur yang berfungsi untuk membagi air sesuai debit yang direncanakan dengan cara mengatur tinggi muka air. Dalam mengoptimalisasikan peranan bangunan pintu air sebagai pengatur debit dan pengatur tinggi muka air dihulu bangunan pintu air, sering dihadapkan pada masalah gerusan lokal (local scouring) di sebelah hilir bangunan pintu air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tinggi bukaan pintu air terhadap bilangan Froude (Fr) dengan dasar tanah lempung pada saluran terbuka. Penelitian ini berbentuk eksperimental di laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Hidrolika Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Penelitian ini dilakukan dengan 3 tinggi bukaan pintu sorong terhadap dasar saluran (Yg) yaitu 0,5 cm, 1,0 cm dan 1,5 cm sedangkan debit pada 1382,837 cm3/detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yg = 0,5 cm; Y1 = 0,35 cm; Fr = 6,99; Ds = 4,2 cm, Yg = 1,0; Y1 = 1,5 cm; Fr = 0,79; Ds = 1,95 cm dan Yg = 1,5; Y1 = 1,65 cm; Fr = 0,68; Ds = 1,6 cm. Dengan demikian, semakin tinggi bukaan pintu air maka semakin kecil bilangan Froude yang dihasilkan dan semakin kecil bilangan Froude maka semakin kecil kedalaman gerusan yang timbul.

Page 5 of 33 | Total Record : 324