cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Pembuatan Dodol Berbahan dari Kulit Semangka Putra, I Gusti Ngurah Agung Rama Adi; Sudarmawan, I Wayan Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.779

Abstract

Kuliner umumnya merupakan aktivitas terkait dengan memasak. Dengan inofasi dan kreatifitas yang terus berkembang salah satunya yang di kenal di Indonesia yaitu dodol. Dodol merupakan kuliner manis dari Indonesia yang sangat di gemari oleh penduduk lokal. Pada umumnya dodol terbuat dari tepung ketan, santan kelapa, gula merah, gula pasir, serta garam. Dalam hal ini penulis ingin mengurangi limbah dari kulit semangka menjdi suatu hidangan yang manis. Jadi penulis membuat produk dodol berbahan campuran dari kulit semangka, agar menjadi produk yang berkualitas dan memiliki harga yang tingi. Tujuan yang di capai adalah bagai mana kualitas rasa, aroma, tekstur, warna dan daya tahan produk, biaya dan harga jual. Eksperimern ini dilakukan dengan metode uji organoleptic. Dalam penelitian ini penulis menentukan 30 orang panelis untuk menilai kualitas dodol dari kulit semangka. Hasil dari penelitian ini adalah menggabungkan dan mendayagunakan kulit semangka sebagai tambahan dalam pembuatan dodol yang memberikan kualitas yang baik di tinjau dari aspek : aroma, rasa, warna, tekstur, daya tahan produk, biaya dan juga harga jual. Culinary in general is an activity related to cooking or cooking activity. With innovation and creativity that continues to grow, one of which is known in Indonesia, namely dodol. Dodol is a sweet food from Indonesia which is very popular with local residents. In general, dodol is made from coconut milk, glutinous rice flour, granulated sugar, brown sugar, and salt. In this case the writer wants to reduce waste from watermelon rinds into a sweet dish. So the author made a dodol product made from a mixture of watermelon rinds, so that it becomes a quality product and has a high price. The objectives to be achieved are the quality of taste, aroma, texture, color and durability of the product, cost and selling price. This experiment was carried out using the organoleptic test method. In this study the authors chose 30 panelists to assess the quality of dodol from watermelon rinds. The results of this study are combining and utilizing watermelon rinds as an adjunct in making dodol which provides good quality in terms of: taste, aroma, texture, color and product durability, cost and selling price.
Standar Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Pelanggan Budiantara, I Kadek; Rinayanthi, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.780

Abstract

Dalam menjalankan suatu Villa atau sebuah tempat akomidasi pastinya pihak manajemen ingin menjalankan suatu penerapan standar pelayanan prima. Namun hal ini bisa saja tidak sejalan dengan kualitas SDM yang dimiliki oleh villa tersebut. Adanya penerapan yang kurang optimal ini tak jarang menimbulkan keluhan bagi para tamu. Dalam menjalankan pekerjaannya setiap karyawan sudah seharusnya memberikan pelayanan terbaik agar tamu mendapatkan keppuasan yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Standar Pelayanan Prima dan faktor yang menjadi kendala dalam melayani tamu kamar maupun di restoran oleh karyawan di Villa Mandi Ubud. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi dan wawancara penanggung jawab villa. Hasil penelitian ini adalah analisis karyawan dalam menerapkan standar pelayanan prima penerapan standar pelayananprima sudah dilakukan dengan baik oleh karyawan, standar pelayanan prima juga telah menjadi pedoman bagi staff sehingga bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan sudah dibuat secara berturut atau sistematis. Hanya saja ada langkah-langkah Standar Pelayanan Prima yang belum dilakukan karyawan seperti lambat ketika mengantarkan barang bawaan tamu, jamur di wastafel kamar mandi dan jarang menyemprotkan pembersih kamar mandi di meja washtafel dan peralatan untuk pramusaji yang belum dicuci dengan baik. Diharapkan pihak manajemen bisamembantu memberikan training setiap harinya agar para pegawai bisa menerapkannya secara sistematis pada setiap keadaan. Dengan demikian penerapan standard pelayanan prima pada karyawan di Villa Mandi Ubud sudah dilakukan dengan baik dan kedepannya dapat selalu dipertahankan agar tamu maupun pihak manajemen bisa merasa puas. In running a villa or an accommodation, of course the management wants to carry out an implementation of excellent service standards. However, this may not be in line with the quality of human resources owned by the villa. The existence of this less than optimal implementation often causes complaints for guests. In carrying out their work, every employee is supposed to provide the best service so that guests get maximum satisfaction. This study aims to determine the application of Excellent Service Standards and the factors that become obstacles in serving room guests and in restaurants by employees at Villa Mandi Ubud. Data was collected by observing and interviewing the person in charge of the villa. The results of this study are employee analysis in implementing excellent service standards. The implementation of excellent service standards has been carried out well by employees, excellent service standards have also become a guideline for staff so that they can complete their work properly and have been made sequentially or systematically. It's just that there are steps to the Excellent Service Standard that employees haven't taken, such as being slow when delivering guest luggage, mold in the bathroom sink and rarely spraying bathroom cleaner on the sink and utensils for waiters that haven't been washed properly. It is hoped that the management can help provide training every day so that employees can apply it systematically in every situation. Thus the implementation of excellent service standards for employees at Villa Mandi Ubud has been carried out properly and in the future it can always be maintained so that guests and management can feel satisfied.
Kualitas Pembuatan Selai Berbahan Noni Plant
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.781

Abstract

Buah Mengkudu memiliki kekurangan dimana salah satunya buah yang mudah rusak, untuk mengolah buah ini agar awet diperlukan proses pengolahan yang baik seperti olahan selai. Selai adalah pendamping makanan dengan tekstur padat dan kental dengan komposisi bahan yaitu asam, gula dan pektin. Asam askorbat terkandung didalam buah mengkudu dimana memiliki fungsi sebagai antioksidan untuk menetralisir radikal bebas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk untuk mengetahui perbedaan kualitas selai Buah Mengkudu dari segi rasa, warna, tekstur, dan aroma, serta untuk mengetahui daya tahan selai di suhu ruang dan mengetahui biaya pembuatan selai dengan buah Mengkudu. Jenis data penelitian ini yaitu data kuantitatif yang diuji sebanyak 15 panelis dengan dilakukan tes organoleptic, observasi, dan analisis biaya. Hasil yang didapatkan dimana kualitas selai Buah Mengkudu dengan menggunakan gula pasir cukup enak, warna yang cukup menarik, cukup kenyal serta menghasilkan aroma yang cukup wangi. Sedangkan daya tahan selai Buah Mengkudu yang paling lama menggunakan gula pasir yang bertahan 4 hari di suhu ruang. Untuk biaya pembuatan dengan menggunakan gula pasir menghabiskan biaya Rp. 99.000,- sedangkan biaya pembuatan selai Buah Mengkudu dengan menggunakan gula merah menghabiskan biaya sebesar Rp. 116.000,- dapat disimpulkan bahwa selai Buah Mengkudu dengan menggunakan gula pasir lebih menghemat biaya produksi. Penulis menganjurkan untuk memanfaatkan Buah Mengkudu karena buah tersebut memiliki banyak manfaat dari aspek kesehatan yang baik bagi imun tubuh. Noni fruit has a drawback where one of the fruits is easily damaged, to process this fruit so that it is durable it requires a good processing process such as processed jam. Jam is a food accompaniment with a dense and thick texture with a composition of acids, sugar and pectin. Ascorbic acid contained in noni fruit which has a function as an antioxidant to neutralize free radicals. This research was conducted with the aim to determine differences in the quality of Noni fruit jam in terms of taste, color, texture, and aroma, as well as to determine the durability of jam at room temperature and to find out the cost of making jam with Noni fruit. The type of research data is quantitative data tested by 15 panelists with organoleptic tests, observations, and cost analysis. The results obtained where the quality of Noni Fruit jam using granulated sugar is quite good, the color is quite attractive, quite chewy and produces a quite fragrant aroma. Meanwhile, the longest shelf life of Noni Fruit jam uses granulated sugar which lasts 4 days at room temperature. For the cost of making using granulated sugar costs Rp. 99,000, - while the cost of making Noni fruit jam using brown sugar costs Rp. 116,000, - it can be concluded that Noni fruit jam using granulated sugar saves more on production costs. The author recommends utilizing Noni Fruit because the fruit has many benefits from health aspects that are good for the body's immune system.
Analisis Standar Operasional Prosedur Terhadap Pelayanan Breakfast Saputra, I Made Ananta Dwi; Muliadiasa, I Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.782

Abstract

Penelitian yang dilakukan di The Lounge Restaurant, The Mulia Bali ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan SOP di The Lounge Restaurant, dan upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada sehingga kedepannya penelitian ini dapat menjadi bahan penunjang operasional agar mewujudkan operasional yang baik. Penelitian ini berjenis teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun sampel yang digunakan sebanyak 16 orang yang merupakan pramusaji di The Lounge Restaurant. Melalui penelitian ini didapatkan hasil bahwa pelaksanaan SOP sudah dilakukan sesuai dengan prosedur tetapi masih ada beberapa pelayanan yang belum sesuai prosedur antara lain: Hostess / Waiter menyambut tamu dalam waktu 30 detik dan Meminta guest comment untuk mengetahui experience tamu saat breakfast. Hal tersebut tidak dijalankan dengan semestinya dikarenakan kondisi breakfast di The Lounge Restaurant yang ramai dan terbatasnya jumlah pramusaji. The research carried out at The Lounge Restaurant, The Mulia Bali aims to find out how SOPs are implemented at The Lounge Restaurant, and the efforts that must be made to overcome existing problems so that in the future this research can become operational support material to realize good operations. This research uses qualitative descriptive analysis techniques and data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The sample used was 16 people who were waiters at The Lounge Restaurant. Through this research, the results showed that the implementation of the SOP had been carried out in accordance with procedures, but there were still several services that did not comply with procedures, including: Hostess / Waiters welcomed guests within 30 seconds and asked for guest comments to find out the guest's experience at breakfast. This was not carried out properly due to the crowded breakfast conditions at The Lounge Restaurant and the limited number of waiters.
Kualitas Pudding Berbahan Campuran Kulit Buah Semangka Dana, I Putu Eka Surya; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.785

Abstract

Kualitas puding kulit semangka menjadi pokok bahasan penelitian ini. Lapisan terluar semangka yang bisa dikupas ialah kulitnya. Bahan kimia yang ditemukan dalam kulit buah dapat digunakan guna menyuburkan tanaman dan memberi makan hewan. Dibandingkan dengan daging buah semangka, tekstur kulit buah semangka lebih kencang namun tidak terlalu encer. Gelatin digunakan guna membuat puding, makanan penutup yang mengandung karbohidrat dan serat alami dari bahan utamanya. Oleh karena itu, pencipta mencoba pengembangan lain dengan memanfaatkan olahan kulit semangka sehingga puding kulit semangka dapat dinikmati dengan berbagai manfaat yang baik guna kesehatan tubuh. Metodologi penelitian ini ialah eksperimen dengan menggunakan kuesioner dan metode pengumpulan data observasi (uji organoleptik). Data kualitatif tentang daya tahan dan daya simpan puding, serta data kuantitatif tentang kualitas rasa, aroma, tekstur, dan warna ialah jenis data yang digunakan dalam pembuatan puding berbahan dasar kulit buah semangka. Analisis data deskriptif berbasis organoleptik digunakan guna menguji biaya yang terkait dengan pembuatan puding dari kulit semangka. Penelitian ini dievaluasi oleh 15 panelis. Dari segi warna, hasil penelitian ini menghasilkan rata-rata respon 4,2 dengan indikator sangat menarik, rata-rata respon 3,7 dengan indikator enak, rata-rata respon 3,5 dengan indikator enak, dan rata-rata respon 4 dengan indikator enak. indikator yang cukup lembut guna tekstur. Temuan studi ini dapat dimasukkan ke dalam rasa baru dan makanan penutup bergizi. The quality of watermelon skin pudding is the subject of this study. The outermost layer of the watermelon that can be peeled is the rind. Chemicals found in fruit peels can be used to fertilize plants and feed animals. In comparison to watermelon flesh, watermelon rind has a firmer texture but is not excessively runny. Gelatin is used to make pudding, a dessert that has carbohydrates and natural fiber from its main ingredient. Consequently, the creators attempted another development by utilizing handled watermelon skin so watermelon skin pudding can be appreciated with different advantages that are great for the wellbeing of the body. This study's methodology is an experiment using questionnaires and observational data collection methods (organoleptic tests). Qualitative data about the pudding's durability and storage, as well as quantitative data about its quality in terms of taste, aroma, texture, and color, are the types of data used in the preparation of the watermelon rind-based pudding. Organoleptic-based descriptive data analysis was used to examine the costs associated with making pudding from watermelon peels. This study was evaluated by 15 panelists. In terms of color, the results of this study produced an average response of 4.2 with a very attractive indicator, an average response of 3.7 with a delicious indicator, an average response of 3.5 with a delicious indicator, and an average response of 4 with a fairly soft indicator for texture. This study's findings can be incorporated into new flavors and nutritious desserts.
Analisis Penerapan Hygiene dan Sanitasi Dapur Putra, I Wayan Rian Prasatya; Semara, I Made Trisna
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.786

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis tentang upaya menjaga dan penerapan hygiene dan sanitasi dapur di Restaurant XXX. Informan peneliti ini adalah para karyawan dapur Restaurant XXX. Dengan penelitian ini akan diketahui hal-hal yang perlu dipertahankan sekaligus hal-hal yang perlu ditingkatkan Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi yang beracuan dengan SOP (Standard Operating Procedure) hygiene dan sanitasi yang telah ditetapkan. Masalah yang dihadapi dalam menerapkan penerapan hygiene dan sanitasi area dapur, penerapan hygiene dan sanitasi peralatan dapur serta penerapan personal hygiene adalah kurangnya kesadaran diri pada saat melakukan pekerjaan, adanya karyawan yang belum sepenuhnya mengetahui bagaimana cara persiapan diri dan pembersihan pada area dapur dengan benar. Sebaiknya dilakukan refreshment kepada karyawan dapur agar semuanya tahu dan ingat bagaimana SOP yang sebenarnya harus di terapkan dan agar tidak terjadinya perbedaan penerapan dari persiapan diri karyawan serta pembersihan pada area dapur sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. The purpose of this studiy was to analyze the efforts to maintain and apply kitchen hygiene and sanitation at Restaurant XXX. The research informants were Restaurant XXX kitchen employees. This research will identify things that need to be maintained as well as things that need to be improved. Data collection methods use interviews, observation and documentation. The analysis technique in this study used a qualitative descriptive analysis technique by making observations with reference to the established standard operating procedure (SOP) for hygiene and sanitation. The problem encountered in implementing the implementation of hygiene and sanitation in the kitchen area, the application of hygiene and sanitation of kitchen equipment and the application of personal hygiene is a lack of self-awareness when doing work, there are employees who do not fully know how to properly prepare and clean the kitchen area. It is better to do refreshments for kitchen employees so that everyone knows and remembers how the actual SOP should be applied and so that there are no differences in the implementation of employee self-preparation and cleaning in the kitchen area according to the SOP that has been set.
Kualitas Hamburger dengan Patty Berbahan Wortel Pujana, Ida Bagus Oka; Febianti
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.787

Abstract

Penelitian eksperimen ini mengambil judul Kualitas Hamburger Dengan Patty Berbahan Wortel. Tujuan penelitian ini yakni guna memajukan produk hamburger yaitu dengan memanfaatkan wortel sebagai bahan dasar patty. Temuan akhir yang diinginkan yakni patty dengan bahan dasar wortel berkualitas dilihat dari aspek warna, rasa, aroma, tekstur, serta masa daya tahan. Penelitian ini dilakukan sendiri oleh penulis dengan mencatatkan nilai dari temuan pengamatan yang telah dilakukan. Hasil dari penelitian ini difoto agar dapat memperoleh hasil yang lebih jelas. Hasil ekserimen berupa patty berbahan sayuran akan di uji dengan dua model pengujian yaitu sebagai berikut: Hasil yang diperoleh dari pembuatan patty wortel dengan menggunakan analisis organolaptik akan diberikan kepada 30 orang panelis dengan tes organolaptik guna mencari tahu mutu patty dengan bahan dasar wortel di tinjau dari aspek rasa, teksur, warna, serta aroma. Untuk pengujian daya tahan dari patty dilaksanakan melalui observasi mengetahui mutu patty wortel. Biaya yang diperlukan untuk memproduksi 1 bungkus hamburger dengan patty berbahan dasar wortel per 100 gram adalah Rp 16.625. This experimental research took the title Hamburger Quality with Carrot-based Patty. This research’s aim is to develop hamburger products by utilizing carrots as the basic ingredient of patty. The expected end result is a quality carrot-based patty in terms of taste, color, aroma, texture and durability. This research was conducted by the author himself by recording the score or value of the experimental results that have been carried out. The results of this study were photographed in order to obtain clearer results. The results of the experiment in the form of vegetable-based patties will be tested with two testing models, namely as follows: The results obtained from making carrot patty using organolaptic analysis will be given to 30 panelists with organolaptic tests to determine the quality of carrot-based patty in terms of texture, taste, color, also aroma. The durability test of the patty is carried out by observing the quality of the carrot patty. The cost required to produce 1 pack of hamburger with carrot-based patty per 100 grams is IDR 16,625.
Analisis Pelaksanaan SOP Bellboy pada Front Office Hanadila, Kadek; Sudarmawan, I Wayan Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.788

Abstract

SOP merupakan sebuah acuan yang dimiliki oleh suatu perusahan yang dapat membantu Perusahaan dalam melakukan pengendalian terhadap kegiatan operasional perusahaan. Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang menginap maka diberikanlah salah satunya pelayanan Bellboy service. Bellboy service berperan dala menyambut kedatangan tamu di main entrance dan juga mengantar tamu menuju lobby untuk melakukan proses Check In. pelayanan Bellboy sangat diperhatikan untuk teciptanya pelayanan yang memuaskan. Penelitian ini mengenai Analisis Pelaksanaan SOP Bellboy Pada Front Office di The Royal Pitamaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja hambatahambatan yang dihadapi Bellboy dan bagaimana upaya Bellboy dalam menjalankan SOP saat menangani tamu. Penelitian ini menggunakan data primerdan data sekunder melalui obsevasi dan wawancara. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi tentang SOP yang diterapkan di The Royal Pitamaha berdasarkan hasil observasi yang dilakukan tidak terdapat SOP Bellboy yang tidak dilakukan sesuai dengan Standard Operational Procedure karena semua Bellboy telah melakukan SOP dengan baik dan benar, hanya saja trdapat beberapa hambatan dalam operasional yaitu akses menuju villa dan penggunaan bahasa mandarin maupun muncul dari karakter tamu tersebut. SOP is a reference that is owned by a company that can assist the Company in controlling the company's operational activities. To provide the best service to tourists who stay, one of the services provided is Bellboy service. Bellboy service plays a role in welcoming guests at the main entrance and also escorting guests to the lobby for the check-in process. Bellboy service is given great attention to create satisfactory service. This research concerns the analysis of the implementation of the Bellboy SOP at the Front Office at The Royal Pitamaha. The purpose of this study was to find out what obstacles Bellboy faced and how Bellboy's efforts in carrying out SOPs when handling guests. This research uses primary data and secondary data through observations and interviews. Data was collected using observations about the SOPs implemented at The Royal Pitamaha based on the results of observations made. towards the villa and the use of Mandarin as well as emerging from the character of the guest.
Analisis Strategi Alternatif Bisnis berdasarkan Analisa SWOT Natalya, K. Denyk Anissa; Sudarmawan, I Wayan Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.791

Abstract

Penelitian ini mangulas tentang Analisis Strategi Alternatif Bisnis berdasarkan Analisa SWOT Studi Permasalahan pada Vue Beach Club Bali. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis faktor IFAS dan EFAS dengan memakai analisis SWOT di Vue Beach Club Bali. Jenis data yang digunakan ialah data kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif, analisis SWOT, IFAS, EFAS, kuadran, dan matriks SWOT. Bersumber pada hasil dari analisis SWOT, hasil dari analisis IFAS dan EFAS di Vue Beach Club Bali merupakan terletak pada koordinat X= 0.77 serta koordinat Y= 1.30 ataupun terletak pada kuadran I (Agresif) yang artinya Vue Beach Club Bali memiliki kekuatan internal yang bisa memanfaatkan peluang eksternal sehingga perihal itu bisa mengetahui strategi bisnis untuk dapat menyaingi para pesaing di sekitar Vue Beach Club Bali. Sehingga strategi bisnis yang mampu dilakukan oleh Vue Beach Club Bali dalam melawan pesaing di sekitar yaitu dengan mengatur ulang strategi, maupun mengganti strategi yang lama dengan yang baru. The objective of this research is to analyze IFAS and EFAS factors using SWOT analysis at Vue Beach Club Bali. The data types used are qualitative and quantitative data. The methods used for data analysis are Qualitative Descriptive Methods, SWOT Analysis, IFAS, EFAS, Quadrant, and SWOT Matrix. Based on the results of SWOT analyses, the results from IFAS & EFAS analysis at the Vue beach club Bali are located at coordinates X=0.77 and Y=1.30 or located on Quadran I (Agressive) which means that Vue strand club Bali has internal powers that can take advantage of external opportunities so that it can know business strategies to compete with competitors around the Vue Beach Club. So the business strategy carried out by Vue Bali beach club is capable of competing around, i.e. to regulate, replace old strategies with new strategies.
Pemanfaatan Tepung Ketan Hitam dalam Pembuatan Tteokbokki Benita, Maria Ivana; Rinayanthi, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dari pembuatan tteokbokki yang memanfaatkan tepung ketan hitam yang ditinjau dari segi aroma,warna,rasa,tekstur dan daya tahannya. Kemudian, dianalisis untuk mengetahui biaya produksi dan daya minat konsumen terhadap tteokbokki yang berbahan dasar tepung ketan hitam. Dalam pembuatan tteokbokki ketan hitam ini, pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang dimana tteokbokki diletakan pada suhu ruangan. Dari hasil uji daya tteokbokki berbahan dasar tepung ketan hitam, hanya mampu bertahan selama 1 hari untuk warna yang menarik, aroma khas ketan hitam dan rasa yang pedas,manis, dan gurih. Untuk dari segi tekstur didapatkan tekstur yang kenyal yang bertahan selama 2 jam setelah dimasak, jika lebih dari 2 jam maka tekstur dari tteokbokki akan menjadi mengeras. Kemudian teokbokki yang berbahan dasar tepung ketan hitam ini diuji oleh 20 orang panelis untuk menguji organoleptik dan uji daya minat konsumen. Dari hasil uji organoleptic didapatkan rasa yang enak, tekstur yang kenyal, aroma yang khas tepung ketan hitam dan warna yang menarik. Dari hasil analisis biaya dari pembuatan tteokbokki berbahan dasar tepung ketan hitam membutuhkan biaya sebesar Rp. 29.720,- This research aims to determine the quality of making tteokbokki using black glutinous rice flour in terms of aroma, color, taste, texture, and shelf life. Furthermore, it is analyzed to ascertain the production cost and consumer interest in tteokbokki made from black glutinous rice flour. In the production of this black glutinous rice tteokbokki, the research approach used is experimental research, where the tteokbokki is placed at room temperature. From the results of the durability test of tteokbokki made from black glutinous rice flour, it can only last for 1 day to maintain attractive color, the distinctive aroma of black glutinous rice, and the spicy, sweet, and savory taste. Regarding texture, it was found to be resilient for 2 hours after cooking; if more than 2 hours, the texture of the tteokbokki will become harder. Then, the black glutinous rice-based tteokbokki was tested by 20 panelists to evaluate organoleptic qualities and consumer interest. The organoleptic test results indicated a delicious taste, resilient texture, distinctive aroma of black glutinous rice flour, and appealing color. Based on the cost analysis of producing tteokbokki using black glutinous rice flour, it requires a cost of Rp. 29,720,-.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue