cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Kualitas Teh Melati Dengan Campuran Bubuk Kulit Manggis Sebagai Inovasi Minuman Terbaru Aryandika , I Putu Gede Nanda; Muliadiasa , I Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i6.451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan keawetan teh melati dengan campuran ekstrak bubuk kulit manggis, biaya produksi yang digunakan dalam pembuatan teh melati dengan campuran bubuk ekstrak kulit manggis, harga jual yang sesuai dan minat beli konsumen terhadap produk teh melati dengan campuran ekstrak bubuk. kulit manggis. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif, yang menggambarkan kualitas organoleptik dan biaya produksi pembuatan teh melati dengan campuran bubuk kulit manggis. Hasil uji organoleptik kualitas menyimpulkan bahwa kualitas teh melati dengan campuran bubuk kulit manggis berasa manis, sangat harum, tekstur cukup cair dan warna kurang cerah. Biaya produksi yang dibutuhkan adalah Rp 3.630,- untuk satu gelas atau 150 ml teh dengan campuran bubuk ekstrak kulit manggis. Pada uji minat beli konsumen, 95% panelis tertarik untuk membeli produk ini. This study aims to determine the quality and durability of jasmine tea with a mixture of mangosteen peel powder extract, production costs used in making jasmine tea with a mixture of mangosteen peel extract powder, suitable selling prices and consumer buying interest in jasmine tea products with a mixture of powdered extracts. mangosteen peel. The analytical technique used is quantitative analysis, which describes the organoleptic quality and production costs of making jasmine tea with a mixture of mangosteen peel powder. The results of the organoleptic test showed that the quality concluded that the quality of jasmine tea with a mixture of mangosteen peel powder was sweet in taste, very fragrant, quite liquid in texture and less bright in color. The production cost required is IDR 3,630, - for one glass or 150 ml of tea with a mixture of mangosteen peel extract powder. In the consumer buying interest test, 95% of the panelists are interested in buying this product.
Kualitas Selai Kulit Semangka Dengan Penambahan Extrak Bunga Mawar Amertyasih , Ketut Asri; Muliadiasa, I Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i6.452

Abstract

Kulit Semangka belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat bahkan sebagian besar dibuang begitu saja. Limbah semangka yaitu kulit semangka dapat digunakan secara optimal menjadi sebuah produk yang bermanfaat di tengah pandemic covid 19 saat ini menjadi sebuah produk selai dengan penambahan extrak bunga mawar yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pewarna alami yang aman untuk dikonsumsi serta banyak memiliki manfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas selai kulit semangka dengan selai kulit semangka yang ditambahkan extrak bunga mawar dan menciptakan sebuah inovasi baru dalam pembuatan selai. Tempat penelitian di Gianyar, waktu penelitian bulan Februari- Juli 2022. Jenis Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan 2 perlakuan yaitu P1 (100% kulit semangka), P2 (50% kulit semangka 50% extrak bunga mawar) dengan menggunakan 30 orang panelis. Hasil dari penelitian dari minat masyarakat terhadap hasil jadi selai kulit semangka dinilai dari 30 panelis mendapatkan total skor ditinjau dari segi warna 77 skor, aroma 74 skor, rasa 96 skor, tekstur 120 skor dan daya minat 420 skor. Sedangkan Selai kulit semangka dengan penambahan extrak bunga mawar memperoleh skor lebih tinggi yaitu dari segi warna 120 skor, aroma 108 skor, rasa 127 skor, tekstur 120 skor dan daya minat 462 skor. Daya tahan selai kulit semangka dan selai kulit semangka dengan penabahan extrak bunga mawar memiliki daya tahan yang sama yaitu dapat bertahan selama 1 bulan di dalam lemari pendingin (kulkas) demgan kualitas masih baik dan dapat bertahan selama 1 minggu di suhu ruangan berkisar antara 18oC- 23oC. Watermelon peel has not been used optimally by the community, even most of it is thrown away. Watermelon waste, namely watermelon skin, can be used optimally into a useful product in the midst of the covid 19 pandemic, which is currently a jam product with the addition of rose flower extract which is rarely used by the public as a natural dye that is safe for consumption and has many health benefits. This study aims to determine the difference in the quality of watermelon rind jam with watermelon rind jam with rose extract added and create a new innovation in making jam. The research location is in Gianyar, the research time is February-July 2022. This type of research uses an experimental research type with 2 treatments, namely P1 (100% watermelon rind), P2 (50% watermelon rind 50% rose flower extract) using 30 panelists. The results of the research on public interest in the results of watermelon rind jam were assessed from 30 panelists getting a total score in terms of color 77 scores, aroma 74 scores, taste 96 scores, texture 120 scores and interest 420 scores. Meanwhile, watermelon rind jam with the addition of rose extract obtained a higher score, namely in terms of color 120 scores, aroma 108 scores, taste 127 scores, texture 120 scores and interest 462 scores. The durability of watermelon rind jam and watermelon rind jam with the addition of rose flower extract has the same durability, which can last for 1 month in the refrigerator (refrigerator) with good quality and can last for 1 week at room temperature ranging from 18oC-23oC .
Perbandingan Kualitas Sponge Cake Berbahan Dasar Tepung Terigu dan Tepung Porang Hartati , Miftahul Jannah; Sudiarta , I Nyoman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i6.453

Abstract

Kebiasaan masyarakat indonesia yang cukup gemar mengonsumsi sponge cake semakin membuat eksestensi sponge cake semakin melejit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan kualitas sponge cake berbahan dasar tepung porang dan tepung terigu dari segi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan mixed method. Data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi dan kuisioner. Sedangkan data kuantitatif diperolehndari hasil uji organoleptic menggunakan uji Mann-Whitney. Penalis dari penelitian ini terdiri dari 20 orang masyarakat biasa dan 10 orang chef. Berdasarkan uji organoleptic melalui uji Man-Whitney didapatkan hasil bahwa dari segi aroma dan rasa menunjukan tidak ada perbedaan yang nyata antara sponge cake berbahan dasar tepung porang dan sponge cake berbahan dasar tepung terigu. Dari segi warna dan tekstur terdapat perbedaan yang nyata antara sponge cake berbahan dasar tepung porang dan sponge cake berbahan dasar tepung terigu. The habit of Indonesian people who are quite fond of consuming sponge cake increasingly makes the existence of sponge cake skyrocket. This study was conducted to compare the quality of sponge cake made from porang flour and wheat flour in terms of color, aroma, taste, and texture. The type of research used is experimental research with mixed method. Qualitative data obtained from observations and questionnaires. While quantitative data were obtained from the results of organoleptic tests using the Mann-Whitney test. The authors of this study consisted of 20 ordinary people and 10 chefs. Based on the organoleptic test through the Man-Whitney test, the results showed that in terms of aroma and taste there was no significant difference between sponge cake made from porang flour and sponge cake made from wheat flour. In terms of color and texture, there are significant differences between sponge cake made from porang flour and sponge cake made from wheat flour.
Olahan Buah Anggur Hitam Lokal Menjadi Selai Depiyani , Ni Kadek; Muliadiasa , I Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i6.454

Abstract

Olahan anggur hitam lokal menjadi selai adapun tujuan dari penelitian anggur hitam sebagai selai adalah untuk mengetahui kualitas selai yang berbahan dasar anggur hitam dari segi rasa,aroma,warna dan tekstur, kemudia untuk mengetahui daya tahan serta menganalisis biaya yang diperlukan dalam pembuatan selai anggur hitam. Pendekata penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, penelitian eksperimen ini dilakukan dengan membuat selai anggur hitam, kemudian diuji oleh 30 panelis dengan tes organoleptik, observasi dan analisis biaya. Hasil penelitian ini berupa kualitas selai anggur hitam adalah enak dari segi rasa, beraroma sedap, tekstur yang lembut serta memiliki penampilan yang menarik. Dari hasil uji daya tahan selai anggur hitam, mampu bertahan selama 2 bulan dengan kualitas masih baik di dalam lemari pendingin (kulkas) dan dapat bertahan di suhu ruangan 20o -25 o selama 2 minggu dengan kualitas masih baik. Harga jual produk adalah Rp 16.675. Processed local black grapes into jam. The purpose of the research on black grapes as jam is to determine the quality of jam made from black grapes in terms of taste, aroma, color and texture, then to determine the durability and analyze the costs required in making black grape jam. The research approach used is experimental research, this experimental research was conducted by making black grape jam, then tested by 30 panellists with organoleptic tests, observation and cost analysis. The results of this study are the quality of black grape jam is delicious in terms of taste, delicious aroma, soft texture and has an attractive appearance. From the results of the durability test of black grape jam, it can last for 2 months with good quality in the refrigerator (refrigerator) and can survive at room temperature 20o -25o for 2 weeks with good quality. The selling price of the product is Rp. 16,675.
Perbandingan Kualitas Roti dengan Menggunakan Mother Dough dan Instant Yeast Anggreni , Ni Made Alit; Kuntariati , Utik
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i6.459

Abstract

Roti adalah hasil dari pencampuran tepung dan air yang difermentasikan menggunakan bahan pengembang seperti instant yeast dan mother dough. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan pengembang pada roti yang menggunakan mother dough dengan instant yeast dari segi rasa, aroma, warna dan tekstur serta untuk mengetahui analisis cost roti yang menggunakan mother dough dengan roti yang menggunakan instant yeast. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Dengan data yang diperoleh dari hasil observasi dan kuesioner. Sedangkan data kuantitatif di peroleh dari organoleptik. Panelis dari penelitian ini terdiri dari 20 orang yaitu 10 orang chef dan 10 orang masyarakat biasa. Berdasarkan uji organoleptik dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata dari segi aroma pada roti menggunakan mother dough dan roti yang menggunakan instant yeast. Sedangkan dari segi warna, rasa dan tekstur dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang nyata pada roti menggunakan mother dough dan instant yeast. Bread is the result of mixing flour and water which is fermented using a developer such as instant yeast and mother dough. This study aims to determine the effect of the developer on bread using mother dough with instant yeast in terms of taste, aroma, color and texture and to determine the cost analysis of bread using mother dough with bread using instant yeast. The research method used is experimental. With data obtained from observations and questionnaires. While quantitative data obtained from organoleptic. The panelists of this study consisted of 20 people, namely 10 chefs and 10 ordinary people. Based on the organoleptic test, it can be concluded that there is no significant difference in terms of aroma in bread using mother dough and bread using instant yeast. Meanwhile, in terms of color, taste and texture, it can be said that there is a significant difference in bread using mother dough and instant yeast.
Kualitas Nastar dari Komponen Tanaman Sirsak Berupa Daun dan Buah Dewi , Ni Made Ayu Wija Kusuma; Purnaya , I Gusti Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i6.460

Abstract

Kualitas nastar dari komponen tanaman sirsak berupa daun dan buah merupakan penelitian eksperimen. Serat salah satunya adalah daun sirsak, serat memiliki sifat positif bagi tubuh. Tanaman ini sangat mudah untuk dibudidayakan di wilayah Indonesia akan tapi pemanfaatnya sangat kurang. Oleh karena itu sangat untuk dimanfaatkan sirsak di bagian daun dapat dikembang untuk menjadi suatu produk makanan olahan. Nastar termasuk makanan yang popular saat hari besar tiba. Kandungan serat pada nastar kurang optimal sehingga dilakukan variasi campuran tepung pada nastar untuk menambahkan serat dan cita rasa baru pada nastar. Buah atau daging buah sirsak sangat bagus dijadikan olahan selai dikarenakan kandungan 82% air pada buah sirsak. Penelitian ini untuk mengetahui hasil sifat fisik nastar eksperimen terhadap masyarakat, uji organoleptik, daya tahan dan pengeluaran biaya untuk melakukan penelitian pada nastar dari komponen tanaman sirsak berupa daun dan buah. Jenis penelitian ini merupakan jenis eksperimen dengan rancangan acak sederhana dengan data sifat fisik dan kadar serat yang dianalisis secara deskriptif. Jadi berdasarkan hasil rekap data bahwa nastar dari komponen tanaman sirsak berupa daun dan buah skor 486 pada indikator rasa, tekstur, warna, dan aroma. Daun dan buah sirsak dalam pembuatan nastar dapat dekembangkan secara maksimal oleh semua masyarakat. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan oleh peneliti. Biaya produksi dari nastar dari komponen tanaman sirsak berupa daun dan buah sebesar Rp 52.000 dan menghasilkan 30 pcs dengan harga Rp 2000 per pcs dengan berat 15 gram. The quality of nastar from soursop plant components in the form of leaves and fruit is an experimental study. One of the fibers is soursop leaves. Fibers have positive properties for the body. Soursop plants are easy to cultivate in Indonesia, but the utilization of the leaves is still lacking. Therefore, soursop leaves can be developed into flour to mix in food. Nastar is a popular food when Eid arrives. However, the fiber content in the nastar was not optimal, so variations in the mixture of flour and soursop leaves were made in the nastar to add fibre value and taste to the nastar. Soursop fruit can be used as jam because the water content in soursop fruit is quite high, which is around 82%, and the flesh in soursop fruit is very good for processed jam products. To find out the people's preference for nastar experimental results. This study aims to determine the physical properties, organoleptic, durability and food cost of nastar from soursop plant components in the form of leaves and fruit. This type of research is quasi-experimental with a simple randomized design. Data on physical properties and fiber content were analyzed descriptively. So, based on the results of the data recap, nastar from soursop plant components in the form of leaves and fruit scores 486 on indicators of taste, texture, color, and aroma. Soursop leaves and fruit in making nastar can be developed optimally by all people. Based on the results of calculations carried out by researchers. The production cost of nastar from soursop plant components in the form of leaves and fruit is Rp. 52,000 and produces 30 pcs at a price of Rp. 2000 per pcs with a weight of 15 grams.
Es Krim Dengan Bahan Dasar Susu Kuda Liar Bay , Thomas Daniel Riwu; Febianti , Febianti
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i6.461

Abstract

Es krim merupakan salah satu produk pastry yang sangat disukai semua kalangan baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Pada umumnya es krim terbuat dari susu sapi, dan kedelai namun dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk menggunakan susu kuda liar sebagai bahan dasar pembuatan Es krim. Peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif untuk menganalisa data tes organoleptik dan biaya produksi yang akan dinilai oleh 15 panelis. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas es krim berbahan dasar susu kuda liar mendapatkan respon dari segi rasa dengan kategori enak, dari segi aroma dengan kategori cukup harum, dari segi tekstur dengan kategori lembut, dari segi warna dengan kategori cukup menarik. Untuk biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan es krim berbahan dasar susu kuda liar sebanyak 1 resep yang dihitung dari dari fix cost dan variable cost adalah Rp.85.700 dengan harga jual untuk 1 cup adalah Rp. 5.713. Ice cream is one of the most popular pastry products for all ages, both children, teenagers, and adults. In general, ice cream is made from cow's milk, and soy, but in this study, researchers are interested in using wild horse milk as the basic ingredient for making ice cream. Researchers used quantitative descriptive analysis techniques to analyze organoleptic test data and production costs which would be assessed by 15 panelists. The results of this study can be concluded that the quality of ice cream made from wild horse milk gets a response in terms of taste with a delicious category, in terms of aroma with a fairly fragrant category, in terms of texture with a soft category, in terms of color with a pretty attractive category. For the cost needed to make ice cream based on wild horse milk as much as 1 recipe which is calculated from the fixed cost and variable cost is Rp. 85,700 with the selling price for 1 cup is Rp. 5,713.
Analisis Strategi Menu Engineering dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Restaurant Astina , Made Arya; Putra , Ida Bagus Wijaya Dharma; Arnawa , I Gusti Made Suka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i6.464

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk membantu pihak manajemen dalam mengevaluasi dan menganalisis menu a’la carte menggunakan metode menu engineering. Pihak manajemen belum menerapkankan analisis menu menggunakan metode tersebut, sehingga pendapatan kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi menu, dan diikuti dengan strategi untuk menindak lanjuti menu dengan klasifikasi tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di The Sayan House Restaurant yang dilaksanakan pada bulan Maret 2021 –Juni 2021, dengan menggunakan sales history dari bulan Desember 2020 – Februari 2021. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh sebanyak 38 item menu. Data dikumpulkan dari wawancara dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis menu engineering, sehingga mendapatkan klasifikasi menu yaitu star, plow horse, puzzle, dan dog. Hasil penelitian menunjukkan dari 38 item menu yang dianalisis, 16 diantaranya dikategorikan star, 10 diantaranya dikategorikan plow horse, 5 diantaranya dikategorikan puzzle, dan 7 diantaranya dikategorikan dog. Berdasarkan hasil analisis tersebut dan menyikapi masing-masing klasifikasi menu, diperlukan strategi dan tindak lanjut untuk setiap klasifikasinya, serta melakukan evaluasi menu secara rutin oleh pihak manajemen The Sayan House Restaurant. This research was conducted to assist management in evaluating and analyzing a'la carte menu usingthe menu engineering method. The management has not implemented menu analysis using that method, so the revenue is less than maximum. This study aims to know the classification of the menu, and followed by a strategy to follow up the menu with that classification. This research was conducted at The Sayan House Restaurant conducted in March 2021 – June 2021, using sales history from December 2020 – February 2021. This type of research is descriptive qualitative and quantitative. The study used saturated samples of 38 menu items. The data is collected from interviews and documentation studies, then analyzed using engineering menu analysis techniques, to obtain menu classifications namely star, plow horse, puzzle, and dog. The results showed from 38 menu items analyzed, 16 of them were categorized as a star, 10 of them were categorized as a plow horse, 5 of them were categorized as a puzzles, and 7 of them were categorized as a dogs. Based on the results of the analysis and addressing each menu classification, strategy and follow-up for each classification are required, as well as conducting regular menu evaluations by the management of The Sayan House Restaurant.
Persepsi Karyawan Food and Beverage Service Terhadap Program Pelatihan di Hotel Fairmont Sanur Beach Puspitasari , Ni Made Ega; Paramitha, Made Widya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i6.465

Abstract

Dalam sebuah perusahaan SDM merupakan salah satu aset penting didalamnya. Pengembangan SDM melalui pelatihan sangat penting untuk menunjang keberlangsungan dari suatu perusahaan. Persepsi karyawan mengenai pelatihan juga tidak kalah penting, untuk mengetahui apa yang karyawan pikirkan tentang pelatihan tersebut dan apakah karyawan mendapatkan feedback dari perusahaan setelah mendapatkan pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi karyawan food and beverage service terhadap program pelatihan yang diterapkan di hotel Fairmont Sanur Beach Bali. Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dengan menggunakan judul Persepsi Karyawan Food and Beverage Service Terhadap Program Pelatihan di Hotel Fairmont Sanur Beach Bali. Penulis melakukan penelitian dari bulan Maret-Juni 2020. Penulis melakukan penyebaran kuesioner dengan cara online dikarenakan kondisi yang tidak mendukung. Kuesioner tersebut berisi mengenai pelatihan yang diterapkan di hotel Fairmont Sanur Beach Bali dan persepsi karyawan. Dari hasil kuesioner tersebut penulis mendapatkan hasil mengenai persepsi karyawan yang positif terhadap pelatihan yang diterapkan di Hotel Fairmont Sanur Beach Bali. In a company, human resource is one of the important assets in it. Human resource development training is very important to support the sustainability of a company. Employee perceptions of training are equally important, to find out what employees think about the training and whether employees get feedback from the company after receiving training. The purpose of this study is to determine the perceptions of food and beverage service employees towards the training program implemented at the Fairmont Sanur Beach Bali hotel. The author conducted research using data collection techniques through questionnaires using the title Food and Beverage Service Employee Perceptions of the Training Program at the Fairmont Hotel Sanur Beach Bali. The author conducted research from March to June 2020. The author distributed questionnaires online due to unfavorable conditions. The questionnaire contains training implemented at the Fairmont Sanur Beach Bali hotel and employee perceptions. From the results of the questionnaire, the authors obtained results regarding positive employee perceptions of the training implemented at the Fairmont Sanur Beach Bali Hotel.
Strategi Pemasaran Cafe Monkey Cave Espresso Pada Era New Normal Sinaga , Firman; Hendri , Angelia; Praminatih , Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.466

Abstract

Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor IFAS dan EFAS dengan menggunakan analisis SWOT di Monkey Cave Espresso Ubud. Jenis data yang digunakan yaitu data kuatitaif dan kualitatif. Yang merupakan data kualitatif dari penelitian ini adalah strategi pemasaran dan sejarah Monkey Cave Espresso dan yang merupakan data kuantitatif adalah kuisioner IFAS dan EFAS serta harga produk di Monkey Cave Espresso Ubud. Data sekunder diperoleh dari internet, media sosial dan kerabat sedangkan data primer diperoleh dari hasil obeservasi, kuisioner dan wawancara mengenai indikator-indikator yang dirumuskan dalam penelitian ini serta hasil dari pemberian bobot dan rating IFAS dan EFAS. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, analisis SWOT, IFAS, EFAS, kuadran dan matriks SWOT. Berdasarkan hasil dari analisis SWOT, Hasil dari analisis IFAS dan EFAS di Monkey Cave Espresso Ubud yaitu berada pada koordinat X=0,6 dan koordinat Y= 0,17 atau berada kuadran 2 (diversifikasi) yang artinya Monkey Cave Espresso Ubud menghadapi beberapa ancaman perusahaan, maupun strategi pemasaran namun Monkey Cave Espresso masih memiliki kekuatan dari segi internal. Jadi, fokus dari Monkey Cave Espresso adalah dengan memaksimalkan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang. Monkey Cave Ubud disarankan untuk merubah strateginya untuk lebih memaksimalkan strategi pemasaran melalui Digital Marketing, Endorsement dan WOM (Word Of Mouth) yang berbasis MLM (Multi Level Marketing) hal ini dapat disimpulkan karena dilihat dari target pasar yang dimiliki sebagian besar adalah para generasi Z yang sangat aktif di media sosial atau dunia maya. The result of this research is to analyze the IFAS and EFAS factors by using SWOT analysis at Monkey Cave Espresso Ubud. The types of data used are quantitative and qualitative data. The qualitative data from this research is the marketing strategy and history of Monkey Cave Espresso and quantitative data is the IFAS and EFAS questionnaires and product prices at Monkey Cave Espresso Ubud. Secondary data was obtained from the internet, social media and relatives while primary data was obtained from the results of observations, questionnaires and interviews regarding the indicators formulated in this study as well as the results of weighting and rating of IFAS and EFAS. The data analysis technique used is descriptive qualitative method, SWOT analysis, IFAS, EFAS, quadrant and SWOT matrix. Based on the results of the SWOT analysis, the results of the IFAS and EFAS analysis at Monkey Cave Espresso Ubud are located at coordinates X = 0.6 and coordinates Y = 0.17 or are in quadrant 2 (diversification) which means Monkey Cave Espresso Ubud faces several corporate threats. , as well as marketing strategies, but Monkey Cave Espresso still has internal strength. So, the focus of Monkey Cave Espresso is to maximize its strengths to take advantage of opportunities. Monkey Cave Ubud is advised to change its strategy to further maximize its marketing strategy through Digital Marketing, Endorsement and WOM (Word Of Mouth) based on MLM (Multi Level Marketing). very active on social media or cyberspace.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue