Articles
5,547 Documents
Kadar Fe dan Oksalat dari Mi Instan yang Disubstitusi Tepung Bayam Hijau
Rusdin Rauf;
Damar Luhfiana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.147 KB)
Substitusi tepung bayam hijau dalam pembuatan mi instan dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan konsumsi bayam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kadar Fe dan oksalat dari mi instan yang disubstitusi tepung bayam. Penelitian dilakukan dengan mensubstitusikan tepung bayam pada pembuatan mi instan. Tingkat substitusi tepung bayam hijau divariasi menjadi tiga perlakuan yaitu 0%, 5%, dan 10%. Kemudian mi instan kering dan mi instan yang direbus diuji kadar Fe dan oksalatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kadar Fe dari mi instan kering dan mi instan yang direbus. Mi instan yang direbus menunjukkan kadar Fe yang lebih tinggi dibanding mi instan kering. Kadar Fe tertinggi diberikan oleh mi instan yang direbus dengan substitusi tepung bayam 10%, yaitu 116,4 ppm. Untuk oksalat, mi instan yang direbus memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding mi instan kering. Hasil oksalat tertinggi diberikan oleh mi instan yang direbus dengan substitusi tepung bayam 10%, yaitu 2,70 mg/100 g.
Perbedaan Efektivitas Rebusan Ketumbar dengan Rebusan Kunyit terhadap Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi
Ayuk Yunia;
Enik Suhariyanti;
Sigit Priyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.992 KB)
Hipertensi menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Hipertensi disebabkan karena pola hidup yang tidak terkontrol, yang menimbulkan gangguan kesehatan dan dapat menyebabkan kematian seperti Hipertensi. Usia salah satu faktor resiko terjadinya Hipertensi dan banyak di temukan pada usia lanjut, hal ini disebabkan karena penurunan elastisitas jaringan dan penebalan dinding arteri yang menimbulkan peningkatan curah jantung. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan efektivitas rebusan ketumbar dengan rebusan kunyit terhadap tekanan darah pada lansia Hipertensi. Metode: penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan rancangan two group pretest and posttest design with control, terdapat 38 responden yang terdiri dari 19 responden kelompok rebusan ketumbar dan 19 responden rebusan kunyit. Pengolahan data menggunakan Uji Paired t-test dan Independent t-test. Hasil yang didapatkan dari uji Pair t-test pada kelompok rebusan ketumbar didapatkan nilai p=0,000 (p value < 0,05) dan kelompok rebusan kunyit didapatkan nilai p= p=0,000 (p value < 0,05), sehingga dapat diartikan bahwa ada perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah diberikan rebusan ketumbar dan rebusan kunyit. Perbedaan kedua tindakan tersebut ditandai dengan hasil penurunan Map tekanan darah kelompok rebusan ketumbar dengan mean 12,80 mmHg dan rebusan kunyit dengan mean 7,10 mmHg, dengan nilai signifikan p=0, 017 (p value < 0,05). Simpulan: rebusan ketumbar dan rebusan kunyit efektif terhadap penurunan tekanan darah, namun rebusan ketumbar lebih efektif dibandingkan rebusan kunyit. Saran: dengan hasil penelitian ini diharapkan lansia dan masyarakat dapat menggunakan tanaman yang ada dilingkungan sekitar dalam menurunkan tekanan darah seperti ketumbar dan kunyit.
Perbedaan Tandem Exercise dengan Virtual Reality Exercise dalam Mengatasi Resiko Jatuh pada Lanjut Usia: A Pilot Project
Umi Budi Rahayu;
Nora Eny Zulekha
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (396.939 KB)
Berbagai studi dilakukan untuk mengupayakan penurunan angka kejadian jatuh pada lanjut usia (lansia), dari upaya yang sederhana sampai dengan penggunaan peralatan yang canggih. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengamati efektifitas perbedaan teknologi yang sederhana, yaitu tandem exercise dengan teknologi modern yaitu virtual reality exercise dalam mengatasi resiko jatuh pada lanjut usia. Penelitian eksperimental pada 15 responden lansia dengan desain sebelum dan setelah perlakuan untuk dua kelompok selama 6 minggu. Kelompok kontrol (n=8) diberikan tandem exercise sedangkan kelompok perlakuan (n=7) diberikan virtual reality exercise. Resiko jatuh pada lansia diukur dengan timed up and go test (TUGT). Analisis statistik untuk melihat perbedaan efektifitas kedua kelompok dilakukan dengan uji independent samples t-test. Tidak ada perbedaan efektifitas yang signifikan antar kedua kelompok dalam mengatasi resiko jatuh pada lansia (p<0,05). Secara umum rata-rata setiap minggu kedua kelompok menunjukkan pencegahan resiko jatuh dengan indikator penurunan nilai TUGT sebesar 1 detik. Rata-rata nilai TUGT sebelum perlakuan; setelah minggu ke-2; setelah minggu ke-4; dan setelah minggu ke-6 adalah 18,75 detik (resiko jatuh rendah); 17,12 detik; 14,87 detik; 12,87 detik (resiko jatuh rendah) pada kelompok kontrol dan 20 detik (resiko jatuh tinggi); 17,71 detik; 15,42 detik; 13,14 detik (resiko jatuh rendah) pada kelompok perlakuan. Tandem exercise dan virtual reality exercise mampu mengatasi resiko jatuh pada usia lanjut.
Re-Scoring Skor Grid Hasil Docking Molekular Ligan Asli dari Protein Target T47D dan WiDr dengan Metode Skor GBSA-Hawkins-Zou dan Amber menggunakan Program DOCK6
Broto Santoso
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (583.791 KB)
Prediksi energi ikatan ligan protein dapat dilakukan dengan teknik komputasi. Model skoring kekuatan ikatannya ditentukan oleh software dan metode perhitungan yang menyertainya. Selain penggunaan dataset ligan pembanding dan pengumpan, ligan terpilih yang potensial dapat diuji dengan berbagai model skoring untuk mendekatkan hasil dengan kondisi yang sesungguhnya. Re-Scoring dalam penelitian ini ditujukan untuk memperoleh karakteristik hasil ikatan ligan protein terbaik di semua model skoring yang digunakan. Protein target yang memiliki mekanisme aksi molekular terhadap sel T47D dan WiDr telah diunduh dari www.rcsb.org. Sebanyak 36 protein terpilih telah dilakukan pemisahan untuk didapatkan protein dan ligan native yang telah ditambahkan hidrogen dan muatannya (Amber-ff14SB) menggunakan bantuan program UCSF Chimera dan layanan online dari Docking Blaster (http://blaster.docking.org). Semua ligan native telah dihitung nilai skor Gridnya menggunakan DOCK6 terhadap semua protein target. Nilai RMSD-h ligan menjadi acuan validasi konformasi ruang hasil docking dengan konformasi pengukuran kristalografi untuk masing-masing protein target. Masing-masing skor dan interaksi ligan protein yang dipilih terbaik divisualisasi dan dianalisis menggunakan PyMOL, PLIP, dan PoseView online. Skor Amber dan Hawkins telah diperoleh untuk semua ligan native, namun hanya 47,22% protein target yang mempunyai skor Zou terhadap ligan native-nya. Hasil pengukuran afinitas ikatan ligan native secara silang menunjukkan bahwa terdapat 61,11 dan 80,56 % protein yang nilai afinitas ikatan ligan native-nya lebih rendah dibandingkan dengan ligan native dari protein lainnya. Teknik re-scoring telah terbukti memberikan penilaian lebih baik dalam melakukan evaluasi afinitas ikatan ligan protein dan konformasi ruang ligan dalam binding site pocket setiap protein.
Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Post Operasi Craniotomi dengan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas di Ruang Intensif Care Unit (ICU)
S Sulasmi;
Isma Yuniar
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.765 KB)
Latar belakang Pada 3 pasien yang mengalami tindakan operasi craniotomy setelah dilakukan suction dengan tekanan 100 mmHg mengalami perubahan saturasi oksigen. Tindakan post Craniotomy adalah setelah dilakukannya operasi pembukaan tulang tengkorak untuk mengangkat tumor, mengurangi TIK, mengeluarkan bekuan darah atau menghentikan perdarahan, yang mengakibatkan penurunan kesadaran dan ketidakmampuan mengeluarkan secret di jalan nafas secara mandiri. Bersihan jalan nafas adalah ketidakmampuan membersihkan sekresi dan obstruksi dari saluran nafas, sehingga diperlukan tindakan suction dengan tekanan terendah 100 mmHg dalam 10 detik dengan memperhatikan adanya perubahan SPO2. Nilai saturasi oksigen 100 mmHg mengalami penurunan saturasi oksigen 2%. Tujuan: Menganalisis asuhan keperawatan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas yang diberikan pada klien pada pasien post operasi Craniotomy di ruang Intensive Care Unit Prof.Dr.Margono Soekardjo Purwokerto. Metode: Asuhan keperawatan pada 3 responden, suction tekanan 100 mmHg dalam 10 detik, pulse oximeter (SPO2) Hasil: Berdasarkan hasil observasi pada 3 pasien setelah dilakukan suction saturasi oksigen mengalami peningkatan, Tn.A SPO2 sebelum dilakukan suction 92% setelah suction menjadi 93%. Tn.R sebelum dilakukan suction 92% setelah dilakukan suction 93%. Tn.T sebelum dilakukan suction 89% setelah dilakukan suction 90%. Kesimpulan: Terdapat perubahan saturasi oksigen mengalami peningkatan sebelum dilakukan tindakan keperawatan dan setelah dilakukan tindakan keperawatan. Rekomendasi: Melakukan tindakan suction sesuai SOP dengan tekanan 100 mmHg dalam 10 detik.
Fenotipe Estrogen Reseptor Berdasarkan Usia dan Pekerjaan Pada Kanker Payudara Invasif
Yuni Prastyo Kurniati;
Ilmin Nafiah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (341.153 KB)
Pendahuluan: Kanker payudara Invasif tipe NST merupakan jenis yang paling banyak ditemukan. Faktor pekerjaan dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara, diantaranya adalah buruh dan,petani. Immunohistokimia adalah pemeriksaan yang diperlukan untuk memastikan klasifikasi molekuler kanker payudara. Tujuan: Mengetahui hubungan usia dan pekerjaan dengan fenotipe ER pada pasien kanker payudara invasif. Metode: penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel dari semua rekam medis pasien kanker payudara tipe NST dengan hasil imunohistokimia ER. Tehnik Purposive Sampling mendapatkan 61 sampel dengan menggunakan analisis data Chi-Square. Hasil: IHC ER terbanyak negatif, sebanyak 54,1%. Usia responden terbanyak berada pada level Post-menopouse (69,0%). Distribusi pekerjaan terbanyak adalah jenis pekerjaan mungkin berisiko (65,7%). Terdapat hubungan antara usia dengan status IHC ER dan terdapat hubungan pekerjaan dengan satus IHC ER, masing-masing dengan nilai p sama yakni 0.001. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dan pekerjaan dengan fenotipe molekuler ER pada kanker payudara invasif tipe NST.
Aplikasi Teknik Pernapasan Buteyko untuk Memperbaiki Pernapasan Diafragma pada Pasien dengan Sesak Napas di Ruang Gawat Darurat
Danur Kusuma Arini Putri;
Beti Kristinawati;
Tofik Hidayat
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.281 KB)
Latar Belakang: penyempitan saluran napas yang dialami oleh pasien asma dapat dikurangi dengan melatih control pause. Teknik control pause yang dapat digunakan adalah teknik pernapasan buteyko. Penerapan teknik pernapasan “buteyko” bertujuan untuk memperbaiki pernapasan diaphragma serta memberikan efek relaksasi bagi penderita. Metode: analisis masalah dilakukan untuk menggali informasi tentang efektifitas teknik pernapasan buteyko untuk memperbaiki pernapasan diafragma dan memberi efek relaksasi. Intervensi teknik pernapasan buteyko dilakukan pada 10 orang yang datang ke IGD yang telah dipilih berdasarkan criteria yang telah ditentukan. Pelaksanaan teknik pernapasan buteyko memiliki 3 sesi, yaitu sesi pertama tes bernapas control pause, sesi kedua pernapasan dangkal, sesi ketiga teknik gabungan yang dilakukan sekitar 15 menit. Hasil: hasil yang didapatkan pada penerapan teknik pernapasan buteyko menunjukkan hasil yang signifikan, dibuktikan dengan frekuensi pernapasan pasien menjadi lebih baik. Diskusi: teknik pernapasan buteyko yang dilakukan pada pasien sesak napas pada umumnya dan asma pada khususnya memberikan efek memperbaiki frekuensi pernapasan diafragma dan memberikan efek relaksasi yang menjadikan pasien lebih nyaman Kesimpulan: penerapan teknik pernapasan buteyko yang diaplikasikan pada pasien sesak napas memberikan manfaat memperbaiki pernapasan diafragma serta memberikan efek relaksasi sehingga dapat menurunkan peluang terjadinya sesak berulang.
Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Mekanisme Koping pada Mahasiswa Tingkat Akhir S1 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Kudus Tahun 2017/2018
Muhammad Purnomo;
S Subiwati;
Ella Mulimatur Rosidah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (100.328 KB)
Latar Belakang: Mekanisme koping adalah suatu proses adaptasi yang dilakukan oleh individu untuk menyelesaikan masalah, menyesuaikan diri dengan perubahan dan respon situasi yang mengancam bila mekanisme penanggulangan ini berhasil, maka individu dapat beradaptasi dan tidak menimbulkan suatu gangguan kesehatan, tetapi bila mekanisme koping gagal artinya individu gagal untuk beradaptasi serta dapat menimbulkan stress. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan mekanisme koping pada mahasiswa tingkat akhir S1 Keperawatan Stikes Muhammadiyah Kudus tahun 2017/2018. Metode: Jenis penelitian korelasi menggunakan simpel random sampling. Sampel 65 responden Mahasiswa. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner kecerdasan emosional dan kuesioner mekanisme koping. Uji hubungan penelitian ini menggunakan Chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian hubungan kecerdasan emosional dengan mekanisme koping pada mahasiswa tingkat akhir S1 Keperawatan Stikes Muhammadiyah Kudus dengan p value 0.000 (< 0.05). Kesimpulan: Ada hubungan kecerdasan emosional dengan mekanisme koping pada mahasiswa tingkat akhir S1 Keperawatan Stikes Muhammadiyah Kudus.
Gambaran Kepatuhan Perawat terhadap SPO Mutu Pelayanan Pasca Akreditasi dalam Upaya Peningkatan Produktifitas dan Efisiensi di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura
A Arniti;
P Prama;
R Rusmiati;
S Sulistiowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.714 KB)
Latar Belakang : Penerapan standar prosedur mutu pelayanan keperawatan pada prinsipnya adalah bagian dari kinerja dan prilaku individu dalam bekerja sesuai tugasnya dan biasanya berkaitan dengan kepatuhan Semua tindakan yang dilakukan oleh perawat baik itu tindakan mandiri keperawatan maupun tindakan kolaborasi dengan unit lain tertuang didalam Standar Prosedur Operasional (SPO). Agar peningkatan mutu dan keselamatan pasien dapat berjalan dengan baik, Direktur rumah sakit wajib mendorong pelaksanaan program peningkatan mutu keselamatan pasien, berupaya mendorong pelaksanaan budaya mutu dan keselamatan pasien, secara proaktif. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui hasil yang diperoleh selama kegiatan pemantauan berlangsung dan yang telah diselesiakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan tindakan selanjutnya dalam upaya peningkatan produktifitas dan efisiensi rumah sakit. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif verifikatif, waktu penelitian 2 bulan, tempat penelitian di ruang rawat inap umum RS. Islam Sukapura, sample penelitian 18 orang pada perawat klinis level II (masa kerja>3-6 Th), instrument yang digunakan berisi komponen SPO. Yang bertujuan untuk membuat gambaran secara sistematis factual dan akurat serta fenomena yang akan diselidiki untuk menghasilkan reomendasi untuk keperluan masa mendatang Hasil dan Pembahasan : Dari 18 responden perawat klinis level II terhadap kepatuhan SPO komunikasi efektif SBAR, yang di observasi hasil 63% yang melaksanakan komponen sesuai prosedur dan 37% yang tidak melaksanakan sesuai komponen prosedur. Kepatuhan kepatuhan SPO Pemasangan tanda resiko jatuh 82% yang melaksanakan komponen sesuai prosedur dan 18% yang tidak melaksanakan komponen sesuai prosedur. Kesimpulan : Tingkat kepatuhan SPO mutu pelayanan perawat klinis level II di RSIJ Sukapura dinilai cukup baik. Faktor yang berpengaruh adalah budaya,komitmen, yang belum merata dan sistem pengingat serta monitoring evaluasi yang tidak berjalan.
Pengembangan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja pada Kelompok Pusat Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja di SMP Muhammadiyah Purwokerto
E Etlidawati;
Kris Linggardini
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.971 KB)
Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Berdasarkan data dari UNICEF (2016) dimanan jumlah populasi remaja usia 10 – 19 tahun pada saat ini sebanyak 1,2 milyar atau 16 % dari jumlah populasi penduduk. Sifat remaja mempunyai rasa keinginantahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung resiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang.. Tujuan.kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi mempengaruhi prilaku remaja dalam mempertahankan kesehatan reprodukasinya . Metode dalam kegiatan desain penelitian deskriptif dengan desain one grup prepost – posttest. Penyuluhan ini diawali dengan pemberian questioner (pretest) oleh peneliti . Kemudian peneliti mengadakan penyuluhan dan diakhir kegiatan dilakukan posttest dengan kuisioner yang sama. Penyuluhan / edukasi ini dilakukan pada siswa/si SMP 1 Muhammadiyah Purwokerto yang mengikuti ekscul PMR yang sebagaian juga anggota PIK dengan jumlah 25. Pengambilan sampel dengan total sampling. Data dioleh dengan univariate untuk mengetahui gambaran pengetahuan siswa tentang reproduksi . data uji dengan uji hipotesis paired t test dan uji Wilcoxon. Nilai rata – rata pengatahuan siswa yang ikut EKs School PMR yang juga Pengurus Pusat Informasi kesehatan Reproduksi Remaja di SMP 1 Muhammadiyah Purwokerto tentang kesehatan reproduksi remaja sebelum diberikan pendidikan kesehatan reproduksi ialah rata – rata 68,6 dengan kategori rendah. Setelah dilakukan atau diberikan pendidikan kesehatan reproduksi nilai rata – rata menjadi 85,5 dengan kategori tinggi. Dengan edukasi berupa kegiatan penyuluhan dapat dinilai lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja yang terkait dengan kesehatan reproduksi.