cover
Contact Name
Qurani
Contact Email
bessequrani@unm.ac.id
Phone
+6281355777674
Journal Mail Official
st.aisyah@unm.ac.id
Editorial Address
Alamat redaksi : Jurusan PKK Fakultas Teknik Kampus UNM, Parangtambung Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Home Ec
ISSN : 19075081     EISSN : 27760081     DOI : -
HomeEc merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Makassar yang dikelola oleh jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik. Jurnal ini adalah media penuangan kajian dan hasil penelitian pendidikan dan non kependidikan berbagai bidang ilmu meliputi bidang pendidikan kesejahteraan keluarga, tata busana, tata rias, tata boga, gizi, pangan, pariwisata dan perhotelan. Jurnal HomeEC diharapkan dapat memberikan gambaran tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kesejahteraan keluarga.
Articles 121 Documents
PEMANFAATAN BERAS MERAH DAN ALPUKAT SEBAGAI LULUR UNTUK MELEMBABKAN KULIT BADAN nurul mutmainnah; Andi Nur Maida
HomeEC Vol 16, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.162 KB) | DOI: 10.2685/homeec.v16i2.25447

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengetahui (1) Proses pembuatan beras merah dan alpukat, (2) Teknik penggunaan lulur beras merah dan alpukat pada kulit badan, (3) Pendapat panelis terhadap hasil perawatan beras merah dan alpukat pada kulit badan. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah (1) Proses pembuatan prodak lulur beras merah dan buah alpukat sebelumya diolah melalui beberapa tahap yaitu beras merah setelah dicuci bersih lalu meniriskan sampai agak kering, kemudian disangrai, lalu haluskan menggunakan grinder untuk menghasilkan butiran scrub, tahap kedua proses pembuatan buah alpukat setelah memisahkan dari kulit, biji dan mengambil daging alpukat, haluskan daging alpukat menggunakan blender, lalu masak daging alpukat, tahap pencampuran bubuk beras merah dan krim alpukat. (2) Pada teknik penggunaan lulur beras merah dan alpukat setelah kedua bahan telah dicampur, bersihkan kulit klien, usapkan  lulur lalu diamkan 5-10 menit, bersihkan lulur lalu keringkan kulit badan menggunakan handuk. (3) Berdasarkan dari hasil penelitian pada treatment yang telah dilakukan selama 1 bulan kepada 6 orang responden terhadap prodak lulur beras merah dan alpukat menggunakan 2 perbandingan formula peneliti mendapatkan hasil tanggapan yang baik dari responden dan semua responden menyatakan bahwa lulur beras merah dan alpukat layak untuk digunakan sebagai lulur untuk perawatan kulit badan. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan prodak lulur beras merah dan alpukat, peneliti mendapatkan hasil terhadap perawatan badan, yang sebelumnya kedua bahan telah diolah melalui beberapa tahap dengan penggunaan pada anggota tubuh (tangan dan kaki) menggunakan 2 perbandingan formula dan Presponden menyatakan bahwa lulur beras merah dan alpukat layak untuk digunakan sebagai lulur perawatan kulit badan. Kata kunci -  Beras Merah, Alpukat, Lulur
Pengembangan Media Pembelajaran Modul Pembuatan Rok Cowl, Volant dan Twist berbasis Project Based Learning pada Mata Kuliah Draping vina ambarwati; Hamidah Suryani; St. Aisyah
HomeEC Vol 16, No 1 (2021): April
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.584 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui prosedur pengembangan modul pembelajaran pembuatan rok cowl, vollant dan twist berbasis project based learning pada mata kuliah draping, 2) Mengetahui kelayakan modul pembelajaran pembuatan rok cowl, vollant,dan twist berbasis project based learning, 3) Mengetahui respon mahasiswa terhadap modul pembelajaran pembuatan rok cowl, vollant,dan twist berbasis project based learning pada mata kuliah draping. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Reseach and Development). Prosedur penelitian terdiri tahap define (pendefinisian), design (perencanaan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Data diperoleh dari uji validitas terdiri dari ahli materi dan ahli desain, dan respondnyng tedi dari 15 mahasiswa yang sudah melulusi mata kuliah draping. Hasil penelitian adalah 1) penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan prosedur pengembangan 4-D terdiri dari tahap pendefinisian, perencanaan, pengembangan dan penyebaran, 2) perangkat pembelajaran berupa modul pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah draping yang dikembangkan berada pada kategori valid, sehingga modul pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses perkuliahan di Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 3) hasil analisis perhitungan angket respons mahasiswa, memberikan respons positif terhadap pengembangan modul pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah draping sehingga modul pembelajaran yang dikembangkan layak untuk  digunakan dalam proses perkuliahan di Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.  Kata kunci -  Modul, Draping, Reseach and Development, Project Based Learning
ANAK, MEDIA MASSA, DAN PORNOGRAFI Syamsidah Syamsidah
HomeEC Vol 10, No 1 NOV (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat silang pendapat  oleh para ahli  mengenai efek media massa khususnya pada anak. Ada yang menyebut bahwa media massa telah memberi kontribusi positif kepada anak, menambah pengetahuan (knowladge), merobah sikap mental  dan ahlak yang baik dan mendorong  untuk berprilaku yang positif. Dilain pihak sejumlah penelitian membuktikan  bahwa media massa bukan memberi kontribusi ke arah pro-sosial malah  justru anti sosial  bagi perkembangan anak. Pornografi merupakan salah satu yang memberi kontribusi negatif bagi tumbuh kembang anak, namun demikian tidak semua budaya sependapat dengan pernyataan itu. di negara-negara dimana agama tidak lagi menjadi bagian penting dalam kehidupan  masyarakat, pornografi dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja. Di Amerika Serikat pornografi sudah menjadi bagian hidup masyarakat, demikian populernya sehingga ia menjadi industri dan bisnis besar. Hiburan yang menampilkan keelokan tubuh wanita ini meraup uang  jauh lebih besar ketimbang bisnis pertunjukan olah raga bola paling populer (football, basketball, dan base-ball sekaligus). Bukan hanya itu, orang Amerika juga menghamburkan  dana lebih banyak untuk film porno dibanding nonton bioskop atau nonton pertunjukan seni lainnya. Kita berharap bahwa agama dan budaya yang kita miliki dapat  menjadi perisai sekaligus pengendali agar pornografi yang ditampilkan oleh media massa tidak meracuni anak-anak kita. Keywords  : Anak, Media Massa , Pornografi
PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DALAM MENYONGSONG DUNIA KERJA Gawarti .
HomeEC Vol 6, No 1 NOV (2008)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurusan PKK selain dipersiapkan sebagai  tenaga pendidik juga dibekali keterampilan untuk terjun ke masyarakat. Bahwa selengkap apapun peralatan yang dimiliki oleh sekolah dan setinggi apapun keahlian yang dimiliki oleh guru, kegiatan praktek di sekolah hanya bersifat tiruan atau simulasi. Padahal kegiatan yang bersifat simulasi tidak akan pernah menghasilkan keahlian yang berkualitas profesional. Jika dicermati secara benar maka kita akan menyadari bahwa banyak sekali perbedaan sistem nilai yang ada di Industri dan di Perguruan Tinggi. Seperti perilaku santai dalam praktek yang  menyangkut masalah nilai tidak dipakai dalam Industri, yang dipakai adalah kerja keras dan tepat waktu. Oleh karena itu ada beberapa hal yang kita dapat pahami secara bersama bahwa: (1) menyadari bahwa ada masalah yang dirasakan bersama dan dapat diidentifikasi didalam pendidikan, (2) komitmen bersama untuk memecahkan bersama , (3) adanya kepedulian bersama untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan mutu luaran/lulusan. (4) adanya tindak lanjut program kearah yang lebih baik, (5)  pengelolaan kelembagaan secara sistematis dengan pemanfaatan sarana dan kepakaran tenaga kependidikan yang ada pada jurusan. Kesimpulan : (1) Perguruan Tinggi mempunyai peran yang penting untuk menghasilkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas, dan terampil, kreatifitas dan inovatif. (2) Prospek Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dapat menjadikan harapan untuk menjadi wirausaha dalam memenuhi pasar kerja melalui peningkatan keterampilan dan kualitas mutu luaran/lulusan. Key Words: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Dunia Kerja
PENDEKATAN KURIKULUM GENDER DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Suraidah Hading
HomeEC Vol 9, No 1 PEB (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan kurikulum gender multikultural  dalam proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan keterlibatan Depdiknas sebagai pengambil kebijakan di bidang pendidikan, sekolah secara kelembagaan dan terutama guru. Dalam hal ini diperlukan standardisasi kurikulum, syllabus, program KTSP, media seperti buku ajar yang salah satu kriterianya adalah berwawasan gender. Selain itu, guru akan menjadi agen perubahan yang sangat menentukan bagi terciptanya kesetaraan gender dalam pendidikan melalui proses pembelajaran yang peka gender multikultural. Kesetaraan gender dalam proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan keterlibatan Depdiknas sebagai pengambil kebijakan di bidang pendidikan, sekolah secara kelembagaan dan terutama guru. Dalam hal ini diperlukan standardisasi kurikulum, syllabus, program KTSP, media seperti buku ajar yang salah satu kriterianya adalah berwawasan gender. Selain itu, guru akan menjadi agen perubahan yang sangat menentukan bagi terciptanya kesetaraan gender dalam pendidikan melalui proses pembelajaran yang peka gender. Menanamkan kesadaran gender melalui pendidikan multikultural diharapkan dapat membentuk manusia yang mampu menjunjung tingi demokrasi, menegakkan keadilan, menghapuskan deskriminasi, menegakkan hak dasar kemanusiaan, nilai keagamaan, multikultural dan keberagaman bangsa Indonesia. Proses peningkatan kualitas pendidikan multikultural tidak membuahkan hasil yang subtantif apabila partisipasi laki-laki dan perempuan tidak menjadi perhatian sejak dini. Upaya harus dilakukan secara sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan meliputi berbagai aspek. “Oleh karena itulah Aktivis Kemitraan Pendidikan Dasar Indonesia Australia atau Indonesia Australia Partnership In Basic Education (IAPBE) berupaya merangkum dan menerbitkan materi pelatihan pendidikan responsif gender. “Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) sudah menjadi isu yang sangat penting dan sudah Menjadi komitmen bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia sehingga seluruh negara menjadi terikat dan harus melaksanakan komitmen tersebut.   Key Words: Kurikulum, Gender, Pendidikan Multikultural
PENAMPILAN YANG MENARIK Andi Faridawati
HomeEC Vol 7, No 1 FEB (2009)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agar dapat memiliki penampilan yang menarik diperlukan: sikap mental dan fisik seperti luwes, jujur, penuh tenggang rasa, bertanggung jawab, menghormati dan memahami pendapat orang lain disertai dengan nada suara, tutur kata dan tegur sapa yang menarik, juga dengan sikap duduk, berdiri, berjalan dan menaiki tangga dengan baik. Pemilihan pakaian disesuaikan dengan bentuk badan, garis, tekstur, corak bahan dan warna. Pelengkap pakaian seperti tas, sepatu dan accessories lainnya disesuaikan dengan baju yang dikenakan. Tata rias wajah yang digunakan sesudah wajah dibersihkan ialah pelembab, alas bedak, bedak, pinsil alis, eye liner, mascara, rouge dan lipstik, semuanya juga disesuaikan dengan baju yang dikenakan.Key words : Penampilan  dan Menarik
PEMBUATAN BUSANA PESTA MUSLIMAH YANG DIMODIFIKASI DENGAN SARUNG TENUN KHAS BIMA Asiani Abu; Ernawati Ernawati; Hamidah Suryani
HomeEC Vol 17, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.846 KB) | DOI: 10.2685/homeec.v17i1.32799

Abstract

ABSTRAK - Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui. Proses pembuatan baju pesta muslimah dari sarung tenun khas bima, mulai dari pembuatan desain busana pesta muslimah langkah kerja busana pesta muslimah, teknik pembuatan busana pesta muslimah,sampai hasil pembuatan busana pesta muslimah. Spesifikasi produk yang diharapkan dalam rancangan ini adalah, model busana ini berbentuk gaun terusan dengan siluet A serta menggunakan teknik opnaisel yang menggunakan perpaduan kain organza dan sarung tenun khas bima, serta bagian lengannya menggunakan lengan lonceng, bahan yang digunakan adalah sarung tenun khas bima, kain organza, dan kain satin Roberto, warna yang digunakan adalah merah, kuning, putih, biru, hijau dan hitam, tekstur bahan pada busana ini adalah pada bahan utama yaitu kain satin Roberto kasar, sarung tenun khas bima lembut, organza lembut, motif yang digunakan pada busana ini adalah bunga samobo, garnitur yang digunakan pada busana ini adalah mutiara dengan warna hijau hitam. Hasil akhir busana pesta yang di buat menjadi busana pesta muslimah yang lebih modern dan elegan dengan memodifikasikan kain tenun yaitu : Proses pembuatan busana pesta muslimah ini dimulai dari pembuatan desain, busana ini berbentuk gaun terusan, dibagian badan menggunakan teknik opnaisel serta lengannya menggunakan lengan lonceng dan rok satu lingkaran penuh, kain yang digunakan untuk badan, rok, dan lengan yaitu kain satin roberto, kain organza, sarung tenun khas bima. Langkah kerja pembuatan busana mulai dari desain, persiapan alat dan bahan, pengambilan ukuran, pembuatan pola dasar dan pecah pola, pengguntingan, pemberian tanda, penjelujuran, serta proses menjahit dan pengepasan, Teknik pembuatan busana menggunakan teknik penyelesaian tailoring, Hasil busana pesta muslimah ini terdiri dari satu bagian dengan perpaduan warna merah, hijau, biru putih, kuning, dan hitam.Kata kunci: Baju pesta muslimah, Modifikasi, Sarung tenun
ANALISIS BUSANA MUSLIM SEBAGAI BUSANA POPULER MENOLAK MODERNISASI BUSANA YANG EROTIS Sitti Maryam
HomeEC Vol 8, No 1 NOV (2009)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan bangkitya Islam di seluruh dunia yang mulai pada tahun 1970’an, busana Muslim menjadi populer di Indonesia. Pada masa lalu, hubungan di antara agama Islam dan politik Indonesia kurang begitu harmonis.  Pemerintah mencoba menghambat dukungan agar syariah Islam dilaksanakan di Indonesia.  Akibatnya, penduduk Indonesia tidak suka fanatisme Islam.  Oleh karena itu, perempuan yang berbusana Muslim dianggap sebagai orang fanatik, dan berbusana Muslim dianggap sebagai perlawanan terhadap negara Indonesia.  Tetapi, suasana agama menjadi lebih terbuka sesudah kebangkitan Islam. Sejak saat itu semakin banyak perempuan yang berbusana Muslim.Ternyata berbusana Muslim sudah diterima oleh masyarakat dan sudah dianggap sebagai hal yang biasa.  Busana Muslim menjadi unsur kebudayaan populer di Indonesia, dan industri busana Muslim berkembang pesat.  Karena berbusana Muslim menjadi populer di Indonesia, ada orang yang berpendapat bahwa  keterkaitan agama dengan busana Muslim sudah hilang, tetapi ternyata pendapat ini tidak benar.  Orang-orang ini tidak menyadari bahwa seseorang bisa berbusana Muslim sambil mendapat kesenangan dari tindakan itu, dan kesenangan tidak harus memperkecil alasan agama.  Kalau meneliti industri busana, harus memahami semua lapis-lapis industri itu, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi busana Muslim. Profil-profil tentang orang yang membuat dan mendistribusikan busana Muslim misalnya perancang mode Islam, seorang tailor busana Muslim, dan pemilik toko busana Muslim  memberi informasi tentang industri busana Muslim di antara konteks agama, sosial, politik dan ekonomi di Indonesia.  Cara mengiklankan busana Muslim, melalui majalah, televisi dan koran tabloid dengan jelas memberi kesan bahwa perempuan teladan di Indonesia adalah perempuan yang berbusana Muslim. Dari profil-profil itu bisa mendapat gambaran yang lebih dari hanya sekedar industri busana Muslim saja, tetapi juga bisa menemukan pikiran perempuan yang berbusana Muslim tentang arti berbusana Muslim, motivasi pribadi dalam berbusana Muslim, dan apa maksud perempuan teladan di Indonesia.   Key words : Busana Muslim, Busana Populer, Modernisasi
FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESA MATTAROPURAE KECAMATAN AMALI KABUPATEN BONE Sukriati Firman
HomeEC Vol 10, No 1 NOV (2010)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Mattaropurae Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan populasi 412 orang, jumlah sampel sebanyak 103 orang yang dipilih berdasarkan tingkat umur. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada umumnya kebanyakan anak perempuan yang putus sekolah dan tingkat pendidikannya hanya sampai tingkat SD. Ada beberapa faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Mattaropurae Kecamatan Amali Kabupaten Bone. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulakan faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Mattaropurae adalah kurangnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan, faktor kenakalan remaja, faktor jarak yang jauh dan kurangnya transportasi serta faktor ekonomi lemah.   Keywords: Faktor penyebab , anak,  putus sekolah.
Pemanfaatan Sabut Kelapa Sebagai Pewarna Alami dengan Teknik Jumputan Menggunakan Fiksator Kapur Tohor pada Kain Katun Kurniati Kurniati; Urmila Karnia; Haerani Haerani
HomeEC Vol 16, No 1 (2021): April
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.435 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen bertujuan untuk mengetahui: 1) Proses pengolahan ekstraksi sabut kelapa menjadi pewarna alami; 2) Proses pembuatan teknik jumputan pada kain katun; 3) Hasil jadi pewarna alami sabut kelapa dengan teknik jumputan menggunakan fiksator kapur tohor pada kain katun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium PKK FT UNM dengan teknik pengumpulan data observasi, dan dokumentasi. Hasil  penelitian menunjukkan: (1) Pengolahan ekstrak warna dengan menyiapkan alat dan bahan, memotong kecil-kecil sabut kelapa dengan takaran 2.000 gram sabut kelapa dalam 10.000 ml air sampai menyusut menjadi 5.000 ml, ekstrak warna siap digunakan. (2) Proses pembuatan jumputan menggunakan teknik jelujur dan ikat benda. (3) Hasil jadi pewarna alami sabut kelapa dengan teknik jumputan menggunkan fiksator kapur tohor pada kain katun dengan menentukan kriteria warna yang dihasilkan, tekstur kain katun setelah menggunakan fiksator, ketajaman warna dan hasil motif jumputan pada kain dinyatakan sangat baik.    Kata kunci -  Sabut Kelapa, Jumputan, Fiksator Kapur Tohor, katun

Page 7 of 13 | Total Record : 121