cover
Contact Name
Muji Setiyo
Contact Email
muji@unimma.ac.id
Phone
+6285642328333
Journal Mail Official
urecol@ums.ac.id
Editorial Address
Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Prosiding University Research Colloquium
ISSN : 24079189     EISSN : 26210584     DOI : -
University Research Colloquium (URECOL) merupakan forum seminar nasional yang memberikan kesempatan untuk diseminasi, diskusi, dan mendapatkan follow up atas luaran penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,547 Documents
TEKNIK EVAKUASI BENCANA TANAH LONGSOR UNTUK WARGA DESA TUNJUNGSETO KECAMATAN SEMPOR Putra Agina Widyaswara Suwaryo; Hendri Tamara Yuda; Wati Prasetyaningsih; Wahidah Isnaeni; Septi Ayu Amalia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.183 KB)

Abstract

Negara Indonesia secara geografis terletak pada pertemuan beberapa lempeng tektonik dunia yaitu lempeng Australasia, lempeng Pasifik, lempeng Eurasia dan Filipina. Hal ini menyebabkan Indonesia rentan terhadap geologis. Disamping itu, kurang lebih 5.590 daerah aliran sungai yang terdapat di Indonesia, yang terletak antara Sabang dan Merauke, mengakibatkan Indonesia menjadi salah satu negara yang beresiko tinggi terhadap ancaman bencana gempa bumi, tsunami, deretan gunung api (129 gunung api aktif) dan gerakan tanah. Berdasarkan kajian risiko bencana tahun 2011 yang disusun oleh BNPB, potensi jumlah jiwa terpapar risiko bencana, jumlah kerugian fisik, ekonomi dan lingkungan berkategori sedang-tinggi yang tersebar di 34 provinsi dimana Jawa merupakan wilayah yang paling banyak mengalami potensi bencana. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan informasi dan teknik evakuasi bencana tanah longsor. Selain itu, merencanakan dan mendorong latihan kesiapsiagaan bencana pada warga Masyarakat. Proses Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terdiri dari edukasi dan praktik dengan materi bantuan hidup dasar dan teknik evakuasi transportasi korban bencana. Perubahan kognitif sebelum dan sesudah edukasi dievaluasi menggunakan soal dari rata-rata nilai 36 menjadi 82. para peserta juga antusias dan saling bergantian dalam mempraktikan teknik bantuan hidup dasar dan evakuai korban bencana. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi dan praktik langsung dalam penanganan korban bencana diperlukan sebagai salah satu langkah pra-bencana dalam pengurangan risiko bencana.
SIMULASI BENCANA KEBAKARAN DAN KEGAWATDARURATAN RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT DI DESA KALIBEJI KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN Rina Saraswati; Marsito Marsito
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.903 KB)

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran dan kegawatdaruratan rumah tangga di Desa Kalibeji Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah anggota masyarakat desa Kalibeji Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Permasalahan diselesaikan dalam tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Persiapan dilakukan dengan melakukan survey pendahuluan untuk melihat kondisi di lapangan mengenai kejadian bencana dan cara penanganannya. Pelaksanaan dilakukan dengan pelatihan, menggunakan metode ceramah yaitu presentasi dan simulasi (demonstrasi). Evaluasi kegiatan dilakukan untuk masing-masing tahap dengan mengumpulkan dan menyimpulkan data dari masing-masing tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan dengan indikasi adanya kesesuaian materi dengan kebutuhan masyarakat, adanya respon positif dari masyarakat dan sebagian besar (73%) peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan simulasi bencana
KETERSEDIAAN AIR UNTUK KEBUTUHAN TANAMAN JAGUNG PADA SAWAH TADAH HUJAN DI KECAMATAN KEMUSU KABUPATEN BOYOLALI Nurul Hidayah; Yuli Priyana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.933 KB)

Abstract

Tanaman jagung merupakan tanaman yang tahan terhadap cekaman air. Di Kecamatan Kemusu tanaman jagung ditanam pada sawah tadah hujan yang hanya mengandalkan air hujan untuk pengairannya. Pada musim kemarau tidak ada suplai air sehingga perlu untuk mengetahui kebutuhan air untuk tanaman jagung dan pola tanam yang baik sehingga kebutuhan air tanaman jagung dapat terpenuhi. Kebutuhan air tanaman jagung dipengaruhi oleh iklim, curah hujan, kadar lengas tanah dan karakteristik tanaman tersebut. Obyek penelitian ini adalah tanaman jagung dengan metode yang digunakan adalah analisis data sekunder dengan dibantu aplikasi Cropwat 8.0 untuk menentukan laju evapotranspirasi standar, kebutuhan air tanaman dan pengaturan irigasi tanaman. Penganalisisan data didasarkan pada tiap jenis tanah karena tanah mempunyai peranan penting untuk pertumbuhan tanaman jagung. Ketersediaan air di Kecamatan Kemusu periode tanam Maret – Agustus cukup bahkan surplus. Pada tanah grumusol Bulan Maret – April merupakan bulan yang sedikit rawan karena menurunnya kelembaban tanah hingga posisi mendekati garis kondisi air siap tersedia. Hal serupa juga terjadi pada tanah litosol pada bulan Maret – Mei. Pada tanah regosol ketersediaan air cukup aman, namun perlu diperhatikan pada fase akhir pertumbuhan hampir mendekati garis kondisi air siap tersedia.
ANALISIS KEKERINGAN METEOROLOGIS DI KABUPATEN PATI Rahma Anisa Fitrah Insani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.776 KB)

Abstract

Kabupaten Pati merupakan daerah yang rawan terjadi kekeringan, salah satunya adalah kekeringan meteorologis yang berdampak terhadap kekeringan pertanian. Salah satu metode indeks yang umum digunakan untuk analisis kekeringan adalah Standardized Precipitation Index (SPI), dimana menggunakan data curah hujan sebagai data masukan dalam analisnya. Tujuan Penelitian ini adalah; (1) Menganalisis persebaran daerah rawan kekeringan meteorologis di Kabupaten Pati tahun 2008 – 2017, dan (2) Menganalisis pengaruh nilai Southern Oscillation Index (SOI) terhadap kekeringan meteorologis yang terjadi di Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menghitung indeks kekeringan menggunakan Standarized Precipitation Index, lalu membandingkan nilai SOI dengan nilai SPI dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa; (1) Kabupaten Pati merupakan kabupaten yang rawan kekeringan meteorologis bahkan hingga kategori amat sangat kering dengan kecenderungan spasial terjadinya Kekeringan Maksimum di Kabupaten Pati dari tahun 2008 hingga tahun 2017 yakni kekeringan dengan kategori sangat kering hingga amat sangat kering jarang terjadi di Kabupaten Pati bagian timur terutama Kecamatan Jakenan, Jaken, Batangan dan Juwana, Wedarijaksa, dan Trangkil, kecuali pada tahun 2015. Kecamatan selain kecamatan tersebut sangat berpotensi terjadi kekeringan dengan kategori sangat kering hingga amat sangat kering, (2) Kekeringan meteorologis yang melanda Kabupaten Pati sangat dipengaruhi oleh ENSO atau El-Nino Southern Oscillation.
STRATEGI PENGUATAN ADAPTASI DAN MITIGASI BANJIR UNTUK MENGURANGI RISIKO USAHA KECIL DAN MENENGAH Muzakar Isa; Liana Mangifera
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.976 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan wilayah terhadap banjir, menganalisis peranserta stakeholders dalam penguruangan risiko banjIr, dan merumuskan strategi untuk mengurangi risiko banjir di Kabupaten Klaten. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan menggunakan wawancara terstruktur. Alat analisis yang diguanakan adalah indeks, MACTOR dan AHP. Hasil penelitian menjelaskna bahwa kerentanan wilayah rawan banjir di Kabupaten Klaten berada pada kategori sedang. Aspek sensitifikats merupakan aspek pembentuk kerentanan yang paling tinggi diikuti aspek kemampuan adaptif dan eksposur. Terdapat 13 stakeholders dalam pengurangan risiko banjir, dan mereka memiliki kepentingan yang berbeda beda dalam pengurangan risiko banjir ini. Terdapat 4 objectives stakeholders yaitu pendapatan, lingkungan alam dan buatan, pembangunan daerah dan keselamatan masyarakat. Berdasarkan 13 stakeholdeers yang terlibat dalam pengurangan risiko banjir di Kabupaten Klaten, dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu kelompok pertama terdiri dari Bappelbangda, BPBD, Dinas Kesehatan, DPU, Camat, Kepala Desa, LSM, Relawan, dan pelaku usaha. Kelompok kedua terdiri atas TNI-POLRI, PMI dan SAR. Kelompok ketiga yaitu perguruan tinggi. Berdasarkan tingkat kepentingannnya, Bappelbangda, BPBD, Dinas Kesehatan, DPU, Camat, Kepala Desa, LSM, Perguruan Tinggi, Relawan, pelaku usaha berada pada posisi sentral karena memiliki tingkat kepentingan bersama yang tinggi, sedangkan TNI-POLRI, PMII dan SAR memiliki konvergen yang rendah.
KARAKTERISTIK HIDROGEOMORFOLOGI MATA AIR DI KAWASAN KARST KECAMATAN KAYEN KABUPATEN PATI Trya Desiana Dewi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.299 KB)

Abstract

Karst merupakan suatu medan dengan kondisi hidrologi yang khas sebagai akibat dari batuan yang mudah larut dan memiliki porositas sekunder yang berkembang baik (Ford dan Williams, 1989). Batuan yang mudah larut tersebut mengakibatkan wilayah karst banyak ditemukan mata air. Kecamatan Kayen memiliki sebanyak 17 desa, dan 4 diantaranya memanfaatkan mata air sebagai sumber air bersih dan air minum. Topografi dengan lereng terjal menyebabkan 4 desa tersebut tidak memungkinkan memanfaatkan air tanah. Mata air muncul ke permukaan bumi merupakan suatu indikasi adanya air tanah yang keluarnya dipengaruhi oleh faktor geomorfologi. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1.) Menentukan pola persebaran mata air di Kecamatan Kayen berdasarkan pendekatan hidrogeomorfologi, 2.) Mengkaji karakteristik di Kecamatan Kayen berdasarkan pendekatan hidrogeomorfologi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan jenis penelitian berupa metode survei. Dilakukan survei dengan metode pengambilan sampel yaitu stratified purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1.) Pola persebaran mata air bergerombol berdasarkan analisis tetangga terdekat. Tersebar di bagian wilayah dengan satuan unit bentuklahan yaitu bagian selatan di Lereng dan Perbukitan Karst Terkikis (K2), dan bagian timur di Dataran Aluvial Karst (K5). 2.) Menurut tenaga pemunculannya, mata air di Kecamatan Kayen merupakan mata air gravitasi dengan jenis mata air depresi dan rekahan.
COPING STRATEGIES DAN TINGKAT KAPASITAS MASYARAKAT DESA MODANGAN KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA ERUPSI GUNUNGAPI KELUD Kuswaji Dwi Priyono; Wahyu Budiati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.347 KB)

Abstract

Desa Modangan merupakan salah satu desa yang terdampak langsung erupsi Gunungapi Kelud, berada di Kawasan Rawan Bencana I dan Kawasan Rawan Bencana II. Ancaman bahaya erupsi Gunungapi Kelud di Desa Modangan merupakan bahaya primer berupa jatuhan piroklastik, lahar, gas vulkanik beracun, dan air danau kawah. Tujuan penelitian ini untuk (1) menganalisis kapasitas masyarakat, (2) mengetahui hubungan faktor jenis kelamin, pekerjaan, usia, dan pendidikan terhadap tingkat kapasitas masyarakat, dan (3) mengidentifikasi coping strategies dalam menghadapi ancaman erupsi. Metode yang digunakan adalah survey, menggunakan purposive sampling dalam pengambilan sampel, dilakukan dengan kuisioner, wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pembobotan, analisis regresi logistik ordinal, dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapasitas masyarakat Desa Modangan dalam mengadapi bencana erupsi terbagi menjadi dua kelas yaitu tingkat kapasitas tinggi dan tingkat kapasitas sedang. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kapasitas masyarakat di Desa Modangan pada tingkat signifikasi 5% adalah jenis kelamin, pekerjaan, usia, dan tingkat pendidikan dengan koefisien determinasi Negelkerke sebesar 0.558. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin, pekerjaan, usia, dan tingkat pendidikan mempengaruhi tingkat kapasitas masyarakat secara global sebesar 55.8%. Masyarakat lokal di Desa Modangan menerapkan empat bentuk coping strategies yaitu ekonomi, teknologi, sosial, dan kultural/budaya.
KAJIAN INSTRUKSIONAL PEMBELAJARAN KEBENCANAAN UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI KABUPATEN KLATEN Suharjo Suharjo; M. Musiyam; R. Muh. Amin Sunarhadi; Harun Joko Prayitno; Miftahul Arozaq
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.363 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian tujuan, langkah, dan turunan kemampuan yang diperlukan dalam pembelajaran kebencanaan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Klaten. Kajian instruksional menggunakan systematic instructional design (ISD) dengan model Dick & Carey. Panduan Pembelajaran Kebencanaan di Kabupaten Klaten yang telah ditetapkan penggunaannya melalui Peraturan Bupati Klaten Nomor 6 Tahun 2014 adalah dokumen utama yang dikaji. Kajian menggunakan tiga alat analisa, yaitu analisa ujung depan (front-end analysis), analisa tujuan (goal analysis), dan analisa ketrampilan subordinat (subordinat skill analysis). Data diperoleh melalui kajian pustaka dan focused group discussion (FGD) para ahli bidang (subject matter experts/SME) pembelajaran dan kebencanaan di Kabupaten Klaten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran kebencanaan merupakan mandat kebijakan pemerintah. Tujuan pembelajaran kebencanaan mengacu tiga kemampuan, yaitu siswa mampu melakukan kajian risiko bencana, upaya mitigasi bencana, dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya. Hasil kajian dijabarkan dalam diagram kajian instruksional pembelajaran kebencanaan dengan hirarki dan prosedur pembelajaran. Turunan kemampuan meliputi 1) informasi verbal terkait istilah, lokasi, dan pengetahuan dasar kebencanaan, 2) keterampilan intelektual dalam menerapkan prosedur manajemen bencana, 3) strategi kognitif dalam merumuskan dan menyajikan pengetahuan dan ketrampilan manajemen bencana, 4) ketrampilan motorik dan 5) sikap dalam pengurangan risiko bencana.
KONSEP SPASIAL DAN PENYAJIAN DATA DALAM PENDIDIKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA Dahroni Dahroni; R. M. Amin Sunarhadi; Sujalwo Sujalwo; Suharjo Suharjo; Miftahul Arozaq
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.485 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi konsep spasial dan penyajian data dalam pembelajaran kesiapsiagaan bencana gempa untuk membentuk karakter siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kajian pustaka untuk mengetahui penggunaan konsep spasial dalam tahap pembelajaran kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa. Kajian juga dilakukan dalam rangka mengetahui representasi data yang dipergunakan dalam tiap tahap pembelajaran kesiapsiagaan. Tahap pembelajaran menggunakan acuan instrumen kesiapsiagaan bencana gempa yang meliputi pengetahuan, rencana tanggap darurat dan evakuasi, peringatan dini, dan mobilisasi sumberdaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa menggunakan konsep spasial dan non spasial. Konsep spasial yang dipergunakan terdiri dari konsep primitif, sederhana, dan komplek. Penyajian data dalam pembelajaran kesiapsiagaan menggunakan representasi data maupun non representasi data. Representasi data dipergunakan menggunakan teknik diagram, peta, grafik, maupun foto. Konsep spasial dan penyajian data menjadi urgensi bagi pembentukan karakter kesiapsiagaan pada diri siswa untuk menghadapi bencana.
PERAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENANGGULANGAN BENCANA Zela Septikasari; Mufied Fauziah; Irvan Budhi Handaka
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.993 KB)

Abstract

Tujuan penyusunan artikel ini untuk mendeskripsikan peran layanan bimbingan dan konseling dalam penanggulangan bencana yang secara spesifik akan diarahkan pada tiga fase penanggulangan bencana. Penanggulangan bencana dapat diklasifikasikan kedalam tiga fase, yaitu pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana. Tiga fase tersebut memiliki karakteristik penanganan yang berbeda-beda. Fase pra bencana meliputi kegiatan pencegahan, mitigasi atau peringatan dini. Fase tanggap darurat merupakan usaha untuk meringankan penderitaan sementara, memberikan bantuan darurat, pencarian dan pengamanan. Sedangkan Fase pasca bencana meliputi kegiatan pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi. Pelaksanaan penanggulangan bencana dapat dilakukan dengan efektif menggunakan dasar keilmuan tertentu. Bimbingan dan konseling merupakan salah satu ranah keilmuan yang dapat dimanfaatkan dalam tiga setting fase penanggulangan bencana tersebut sebagai bagian dari fungsi bimbingan dan konseling yaitu fungsi preventif maupun kuratif. Fungsi preventif dalam layanan bimbingan dan konseling dapat dimanfaatkan dalam fase pra bencana untuk meminimalisir dampak bencana yang besar. Fungsi kuratif dapat digunakan dalam fase tanggap darurat maupun fase pasca bencana. Peran bimbingan dan konseling dalam fase tanggap darurat meliputi bantuan untuk meringankan penderitaan yang dialami korban bencana seperti panik, histeris, syok dan lainnya. Sedangkan dalam fase pasca bencana, layanan bimbingan dan konseling dapat dimanfaatkan untuk membantu masalah-masalah psikologis yang dapat dialami oleh korban bencana.

Page 48 of 555 | Total Record : 5547


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Teknik dan Rekayasa Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Kebencanaan Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Sosial, Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Teknik dan Rekayasa Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Sosial, Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Mahasiswa (Student Paper Presentation)0 Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Teknik dan Rekayasa Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Sosial, Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Kebencanaan Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Bidang Kebencanaan Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Mahasiswa (Student Paper Presentation) Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2022: Bidang Sosial, Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) B Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Ekonomi dan Bisnis Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Pendidikan Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang MIPA dan SOSHUM Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper) Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Teknik dan Rekayasa Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Sosial, Ekonomi, dan Psikologi Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kebencanaan dan Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang Pendidikan dan Humaniora Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Pengabdian Kepada Masyarakat Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Teknik dan Rekayasa Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Sosial Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Lingkungan dan Kebencanaan Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sosial Humaniora dan Ekonomi Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pendidikan dan Agama Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Kebencanaan Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Teknik dan Rekayasa Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Mahasiswa (student paper presentation) More Issue