cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Penambahan Wortel pada Pembuatan Dodol Suryani, Ni Made Indah; Kuntariati, Utik
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.725

Abstract

Dodol selaku makanan tradisional khas Indonesia yang termasuk dalam makanan pencuci mulut dengan berbahan dasar tepung beras , tepung ketan, santan kelapa dan gula. Tujuan penelitian ini ialah guna memahami kualitas dodol melalui bahan campuran wortel. Metode penelitian ini ialah metode penelitian kuantitatif melalui jenis penelitian eksperimental dan Teknik pengumpulan data yang dilaksanakan melalui observasi dan kuesioner. Ketika menetapkan kualitas dari dodol wortel dinilai melalui menggunakan Teknik uji organoleptic yang diujikan kepada 30 panelis melalui aspek yang di uji meliputi aspek rasa , warna , tekstur dan aroma. Temuannya yang sudah dilaksanakan dengan 2 buah dodol. Yaitu dodol tanpa campuran wortel (sample A) dan dodol dengan campuran wortel (sample B) selaku pembanding. Berlandaskan temuannya didapati dodol tanpa campuran wortel (sample A) memiliki kualitas rasa enak, warna cukup menarik,, tekstur kenyal, dan aroma cukup sedap sedangkan dodol dengan campuran wortel (sample B) memiliki kualitas rasa sangat enak, warna sangat menarik , tekstur kenyal dan aroma sedap. Dodol is a traditional Indonesian food which is included in desserts made from rice flour, glutinous rice flour, coconut milk and sugar. The purpose of this study was to determine the quality of dodol with carrot mixture. The research method applied in this study is a quantitative research method with experimental research types and data collection techniques carried out by observation and questionnaires. In determining the quality of carrot dodol, it was assessed using an organoleptic test technique that was tested on 30 panelists with the aspects tested covering aspects of taste , color , texture and aroma. The results of research that has been done with 2 lunkheads. Namely dodol without a mixture of carrots (sample A) and dodol with a mixture of carrots (sample B) as a comparison. Based on the results of the study it was found that dodol without carrot mixture (sample A) had good taste quality, quite attractive color, chewy texture, and quite delicious aroma while dodol with carrot mixture (sample B) had very good taste quality , very attractive color, texture chewy and smells good.
Crepes dengan Penambahan Kunyit sebagai Pewarna Alami Dewi, Ni Putu Ayu Padma; Rinayanthi , Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.728

Abstract

Tujuan dari penelitian crepes dengan penambahan kunyit sebagai pewarna alami adalah untuk mengetahui kualitas crepes yang ditambahkan kunyit berdasarkan segi warna, aroma, rasa, tekstur, serta untuk mengetahui daya tahan, menganalisis minat konsumen terhadap crepes dengan penambahan kunyit serta jumlah biaya produksi yang diperlukan untuk pembuatan crepes dengan penambahan kunyit. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian experimen dan menggunakan metode kuantitatif, penelitian eksperimen dilakukan dengan membuat crepes dengan penambahan kunyit sebagai pewarna alami, dan diuji oleh 20 panelis dengan uji organoleptik, dan analisis minat konsumen serta uji daya tahan. Hasil penelitian ini berupa kualitas crepes dengan penambahan kunyit sebagai pewarna alami adalah sangat enak dari segi rasa, beraroma sedap, tekstur yang crispy dan mempunyai warna yang sangat menarik. Pada hasil uji daya tahan crepes dengan penambahan kunyit yang sudah dipanggang mampu bertahan selama 2 hari untuk warna yang menarik, aroma, dan rasa yang dapat dikonsumsi dan mampu bertahan selama 2 jam untuk tekstur yang crispy. Pada hasil analisis biaya untuk pembuatan crepes dengan penambahan kunyit sebagai pewarna alami memerlukan biaya Rp. 30.000,-. The purpose of research on crepes with the addition of turmeric as a natural dye is to determine the quality of the crepes added with turmeric in terms of color, aroma, taste, texture, then to know the durability, analyzing consumer interest in crepes with the addition of turmeric and how much production costs are needed in making crepes with the addition of turmeric. The research approach used is experimental research and uses quantitative methods, This experimental research was carried out by making crepes with the addition of turmeric as a natural dye, then tested by 20 panelists with organoleptic tests, and analysis of consumer interest and durability tests.The results of this study are the quality of the crepes with the addition of turmeric as a natural dye which is very good in terms of taste, has a delicious aroma, crispy texture and has a very attractive color. From the results of the endurance test, crepes with the addition of turmeric can last for 2 days for an attractive color, aroma, and taste that can be consumed and can last for 2 hours for a crispy texture. From the results of the cost analysis to making crepes with the addition of turmeric as a natural dye, it costs Rp. 30.000,-.
Pembuatan Roti Focaccia Berbahan Dasar Pengembang Ragi Alami (Sourdough) Raja, Anak Agung Ngurah Putra Adnyana; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.729

Abstract

Tujuan dari penelitian terhadap penggunaan ragi alami atau yang dikenal dengan sourdough ini adalah sebagai alternatif dari penggunaan instant yeast pada pembuatan roti untuk menguji apakah ragi alami atau sourdough bisa atau layak dijadikan bahan pengganti dari instant yeast. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat roti focaccia dengan bahan dasar pengembang ragi alami (sourdough) yang nantinya akan diukur dari berbagai aspek seperti: rasa, tekstur, aroma dan warna. Penulis menggunakan pendekatan penelitian eksperimen, yang mana diterapkan dengan menggunakan bahan dasar ragi yang berbeda pada pembuatan roti untuk kemudian diuji lebih lanjut oleh panelis berdasarkan tes organoleptik, observasi, dan analisis biaya. Hasil penelitian ini adalah roti focaccia yang memiliki kualitas yang baik dari segi rasa, tekstur yang lembut, aroma, warna dan harga yang ekonomis. Dari hasil uji daya tahan roti dengan bahan pengembang alami (sourdough) mampu bertahan selama lebih dari 3 hari. Selain itu, dari perolehan hasil analisis biaya dalam pembuatan roti sourdough membutuhkan biaya Rp20.070,00. The purpose of research on the use of natural yeast or what is known as sourdough is as an alternative to the use of instant yeast in bread making to test whether natural yeast or sourdough can or deserves to be used as a substitute for instant yeast. This research was conducted by making focaccia bread with sourdough as the basic ingredient which will be measured from various aspects such as: taste, texture, aroma and color. The author uses an experimental research approach, which is applied using different yeast base ingredients in bread making to be further tested by panelists based on organoleptic tests, observations, and cost analysis. The results of this study are focaccia bread which has good quality in terms of taste, soft texture, aroma, color and economical price. From the results of the resistance test of bread with natural leavening agents (sourdough) it can last for more than 3 days. In addition, from the results of the cost analysis in making sourdough bread, it costs Rp. 20,070.00.
Pengolahan Brownies dengan Selai Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus)
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.730

Abstract

Tujuan dari penelitian Pengolahan Brownies Dengan Selai Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) adalah untuk mengetahui prosedur pembuatan brownies dengan menambahkan selai buah naga dan untuk mengetahui hasil akhir brownies selai buah naga dari segi rasa, warna, tekstur dan aroma. Pendekatan jenis data yang dioakai ialah jenis data kuantitatif yang diuji oleh 30 panelis dengan tes organoleptic dan observasi. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan melalui 2 buah brownies, yakni brownies cokelat (P0) dan brownies dengan selai buah naga (P1) selaku pembanding. Berlandaskan temuannya, didapati brownies cokelat (P0) memiliki kualitas rasa sangat enak, warna menarik, tekstur lembut dan aroma harum sedangkan brownies dengan selai buah naga (P1) memiliki kualitas rasa enak, warna sangat menarik, tekstur lembut dan aroma harum. The purpose of the research on Processing Brownies With Red Dragon Fruit Jam (Hylocereus Polyrhizus) is to find out the process of making brownies by adding dragon fruit jam and to find out the end result of dragon fruit jam brownies in terms of taste, color, texture and aroma. The type of data approach used is quantitative data types tested by 30 panelists with organoleptic tests and observations. The results of research that has been done with 2 brownies, namely chocolate brownies (P0) and brownies with dragon fruit jam (P1) as a comparison. Based on the results of the study, it was found that chocolate brownies (P0) had very good taste, attractive colors, soft texture and fragrant aroma, while brownies with dragon fruit jam (P1) had good taste, very attractive colors, soft texture and fragrant aroma.
Analisis Penerapan Prosedur Pelayanan Pramusaji Salt Restaurant Muliawan, I Nyoman; Aprinica, Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.731

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis penerapan prosedur pelayanan pramusaji Salt Restaurant di Eastin Ashta Canggu. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan SOP dan mengetahui apa saja hambatan dalam menjalankan SOP di Salt Restaurant Canggu. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret 2023 sampai bulan Juni 2023 dan jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Salt Restaurant Canggu memiliki 1 Manager, 1 Supervisor, 2 Waiter , 3 Dw Waiter, 2 Dw Waitress, 2 Dw hostes, dan 2 Training. Hasil dari penelitian ini yaitu SOP yang ada di Salt restaurant belum sepenuhnya dijalankan oleh waiter/waitress, hanya 82% yang sudah diterapkan dengan baik dan ada lagi 18% yang belum diterapkan dengan baik. Agar penerapan SOP di Salt restaurant berjalan dengan baik maka sebaiknya perlu evaluasi dan penekanan terhadap pentingnya penerapan standar operating procedure, dan memberikan pelatihan terhadap waiter/waitress agar penerapan SOP berjalan dengan lancar. This study discusses the analysis of the implementation of the Salt Restaurant service procedures at Eastin Ashta Canggu. The purpose of this research is to find out how the SOP is implemented and to find out what are the obstacles in carrying out the SOP at Salt Restaurant Canggu. This research was conducted from March 2023 to June 2023 and the type of research is descriptive qualitative. Salt Restaurant Canggu has 1 Manager, 1 Supervisor, 2 Waiters, 3 Dw Waiters, 2 Dw Waitress, 2 Dw hostesses, and 2 Training. The results of this study are that the SOPs in Salt restaurants have not been fully implemented by waitresses/waitresses, only 82% have been implemented properly and there is another 18% which have not been implemented properly. In order for the implementation of SOP at a Salt Restaurant to run well, it is better to evaluate and emphasize the implementation of standard operating procedures, and provide training to waiters so that the implementation of the SOP runs smoothly.
Upaya Supervisor Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pramusaji Lawadanu, I Komang Adi; Yani, Ni Wayan Mega Sari Apri
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.733

Abstract

Mads Lange Restaurant Ubud merupakan ruang makan tenda bertingkat di Camp. Dari hasil pengamatan pertama ditemukan complaint dari tamu mengenai pelayanan di Mads Lange Restaurant. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menemukan upaya-upaya yang dilakukan supervisor dalam meningkatkan kualitas pelayanan pramusaji dan kendala-kendala yang dihadap supervisor dalam menerapkan standar pelayanan pramusaji. Deskriptif kualitatif merupakan metodelogi penelitian yang digunakan, dalam proses penelitian ini teknik pengumpulan data yang dimanfaakan berupa observasi (pengamatan), wawancara (melakukan tanya jawab dengan pihak informan), dokumentasi (mencari dokumen-dokumen berupa gambar yang terkain dengan penelitian). Deskriptif kualitatif merupakan metodelogi penelitian yang digunakan. Dari hasil pengumpulan data didapatkan kendala-kendala yang ditangani oleh pelayan yaitu minimnya disiplin pelayan dalam mengikuti pelatihan-pelatihan, tidak akuratnya waktu penyerahan makanan, kurang tanggapnya pelayan terhadap masalah selama oprasional, kurangnya perhatian pelayan terhadap tamu. Upaya dari Supervisor dalam meningkatakan kemampuan pelayanan peramusaji yaitu dengan melaksanakn pelatihan SOP (Standar Oprasional Prosedur), memberikan pelajaran product knowledge, memberikan breifings kepada pramusaji dan selalu mengecek grooming pelayan. Mads Lange Restaurant Ubud is a terraced tented dining area at Camp. Based on the results of initial observations, complaints were found from guests about the service at Mads Lange Restaurant. The purpose of this study was to find out the efforts made by supervisors in improving the quality of waitress service and the constraints faced by supervisors in implementing server service standards. In this study the type of data used was qualitative, in the process of this research the data collection techniques used were observation (observations), interviews (doing questions and answers with related parties), documentation (looking for documents related to this research). The data analysis technique used is descriptive qualitative. From the results of data collections, it was found that the obstacles faced by the waiter were the low discipline of the waiter in participating in the training, the inaccuracy of the food serving time, the lack of responsiveness of the waiter to problems during operations, the lack of attention of the waiter towards guests. The Supervisor's efforts to improve the quality of waiter service are by providings SOP (Standard Operational Procedure) trainings, providing product knowledge training, providing briefings to waiters and always checking the grooming of waiters.
Pemanfaatan Nangka Muda sebagai Bahan Pengganti Daging dalam Pembuatan Sempol Ayam Setiawan, I Made Ari; Mahendra, I Wayan Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.734

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan nangka muda Sebagai bahan Pengganti daging dalam pembuatan sempol ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sempol dari segi rasa, tekstur, warna dan aroma, serta untuk mengetahui berapa lama masa simpan dari produk sempol nangka muda ini. Dari hasil uji organoleptik yang di tujukan kepada 15 orang panelis dan uji masa simpan produk yang dilakukan, peneliti akhirnya mendapatkan hasil bahwa kualitas sempol berbahan dasar nangka muda ini menunjukan hasil yang baik mulai dari segi rasa, tekstur, warna beserta aromanya dengan kualitas rasa mendapatkan skor tertinggi dengan total skor 68 dan kualitas warna mendapatkan nilai terendah yaitu dengan total skor 56 sedangkan pada hasil uji masa simpan produk penulis mendapatkan hasil yaitu sempol yang disimpan pada suhu ruangan hanya bertahan selama dua hari, sedangkan sempol yang disimpan pada suhu lemari Pendingin memiliki masa simpan yang lebih lama yaitu empat hari. This study the authors discuss the use of young jackfruit as a substitute for meat in the manufacture of chicken sempol. This study aims to determine the quality of sempol in terms of taste, texture, color and aroma, as well as to find out how long the shelf life of this young jackfruit sempol product is. From the results of the organoleptic tests addressed to 15 panelists and the product shelf life tests carried out, the researchers finally got the result that the quality of sempol made from young jackfruit showed good results starting in terms of taste, texture, color and aroma with taste quality getting a score highest with a total score of 68 and color quality got the lowest score with a total score of 56 while in the results of the product shelf life test the authors get the result that sempol stored at room temperature only lasts for two days, while sempol stored at refrigerator temperature has a shelf life the longer one is four days.
Pengolahan Bawang Dayak sebagai Pangan Fungsional Berupa Aioli Caroline, Jessica; Supartini, Ni Luh
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pengolahan pangan fungsional berupa Aioli berbahan dasar bawang dayak dalam segi rasa, tekstur, aroma dan warna, serta mengetahui tanggapan masyarakat terhadap produk tersebut. Selain itu, penelitian ini mengamati daya tahan Aioli bawang Dayak pada suhu ruangan dan menghitung harga jual untuk satu resep Aioli bawang dayak dengan berat 150 gram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data eksperimental dengan menyebarkan formulir uji organoleptik kepada 20 orang panelis yang merupakan kolega dan masyarakat yang tinggal di sekitar peneliti. Dari segi rasa, perlakuan P1 memiliki perpaduan rasa gurih dan pedas dari bawang putih dengan rasa sepat dari bawang dayak. Sedangkan P2 memiliki rasa sepat khas bawang dayak dan sedikit rasa manis dari pickling water. Aroma pada perlakuan P1 merupakan perpaduan aroma khas bawang putih dan bawang dayak. Pada perlakuan P2 terdapat aroma khas bawang dayak dan tambahan aroma dari bahan aromatik. Penambahan ekstrak bawang dayak tidak terlalu memberi dampak pada tekstur karena ekstrak bawang dayak tersaring dengan baik sehingga perlakuan P1 dan P2 sama-sama memiliki tekstur yang lembut dan mengkilap. Terdapat perbedaan warna yang cukup signifikan akibat penambahan ekstrak bawang dayak pada produk sehingga perlakuan P1 memiliki warna jingga dan perlakuan P2 berwarna merah muda keunguan. Dalam penelitian ini, perlakuan P1 mendapat akumulasi nilai sebesar 229 dan perlakuan P2 sebesar 329. Maka, berdasarkan akumulasi nilai akhir tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat lebih menyukai perlakuan P2. Kedua perlakuan memiliki daya tahan produk yang sama yaitu terbatas hingga 4 hari pada suhu ruangan dan harga jual untuk 1 resep Aioli berbahan dasar bawang Dayak adalah Rp 62.500 dengan isi 150 gr per pack. This study aims to evaluate the quality of functional food processing in the form of Aioli made from Dayak onion in terms of taste, texture, aroma, and color, and to find out the public's response to this product. In addition, this study observed the durability of Dayak onion Aioli at room temperature and calculated the selling price for one Dayak onion Aioli recipe weighing 150 grams. This study used a quantitative approach and used experimental data collection techniques by distributing organoleptic test forms to 20 panelists who were colleagues and the community living around the researchers. In terms of taste, the P1 treatment has a blend of savory and spicy flavors from garlic with the astringent taste of Dayak onions. Meanwhile, P2 has a pungent taste typical of Dayak onions and a slightly sweet taste from pickling water. The aroma in the P1 treatment is a blend of the typical aroma of garlic and Dayak onions. In the P2 treatment, there was a distinctive aroma of Dayak onions and an additional aroma from aromatic ingredients. The addition of Dayak onion extract did not significantly affect the texture because the Dayak onion extract was well filtered so that the P1 and P2 treatments both had a soft and shiny texture. There is a significant color difference due to the addition of Dayak onion extract to the product so that the P1 treatment has an orange color and the P2 treatment has a purplish pink color. In this study, treatment P1 received an accumulated value of 229 and treatment P2 of 329. So, based on the accumulated final score it can be concluded that the public prefers treatment P2. Both treatments have the same product durability which is limited to 4 days at room temperature and the selling price for 1 Aioli recipe made from Dayak onions is IDR 62,500 with 150 gr per pack.
Analisis Prosedur Penyimpanan Bahan Makanan Setiono, Daniel; Sudarmawan, I Wayan Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.736

Abstract

Prosedur penyimpanan bahan makanan yang benar sangat penting dalam memastikan bahwa makanan yang disajikan aman dan berkualitas tinggi. Salah satu cara untuk mempertahankan kualitas bahan makanan yaitu dengan menyimpannya dengan benar di fasilitas penyimpanan yang sesuai, serta memastikan kondisinya tetap terjaga sampai digunakan untuk produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana proses penyimpanan bahan makanan di dapur Restoran The Sayan House. Rumusan masalah yang diteliti yaitu bagaimana kesesuaian prosedur penyimpanan bahan makanan di restoran The Sayan House dengan penerapan di lapangan. Peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan tekhnik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Peneliti melakukan penelitian langsung (observasi) ke kitchen The Sayan House selama menjalani program training dan melakukan wawancara secara offline dengan HeadChef melalui tatap muka secara langsung. Dari hasil penelitian yang didapatkan, peneliti melakukan perbandingan tentang temperatur, tempat penyimpanan bahan makanan serta sistem FIFO (First In Fisrt Out). Dari hasil perbandingan tersebut masih ada yang belum sesuai antara kenyataan dengan teori yaitu temperatur penyimpanan sayur dan buah, area gudang tempat penyimpanan, pencampuran bahan makanan, dan formulir permintaan barang gudang. Correct food storage procedures are very important in ensuring that the food served is safe and of high quality. One way to maintain the quality of food ingredients is to store them properly in suitable storage facilities, and ensure that they are in good condition until they are used for production. This study aims to find out how to store food ingredients in the kitchen of The Sayan House Restaurant. The formulation of the problem under study is how appropriate the procedure for storing food ingredients at The Sayan House restaurant is with its application in the field. Researchers conducted research using data collection techniques, namely observation, documentation and interviews. The researcher conducted direct research (observation) into the kitchen of The Sayan House while undergoing the training program and conducted offline interviews with the Head Chef through face to face. From the research results obtained, the authors made comparisons about temperature, food storage areas and the FIFO (First In First Out) system. From the results of this comparison, there are still differences between reality and theory, namely the storage temperature of vegetables and fruit, the warehouse area for storage, the mixing of food ingredients, and the warehouse goods request form.
Analisa Taking Order dalam Peningkatkan Kinerja Pramusaji Andani , Desak Komang Tri; Sinaga, Firman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.737

Abstract

Industri Pelayanan makan dan minuman yang pesat termasuk di USA menuntut pelaku usaha menciptakan kualitas pelayanan guna mempertahankan kesetian pelanggan terhadap jasa yang ditawarkan sehingga kelangsungan usaha tetap terjaga.Restaurant salah satu dapartement yang berpengaruh pada industry pariwisata. Restaurant merupakan tempat yang dikunjungi orang dengan tujuan mencari berbagai makanan dan minuman. Restaurant biasanya menyajikan keunikan tersendiri sebagai ciri khas melalui menu masakan, hiburan, atapun tampilan fisik bangunan. Salah satu oprasional yang harus diperhatikan adalah terkait dengan taking order tersebut. Order taker/Pramusaji adalah orang yang bertanggung jawab atas penyajian makanan di suatu restaurant ia juga bisa dikatakan sebagai jantung dari sebuah restaurantkarna keberasilan restaurant tergantung atas kepuasan tamu. Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui kendala dalam menerapkan taking order di Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort, Mengetahui solusi yang tepat saat terjadi masalah , saat menerapkan taking order di Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort. Metode yang digunakan penelitian ini adalahkualitatif yaitu dengan melakukan wawancara ,observasi, Partisipasi selama penulis melakukan on the job training di Restaurant 43.1Stratton Mountain Resort. Adapun hasil dari penelitian ini adalah mengetahui pramusaji/order taker mengalami kendala dalam bahasa dan pemahaman menu serta mengetahui Solusi yang tepat untuk menangani masalah tersebut. Jadi kesimpulannya adalah. Bahwa order taker adalah bagian terpenting dari restaurant yang berhubungan dengan kenyamanan tamu dan berhubungan erat dengan tujuannya didirikannya restaurant yaitu mencari income atau profit. The fast food and drink service industry, including in the USA, requires business actors to create quality service in order to maintain customer loyalty. Restaurant is a place visited by people with the aim of looking for various kinds of food and drinks. One of the operations that must be considered is related to the restaurant's order-taking system. The order taker/waiter is the person who is responsible for serving food in a restaurant. He can also be said to be the heart of the restaurant because the success of the restaurant depends on guest satisfaction and of course the waiter has the responsibility for guest satisfaction. This research was conducted with the aim of knowing the obstacles in implementing order taking at Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort and finding the right solution when a problem occurs, when implementing order taking at Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort. The method used in this research is qualitative, namely by conducting interviews, observation, participation during the authors on the job training at Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort USA. The results of this study are to find out that waiters / order takers experience problems in language and understanding the menu and find out the right solutions to deal with these problems. So the conclusion is that order takers are the most important part of a restaurant that is related to guest comfort and is closely related to the purpose of establishing a restaurant, namely seeking income or profits.

Page 59 of 151 | Total Record : 1502


Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue