cover
Contact Name
Agus Hendra Al Rahmad
Contact Email
agus.hendra.alr@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260047644
Journal Mail Official
jurnal.pka@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Aceh. Jl. Soekarno-Hatta Kampus Terpadu Poltekkes Aceh, Aceh Besar, Indonesia. Kode Pos: 23352. Telp/ fax : (0651) 46128 / (0651) 46127
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi
ISSN : 27469581     EISSN : 28291484     DOI : http://dx.doi.org/10.30867
Core Subject : Health, Social,
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi merupakan perwujudan ilmiah dari suatu kegiatan atau intervensi kepada masyarakat yang dilaksanakan baik oleh dosen, mahasiswa maupun praktisi/kalangan lainnya yang berorientasi kepada kesejahteraan kesehatan masyarakat. Jurnal ini ditujukan untuk menampung berbagai hasil kegiatan atau bentuk intervensi dari karya-karya yang mutakhir dibidang kesehatan dan berdampak positif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat baik secara teoritis maupun praktis. Karya-karya yang memenuhi cakupan dalam jurnal ini meliputi hasil dari intervensi bidang gizi, tenologi pangan, bidang kesehatan lingkungan, sanitasi dan hygiene masyarakat, bidang kebidanan, promosi kesehatan kepada masyarakat, pelayanan kesehatan ibu dan bayi, bidang keperawatan dan keperawatan gigi, serta bidang kefarmasian.
Articles 93 Documents
Sosialisasi tentang perawatan kehamilan pada kader di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Nurlaili Ramli; Eva Purwita; Rahmi Rahmi
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 3, No 1 (2021): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.009 KB) | DOI: 10.30867/pade.v1i1.700

Abstract

Kunjungan Antenatal Care (ANC) adalah kontak ibu hamil dengan pemberi asuhan dalam hal mengkaji kesehatan dan kesejahteraan bayi serta kesempatan untuk memperoleh informasi dan memberi informasi bagi ibu dan petugas kesehatan.  Salah satu strategi untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. Penelitian tentang pendampingan yang dilakukan terhadap masyarakat menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara pendampingan dengan penerapan asuhan kebidanan pada ibu hamil. Kader diharapkan lebih memahami asuhan yang didapatkan agar ibu hamil mendapatkan asuhan kehamilan dengan tepat. Tujuan kegiatan ini yaiu untuk mengetahui pengetahuan kader tentang perawatan kehamilan di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Metode Pengabdian Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi pada kader tentang perawatan kehamilan yang dilakukan selama 3 hari di desa Leu ue dan Deunong. Kader diberikan informasi tentang tanda bahaya selama hamil, kebutuhan istirahat, kebutuhan gizi selama hamil, personal hygiene, Tanda-tanda dan persiapan persalinan, imunsasi TT serta Tablet besi. Peningkatan pengetahuan tinggi pada kader yaitu sebelum intervensi berjumlah 30% menjadi 63,3%. Terjadi peningkatan pengetahuan pada kader setelah diberikan pengetahuan berupa perawatan kehamilan, tanda bahaya selama hamil, kebutuhan gizi selama hamil, Tanda-tanda dan persiapan persalinan, imunsasi TT serta Tablet besi. Diharapkan bagi tenaga kesehatan  khususnya bidan di desa untuk dapat memberdayakan kader dalam membantu tugasnya dimasyarakat 
Implementation of exclusive breastfeeding counseling for prospective brides in Lueng Bata District, Banda Aceh City Agus Hendra Al Rahmad; T. Khairul Fadjri; Ampera Miko; Herry Imran; Niakurniawati Niakurniawati
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.651 KB) | DOI: 10.30867/pade.v4i2.1030

Abstract

The importance of increasing knowledge about exclusive breastfeeding for expectant mothers in Aceh Province is an effort to achieve exclusive breastfeeding success above the national achievement of 69,7%. Optimal breastfeeding practices are one of the keys to success in reducing stunting. Counseling is essential in increasing the knowledge of prospective mothers or brides, supported by the use of media such as flyers that make it easier to understand the importance of exclusive breastfeeding for babies. This community service activity aims to increase the knowledge of prospective brides through counseling on exclusive breastfeeding using flyer media. Community service was carried out using a pretest-posttest non-equivalent group approach, namely providing exclusive breastfeeding counseling to prospective brides in Lueng Bata District. The number of participants was 20 people (10 couples), and activities were carried out in 2020. The counseling media is an exclusive breastfeeding flyer from the Indonesian Ministry of Health. Data collection was conducted through interviews using a questionnaire. The evaluation was carried out descriptively, consisting of a pretest and a posttest. The results showed an increase in average knowledge between before (26,3), and after (33,1) exclusive breastfeeding counseling was given using flyer media to prospective brides, or there was an increase in knowledge of 60,0%. In conclusion, through flyer media, exclusive breastfeeding counseling can improve the knowledge or understanding of prospective brides about exclusive breastfeeding.
Peningkatan pengetahuan dan sikap ibu untuk pencegahan stunting di Kabupaten Aceh Besar Nunung Sri Mulyani; Eva Fitriyaningsih; Agus Hendra Al Rahmad; Abdul Hadi
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 4, No 1 (2022): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.805 KB) | DOI: 10.30867/pade.v4i1.810

Abstract

Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Stunting disebabkan oleh tiga faktor yaitu faktor individu yang meliputi asupan makanan, berat badan lahir, dan keadaan kesehatan; faktor rumah tangga yang meliputi kualitas dan kuantitas makanan, sumber daya, pola asuh, dan faktor lingkungan seperti sosial ekonomi, layanan pendidikan dan layanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pencegahan stunting balita. Pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan di desa Gurah kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar pada bulan September 2020 berjumlah 30 peserta. Hasil yang didapatkan sebelum diberikan penyuluhan didapatkan bahwa masih rendahnya pengetahuan ibu tentang stunting yaitu 63,3% dan setelah diberikan penyuluhan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman ibu tentang stunting yaitu baik 73,3%. Sebelum diberikan penyuluhan didapatkan bahwa masih rendahnya sikap ibu-ibu tentang stunting yaitu 70% dan setelah diberikan penyuluhan didapatkan bahwa terjadi peningkatan sikap ibu tentang stunting yaitu baik 63,3%. Intervensi edukasi gizi pada ibu dapat meningkatkan pengetahuan, dan sikap tentang stunting. Kesimpulan, perlakuan pemberian penyuluhan gizi dapat berpengaruh terhadap pengetahuan,dan sikap tentang stunting dimana terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang stunting dan terjadi peningkatan terhadap sikap ibu.
Pelatihan penyusunan menu B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman) berbasis pangan lokal di desa Bung Sidom Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Rachmawati Rachmawati; Rosi Novita; Eva Fitriyaningsih; Erwandi Erwandi
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 3, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.074 KB) | DOI: 10.30867/pade.v1i2.706

Abstract

Penyusunan menu keluarga yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) diarahkan pada pemanfaatan pangan lokal dan hasil pekarangan. Edukasi gizi berupa pelatihan penyusunan menu sesuai prinsip gizi seimbang pada ibu sangat diperlukan mengingat ibu merupakan ujung tombak perbaikan gizi keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan penyusunan menu B2SA dilakukan pada bulan Oktober 2018 dengan kelompok sasaran adalah ibu-ibu di Desa Bung Sidom Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar sebanyak 20 orang ibu. Evaluasi kegiatan menggunakan kuisioner post test menunjukkan bahwa sebagian besar ibu mempunyai pengetahuan baik (85%) tentang penyusunan menu B2SA berbasis pangan lokal, dan pengetahuan ibu tentang penyusunan menu B2SA berbasis pangan lokal meningkat sebesar 10% setelah pelatihan
Pelatihan meramu cairan pembasmi nyamuk dari daun serai (Cymbopogon citratus) di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 Bireuen Zulfikar Zulfikar; Wiwit Aditama; Khairunnisa Khairunnisa; Budi Arianto PS
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.055 KB) | DOI: 10.30867/pade.v4i2.906

Abstract

Penggunaan insektisida yang berlebihan dan berulang-ulang dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan seperti pencemaran lingkungan, salah satu cara untuk mendapatkan bahan kimia yang ramah lingkungan adalah memanfaatkan potensi alam yaitu tanaman yang mengandung bioinsektisida. Salah satunya adalah tanaman serai (Cymbopogon citratus) yang dapat dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk karena mengandung zat-zat seperti geraniol, metil heptenon, terpen-terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik dan terutama sitronela sebagai obat nyamuk semprot. Tujuan pengabdian adalah untuk memberikan ketrampilan kepada siswa sekolah dalam mengolah batang serai sebagai obat anti gigitan nyamuk atau penolak nyamuk. Metode pemecahan permasalahan yang digunakan dengan metode ceramah, diskusi dan pelatihan. Adapun rangkaian dari metode tersebut diterapkan sebagai berikut: memberikan pengetahuan dasar tentang cara meramu cairan pembasmi  nyamuk dari daun serai. Selanjutnya memberikan informasi dan pelatihan tentang bagaimana cara meramu cairan penolak  nyamuk dari daun serai. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 23-24 November 2018 di MAN Bireun, yang diikuti sebanyak 30 siswa. Keberhasilan kegiatan adalah peserta pelatihan mampu memahami dan meningkatkan pengetahuan tentang pengendalian vektor penyakit serta yang paling penting adalah mampu melakukan pembuatan ramuan penolak nyamuk dengan efektif. Penyuluhan dengan metoda demonstrasi berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan dalam membuat ramuan penolak  nyamuk dari daun serai.
Pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat di Gampong Lamjamee Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh Fajriansyah Fajriansyah; Zubir Zubir; Syahrizal Syahrizal; Darmiati Darmiati; Hamdani Hamdani
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 4, No 1 (2022): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.16 KB) | DOI: 10.30867/pade.v4i1.896

Abstract

Masyarakat sebagai penerima dampak langsung dari bencana, dan sekaligus sebagai pelaku pertama dan langsung yang akan merespon bencana, melandasi program nasional Desa Tangguh Bencana (Destana) dalam rangka mewujudkan Indonesia Tangguh. Gampong Lamjamee merupakan wilayah rawan bencana gempa bumi, Tsunami, angin kencang. Adanya permasalahan bidang SDM, sarana prasarana, regulasi, kelembagaan, dan topografi menyebabkan Gampong Lamjamee rawan bencana. Aspek Pengurangan Resiko Bencana (PRB) harus meliputi peningkatan kapasitas SDM, perencanaan partisipatif dan tata kelola kelembagaan penanggulangan bencana, dengan metode jejaringan. Program kegiatan meliputi penyusunan dan pembentukan struktur gampong dalam pengurangan resiko bencana yang berisi pengenalan lokasi rawan bencana, mitigasi, Penanganan Pertama, peta rawan bencana dan jalur evakuasi bencana, pengurangan resiko, penguatan kapasitas kelembagaan, arah evakuasi saat bencana pembentukan struktur gampong siaga bencana, peta rawan bencana, jalur evakuasi sinergi semua aspek tersebut akan berimplikasi pada peningkatan kapasitas SDM dalam pengurangan resiko bencana di Gampong di masa yang akan datang.
Pelatihan pemberian makanan bayi dan anak (pmba) bagi kader posyandu di Gampong Cot Leusong Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen T. Khairul Fadjri; Irwan Irwan
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 3, No 1 (2021): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.001 KB) | DOI: 10.30867/pade.v1i1.701

Abstract

Pemberian makan yang terlalu dini dan tidak tepat mengakibatkan banyak anak yang menderita kurang gizi. Untuk itu perlu dilakukan pemantauan pertumbuhan sejak lahir secara rutin dan berkesinambungan. Pendampingan oleh orang yang terdekat dalam hal ini termasuk kader posyandu sangat dibutuhkan. Metode dalam pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pelatihan tentang Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) dengan suatu proses pelatihan menggunakan standar kurikulum dengan modul pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) selama 3 hari (24 jam) dengan materi pelatihan yang telah disesuaikan untuk kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan Setelah mengikuti pelatihan pemberian makanan bayi dan anak kemudian pendampingan praktek pengolahannya diketahui tingkat pengetahuan kader posyandu tentang  ASI Ekslusif dan MP-ASI di Gampong Cot Leusong Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen meningkat. Selain itu ketrampilan kader dalam pemantauan pertumbuhan serta konseling pada keluarga Bayi dan Anak di Gampong Cot Leusong Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen juga meningkat.
Differences in the effect of health promotion media using booklets and audio visuals on the level of caries knowledge 6th grade student dental 09 Aie Pacah Elementary School M. Dzulkarnain Al-Madani; Darmawangsa Darmawangsa; Sri Pandu Utami
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.414 KB) | DOI: 10.30867/pade.v4i2.966

Abstract

Dental and oral health problems generally occur due to low public knowledge about good oral and dental care. This study aimed to determine the effect of health promotion media using booklets and audiovisuals on the level of dental caries knowledge of 6th-grade students of SDN 09 Aie Pacah. This type of research is quantitative, using a quasi-experimental method with a two-group pretest-posttest research design. The research sample comprised 58 respondents who were divided into 2 groups, namely 29 respondents for each group, using the total sampling technique. Data analysis includes paired t-tests and independent t-tests. The results showed the difference in knowledge before and after dental caries health education in respondents with booklet media (p= 0,000) and audiovisual media (p= 0,000). There was no difference between the groups who had been given health education using booklets and audiovisual media on the dental caries knowledge of 6th graders at SDN 09 Aie Pacah (p= 0,863). In conclusion, booklets and audiovisual media increase knowledge about dental caries health in elementary school children. There is no difference in dental health education using the booklet and audiovisual media.
Perbaikan gizi pada ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) melalui pendampingan pemberian makanan tambahan di wilayah kerja Puskesmas Lampisang Aceh Besar Iskandar Iskandar; Rachmawati Rachmawati; Ichsan Ichsan; Wiqayatun Khazanah
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 4, No 1 (2022): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.799 KB) | DOI: 10.30867/pade.v4i1.900

Abstract

Kekurangan energi kronis (KEK) merupakan  masalah gizi yang terjadi pada ibu hamil, penyebabnya konsumsi dan ketersediaan pangan keluarga yang kurang. Dampak dari KEK ini sangat luas, maka perlu upaya penangulangannya dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan pendampingan agar asupan gizi menjadi optimal sehingga status gizi menjadi normal. Metode pengabdian yang dilakukan dengan penapisan gizi, PMT, dan KIE. Hasil penapisan gizi dengan pengkukuran Lingkar Lengan Atas (LLA), dari 42 ibu hamil terdapat  8 ibu hamil yang mengalami KEK (19%). Semua ibu hamil KEK mengalami gangguan makan seperti kurang nafsu makan, mual dan muntah. Asupan makanan dari PMT selama pendampingan reratanya masih dibawah 80% kecukupan, namun ada peningkatan secara bertahap kearah lebih baik (53,5%, 62,8% dan 66,6%). Rerata berat badan sebelum  pendampingan  48,9 kg, dan setelah pendampingan terjadi kenaikan menjadi 50,1 kg. Sedangkan lingkar lengan atas sebelum dari rerata 22,1 cm naik menjadi 23,2 cm. Kesimpulan, terdapat dampak dari pendampingan gizi terhadap peningkatan asupan gizi, peningkatan berat badan dan penambahan ukuran lingkar lengan atas pada ibu hamil KEK.
REKSIMIA (Gerakan Remaja Eksis Bebas Anemia) sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja di Banda Aceh Azizah, Amelia Puteri Nur; Evaliani, Evaliani; Surimadilla, Surimadilla; Tiarisma, Alfi; Ahmad, Aripin; Annisa, Devita
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v5i1.1335

Abstract

Remaja merupakan generasi penerus bangsa terutama pada remaja putri. Keadaan gizi pada remaja putri dapat berpengaruh terhadap kehamilannya kelak, juga terhadap bayi yang akan dilahirkannya. Salah satu masalah gizi yang paling sering dijumpai pada remaja adalah anemia. Masalah gizi remaja perlu mendapatkan perhatian khusus karena berpengaruh terhadap masalah gizi dewasa. Tetapi, masih kurangnya akses, sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan anemia sehingga banyak remaja yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya pencegahan anemia. Pengabmas ini menggunakan metode peer education dan edutainment yang dilakukan melalui tiga tahap pelaksanaan yaitu sosialisasi, pelatihan peer educator dan edukasi teman sebaya. Hasil yang dicapai yaitu pertama, setelah pelatihan peer educator terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 43,6% , sikap 13,7%, dan keterampilan remaja 80% yang merupakan kategori baik, kedua terbentuknya modul bagi peer educator sebagai panduan dalam mengedukasi teman sebayanya. Ketiga, terbentuknya Peer Educator Reksimia di sekolah dan dibuktikan dengan SK pembentukan tim dari kepala sekolah. Melalui Peer Educator Reksimia dan kerjasama dengan pihak terintegrasi, maka akan mendukung potensi keberlanjutan program Reksimia kepada sekolah yang lain. Sehingga mampu mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi angka prevalensi anemia dan mendukung poin ke 3 dalam SDGs terkait kehidupan sehat dan sejahtera. 

Page 3 of 10 | Total Record : 93