Articles
5,547 Documents
Penerapan Virgin Coconut Oil (VCO) untuk Mengobati Biang Keringat (Miliaria) pada Bayi di PMB Diana Yulita A., Amd. Keb.
Muliya Harning Setyowati;
K Kusumastuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.178 KB)
Latar Belakang: Biang keringat (miliaria) merupakan penyakit kulit pada anak. Penyebab biang keringat antara lain karena udara yang panas dan lembab sinar ultraviolet (UV) dan akibat pakaian yang tidak menyerap keringat untuk mempercepat penyembuhan dan menghambat penyebaran biang keringat bisa menggunakan virgin coconut oil (VCO) Tujuan: Melakukan penerapan virgin coconut oil (VCO) untuk mengobati biang keringat pada bayi di PMB Diana Yulita A, Amd. Keb. Metode: Peneliti menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Penerapan ini melibatkan 5 partisipan sebagai studi kasus. Hasil: Setelah dilakukan penerapan virgin coconut oil (VCO) ada penurunan tanda gejala miliaria dari 3 partisipan mengalami miliaria rubra menjadi miliaria profunda dan dua partisipan mengalami miliaria profunda menjadi miliaria kristalina Kesimpulan: Penerapan Virgin Coconut Oil (VCO) efektif mengobati biang keringat pada bayi.
Efektifitas Boreh pada Pola Tidur Ibu Nifas
Rizka Fatmawati;
Nur Hidayah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (716.048 KB)
Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang bisa dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang akan mempengaruhi gangguan pemenuhan tidur pada seseorang.. Kurang istirahat atau tidur pada ibu postpartum akan mengakibatkan kurangnya suplai ASI, memperlambat proses involusi uterus, dan menyebabkan ketidakmampuan merawat bayi serta depresi. Salah satu terapi nonfarmakologi yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah relaksasi. Boreh merupakan salah satu bentuk terapi relaksasi. Desain penelitian yang digunakan adalah pre experimental (one group pre test-post test desaign). Subyek penelitian adalah ibu nifas di wilayah puskesmas nusukan Kecamatan Banjarsari Surakarta. Penelitian dilakukan selama 9 minggu. Uji wilcoxon digunakan untuk menganalisis Boreh terhadap pola tidur ibu nifas. Hasil Boreh efektif mempengaruhi pola tidur siang ibu nifas dengan p value < 0,05. Boreh efektif mempengaruhi pola tidur malam ibu nifas dengan nilai p value < 0,05 Boreh tidak efektif mempengaruhi gangguan tidur ibu nifas dengan nilai p value > 0,05. Dianjurkan untuk mengurangi ganggun tidur dan meningkatkan pola tidur menggunakan terapi relaksasi boreh.
Implementation of Yoga Gymes to Improve Students Concentration in Kindergaten of Muslimat Nahdlatul Ulama 32 Nurul Hikmah Jatimulyo Village Kebumen
Nadzifatus Sangadah;
K Kusumastuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.244 KB)
Background: Children who have difficulty and disruption in concentrating while studying in the classroom will find it difficult to do the assignments given by the teacher. To overcome this can be done with yoga exercises. According to Wirmayani and Supriyadi (2017) students who do yoga will be more successful in school, both physically and cognitively. According to Nisa (2016) the concentration of learning can significantly improve learning achievement.Purpose: Applying yoga exercises to improve concentration in toddlers.Method: The researcher used a descriptive qualitative method using a case study approach. Participants consisted of 5 students from TK MNU 32 Nurul Hikmah Jatimulyo Village, Alian, Kebumen. Data obtained from written tests. The instrument used by the author in applying the observation sheet regarding the concentration of children.Results: Before the implementation of yoga exercises all participants 5 (100%) had poor concentration categories. Each participant is given care by applying yoga gymnastics 6 times in a span of 3 weeks with 2 training sessions per week, each training session lasts 20-30 minutes. After the application of yoga exercises, 3 participants with a level of concentration in the category were quite good (60%), and 2 participants with a level of concentration in the good category (40%).Conclusion: The application of yoga exercises is effective in increasing concentration in toddlers.
Motivasi Remaja Putri terhadap Sadari, Breast Examination, Vaginal Examination dan Gizi Remaja dalam Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi
Tria Puspita Sari;
Rusiana Sri Haryanti;
Nevia Zulfatunnisa
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (295.152 KB)
Pemahaman remaja khususnya remaja putri tentang kesehatan reproduksi merupakan bekal dalam berprilaku sehat, namun tidak semua remaja putri memperoleh informasi yang cukup dan benar tentang kesehatan reproduksi. Bagi remaja putri kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk diketahui antara lain Sadari, breast examination, vaginal examination dan gizi bagi Remaja. Hal tersebut sangatlah penting dilakukan remaja putri karena mengingat banyaknya kejadian remaja yang terkena kanker payudara dan masalah kesehatan reproduksi lainnya seperti keputihan, dismenorhea dan anemia. Remaja dengan usia 15-20 tahun memiliki kecenderungan terkena kanker payudara. Oleh karena itu dengan melakukan sadari akan menurunkan tingkat kematian akibat kanker payudara sampai 20% . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motivasi remaja putri terhadap sadari, breast examination, vaginal examination dan gizi remaja dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi. Desain penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif, sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMA Muhammadiyah Program Khusus Surakarta sejumlah 30 siswa. Teknik sampling menggunakan total sampling, Instrument penelitian berupa kuesioner tertutup dan analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan 33% siswi di SMA Muhammadiyah Program Khusus Surakarta mempunyai motivasi sedang, dan 67 % mempunyai motivasi kuat dalam melakukan pemeliharaan kesehatan reproduksi. Meskipun sebagian besar mempunyai motivasi yang cukup tinggi dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi, hasil survey diperoleh masih banyak siswi yang belum menerapkan sadari, breast examination dan vaginal examination di kehidupan sehari-hari. Kesimpulan sebagian besar siswi SMA Muhammadiyah Program Khusus Surakarta mempunyai motivasi tinggi dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi. Untuk meningkatkan motivasi remaja putri dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi, perlu adanya dukungan dari orang tua dan pihak sekolah, sehingga dari hasil tersebut diharapkan adanya penyuluhan atau peer education tentang pemeliharaan kesehatan reproduksi pada remaja putri khususnya dalam menerapkan teknik sadari, breast examination, vaginal examination dan gizi pada remaja.
Gambaran Loving Touch Baby Massage terhadap Pola Tidur Batita
Rusiana Sri Haryanti;
Tria Puspita Sari;
Wiwik Puspita Dewi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.985 KB)
Tidur nyenyak sangat penting bagi pertumbuhan bayi, karena saat tidur pertumbuhan otak bayi mencapai puncaknya. Saat tidur pertumbuhan otak mencapai puncaknya dan hormon pertumbuhan diproduksi tiga kali lebih banyak dibandingkan pada saat bangun, Namun kenyataannya dalam suatu penelitian ditemukan 51,3% bayi mengalami gangguan tidur, 42% bayi tidur malam dan tidur siangnya. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tidur balita adalah dengan pijat bayi. Pijat bayi yang dilakukan untuk mengurangi masalah pada anak, seperti susah tidur, berat badan kurang/ tidak meningkat, sakit persendian, gangguan dalam perkembangan dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola tidur balita setelah dilakukan baby massage (pijat bayi). Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel 50 balita di baby smile Karanganyar dengan kriteria tertentu yang sudah di tentukan oleh peneliti. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian didapatkan hasil 16% balita tidak mengalami riwayat gangguan tidur dan 84% balita mengalami riyawat ganggguan tidur berupa lama tidur berkurang, bayi terbangun semalam lebih dari 3 kali dengan waktu lebih dari satu jam untuk tidur kembali, dan tidur tidak nyenyak. Setelah dilakukan loving touch baby massage, 96 % balita dengan gangguan pola tidur mengalami perubahan pola tidur yang lebih baik dan 4 % balita mengalami pola tidur yang tetap. Kesimpulan penelitian ini adalah Pola tidur balita setelah dilakukan loving touch baby massage,mengalami perubahan yang lebih baik yaitu frekuensi tidurnya teratur, tidur lebih lama dan kualitas tidurnya lebih nyenyak.
Penerapan Penyuluhan tentang MP ASI terhadap Praktek Pemberian MP ASI 4 Bintang pada Bayi Umur 6-12 Bulan di BPM Jemanis Kabupaten Kebumen
Frada Saputri;
K Kusumastuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (474.768 KB)
Latar Belakang : Pemenuhan ASI eksklusif diberikan pada bayi sampai usia 6 bulan. Setelah bayi umur 6 bulan, bayi diberikan MP ASI menu 4 bintang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayuran. Pemberian MP ASI menu 4 bintang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi agar bayi terhindar dari mal nutrisi, berat badan rendah/ stunting di kemudian hari. Tujuan : Melakukan penerapan penyuluhan tentang MP ASI terhadap praktek pemberian MP ASI 4 bintang pada bayi umur 6-12 bulan di BPM Jemanis Kabupaten Kebumen. Metode : Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan penelitian ini berjumlah 5 orang ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi praktek pemberian mp asi bayi umur 6-12 bulan, kuesioner pengetahuan Ibu Tentang Pemberian MP ASI dan SAP penyuluhan tentang MP ASI 4 bintang. Metode pengumpulan data dalam studi kasus ini menggunakan data primer berupa hasil wawancara dan observasi. Hasil : Setelah melakukan penyuluhan tentang makanan tambahan ASI, terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang makanan tambahan ASI, yaitu 3 peserta dalam kategori pengetahuan yang baik (60%), 2 peserta berada dalam kategori pengetahuan yang cukup (40%). Selain itu, semua peserta menerapkan menu tambahan ASI 4-bintang. Kesimpulan: Penerapan penyuluhan tentang MP ASI meningkatkan praktek pemberian MP ASI 4 bintang pada bayi umur 6-12 bulan.
Efektifitas Pemberian ASI terhadap Penurunan Kadar Bilirubin
I Indanah;
Sri Karyati;
Y Yusminah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (632.266 KB)
Hiperbilirubinemia merupakan salah satu kegawatan yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Sebanyak 25-50% terjadi hiperbilirubinemia pada bayi cukup bulan dan 80% pada bayi dengan berat lahir rendah. Hiperbilirubinemia merupakan diagnosa awal sebelum terjadi kernikterus. Hiperbilirubinemia adalah kadar bilirubin yang dapat menimbulkan efek patologi, Untuk mengendalikan kadar bilirubin pada bayi baru lahir dapat dilakukan pemberian ASI sedini mungkin. Pemberian ASI pada bayi dianjurkan 2-3 jam sekali atau 8-12 kali dalam sehari. Dengan Pemberian ASI yang lebih sering mencegah Bayi mengalami dehidrasi dan kekurangan asupan kalori . Terlambatnya bayi mendapatkan nutrisi (ASI) mengakibatkan bilirubin direk yang sudah mencapai usus tidak terikat oleh makanan dan tidak dikeluarkan melalui anus bersama makanan. Di dalam usus, bilirubin direk ini diubah menjadi bilirubin indirek yang akan diserap kembali ke dalam darah dan kondisi tersebut akan mengakibatkan menetapnya kondisi hiperbilirubin. Penelitian bertujuan mengetahui efektifitas pemberian ASI (tiap 2 jam) terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi hiperbilirubinemia di RSU X Wilayah Kabupaten Pati. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif dengan kuasi eksperimen pre-test dan post-test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi cukup bulan yang mengalami hiperbilirubinemia pada masa rawat September sampai Desember 2017 sejumlah 122 bayi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive Random Sampling dengan jumlah 92 responden, dengan 46 responden mendapatkan ASI tiap 2 jam dan sebagai kontrolnya adalah bayi hiperbilirubinemia yang diberikan ASI tiap 3 jam. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapatkan dari rekam medis pasien. Hasil dan kesimpulan dalam penelitian menunjukan bahwa rata rata penurunan kadar bilirubin bayi yang diberikan ASI tiap 2 jam adalah 7,17 mg/dl. Pada bayi yang diberikan ASI tiap 3 jam, rata rata penurunan kadar bilirubin bayi adalah 7,01 mg/dl, Hal tersebut menunjukkan Pemberian ASI tiap 2 jam efektif dalam menurunkan kadar bilirubin bayi dengan hiperbilirubinemia dengan p value 0,000 ( α : 0,05).
Gambaran Gymball dalam Penurunan Nyeri Haid pada Remaja
Nur Hidayah;
Rizka Fatmawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.156 KB)
Menurut WHO angka dismenore di dunia sangat besar, rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap Negara mengalami dismenore. Gym Ball adalah terapi fisik atau latihan sederhana menggunakan bolam, salah satu manfaatnya dapat mengurangi rasa nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran gymball dalam penurunan nyeri haid pada remaja. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif observasional. Sample dalam penelitian ini adalah siswi SMP yang mengalami nyeri haid, instrument penelitian ini menggunakan kuesioner Pengukuran rasa nyeri yaitu dengan alat ukur VRS yaitu verbal rating scale alat ukur yang menggunakan kata sifat untuk menggambarkan level intensitas nyeri yang berbeda range dari skor 0-4. Hasil penelitian yaitu dengan melakukan gymball pada saat haid dapat mengurangi nyeri haid. Kesimpulan penurunan nyeri haid secara nonfarmakolgi perlu ditingkatkan salah satunya dengan teknik peregangan menggunakan gymball.
Ritme Sirkadian Stresor pada Komunitas Wanita Muslim Jawa
Yusuf Alam Romadhon;
Arrizqi Hafidh Abdussalaam
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.606 KB)
Latar Belakang: Secara epidemiologi telah terbukti bahwa kejadian serangan jantung dan serebrovaskuler tertinggi di waktu pagi hari. Dan kepustakaan menyebutkan bahwa kondisi kardiovaskuler berada dalam posisi paling rentan di waktu pagi hari. Stres mempunyai pengaruh kuat sebagai pemicu serangan kardiovaskuler telah banyak dibuktikan dari kepustakaan. Hingga kini masih sedikit penelitian yang mengkaji ritme sirkadian stres tersebut.Tujuan: Mendapatkan gambaran diskriptif distribusi stres dalam kaitannya ritme sirkadian pada populasi wanita Jawa MuslimMetoda: Sebanyak 30 wanita dari kader Aisyiyah Makamhaji Kartasura dan Kader Posyandu mengisi buku catatan harian stres. Peserta penelitian mencatat setiap adanya perubahan suasana hati terkait stres dalam lima waktu sholat wajib dan sunah dhuha, dalam periode waktu 8 minggu. Buku catatan dikumpulkan dan dianalisis serta ditabulasi Hasil: Didapatkan 516 catatan kejadian stimuli stresor yang mempengaruhi suasana hati. Distribusi stresor terbanyak di waktu subuh - dhuha sebesar 40.7%, disusul saat zuhur 25.97%, ashar 16.67%, maghrib 11.05% dan terkecil saat isya 5.62% Kesimpulan: Kejadian pemicu stres terbanyak di waktu ubuh - dhuha memperkuat gagasan kejadian serangan stroke dan serebrovaskuler di pagi hari.
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronik dalam Menjalani Program Therapi Hemodialisa di RS PKU Muhammadiyah Gombong
Gayuh Dwi Laksono;
Cahyu Septiwi;
Dyah Puji Astuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (342.326 KB)
Latar Belakang: Pasien gagal ginjal kronik sangat bergantung pada program therapi hemodialisa untuk menggantikan ginjalnya. Kepatuhan pasien penderita gagal ginjal kronik dalam menjalankan program therapi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena jika penderita tidak patuh dalam menjalankan therapi hemodialisa maka akan menyebabkan terjadi penumpukan zat-zat berbahaya dalam tubuh dari hasil metabolisme dalam darah sehingga penderita akan merasakan sakit diseluruh tubuh. Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani program therapi hemodialisa. Metode Penelitian: Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 124 responden dengan menggunakan tabel krejcie. Analisa bivariat menggunakan uji chi square dan analisa multivariat menggunakan uji regresi logistic. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh antara usia dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.002 < 0.05. Terdapat pengaruh antara tingkat pengetahuan tentang hemodialisa dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.001 < 0.05. Terdapat pengaruh antara motivasi dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.000 < 0.05. Terdapat pengaruh antara persepsi pasien terhadap pelayanan perawat dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.002 < 0.05. Terdapat pengaruh antara dukungan keluarga dengan kepatuhan menjalani program therapi hemodialisa dengan hasil p-value 0.001 < 0.05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian motivasi merupakan faktor yang paling dominan atau berpengaruh terhadap kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani program therapi hemodialisa.