Articles
135 Documents
Dampak Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) terhadap Motivasi Belajar Saat Pandemic di MA Al-Muniroh Ujungpangkah Tahun Pelajaran 2020/2021
Fatimatuz Zahro;
Ahmad Maujuhan Syah
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 (2021): November : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55352/kpi.v3i1.227
Pembelajaran secara daring adalah salah satu alternatif yang dapat mengatasi permasalahan dalam proses pembelajaran secara konvensional selama pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara detail bagaimana kondisi motivasi peserta didik dalam pembelajaran daring saat pandemi covid-19. Covid-19 memberikan dampak yang siknifikan dalam sektor pendidikan. Sehingga, menjadikan peserta didik kurang aktif dalam menyampaikan aspirasi dalam pemikirannya yang pastinya akan berdampak pada pembelajaran yang menjenuhkan dan terdapat kekurangan pada pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Fenomenologis. Metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan berupa sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik analisis data menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data (Display data), Penarikan Kesimpulan (Verifikasi). Teknik pemeriksaan keabsahan menggunakan teknik triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan akibat adanya covid-19 saat ini semua proses belajar mengajar di alihkan dengan pembelajaran daring atau jarak jauh. Seiring berjalannya waktu motivasi beberapa siswa mengalami kemunduran. Dikarenakan jangka waktu yang sudah cukup lama dan fasilitas beberapa siswa yang tidak selalu memadai untuk menunjang pembelajaran jarak jauh menjadi alasan mengapa beberapa siswa mengalami kesulitan untuk menginterpretasikan materi yang dipelajari sehingga menjadikan motivasi belajar siswa rendah dan menurunnya nilai dalam belajar. Dikarenakan pembelajaran virtual yang menjadikan pembelajaran menjadi tidak maksimal. Di lihat dari hasil penelitian bahwa dampak pembelajaran daring terhadap motivasi belajar saat pandemi terdapat sisi positif dan sisi negatif yang bisa diambil.
Strategi Komunikasi Tokoh Agama dalam Membina Kerukunan Antar Umat Beragama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan
Moh. Azwar Anas;
Ainur Rofiq
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 (2021): November : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55352/kpi.v3i1.230
Secara umum Negara Kesatuan Republik Indonesia ini kaya akan keaneka ragaman budaya, suku, ras dan agama. Di Indonesia sendiri agama yang diakui ada 6 yaitu islam, kristen,katolik, hindu, budha, dan konghucu mereka semua hidup saling berdampingan di Indonesia ini. Dalam rangka menjaga kerukunan umat beragama, sudah banyak cara yang diterapkan oleh pemerintah, maupun tokoh agama. Namun kenyataannya memang kasus antar agama juga banyak di Indonesia. Di desa balun kecamatan turi kabupaten lamongan terdapat 3 agama yaitu, agama islam, kristen, dan hindu. Ketiga agama tersebut hidup berdampingan dengan tetap menjaga erat rasa toleransi antar umat agamanya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yaitu penelitian dengan data yang diperoleh dari kegiatan lapangan. Lokasi penelitian dilakukan di desa balun kecamatan turi kabupaten lamongan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif, peneliti mengumpulkan dan menganalisis data dari hasil wawancara, observasi serta dokumentasi terhadap tokoh agama di desa Balun kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Komunikasi yang dijalin oleh tokoh agama kepada umatnya untuk kerukunan antar umat beragama adalah dengan cara bertemu secara langsung dengan umatnya untuk tetap menjaga kerukunan kapanpun dan dimanapun mereka berada. (2) faktor pendukung dari tokoh agama di desa balun adalah dukungan dari pemerintah desa dan kondisi masyarakat yang sudah terbiasa dengan hal tersebut.faktor penghambatnya adalah pada saat pandemi sepertini interaksi antar umat beragam jarang terjadi. Jadi ditakutkan nantinya ada gesekan antar umat beragama.
Self-Acceptance Whit Gratitude On New Student Of MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibyan
Dwi Septiana Khofida Waty;
Hadi Ismanto
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 (2021): November : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55352/kpi.v3i1.231
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan diri (self-acceptance) dan kebersyukuran (gratitude) siswa. subyek penelitian ini adalah salah satu siswa baru di MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibyan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dibantu alat perekam. Wawancara dilakukan secara tidak terstruktur dan semi terstruktur. Kegiatan observasi dilakukan dengan mengamati fenomena yang muncul secara akurat, dan menganalisis berbagai aspek yang muncul sehingga menghasilkan data sesuai dengan fakta dan fenomena yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian dari studi kasus tersebut yaitu rasa syukur atas apa yang dimiliki setiap siswa berdampak juga dengan penerimaan diri siswa
Implementasi Dakwah H. dr. Nurul Kawakib, Sp.B., Finacs. dalam Praktek Operasi terhadap Paseien dengan Pendekatan Spiritual Sebagai Proses Holistik Terapi
Halimatus Sya’diyah;
Imam Syafi’i
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 (2021): November : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55352/kpi.v3i1.232
Secara dhohir, dokter memang pahlawan penyembuh berbagai sakit dengan bakat dan keluesan ilmu medis yang dikuasainya. Bertahun-tahun mereka mengenyam studi kedokteran dengan biaya yang tak sedikit. Namun berhasil ditempuh oleh dorongan keingingan, perjuangan juga usaha yang mendukung pada diri masing-masing dokter. Menggapai mimpi untuk menolong orang yang membutuhkan. Menuai hasil serta mengamalkan ilmu. Pada karya ilmiah ini nantinya, penulis akan menyaksikan langsung bagaimana praktek operasi bedah seorang dokter tersebut kepada pasien dengan menggunakan dakwah dengan media yang bernama pendekatan spiritual sebagai proses holistik dan bagaimana interaksi pasien pra bedah juga pasca bedah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mengetahui implementasi dakwah seorang dokter spesialis bedah terhadap pasien operasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Sebuah hal yang tidak bisa dipungkiri lagi adalah bahwa manusia dalam kehidupannya tidak akan ernah bisa melepaskan dirinya dari manusia lain. Adapun sedekah ini juga merupakan penerapan dakwah dokter tersebut. Cara ini merupakan tindakan tolong menolong terhadap sesama terutama orang yang lebih membutuhkan. Karena hakikat manusia tidak bisa hidup sendiri. Ia butuh orang lain dalam hidupnya.
Pluralisme Budaya dalam Pendidikan Dakwah Islam Multikultural
Jamal Ghofir;
Khoiriyah
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2022): Mei : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55352/kpi.v3i2.233
Indonesia sebagai sebuah Negara pastilah memiliki keragaman baik pada sisi sosial, masyarakat, suku, ras, agama dan budaya. Keanekaragaman yang hadir di bumi Nusantara bukanlah hal yang aneh. Sejarah telah mencatat, pondasi peradaban sudah terbentuk dengan begitu indahnya oleh nenek moyang kita. Begitu juga halnya, ketika Islam sebagai sebuah teologi baru yang dibawa oleh para pendakwah atau yang kita kenal dengan sebutan Wali, mulai menapakkan jejak tradisi dan kebudayaan. Kehadiran teologi baru yakni Islam menambah khazanah kebudayaan yang disandingkan dengan tradisi dan kebudayaan masyarakat lokal. Pertemuan budaya inilah melahirkan nilai-nilai keadaban dalam berbagai aspek kehidupan terutama pada nilai-nilai pendidikan budaya. Warisan kebudayaan yang ditinggalkan oleh para Wali dengan mengedepankan nilai-nilai penghormatan pada perbedaan (tasammuh) menjadi inti kuatnya ikatan antar anak bangsa dalam menyikapi perbedaan. Bertemunya unsur kebudayaan lama dan kebudayaan baru yang saling mengisi, merupakan contah nyata dalam menyikapi pluralisme budaya yang hadir di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai pendidikan kebudayaan yang sudah diukir dalam catatan sejarah leluhur bangsa ini, seyogyanyalah tetap dipertahankan dan bahkan dikembangan dalam sebuah institusi pendidikan yang berorientasikan pada penyelamatan dan pengimplementasian nilai-nilai luhur keragaman budaya.
Peran Pola Asuh Orang Tua dalam Perilaku Melanggar Peraturan di Pondok Pesantren Sunan Drajat Asrama Al-Khodijah
Sely Silvia
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2022): Mei : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55352/kpi.v3i2.235
Keluarga merupakan pokok pertama yang mempengaruhi pendidikan seorang anak. Keluarga adalah lembaga yang kuat berdiri di seluruh penjuru dunia. Keluarga merupakan tempat manusia mula-mula dididik dan digembleng untuk mengarungi kehidupannya. Lingkungan pertama yang dikenal oleh anak adalah keluarga, utamanya orang tua, anak akan meniru segala apa yang dilakukan orang tua mereka, mulai dari bahasa, gaya bicara, tingkah laku termasuk dalam menyelesaikan masalah. Karena orang tua menjadi guru pertama bagi anak-anak mereka, maka peran orang tua sangatlah penting bagi anak, utamanya pada perilaku anak. pendekatan penelitian ini menggunkan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Pendekatan ini diambil karena dalam penelitian ini berusaha menelaah fenomena sosial dalam suasana yang alami, bukan dalam kondisi terkendali atau labolatoris. Bogdan dan Taylor, mendefinisikan pendekatan kualitatif sebagai prosedur penelitian berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Hasil penelitian Pola asuh orang tua sangat berpengaruh dalam perilaku santriwati. Semakin baik pola asuh yang diterapkan maka akan semakin baik perilaku santriwati. perilaku santriwati disamping pola asuh adalah control orang tua terhadap anak di pesantren. Apabila pola asuh yang diberikan orang tua semakin baik, maka semakin rendah perilaku agresif anak.Begitu pula sebaliknya, apabila pola asuh yang diberikan orang tua tidak baik maka semakin meningkat pula perilaku agresif anak. Tapi akan lebih baik pula apa bila jika diimbangi dengan control dari orang tua.
Analisis Eskalasi Panic Attack And Anxiety Disorder Terhadap Kesehatan Mental Remaja
Didik Kurniawan;
Nur Elvi Isnainy Mu'arifah;
Ahmad Robhil Ma’shum
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2022): Mei : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55352/kpi.v3i2.236
Gangguan kesehatan mental menjadi isu yang tak pernah usai untuk dibahas, semakin lama eskalasi pertumbuhanya semakin memprihatinkan. lebih dari 19 juta penduduk usia >15 tahun mengalami gangguan mental emosional, serta 12 juta penduduk berusia > 15 tahun mengalami depresi. setiap hari ada 5 kasus bunuh diri yang terjadi di Indonesia, serta 47,7% usia 10-39 tahun korban bunuh diri merupakan usia anak remaja dan usia produktif Prevelensi gangguan kecemasan dan gejala panik tersebar luas dan menjadi populasi umum di masyarakat. Prevalensi Gangguan Panik berada pada kisaran 1-4% populasi, sedangkan Serangan Panik ditingkat 3-6%. Dibandingkan laki-laki, wanita 2-3 kali lipat lebih banyak menderita gangguan ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur yaitu dengan melakukan kompilasi dari buku, jurnal-jurnal ilmiah yang berkaitan dengan variabel yang akan dibahas. Kecemasan dan serangan panik menjadi momok yang siap menghampiri siapapun khususnya anak remaja, karena mereka masih cinderung labil dalam merespon segala perubahan yang terjadi. Dalam menanggulangi ataupun mencegah gangguan tersebut perlu adanya sinergitas antara sesama, support system yang baik, memelihara hubungan yang demokratis yang berbasis kepedulian, management stress, pola pikir yang sehat dan rasional.
Hubungan Intensitas Menonton Tayangan Kriminal di Sosial Media Terhadap Kenakalan Remaja (Bullying) di Kelas VIII-B MTs. Al-Muhtadi Sendangagung Paciran Tahun 2018
Virga Septia Nuansa;
Ahmad Maujuhan Syah
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2022): Mei : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55352/kpi.v3i2.237
Kriminalitas atau kejahatan itu bukan merupakan peristiwa herediter (bawaan sejak lahir, warisan) juga bukan merupakan warisan biologis.[1] Hal-hal yang mendorong seseorang untuk melakukan kejahatan, yaitu ketidakmampuan menyesuaikan diri secara ekonomis (maladjustment) dan ambisi-ambisi yang tidak sesuai dengan kemampuan atau bisa disebut diskrepansi. Masyarakat modern yang sangat kompleks menumbuhkan aspirasi-aspirasi meteriil yang tinggi dan seringkali di sertai ambisi-ambisi sosial yang tidak sehat. Misalnya ketika seseorang menginginkan barang-barang branded seperti artis ibu kota namun tidak mampu untuk mencapainya dengan jalan yang wajar, maka hal ini akan mendorong seseorang untuk melakukan tindakan kriminal. Tindakan kriminal adalah tindakan yang melanggar aturan hukum dan norma-norma dalam masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Bogdan dan Taylor mendefinisikan penelitian kualitatif sebegai penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas menonton tayangan kriminal di media sosial siswa kelas VIII-B memiliki rasio atau tingkatan yang cukup tinggi. Berdasarkan penelitian bahwa setidaknya responden pernah menonton tayangan kriminal setidaknya satu kali dalam sehari, ketika satu kali sehari dilakukan secara terus menerus, berhari- hari maka intensitas akan berubah menjadi sering. Begitu pula keberminatan siswa terhadap pemakaian media sosial.
ETIKA BERKOMUNIKASI DALAM ISLAM
Adzah Zahzuli
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 1 (2022): November : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55352/kpi.v4i1.238
Konsep sistem komunikasi Islam tidak terbatas dalam konteks Islam. Selain itu, konsep komunikasi memiliki etika, yang merupakan landasan moral bagi sikap dan perilaku manusia ketika berkomunikasi. Al- Qur'an adalah sumber komunikasi, dan komunikasi interpersonal antar kelompok orang adalah salah satu bentuknya. Yang bertujuan untuk menjalin komunikasi interpersonal. Selain itu, Al-Qur'an menggunakan ungkapan Al-Qaul dan Qauan Sadidan untuk berkomunikasi, dan kemampuan berbicara atau berkomunikasidengan baik. Allah swt menyuruh manusia untuk selalu berbicara jujur dan benar.Menurut W.J.S. Poerwadarminta (1991:278), etika memiliki pengertian yang berkaitan dengan pengertian pengetahuan akhlak. Dalam Surah Ar-Rahman ayat 1-4, orang yang berakhlakmulia tidak pernah melupakan tanggung jawabnya, yang meliputi berpegang pada prinsip-prinsip moral yang mendasar dan berbuat apa yang terbaik bagi manusia. Melalui komunikasi, sebuah hubungan dapat terbentuk antara dua orang. Namun, ada kalanya kitaberkomunikasi tanpa memperhatikan etika yang baik. Dalam Q.S. An-Nisa: 9 Allah swt menciptakan hati, atau Fu'ad, agar manusia dapat berpikir dan merasakan. Allah swt telah menyatakan, di mana telah dijelaskan, bagaimana berkomunikasi secara etis secara positifdengan menggunakan bahasa yang benar atau kebohongan.
PANDANGAN ISLAM DALAM PRAKTIK ETIKA JURNALISTIK MENURUT AL-QUR’AN SURAT SABA’
Silviana Dwi Pangestu
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 1 (2022): November : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55352/kpi.v4i1.239
Perkembangan teknologi informasi bergerak begitu cepat sehingga dunia jurnalistik berlomba-lomba memberikan informasi tanpa batas. Oleh karena itu, untuk mengatur kebebasan yang ada dalam menyebarkan berita sebagai seorang jurnalis harus memiliki etika dalam menyampaikan sebuah berita. Maksud dan tujuan tulisan ini, tentunya tidak luput dari etika jurnalistik dalam perspektif Islam. Kajian ini menggunakan perspektif Islam dalam kitab suci Al-Qur'an hanya pada beberapa bagian saja, hanya yang berkaitan dengan jurnalistik. Agar menjadi pandangan bagi jurnalis muslim untuk lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugas insan pers. Kajian ini menggunakan kitab suci umat Islam dan As-Sunnah yang menganalisis ayat-ayat suci Alquran dalam Surat Saba terkait dengan etika jurnalistik dalam Islam. Hasil kajian membuktikan bahwa dalam Al-Qaran Jurnalisme sangat diajarkan dalam Islam.