cover
Contact Name
Fridarti
Contact Email
fridartifridarti69@gmail.com
Phone
+6281267330096
Journal Mail Official
fridartifridarti69@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tamansiswa No. 9 Padang (25138), Sumatera Barat-Indonesia Telp. (0751) 40020 Faks. (0751) 444170
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Embrio
ISSN : 2085403X     EISSN : 28089766     DOI : 1031317
Jurnal Embrio adalah jurnal yang berfokus pada bidang Eksakta yang meliputi : 1. Pertanian (Agronomi, Hama & Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Sosial Ekonomi Pertanian, Pertanian Organik, Bioteknologi Pertanian, Teknologi Pascapanen) , 2. Peternakan (Nutrisi Ternak Unggas, Nutrisi Ruminansia, Produksi Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Bioteknologi peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan), 3. Biologi Umum, 4. Agribisnis
Articles 121 Documents
KARAKTERISTIK KOMBUCHA TEH DAUN GAMBIR (Uncaria Gambir Roxb) MENGGUNAKAN GULA TEBU SAKA Nita - Yessirita
Jurnal Embrio Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.038 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v14i2.781

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik kombucha teh daun gambir (Uncaria gambir roxb) dan mengetahui persentase gula tebu saka yang tepat dalam fermentasi kombucha teh daun gambir (Uncaria gambir roxb). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DNMRT pada taraf nyata 1%. Perlakuan pada penelitian ini adalah konsentrasi penambahan gula tebu saka terhadap kombucha teh daun gambir (Uncaria gambir roxb) (10%, 15%, 20%, 25% dan 30%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi penambahan gula tebu saka dalam fermentasi kombucha teh daun gambir (Uncaria gambir roxb) berpengaruh sangat nyata terhadap antioksidan, polifenol, total asam, total gula, dan pH. Berdasarkan hasil uji organoleptik terhadap kombucha teh daun gambir (Uncaria gambir roxb) menunjukkan perlakuan yang lebih disukai panelis adalah pada perlakuan E (30%) dengan karakteristik nilai antioksidan (48,81%), polifenol (1242,67 mgGAe/g), total asam (1,03%), total gula (1,09%) dan pH (3,39).
Pengolahan Ampas Kelapa Dengan Mikroba Lokal Sebagai Bahan Pakan Ternak Unggas Alternatif di Sumatera Barat Sari Gando Hidayati
Jurnal Embrio Vol 4 No 01 (2011): Jurnal embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.648 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v4i01.125

Abstract

This study aims to observe the effect of coconut dregs fermented with local microorganism inoculums of metabolizable energy, nitrogen retention, protein digestibility, intake, weight gain, feed conversion and carcass yield of broiler ration and Income Over Feed and Chick Cost (IOFC). Feeding trials conducted at the Training Center Agriculture UPTD Padang Bandar Buat. While the proximate analysis at the Laboratory of Non-Ruminant Nutrition Laboratory and the Laboratory of Food Technology and Faculty of Animal Husbandry Unand. When the research conducted on April 20, until 5 November 2010. Results obtained adding 15% coconut dregs fermentation in broiler chicken rations can increase metabolic energy, nitrogen retention and protein digestibility. Granting up to 20% coconut dregs provides no significant effect on feed consumption and feed conversion, but the real influence with weight gain and carcass yield of broiler chickens. The conclusion from this study of coconut dregs and 20% of the economically still provide benefits compared to no provision of coconut dregs fermentation, although significantly affect weight gain of broiler chickens
PRODUKTIVITAS RUMPUT LAPANGAN PADA LAHAN BERA YANG DITAMBAHKAN BEBERAPA MACAM FESES TERNAK Sri Mulyani; Fridarti fridarti; Desi Ratnasari
Jurnal Embrio Vol 11 No 02 (2019): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.599 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v11i02.474

Abstract

Rumput lapangan merupakan hijauan yang sudah umum digunakan oleh para peternak sebagai pakan utama ternak ruminansia untuk memenuhi kebutuhan serat kasar, pada lahan pertanian yang sudah ditinggalkan atau diistirahatkan(bera) juga terdapat rumput lapangan yang dapat dimanfaatkan oleh ternak ruminansia, untuk memperoleh produksi yang tinggi pada lahan yang tingkat kesuburannya rendah dapat dilakukan dengan penggunaaan pupuk organik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruhi produktivitas rumput lapangan pada lahan bera yang ditambahkan beberapa macam feses ternak dan untuk mengetahui jenis feses ternak yang terbaik diantara beberapa macam feses ternak tersebut yang dapat meningkatkan produktivitas rumput lapangan ( Segar, BK, BO dan PK ). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap 5 x 5, yaitu 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut adalah A = Rumput Lapangan (Kontrol), B = Rumput Lapangan + Feses Kerbau, C = Rumput Lapangan + Feses Sapi, D = Rumput Lapangan + Feses Domba, E = Rumput Lapangan + Feses Kambing. Hasil pembahasan yaitu : Terdapat peningkatan produksi segar setelah pemotongan (50 hari ) sekitar 281,96 gram/m2. Sedangkan peningkatan produksi segar dengan feses kambing 636.47 gram/m2 produksi bahan kering sekitar 68.37 gram/m2 peningkatkan produksi dengan feses kambing 142.78 gram/m2 produksi bahan organik 59.60 gram/m2 sedangkan peningkatan produksi pada feses kambing produksi protein kasar 4.22 gram/m2sedangkan peningkatan produksi feses kambing 13.52 gram/m2. Kesimpulan penelitian, terdapat peningkatan produktivitas rumput lapangan pada lahan bera melalui
ANALISIS INDEKS PERFORMANCE DAN PENDAPATAN USAHA TERNAK AYAM BROILER KANDANG SEMI CLOSE HOUSE GOMIN FARM DI DESA PAGUBUGAN KABUPATEN CILACAP (STUDI KASUS) Rudy Kusuma; Oki Pramudito; Ewin Erwin
Jurnal Embrio Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v15i1.883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi terbaik yang dapat menghasilkan Indeks Performance dan Pendapatan yang besar pada usaha ternak ayam Broiler di Gomin Farm. Rumusan masalah penelitian ini adalah menganalisa perbandingan Indeks Performance dan Pendapatan usaha beternak ayam Broiler antara populasi 10.000 ekor dengan 9.000 ekor di Gomin Farm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey, dengan pengumpulan data dengan teknik Observasi, Dokumentasi dan Wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance produksi usaha ternak ayam Broiler Gomin Farm populasi 10.000 ekor yaitu Deplesi = 3,18 %, ABW = 2,00 Kg, FCR= 1,495, Umur panen = 32,44 hari dan IP =399. Performance Gomin Farm populasi 9.000 ekor yaitu Deplesi = 4,61 %, ABW = 2,06 Kg, FCR = 1,457, Umur panen = 32,16 hari dan IP = 419. Perhitungan aspek ekonomi populasi 10.000 ekor yaitu biaya produksi = Rp. 358.958.597, penerimaan = Rp . 385.024.891 dan pendapatan = Rp. 26.066.294. Populasi 9.000 ekor yaitu biaya produksi = Rp. 343.525.074, penerimaan = Rp. 367.038.085 dan pendapatan = Rp. 23.513.074. Kesimpulan dari penelitian ini adalah IP (Indek Performance) yang didapatkan dalam usaha ternak ayam Broiler di Gomin farm populasi 10.000 ekor adalah 399, lebih rendah dibanding populasi 9,000 ekor yaitu 419 dengan selisih 20. Pendapatan yang didapatkan dalam usaha ternak ayam Broiler di Gomin farm populasi 10.000 ekor lebih tinggi dibanding populasi 9.000 ekor dengan selisih Rp. 2.553.220.
Senyawa Metabolit Sekunder (Tanin) pada Tanaman sebagai Antifungi Natasya Hersila; Moralita Chatri M.P; Vauzia M.Si; Irdawati M.Si
Jurnal Embrio Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v15i1.882

Abstract

Metabolit sekunder adalah senyawa-senyawa metabolik yang terdapat pada tanaman yang berperan dalam jangka waktu tertentu yang berfungsi menghasilkan sejumlah besar senyawa spesifik (kurang lebih 200.000 senyawa) yang memiliki peran berbeda-beda. Salah satu senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap patogen (antifungi) adalah tanin. Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder golongan polifenol yang terdiri dari gugus hidroksi dan beberapa gugus terkait seperti karboksil yang dihasilkan oleh tanaman. Senyawa tanin memiliki aktivitas antifungi sehingga dapat memperkecil dinding sel jamur karena permeabilitasnya akan terganggu sehingga dinding sel jamur tersebut tidak dapat melakukan proses metabolisme sel.
Pengaruh Jenis Stek dan Dosis Pupuk Terhadap Pertumbuhan Tanaman dan Hasil Ubi Jalar (Ipomoea batatas) Aksesi Lasbok Muhammad Fauzan Farid Al Hamdi
Jurnal Embrio Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v15i1.880

Abstract

PT Maxindo Karya Anugerah (MAXINDO) is an Indonesia-based snack food manufacturer engaged in tuber-based snacks. One of the types of tubers used is the Lasbok accession sweet potato. The purpose of this study was to determine the best dose of NPK fertilizer and the best cutting source for sweet potato plants, Lasbok accession. The research was conducted in the Katulampa Village, Kec. East Bogor, Bogor City. The experimental design used was a completely randomized block design (split plot) with two factors. The main factor in this study was the dose of NPK fertilizer, while the sub factor in this study was the type of cuttings. Cuttings from tertiary shoots (S3) (89.7 leaves) were significantly higher than cuttings from main shoots (S1) (62.8 leaves) and mid stem (S2) (59.4 leaves) at 45 DAP. S2 has significantly fewer tuber candidates compared to S1 and S3. The tuber weight per plot at the recommended dose (M2) was significantly higher than M0 (control) and M1 (30% below the recommendation) but not significantly different from M3 (30% above the recommendation). The variable number of leaves 45 HST is the variable with the most significant correlation with 5 other variables.
The Effect of Additives of Corn Flour and Corn Forage Fraction (Zea mays L.) in Making Silage on the Content NDF ADF Oktria Dinindra; Sr Mulyani; F Fridarti
Jurnal Embrio Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v15i1.804

Abstract

This study aims to determine the effect of additives of corn flour and corn forage fraction (Zea mays L.) in making silage on the content NDF ADF. This research was carried out on Street Kaliberantas No. 19 Alai Parak Kopi Padang and analyze in the Ruminant Nutrition Laboratory Faculty of Animal Science Andalas University Padang. This research was conducted by experiment method using a Completely Randomized Design (CRD) with a factorial pattern with 2 factors namely factor A is Forage corn which consists of 2 fractions namely : a1= Upper Fraction, a2= Lower Fraction. Factor B is the content of corn flour additives which consists of 3 levels namely b1= 4%, b2= 8%, b3=12% with 4 replications. The measure Variable is Neutral Detergent Fiber (NDF) dan Acid Detergent Fiber (ADF). The result showed that the additives up to 12% to Silage using forage corn had a significant effect (P<0,05) on the NDF content, while the ADF content had no significant effect (P>0,05) on silage.
Pemanfaatan Flavonoid sebagai Bahan Pestida Nabati fadia salsabil arsy; Dr. Moralita Chatri M.P; Dr. Irdawati M. Si; Dr. Des M.S
Jurnal Embrio Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v15i1.884

Abstract

Pestisida nabati merupakan suatu produk pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan dan digunakan untuk mengendalikan OPT (Organisme Penganggu Tanaman). Bahan aktif yang terdapat pada tumbuhan merupakan produk metabolit sekunder yang memiliki peran penting untuk dijadikan pestisida nabati dari cekaman lingkungan biotik, seperti: serangan hama, patogen, herbivora, maupun abiotik. Selain itu juga memiliki jumlah dan jenis yang bervariasi. Senyawa tersebut ialah golongan alkaloid, fenol, terpenoid, steroid, saponin, dan flavonoid. Flavonoid termasuk bagian dari senyawa metabolit sekunder yang bersifat antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, antivirus, dan antifungi yang bisa dijadikan sebgai pestisida nabati. Senyawa ini bisa ditemukan pada seluruh jaringan tumbuhan dan memiliki pigmen merah, biru, dan ungu. Hasil literature review menunjukkan bahwa banyak tumbuhan yang mengandung flavonoid yang bermanfaat sebagai pestisida nabati.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG AZOLLA MICROPHYLLA DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMAN BURUNG PUYUH Nurhaita Nurhaita
Jurnal Embrio Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v15i1.890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung azolla microphylla dalam ransum terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum burung puyuh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan tepung azolla microphylla yaitu, A= 0%, B= 2%, C= 4%, D= 6%, dan E=8%. Pakan yang digunakan terdiri dari jagung giling kuning, dedak padi, kosentrat ayam pedaging, tepung azolla microphylla, dan top-mix, dengan kandungan protein 23% dan energi metabolisme 2800 kkal/kg. Percobaan membutuhkan 200 ekor burung puyuh umur 15 hari, setiap unit percobaan berisi masing – masing dengan 10 ekor puyuh. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum (gram/ekor/hari), pertambahan bobot badan (gram/ekor/hari), dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung azolla microphylla dalam ransum burung puyuh berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Konsumsi ransum berkisar antara 16,45 sampai 16,79 (gram/ekor/hari), pertambahan bobot badan berkisar antara 3,73sampai 3,75 (gram/ekor/hari) dan konversi ransum berkisar antara 4,38 sampai 4,49. Hal ini menunjukkan pakan memiliki kualitas gizi dan palatabilitas yang hampir sama. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung azolla microphylla sampai level 8% dalam ransum tidak mempengaruhi performan burung puyuh.
Pengaruh Media Tanam dan Jumlah Buku Setek Mini Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Umbi G0 Kentang (Solanum tuberosum L.) Rafindo, Hadi; Islami, Syaifuddin
Jurnal Embrio Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v16i1.1031

Abstract

Kentang merupakan tanaman sayuran umbi yang kebutuhannya cendrung meningkat setiap tahunnya. Namun, produksi kentang cendrung meururun yang disebabkan karena kurangnya ketersediaan benih bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dan pengaruh komposisi media tanam serta jumlah buku stek mini terhadap pertumbuhan dan hasil umbi mini kentang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-November 2021 di PATPKP Universitas Andalas, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, dengan ketinggian 1600 (mdpl). Percobaan ini menggunakan rancangan secara faktorial dengan 2 fator dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 5 taraf : tanah (M0), tanah : pasir : arang sekam 1:1:1 (M1), tanah : pasir : pupuk kandang ayam 1:1:1 (M2), tanah : pasir : cocopeat 1:1:1 (M3), tanah : pasir : kompos 1:1:1 (M4). Faktor kedua adalah jumlah buku setek mini yang terdiri dari 3 taraf: satu buku (J1), dua buku (J2) dan tiga buku (J3). Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F Tabel 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh interaksi antara komposisi media tanam dan jumlah buku setek mini kentang pada umur muncul umbi, komposisi media tanam tanah: pasir: kompos (1:1:1) memberikan pertumbuhan yang lebih baik daripada perlakuan lainnya untuk variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan rasio tajuk akar.

Page 9 of 13 | Total Record : 121