Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi merupakan perwujudan ilmiah dari suatu kegiatan atau intervensi kepada masyarakat yang dilaksanakan baik oleh dosen, mahasiswa maupun praktisi/kalangan lainnya yang berorientasi kepada kesejahteraan kesehatan masyarakat. Jurnal ini ditujukan untuk menampung berbagai hasil kegiatan atau bentuk intervensi dari karya-karya yang mutakhir dibidang kesehatan dan berdampak positif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat baik secara teoritis maupun praktis. Karya-karya yang memenuhi cakupan dalam jurnal ini meliputi hasil dari intervensi bidang gizi, tenologi pangan, bidang kesehatan lingkungan, sanitasi dan hygiene masyarakat, bidang kebidanan, promosi kesehatan kepada masyarakat, pelayanan kesehatan ibu dan bayi, bidang keperawatan dan keperawatan gigi, serta bidang kefarmasian.
Articles
93 Documents
Peningkatan status kebersihan gigi melalui teknik menyikat gigi yang benar pada murid kelas I MIN Teladan Kota Banda Aceh
Mardelita, Sisca;
Keumala, Cut Ratna;
Andriani, Andriani;
Liana, Intan;
Nur, Arnela
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1545
Karies merupakan penyakit pada jaringan keras gigi yang berupa proses demineralisasi pada jaringan keras gigi (email, dentin, sementum) yang disebabkan oleh aktivitas bakteri pada rongga mulut. Karies merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum terjadi di masyarakat. Salah satu penyebab terjadinya karies adalah bakteri. Bakteri akan menguraikan substrat karbohidrat yang melekat di rongga mulut dan membentuk plak. Salah satu penyebab karies adalah kebersihan gigi yang kurang baik. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dan wawancara. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah murid kelas I MIN Teladan Kota Banda Aceh yang berjumlah 30 anak.. Sebelum dilakukan penyuluhan, terlebih dahulu dilakukan pre-test, kemudian melakukan wawancara kepada anak untuk mengukur tingkat pengetahuannya. Realisasi kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak untuk menyikat gigi dengan baik dan benar. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan pengetahuan sebelum penyuluhan berada pada katagori baik yaitu sebanyak 16.7% meningkat menjadi 90% setelah diberikan penyuluhan. Berdasarkan hasil kegiatan ini dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan anak setelah diberikan penyuluhan dalam bentuk ceramah dan demonstrasi cara menyikat gigi yang baik dan benar.
Upaya peningkatan kesehatan gigi melalui penerapan konsep quality home care pada anak disabilitas di SDLB Kota Banda Aceh
Mufizarni, Mufizarni;
Rahayu, Eka Sri;
Reca, Reca;
Salfiyadi, Teuku;
Nuraskin, Cut Aja;
Mardhiah, Ainun;
Nurhaida, Nurhaida
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1456
Anak berkebutuhan khusus, termasuk para penderita “down syndrome” umumnya bermasalah pada pertumbuhan dan kesehatan giginya, yang paling sering ditemukan adalah gigi berlubang, susunan gigi tidak teratur, serta penyakit jaringan gusi kelainan ini diperparah dengan kesulitan anak memelihara kesehatan gigi dan mulut secara mandiri. Mengingat risiko yang terjadi pada karies berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak dan didukung dengan ketidaktahuan orang tua tentang kesehatan gigi, maka cara pencegahan yang lebih awal penting untuk dilakukan yaitu melalui pemahaman dan peran serta orang tua. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode deskriptif, dengan sasaran anak dan ibunya sebagai responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Intervensi yang diberikan berupa edukasi tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut kepada ibu, simulasi dan demonstrasi tentang bagaimacara menyikat gigi yang baik dan benar, penerapan konsep quality home care kepada orang tua mengenai cara pendampingan, pemantauan dan pemberian perawatan gigi dan mulut yang dapat dilakukan di dalam rumah sebagai upaya preventif. Hasil pengabdian masyarakat yaitu ada perubahan peningkatan pengetahuan orang tua atau keluarga mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi anak disabilitas dan adanya perubahan ke arah yang lebih baik status kebersihan gigi dan mulut anak. Direkomendasikan kepada pihak sekolah sebaiknya pertahankan hubungan dengan orang tua dan lakukan monitoring serta evaluasi rutin terhadap kemajuan perawatan gigi anak
Pemberdayaan masyarakat melalui “Senam Sehat” untuk meningkatan aktifitas fisik serta penilaian kebugaran dan status gizi pada orang dewasa sebagai upaya preventif terhadap penyakit tidak menular
Al Rahmad, Agus Hendra;
Khazanah, Wiqayatun;
Alamsyah, Teuku;
Emilda, Emilda
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1580
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang mempunyai prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) sangat signifikan. Saat ini PTM di Indonesia telah menjadi masalah kesehatan serta sebagai penyebab kematian dan serta merupakan ancaman terhadap kondisi ekonomi di Indonesia. Tujuan pengabdian masyarakat ini secara umum yaitu untuk memberdayakan masyarakat melalui “Senam Sehat” untuk meningkatan aktifitas fisik serta penilaian kebugaran dan status gizi pada orang dewasa sebagai upaya preventif terhadap penyakit tidak menular. Metode pengabdian dilakukan seperti intervensi “Senam Sehat”,penyuluhan kesehatan, pengukuran kebugaran, pemantauan status gizi, dan pemerikasaan kesehatan. Sasaran dalam kegiatan ini masyarakat yang berusia > 18 tahun yang berjumlah 40 orang. Kegiatan dilakukan pada bulan Juni-September tahun 2023 di Kecamatan Lueng Bata. Hasil pemeriksaan status gizi dengan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) bahwa rata-rata status gizi masyarakat masuk kedalam katagori normal sedangkan dalam pengukuran Rasio Lingkar Pinggang dan Panggul (RLPP) nilai rata-rata masyarakat masuk kedalam katagori obesitas. Untuk hasil pemeriksaan kesehatan dalam pemeriksaan GDPP dan kolesterol, nilai rata-rata masyarakat masuk kedalam katagori normal. Sedangkan pada pemeriksaan Tekanan Darah Sistolik nilai rata-rata masuk kedalam katagori tinggi dan pemeriksaan Tekanan Darah Diastolik masuk kedalam katagori optimal. Perlu adanya tindak lanjut intervensi dalam meningkatkan aktivitas fisik pada masyarakat sebagai salah satu preventif dalam menurunkan angka pravelensi Penyakit Tidak Menular pada masyarakat.
Penggunaan media buku bergambar SOGI (menggosok gigi) dalam praktik menggosok gigi yang benar pada murid kelas V MIN 13 Aceh Besar
Niakurniawati, Niakurniawati;
imran, Herry;
Nasri, Nasri;
Wilis, Ratna
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1475
Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting dalam kehidupan setiap individu termasuk pada anak, karena gigi dan gusi yang tidak dirawat dapat menggangu kesehatan tubuh lainnya. Hasil studi awal, dari wawancara terhadap 15 murid didapati 3 murid yang mengerti dan 12 murid tidak mengerti tentang cara, frekuensi dan waktu menyikat gigi yang baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media buku bergambar sogi terhadap pengetahuan dan praktik menggosok gigi yang benar pada murid kelas V MIN 13 Aceh Besar yang diambil secara total populasi. Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-postest terhadap dua kelompok yaitu kelompok intervensi 40 murid kelas V-A dan 40 murid kelompok kontrol kelas V-B. Pengumpulan data dan intervensi dilaksanakan di MIN 13 Aceh Besar pada tanggal 01 September sampai 07 September 2023 dengan menggunakan kuesioner dan lembar ceklist. Rentang waktu antara pretest dan postest selama sebulan. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan terhadap kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,000) dengan selisih rata-rata (3,5) dan (0,3) sedangkan terhadap praktik kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,000) dengan selisih rata-rata (1,4) dan (0,23) tentang menggosok gigi yang benar. Disimpulkan bahwa media buku bergambar sogi dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik tentang menggosok gigi yang benar. Diharapkan kepada murid dapat mempertahankan pengetahuan dan meningkatkan praktik tentang menggosok gigi yang benar dengan cara lebih banyak membaca dari berbagai sumber informasi dan menanamkan kesadaran diri sendiri akan pentingnya menggosok gigi.
Reasons for extracting children's teeth at the department of pediatric dentistry, RSGM Baiturrahmah
Utami, Sri Pandu;
Suryati, Sisi I
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1254
Background : Extraction of primary teeth is a relatively common part of pediatric dentistry practice, often included as part of treatment based on caries, trauma, and orthodontic considerations. Object: The samples were 30 children who had their teeth extracted at RSGM Baiturrahmah. Research Methods: Research by filling out informed consent Research by interview was asked directly to the mother and child during the anamnesis before the child had a tooth extraction in the room. Results: The results of the study were based on a sample of 30 children who had their teeth extracted at the Baiturrahmah Hospital, the highest number was the extraction of the incisors as many as 14 children on the grounds that the teeth were loose or the teeth were persistent, 8 children extracted the 1st molars because the teeth had been lost. rocking and cavities. 7 children had their 2nd molars extracted and 1 child had their canines extracted due to loose teeth and cavities. Conclusion: Based on the reasons why children do tooth extraction, that is because dental caries is the most common cause, followed by mobility and persistence.
Program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M plus dengan gerakan satu rumah satu jumantik di Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar
Sofia, Sofia;
Aditama, Wiwit;
Kartini, Kartini;
Junaidi, Junaidi
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v5i2.1498
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang endemis dimasyarakat, upaya memotivasi masyarakat untuk melaksanakan 3M Plus terus dilakukan pemerintah melalui kerjasama lintas program dan lintas sektor termasuk tokoh masyarakat dan swasta. Musim hujan, adanya tampungan air dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam memperhatikan jentik nyamuk menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya DBD. Tujuan kegiatan adalah mengimplementasikan program PSN 3M Plus serta membentuk gerakan satu rumah satu jumantik. Sasasaran adalah ibu rumah tangga dan remaja putri di Desa Dham Pulo kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar sejumlah 112 rumah. Kegiatan dilakukan mulai bulan Juni hingga September 2021. Metode pengabdian dilakukan dengan survey keberadaan jentik, penyuluhan, PSN, dan evaluasi. Hasil survey lanjutan didapatkan indeks ABJ 88% indeks ini masih dibawah targat bebas jentik, nilai HI= 11 dan CI= 13,6 dengan tingkat kepadatan sedang. Dari hasil evaluasi diketahui ada peningkatan tingkat kebersihan lingkungan rumah setelah dilakukan penyuluhan dan penetapan penanggung jawab jumantik disetiap rumah. Perlu dilakukan observasi secara berulang untuk mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat tetap konsisten dalam memantau keberadaan jentik di lingkungan rumahnya sehingga angka bebas jentik tercapai.
Pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut dalam penurunan debris index pada anak MIN 1 Kota Banda Aceh
Imran, Herry;
Niakurniawati, Niakurniawati;
Nasri, Nasri;
Wilis, Ratna
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 6, No 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v6i1.1787
Kesehatan gigi dan mulut diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitas yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan. Status atau derajat kesehatan masyarakat ditentukan oleh beberapa faktor yang meliputi lingkungan, perilaku masyarakat dan pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disajikan bahwa hasil analisis statistik didapatkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan status kebersihan gigi dan mulut murid (p=0,15) dan ada hubungan sikap ibu (p=0,02) serta ada hubungan tindakan ibu dengan status kebersihan gigi dan mulut murid (p=0,01). Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan meningkatkan keterampilan anak dalam menyikat gigi untuk penurunan debris indek pada anak MIN 1 Kota Banda Aceh Banda Aceh. Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sikat gigi dan pasta gigi. Kegiatan pengabdian berupa memberikan penyuluhan dan melaksanakan sikat gigi pada anak berkebutuhan khusus. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah secara umum semua anak yang hadir dapat menerima penjelasan dan mempraktekkan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan status kebersihan gigi dan mulut anak MIN 1 Kota Banda Aceh dan peningkatan keterampilan dalam menyikat gigi sehingga angka debris index menurun, diharapkan kepada anak MIN 1 Kota Banda Aceh agar menjaga kebersihan gigi dan mulutnya dengan cara menyikat gigi tiga kali sehari serta diharapkan kepada orang tuanya secara rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut anaknya setiap 6 bulan sekali.
Pemeriksaan kesehatan gigi dalam menentukan kebutuhan tindakan di TK ABA Kota Semarang
Kusniati, Retno;
Arti, Dwi;
Harniati, Etny
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 6, No 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v6i1.1719
Kesehatan gigi perlu diperhatikan oleh masyarakat, namun masih banyak yang belum menyadari. Disisi lain anak-anak merupakan usia rentan terhadap penyakit gigi karena masih memerlukan bantuan dari orang tua untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kesehatan gigi anak harus diperhatikan, karena keadaan gigi sebelumnya akan berpengaruh terhadap perkembangan kesehatan gigi selanjutnya. Metode, kegiatan skrining kesehatan gigi diikuti oleh 83 orang anak yang diperiksa langsung oleh dokter gigi didampingi oleh tim pengabdi. Data yang dicatat adalah usia, jenis kelamin dan kebutuhan perawatan. Hasil, anak-anak dalam kegiatan ini mayoritas berusia 5 tahun (46%) dan berjenis kelamin perempuan (58%). Urutan tiga besar kebutuhan perawatan anak-anak di TK ABA Kota Semarang yaitu tumpatan gigi (57%), Perawatan Topikal Aplikasi Fluoride (22%) dan ekstraksi infiltrasi (19%). Kesimpulan, orang tua mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mulut anaknya, diharapkan setelah itu dapat melakukan perawatan preventif sebelum terjadi permasalahan lebih lanjut.
Penguatan percepatan penurunan stunting melalui pemberdayaan remaja peduli stunting
Wagustina, Silvia;
Arnisam, Arnisam;
Mulyani, Nunung Sri;
Hadi, Abdul;
Fitriyaningsih, Eva
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 6, No 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v6i1.1788
Angka Kejadian stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Prevalensi stunting di Provinsi Aceh menempati posisi ke lima tertinggi dengan angka 33,2% menempati posisi ke lima tertinggi secara nasional. Kabupaten Aceh besar merupakan salah lokasi focus stunting dari 13 kabupaten/kota yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Untuk mencegah kejadian stunting ini, intervensi selanjutnya harus melibatkan pada remaja sebagai calon ibu. Keterlibatan remaja dalam upaya mengatasi dan mencegah stunting ini sesuai dengan program Badan Koordinasi Keluarga Beremcana Nasional (BKKBN) dalam bentuk remaja peduli stunting. Remaja peduli stunting ini diberdayakan sebagai konselor bagi remaja sebaya dan ibu yang mempunyai balita. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan keterampilan remaja sebagai konselor remaja terkait stunting. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan edukasi melalui pelatihan konseling gizi bagi remaja tentang stunting: pengkajian, perencanaan, intervensi dan evaluasi. Hasil, terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang stunting sebesar 33,3%. kemampuan memberikan konseling kepada remaja sebaya serta ibu yang mempunyai balita dengan menggunakan keterampilan dasar konseling meningkat sebesar 33,3%. Kesimpulan, setelah dilatih, remaja mampu memberikan konseling gizi tentang anemia gizi, KEK dan dampaknya terhadap stunting kepada remaja sebayanya dan kepada ibu balita.
Pendampingan optimalisasi pembelajaran membaca Al-Qur’an pada anak usia dini sesuai disiplin ilmu tajwid pada Taman Pendidikan Ar-Roudhah, Al-Hidayah, dan Al-Iman di Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo
Isnatin, Umi;
Al Faruqy, Achmad Reza Hutama;
Taqwa, Ussia A’lat;
Septrianto, Wahyu;
Amiq, Ahmad Fahrul;
Cheyeng, Ridwan;
Fahruddin, Abdul Rozak;
Sasongko, Yogi Banar;
Harris, Jaudat Iqbal
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 6, No 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30867/pade.v6i1.1734
Taman Pendidikan Ar-Roudhah, Al-Hidayah, dan Al-Iman merupakan beberapa lembaga pendidikan Al-quran untuk anak-anak usia dini yang berada di Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo dan dijadikan sebagai tempat kegiatan belajar mengaji bagi mereka yang ingin bisa membaca Al-Quran. Namun, terdapat beberapa masalah yang menjadi persoalan dalam hal membaca al -quran yaitu masih kurangnya menerapkan ilmu tajwid yang sesuai kaidahnya. Anak – anak yang mengaji hanya menerapkan pelafalan huruh hijaiyah tanpa menerapkan ilmu tajwid yang benar. Tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk memberikan pembelajaran kepada anak–anak yang mengaji agar bacaannya sudah sesuai dengan ilmu tajwid. Metode yang digunakan dalam pendampingan adalah dengan tatap muka mengajar ngaji kepada anak–anak yang mengaji di masjid Nurul Sholah. Hasil pengabdian ini adalah peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan ilmu tajwid.