cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Kualitas Sari Jahe Sebagai Bahan Pembuatan Puding Wijaya , Pande Made Krisna Angga; Mariani , Ni Wayan Rena
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.484

Abstract

Puding merupakan hidangan penutup yang banyak digemari orang dimana hidangan ini memiliki tekstur kenyal dan rasa yang manis. Puding pada umumnya terbuat dari susu dan bahan pengental seperti gelatin, bubuk agar- agar, kuning telur serta bahan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas puding dengan penambahan sari jahe yang dinilai dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur. Jahe merupakan salah satu tanaman rempah yang memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh karena menjadi salah satu rempah yang memiliki kandungan antioksidan. Selain itu jahe juga memiliki minyak atsiri yang berkhasiat untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan mekanisme kuisioner dan observasi. Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan menunjukan bahwa puding jahe memiliki warna yang Menarik, aroma yang Kuat, Rasa yang Enak serta tekstur yang Lembut. Dan daya tahan puding jahe yang disimpan pada lemari pendingin bertahan selama 1 minggu. Pudding is a dessert that many people like where this dish has a chewy texture and a sweet taste. Puddings are generally made from milk and thickening agents such as gelatin, gelatin powder, egg yolks and other ingredients. The purpose of this study was to determine the quality of pudding with the addition of ginger juice which was assessed in terms of color, aroma, taste and texture. Ginger is one of the spice plants that has good properties for the health of the body because it is one of the spices that contains antioxidants. In addition, ginger also has essential oils that are efficacious to prevent and treat various diseases. This type of research is experimental research, with the data sources used are primary data and secondary data. The data collection method used is a questionnaire and observation mechanism. The results of the research that has been done show that ginger pudding has an attractive color, strong aroma, delicious taste and soft texture. And the durability of the ginger pudding stored in the refrigerator lasts for 1 week.
Kualitas Starter Sourdough dengan Penambahan Sari Salak Nataresa , I Wayan Bayu Banen; Kuntariati , Utik
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.486

Abstract

Starter sourdough adalah salah satu olahan ragi alami yang dibuat dari produk tepung, dan air. Penelitian bertujuan guna memahami kualitas starter sourdough dengan penambahan sari salak. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian yaitu metode penelitian kuantitatif, kualitatif dengan jenis penelitian eksperimental dan teknik pengumpulan data yang dilakukan secara observasi juga kuesioner. Dalam menentukan kualitas dari starter sourdough dengan penambahan sari salak dinilai dengan menggunakan teknik uji organoleptik yang diujikan kepada 30 responden yang mendapatkan hasil penelitian bahwa starter sourdough dengan penambahan 100% sari salak (P1) memiliki kualitas keunggulan dibagian tekstur yang sangat lembut. Dalam aspek rasa dan aroma, sourdough dengan penambahan sari salak atau tanpa penambahan sari salak memiliki keunggulannya masing masing dari setiap responden. Starter sourdough is one of the natural yeast preparations made from flour and water products. The purpose of this study was to determine the quality of starter sourdough with the addition of snakefruit juice. The research method applied in this study is a qualitative, quantitative research method with the type of experimental research and data collection techniques carried out by observation as well as questionnaires. In determining the quality of starter sourdough with the addition of snakefruit juice, it was assessed using an organoleptic test technique that was tested on 30 respondents who got the results that sourdough starter with the addition of 100% salak juice (P1) had superior quality in the very soft texture. In terms of taste and aroma, sourdough with the addition of snakefruit juice or without the addition of salak juice has its own advantages from each respondent.
Prosedur Penyimpanan Dressing di The Finns Beach Club Wiyanto , Verrel Geraldy; Rinayanthi , Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.487

Abstract

Ketatnya persaingan bisnis yang terjadi menuntut pengusaha pada sektor pariwisata harus mempertahankan loyalitas pelanggan demi keberlangsungan usahanya. Keberadaan wisata memunculkan potensi usaha bisnis yang sangat terbuka bagi seluruh pihak di Bali. Salah satu jenis wisata yang digemari oleh wisatawan asing maupun lokal adalah Beach Club. Beach Club yang cukup terkenal di Bali adalah The Finns Beach Club. Dimasa pandemic Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), The Finns Beach Club berupaya untuk memutus rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada sektor pariwisata dengan menerapkan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau yang biasa di kenal dengan CHSE. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi, fasilitas peralatan, serta prosedur dan teknik penyimpanan Dressing yang digunakan di The Finns Beach Club. Responden dalam penelitian ini adalah chef atau staff yang bertugas pada saat peneliti melakukan pengamatan di The Finns Beach Club berjumlah 3 (tiga) orang. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif yang pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) The Finns Beach Club Canggu, Bali menggunakan teknik FIFO (First In First Out), (2) Kondisi dan Fasilitas yang di gunakan untuk menyimpan Dressing sangat baik dan memadai untuk menjaga kualitas Dressing agar tetap fresh saat akan di gunakan, (3) Dalam pengelolaan Dressing, The Finns Beach Club telah menerapkan 7 (tujuh) prinsip HACCP. Dilihat dari hasil penelitian tersebut, The Finns Beach Club Canggu telah memberikan pelayanan yang sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) guna menjaga kualitas dari produk yang akan disajikan kepada para customers. For the sake of business continuity, entrepreneurs in the tourism industry must preserve client loyalty due to the intense commercial competition. In Bali, the presence of tourism increases the potential for a very open business environment for all stakeholders. The Beach Club is a style of tourism that is enjoyed by both foreign and local tourists. The Finns Beach Club is the most famous beach club in Bali. The Finns Beach Club aims to break the chain of transmission of Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) in the tourism industry by applying Cleanliness (Cleanliness), Health (Health), Safety (Security), and Environmental Sustainability (Environmental Sustainability) or CHSE. This study intends to examine The Finns Beach Club's circumstances, equipment amenities, and dressing storage procedures and techniques. The three respondents in this study were cooks or personnel on duty at The Finns Beach Club when researchers conducted their observations. Utilizing interview, observation, and documentation approaches, a qualitative research methodology is employed to acquire data. The results indicated that (1) The Finns Beach Club Canggu, Bali followed the FIFO (First In First Out) method, and (2) the conditions and facilities used to store the dressings were extremely good and adequate to retain the dressings' quality and keep them fresh until they were delivered to the store. The Finns Beach Club has applied seven HACCP concepts in clothing management. The Finns Beach Club Canggu has adhered to the Standard Operating Procedure (SOP) in order to preserve the quality of the items that will be delivered to consumers, based on the findings of the research.
Pemanfaatan Buah Sukun Sebagai Bahan Tambahan Dalam Pembuatan Daging Imitasi Nurjana , I Made Bima Bramastha; Pambudi , Bondan
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.488

Abstract

Daging merupakan salah satu sumber protein hewani yang umum dikonsumsi oleh hampir seluruh msyarakat di dunia. Pada zaman sekarang, daging pun juga bisa dibuat penggantinya yaitu berupa daging imitasi (Seitan). Seitan merupakan produk pengganti daging yang terbuat dari gluten dan air. Penulis menambahkan buah sukun dalam proses pembuatan seitan untuk meningkatkan kualitas dari daging imitasi (seitan). Buah sukun yang bernama latin Artocarpus Altilis dipilih karena tingginya kadar protein yang terkandung per 100 Gr buah sukun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas Seitan yang ditambahkan buah sukun ditinjau dari segi rasa, aroma, tekstur, dan warna. Kualitas akan diukur berdasarkan uji organoleptik oleh 20 orang panelis. Berdasarkan hasil tes, seitan dikatakan baik apabila memenuhi kriteria dari segi rasa cukup gurih, aroma cukup harum, tekstur cukup padat dan lembut, dan berwarna coklat gelap. Berdasarkan uji daya tahan, seitan mampu bertahan selama 3 hari dalam lemari pendingin. Berdasarkan analisis biaya, total biaya yang dikeluarkan dalam penelitian ini adalah Rp. 54.783,-. Meat is a source of animal protein that is commonly consumed by almost all people in the world.. In today's era, meat can also be made a substitute, its called artificial meat (Seitan). Seitan is a meat substitute product for vegans. Artificial meat (seitan) is made from wheat gluten and water. the authors added breadfruit in the process of making seitan to improve the quality of artificial meat (seitan). Breadfruit, which has the Latin name Artocarpus altilis, was chosen because of the high protein content per 100 g of breadfruit. The purpose of this study was to determine the quality of Seitan with breadfruit added in terms of taste, aroma, texture, and color. Quality will be measured based on organoleptic test by 20 panelists. Based on the test results, seitan is said to be good if it meets the criteria in terms of quite savory taste, quite fragrant aroma, quite dense and soft texture, and dark brown in color. Based on durability tests, seitan can last up to 3 days in the refrigerator. Based on the cost analysis, the total cost incurred in this study is Rp. 54,783,-.
Kualitas Kue Lumpur Berbahan Campuran Ubi Jalar Cilembu Apriadi , Gede; Ekasani , Kadek Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.489

Abstract

Kue tradisional Indonesia pada umumnya dibagi menjadi kue basah dan kue kering. Kue tradisional Indonesia dapat dimasak dengan berbagai cara seperti dikukus dan dipanggang. Kini perkembangannya harus bersaing ketat dengan kue – kue modern dikarenakan pengaruh globalisasi yang memaksa kita untuk berinovasi dengan kue – kue tradisional agar tetap terjaga eksistensinya. Salah satu kue tradisional yang diminati adalah Kue Lumpur. Dalam penelitian ini peneliti membahas mengenai “Kualitas Kue Lumpur Berbahan Campuran Ubi Jalar Cilembu”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas aroma, rasa, warna, tekstur, daya tahan produk dan biaya produksi dari Kue Lumpur Berbahan Campuran Ubi Cilembu. Penulis melibatkan 30 orang responden untuk uji organoleptik, sementara pengamatan uji daya tahan dan penghitungan biaya produksi dilakukan oleh penulis sendiri. Data yang telah didapat akan diolah kemudian dibuat pembahasan menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa total skor dari uji organoleptik pada produk adalah 535 dimana pada kategori rasa kue lumpur ini mendapat total skor 137 sehingga termasuk ke dalam kategori sangat enak, sementara pada kategori warna kue lumpur ini mendapatkan skor 132 sehingga termasuk ke dalam kategori sangat menarik, sementara pada kategori tektur dan aroma masing masing mendapatkan total skor 136 dan 130 dimana untuk kategori tekstur termasuk ke dalam kategori sangat empuk dan kategori aroma termasuk ke dalam kategori sangat harum. Berdasarkan uji daya tahan produk yang dilakukan dikethaui bahwa produk hanya bertahan selama 2 hari dalam suhu ruang, sementara hasil penghitungan biaya produksi per unit didapatkan bahwa biaya untuk memproduksi produk adalah Rp. 2,643/pcs Indonesian traditional cakes are usually categorized according to their moisture content into wet cakes and dry cakes. Indonesian cakes can be processed by steaming, boiling, baking and frying. Now the development of traditional cakes must compete with modern cakes due to the influence of globalization which forces us to innovate with traditional cakes in order to keep their essences. One type of traditional cake is mud cake. In this study, researchers discussed "Quality of Cilembu Sweet Potato(Ipomoea Batatas Cultivar Cilembu Mixed Mud Cake". The purpose of this study was to determine the quality of taste, aroma, texture, color, durability and production costs of Cilembu Sweet Potato Mud Cake Mixture. This study used 30 respondents for organoleptic tests, while observations of endurance tests and calculation of production costs were carried out by the authors themselves. The data that has been obtained will be processed and then made a discussion using descriptive analysis techniques. Based on the results of the study, it was found that the total score from the organoleptic test on the product was 535 where the taste category of this mud cake got a total score of 137 so it was included in the very good category, while in the color category this mud cake got a score of 132 so it was included in the very good category. interesting, while the texture and aroma categories each got a total score of 136 and 130 where the texture category was included in the very soft category and the aroma category was included in the very fragrant category. Based on the product durability test, it is known that the product only lasts for 2 days at room temperature, while the results of calculating the production cost per unit show that the cost to produce the product is Rp. 2,643/pcs
Kualitas Donat Berbahan Campuran Tepung Biji Bunga Matahari Suda , I Made Hendry Dwi Wira; Widhyandanta , I Gede Dirga Surya Arya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.490

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dari donat berbahan campuran tepung biji bunga matahari yang dinilai dari kualitas rasa, aroma, tekstur, dan tampilan sehingga masyarakat dapat memanfaatkan biji bunga matahari agar bisa dijadikan inovasi terbaru yang dinilai dari segi rasa, aroma, tekstur, tampilan, daya tahan, biaya produksi dan hasil minat konsumen pada donat berbahan campuran tepung biji bunga matahari. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif berbasis organoleptic dimana melakukan proses percobaan atau trial terlebih dahulu agar menghasilkan sebuah produk yang layak dikonsumsi masyarakat, lalu membagikan kuisioner yang dibagikan kepada 15 orang panelis yang terdiri dari staff kitchen Amnaya Resort Kuta, mahasiswa/I IPB Internasional dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa donat berbahan campuran tepung biji bunga matahari memiliki rasa yang enak, aroma cukup sedap, tekstur yang lembut dan memiliki tampilan warna yang menarik. Lalu uji daya tahan dapat disimpulkan bahwa donat berbahan campuran tepung biji bunga matahari dapat bertahan selama 2 hari di suhu ruangan. Biaya produksi dalam pembuatan donat berbahan campuran tepung biji bunga matahari ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 79.328,- dan dari hasil kuisioner minat konsumen menunjukan bahwa 13 dari 15 partisipan berminat untuk membeli donat berbahan campuran tepung biji bunga matahari ini jika dijual di pasaran. The purpose of this study was to determine the quality of donuts made from a mixture of sun flower seed flour assessed from the quality of taste, aroma, texture, and appearance so that people can use sunflower seeds so that they can be used as the latest innovations judged in terms of taste, aroma, texture, appearance, durability, production cost and results of consumer interest in donuts made form a mixture of sunflower seed flour. This study uses an organoleptic based descriptive data analysis technique which conducts a trial process first in order to produce a product that is suitable for public consumption, then distributes questionnaires which are distributed to 15 panelists consisting of Amnaya Resort Kuta Kitchen staff, students/I IPB International and local communities. The results of this study indicate that donuts made from a mixture of sunflower seed flour have a good taste, quite delicious aroma, soft texture and have an attractive color appearance. Then the durability test can be conclude that donuts made from mixed sunflower seed flour can last for 2 days at room temperature. The production cost in making donuts made from a mixture of sunflower seed flour cost Rp.79.328,- and the results of the consumer interest questionnaire showed that 13 out of 15 participants were interested in buying donuts made from a mixture of sunflower seed flour if they were sold in the market.
Pengembangan Nori Sebagai Bahan Akumulasi Kue Nastar Kambey , Yuriko Mathilda; Kuntariati , Utik
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.491

Abstract

Kurangnya variasi penggunaan nori dalam makanan saat ini menjadikan penggunaan nori hanya digunakan pada makanan tertentu saja contohnya pada sushi. Hal ini yang membat peneliti melakukan penelitian dengan menambahkan nori pada nastar agar mengetahui kualitas kue nastar dalam segi warna, rasa, aroma, tekstur dan bentuk dan bisa mengetahui biaya yang di keluarkan dalam pembuatan akumulasi nori dalam kue nastar. Jenis penelitian yang peneliti gunakan dalam melakukan penlitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan metode kuantitatif. Data kuantitatif didaptkan dari hasil uji organoleptik menggunakan uji mann-whitney. Panelis dari penelitian ini terdiri dari 15 orang dari kalangan masyarakat dan 5 orang chef hotel Le Meridien Jimbaran. Berdasarkan uji Mann-Whitney didapatkan hasil bahwa dari segi rasa, aroma, warna terdapat perbedaan yang signifikan, sedangkan dari segi tekstur dan bentuk ditemukan tidak ada perubahan yang signifikan. Pengeluaran biaya yang di dapatkan dari pembuatan nastar nori adalah Rp.143.650 untuk 42pcs. The lack of variety in the use of nori in today's food makes the use of nori only used in certain foods, for example in sushi. This is what makes the researchers cdonduct this research by adding nori to nastar cakes in order to determine the quality of nastar cakes in terms of color, taste, aroma, teture and shape and can find out the costs incurred in making the accumulation of nori in nastar cakes. The type from research used in this study is an experment using quantitative methods. Quantitative data were obtined from the results of organoleptic tests using the Mann-Whitney test. The panelists of this study consisted of 15 people from the community and 5 chefs at the Le Meridien Jimbaran hotel. Based on the Mann-Whitney test, it was fund that in tems of taste, aroma, color there were significant differences, while in terms of texture and shape there were no significant changes. The cost of making nastar nori is Rp. 143,650 for 42 pcs.
Perbedaan Kualitas Keripik Bengkuang dan Keripik Kentang Megantara, I Dewa Gede Unesa; Sudiarta , I Nyoman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.492

Abstract

Penelitian ini diupayakan untuk menjadikan bengkuang sebagai keripik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dari keripik bengkung yang dibandingkan dengan kualitas keripik kentang. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari bengkuang dan dapat menghasilkan produk keripik bengkuang yang mempunyai sifat fisik dan organoleptik yang dapat diterima oleh konsumen. Dalam 7 hari, keripik bengkuang dan keripik kentang yang disimpan di wadah tertutup dan disuhu ruang tidak mengalami perubahan mulai dari segi tekstur, aroma, rasa, dan warna. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan, dapat dinyatakan bahwa keripik bengkuang bisa dijadikan sebagai alternatif pengganti kentang dalam pembuatan keripik. Yang mana, data hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan terkait dengan kualitas antara keripik bengkuang dengan keripik kentang. This research attempted to make yam as chips. This study aims to determine the quality of yam chips compared to the quality of potato chips. This research is expected to increase the economic value of yam and can produce yam chips which have physical and organoleptic properties that are acceptable to consumers. Within 7 days, yam chips and potato chips stored in closed containers and at room temperature did not change in terms of texture, aroma, taste, and color. Based on the results of the research that has been carried out, it can be stated that yam chips can be used as an alternative to potato in making chips. In which, the research data obtained showed no significant difference related to the quality between yam chips and potato chips.
Peran Fotografi dan Promosi Media Sosial Instagram Terhadap Minat Berkunjungi Wisatawan Yoga , Made Ray Darma; Semara, I Made Trisna; Sari , Retno Juwita
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.493

Abstract

Peran fotografi semakin berkembang dan semakin banyak orang dapat melakukannya. Fotografi dapat dilakukan dengan kamera profesional maupun kamera smartphone. Banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi suatu tempat melalui hasil foto yang dilakukan di spot yang dilihat menarik, namun keadaan sebenarnya disekitar tempat foto tidak sesuai ekspetasi. Foto yang diciptakan diunggah ke media sosial Instagram dan semakin banyak orang dapat melihatnya. Media sosial Instagram adalah salah satu sarana promosi yang paling banyak digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, kini juga digunakan sebagai ajang mempromosikan pariwisata. Khususnya kepada daya tarik wisata yang sangat berperan dalam menjalankan hal tersebut, dapat dilihat seperti akun yang dikelola @tanahlotid yang sudah mengaplikasikan agar wisatawan berminat berkunjung di daya tarik wisata Tanah Lot. Dalam penelitian berjudul “Peran Fotografi & Promosi Melalui Media Sosial Instagram @tanahlotid Terhadap Minat Kunjungan Wisatawan ke Kawasan Daya Tarik Wisata Tanah Lot”. Tujuan penelitian ini dibuat untuk mengetahui bagaimana pengaruh peran fotografi dan promosi melalui media sosial Instagram terhadap minat berkunjung wisatawan di daya tarik wisata Tanah Lot. siMetode pengumpulan data dengan kuantitatif dan metode analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner tertutup sejumlah 100 responden. Hasil dalam penelitian ini yaitu menunjukkan peran fotografi tidak berpengaruh terhadap minat kunjungan wisatawan, sedangkan promosi melalui media sosial Instagram @tanahlotid berpengaruh terhadap minat kunjungan wisatawan ke daya tarik wisata Tanah Lot. Saran untuk daya tarik wisata Tanah Lot untuk melakukan kegiatan event fotografi agar mendapat sudut pandang foto terbaik dan berkolaborasi dengan influencer dalam meningkatkan ajang promosi. As more individuals learn how to do it, photography’s importance is expanding. Both professional cameras and smartphone cameras can be used for photography. Many tourists are interested in visiting a place through photos taken in spots that are seen as interesting, but the reality around the photo location often falls short of expectations. The produced images are posted on Instagram, a social networking site where an increasing number of people can view them. Instagram is a social media platform that is used by the community and is one of the most popular promotional tools. Today, it serves as a location for tourism promotion. Especially tourist attractions that play a very important role in carrying out this, it can be seen such as the account managed by @tanahlotid which has applied so that tourists are interested in visiting the Tanah Lot tourist attraction. This study entitled “The Role of Photography and Promotion through Social Media Instagram @tanahlotid Toward Tourist Visits Interest in Tanah Lot Tourist Attraction”. The objective of this study was to determine how the influence of the role of photography and promotion through social media Instagram on the interest of visiting tourists at Tanah Lot tourist attraction. The quantitative data collection methods and analytical methods carried out in this study used quantitative descriptive methods by distributing closed questionnaires of 100 respondents. The findings in this study indicate that the role of photography does not affect the interest of tourist visits, while promotion through Instagram @tanahlotid social media affects the interest of tourists visiting the Tanah Lot tourist attraction. Suggestions for Tanah Lot tourist attractions to carry out photography events to get the best photo angles and collaborate with influencers to expand promotional activities.
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendapatan Tour and Travel: Studi Kasus Bujana , I Komang Oki; Supartini , Ni Luh; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.494

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan menurunnya kunjungan wisatawan ke Indonesia khususnya Bali sebagai salah satu destinasi wisata yang ada di Indonesia. Sektor pariwisata telah memberikan kontribus terbesar bagi perekonomian Bali. Nusa Penida khususnya menjadi salah satu tujuan wisata di Bali yang baru berkembang pada tahun 2013 ini merasakan dampaknya Pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak masyarakat yang bekerja dibidang pariwisata mencari cara agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Explore Nusa Penida merupakan salah satu komunitas Tour and Travel yang sudah ada sejak tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Pandemi Covid-19 terhadap tingkat pendapatan dari Explore Nusa Penida serta untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan Explore Nusa Penida pada saat Pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan di Desa Batununggul, Nusa penida dengan metode penelitian deskriptif Kualitatif, teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuisioner atau angket serta dokumentasi. Hal ini dilakukan sebagai syarat dalam teknik analisis data yaitu Penarikan serta Pengujian Kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi penurunan pendapatan, sistem pemasaran serta sistem Organisasi yang mengharuskan setiap anggota bergantian untuk bekerja. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pada saat Pandemi Covid-19 yaitu mengharuskan akun sosial media Explore Nusa Penida tetap aktif, menurunkan harga paket perjalanan, menerapkan protokol kesehatan, mengubah sistem pemasaran yang lebih memfokuskan ke wisatawan Domestik. Simpulan dalam penelitian ini adalah Komunitas Explore Nusa Penida merupakan komunitas yang masih bisa bertahan di saat Pandemi dan masih bisa mendapatkan keuntungan pada saat itu dengan memberikan promo yang menarik sesuai dengan apa yang wisatawan inginkan. The Covid-19 pandemic has caused a decrease in tourist visits to Indonesia, especially Bali as one of the tourist destinations in Indonesia. The tourism sector has provided the largest contribution to Bali's economy. Nusa Penida in particular became one of the tourist destinations in Bali, which only developed in 2013, felt the impact of the Covid-19 pandemic which caused many people who work in the tourism sector to find ways to meet their daily needs. Explore Nusa Penida is one of the Tour and Travel communities that has existed since 2017. This study aims to determine the impact of the Covid-19 Pandemic on the income level of Explore Nusa Penida and to find out what factors affect Explore Nusa Penida's income during the Covid-19 Pandemic. This research was conducted in Batununggul Village, Nusa Penida with Qualitative descriptive research methods, data collection techniques in the form of observations, interviews, questionnaires or questionnaires and documentation. Hal ini dilakukan sebagai syarat dalam teknik analisis data yaitu Drawing and Testing Conclusions. The results of this study show that the Covid-19 Pandemic has greatly impacted the decline in income, marketing systems and organizational systems that require each member to take turns to work. The factors that affect income during the Covid-19 Pandemic are requiring explore Nusa Penida social media accounts to remain active, lowering the price of travel packages, implementing health protocols, changing the marketing system that focuses more on domestic tourists. The conclusion in this study is that the Explore Nusa Penida Community is a community that can still survive during the Pandemic and can still benefit at that time by providing attractive promos according to what tourists want.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue