cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Pengolahan Meat Analogue Urutan Babi Berbahan Plant–Based Putri, Ni Nyoman Leony Agustina; Efendi, Moch Nur
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.768

Abstract

Tujuan dilakukan pnelitian ini untuk mengetahui potensi meat analouge berbahan dasar plant-based urutan babi di Bali, menganalisis rasa, aroma, tekstur, dan warna dari meat analouge plant-based urutan babi dan menganalisis minat beli meat analouge urutan babi plant-based. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, kualitatif dan uji organoleptik. Serta tujuan di lakukakn penelitian urutan babi plant-based ini agar mengetahui biaya pengolahan yang di butuhkan selama membuat urutan babi plant-based ini. Berdasarkan hasil panelis pengolahan meat analogue yang di hasilkan hampir memenuhi semua aspek urutan babi dari segi rasa, aroma, tekstur, warna dan masih mempunyai kekurangannya masing-masing. Untuk di bali di perkirakan saat ini potensi minat beli di Bali terbilang cukup tinggi dan masyarakat juga belum banyak yang tau mengenai urutan babi plant-based ini, sehingga membuka peluang untuk membeli mempromosikan nya cukup tinggi. The purposee of this studiy was to determiine the potential of plant-based meat analouge in Balii, analize the tastte, aroma, texkture, and colour of plant-based meat analouge in pork order and analyze interest in buying meat analouge plant-based pork order. The aproach used in thiis study was descriiptive, qualitative and organoleptic tests. As well as the purpose of conducting research on plant-based pig sequences is to find out the processing costs needed during making this plant-based pig sequence. Based on the results of the panelists, the meat analogue processing produced allmost meets all aspects of the order of pigs in terrms of taste, aroma, texture, color and still has its own shortcomings. For Bali, it is estimated that currently the potential for buying interest in Bali is quite high and not many people know about the order of plant-based pigs, so it opens up opportunities to buy promoting it quite high.
Tepung Talas sebagai Subtitusi Tepung Terigu dalam Pengolahan Kulit Pangsit Adnyana, I Gede Yogi; Jayendra, Putu Sabda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.769

Abstract

Dalam penelitian ini, tujuan utamanya adalah untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas dan analisis biaya produksi. Metode penelitian yang diterapkan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif dikumpulkan melalui penggunaan kuisioner yang diisi oleh 4 panelis ahli dan 26 responden dari masyarakat umum atau mahasiswa. Setelah itu, data ini diolah dan disajikan dalam bentuk tabel. Sementara itu, data kuantitatif diperoleh melalui perhitungan biaya produksi kulit pangsit yang menggunakan tepung talas sebagai bahan utama. Hasil dari uji organoleptik menunjukkan bahwa kulit pangsit yang menggunakan tepung talas memiliki skor 124 untuk tekstur dengan tingkat kekerasan yang renyah, 113 untuk warna dengan penampilan yang menarik, 110 untuk aroma dengan cita rasa yang sedap, dan 128 untuk rasa dengan rasa yang sangat enak. Analisis biaya produksi menunjukkan bahwa biaya tetap dan biaya variabel untuk pembuatan 1 bungkus produk kulit pangsit dengan isi 50 lembar adalah Rp. 9.000, dan produk tersebut dijual dengan harga Rp. 12.500 per bungkus. Sementara itu, untuk pangsit goreng, biaya tetap dan biaya variabel untuk pembuatan 5 kotak produk pangsit goreng adalah Rp. 28.290, dan produk tersebut dijual dengan harga Rp. 16.000 per kotak dengan isi 10 buah pangsit goreng. This research aims to evaluate the quality and analyze the production cost. The research method used is a combination of quantitative and qualitative approaches. Qualitative data was obtained through the use of questionnaires filled out by 4 expert panelists and 26 individuals from the general public/students. This data was then processed and presented in the form of tables. Quantitative data was obtained through the calculation of production costs for dumpling wrappers using taro flour as the main ingredient. The results of the organoleptic test showed that dumpling wrappers made from taro flour scored 124 for texture with the criteria of crispiness, 113 for color with the criteria of attractiveness, 110 for aroma with the criteria of deliciousness, and 128 for taste with the criteria of very tasty. The analysis of production costs revealed that the fixed and variable costs for producing 1 package of dumpling wrappers with 50 sheets amounted to Rp. 9,000, and the product is sold at a price of Rp. 12,500 per package. Meanwhile, for fried dumplings, the fixed and variable costs for producing 5 boxes amounted to Rp. 28,290, and the product is sold at a price of Rp. 16,000 per box with 10 pieces of fried dumplings inside.
Inovasi Roti menggunakan Buah Alpukat sebagai Pengganti Margarin Handoko, Jorgy; Rinayanthi, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.770

Abstract

Roti merupakan olahan yang terbuat dari tepung, air, ragi, garam dan di fermentasi lalu dipanggang, dan biasanya ditambahkan margarin yang memiliki kandungan lemak nabati atau hewani sebagai agen pelembut. Namun, seiring berkembangnya zaman dengan kemajuan teknologi. Maka ditemukan suatu metode baru yang bisa menghasilkan olahan roti yang lembut tanpa menggunakan margarin yang diganti dengan buah alpukat yang juga memiliki kandungan lemak nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil inovasi roti dengan menggunakan buah alpukat sebagai pengganti margarin dalam hal segi rasa, tekstur, warna, aroma dan kadar kandungan. Selain itu, juga untuk melihat daya tahan hingga biaya yang dibutuhkan dalam proses pembuatan. Sampel penelitian ini di ambil dari masyarakat umum dan juga mahasiswa yang mengerti tentang tata boga. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan selebaran kuesioner kepada 30 orang panelis dengan menggunakan metode skala likert. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa buah alpukat dapat digunakan sebagai pengganti margarin dalam pembuatan roti sebagai agen pelembut. Bread is a product made from flour, water, yeast, salt and fermented then baked, and usually added with margarine which contains vegetable or animal fat as a softening agent. However, as time goes by, technology advances. So a new method was discovered that can produce soft bread without using margarine which is replaced with avocado which also contains vegetable fat. This research aims to determine the results of bread innovation using avocado as a substitute for margarine in terms of taste, texture, color, aroma and content content. Apart from that, it is also to see the durability and costs required in the manufacturing process. This research sample was taken from the general public and also students who understand about culinary arts. Data collection was carried out by distributing questionnaire leaflets to 30 panelists using the Likert scale method. This research uses descriptive qualitative research methods. The results of this research show that avocado can be used as a substitute for margarine in making bread as a softening agent.
Upaya Departemen Kantor Depan dalam Meningkatkan Kepuasan Tamu di The One Legian Bali Deviyanti, Desak Made Dea; Sanjaya, I Wayan Kiki
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya departemen kantor depan dalam meningkatkan kepuasan tamu di The ONE Legian Bali. Meningkatkan kepuasan tamu pada The ONE Legian sangat penting untuk menambah tingkat hunian kamar. Namun, terdapat banyak permasalahan hal yang ditemui oleh Departemen Kantor Depan dalam upaya meningkatkan kualitas kepuasan tamu. Walau hotel berbintang empat, tampak bahwa bukan berarti tanpa adanya hambatan-hambatan untuk meningkatkan kepuasan tamu di The ONE Legian . Dalam mengkaji fenomena itu, dalam penelitian ini ada satu permasalahan yang dirumuskan; Bagaimanakah upaya Departemen Kantor Depan dalam meningkatkan kepuasan tamu di The ONE Legian ? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kualitatif, teori ini akan di gunakan sebagai pembanding informasi yang akan di gunakan oleh peneliti. Sehingga peneliti mampu menggali informasi yang berupa wawancara yang akan peneliti gunakan guna mengupas permasalahan yang terjadi pada penelitian yang peneliti angkat. Pada hakekatnya, penelitian ini penelitian deskriptif kualitatif. Adapun, hasil penelitian atau data didapatkan dengan digunakan yaitu observasi, wawancara, serta dokumentasi untuk selanjutnya data tersebut dikaji dan disandingkan dengan teori yang dipilih. Hasil dari penelitian ini yaitu hal yang menjadi penyebab tamu memberikan komentar buruk di The ONE Legian yaitu pelayanan yang buruk, fasilitas, kebersihan atau cleanliness, makanan dan minuman, tidak terpenuhinya ekspektasi dari tamu, dan faktor eksternal. Oleh karena hal tersebut, upaya yang dilakukan Departemen Kantor Depan dalam Meningkatkan Kepuasan Tamu di The ONE Legian dengan menerapkan metode Surprise and Delight dan LEARN Model pada semua section di Departemen Kantor Depan. This study aims to examine the efforts of the front office department in increasing guest satisfaction at The ONE Legian Bali. Improving guest satisfaction at The ONE Legian is very important to increase room occupancy rates. However, there are many problems encountered by the Front Office Department in an effort to improve the quality of guest satisfaction. Even though it is a four-star hotel, it appears that it is not without obstacles to increase guest satisfaction at The ONE Legian. In studying this phenomenon, in this research there is one problem that is formulated; How does the Front Office Department improve guest satisfaction at The ONE Legian? The theory used in this research is qualitative theory, this theory will be used as a comparison of information that will be used by researchers. So that researchers are able to dig up information in the form of interviews that researchers will use to explore problems that occur in the research that researchers raise. In essence, this research is a qualitative descriptive research. Meanwhile, the research results or data are obtained by using them, namely observation, interviews, and documentation for further study of the data and juxtaposed with the selected theory. The results of this study are the things that cause guests to give bad comments at The ONE Legian, namely poor service, facilities, cleanliness or cleanliness, food and drink, unfulfilled expectations from guests, and external factors. Because of this, the efforts made by the Front Office Department in Improving Guest Satisfaction at The ONE Legian by applying the Surprise and Delight and LEARN Model methods to all sections of the Front Office Department.
Identifikasi Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Sequence of Service dalam Pelayanan Breakfast Putra, Komang Eka; Mahendra, I Wayan Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.772

Abstract

Penelitian ini mangulas tentang Identifikasi Standar Operasional Prosedur( SOP) dalam pelayanan Breakfast di The Kenran Resort Ubud By Soscomma yang lebih tepatnya di T’ dung Restaurant. pelayanan Breakfast terkadang masih menerima keluhan dari para tamu, paling utama keluhan menimpa operasional pelayanan. Seperti, terlambatnya pesanan tiba, meja yang belum ter- set up untuk tamu yang tiba dan lain- lain. tujuan riset ini merupakan guna mengenali bagaimana pelaksanaan Standar Operasional Prosedur( SOP) dalam pelayanan Breakfast di The Kenran Resort Ubud By Soscomma, sehingga kedepannya riset ini bermanfaat guna tingkatkan kinerja karyawan serta lancarnya operasional dalam melayani tamu. Riset ini memakai metode pengumpulan informasi berbentuk observasi. wawancara serta dokumentasi. Dari hasil observasi, wawancara serta dokumentasi yang telah dicoba tersebut nantinya akan dibanding dengan Standar Operasional Prosedur( SOP) yang ada. sehingga pelayanan cocok dengan Standar Operasional Prosedur( SOP) yang diharapkan. This research discusses the identity of standard operating procedures (SOP) in breakfast provider at the Kenran resort Ubud by way of Soscomma, extra exactly at T'dung restaurant. Breakfast services occasionally nonetheless receive court cases from guests, especially lawsuits approximately provider operations. such as, past due orders arriving, tables which have now not been set up for arriving visitors and so forth. The motive of this research is to perceive how the standard operating procedure (SOP) is applied within the Breakfast carrier at the Kenran inn Ubud by way of Soscomma, so that inside the destiny this research could be useful to improve worker overall performance and smooth operations in serving guests. This studies makes use of the approach of collecting statistics in the shape of commentary. interviews and documentation. From the effects of observations, interviews and documentation which have been attempted, it will be in comparison with the existing standard operating procedures (SOP). in order that the service matches the expected standard operating procedure (SOP).
Analisis Kepuasan Pelanggan terhadap Kualitas Makanan Rahayu, Ni Nyoman Septiana; Semara, I Made Trisna
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.773

Abstract

Adanya kualitas makanan yang sesuai dengan apa yang diharapan pelanggan dapat menimbulkan kepuasan tersendiri pada pelanggan. Tujuan dari penelitian ini agar mampu nenemukan pengaruh kualitas makanan terhadap kepuasan pelanggan rumah makan melalui pengumpulan data dan informasi yang diujikan. Adapun penggunaan sampel pada penelitian ini adalah sebesar 100 orang. Penelitian dilaksanakan di rumah makan Depot Tanjung yang terletak di Nusa Dua. Pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah penyebaran kuesioner, teknik observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan pengaruh kualitas makanan terhadap kepuasan pelanggan di Depot Tanjung memiliki pengaruh yang sangat positif dan kuat. Dan hasil lain yang diperoleh melalui penelitian ini adalah mengetahui menu yang menjadi best seller dan menu favorit sebagian besar pelanggan. Dan dari penelitian ini penulis mendapatkan rekomendasi untuk Depot Tanjung agar meningkatkan kualitas makanan pada indikator penyajian, dan menjaga kualitas makanan yang sudah ada dengan baik karena variabel tersebut merupakan variabel yang mampu mempengaruhi kepuasan pelanggan sebesar 50,7%. Having food quality that meets customer expectations can create customer satisfaction. The aim of this research is to be able to find the effect of food quality on restaurant customer satisfaction through collecting tested data and information. The sample used in this research was 100 people. The research was carried out at the Tanjung Depot restaurant located in Nusa Dua. Data collection used in this research was the distribution of questionnaires, observation techniques and documentation. Based on the results of the research, it can be concluded that the influence of food quality on customer satisfaction at Depot Tanjung has a very positive and strong influence. And another result obtained through this research is knowing which menu is the best seller and most customers' favorite menu. And from this research the author got recommendations for Depot Tanjung to improve food quality in terms of serving indicators, and maintain the quality of existing food well because this variable is a variable that can influence customer satisfaction by 50.7%.
Analisis Penerapan Standar Operasional Prosedur Breakfast Anggarayani, Ni Wayan Tutik; Koeswiryono, Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.774

Abstract

The Kayon merupakan salah satu resort bintang 5 yang terletak di di daerah Ubud yang memiliki department food & beverage service yaitu KePitu Restaurant yang mengurus bagian makanan dan minuman untuk mencapai kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan standar operasional prosedur breakfast di KePitu Restaurant dan untuk memahami Standar Oprasional Prosedur food and beverages service KePitu Restaurant The Kayon Resort, standar operasional prosedur sangat penting untuk menunjang berjalannya suatu keberhasilan tugas yang maksimal selain itu penelitian ini juga untuk memahami proses pelaksanaan pelatihan dan pemahaman standar oprasional prosedur pelayanan setelah pelatihan kinerja pramusaji food and beverages service. Adapun Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi secara langsung dan studi wawancara karena penelitiaan ini merupakan penelitian analisis kualitatif deskriptif yang pengolahan datanya melalui observasi kinerja karyawan dan peserta pelatihan setelah dilakukan pelatihan.. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pramusaji di KePitu Restaurant tidak sepenuhnya sudah menerapkan standar operasional yang berlaku, serta perlunya pengawasan dan memberlakukan briefing oleh head department restaurant dimulai dari tidak mengikuti peraturan yang ada atau tidak sejalan dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang ada, dan kurangnya pengetahuan mengenai Standar Oprasional Prosedur (SOP) KePitu Restaurant. The Kayon is a 5 star resort located in the Ubud area which has a food & beverage service department, namely KePitu Restaurant which takes care of the food and beverage department to achieve customer satisfaction. This research aims to determine the application of standard operational procedures for breakfast at KePitu Restaurant and to understand the Standard Operational Procedures for food and beverages service at KePitu Restaurant The Kayon Resort. Standard operational procedures are very important to support maximum task success. Apart from that, this research is also to understand the process. implementation of training and understanding of standard operational service procedures after food and beverages service waitress performance training. The data collection technique in this research is through direct observation and interview studies because this research is a descriptive qualitative analysis research where the data is processed through observing the performance of employees and trainees after training. Based on the research results, it can be concluded that the waiters at KePitu Restaurant are not fully equipped. implementing applicable operational standards, as well as the need for supervision and enforcing briefings by the head of the restaurant department starting from not following existing regulations or not being in line with existing Standard Operating Procedures (SOP), and lack of knowledge regarding KePitu Restaurant Standard Operating Procedures (SOP).
Implementasi Standar Operasional Prosedeur Bell Boy Menangani Barang Bawaan Tamu Check In di Hotel Putra, I Made Yoga Aditya; Juniarta, Pande Putu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.775

Abstract

Bellboy adalah orang yang bertanggung jawab melayani tamu, membuka pintu mobil tamu, sekaligus menangani barang-barang bawaan tamu baik itu tamu yang check-in maupun yang check-out, serta bertugas mengantar tamu ke kamar dan menjemput barang tamu ke kamar jika diminta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi standar operasional prosedur Bellboy dalam menangani barang bawaan tamu di Belgian Beach Hotel saat check-in, dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya efektivitas kerja Bellboy dalam mengimplementasikan standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan di Belgian Beach Hotel. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan cara membandingkan (SOP) dengan kenyataan di lapangan untuk mengetahui apakah seluruh prosedur yang berlaku sudah dilaksanakan dengan baik dan benar. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil: 1). Implementasi Standar Operasional Prosedur Bellboy dalam menangani barang bawaan tamu saat check-in di Belgian Beach Hotel berjalan dengan baik, baik dari segi teori maupun secara standar operasional prosedur Belgian Beach Hotel sendiri. Berdasarkan hasil observasi selama penelitian, prosedur ini terkadang tidak sesuai dengan SOP karena beberapa alasan, di antaranya staff concierge sibuk melayani tamu-tamu yang ada di lobby; tamu yang check-in ramai sehingga staff concierge tidak memungkinkan untuk menyambut satu per satu tamu yang datang pada saat itu, dan menanyakan keperluan tamu yang lain sebelum mengantarkan tamu ke kamar. 2). Kurangnya terlaksananya briefing atau evaluasi antara Bellman Captain dengan Bellman Staff sehingga mereka kurang mengetahui di mana letak kekurangan dan kelebihan mereka dalam bekerja yang sebenarnya. Bellboys are people who are responsible for welcoming, opening guests' car doors, as well as handling guests' luggage, both guests who check-in and check-out, and are in charge of escorting guests to their rooms and picking up guests' items to their rooms if requested. The purpose of this study was to determine the implementation of Bellboy standard operating procedures in handling guests' luggage at the Belgian Beach Hotel when checking in, and to find out what factors cause the lack of effectiveness of Bellboy work in implementing the standard operating procedures that have been established at the Belgian Beach Hotel. The methods used in data collection are observation and interviews. The data analysis technique used was descriptive qualitative, namely by comparing (SOP) with the reality on the ground to find out whether all the procedures that apply have been carried out properly and correctly. Based on the research results, the results were obtained: 1). The implementation of the Bellboy Standard Operating Procedures in handling guests' luggage when checking in at the Belgian Beach Hotel went well, both in terms of theory and standard operational procedures for the Belgian Beach Hotel itself. Based on observations during research, this procedure was sometimes not in accordance with the SOP for several reasons, including the concierge staff being busy serving the guests in the lobby; guests checking in were so busy that the concierge staff did not have time to welcome guests one by one at that time, and ask for the needs of other guests before escorting guests to their rooms. 2). There is a lack of briefing or evaluation between the Bellman Captain and the Bellman Staff so that they do not know where their strengths and weaknesses lie in actual work.
Analisis Tingkat Keamanan Daya Tarik Wisata Hidden Canyon Beji Guwang Suryananda, I Wayan Oka; Mahendra, I Wayan Eka; Aprinica, Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.776

Abstract

Hidden Canyon Beji Guwang adalah daya tarik wisata yang sedang berkembang di Kabupaten Gianyar yang menyuguhkan pemandangan ngarai diantara aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keamanan dan persepsi wisatawan terhadap tingkat keamanan di daya tarik wisata Hidden Canyon Beji Guwang dari segi fasilitas dan pengelolaan di daya tarik wisata berdasarkan pedoman acuan. meilihat dari kondisi jalur dan aktivitas yang memiliki resiko yang berdampak bagi keselamatan dan keamanan wisatawan. Untuk itu perlu di dukung dengan fasilitas dan pengelolaan keamanan di daya tarik wisata agar resiko yang ada dapat diminimalisir. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara pengelola, penyebaran kuisioner dan dokumentasi. Terdapat 4 pedoman acuan yang digunakan yaitu Peraturan Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No 3 Tahun 2022, Peraturan Gubernur Bali No 5 Tahun 2020, serta Undang-Undang No 10 Tahun 2009 dan Peraturan Gubernur Bali No 28 Tahun 2020. Hasil dari penelitian ini yaitu fasilitas penunjang keamanan belum cukup sesuai dengan pedoman acuan, beberapa fasilitas penunjang keamanan perlu ditambahkan antara lain yaitu fasilitas mitigasi bencana alam, menara pandang dan rambu-rambu. Dalam pengelolaan Hidden Canyon Beji Guwang sudah cukup sesuai dengan pedoman acuan, namun pemandu belum memiliki sertifikat kompetensi dan belum tersedia petugas keamanan di daya tarik wisata Hidden Canyon Beji Guwang. Hidden Canyon Beji Guwang is a developing tourist attraction in Gianyar Regency which offers views of the canyon between rivers. This study aims to determine the level of security and tourists' perceptions of the level of security at the Hidden Canyon Beji Guwang tourist attraction in terms of facilities and management at the tourist attraction based on reference guidelines. judging from the condition of the trails and activities that have risks that impact the safety and security of tourists. For this reason, it needs to be supported with facilities and security management at tourist attractions so that existing risks can be minimized. The research method used is descriptive qualitative and quantitative descriptive methods with data collection techniques through observation, interviews with managers, distribution of questionnaires and documentation. There are 4 reference guidelines used, namely Minister of Tourism and Creative Economy Regulation No. 3 of 2022, Governor of Bali Regulation No. 5 of 2020, and Law No. 10 of 2009 and Governor of Bali Regulation No. 28 of 2020. The results of this study are supporting facilities security is not sufficient in accordance with the reference guidelines, several security supporting facilities need to be added, including natural disaster mitigation facilities, view towers and signs. In the management of Hidden Canyon Beji Guwang it is sufficient according to the reference guidelines, but the guides do not yet have competency certificates and there are no security officers at the Hidden Canyon Beji Guwang tourist attraction.
Penerapan Standard Operating Procedure Sequence of Service Buffet Breakfast di Departemen Food and Beverage Service Wirawan, Gede Agus Satria; Wijaya, Nyoman Surya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.777

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada The Stones Hotel Legian Bali ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan standard operating procedure sequence of service buffet breakfast di departemen food and beverage service The Stones Legian Bali. Metode penelitian pada penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang berupa observasi pengamatan langsung, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dari observasi yang dilakukan menunjukan bahwa sebanyak 13 poin SOP (86,66%) sudah dilakukan dengan baik dan sebanyak 2 poin SOP (13,33%) belum dilakukan dengan baik dari Jumlah total sebanyak 15 poin. Adapun 2 poin SOP yang belum dilakukan dengan baik yaitu mebuka napkin untuk mengetahui bahwa tamu sudah berada di meja dan menanyakan kepuasan tamu.” How was your breakfast so far, everything good for your breakfast?” lalu menawarkan kopi atau teh kembali apabila sudah habis dan menanyakan hal apa yang perlu dibantu dengan hasil penelitian ini maka, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar SOP sudah diterapkan dengan baik oleh pramusaji. This research was conducted at The Stones Hotel Legian Bali with the purpose of finding out how the standard operating procedure sequence of service buffet breakfast is implemented in the food and beverage service department of The Stones Legian Bali. The research method in this research uses descriptive qualitative with data collection techniques in the form of direct observation, interviews and documentation. The research results from the observations carried out showed that 13 SOP points (86.66%) had been carried out well and 2 SOP points (13.33%) had not been carried out well out of a total of 15 points. "There are 2 SOP points that have not been implemented properly, namely opening the napkin to find out that the guest is already at the table and asking about the guest's satisfaction." How was your breakfast so far, everything is good for your breakfast?” then offer coffee or tea again when it is finished and ask what needs help with the results of this research, it can be concluded that most of the SOP have been implemented well by the waiters/waitress.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue