cover
Contact Name
Agus Hendra Al Rahmad
Contact Email
agus.hendra.alr@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260047644
Journal Mail Official
jurnal.pka@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Aceh. Jl. Soekarno-Hatta Kampus Terpadu Poltekkes Aceh, Aceh Besar, Indonesia. Kode Pos: 23352. Telp/ fax : (0651) 46128 / (0651) 46127
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi
ISSN : 27469581     EISSN : 28291484     DOI : http://dx.doi.org/10.30867
Core Subject : Health, Social,
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi merupakan perwujudan ilmiah dari suatu kegiatan atau intervensi kepada masyarakat yang dilaksanakan baik oleh dosen, mahasiswa maupun praktisi/kalangan lainnya yang berorientasi kepada kesejahteraan kesehatan masyarakat. Jurnal ini ditujukan untuk menampung berbagai hasil kegiatan atau bentuk intervensi dari karya-karya yang mutakhir dibidang kesehatan dan berdampak positif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat baik secara teoritis maupun praktis. Karya-karya yang memenuhi cakupan dalam jurnal ini meliputi hasil dari intervensi bidang gizi, tenologi pangan, bidang kesehatan lingkungan, sanitasi dan hygiene masyarakat, bidang kebidanan, promosi kesehatan kepada masyarakat, pelayanan kesehatan ibu dan bayi, bidang keperawatan dan keperawatan gigi, serta bidang kefarmasian.
Articles 102 Documents
Edukasi kesehatan gigi anak sekolah dasar melalui home visit dengan media buku SOGI di Banda Aceh Herry Imran; Niakurniawati Niakurniawati; Nasri Nasri; Ratna Wilis; Cut Ratna Keumala; Andriani Andriani; Intan Liana
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 7, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v7i2.2887

Abstract

Oral health education through home visits using the Sogi book for elementary school-aged children in Batoh village is an effective approach to improving the quality of one's health through improved dental health. This community service project was conducted using analytical methods, targeting children and their parents as respondents. Data analysis used univariate analysis using the T-test. The intervention provided included problem-based counseling, measuring children's dental health status, and demonstrating tooth brushing. The results showed an increase in mothers' knowledge, attitudes, and practices, as well as improvements in children's dental hygiene after the educational intervention through home visits using the Sogi Book. The average scores for knowledge, attitudes, and practices decreased (became better) from pre-intervention to post-test 1, and further decreased at post-test 2. These changes demonstrate a consistent and sustainable pattern, indicating that the education provided is not only effective in the short term but also maintains its impact in the medium term. The decrease in the PHPM score from 2.14 at pre-intervention to 1.10.
Pencegahan stunting melalui edukasi gizi seimbang dan pemanfaatan pekarangan untuk kebun gizi dan toga di Desa Bayu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar Rasidah, Rasidah; Nuraskin, Cut Aja; Al Rahmad, Agus Hendra; Reca, Reca; Salfiyadi, Teuku; Mardiah, Ainun; Usrina, Nora
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 7, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v7i2.2727

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that affects child growth and has long-term impacts on quality of life. This community service activity aimed to reduce stunting rates and empower communities in addressing family nutritional deficiencies. The methods used included counseling, training, and community group mentoring. The results showed an increase in mothers’ understanding of stunting by 42%, an improvement in the number of families applying balanced nutrition from 56% (pre-test) to 86% (post-test), as well as the establishment of 52% new nutrition and medicinal plant gardens (TOGA) with active participation from 84% of participants. This activity demonstrates that educational and participatory community-based approaches are effective in raising awareness and fostering community independence in stunting prevention.
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kesehatan gigi melalui pendekatan preventif pada masyarakat Desa Lamlumpu Lhok, Peukan Bada Aceh Besar Zahara, Elfi; Keumala, Cut Ratna; Andriani, Andriani; Liana, Intan
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 7, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v7i2.2780

Abstract

Oral and dental health is a very important aspect of overall health that should not be ignored by everyone. The importance of increasing public awareness of oral and dental health based on government targets is very necessary to support Healthy Indonesia in 2030. The purpose of this community service is to increase public knowledge by conducting dental health education and practicing skills by brushing teeth together. Behavior in terms of oral and dental health is an aspect that must be considered because a person's behavior is very dependent on the knowledge they have. This community service uses lecture and interview methods. The target of this community service activity is the community of Lamlumpu Lhok Peukan Bada Aceh Besar Village, totaling 30 people. Before the education, a pre-test was conducted, then interviews were conducted with the community to measure their level of knowledge. The realization of this activity can increase community knowledge and abilities about dental health. The results of this community service activity show an increase in community knowledge about oral and dental health from 56,7% pretest to 83% posttest and DMF-T results with the number of respondents 10 people with moderate criteria (1-3). Based on the results of this activity, it can be concluded that there was an increase in public knowledge after being given counseling in the form of lectures and an increase in the correct way of brushing teeth.
Edukasi dan demonstrasi teknik kontrol plak dalam meningkatkan pengetahuan dan status kebersihan gigi anak SDN 12 Banda Aceh Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Teuku Salfiyadi; Eka Sri Rahayu; Ainun Mardiah; Henny Febriani; Muhammad Haikal Dzaki; Ratna Dewi; Noviyanti Noviyanti
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.3179

Abstract

Di Provinsi Aceh, masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak masih tinggi dan dipengaruhi oleh kontrol plak yang kurang optimal, terutama akibat teknik dan waktu menyikat gigi yang belum tepat. Pengamatan awal di SDN 12 Kota Banda Aceh menunjukkan masih banyak siswa yang belum memahami teknik menyikat gigi yang benar serta pentingnya kontrol plak rutin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan status kebersihan gigi dan mulut siswa melalui edukasi kesehatan gigi disertai praktik kontrol plak. Desain kegiatan menggunakan pre-test–post-test tanpa kelompok kontrol. Peserta berjumlah 30 siswa yang dipilih dengan total sampling (seluruh siswa yang memenuhi kriteria dan bersedia mengikuti kegiatan). Intervensi meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi dan simulasi teknik menyikat gigi yang benar, serta evaluasi kebersihan gigi dan mulut menggunakan PHP-M (Personal Hygiene Performance–Modified) karena metode ini praktis untuk skrining kebersihan/plak di lingkungan sekolah. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur. Data disajikan secara deskriptif (univariat) sebagai perbandingan sebelum–sesudah intervensi. Hasil menunjukkan proporsi pengetahuan kategori kurang baik pada pre-test sebesar 66,7% berubah menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Status kebersihan gigi dan mulut juga membaik, dari dominan kategori sangat buruk pada pre-test (53,3%) menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Hasil pengabmas ini menunjukkan edukasi kesehatan gigi yang disertai praktik langsung berpotensi meningkatkan pengetahuan dan kebersihan gigi dan mulut siswa.
Implementasi terapi parafin berbasis komunitas untuk meningkatkan fungsi tangan dan mengurangi keluhan muskuloskeletal pada lansia Nurnarita Laila; Fithriany Fithriany; Nila Kusma; Miftahul Jannah; Amelia Fadlina
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.2975

Abstract

Penuaan menyebabkan penurunan fungsi muskuloskeletal yang berdampak pada kekakuan sendi, nyeri, dan berkurangnya kekuatan otot tangan, sehingga menurunkan kemandirian lansia. Salah satu modalitas fisioterapi yang efektif untuk mengatasi keluhan tersebut adalah terapi paraffin bath, karena mampu meningkatkan elastisitas jaringan dan sirkulasi darah lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kinerja fisik dan fungsionalitas jari-jari tangan lansia melalui penerapan terapi paraffin bath berbasis komunitas. Kegiatan telah dilaksanakan di Desa Meunasah Papeun, Aceh Besar, melibatkan 40 lansia selama tiga minggu menggunakan desain pre-post intervention. Selama 3 minggu pada Mei 2025. Intervensi dilakukan dua hingga tiga kali per minggu melalui prosedur pencelupan tangan dalam parafin bersuhu 48–52°C, diikuti latihan jari terstruktur. Evaluasi mencakup pengukuran kekuatan genggaman, rentang gerak sendi (ROM), tingkat nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS), dan fungsionalitas jari melalui observasi aktivitas harian. Hasil menunjukkan peningkatan kekuatan genggaman dari 14,8 ± 3,5 kg menjadi 19,6 ± 3,7 kg dan peningkatan skor fungsionalitas dari 5,2 ± 1,4 menjadi 8,3 ± 1,2. Skor nyeri dan kekakuan jari menurun masing-masing dari 6,7 ± 1,6 menjadi 3,1 ± 1,3 dan dari 7,4 ± 1,8 menjadi 3,8 ± 1,5. Kegiatan ini mendapat partisipasi aktif dari masyarakat dan memiliki potensi keberlanjutan melalui pelatihan kader komunitas. Kesimpulan, penerapan terapi paraffin bath berbasis komunitas terbukti aman, ekonomis, dan bermanfaat dalam mendukung kemandirian dan kualitas hidup lansia.   
Pemberdayaan kader dan orang tua dalam pencegahan stunting melalui gerakan peduli stunting di Desa Bukit Raya Ega Ersya Urnia; Rosalin Ariefah Putri; Rahmawati Wahyuni
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.2993

Abstract

Angka stunting tertinggi di Kalimantan Timur terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara (268 kasus), diikuti Samarinda (194 kasus) dan Balikpapan (179 kasus). Di wilayah Puskesmas Teluk Dalam, prevalensi stunting mencapai 64% (171 kasus), sementara di Desa Bukit Raya terdapat 34 balita stunting, angka ini berada di atas rata-rata kabupaten. Permasalahan utama adalah program penanggulangan stunting yang belum berkesinambungan akibat keterbatasan tenaga kesehatan serta belum adanya penyuluhan kepada orang tua. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menurunkan angka stunting di Desa Bukit Raya melalui dukungan terhadap tenaga kesehatan dalam pelayanan balita, pemberdayaan kader, serta peningkatan pengetahuan orang tua tentang dampak stunting. Solusi yang ditawarkan meliputi edukasi dan pelatihan kader kesehatan serta penyuluhan kepada orang tua untuk meningkatkan kepedulian terhadap stunting. Mitra kegiatan adalah kader kesehatan dan perangkat desa (kepala desa, sekretaris desa, dan kepala dusun) yang berperan sebagai role model dalam keberlanjutan program melalui pembentukan “Gerakan Peduli Stunting”. Target capaian meliputi terbentuknya tim Gerakan Peduli Stunting, peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dari tidak ada menjadi ada, peningkatan kapasitas mitra dalam edukasi stunting hingga 100%, peningkatan capaian pelayanan kesehatan reproduksi dari 66% menjadi 77%, serta peningkatan keterampilan kader dan masyarakat sebagai mentor edukasi stunting dari 0% menjadi 100%.
Edukasi peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang pemberian MP-ASI berbasis bahan pangan lokal di Desa Deunong Kabupaten Aceh Besar Rasima Rasima; Nora Usrina; Andriani Andriani
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.2880

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) merupakan makanan atau minuman yang diberikan kepada bayi usia 6–24 bulan untuk melengkapi kebutuhan gizi yang tidak dapat dipenuhi hanya dari ASI. Pemanfaatan bahan pangan lokal dalam penyusunan MP-ASI menjadi strategi penting karena mudah diperoleh, lebih terjangkau, serta sesuai dengan kebiasaan makan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita mengenai pengolahan MP-ASI berbasis pangan lokal di Desa Deunong, Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan meliputi edukasi, demonstrasi pembuatan MP-ASI, serta pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan ibu terkait pengolahan MP-ASI, dengan nilai rata-rata meningkat sebesar 0,4 (p-value < 0,05). Selain itu, keterampilan ibu dalam mengolah MP-ASI memiliki kategori sangat baik dan baik. Dengan demikian, edukasi dan pemanfaatan pangan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat, sekaligus mendukung upaya perbaikan status gizi balita usia 6–23 bulan.
Peningkatan pengetahuan dan perilaku orang tua dalam pencegahan karies botol melalui edukasi dan demonstrasi Cut Aja Nuraskin; Reca Reca; Teuku Salfiyadi; T. Iskandar Faisal
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.3219

Abstract

Karies botol merupakan masalah kesehatan gigi yang sering terjadi pada balita akibat kebiasaan mengonsumsi susu menggunakan botol, terutama saat tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan gigi sejak dini dan berdampak pada kesehatan serta kualitas hidup anak. Data puskesmas menunjukkan hampir 100% balita yang berobat mengalami karies botol. Studi pendahuluan di TK Khairiyah Banda Aceh menunjukkan 70% dari 50 anak mengalami karies, sementara sebagian besar orang tua berpendidikan rendah (70%) dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga (70%). Rendahnya pengetahuan orang tua menjadi faktor utama tingginya kejadian karies. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku orang tua serta anak dalam menjaga kesehatan gigi. Kegiatan dilakukan pada 30 orang tua dengan tahapan: persiapan dan koordinasi (1–2 minggu), edukasi, demonstrasi teknik menyikat gigi, praktik bersama anak (minggu ke-3), serta evaluasi melalui pretest dan posttest (minggu ke-4). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan orang tua dari 20% menjadi 83,3%. Keterampilan menyikat gigi meningkat dari 16,7% menjadi 80%, dan perilaku menyikat gigi anak dua kali sehari meningkat dari 23,3% menjadi 76,7%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku pencegahan karies botol. Kesimpulannya, intervensi edukatif berbasis praktik efektif dalam pencegahan karies botol. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua diperlukan untuk mendukung keberlanjutan kesehatan gigi anak.
Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan sabut kelapa untuk pengolahan ikan asap di Gampong Meunasah Krueng Abdul Hadi; Andriani Andriani; Arnisam Arnisam; Agus Hendra Al Rahmad
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.2874

Abstract

Pemanfaatan limbah sabut kelapa sebagai bahan bakar dalam proses pengasapan ikan merupakan inovasi yang tidak hanya meningkatkan mutu produk, tetapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan September 2025 di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, dengan peserta sebanyak 15 orang. Pelatihan dilakukan melalui penyuluhan, dan praktik langsung teknik pengasapan ikan menggunakan sabut kelapa. Evaluasi menggunakan desain pre–post test dengan dua instrumen kuesioner (pengetahuan dan sikap). Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (67% menjadi 86%) dan sikap peserta (73% menjadi 91%) setelah pelatihan (p < 0,05). Pelatihan ini memberikan dampak sosial-ekonomi melalui peningkatan keterampilan, potensi peningkatan pendapatan, serta optimalisasi pemanfaatan limbah sabut kelapa sebagai bahan bakar lokal yang lebih efisien. Pengetahuan dan keterampilan yang di peroleh tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk terus berinovasi dan memberdayakannya sebagai sumber pendapatan yang pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Desa Meunasah Krueng.
Implementasi dan evaluasi good manufacturing practices (GMP) berbasis CPPOB pada UMKM teh tarik jelly, Desa Selorejo, Malang Alliyyah Zalfa Putri Anaba; Jhauharotul Muchlisyiyah; Dodyk Pranowo
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.2870

Abstract

UMKM Teh Tarik Jelly merupakan usaha mikro yang bergerak dalam produksi minuman berbasis teh tarik jelly di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Studi evaluasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kontaminasi mikrobiologis dan kimia pada produk minuman jelly yang dapat menyebabkan foodborne illness, serta kebutuhan UMKM untuk menerapkan sistem produksi yang memenuhi standar keamanan pangan, khususnya Good Manufacturing Practices (GMP) berbasis  Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Permasalahan utama meliputi belum diterapkannya prinsip GMP-CPPOB yang berisiko menimbulkan kontaminasi silang, cemaran fisik, dan pertumbuhan mikroorganisme patogen, tidak tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP), serta ketiadaan sistem dokumentasi produksi yang terstruktur. Program ini menggunakan desain pre-post single group evaluation. Metode evaluasi yang diterapkan meliputi observasi lapangan, penyusunan modul implementatif, pelatihan aplikatif, dan simulasi audit mandiri menggunakan formulir evaluasi CPPOB 25 aspek. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam penerapan CPPOB dari 11 aspek terpenuhi (44%) menjadi 22 aspek terpenuhi (88%), dengan peningkatan skor evaluasi dari kategori C (skor 6) menjadi kategori B (skor 15). Program menghasilkan 1 modul GMP-CPPOB komprehensif, 3 SOP operasional, dan 4 form log harian yang berhasil diterapkan. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa implementasi sistem GMP-CPPOB dapat meningkatkan kesiapan UMKM dalam pengajuan sertifikasi IP-CPPOB dan memperkuat keamanan pangan produk lokal sehingga berkontribusi pada pencegahan foodborne illness di masyarakat. Keterbatasan kegiatan meliputi tidak adanya kelompok kontrol dan periode follow-up jangka panjang.

Page 10 of 11 | Total Record : 102