cover
Contact Name
Andi Anshari Bausad
Contact Email
abausad@gmail.com
Phone
+6282339932942
Journal Mail Official
abausad@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pemuda No 59A Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Gelora: Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram
ISSN : 23554355     EISSN : 28072227     DOI : 10.33394/gjpok
Journal of Sports and Health Education IKIP Mataram published by the Sports and Health Education Study Program and managed by the Faculty of Sports and Public Health (FIKKM) Mandalika University of Education (UNDIKMA), contains scientific articles in the form of research results and literature studies in Indonesian and English . Published twice a year in March and September, covering the study of science and teaching in the field of sports and health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2025): MARET" : 14 Documents clear
Direct Instruction: Pembelajaran Terstruktur Untuk Peningkatan Kompetensi Guling Depan Pada Siswa Sekolah Dasar Lusiana Lusiana; Chiedel Joan G. San Diego
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.14606

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas model Direct Instruction dalam meningkatkan keterampilan motorik siswa sekolah dasar khususnya teknik guling depan dalam senam lantai. Desain penelitian menggunakan eksperimen one-group pretest-posttest, dengan melibatkan 24 siswa laki-laki dari SD Negeri Sidamulya Cilegon sebagai sampel. Intervensi dilakukan menggunakan model Direct Instruction yang ditandai dengan panduan terstruktur, instruksi eksplisit, dan umpan balik konstruktif untuk mengajarkan teknik guling depan. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik, dengan rata-rata nilai meningkat dari 56,25 menjadi 73,75 (p < 0,001). Temuan ini membuktikan bahwa model Direct Instruction efektif dalam mendukung penguasaan keterampilan motorik dan meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui pemecahan gerakan kompleks menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana serta pemberian umpan balik langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Direct Instruction tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga mengatasi hambatan psikologis seperti rasa takut cedera dan kurangnya kepercayaan diri. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap bukti empiris yang mendukung Direct Instruction sebagai pendekatan terstruktur dalam pembelajaran keterampilan motorik di pendidikan jasmani serta memberikan rekomendasi praktis untuk implementasinya di sekolah dengan keterbatasan fasilitas. 
INTEGRASI PROPRIOSEFTIF EXERCISE DAN TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION: PERUBAHAN FUNGSIONAL LUTUT PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS KNEE JOINT Sulfandi Sulfandi; Febrianto Dwi Wijaksono; Desy Annisa Perdana; Rezky Amaliah Usman
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.14612

Abstract

Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif yang disebabkan karena kerusakan pada tulang rawan sendi. Tulang rawan sendi berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi gesekan antar tulang. Gejala utamanya yaitu seseorang mengalami nyeri pada lutut saat melakukan pergerakan dan dapat mempengaruhi aktivitas fungsional sehari hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas integrasi proprioseptif exercise dan TENS terhadap perubahan fungsional pada pasien osteoarthritis knee joint. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest dengan intervensi yang diberikan adalah penggabungan antara proprioseftif exercise dengan transcutaneous electrical nerve stimulation dengan responden sebanyak 15 responden serta menggunakan kuesioner LESQUESNE indeks sebagai alat ukur dalam menilai aktifitas fungsional. Diketahui nilai rata-rata sebelum intervensi yaitu didapatkan hasil sebesar 4,07 dan setelah dilakukan intervensi didapatkan nilai rata-rata sebesar 2,47. Hasil uji wilcoxson diperoleh nilai p value 0,000. Diketahui bahwa ada pengaruh pemberian Proprioseptif exercise dan Tanscutaneous Electrical Nerve Stimulation terhadap perubahan fungsional pada osteroarthtritis knee
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR KETEPATAN PASSING ATAS BOLA VOLI MELALUI METODE SASARAN/TARGET Alvonsina Helyanan; Nurwirhanuddin Nurwirhanuddin; Habibi Sutirta
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.15348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar ketepatan passing atas bola voli melalui metode sasaran/target pada siswa kelas VIII SMP IT Smart Kids Timika. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya penguasaan teknik passing atas yang ditunjukkan oleh siswa, serta perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih menarik, aktif, dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi tes kognitif, lembar observasi afektif, dan tes praktik psikomotorik passing atas. Metode sasaran/target diterapkan dengan bantuan ring target berdiameter 60 cm sebagai alat bantu pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat meningkatkan rata-rata nilai siswa, dengan peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar dari siklus I ke siklus II. Selain itu, keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran juga meningkat secara signifikan. Metode sasaran/target efektif dalam meningkatkan hasil belajar teknik passing atas bola voli, baik dari segi aspek kognitif, psikomotorik, maupun afektif. Metode ini direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran dalam pendidikan jasmani yang inovatif dan menyenangkan.
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL BENTENG DAN PERMAINAN KASTI TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI SISWA Samsu Rijal; Mujriah Mujriah; Indri Susilawati
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.15349

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh permainan tradisional fort dan rounders terhadap peningkatan kebugaran jasmani siswa kelas V SDN 7 Batuyang, Lombok Timur. Kebugaran jasmani meliputi lima komponen utama berdasarkan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI), yaitu kecepatan, kekuatan, dan daya tahan otot perut, daya tahan kardiorespirasi, kekuatan otot lengan dan bahu, serta daya ledak otot tungkai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksperimen one-group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 19 orang. Perlakuan berupa aktivitas permainan fort dan rounders diberikan selama empat minggu, sebanyak tiga kali seminggu. Data dianalisis menggunakan uji-t berpasangan dan uji sampel independen dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh komponen kebugaran jasmani setelah dilakukan perlakuan. Kedua permainan tradisional tersebut memberikan kontribusi yang positif, namun permainan fort terbukti lebih efektif dibandingkan rounders. Kelompok permainan fort menunjukkan peningkatan kebugaran jasmani rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan kelompok permainan rounders. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik dalam permainan fort lebih intens dan melibatkan lebih banyak gerakan tubuh secara keseluruhan. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini terbukti: permainan tradisional benteng dan rounders meningkatkan kebugaran fisik siswa, dengan permainan benteng memiliki efek yang lebih signifikan. Temuan ini memperkuat pentingnya mengintegrasikan permainan konvensional dalam pembelajaran pendidikan jasmani untuk mendukung perkembangan fisik, psikomotorik, dan karakter siswa secara holistik.
EFEKTIVITAS MODEL TEACHING GAMES FOR UNDERSTANDING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR LARI JARAK PENDEK SISWA SEKOLAH DASAR M. Hismullutfi; Muhsan Muhsan; Muhammad Salabi
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.15350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teaching Games for Understanding (TGfU) terhadap motivasi belajar lari jarak pendek siswa kelas V SDN 01 Pringgajurang Utara Tahun 2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran PJOK, khususnya materi lari jarak pendek, yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang bersifat monoton dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Model TGfU merupakan pendekatan pembelajaran berbasis permainan taktis yang menekankan pada pemahaman konsep permainan sebelum penguasaan teknik, sehingga dinilai mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest design tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 21 orang. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar yang terdiri dari lima indikator: keyakinan diri, strategi belajar, nilai pembelajaran PJOK, tujuan belajar, dan lingkungan belajar. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest motivasi belajar siswa. Rata-rata skor motivasi meningkat secara nyata setelah siswa diberikan perlakuan dengan model TGfU. Temuan ini menjawab hipotesis bahwa model TGfU berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Model pembelajaran TGfU efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran lari jarak pendek dan dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran PJOK yang inovatif dan menyenangkan di sekolah dasar
Hubungan Tinggi Badan dan Kemampuan Servis Tenis Lapangan Pada Klub Mataram Tennis Lesson Gunarsa, Agum; Suminar, Tiassari Jajang
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tinggi badan dengan kemampuan teknik servis flat, slice, dan twist dalam permainan tenis lapangan pada Klub Mataram Tennis Lesson. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 20 pemain yang aktif berlatih dan mampu melakukan tiga variasi servis. Tinggi badan diukur menggunakan stadiometer, sedangkan kemampuan servis diukur menggunakan tes Hewitt dengan sepuluh kesempatan servis pada masing-masing teknik. Data dianalisis secara deskriptif, diuji normalitasnya melalui Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan servis flat memiliki rata-rata 23,60, servis slice 18,80, dan servis twist 18,95. Seluruh data berdistribusi normal sehingga memenuhi syarat analisis parametrik. Hasil korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara tinggi badan dengan kemampuan servis flat (r = 0,764; p = 0,000; R² = 58,4%), servis slice (r = 0,735; p = 0,000; R² = 54,0%), dan servis twist (r = 0,760; p = 0,000; R² = 57,8%). Temuan ini menjawab hipotesis bahwa tinggi badan berhubungan secara bermakna dengan kemampuan servis tenis lapangan. Secara praktis, tinggi badan memberi keuntungan biomekanik melalui jangkauan dan titik kontak yang lebih tinggi, tetapi efektivitas servis tetap membutuhkan penguasaan teknik, koordinasi, kekuatan, fleksibilitas, dan konsistensi latihan. Penelitian ini merekomendasikan pembinaan servis berbasis profil antropometri agar program latihan lebih individual dan sesuai karakteristik atlet. Kata Kunci: tinggi badan; servis tenis; flat; slice; twist; korelasi.
Pengaruh Latihan Standing Jump terhadap Frekuensi Tendangan T dan Power Otot Tungkai Pesilat Remaja Lutfi, Achmad Zamharir; Salabi, Muhammad
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan standing jump terhadap frekuensi tendangan T dan power otot tungkai atlet pencak silat Perguruan INOGA. Permasalahan utama penelitian adalah belum optimalnya kemampuan atlet dalam melakukan tendangan T secara cepat dan berulang serta masih perlunya peningkatan daya ledak otot tungkai sebagai dasar gerak eksplosif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 atlet laki-laki usia 15-22 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Perlakuan berupa latihan standing jump dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Instrumen penelitian terdiri atas tes frekuensi tendangan T selama 10 detik dan Margaria-Kalamen Test untuk mengukur power otot tungkai. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata frekuensi tendangan T meningkat dari 16,25 menjadi 19,15 tendangan per 10 detik. Rata-rata power otot tungkai meningkat dari 477,73-Watt menjadi 628,62 Watt. Uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada frekuensi tendangan T, t (19) = 29,00; p < 0,001, dan power otot tungkai, t (19) = 13,94; p < 0,001. Temuan ini menjawab hipotesis bahwa latihan standing jump berpengaruh signifikan terhadap kedua variabel. Latihan standing jump direkomendasikan sebagai metode latihan pendukung yang praktis, spesifik, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan eksplosif tungkai serta kualitas teknik tendangan T atlet pencak silat. Kata Kunci: standing jump, tendangan T, power otot tungkai, pencak silat, latihan pliometrik.
Latihan Simulasi Tanding Untuk Meningkatkan Konsentrasi Atlet Pencak Silat PSHT Putri, Ega Armaelani; Salabi, Muhamad; Wahyudi, Johan
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20581

Abstract

Penelitian ini menjawab hipotesis bahwa latihan simulasi tanding berpengaruh positif terhadap peningkatan konsentrasi atlet pencak silat. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan atlet PSHT Ranting Praya, Cabang Lombok Tengah, untuk mempertahankan fokus, mengelola emosi, membaca serangan lawan, dan mengambil keputusan cepat pada situasi pertandingan. Konsentrasi dipandang sebagai prasyarat performa karena pencak silat kategori tanding berlangsung cepat, penuh tekanan, dan menuntut respons yang akurat terhadap stimulus gerak lawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 15 atlet PSHT Praya yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan keaktifan latihan, pengalaman minimal satu tahun, kondisi fisik dan mental sehat, serta kesediaan mengikuti program. Perlakuan berupa latihan simulasi tanding dilaksanakan selama empat minggu, tiga kali per minggu, dengan struktur pemanasan, latihan teknik, simulasi tanding, pendinginan, dan evaluasi. Instrumen penelitian berupa angket konsentrasi berskala Likert yang mencakup fokus tugas, kemampuan menghindari distraksi, kontrol emosi, dan kecepatan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan rata-rata skor konsentrasi dari 122,60 pada pre-test menjadi 139,33 pada post-test, dengan selisih 16,73 poin. Sebanyak 14 dari 15 atlet mengalami peningkatan skor. Uji t berpasangan menunjukkan t-hitung 3,48 lebih besar daripada t-tabel 2,145 pada taraf signifikansi 0,05. Temuan ini menegaskan bahwa latihan simulasi tanding efektif sebagai strategi latihan mental-kognitif berbasis situasi nyata untuk meningkatkan konsentrasi atlet pencak silat. Kata Kunci: Simulasi tanding, konsentrasi, pencak silat, PSHT, psikologi olahraga.
Analisis Kesehatan Mental Pesilat Perisai Diri Lombok Utara Sastriawan, Deddy; Oemar, Fitry Nachamory
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20582

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjawab masalah utama mengenai tingkat kesehatan mental pesilat Perguruan Perisai Diri Kabupaten Lombok Utara. Premis utama penelitian berangkat dari kebutuhan pembinaan pencak silat yang tidak hanya menekankan penguasaan teknik, kondisi fisik, dan prestasi kompetitif, tetapi juga kesiapan psikologis, pengendalian emosi, kepercayaan diri, serta kemampuan mengelola tekanan latihan dan pertandingan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah seluruh pesilat aktif Perguruan Perisai Diri Kabupaten Lombok Utara sebanyak 18 orang, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa kuesioner kesehatan mental berbasis skala Likert empat pilihan yang mengukur dua dimensi utama, yaitu psychological distress dan psychological well-being. Setelah uji coba instrumen, 31 butir dinyatakan valid dengan koefisien korelasi item lebih besar dari r-tabel 0,468, sedangkan reliabilitas instrumen menunjukkan Cronbach alpha sebesar 0,940 dengan kategori sangat tinggi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kesehatan mental pesilat sebesar 85, berada pada kategori baik dan mendekati batas kategori sangat baik. Secara distribusional, 9 pesilat (50%) berada pada kategori sangat baik, 7 pesilat (39%) berada pada kategori baik, dan 2 pesilat (11%) berada pada kategori sedang; tidak terdapat pesilat pada kategori kurang maupun sangat kurang. Temuan ini menegaskan bahwa mayoritas pesilat memiliki kondisi mental adaptif, ditandai oleh kesejahteraan psikologis yang memadai, dukungan sosial, dan kemampuan mengelola tekanan. Kesimpulannya, kesehatan mental pesilat Perguruan Perisai Diri Kabupaten Lombok Utara berada pada kategori baik-sangat baik, namun pembinaan mental tetap perlu diprogramkan secara sistematis untuk menjaga konsistensi performa. Kata Kunci: Kesehatan mental; pencak silat; psychological distress; psychological well-being.
Peran Pelatih Dalam Pengembangan Teknik Shooting Pemain Sepak Bola Saputra, Emen; Akhmad, Noor
Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Mataram Vol. 12 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/gjpok.v12i1.20583

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pelatih dalam mengembangkan teknik shooting yang efektif pada pemain sepak bola di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana pelatih merencanakan latihan, memberikan demonstrasi teknik, melakukan koreksi gerak, serta mengevaluasi ketepatan shooting pemain. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek seluruh pemain sepak bola yang aktif mengikuti pembinaan di Kecamatan Lambu sebanyak 15 orang. Data dikumpulkan melalui tes ketepatan shooting ke sasaran, observasi pelaksanaan latihan, dokumentasi kegiatan, dan telaah terhadap kualifikasi pelatih berupa Lisensi Kepelatihan D PSSI. Instrumen utama berupa tes shooting dari jarak 16,5-meter dengan dua kali percobaan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, rerata, dan interpretasi kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 pemain (46,67%) berada pada kategori baik, 5 pemain (33,33%) berada pada kategori cukup, dan 3 pemain (20,00%) berada pada kategori kurang, sedangkan tidak ada pemain yang mencapai kategori baik sekali atau kurang sekali. Temuan ini menunjukkan bahwa peran pelatih telah berkontribusi positif terhadap penguasaan teknik shooting, terutama melalui latihan yang terstruktur, demonstrasi teknik kaki bagian dalam dan punggung kaki, serta evaluasi langsung di lapangan. Namun, belum tercapainya kategori baik sekali menandakan perlunya peningkatan variasi latihan, intensitas, dan evaluasi individual. Kebaruan artikel ini terletak pada pemetaan empiris peran pelatih daerah berlisensi dalam pembinaan shooting berbasis tes sasaran sederhana. Hasil penelitian dapat menjadi dasar penguatan program latihan shooting di tingkat kecamatan. Kata Kunci: Peran pelatih; teknik shooting; sepak bola; ketepatan shooting; pembinaan daerah.

Page 1 of 2 | Total Record : 14