cover
Contact Name
Firat Meiyasa
Contact Email
firatmeiyasa@unkriswina.ac.id
Phone
+6282399227199
Journal Mail Official
firatmeiyasa@unkriswina.ac.id
Editorial Address
Jl. R. Suprapto, No. 35, Waingapu Sumba Timur, NTT
Location
Kab. sumba timur,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Transformatif: Ekonomi, Bisnis dan Kewirausahaan
ISSN : 20890427     EISSN : 28092503     DOI : https://doi.org/10.58300/transformatif
Core Subject : Economy,
Transformatif adalah jurnal Ekonomi, Bisnis dan Kewirausahaan Universitas Kristen Wira Wacana Sumba yang dipublikasikan secara berkala (dua kali setahun) dengan tujuan utama untuk mendiseminasi artikel ilmiah dalam bidang ekonomi dan bisnis. Transformatif merupakan wadah bagi komunitas akademik dalam bidang ilmu ekonomi dan manajemen untuk melakukan komunikasi ilmiah secara tertulis. Oleh karena itu, artikel yang diajukan untuk dipublikasi harus berkaitan dengan bidang ilmu ekonomi dan manajemen. Secara umum, artikel yang dipublikasi Transformatif adalah karya tulis ilmiah yang memberi kontribusi bagi pengembangan dan penyebarluasan ilmu pegetahuan dalam kedua bidang tersebut.
Articles 136 Documents
Analisis Pengaruh Lembaga Keuangan Mikro Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Indonesia Seraf Naifeto; Ritma Ritma; Birgitta Dian Saraswati
JURNAL TRANSFORMATIF UNKRISWINA SUMBA Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15 No. 1 (2026): Vol XIV No 1 (Mei) 2026
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/transformatif.v15i1.1576

Abstract

Kesejahteraan petani di Indonesia masih menghadapi tantangan meskipun Nilai Tukar Petani (NTP) menunjukkan peningkatan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kesejahteraan adalah akses terhadap Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah dan aset LKM terhadap kesejahteraan petani di Indonesia pada periode 2019–2024, dengan NTP sebagai indikator kesejahteraan. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect dan robust standard errors, menggunakan data sekunder dari BPS dan OJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah LKM tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani, sedangkan aset LKM berpengaruh positif dan signifikan. Selain itu, musim tanam juga berdampak signifikan terhadap NTP. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan LKM dalam meningkatkan kesejahteraan petani lebih bergantung pada kapasitas aset lembaga dan kualitas pendampingan, bukan sekadar jumlah lembaga yang tersedia. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi penguatan kapasitas LKM, peningkatan akses pembiayaan produktif, serta strategi adaptasi terhadap musim tanam untuk mendukung kesejahteraan petani yang berkelanjutan.
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Permintaan Daging Ayam Broiler di Tengah Fluktuasi Harga pada Wilayah Perkotaan Kabupaten Sumba Timur Arman Kanda Tingu Wali; Iven Patu Sirappa
JURNAL TRANSFORMATIF UNKRISWINA SUMBA Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15 No. 1 (2026): Vol XIV No 1 (Mei) 2026
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/transformatif.v15i1.1580

Abstract

Pertumbuhan daging ayam broiler di wilayah perkotaan cenderung meningkat seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat, namun kondisi penurunan harga dapat mempengaruhi perilaku konsumsi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap permintaan daging ayam broiler di tengah fluktuasi harga pada wilayah perkotaan Kabupaten Sumba Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 97 responden rumah tangga yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah ditransformasi ke dalam bentuk Z-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel harga, pendapatan, jumlah tanggungan, pendidikan, umur, dan frekuensi pembelian berpengaruh signifikan terhadap permintaan. Secara parsial variabel harga dan frekuensi pembelian berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan umur berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, pendapatan, jumlah tanggungan, dan pendidikan tidak berpengaruh signifikan. Variabel frekuensi pembelian merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi permintaan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa permintaan daging ayam broiler di wilayah perkotaan Kabupaten Sumba Timur lebih dipengaruhi oleh pola konsumsi rutin masyarakat dibandingkan faktor sosial ekonomi lainnya, serta cenderung stabil meskipun terjadi penurunan harga. Kata kunci : permintaan; ayam broiler; faktor sosial ekonomi; mengumumkan harga; konsumsi
Pengaruh Kepastian Hukum Terhadap Efektivitas Pengelolaan Royalti Musik: Kajian Interdisipliner Antara Hukum, Manajemen, Dan Keuangan Novita Mayang sari; Trubus Rahardiansah
JURNAL TRANSFORMATIF UNKRISWINA SUMBA Vol. 14 No. 2 (2025): Vol XIV No 2 (November) 2025
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/ck6ppz09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh asas kepastian hukum terhadap efektivitas pengelolaan royalti musik di Indonesia dengan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan perspektif hukum, manajemen, dan keuangan. Asas kepastian hukum menjadi fondasi penting dalam perlindungan hak ekonomi para pencipta lagu sekaligus menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola lembaga pengelola royalti, yaitu Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Melalui studi normatif terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik, ditemukan bahwa meskipun regulasi telah tersedia, implementasinya masih menghadapi tantangan kelembagaan, tumpang tindih kewenangan, serta ketidakteraturan dalam sistem keuangan lembaga pengelola royalti. Analisis juga menunjukkan bahwa ketidakpastian hukum berdampak pada lemahnya praktik manajerial, pelaporan keuangan, dan rendahnya kepercayaan pencipta terhadap sistem royalti. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi antara norma hukum, sistem manajerial, dan akuntabilitas keuangan guna membangun sistem pengelolaan royalti yang adil, efisien, dan terpercaya. Temuan ini menegaskan bahwa kepastian hukum tidak hanya penting sebagai norma, tetapi juga sebagai instrumen tata kelola yang fungsional dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Mandara: Jalan Keluar Menghadapi Kerentanan dan Menghadapi Kerentanan Pangan Siti Suryani; Titi Susilowati Prabawa; Aldi Herindra Lasso; Gatot Sasongko
JURNAL TRANSFORMATIF UNKRISWINA SUMBA Vol. 14 No. 2 (2025): Vol XIV No 2 (November) 2025
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/xd4b7x41

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menggambarkan praktek “mandara” sebagai cara untukmembangun ketahanan dan mengurangi kerentanan ketika mengalami guncangan(shocks) dalam penghidupan masyarakat Sumba. Perubahan iklim mengakibatkangagal panen yang menimbulkan guncangan bagi rumah tangga – rumah tangga dikampung Pakapihak. Modal sosial yang mengikat (bounding) digunakan untukbertahan dan keluar dari kerentanan. Penelitian Kualitatif dengan mengaplikasikanpendekatan etnografi digunakan untuk mendapatkan data komprehensif. Penelitianmenyimpulkan bahwa mandara merupakan pertukaran atau barter yang menjaditradisi masyarakat Sumba, yang dilakukan karena adanya jaringankekeluargaan/kekerabatan, yang mengikat (bounding) yang dilandasi oleh rasasaling percaya sehingga terjadi saling membantu dalam rangka pemenuhankebutuhan pangan. Praktek mandara ini dapat terus terjadi karena dukungannorma yang ada dalam tradisi budaya Sumba untuk saling menopang.Akhirnya mandara merupakan jalan keluar untuk meningkatkan ketahananpangan dan mengatasi kerentanan pangan akibat perubahan yang terjadi padarumah tangga-rumah tangga di kampung Pakapihak, meskipun bersifatsementara. Penelitian ini merekomendasikan bahwa pengelolaan tradisimandara yang baik, akan memberikan keberlanjutan penghidupan meskipunterjadi guncangan akibat perubahan iklim dan penyebab lainnya. Secara jangkapanjang dapat dikembangkan sebagai cara mendistribusikan hasil pertaniandan peternakan di masyarakat perdesaan secara modern (mandara modern).Kata kunci:, mandara, ketahanan, guncangan, kerentanan, penghidupan
Kualitas Layanan dan Kepuasan Mitra Pendidikan di Wilayah Rural: Studi Kasus Yayasan Adjarmanu, Kabupaten Sumba Timur Rambu Manginu Riwa; Osfred Umbu Djadji; Salmon Pandarangga
JURNAL TRANSFORMATIF UNKRISWINA SUMBA Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15 No. 1 (2026): Vol XIV No 1 (Mei) 2026
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/5en35k84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan mitra pendidikan terhadap kualitas layanan pada Yayasan Adjarmanu di Sumba Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada guru PAUD sebagai informan utama. Analisis kepuasan layanan mengacu pada beberapa indikator, yaitu kesesuaian harapan, kualitas layanan, komunikasi efektif, kepuasan keseluruhan, loyalitas, penanganan keluhan, dan fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan layanan berada pada kategori cukup baik. Layanan yayasan dinilai mampu memenuhi harapan mitra, terutama dalam pendampingan administrasi dan pelatihan. Komunikasi yang efektif melalui media grup serta penanganan keluhan yang responsif menjadi kekuatan utama layanan. Namun demikian, masih terdapat beberapa kelemahan, seperti ketidakkonsistenan layanan, keterlambatan respons, serta keterbatasan fasilitas di wilayah pedesaan. Selain itu, loyalitas mitra tergolong tinggi, namun lebih dipengaruhi oleh kebutuhan dan ketergantungan terhadap layanan dibandingkan kepuasan yang optimal. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan perlu difokuskan pada penguatan konsistensi pelayanan, percepatan respons, pemanfaatan teknologi komunikasi, serta kolaborasi lintas sektor dalam penyediaan fasilitas pendidikan
Dampak Pengeluaran Wisman Borobudur terhadap Perekonomian Jawa Tengah: Analisis Input-Output Sanie Banjarnahor; Anggun Setiyaningsih; Sidney Alva Febri Br Peranginangin; Sotya Fevriera
JURNAL TRANSFORMATIF UNKRISWINA SUMBA Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15 No. 1 (2026): Vol XIV No 1 (Mei) 2026
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/ey65fp75

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pemulihan pariwisata pasca pandemi, melalui Candi Borobudur. Penelitian ini menganalisis keterkaitan antar sektor dan mengukur dampak pengeluaran wisman yang ditargetkan berkunjung ke Borobudur 2025 terhadap perekonomian Jawa Tengah menggunakan analisis IO. Penelitian ini menggunakan data berupa Tabel IO 2016, pengeluaran wisman, target wisman, kurs dan data pendukung untuk penyesuaian faktor inflasi. Penelitian ini menemukan sektor kunci berupa Industri Pengolahan serta Pengadaan Energi. Sektor dengan keterkaitan kuat ke depan, adalah Perdagangan-Reparasi Kendaraan, Agrikultur, serta Jasa Informasi-Komunikasi. Sektor dengan keterkaitan kuat ke belakang yaitu Hotel-Restoran, Konstruksi, Transportasi-Pergudangan, serta Pengadaan Air-Pengelolaan Sampah. Lima sektor dengan peningkatan output > Rp 500 miliar adalah Hotel-Restoran, Industri Pengolahan, Perdagangan-Reparasi Kendaraan, Jasa Lainnya, serta Transportasi-Pergudangan. Lima sektor dengan peningkatan nilai tambah bruto > Rp 300 miliar adalah Hotel-Restoran, Perdagangan-Reparasi Kendaraan, Industri Pengolahan, Jasa Lainnya, serta Agrikultur. Enam sektor dengan peningkatan pendapatan tenaga kerja > Rp 100 miliar, yaitu Hotel-Restoran, Perdagangan-Reparasi Kendaraan, Jasa Lainnya, Agrikultur, Industri Pengolahan, Transportasi-Pergudangan, serta empat sektor dengan tambahan tenaga kerja > 10.000 orang, yaitu Hotel-Restoran, Jasa Lainnya, Perdagangan-Reparasi Kendaraan, serta Agrikultur. Lima sektor dengan pertumbuhan output > 0,3% adalah Hotel-Restoran, Jasa Lainnya, Transportasi-Pergudangan, Jasa Keuangan-Asuransi, serta Perdagangan-Reparasi Kendaraan. Hasil simulasi menunjukkan sektor pariwisata memiliki peran strategis sebagai penggerak perekonomian Jawa Tengah.