cover
Contact Name
Fridarti
Contact Email
fridartifridarti69@gmail.com
Phone
+6281267330096
Journal Mail Official
fridartifridarti69@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tamansiswa No. 9 Padang (25138), Sumatera Barat-Indonesia Telp. (0751) 40020 Faks. (0751) 444170
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Embrio
ISSN : 2085403X     EISSN : 28089766     DOI : 1031317
Jurnal Embrio adalah jurnal yang berfokus pada bidang Eksakta yang meliputi : 1. Pertanian (Agronomi, Hama & Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Sosial Ekonomi Pertanian, Pertanian Organik, Bioteknologi Pertanian, Teknologi Pascapanen) , 2. Peternakan (Nutrisi Ternak Unggas, Nutrisi Ruminansia, Produksi Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Bioteknologi peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan), 3. Biologi Umum, 4. Agribisnis
Articles 136 Documents
The Respon Jagung Manis terhadap POC Jakaba dan Bakteri Fotosintesis Sweet Corn Response Towards The Provision Of POC Jakaba And Photosynthetic Bacteria Ermawati Erma
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1267

Abstract

Percobaan bertujuan untuk mengetahui interaksi antara POC Jakaba dan bakteri fotosintesis terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Percobaan ini telah dilakukan di Kelurahan Air Pacah, Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat dengan ketinggian tempat ± 10 mdpl, jenis tanah ultisol, yang telah dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2024. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf konsentrasi POC Jakaba yakni 0 ml/L, 20 ml/L dan 40 ml/L. Faktor kedua adalah konsentrasi Bakteri fotosintesis dengan 3 taraf yakni 0 ml/L, 20 ml/L, dan 40 ml/L. Dan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 plot percobaan. Data hasil pengamatan di analisis dengan menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) dengan taraf 5 %. Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa interaksi POC Jakaba dan Bakteri fotosintesis dengan konsentrasi masing-masing 40 ml/L berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang yakni 21,63 mm, indeks luas daun yakni 3,23, bobot tongkol berkelobot yakni 375 g, bobot tongkol tanpa kelobot pada yakni 292 gram, panjang baris biji yakni 19,25 cm, produksi per plot dan per ha yakni 4,5 kg/plot setara deangan 15 ton/ha. Secara tunggal POC Jakaba berpengaruh nyata terhadap parameter kadar gula yakni 13,19 0brix. Sedangkan secara tunggal Bakteri fotosintesis tidak berpengaruh nyata pada semua parameter. Disarankan dalam budidaya jagung manis menggunakan interaksi POC Jakaba dengan konsentrasi 40 ml/L dan Bakteri fotosintesis dengan konsentrasi 40 ml/L.” Kata kunci: Bakteri fotosinteis, POC Jakaba, Zea mays saccharata Sturt
PERBANDINGAN EFISIENSI REPRODUKSI SAPI POTONG YANG DI INSEMINASI MENGGUNAKAN STRAW LEMBANG DAN TUAHSAKATO DI KOTA PARIAMAN Devi Dianti; Syafrizal Syafrizal; Mustaqim Mustaqim; Halimatuddini Halimatuddini
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1354

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan efisiensi reproduksi sapi potong di Kota Pariaman melalui parameter Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), dan Calving Rate (C/R) pada Inseminasi Buatan (IB) menggunakan straw dari BIB Lembang dan UPTD BPTSD Tuah Sakato. Metode survei digunakan dengan pengambilan data dari 183 ekor sapi betina yang telah melahirkan pada tahun 2023. Hasil menunjukkan bahwa straw dari BIB Lembang memiliki nilai S/C lebih rendah (1,28) dibandingkan Tuah Sakato (1,69), CR sebesar 75%, lebih tinggi dibanding UPTD BPTSD Tuah Sakato (65,04%), serta C/R sebesar 75,00% (dibandingkan 66,67%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa straw dari BIB Lembang lebih efektif dalam program IB di Kota Pariaman.
RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR KULIT PISANG KEPOK Erlina Rahmayuni
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1339

Abstract

Tanah masam merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman hortikultura karena rendahnya ketersediaan hara dan tingginya toksisitas aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pupuk organik cair (POC) kulit pisang kepok terhadap pH tanah, pertumbuhan, dan hasil tanaman terung. Penelitian menggunakan rancangan percobaan dengan lima taraf konsentrasi POC, yaitu 0, 150, 250, 350, dan 450 mL L⁻¹. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, serta komponen hasil seperti jumlah buah, diameter buah, panjang buah, dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi POC meningkatkan pH tanah dari 4,3 menjadi 6,0–6,7, dengan nilai tertinggi pada konsentrasi 150 mL L⁻¹. Perlakuan tersebut juga menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik, ditunjukkan oleh peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, percepatan umur berbunga, serta jumlah dan ukuran buah yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Respons tanaman terhadap POC bersifat nonlinier, di mana konsentrasi di atas optimum tidak meningkatkan hasil secara signifikan. Dengan demikian, POC kulit pisang kepok berpotensi sebagai sumber hara dan amelioran tanah yang efektif pada konsentrasi optimum.
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) DAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) TERHADAP KUALITAS BAKSO AYAM BROILER Sari Gando Hidayati; Rudi Kusuma; Fira Faradillah
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1359

Abstract

This study aimed to determine the effect of adding a mixture of red spinach leaves (Amaranthus tricolor) and white oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) on the quality of broiler chicken meatballs. The research was conducted at the LL. DIKTI Region X Laboratory, Jl. Khatib Sulaiman, Gunung Pangilun, Alai Parak Kopi, North Padang District, Padang City, West Sumatra. The method used in this study was an experimental design using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 treatments with 3 replications. The treatments applied in this study were as follows:P1 = 0% Red Spinach Leaves + 0% White Oyster Mushrooms from 1000 g of meat (Control) P2 = 0% Red Spinach Leaves + 20% White Oyster Mushrooms from 1000 g of meat P3 = 5% Red Spinach Leaves + 15% White Oyster Mushrooms from 1000 g of meat P4 = 10% Red Spinach Leaves + 10% White Oyster Mushrooms from 1000 g of meat P5 = 15% Red Spinach Leaves + 5% White Oyster Mushrooms from 1000 g of meat P6 = 20% Red Spinach Leaves + 0% White Oyster Mushrooms from 1000 g of meat The variables observed in this study were protein content, moisture content, and fat content of the broiler chicken meatballs. Based on the results, the addition of red spinach leaves and white oyster mushrooms had a significant effect (P<0.05) on the moisture and fat content of the chicken meatballs. The addition also had a highly significant effect (P<0.01) on the protein content of the meatballs. The best treatment in this study was P5 (15% red spinach leaves + 5% white oyster mushrooms), which resulted in a moisture content of 51.17%, protein content of 8.70%, and fat content of 9.99%. Conclusion: The best treatment in this study was P5 (15% red spinach leaves + 5% white oyster mushrooms), which achieved a moisture content of 51.17%, protein content of 8.70%, and fat content of 9.99%.
Pengaruh Kombinasi Edible Coating dari Lidah Buaya dan Kitosan Terhadap Kualitas dan Umur Simpan Jambu Biji Kristal (Psidium guajava L. cv. ‘Kristal’) Indira Prabasari
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1353

Abstract

Jambu kristal merupakan buah klimakterik yang mudah rusak dan memiliki umur simpan yang pendek. Hal ini dikarenakan buah jambu kristal mengalami perubahan akibat pengaruh fisiologis, mekanis, enzimatis, dan mikrobiologis. Salah satu pendekatan untuk mengatasi masalah ini adalah penggunaan pelapis (edible coating) yaitu lapisan yang aman untuk dikonsumsi yang diaplikasikan pada permukaan buah untuk memperpanjang umur simpan dan menjaga kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi pengaruh edible coating dari lidah buaya dan kitosan terhadap umur simpan jambu kristal (Psidium guajava L. cv. ‘Kristal’). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor (CRD) yang terdiri dari A = perlakuan kontrol, B = perlakuan lidah buaya 75%, dan C = perlakuan kombinasi lidah buaya 75% + kitosan 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada parameter penurunan berat, Crystal guava is classified as a climatic fruit that is perishable and thus has a very short shelf life. The phenomenon due to the changes caused by physiological, mechanical, enzymatical, and microbiological influences. One approach to overcome the problems is the use of edible coating, a layer that is applied to the surface of the fruit to extend the shelf life and maintain its quality. The study aimed to determine the effect of edible coating of aloe vera and chitosan on the shelf life of crystal guava (Psidium guajava L. cv ‘Chrystal’) and it was conducted experimentally using a single factor completely randomized design (CRD) consisting of A = control, B = aloe vera edible coating 75%, and C = combination treatment of aloe vera edible coating 75% + chitosan 2%. The results showed that there was a significant difference in the parameters of weight loss, color test, and respiration rate.
ANALISIS PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI KELURAHAN TANAH GARAM KOTA SOLOK Budi Santosa; Yurma Metri; Muhammad Amri; Desi Ratna Sari
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1360

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Tanah Garam Kota Solok. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan peran penyuluh pertanian dalam berbagai kegiatan pengembangan kelompok tani, seperti : fasilitasi, pembinaan, dan pendampingan serta dampaknya terhadap peningkatan kapasitas, kemandirian dan keberlanjutan kelompok tani. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif atau kuantitatif, melibatkan petani dan penyuluh sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian di Kelurahan Tanah Garam Kota Solok, dapat disimpulkan bahwa peran penyuluh pertanian sangat berpengaruh dan penting terhadap pengembangan kelompok tani. Peran ini dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian petani dalam mengelola usaha tani mereka. Sebagai fasilitator, penyuluh memfasilitasi petani dalam mengakses sarana produksi (bibit, pupuk, pestisida), informasi, dan bantuan dari berbagai lembaga terkait. Sebagai inovator, penyuluh memperkenalkan informasi, teknologi, dan praktik baru (inovasi) yang bertujuan untuk merubah perilaku petani ke arah yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas hasil panen. Sebagai motivator, penyuluh terus mendorong dan memotivasi anggota kelompok tani untuk aktif terlibat dalam kegiatan kelompok dan penyuluhan, fostering kerjasama dan partisipasi. Sebagai dinamisator, penyuluh membantu dalam pengorganisasian kegiatan kelompok tani, memastikan pemanfaatan kelompok sebagai wadah aspirasi dan pemantauan kegiatan berjalan dengan baik. Sebagai edukator, penyuluh menjadi tempat petani berdiskusi dan berkonsultasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan usahatani, serta membimbing mereka dalam praktik budidaya yang efektif. Kehadiran dan keaktifan penyuluh secara signifikan berkorelasi positif dengan perkembangan kelompok tani di wilayah tersebut, membantu petani meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan secara berkelanjutan.